WRONG OR RIGHT COUPLE ?
Author : HanDik
Main Cast :
Byun Baek Hyun (Exo) as Byun Baek Hyun,
Jung Dae Hyun (B.A.P) as Jung Dae Hyun
Kim Tae Hyung (BTS) as Kim Tae Hyung
Joen Joeng Guk (BTS) as Byun Jeong Guk
-.
-.
-88888888-
-,
SONGHAN JUNIOR HIGH SCHOOL
Taehyung dengan santainya menyenderkan dirinya ke motor sport-nya untuk menunggu Jungkook untuk mengajak pulang bersama, ntah pada dasar apa Taehyung ingin mengajak Jungkook untuk pulang bersama lagi. Yang Taehyung ketahui hanyalah mengikuti kata hatinya untuk bertemu Jungkook dan mengajaknya pulang bersama, bukan karena Baekhyun yang memintanya tadi disekolah karena ia tahu bahwa itu hanyalah sebagian rencana saat Daehyun ada disampingnya.
Taehyung sudah tiga puluh menit menunggu Jungkook namun belum ada tanda-tanda bahwa sekolah itu telah memulangkan anak muridnya tapi memang Taehyung yang terlalu cepat sampai sebelum bell pulang sekolah tersebut berbunyi. Taehyung sebenarnya kabur pada jam terakhir karena songsaenim yang mengajar kelasnya pada jam terakhir tidak hadir dan ia memutuskan untuk langsung menuju sekolah Jungkook daripada menunggu dengan bosan dikelasnya sampai bell tanda pulang berbunyi. Dan kini akhirnya ia masih harus menunggu tiga puluh menit lagi hingga jam pulang berbunyi.
"Seharusnya tadi aku membeli makan dulu atau menuju toko buku terlebih dahulu untuk membeli komik untuk kubaca sambil menunggu Jungkook biar tidak mati kutu begini" Ucap Taehyung yang bosan menunggu tanpa melakukan apapun.
"Mana disini jauh lagi dari toko buku atau tempat makan. Nasibmu Kim Tae Hyung, mungkin sebaiknya aku memberi pesan kepada Jungkook kalau aku menunggunya disini" Ucap Taehyung yang kemudian mengeluarkan smartphone miliknya dan mulai mengetik pesan untuk Jungkook.
"Eh tunggu, aku harus bilang apa kalau dia bertanya kenapa aku menunggunya disekolah ? Ah bilang aja minta ditemanin membeli buku dan materi tugas padahal mah lagi tidak ada tugas" Ucap Taehyung yang langsung mengirmkan pesannya kepada Jungkook.
/Drrrt Drrrt/
From : Jungkookie
Ngapain hyung didepan sekolahku ? Kau membolos ya ?
Aigoooo.. Tae hyung ternyata bandel ya suka membolos.. ckckck..
Taehyung yang mendapat balasan dari Jungkook pun tersenyum sendiri karena Jungkook mengira dirinya membolos padahal sebenarnya ia kabur dari sekolah karena tidak ada guru dijam terakhir (Apa bedanya sama bolos Tae -_-).
To : Jungkookie
Hyung tidak membolos kok, hanya saja karena tidak ada guru dijam terakhir jadi hyung memilih pulang cepat tapi bukan bolos ya. hahaha..
Oh iya, hari ini temani hyung ya Jungkook ke toko buku ada yang mau hyung beli.
Seusai membalas pesan dari Jungkook Taehyung segera memasang kembali headshet-nya untuk menghilangkan rasa bosannya menunggu Jungkook dan mungkin Jungkook akan membalas pesannya lama karena sedang belajar.
/Drrrt Drrrrt/
From : Jungkookie
Yak hyung, itu apa bedanya sama saja kau itu membolos hyung karena belum jam pulang sekolah. Hu uh dasar Tae hyung bandel.
Eh mau ketoko buku ? Kebetulan sekali hyung, hari ini aku mau ketoko buku ada yang mau aku beli juga.
"Ckkckc.. Itu beda dong, kalau membolos kan ada guru kalau ini kan tidak ada guru jadi istilahnya kabur. Haha.. Baiklah aku bal…"
"TAE HYUUUUUNG!" Teriak Jungkook memanggil Taehyung dari gerbang sekolah yang telah siap dengan tas sekolahnya dan bersiap untuk pulang langsung berlari menghampir Taehyung yang berada diseberang sekolahnya.
"Hehe.. Sudah lama menunggu hyung?" Ucap Jungkook dengan senyum yang menampilkan gigi kelincinya.
"Dia memang mirip dengan Baekhie hyung kalau tersenyum hanya saja gigi kelinci ini yang membedakannya dan kenapa aku baru sadar sekarang" Batin Taehyung
"Yak Jungkook, ini kan belum jam pulang sekolah kenapa kau sudah ada diluar sekolah ? Kau menuduhku membolos tapi kau sendiri sama saja"
"Beda hyung, kalau hyung kan memang membolos tapi sebenarnya kabur, kalau aku mah emang udah pulang dari tiga puluh menit lalu karena ada rapat guru tapi karena ada tugas kelompok jadi aku mengerjakannya dulu" Jelas Jungkook panjang lebar.
"Haish! Siapa bilang aku kabur, aku hanya pulang cepat dan tidak kabur"
"Aku yang bilang tadi kalau hyung kabur yeeeeeee. Udah sih hyung kalau kabur mah bilang kabur aja. Ternyata Tae hyung bandel suka membolos" Ejek Jungkook.
"YAK! Terserah kau saja Jungkook"
"Haha.. Jangan cemberut gitu hyung, kita jadi pergi tidak nih ?"
