WRONG OR RIGHT COUPLE ?
Author : HanDik
Main Cast :
a. Byun Baek Hyun (Exo) as Byun Baek Hyun,
b. Jung Dae Hyun (B.A.P) as Jung Dae Hyun
c. Kim Tae Hyung (BTS) as Kim Tae Hyung
d. Joen Joeng Guk (BTS) as Byun Jeong Guk
-.
-.
-88888888-
-,
SONGHA SENIOR HIGH SCHOOL
"Tuan Byun Baek Hyun"
"Iya Kim Songsaenim, ada apa songsaenim memanggil saya ?"
"Saya memanggil anda karena saya ingin menyerahkan surat rekomendasi milik anda untuk universitas yang anda pilih di Jepang nanti. Sesuai permintaan Nyonya Byun, ibu anda"
"Terima kasih songsaenim, saya sangat membutuhkan surat ini untuk universitas tersebut"
"Semoga ini dapat membantumu di sana Tuan Byun Baek Hyun, aku pasti akan merindukanmu karena kau adalah siswa kesayanganku"
"Aku juga pasti akan merindukan songsaenim, yang sudah menjadi walikelasku selama aku di kelas dua dan tiga"
"Kalau begitu kau boleh keluar sekarang dan terus perbanyak ilmumu di sana"
"Baik songsaenim. Sampai bertemu lagi"
"Kita masih bertemu lagi sampai upacara kelulusan nanti Tuan Byun" Ucap Kim Songsaenim yang melemparkan sebuah senyum kepada Baekhyun.
Sepeninggalan Baekhyun dari ruang guru, ia melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya yang berada di lantai dua. Semenjak kejadian satu tahun laliu, hidup Baekhyun di sekolah kembali tenang karena sudah tidak ada lagi sosok yang selalu mengejar-ngejar dirinya. Sungguh hal yang sangat lucu bagi Baekhyun bila mengingat kejadian dimana dulu sejak kelas satu, dirinya selalu di bully oleh seseorang yang menganggapnya miskin dan saat semua berubah orang tersebut mengejar-ngejar dirinya.
Bahkan sudah satu tahun lamanya, Baekhyun tidak berinteraksi dengannya, bukan hanya tidak berinteraksi namun bertemu saja sudah tidak pernah. Bukan karena orang tersebut pindah ataupun keluar sekolah namun saat manik matanya melihat sosoknya, Baekhyun lebih memilih untuk bersembunyi atau bahkan berjalan ke arahlain. Karena ia tidak ingin melihak sosok tersebut, sosok Daehyun.
/Bruugh/
"Bodoh kau Baek, kenapa kau berjalan malah melamunkan sosok itu sih saat berjalan" Batin Baekhyun yang meruntuki dirinya karena melamun saat berjalan dan sehingga membuatnya menabrak seseorang serta membuat tubuhnya terjatuh.
"K-kau tidak apa-apa Baek ?"
"Su-suara ini ? Daehyun ?" Batin Baekhyun yang menyadari bahwa tubuhnya menabrak punggung Daehyun yang sedang berbicara dengan Jong Up.
"Mau ku bantu berdiri ?"
"Ti-tidak usah, kalau begitu aku pamit dulu" Ucap Baekhyun yang langsung membangunkan dirinya yang terjatuh dan mulai pergi meninggalkan sosok Daehyun.
"Tidak adakah kesempatan untukku berubah Baek ? Aku sadar aku salah, dan cintaku padamu yang membuatku berubah" Batin Daehyun yang melihat sosok Baekhyun tekah hilang dari pandangannya.
"Hei Dae! Jangan melamunkan sosoknya lagi, kau kan tahu kalau Baekhyun sama sekali tidak ingin melihat dirimu lagi. Apa kau tidak ingat setiap kalian berpapasan maka Baekhyun akan segera pergi" Ucap Jongup yang menepuk pelan pundak Daehyun.
"Tapi Jong, sebegitu bencikah dia padaku ? Apa benar yang dia katakana bahwa semua kebersamaan itu adalah bagian dari semua rencananya ?"
