WRONG OR RIGHT COUPLE ?

Author : HanDik

Main Cast :

a. Byun Baek Hyun (Exo) as Byun Baek Hyun,

b. Jung Dae Hyun (B.A.P) as Jung Dae Hyun

c. Kim Tae Hyung (BTS) as Kim Tae Hyung

d. Joen Joeng Guk (BTS) as Byun Jeong Guk

-.

-.

-88888888-

-,

SEOUL GRAND MALL

"Hyuuuuung!"

"Kenapa Jungkook ?"

"Kau mau sampai kapan berkeliling di Mall ini ? Aku sudah lelah dan lagi kenapa harus aku yang membawa semua belanjaanmu!"

"Sampai aku selesai berbelanja Jungkook, bantu aku lah"

"Bantu sih bantu tapi kenapa SEMUANYA aku yang bawa ? Sementara kau malah asik melihat-lihat dengan terus memainkan smartphone-mu itu!"

"Siapa yang bermain-main Junkook, aku lagi melihat daftar belanjaanku yang sudah aku catat"

"Memang masih berapa lagi hyung yang ada di catatanmu ?"

"Kurang lebih sepuluh lagi Jungkookie"

"OMOOOOOOOO!! SEPULUH ! Kau mau mengerjaiku ya hyung?"

"Siapa yang mengerjaimu Jungkook"

"Nah itu apa tadi hah! Aku sudah membawa delapan belanjaanmu ini hyung. Hiks.. Hiks.." Isak Jungkook dan membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian.

"Baiklah-baiklah sehabis ini kita istirahat, lihat disana ada tempat khusus ice cream"

"Baiklah ayooo hyung!" Ucap Jungkook yang sudah semangat dan kembali berdiri membawa kembali semua belanjaan Taehyung dan bergegas menuju toko ice cream.

Taehyung dan Jungkook kini sudah berada di toko yang menyediakan berbagai macam ice cream yang sudah terkenal di Seoul Grand Mall. Jungkook langsung mengambil buku menu yang sudah tersedia di meja yang telah mereka tempati dan mulai memilih dengan cepat ice cream yang ingin ia makan dan tanpa banyak berfikir lagi, sementara Taehyung yang melihat hal tersebut hanya dapat menggelengkan kepala melihat wajah imut Jungkook yang terlihat sangat bahagia melihat sederet macam ice cream yang tersedia.

"Jungkook, kau tidak salah sebanyak itu ? Nanti kalau kau sakit bagaimana ?"

"Kalau sakit aku tinggal bilang aja kalau ini salah hyung"

"Heh! Salahku dari mana coba, kau kan yang salah memesan ice cream sebanyak itu"

"Aku tidak akan bilang kalau akibat makan ice cream, aku kan tinggal bilang kalau Tae hyung menyuruhku membawa semua belanjaannya dan dia hanya melihat-lihat tanpa membawa satupun barang belanjaannya.

"Dasar pengadu!" Batin Taehyung

"Jangan begitu dong Jungkookie! Nanti kalau aku mati ditangan Baekhie hyung bagaimana ?"

"Kalau mati kan tinggal dikubur hyung ? Atau mau di kremasi ?"

"Tapi mudah saja, aku tinggal bilang saja lagi kalau Jungkook itu makan ice cream yang banyak"

"Hyung-ku tidak akan percaya dengan perkataanmu hyung, ia hanya percaya perkataanku. Hahaha"

"Siapa bilang! Pelayan, tolong bill-nya nanti di pisah ya dan sertakan namanya atas nama Taehyung dan Jungkook. Pesananku kan hanya segini atas nama Taehyung dan serahkan bill-nya padaku"

"Baik akan saya pisahkan bill-nya dan kemudian saya serahkan kepada Tuan Taehyung" Ucap Pelayan tersebut yang kemudian meningalkan meja Taehyung dan Jungkook.