"Ne ne, lagi pula siapa juga yang cemberut. Ayo naik biar tidak kesorean nanti aku bisa dibunuh sama Baekhie hyung" Ucap Taehyung yang sudah menaiki motornya dan menyerahkan helm kepada Jungkook.
"Awas saja sih bila ini orang ngebut lagi kayak kemarin akan kulaporkan ke Baekhie hyung" Batin Jungkook yang mulai menaiki motor Taehyung.
"Kau Siap Jungkook ?"
"Siap hyu… EH PELAN-PELAN!" Teriak Jungkook karena Taehyung dengan tiba-tiba mengegas motornya.
"Ini udap pelan Jungkook" Balas Taehyung dengan teriakannya.
"APANYA YANG PELAN-PELAN ? KU LAPORKAN KE BAEKHIE HYUUUNG NANTI! HYUUUUNG!" Teriak Jungkook kembali namun tidak ditanggapi oleh Taehyung yang malah menambah kecepatan motornya dan mau tidak mau Jungkook harus memeluk pinggang Taehyung dengan sangat kuat.
"Bener-bener ini orang ya kulaporkan ke Baekhie hyung. Astaga ini kenapa detak jantung tidak bisa berhentih sih" Batin Jungkook.
"Pasti Jungkook sedang ketakutan. Hahaha. Tapi aku dapat merasakan tangannya memeluk pinggangku erat dan aku bisa merasakan kepalanya yang disenderkan kepada punggungku dan detak jantungnya terasa sekali. Apa mungkin dia ketakutan ?" Batin Taehyung
-.
-.
-88888888-
-,
BOOK STORE
Taehyung yang telah memarkirkan sepeda motornya dan hendak meminta maaf kepada Jungkook namun gagal karena Jungkook telah masuk kedalam toko buku tersebut dengan raut wajahnya yang terlihat kesal dan marah.
"Kalau lagi marah dan menggembungkan pipinya seperti itu dia jadi terlihat semakin imut" Batin Taehyung.
"Eh apa yang kupikirkan barusan ? Imut ? Ah sudahlah sebaiknya aku menyusul dan meminta maaf kepadanya" Ucap Taehyung yang langsung menyusul Jungkook kedalam toko buku tersebut.
Taehyung terus mencari Jungkook dari setiap rak yang tersedia ke rak selanjutnya, ia benar-benar lupa menanyakan Jungkook akan mencari buku seperti apa, sehingga ia harus bersusah payah mencarinya disetiap barisan rak buku yang ada.
"Ckck.. Tae hyung bodoh! Bukannya mengejarku yang sedang marah malah berdiam diparkiran begitu saja. Bodoh… Bodoh" Batin Jungkook dengan kesalnya.
"Lihat saja akan kuadukan kepada Baekhie hyung karena telah membuat adik satu-satunya yang manis dan imut ini hampir mati karena ketakutan"
"Yah! Jangan dilaporkan dong Kookie~~~~" Ucap Taehyung yang tiba-tiba muncul di rak paling ujung sambil memelas.
"Apa kau tega membuatku menjadi santapannya nanti"
"Lah bodoh amat hyung. Hyung ini yang menjadi santapan Baekhie hyung"
"Kookie~~~ Tega sama hyung"
"Bodo amat mau tega kek mau nggak kek. Hyung aja tega dari tadi dimotor terus-terusan menambah kecepatan motornya"
"Yah Kookie"
"STOOOP! Jangan panggil 'Kookie' karena itu hanya keluarga Byun yang boleh memanggilnya"
"Pelit banget, Baekhie hyung aja tidak sepelit dirimu masih boleh memanggil Baekhie hyung dan dia sendiri yang meminta"
"Itu apa katamu hyung diterakhir ? Baekhie hyung yang meminta sendiri kan. Lah aku memang memintamu untuk memannggilku dengan panggilan rumahku ? Tidakkan ?"
"Iya juga sih. Hehehe.." Ucap Taehyung dengan cengiran khasnya.
"Ini orang pintar tapi cenderung bodoh kayaknya, tapi kenapa aku menyukainya ya" Batin Jungkook dalam hatinya. "Eh tadi apa aku bilang ? Menyukainya ? Pasti salah-salah. Aku kan hanya mengaguminya saja"
"Tapi Kookie izinkan kan ya aku memanggilmu dengan itu" Pinta Taehyung dengan memohon.
"Tidak-tidak sekalinya tidak ya tidak Tae hyung"
"Ayolah pleaaaaaseeeeee"
"Aku bilang tidak ya tidak hyung"
"Tapi…."
"KALIAN BERDUA BISA DIAM TIDAK! INI BUKAN TEMPAT PACARAN KALIAN TAHU" Ucap Pemilik Toko yang merasa terganggu karena ulang Jungkook dan Taehyung yang terus saja berdebat.
-.
-.
-88888888-
-,
KEDIAMAN KELUARGA BYUN 'BAEKHYUN & JUNGKOOK'
Baekhyun sedari sampai dikamarnya terus menundukkan dirinya dimeja belajar dengan pandangan terus menuju kehalaman belakang rumahnya, sejak kejadian dimana dirinya dan Daehyun terpeleset dan membuatnya terjatuh dengan berada diatas Daehyun membuatnya terus mengingat kejadian tersebut. Tidak hanya saat sampai dikamarnya, namun juga saat jam pelajaran pun sukses membuat Baekhyun tidak memperhatikan songsaenim yang mengajar dikelasnya.