"Aku tidak tahu Dae, yang tahu hanya dia, Jungkook dan Taehyung saja yang mengetahuinya. Sebaiknya kita kembali ke kelas, bukankah hari ini Song songsaenim akan memberikan pengumuman kepada kita mengenai pengumuman hasil ujian masuk universitas ?"
"Baiklah, tapi aku harus mempersiapkan diri Jong. Jika aku tidak bisa masuk Seoul University jurusan Bisnis maka aku harus rela untuk dipindahkan ke Amerika untuk kuliah disana"
"Kau serius Dae ? Kau akan meninggalkan aku ? Sahabatmu yang super kece ini ?"
"YAKS! Kau itu jangan percaya diri, tapi jika aku dipindahkan ke Amerika maka aku akan pisah jauh dengan Baekhyun"
"Mau kau di terima di Seoul University atau dipindahkan ke Amerika, kau pun tidak akan pernah bisa ketemu dengan Baekhyun lagi"
"Maksudmu ?"
"Kau tidak tahu memangnya ? Baekhyun tidak mengambil ujian masuk di seluruh univeristas yang ada di Korea, tetapi lebih memilih di luar negeri"
"Dari mana kau tahu ? Dan di Negara mana dia akan melanjtkan studi-nya ?"
"Aku tahu karena nama Baekhyun tidak masuk dalam daftar siswa yang mengikuti ujian masuk dan aku langsung bertanya kepada teman sekelasnya, untuk dimana-nya aku tidak tahu Dae. Sudahlah Dae, mungkin dia bukan jodohmu, kalau dia jodohmu pasti akan bertemu suatu saat nanti"
"Semoga saja Jongl, ya sudah sebaiknya kita kembali ke kekelas" Ajak Daehyun yang diikuti oleh Jongup.
-8888888-
KEDIAMAN KELUARGA BYUN "BAEKHYUN & JUNGKOOK"
Ceklek
"Hyung ? Apa hyung ada di kamar ?" Ucap Jungkook yang masuk ke dalam kamar Baekhyun untuk mencari hyung-nya.
"Baekhie hyung kemana ya ? Di kamarnya pun tidak ada. Tidak biasanya dia keluar rumah tidak bilang ke siapa pu… Eh itu kan Baekhie hyung, sedang apa di sana dan kenapa hanya diam di depan tempat sampah ? Sebentar seoertinya dia mau membuat sesuatu tapi Baekhie hyung membuang apa ya ? Terlebih lagi tumben sekali dia mau membuang sesuatu kesana sendiri biasanya dia akan meminta maid untuk langsung membuangnya , sebaiknya ku periksa saja" Ucap Jungkook yang mulai meninggalkan kamar Baekhyun dan bergegas menuju halaman belakang dimana tempat sampah itu berada.
Jungkook berjalan mengendap-endap dan bersembunyi takut dirinya ketahuan oleh Baekhyun, sesaat kemudian Jungkook dapat melihat Baekhyun berbalik dan meninggalkan tempat sampah yang ada dihalaman belakang rumahnya, namun ia tertegun melihat Baekhyun yang berjalan melewati tempat persembunyiannya dengan menyeka air matanya.
"Baekhie hyung menangis ? Memangnya Baekhie hyung membuang apa sampai membuatnya menangis seperti itu" Ucap Jungkook yang kemudian keluar dari tempat persembunyian untuk melihat apa yang sebenarnya dibuang oleh Baekhyun.
"Ge-gelang ini ? Jadi Baekhie hyung masih menyimpannya dan sepertinya gelang ini sudah rusak terbelah dua, tapi siapa yang melakukan ini ? Tidak mungkin kalau Baekhie hyung, sepertinya ini perbuatannya" Ucap Jungkook yang
Dengan tanpa berfikir lagu Jungkook mulai mengambil smartphone miliknya dan mulai men -dial nomor yang sudah sangat ia hafal hingga teleponnya mulai menyambung.
"Hyung, sekarang bisakah kita bertemu ?"
"Ada apa memangnya Kookie ?"