"Kenapa wajahmu cemberut begitu Jungkook ?" Tanya Taehyung dengan nada sedikit meremehkan.

"Kau curang hyung!" Ucap Jungkook kesal yang kemudian melipat kedua tangannya di dadanya.

"Curang kenapa ?"

"Kau memakai bukti"

"Lah kenapa memangnya ? Siapa suruh mengajak perang duluan"

"Aku tidak mengajak perang duluan"

"Terus tadi apa ?"

"Hanya mengadu"

"Mengadu sama saja memulai perang"

"Au ah, pokoknya aku kesal sama hyung"

"Sudah-sudah itu lihat sudah datang dan sekarang sebaiknya kita menikmati ice cream-nya Jungkook"

Jungkook yang masih kesal dengan Taehyung, kini hanya menyatap ice cream miliknya dengan diam tanpa memandang kea rah Taehyung ataupun mengajak Taheyung berbicara. Begitupun pula Taehyung yang mendiami Jungkook, ia sengaja mendiamkan Jungkook karena ingin mengetahui reaksi Jungkook seperti apa.

"Pokoknya aku tidak akan berbicara padanya, dia sudah membuatku kesal" Batin Jungkook yang masih memakan ice cream miliknya.

"Kita lihat saja Jungkookie, sampai kapan kau akan bertahan mendiamkanku ?" Batin Taehyung.

-88888888-

Sore ini, Taehyung membawa Jungkook menuju sebuah taman yang dekat dengan Seoul Grand Mall, tanpa banyak bicara Taehyung langsung keluar dari mobilnya dan berjalan seorang diri tanpa mengajak Jungkook keluar karena diriya yakin bahwa Jungkook akan mengikutinya dan benar saja Jungkook langsung turun dan berjalan di belakangnya.

"Jungkook kalau kau turun tolong kau bawakan bingkisan berwarna hijau dan kuning yang tadi kita beli" Ucap Taehyung tanpa menoleh kebalakang.

"Menyebalkan sekali sih!" Gerutu Jungkook yang kembali ke dalam mobil dan mengambil bingkisan yang diminta Taehyung. "Memangnya buat apa sih bingkisan ini dibawa ketaman, kurang kerjaan sekali Tae hyung. Atau jangan-jangan ini bingkisan untuk seseorang ? Bagaimana ini ? Eh kenapa aku jadi panik begini sih! Tidak pedulilah ini buat siapa yang penting aku mau susul saja biar cepat pulang"

"Kau sudah sampai Jungkook ?"

"Ini aku sudah di belakangmu hyung. Ini bingkisan kenapa dibawa ketaman hyung? Memangnya mau kau kasih ke siapa ?"

"Ini untuk seseorang yang mungkin sudah membuatku melupakan perasaanku kepada seseorang, aku sudah janji ingin bertemu dengannya sekarang"

"Jadi ? Dia akan menembak seseorang disini ? Dan kenapa aku mesti ikut segala. Tapi kenapa sesak sekali ya dadaku mendengar Tae hyung mengucapkan kalimat itu" Batin Jungkook.

"Jungkook, coba kau lihat danau itu indah bukan ? Walau hanya sebuah danau buatan tapi terlihat begitu indah" Tanya Taehyung yang masih memandang Danau buatan yang memang dibuat untuk tempat rekreasi bagi para keluarga yang ingin piknik di pinggir Danau di taman tersebut.

"Ne hyung, tempat yang cocok"

"Kau benar, karena aku semalaman memikirkan tempat yang cocok untuk mengutarakan semua yang ingin ku utarakan kepadanya"

"Terus kau mau mengutarakannya hari ini ? Jadi alasan kau mengajakku berbelanja adalah ini hyung ? Sekalian kau membuatku menjadi saksi ?"

"Itu kau tahu Jungkook"

"Menyebalkan!"