"Haish! Apa yang kupikirkan sih. Kenapa bayang-bayang kejadian tadi terus terulang. Sebaiknya besok aku pergi kepanti asuhan untuk melihat anak-anak disana mumpung besok hari libur nasional, sudah lama aku tidak melihat mereka"
/Drrrt Drrrt Drrrt/
"Siapa sih sore-sore begini menel.. Daehyun ? Mau apa dia menelponku jam segini ? Sebaiknya tidak kuangkat saja atau setelah mandi baru aku angkatnya, ah setelah mandi saja lah sekalian menghilangkan mood-ku karena kejadian tadi" Ucap Baekhyun yang kembali meletakan smartphone-nya dimeja belajarnya.
Baekhyun yang sedang berendam dengan mendengarkan beberapa lagu yang ia stel kini terdengar diseluruh penjuru kamar mandi karena memang dikamar mandinya terpasang sound system dan ada pula television yang terpajang dikamar mandinya. Baekhyun benar-benar menghiraukan panggilan masuk dari Daehyun yang terus smartphone-nya berdering terus.
Satu jam lamanya Baekhyun berendam dengan air hangat dan membuat tubuhnya kembali rilex dan segar yang kemudian keluar kamar mandi dan masih mendapati smartphone-nya terus berdering dan kembali menunjukkan nama Daehyun.
"Astaga ini orang tidak ada berhentinya apa menghubungiku ? WHAT? Seratus kali dia menelpon dan tidak kunjung menyerah juga ?" Ucap Baekhyun yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat notification missed call.
"Sebaiknya kuangkat sajalah" Ucap Baekhyun yang kemudian mengangkat panggilan dari Daehyun dan langsung jelas mendengar apa yang dibicarakan oleh Daehyun.
'Yeoboseyo Baekhyun ?'
"Ne ini aku Baekhyun, kenapa Dae ?"
'Kau ini kemana saja aku menghubungimu dari tadi kenapa baru diangkat ?'
"Oh soal itu aku sedang berendam dikamar mandi dan kenapa kau terdengar seperti kesal karena aku baru mengangkat panggilanmu ini?"
'Aku bukannya kesal Baek, hanya saja aku bête karena kau tidak kunjung mengangkat panggilanku'
"Tapikan kau tidak harus menelponku hingga seratus kalinya juga kali Dae"
'Hehehe.. mianhe Baek hanya saja aku mau meminta maaf karena kejadian tadi siang'
"Oh damn! Dia mengingatkanku kembali mengenai hal itu lagi padahalkan aku sudah melupakan hal tersebut" Batin Baekhyun.
"Tidak apa-apa kok Dae, itu tidak masalah sama sekali bagiku"
'Benarkah ? Kalau begitu syukurlah. Oh iya Baek, apa besok kau ada acara ? Kalau tidak maukah kau jalan denganku ?'
"Besok ya ? Besok aku mau kepanti asuhan karena sudah lama aku tidak mengunjungi anak-anak panti. Jadi maaf ya Dae aku tidak bisa menemanimu jalan-jalan"
'Apa kau tidak bisa mengunjungi anak panti itu hari minggu besok Baek ? Please'
"Maaf Dae aku tidak bisa mengundur waktuku yang kugunakan untuk menjenguk anak panti atau kau ikut saja bersamaku ke panti asuhan ?"
'Ke panti asuhan ? Eh gimana ya Baek'
"Kalau kau tidak mau ya tidak apa-apa Dae, aku bisa sendiri"
"Ckck.. Pastilah dia tidak mau ketempat seperti itu. Orang sombong kayak Daehyun kesana tidak akan mungkin, tapi kalau dia sudah jatuh kepesonaku pasti dia tidak akan menolak. Kita lihat saja sebentar lagi" Batin Baekhyun.
'Baiklah aku akan ikut denganmu ke panti asuhan Baek'
"Baiklah Dae nanti kita ket…"
'Biar aku saja saja yang menjemputmu dirumah, nanti kita ke panti asuhan dengan mobilku saja. Gimana Baek ?'
"Baiklah Dae kalau kau memintanya, kutunggu kau jam sepuluh dirumah ya"
"Benarkan kalau dia tidak mungkin berkata tidak padaku bila sudah masuk kedalam pesonaku ini. Permainan akan segera kita mulai Jung Dae Hyun" Batin Baekhyun dengan menampilkan smirk-nya yang masih bertelponan dengan Daehyun
-.
-.
-88888888-
-,
/BRAAAAAAAK/
"Tuan Muda Jungkook ada apa ? Kenapa datang-datang malah membanting pintu" Ucap Lay yang segera menghampiri pintu utama dan terkejut karena Jungkook menutup pintu dengan kasar dan terlihat dari raut wajahnya yang sedang marah.
"Tidak apa-apa hyung, Kookie hanya sedang marah saja dengan seseorang"
"Kalau begitu biar saya minta juru masak untuk menyiapkan ice cream kesukaan Tuan Muda untuk menghilangkan kemarahan Tuan Muda" Ucap Lay yang mengetahui makanan kesukaan Jungkook bila dia sedang kesal atau marah sekalipun sedang dalam mood yang buruk.
"Kalau begitu bawa langsung ke kamarku ya hyung, Kookie mau beristirahat dan mandi dulu"
"Ne Tuan Muda, kalau bisa berendamlah dengan air hangat agar bisa me-rilex -sasikan pikiran Tuan Muda dan menenangkan perasaan Tuan Muda"
"Terima kasih hyung atas sarannya, kalau begitu Kookie langsung kekamar" Ucap Jungkook yang langsung bergegas menuju kamarnya sementara Lay langsung menuju dapur dan meminta juru masak yang sedang menyiapkan makan malam untuk membuatkan ice cream untuk Jungkook setengah jam lagi.