"Ini penting hyung, dan sebaiknya kau membantuku hyung"
"Baiklah-baiklah, kalau begitu kita bertemu di café biasa ya ?"
"Baiklah hyung, aku tunggu sekarang dan sebaiknya kau segera bersiap-siap Taetae hyung" Ucap Jungkook yang mulau mematikan sambungan teleponnya dengan sang kekasih, Taehyung.
-88888888-
SONGHA SENIOR HIGH SCHOOL
Taehyung dan Jungkook terlihat tergesa-gesa menuruni tangga yang akan membawa mereka ke lantai dua, dimana area ruang kelas tiga berada. Tujuan mereka berdua adalah menuju ke kelas seseorang yang sebenarnya masih sangat mereka benci karena kelakuan yang dimiliki oleh seseorang itu terlalu berlebihan, hingga mereka berdua sampai di kelas yang mereka tuju.
"Jung Dae Hyun!" Panggil Jungkook terdengar dingin dengan nada yang masih tidak suka dengan nama tersebut.
"Sopan sekali kau memanggil nama temanku tanpa embel-embel sunbae atau hyung" Ucap Jongup.
"Buat apa kami harus sopan kepada seseorang yang bernama Jung Dae Hyun itu, memangnya dia pernah peduli dan sopan dengan orang lain ?" Timpal Taehyung dengan nada dinginnya.
"Kalian ini! Tahu sop…"
"Jongup sudah hentikan" Ucap Daehyun yang berniat menghentikan Jongup yang terlihat sudah mulai kesal.
"Tapi Dae"
"Sudah biarkan saja mereka kemari untuk mencariku bukan ? biar aku saja yang urus" Ucap Daehyun yang mulai menghampiri Taehyung dan Jungkook. "Jadi kalian berdua ada apa mencariku" Tanya Daehyun yang sudah berada di depan mereka berdua.
"Ikut dengan kami berdua, karena ada yang harus kami bicarakan denganmu sekarang" Ucap Jungkook dengan nada sauara sedater mungkin.
"Kami tidak menerima penolakan ataupun protes, cukup ikuti aku dan Jungkook sekarang" Tambah Taehyung yang melihat Daehyun hendak membuka suara untuk menanggapi ucapan Jungkook.
"Baiklah, tapi bukannya kalian ada pelajaran ? Apa tidak apa-apa kalian membol…."
"Masalah membolos itu urusan kami yang menanggung, sebaiknya kau segera ikut kami dan tidak ada penolakan. Karena ada yang harus aku bicarakan denganmu sekarang sebelum kalian para kelas tiga pulang" Ucap Jungkook dan mulai melangkah yang diikuti oleh Taehyung dan Jungkook.
"Sebenarnya ada apa ini ? Kenapa nada bicara mereka berdua sedater ini dan terlihat serius, apa ada hubungannya dengan Baekhyun ?" Batin Daehyun yang masih mengikuti langkah Jungkook yang sangat ia yakini bahwa mereka akan membawanya menuju halaman belakang sekolah.
Selama dalam perjalanan mereka ke halaman belakang sekolah, tidak ada satupun suara yang dikeluarkan oleh mereka bertiga. Daehyun sendiri memutuskan untuk diam karena bila ia berbicarapun tetap tidak di hiraukan oleh mereka berdua. Hingga tanpa Daehyun sadari, dirinya beserta Jungkook dan Taehyung sudah berada di halaman belakang sekolah.
"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu, apakah kau ingat tentang pengakuan cintamu kepada kakaku setahun yang lalu ?" Ucap Jungkook yang langsung menanyakan kepada Daehyun.
Sementara Daehyun yang mendapatkan pertanyaan tersebut hanya dapat dia membeku. Dirinya sama sekali tidak mengerti kenapa Jungkook menanyakan ha itu padanya, namun ia sama sekali tidak tahu kenapa sulit untuk menjawab pertanyaan yang terlontar dari si bungsu Byun.
"Aku memang mencintainya sejak saat bersama dengannya, kenapa susdah sekali mengucapkan kalimat itu" Batin Daehyun yang tiba-tiba merasa kelu lidahnya padahal hanya mengucapkan kalimat tersebut.