"Sudah waktunya"

"Tapi dia belum datang hyung, aku tidak melihat seorang pun disini, hanya ada kita berdua saja hyung"

"Hahahaha, kau percaya sekali aku mau mengutarakan perasaanku"

"Hyung! Jangan bercanda!"

"Siapa bilang bercanda" Ucap Taehyung yang mulai mendudukan dirinya pada rerumputan di pinggir danau. "Tapi kau pilih mau bingkisan Hijau atau Kuning"

"Hah ? Maksudnya ?"

"Kau tahu Jungkook, yang tadi aku ucapkan bukan bercanda. Aku memang ingin mengutarakan perasaanku kepada seseorang. Seseorang yang sudah membuatku melupakan perasaan ini dan digantikan olehnya. Orang itu adalah kau Jungkook, aku sekarang sadar bahwa rasa sukaku kepada Baekhie hyung hanyalah rasa kagum bukan rasa sayang, yang aku sayangi adalah kau Byun Jeong Guk. Jadi pilihlah mau Bingkisan Hijau yang berarti kau menerima tapi kalau kau menolak berarti bingkisan Kuning"

"Hyung ? Ta-tapi…."

"Jadi kau menolakku ? Ya sudah kau buka saja bingkisan kuning itu"

"Siapa bilang aku menolak. Nih lihat aku buka bingkisan hijaunya! Eh ini kan ?"

"Itu boneka kelinci yang kau lihat tadi kan ?"

"Ta-tapi bagaimana bisa hyung ?"

"Aku mengajakmu karena aku bingung mau memberikanmu apa dan sepertinya kau suka dan ingin membeli itu jadi aku beli saja sekalian di bungkus"

"Dasar tidak romantis, masa membeli hadiah malah calon kekasihnya yang milih"

"Calon ? Bukannya sudah jadi ?"

"Tadi ya tadi bukan sekarang, eh hyung memangnya yang kuning isinya apa ?"

"Kau buka saja Jungkook tapi jangan marah ya ?" Ucap Taehyung yang memperhatikan Jungkook sedang membuka bingkisan warna Kuning dan ia tersenyum bahagia melihat kekash kecilnya dengan raut wajah aneh dan ketakutan.

"KYAAAAAAA! SERANGGA! EOMMAAAAAAA! APPA! BAEKHIE HYUNGGGG! KOOKIE TAKUT SERANGGA! HUAAAAAA!" Teriak Jungkook yang langsung melempar bingkisan tersebut ntah kemana langsung menerjang tubuh Taehyung.

"Sudah jangan menangis lagi ada hyung disini" Ucap Taehyung yang memeluk erat tubuh Jungkook. "Berhasil" Lanjut Taehyung dalam hatinya.

"Hiks.. Kookie takut serangga hyung" Usak Jungkook yang semakin memeluk erat tubuh Taehyung.

"Kan sudah ada hyung disini Kookie"

"Tapi tetap saja dan sebentar kenapa kau memberikanku bingkisan yang berisikan serangga ?"

"Itu karena jika kau menolakku, siapa tahu kau akan langsung memelukku seperti ini Kookie"

"MAKSUDMU HYUNG! Dan jangan panggil akau Kookie, kau itu siapa"

"Masa aku belum boleh memanggilmu Kookie sih kan kita udah menjadi kekasih"

"Bodo amat"

"Kookie.. Jungkookie.. Kim Jeong Guk!"

"Margaku Byun! Byun Jeong Guk! Bukan Kim Jeong Guk! Aku mau pulang!"

"Yak Jungkook tunggu hyung!" Ucap Taehyung yang langsung mengejar Jungkook dan mencoba membujuk Jungkook untuk memaafkannya

-88888888-

SONGHA SENIOR HIGH SCHOOL

Sejak insiden ditemukannya bangkai tikus pada loker Baekhyun, Daehyun terus saja mengikuti Baekhyun kemana pun, baik itu ke toilet, perpustkaan ataupun ke ruang guru pun Daehyun pasti akan ikut. Daehyun melakukan itu hanya ingin Baekhyun merasa aman dan terbebas dari gangguan Byun Miskin yan beberapa hari ini terus mengganggu kehidupannya bahkan Baekhyun pun ikut terkena dampaknya.