Sesampainya dikamar Jungkook langsung melempar tasnya dengan kesal keatas tempat tidurnya dan langsung merebahkan dirinya. Perasaannya yang kesal, marah namun bercampur dengan perasaan senang. Marah dan kesalnya karena sikap Taehyung yang seenaknya ngebut, sementara dirinya senang karena bisa meresakan kembali aroma tubuh Taehyung dan dapat memeluknya dengan erat.
"Eh apa yang ada didalam pikiranku sih, kenapa bayang-bayang saat memeluk manusia bodoh satu itu selalu terngiang-ngiang. Aku tidak mungkin menyukainya eh tapi mungkin sedikit ya ?" Ucap Jungkook sambil berfikit.
"Mana mungin aku menyukainya. Menyukai manusia bodoh satu itu, TIDAK MUNGKIN! Sudahlah sebaiknya aku berendam saja mengikuti saran Lay hyung"
Diluar kamar, Baekhyun yang ingin menuju kamar dongsaeng itu karena saat sedang berada dikamar ia dapat mendengar pintu kamar Jungkook yang terbuka dan saat itu ia mendengar setiap perkataan Jungkook yang berbicara sendiri didalam kamar. Baekhyun sebenarnya tahu kalau Jungkook itu menyukai Taehyung dan ia juga dapat membaca mata Taehyung yang mengartikan bahwa ia juga menyukai Jungkook saat pertemuan mereka bertiga di café.
"Ckck.. Jungkook-Jungkook, Byun Jeong Guk. Kau kira hyung-mu ini tidak tahu kalau kau menyukai Taehyung. Walau kau mengelak dirimu menyukai Taehyung tapi dari mata dan ucapanmu itu bisa kubaca dengan jelas. Aku menyetujui kalian, karena kuyakin Taehyung bisa menjagamu dan kuberharap kalian cepat bersatu" Ucap Baekhyun pelan dan hendak membuka pintu kamar Jungkook.
"Eh Tuan Muda Baekhyun ingin masuk kekamar Tuan Muda Jungkook ?"
"Ne hyung kenapa ? Eh ice cream ini pasti buat Kookie ya ? Kalau gitu buat Baekhie saja ya hyung, tolong hyung buatkan lagi ice cream untuk Kookie soalnya kan Kookie kalau mandi pasti lama dari pada ice cream-nya nanti meleleh mending buat Baekhie saja"
"Ne Tuan Muda kalau begitu akan saya minta juru masak untuk menyiapkan segera dan ini Tuan Muda" Ucap Lay yang menyerahkan ice cream milik Jungkook dan kembali ke dapur untuk meminta dibuatkan ice cream lagi.
Baekhyun kemudian masuk kedalam kamar Jungkook dan mendudukan dirinya pada sofa yang berada dikamar dongsaeng-nya tersebut dan mulai memakan ice cream yang ada ditangannya. Ia dapat mendengar suara berisik dari kamar mandi yang menandakan Jungkook masih berada didalam kamar mandi dengan menyalakan lagu yang teramat kencang.
"Ckckck.. Kebiasaan anak ini kalau lagi ada masalah selalu seperti ini. Ya tidak beda jaulah sama aku, hyung-nya paling kece dan tampan serta imut ini" Ucap Baekhyun narsis dan terus memakan ice cream tersebut.
"Loh hyung sedang apa dikamarku ? Dan itu pasti ice cream-ku kan ?" Ucap Jungkook yang kaget karena hyung-nya berada dikamar mandi dan sedang memakan ice creamyang diperkirakan adalah memang miliknya.
"Hyung hanya ingin melihat kondisi dongsaeng hyung yang satu ini yang sepertinya terlihat kesal dan ini memang ice cream-mu Kookie tapi hyung sudah meminta Lay hyung untuk menyiapkan lagi untukmu sebentar lagi juga sampai"
"Ish hyung mah kebiasaan. Itu kan ice cream milikku seenaknya diambil dan meminta Lay hyung menyiapkannya lagi"
"Hahaha.. Tidak usah kesal seperti itu Kookie. Ya udah hyung keluar sekarang dan ice cream-mu sebentar lagi juga datang. Dan hyung mau berbicara mengenai suatu hal"
"Apa itu hyung" Tanya Jungkook yang penasaran namun hyung-nya sudah berada didepan pintu kamarnya.
"Bukalah hatimu dan lihat siapa yang kau sukai. Jangan sampai kau terlambat menyadari siapa yang sebenarnya kau sukai" Ucap Baekhyun yang kemudian keluar kamar dan langsung masuk kedalam kamarnya sendiri.
"Maksudnya Baekhie hyung apa ya? Buka hati dan lihat siapa yang paling Kookie sukai dan jangan sampai terlambat menyadarinya ?" Ucap Jungkook sambil memiringkan kepalanya kekanan dan berfikir dan selang beberapa menit Lay datang membawakan ice cream;.
-.
-.
-88888888-
-,
KEDIAMAN KELUARGA KIM "TAEHYUNG"
Sesampainya dirumah Taehyung merasa gelisah dan bersalah kepada Jungkook perihal kejadian ia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Sejak ia pulang dari toko buku dan mengantar Jungkook pulang kerumahnya, ia hanya mengendarai motor dengan pelan tanpa menambah kecepatannya karena melihat Jungkook yang semakin cemberut dari spion motonya.
"Apa yang harus kulakukan ya ? Bagaimana caranya meminta maaf ? Dari tadi saja aku meminta maaf malah dihiraukannya" Ucap Taehyung frustasi karena ia telah meminta maaf namun ditolak oleh Jungkook.
"Sebaiknya aku telpon dia saja deh" Ucap Taehyung yang kemudian mencari nomor Jungkook dan menelponnya namun sudah lima kali ia menelpon tidak diangkat oleh Jungkook.