"Kenapa hanya diam ? Apa waktu itu kau hanya main-main kepada Baekhie hyung ? Sama seperti kau dekat dengan kekasihku dulu Jungkook dan saat Baekhie hyung datang dengan penampilannya yang berubah total kau langsung mengabaikannya ?"
"Bukan-bukan seperti itu, awalnya memang seperti itu tetapi aku telah jatuh pada pesona Baekhyun. Aaaaaa kenapa susah sekali mengucapkannya" Batin Daehyun yang masih tidak tahu kenapa lidah dan pikirannya tidak bisa sinkron.
"Ckckckck.. ternyata kau hanya bisa diam seperti ini ya Tuan Muda Jung. Ternyata benar kalau kau hanya bermain-main dengan kakakku, tidak salah kami melakukan hal itu padamu satu tahun lalu. Tae hyung sebaiknya kita kembali saja, sudah tidak ada gunanya berbicara dengan orang yang tidak pernah bisa berubah" Ucap Jungkook yang diangguki oleh Taehyung dan mulai melangkah meninggalkan Daehyun.
"TU-TUNGGU!" Ucap Daehyun yang berusaha meyakinkan dirinya untuk dapat berkata hal yang seharusnya ia ucapkan sedari tadi dan sukses membuat Taehyung dan Jungkook mengehentikan langkahnya namun tidak membalikkan tubuh mereka menghadap Daehyun.
"Ak-aku memang mencintai Baekhyun. Ya Byun Baek Hyun, kakakmu Jungkook, sampai sekarang pun aku masih mencintainya. Aku tidak pernah main-main dengan perkataanku tahun lalu, karena sampai sekarang aku masih menunggu dirinya, kakakmu Baekhyun. Walaupun ia selalu menghindariku tapi aku ingin kembali dekat dan selalu bersamanya" Ucap Daehyun.
"Lalu apa yang akan kau lakukan ? Apa kau tidak marah atau dendam kepada kami setelah satu tahun lalu kami memalukanmu beserta seluruh siswa di depan para dewan sekolah ?" Ucap Jungkook.
"Waktu itu memang aku marah dan kesal hingga aku langsung pergi begitu saja, tapi saat itu aku mulai sadar bahwa aku tidak bisa hidup tanpa Baekhyun. Aku sadar bahwa selama satu setengah tahun dia, Baekhyun telah menahan rasa sakit atas apa yang aku lakukan padanya dan aku sudah mendapatkan karma atas apa yang aku lakukan. Dan sekarang aku ingin menebus semua yang telah aku lakukan kepadanya dengan ingin terus bersamanya dan melindunginya" Ucap Daehyun dengan penuh keyakinan disetiap perkataannya.
"Lucu sekali Tuan Muda Jung, dulu kau mem bully kakakku hanya karena dia berpenampilan nerd dan sekarang kau mencintainya ? Apa kau yakin dapat membahagiakan kakakku dan melindunginya setelah apa yang kau perbuat kepadanya ?" Tanya Jungkook kembali.
"AKU YAKIN! SANGAT YAKIN!" Ucap Daehyun dengan lantang.
"Kalau begitu" Ucap Jungkook yang mulai mengambil sesuatu dalam saku jas sekolahnua. "Kau pasti tahu gelang ini apa ?"
"Ge-gelang itu ? Bagaimana bisa …."
"Bagaimana bisa gelang ini bisa tetap utuh dan berada ditangan kami, benarkan itu Tuan Jung ?" Ucap Taehyung yang langsung memotong perkataan Daehyun.
"Sepertinya memang benar kau yang merusak gelang ini saat kejadian itu. Tapi kakakku sepertinya saat itu terlalu mencintaimu sehingga ia memperbaiki gelang ini dan terus menyimpannya selama ini dengan menjadikannya kalung" Ucap Jungkook.
"Ja-jadi Baekhyun selama ini masih menyimpannya ?"