Walau jam pelajaran sedang berlangsung Daehyun pasti akan selalu memberikan message ataupun chat kepada Baekhyun hanya untuk memastikan keadaanya tidak apa-apa ataupun menanyakannya mau kemana, karena semenjak itu Baekhyun harus selalu melapor kepada Daehyun. Sementara Baekhyun sudah merasa risih akan perilaku Daehyun yang terlihat berlebih-lebihan itu.

"Dae, kau ini kenapa sih selalu mengikutiku mulu. Sekarangkan kau sedang ada jam pelajaran dan kenapa mesti mengikutiku ke ruang guru ?"

"Aku hanya ingin kau merasa aman Baek"

"Aku sudah aman Dae semanjak berada di sekolah, kau ingin aku aman seperti apa lagi ?"

"Apa kau lupa kejadian di lokermu itu ?"

"Aku tidak lupa dan mungkin ada siswa atau siswi yang tidak suka denganku"

"Bukan siswa ataupun sisiwi sekolah ini Baek yang melakukannya"

"Kau tahu dari mana ? Apa kau kenal pelakunya ?"

"Bu-bukan begitu, aku sih hanya berfikir seperti itu saja. Yang aku tahu semua siswa-siswi disini kan menyukaimu"

"Belum tentu juga Dae, sudahlah kau kembalilah ke kelasmu, aku tidak akan kenapa-kenapa. Lagi pula aku hanya meletakan buku tugas kelasanku saja"

"Kelasanmu ? Sebanyak ini ? Kenapa kau tidak menyuruh si Jin itu saja"

"Kau kan sudah kubilang Dae, tidak usah ikut campur urusanku dengan peraturan kelasku"

"Tetap saja, kau ini dari ke.."

"Keluarga yang terpandang dibandingkan dengan keluarga manapun dan keluara Jung dan Kim lah yang setara dengan keluarga Byun. Itu kan yang mau kau katakan ? Aku kan sudah bilang Dae tidak usah membahas masalah keluarga! Aku tidak suka!"

"Maaf Baek, itu sudah mendarah daging"

"Itu urusanmu dan sini buku tugas kelasku biar aku saja yang bawa dan lagi pula aku tidak memintamu untuk membantuku"

"Tidak usah! Dan ingat kau harus tetap memberi tahuku kemanapun kau akan pergi Baek karena aku harus menjagamu sampai pelakunya muncul"

"Sudah kubilang tidak apa-apa Dae dan lagi kita hanya teman bukan kekasih jadi jangan mengaturku"

"Baek!"

"Apalagi Dae ?"

"Besokku tunggu kau di lapangan sekolah saat sebelum jam sekolah berbunyi"

"Ada apa ?"

"Pokoknya kau datang saja jangan banyak tanya dan sebaiknya kau masuk kedalam aku akan menunggumu disini"

"Baiklah kalau itu maumu Dae" Ucap Baekhyun memutuskan pembicaraan mereka dan mulai melangkah masuk ke dalam ruang guru sementara Daehyun menunggunya di luar.

-88888888-

Siang ini pun Baekhyun terus saja di buntuti oleh Daehyun dan membuatnya menjadi semakin risih, sementara para siswa dan siswi yang melihatnya hanya dapat berfanboys ataupun berfangirls.

"Dae, ayo kita main basket"

"Aku sedang tidak ingin main Jong"

"Sudah Dae sana kau main saja"

"Tuh Baekhyun saja memintamu untuk bermain"

"Tidak, nanti kalau aku main siapa yang akan menjagamu Baek" Ucap Daehyun sementara Baekhyun hanya mentap Daehyun dengan pandangan malas.