"Angkatlah Jungko.. Nah diangkat"
'Yeoboseyo, ada apa hyung malam-malam begini menelponku ?'
"Ehmmm. Tidak ada Jungkook, aku hanya mau meminta maaf soal tadi"
'Tidak ada yang perlu dimaafkan'
"Aku kan salah kenapa tidak dimaafkan ? Padahal aku sudah meminta maaf dari tadi"
'Haish, aku sudah memaafkanmu hyung jadi tidak ada yang perlu dimaafkan lagi'
"Oh seperti itu hehehe"
'Ne hyung. Sudahkan itu saja ? kalau begitu aku matikan panggilan ini ya'
"Eh tunggu sebentar. Apa besok pagi kau ada acara ? Aku mau mengajakmu lari pagi besok, kau mau tidak Jungkook ?"
'Besok pagi ya ? Ya udah kalau begitu, besok pagi aku tunggu di taman jam enam pagi tidak telat dan tidak usah menjemputku segala'
"Baiklah-baiklah jam enam ditaman ku…. Lah kenapa dimatikan ? Etdah ini anak satu. Ya sudahlah lebih baik aku tidur sekarang, aku kan susah bangun pagi dari pada aku telat dan Jungkook marah lagi" Ucap Taehyung yang kemudian bergegas menuju tempat tidurnya dan mencoba untuk tidur.
-.
-.
-88888888-
-,
Taman Komplek Perumahan Huang
Pagi ini Jungkook bangun lebih pagi dan langsung bersiap untuk keluar menuju taman dekat komplek perumahannya dengan mengenakan kaos, celana training dan sepatu olahraganya, ia bergegas berlari kecil menuju taman agar tidak telat. Sesampainya disana ia melihat seseorang yang telah mengajaknya lari pagi ditaman siapa lagi kalau bukan Kim Tae Hyung, orang yang telah membuat Jungkook kesal dan senang diwaktu bersamaan kemarin sore.
"Kau baru sampai hyung ?"
"Ne aku baru sampai, dan sepertinya masih sepi ditaman ini"
"Memang masih sepi, ayo kita langsung jongging saja mumpung masih sepi" Ajak Jungkook yang diikuti oleh Taehyung.
Sudah tiga kali mereka berdua memutari taman tersebut namun tidak ada yang memulai pembicaraan satu sama lain, keduanya masih terfokus pada jogging pagi mereka dan tentunya pada dunia mereka sendiri.
"Aku tidak akan berbicara kalau dia tidak memulai pembicaraan terlebih dahulu" Batin Jungkook.
"Aku harus berbicara apa ya, mana Jungkook tidak berbicara dari awal berlari hingga taman jadi seramai ini pula" Batin Taehyung.
"Jungkook, Bagaimana kalau kita balapan lari gimana ? Kita kan dari tadi hanya jongging saja"
"Baiklah kalau begitu aku duluan hyung, ayo kejar aku"
"Yak! Jungkook kau jangan mendahului start, aku belum memberi aba-aba"
"Hahaha, kejar aku kalau bisa hyung" Ucap Jungkook yang melihat kebelakang tanpa melihat kedepan
"Yak awas Jungkook didepanmu…."
/BRUUUUGH/
"Ada sepeda anak kecil terparkir didepanmu" Lanjut Taehyung dengan suara yang sedikit dipelankan.
"AAAAWWWWW"
"Nak kau itu kalau lari lihat kedepan jangan melihat kebelakang, tidak lihat apa sepeda anakku didepanmu" Ucap Seorang ahjushi yang menegur Jungkook dan berjalan menuju sepeda anaknya yang terguling karena berhasil ditabrak oleh Jungkok.
Jungkook sendiri jatuh dengan tidak elitnya, tubuhnya tersungkur kedepan dan lututnya terlihat berdarah karena tegesek oleh jalan yang khusus untuk jogging.
"Mianhe ahjushi, temanku tadi tidak melihat" Ucap Taehyung meminta maaf kepada ahjushi tersebut.
"Lain kali berhati-hatilah, untung hanya sepeda coba kalau orang yang dia tabral, bisa-bisa malah menjadi panjang masalahnya" Ucap ahjushi itu yang kemudian pergi.
"Mana yang sakit Jungkook ?" Ucap Taehyung yang menghampiri Jungkook sesaat setelah ahjushi tersebut pergi.
"Kau tidak lihat hyung kedua lututku berdarah begini dan kedua siku tanganku juga lecet"
"Ayo kita bersihkan dulu lukamu baru kita langsung pulang"
"Tapi hyung aku kakiku sakit tidak bisa berjalan"
"Baiklah ayo naik kepunggungku"
"Ta.."
"Tidak ada tapi-tapian, kau mau naik atau kutinggal disini ?" Ucap Taehyung tegas dan langsung membuat Jungkook naik keatas punggungnya.
"Ehmmm, hyung aku mau ice cream"
"Mau ice cream ? Baiklah kalau begitu tadi disana ada kedai ice cream"
"Yeaaay! Ice cream!" Ucap Jungkook dengan riangnya sampai membuat Taehyung yang menggendongnya sedikit kerepotan.
"Yak! Byun Jeong Guk! Kau bisa diam tidak nanti kita jatuh kalau kau tidak bisa diam"
"Ne hyung"
"Ya sudah, kita bersihkan dulu lukamu baru beli ice cream" Usul Taehyung yang diangguki kepala oleh Jungkook.