"Exactly, kakakku masih menyimpannya hingga kemarin malam ia membuang benda ini dan aku menduga bahwa ia akan membuang semua perasaannya kepadamu"
Daehyun seperti menerima ribuan jarum yang menancap pada hatinya saat mendengar perkataan Jungkook mengenai Baekhyun yang ingin melupakan perasaannya. Sunggu ia merasa bersalah atas apa yang dirinya lakukan dan baru menyadari siapa yang sebenarnya ia cintai.
"Tapi jika kau memang mencintai kakaku segeralah kejar dia, karena lusa saat perpisahan kelas tiga nanti kakakku akan langsung berangkat ke Jepang untuk melanjutkan kuliahnya dan bisnis keluarga kami di sana" Ucap Jungkook yang kemudian melangkah pergi bersama Taehyung.
"Ke Jepang ?" Ucap Daehyun yang masih terdiam mendengar perkataan Jungkook mengenai Baekhyun yang akan melanjutkan kuliahnya.
Sementara di lain sisi, Taehyung sedang berusaha menenangkan Jungkook yang terngah terisak setelah pergi meninggalkan Daehyun.
"Sudahlah sayang jangan menangis lagi ya, kita kan sudah membahas ini sebelumnya" Ucap Taehyung yang masih memeluk tubuh Jungkook.
"Hiks.. Hiks.. Aku hanya ingin melihat Baekhie hyung bahagia. Hiks.. Hiks.." Ucap Jungkook yang masih terisak dalam pelukan Taehyung.
"Kita sudah sepakatkan untuk menyatukan mereka bukan. Walaupun pengalaman yang buruk tapi aku yakin Baekhie hyung akan bahagia nanti, aku berfikir seperti itu setalah membaca isi dari buku diary itu" Ucap Taehyung meyakinkan dan Taehyung dapat merasakan Jungkook menyetujui dengan anggukan kepala yang ia rasakan.
-88888-
FLASHBACK
"Baek, sebenarnya aku membuat ini ingin mengutarakan perasaanku. Sejak awal kita bertemu ntah mengapa perasaanku sedikit aneh dan semua itu berubah sejak kau membawaku ke sebuah panti asuhan yang keluargamu urus. Semakin lama aku mengenalmu, semakin banyak pelajaran yang aku terima yang dapat merubahku menjadi lebih baik dan membuatku semakin mencintaimu. Maka maukah kau menjadi kekasihku ?" Ucap Daehyun dengan memposisikan dirinya berlutut dengan sebuket mawar yang ada ditangannya.
Sementara sosok yang menggunakan jaket merah tersebut mulai membuka tudung jaketnya dan memperlihatkan sosok namja yang dulu pernah di bully habis-habisan oleh seisi murid Songha Senior High School.
"KAU! BAGAIMANA BISA ?"
"Pasti bisa Tuan Muda Jung, aku adalah Byun Baek Hyun putra sulung keluarga Byun yang selama ini kalian bully" Ucap Baekhyun yang memunculkan smirk dengan dandanannya yang menampilkan betapa nerd-nya dirinya.
"TIDAK MUNGKIN KALIAN PASTI BERBEDA!"
"Tidak ada yang berbeda Jung Dae Hyun. Kalau memang kau tidak percaya, silakan lihat sebentar " Ucap Baekhyun yang mulai melepaskan kacamata dan merapihkan tatanan rambutnya yang sebelumnya ia buat menjadi belah tengah klimis kembali merubah tatanan rambutnya. "Apa aku sudah menjadi Byun Baek Hyun yang merupakan putra sulung keluarga Byun ? Yang sebelumnya adalah siswa nerd di sekolah ini ?"
"I-ini tidak mungkin, kau pasti hanya bercandakan Baek ? Kau hanya menyamarkan untuk hari ini, karena kau mendengar cerita dari Taehyung adanya siswa nerd yang sekilas mirip dan namanya sama denganmu" Ucap Daehyun meyakinkan.
"Aku memang menyamar"
"Syukurlah kal…."