"Baiklah Tuan Jung yang Terhormat, aku akan meunggumu di sini sampai kau selesai bermain. Puaskan kau sekarang ?"

"Nah kalau begitu aku bisa sedikit tenang Nyonya Ju.. Aduh aduh Baek sakit Baek.. Aduh"

"Berani kau memanggilku Nyonya Jung lagi seluruh tubuhmu akan membiru semua. Sudah cepat sana" Ucap Baekhyun yang masih setia mencubit pinggang Daehyun.

"Galak sekali! Untung bukan dia tipeku" Batin Jong Up.

/BYUUUUUUUR/

Baru lima menit lamanya Daehyun bermain ia dikagetkan dengan suara siraman air dari atap sekolah, manik mata Daehyun langsung terarah kepada objek yang basah kuyup akibat terkena siraman air tersebut dan matanya melebar karena yang menjadi korban siraman itu ialah Baekhyun.

"SIAPA YANG MELAKUKAN INI !" Ucap Daehyun kesal yang langsung melepaskan jas sekolah Baekhyun dan menggantikannya dengan jas miliknya yang sebelumnya ia gantung pada tiang ring basket.

Semua mata sontak menatap kearah Baekhyun yang menggigil kedinginan namun tatapan mata mereka menjadi tatapan takut karena mereka semua tidak ada yang mau terkena akibat dari apa yang di alami Baekhyun.

Daehyun yang melihat kondisi Baekhyun yang tengah menggigil langsung menggendong tubuh Baekhyun ala bridal style menuju ruang UKS. Daehyun menggendong Baekhyun dengan raut wajah khawatir yang tergambar dengan jelas pada wajahnya.

"Baek, lain kali aku tidak akan meninggalkanmu kecuali di rumah ataupun di kelas ingat itu, sekarang aku akan ambilkan pakaian ganti dulu ya" Ucap Daehyun yang diangguki oleh Baekhyun.

Daehyun berjalan tergesa-gesa menuju loker miliknya dan mengambil seragam sekolah yang sudah ia siapkan setiap hari untuk ganti dirinya apabila ia sedang ingin bermain basket. Namun matanya menangkap sebuah kertas kecil berwarna kuning dan membacanya, baru sebentar Daehyun membaca kertas tersebut ia langsung meninju loker yang berada di sebelahnya. "BRENGSEK KAU BYUN MISKIN! TUNGGU PEMBALASANKU!"

To : Tuan Muda Jung Yang Tehormat

Hai Tuan Muda Jung, bagaimana hadiah kecilku ? Pasti kekasih kecilmu sangat senang ya mendapatkan dirinya basah. Aku melakukan itu agar tubuhnya selalu bersih dan tidak kotor dari kuman-kuman jahat yang ada di tanganmu itu.

Karena ku yakin dia adalah orang yang baik dan TIDAK PANTAS UNTUKMU!

From : Byun Baek Hyun si MISKIN BERBEASISWA

-88888888-

Suasana pagi hari di sekolah Songha Senio High School,terlihat begitu ramai karena sepanjang koridor terpasang sebuah karpet merah dan sebuah podium berukuran sedang berada di tengah lapangan sekolah. Daehyun telah mempersiapkan semua dengan sangat baik dan hanya tinggal menunggu sosok yang sedang ia tunggu.

Pihak sekolahpun hanya dapat menyetujui keinginan Daehyun yang merupakan anak dari donatur terbesar di sekolah tersebut. Berbagai hiasan terpasang dengan rapih pada dinding sekolah, sementara semua siswi sudah berbaris dengan rapih di setiap lorong sekolah yang terpasang karpet merah.

Hingga sebuah mobil sport terparkir dengan rapih dan keluar tiga orang bersamaan yaitu Taehyung, Jungkook dan seorang yang menggunakan jaket warna merah yang menutupi wajahnya. Mereka bertiga tengah berjalan dengan santai pada lorong sekolah, sementara para siswi yang kebingungan mulai menyebarkan bunga yang ada dikeranjang ke arah mereka bertiga.