Acara jongging mereka hari ini sepertinya membuat mereka semakin dekat, terlebih lagi saat Taehyung yang telaten membersihkan luka-luka Jungkook karena jatuh dan mencoba menenangkan Jungkook yang merasa perih pada lukanya. Setelah itu mereka berdua melanjutkan kegiatan mereka dengan menuju kedai ice cream yang berada di dekat taman tersebut, dan tentunya Taehyung hari ini seperti menjadi baby sister yang mengasuh putra bungsu keluarga Byun karena harus membersihkan sisa-sisa ice cream yang menempel pada sekitar bibir Jungkook dan hal ini sukses membuat Taehyung gemas melihatnya.
"Apa aku sudah mulai menyukainya ?"
-.
-.
-88888888-
-,
KEDIAMAN KELUARGA JUNG 'DAEHYUN'
Sudah satu jam lamanya Daehyun tidak bergeming dari lemari pakaiannya, sudah beberapa setel pakaian yang ia keluarkan namun tidak ada satupun yang ia pilih. Dulu waktu mengejar Jungkook dia tidak pernah sampai memfokuskan mau pakai apa untuk terlihat tampan karena dirinya selalu mengakui bahwa dirinya sangat tampan, namun ntah dengan Baekhyun dirinya sedikit memilih pakaian yang tidak akan membuat Baekhyun merasa ilfeel kerena melihat cara Daehyun berpakaian.
"Aigooooo. Kenapa aku jadi seperti yeoja-yeoja yang sedang mau berkencan, biasanya kan aku hanya tinggal memakai apa saja yang penting aku terlihat tampan. Tapi kenapa hari ini aku jadi harus pusing dengan apa yang harus aku pakai padahal dulu pas dengan Jungkook aku tidak seperti ini" Ucap Daehyun frustasi sambil terus memilih baju yang akan ia gunakan dan mencocokkan dengan celana serta sepatu yang cocok.
"Baiklah aku memilih kaos putih polos ini dengan kemeja lengan panjang biru yang nanti akan kugulung bagian lengannya, celana jeans biru ini dan sepatu sneakers putihku yang ini. Sepertinya dengan pakaian ini aku jadi terlihat semakin tampan dan pasti Baekhyun-ku akan semakin terpesona dengan ketampananku ini" Ucap Daehyun percaya diri dan bergegas memakai pakaian yang telah ia pilih.
"Nah benarkan kalau aku ini semakin tampan dengan pakaian ini. Baiklah waktunya berangkat" Ucap Daehyun yang kemudian bergegas menuju mobil sport-nya untuk menjemput Baekhyun dirumahnya.
-.
-.
-88888888-
-,
KEDIAMAN KELUARGA BYUN 'BAEKHYUN & JUNGKOOK'
Daehyun yang telah sampai dikediaman Keluarga Byun dengan sesegera memarkirkan mobilnya sesuai petunjuk dari security kediaman Keluarga Byun dan menuju pintu utama.
"Selamat pagi, saya Lay , Kepala Pelayan dirumah ini. Ada yang bisa saya bantu Tuan Muda ?"
"Selamat pagi, saya Daehyun ingin bertemu dengan Baekhyun"
"Apa sudah ada janji terlebih dahulu ? Bisa tunjukkan kepada saya ?"
"Astaga kenapa Keluarga Byun ketat banget kalau soal Baekhyun sampai harus membuat janji terlebih dahulu. Padahal pas Jungkook kemarin tidak seperti ini" Batin Daehyun.
"Anu, saya dan Baekhyun berjanji by phone jadi tidak ada buktinya"
"Jadi tidak ada buktinya ? Kalau begitu anda tunggu diluar"
"Ta…" Daehyun ingin protes karena tidak terima namun ucapannya dipotong kembali oleh Lay.
"Saya hanya bercanda Tuan, ini perintah dari Tuan Muda Baekhyun jika ada yang bernama Daehyun datang mohon untuk tunjukkan barang buktinya. Tuan Muda Baekhyun memang selalu seperti itu jadi mohon dimaklumi ya Tuan"
"Oalah, ternyata Baekhyun hanya mengerjai saya saja ya ?"
"Iya Tuan Muda, mari masuk dan Tuan Muda Daehyun bisa menunggunya diruang tamu. Tuan Muda mau minum apa ?"
"Hmm. Apa saja yang penting menyegarkan"
"Baiklah kalau begitu biar saya siapkan dulu dan silakan duduk Tuan Muda" Ucap Lay dengan sopan dan langsung bergegas pergi untuk menyiapkan minum untuk Daehyun.
"Ramah sekali kepala pelayan disini dan semua pelayan disini selalu tersenyum melihatku apa karena aku terlihat tampan kalau iya berarti Baekhyun bisa saja terpesona denganku" Ucap Daehyun percaya diri.
"Eh Dae kau sudah datang"
"Hah ? Cheonsa ?" Ucap Daehyun yang melihat penampilan Baekhyun dengan kaos merah dan sebuah hoodie tanpa lengan yang menambah kesan manisnya terpancar seperti seorang malaikat yang turun dari langit
"Cheonsa ? Siapa ?"
"Eh maksudku kau Baek, kau terlihat seperti malaikat tadi"
"Ckck. Baru penampilan begini saja sudah gombal"
"Gombal kau Dae. Aku mah biasa saja dengan penampilanku ini, berbeda dengan kau penampilanmu ini memperlihatkan kau semakin tampan saja Dae"
"Yes! Berhasil, Baekhyun bilang aku semakin tampan" Teriak Daehyun dalam hatinya.
"Tapi… Aku ingin… Kau…"
"Apa Baek, eh ini diruang tamu tidak…." Ucap Daehyun yang terbata karena Baekhyun semakin mendekat kepadanya dan menyentuh kemeja yang ia kenakan dan mulai membuka kancing demi kancing yang masih melekat dikemejanya.