Daehyun yang berdiri di atas sebuah podium yang berukuran cukup sedang melihat dua orang yang cukup ia kenal begitupun satu orang yang menggunakan jaket merah yang dirinya yakinin adalah sosok Baekhyun.

"Mungkin dia malu sehingga memakai jaket merah" Batin Daehyun.

"Baekhyun mau kah kau naik ke atas podium ?" Ucap Daehyun yang dimana sosok yang memakai jaket merah tersebut segera naik keatas podium.

"Baek, sebenarnya aku membuat ini ingin mengutarakan perasaanku. Sejak awal kita bertemu ntah mengapa perasaanku sedikit aneh dan semua itu berubah sejak kau membawaku ke sebuah panti asuhan yang keluargamu urus. Semakin lama aku mengenalmu, semakin banyak pelajaran yang aku terima yang dapat merubahku menjadi lebih baik dan membuatku semakin mencintaimu. Maka maukah kau menjadi kekasihku ?" Ucap Daehyun dengan memposisikan dirinya berlutut dengan sebuket mawar yang ada ditangannya.

Sementara sosok yang menggunakan jaket merah tersebut mulai membuka tudung jaketnya dan memperlihatkan sosok namja yang dulu pernah di bully habis-habisan oleh seisi murid Songha Senior High School.

"KAU! BAGAIMANA BISA ?"

"Pasti bisa Tuan Muda Jung, aku adalah Byun Baek Hyun putra sulung keluarga Byun yang selama ini kalian bully" Ucap Baekhyun yang memunculkan smirk dengan dandanannya yang menampilkan betapa nerd-nya dirinya.

"TIDAK MUNGKIN KALIAN PASTI BERBEDA!"

Bersambung…

-88888888-

Maaf saya tidak menepati janji saya sebelumnya karena saya terlalu asik membaca FF DaeBaek di AFF, hehehe.. maafkan saya hehe.. terima kasih yang sudah kembali mereview dan mem follow / mem favorite kan.. hehe..

Untuk Its You dan My Hero Season 2 sebelumnya saya meminta maaf terlebih dahulu karena itu akan saya lanjutkan setelah saya menyelesaikan Wrong or Right Couple ? dan Classical Music terlebih dahulu J

Terima kasih saya ucapkan kembali untuk yang sudah review :

daebaektaeluv : terima kasih ya sudah review hehe.. saya cukup senang kalau misalkan kamu mendapatkan pencerahan dari chapter sebelumnya hehe.. pencerahan buat ff ya hehe.. semangat ya ditunggu yang lainnya hehe..

Kaihunyeollie : Semoga aja di cepat sadar hahaha.. .. sama aku juga senang mereka udah comeback dan berhasil membawa piala hehe.. tapi sayangnya BTS Comeback pas EXO Goodbye stage sih hu uh.. terima kasih sudah review

nadhira788 : Reaksinya ditahan dulu ya hehe.. tapi keknya ke jawab nih di akhir cerita hehhe.. tapi kelanjutannya chapter selanjutnya ya hehe.. terima kasih sudah review

dhantieee :sudah dilanjut ya.. terima kasih sudah menyempatkan mereview J

darkhyuners shinning : kyaaaa kamu kemana saja sampai longhiatus.. pantas saja kamu tidak kelihatan biasanya nggak pernah absen hehe.. sibuk belajar buat ujian kah ? kalau iya semoh hasilnya memuaskan ya J *Sok tahu hu uh* terima kasih ya sudah kembali review hehe..

MyNameX : Iya ini hampir sama hanya bolak balik tokoh dan beda jalan cerita hehe.. kalau Daehyun di FF ini boleh kok silakan aja tapi jangan yang Real ya hehehe.. Terima kasih sudah review hehe..

Sekali lagi saya ucapkan terima kaish dan salam dari saya/