"Tidak apa Dae ? Aku hanya memperbaiki penampilanmu saja. Nah begini kan lebi terlihat cool dari pada kau mengancingkan seluruh kemejamu seperti tadi"
"Ckckck.. Dasar mesum, baru begini saja sudah mengira aku akan melakukan sesuatu yang aneh-aneh" Ucap Baekhyun dalam hatinya.
"Hehe.. Maaf Baek, Jadi kita berangkat sekarang ?"
"Baiklah ayo berangkat biar tidak terlalu siang. Lay hyung, aku dan Daehyun pamit untuk berangkat dulu ya. Kalau Jungkook sudah pulang beritahu saja kalau aku pergi ke panti asuhan"
"Ne Tuan Muda, tapi ini minuman untuk Tuan Muda Daehyun sebaiknya diminum dulu"
"Oh iya kau minum saja dulu Dae" Ucap Baekhyun yang mengambil gelas berisi juice orange kepada Daehyun dan langsung diminum oleh Daehyun.
"Nah ayo kita berangkat Baek, saya pamit dulu ya Lay hyung"
"Ne Tuan Muda, tolong jaga Tuan Muda Baekhyun" Ucap Lay yang dijawab anggukan oleh Daehyun dengan mantap.
-.
-.
-88888888-
-,
Sudah tiga puluh menit Daehyun dan Baekhyun dalam perjalanan menuju Panti Asuhan yang menjadi tempat tujuan mereka, selama itupun mereka hanya diam tidak berbicara satu sama lain. Sementara Daehyun merasakan degupan jantungnya semakin kencang karena situasi yang seperti ini terlalu mencekam hatinya, jujur saja ia belum menyiapkan kata-kata apa yang akan dia ucapakan selama dalam perjalanan.
"Apa yang harus kukatakan padanya ?" Batin Daehyun
"Eh Dae, tolong berhenti sebentar"
"Kenapa Baek ? Disini tidak ada apa-apa kok, kenapa kau meminta berhenti ?"
"Sudah kubilang berhenti ya berhenti"
"Baiklah, eh Baek mau kemana ?" Teriak Daehyun yang ikut keluar dari mobil melihat kemana Baekhyun pergi.
"Benar-benar dia seperti malaikat, apa aku bisa mendapatkannya ?" Ucap Daehyun melihat apa yang sedang Baekhyun lakukan.
Ternyata Baekhyun meminta berhenti karena ia melihat seorang ibu-ibu pengemis tua yang duduk dipinggir jalan yang panas karena terik matahari. Daehyun yang melihat Baekhyun mengeluarkan selembar uang dari dompetnya dan menyerahkannya kepada pengemis tersebut. Daehyun yang berfikir Baekhyun telah selesai dan kembali kemobil namun ternyata salah, karena Daehyun terkejut melihat Baekhyun berjalan kesuatu kedai dan hendak membelikan makanan untuk pengemis itu dan ternyata benar Baekhyun membelikannya.
"Kau baik sekali Baek sudah memberikan ibu pengemis itu uang, kau pun juga membelikannya makanan"
"Seperti itulah yang diajarkan kedua orang tuaku Dae. Kedua orang tuaku selalu mengajarkan sesuatu yang berguna kepadaku dan juga Jungkook. Ah sudah aku jadi bercerita sebaiknya kita langsung menuju panti asuhan saja" Ucap Baekhyun yang tidak mau membuatnya merasa rindu kepada orang tuanya yang berada diluar negeri karena harus mengurusi perusahaan kelaurganya.
"Okay Baek, kita lanjutkan perjalanannya"
Satu jam berlalu dan mereka kini telah sampai pada bangunan sebuah panti asuhan yang terlihat rapih dan asri seperti tidak terlihat sebuah panti asuhan. Panti asuhan tersebut merupakan panti asuhan yang diurus oleh Keluarga Byun dan yang menjadi pengurus merupakan orang kepercayaan Keluarga Byun untuk mengurusi anak-anak yang dirawat dipanti asuhan tersebut. Selama perjalanan Daehyun jadi semakin tahu banyak mengenai Baekhyun terutama Baekhyun itu menyukai seseorang yang baik dan tidak suka pada orang yang mengusik atau mengganggu orang lain dan ternyata Daehyun sedikit terkejut karena Baekhyun tidak melihat dari sisi financial untuk orang yang ia sukai. Karena baginya belum tentu yang mempunyai financial lebih memiliki jiwa yang baik, dan kata-kata itu membuat hati Daehyun seperti tertusuk paku.
"Dia terlalu baik untukku, benar-benar seperti malaikat. Tapi asal dia tidak mengetahui kalau aku suka membully yang derajatnya lebih rendah tidak masalah" Batin Daehyun.
"Ayo Dae kita masuk, aku sudah lama tidak menjenguk mereka" Ajak Baekhyun yang dengan tiba-tiba menarik tangan Daehyun untuk masuk dan menautkan tangannya pada tangan Daehyun dan sukses membuat Daehyun diam membatu.
"Selamat siang semua"
"AAAA BAEKHIE HYUUUUNG DATANG! Baekhie hyung kami merindukanmu" Ucap seorang anak yang langsung memeluk Baekhyun.
"Hyung juga merindukan kalian semua, oh iya hari ini hyung membawakan teman untuk kalian. Perkenalkan namanya Jung Dae Hyun. Kalian bisa memanggilnya Daehyun hyung" Ucap Baekhyun memperkenalkan Daehyun kepada anak-anak panti.
"Siang Daehyun hyung"
"Siang juga, Perkenalkan aku Jung Dae Hyun, seperti yang dibilang Baekhie hyung kalian bisa memanggilku Daehyun hyung" Ucap Daehyun memperkenalkan dirinya.
"Kalau begitu kalian main dulu ya sama Daehyun hyung, soalnya hyung mau menemui Suho ahjushi dulu" Ucap Baekhyun yang kemudian pamit dan ia sangat tahu betul mengenai anak panti tersebut yang akan menerkam Daehyun dan benar semua anak-anak mulai menarik Daehyun kehalaman belakang untuk bermain.
Setelah bertemu dengan Suho ahjushi, Baekhyun melihat dari balik jendela apa yang mereka lakukan. Ia dapat melihat wajah kecerian Daehyun yang terlihat bahagia karena bermain dengan anak-anak panti. Baekhyun sempat terkejut karena beberapa anak-anak dibelakang Daehyun tengah siap dengan lumpur dan siap melempar lumpur tersebut kearah Daehyun dan benar saja baju Daehyun kotor karena lemparan lumpur tersebut dan wajahnya pun ikut kotor.
"Hahaha.. Wajahmu dan pakaianmu itu Dae, Hahaha.."
Daehyun yang ingin marah karena baju mahalnya dikotori oleh anak-anak panti dengan lumpur yang menurutnya menjijikkan tersebut dan berasa tidak berterima kasih karena telah menemani mereka kini hilang karena melihat Baekhyun tertawa dengan lepasnya. Dengan idenya yang iseng Daehyun meminta lumpur kepada anak panti asuhan tersebut dan berbisik kepada mereka untuk melempari Baekhyun dengan lumpur, Daehyun sudah tidak memperdulikan lagi betapa jijiknya lumpur tersebut baginya kini yang terpenting melempari Baekhyun dengan lumpur tersebut.
"HYAAAAA! KALIAN KENAPA MELEMPARIKU DENGAN LUMPUR!" Ucap Baekhyun kesal dan langsung melepas hoodie tanpa lengannya dan mulai mengejar mereka satu-satu terutama mengejar Daehyun.
"Hahaha.. Lihat itu wajahmu kotor Baek.. Hahaha"
"YAK! Ini karena kau Dae. Terima ini terima" Ucap Baekhyun kesal yang terus melempari Daehyun dengan lumpur dan mengenai kaos putih milik Daehyun sementara kemeja yang dikenakannya Daehyun sudah ia lepaskan saat Baekhyun mengejarnya.
Saat Daehyun dan Baekhyun asik saling melempar lumpur tersebut semua anak panti yang ikut kotor karena terkena lumpur tersebut mulai berpencar dan seseorang dari mereka menuju sebuah keran air dan menyalakannya. Sehingga membuat penyiram air yang terletak ditanah mulai menyemburkan airnya dan mulai membasahi mereka semua.
"Entah mengapa hari ini aku merasa bahagia Baek. Kau mengenalkanku kepada anak-anak panti dan membuatku tertawa seperti ini. Terima kasih Baek" Batin Daehyun yang melihat Baekhyun tengah berjingkrak karena asik dengan air yang keluar dari penyiram air.
"Hari ini terlihat sangat senang dan sepertinya hal ini membuat hati Daehyun luluh dan membuat sebagian renaca berjalan dengan lancar" Ucap Baekhyun dalam pikirannya dan melihat Daehyun tersenyum dan berjalan kearahnya.
"Aigoooo.. Baekhyun kenapa jadi terlihat sedikit sexy.." Batin Daehyun yang terus berjalan menghampiri Baekhyun.
"Astaga, kenapa dia terlihat semakin tampan" Batin Baekhyun yang diam karena Daehyun berjalan kearahnya dan berhenti didepannya dan mulai menggengam tangannya.
"Mari kita menari seperti anak-anak disini" Ucap Daehyun yang mengajak Baekhyun menari dibawah siraman air mengikuti anak-anak panti yang lain.
Daehyun, Baekhyun dan anak panti yang lain terlihat sangat senang dan gembira karena mereka semua menari dibawah siraman air tanpa musik dan membuat lumpur yang melekat pada tubuh mereka kini telah bersih terkecuali lumpur yang menempel pada pakaian mereka.
"Sepertinya aku memang jatuh terhadap pesonamu Byun Baek Hyun. Ani, mungkin aku memang telah menyukaimuBaek"
-,
Bersambung….
Saya kembali dengan lanjutan dari WRC terlebih dahulu,
ini chapter terpanjang yang saya buat semoga puas dengan cerita ini. dan untuk Its You dan My Hero Season 2 akan segera diproses kelanjutannya dalam waktu dekat :)
Membalas Review :
melinda : ini udah banyak belom untuk scene TaeKook-nya ?
Enjieee : Hehe.. udah diupdate ya. kalau ini makin seru nggak ?
darkhyuners shinning : iya menurun karena banyak kerjaan dan mengejar tugas kampus hiks hiks.. kalau yang ini apa ada yang kecampur dan turun lagi kosa katanya ?
kimyori95 : hoho belum ngeh si Dae-nya karena terpesona sama Baek. Bimbang sama hati dan rencananya :D
RealDe : Hu uh iya saya juga nggak sadar itu tapi terima kasih ya sudah diingatkan dan sudah saya revisi chapter tersebut. Tae bilang begitu karena sebagian rencana dari Baek :)
KimChanChan0630 : balas dendam atau tidak ya ? hohoho rahasia :D Hubungan mereka masih bingung sama hati mereka seperti dijelaskan pada chap ini hehehe.
Okay sekian dari saya,
jika ada kekurangan mohon maaf dan ditunggu untuk review kembali dan para sider dimohon review juga ya :)
Salam dari saya HanDik :)