"Menyamar kembali menjadi diriku saat pertama kali memasuki sekolah ini yang kemudian setelah beberapa minggu langsung dicaci maki bahkan di bully"
"Jangan bercanda Baek"
"Siapa bilang kakakku bercanda ? Kalian pikir memangnya aku tidak tahu yang sebenarnya terjadi selama ini ? Kalau kalian ingin tahu, semua alumni tahun kemarin sudah aku laporkan kepada appa-ku dan ya tinggal kalian saja yang belum aku laporkan" Ucap Jungkook dengan santainya namun langsung membuat sekujur tubuh para siswa-siswi Songha Senior High School terasa lemas dan berkeringat dingin.
Para siswa-siswi tersebut hanya dapat pasrah akan apa yang akan mereka terima. Karena keseluruhan bisnis yang dijalankan oleh keluarga mereka masing-masing, pemilik saham terbesar adalah dari Keluarga Byun dan Keluarga Jung. Dan yang membuat mereka ketakutan adalah, apabila berita tersebut sampai ditelinga Tuan Byun ataupun Nyonya Byun maka Tuan dan Nyonya Byun akan segera melaporkan kepada orang tua mereka, bahkan saham milik Keluarga Byun akan langsung dicabut yang memeiliki setengah saham bisnis keluarga mereka.
Tidak hanya itu saja, bahkan sejak awal ada beberapa siswa-siswi yang ingin mendekati Baekhyun saat mereka tahu bahwa putra sulung Keluarga Byun akan memasuki sekolah mereka. Para siswa-siswi tersebut mendekati Baekhyun hanya untuk membuat ayah atau ibu mereka yang bekerja di seluruh perusahaan yang di kelola oleh Keluarga Byun dapat naik jabatan atau bahkan meningkatkan pendapatan orang tua mereka. Namun hal itu hanya akan menjadi khayalan yang lewat karena bisa saja orang tua mereka akan terancam di pecat atau bahkan di turunkan jabatannya hanya karena melakukan bullying kepada anak sulung Keluarga Byun yang sengaja menjadi nerd di awal sekolah.
"Hahahahaha.. Tidak perlu cemas untuk kalian semua, aku dan kakakku tidak akan membuat saham yang telah dibeli oleh keluarga kami ataupun orang tua kalian yang bekerja di perusahaan kami untuk di pecat atau diturunkan jabatannya" Ucap Jungkook yang dapat membaca ekspresi dari setiap siswa-siswi.
"Aku hanya bilang kepada orang tuaku untuk membuat orang tua kalian melakukan sesuatu yang pantas untuk merubah sifat anak mereka yang tidak berperikemanusiaan. Ya seperti meminta untuk dikurung selama satu tahun, tidak mendapat uang jajan bulanan atau bahkan meminta orang tua kalian menarik semua fasilitas yang kalian miliki" Lanjut Jungkook yang langsung mendapatkan tatapan lesu dari para siswa-siswi tersebut.
"Dan kau Jung Dae Hyun, aku sudah melaporkan apa yang telah kau perbuat kepada appa-ku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu bila orang tuamu sampai tahu. Bahwa anaknya seorang yang suka mem-bully" Ucap Baekhyun santai.
"JUNG DAE HYUN!" Teriak seorang ahjushi yang terlihat berumur sekitar 40 tahun.
"Da-ddy ? Ba-bagaimana bisa Daddy ada disini ?" Tanya Daehyun yang terlihat panik akan kedatangan ayahnya.
"Aku datang kesekolahmu untuk menjemputmu anak nakal! Daddy dan Mommy tidak pernah mengajarimu untuk mem-bully orang yang lemah atau bahkan orang tersebut memiliki kekurangan" Ucap Tuan Jung yang terlihat begitu marah atas kelakuan anaknya.
"Ta-tapi Dad, aku tidak tahu kalau dia ada…."
"Walaupun kau tidak tahu latar belakang orang tersebut bukan berarti kau seenaknya melakukan perbuatan tidak terpuji itu. Sekarang kau membuat Daddy malu di depan rekan bisnis Daddy, terlebih lagi Daddy tahu dari teman bisnis Daddy yaitu Tuan Byun" Ucap Tuan Jung yang sepertinya sudah menahan amarahnya untuk tidak memarahi anak semata wayangnya di depan umum.
"Dan untukmu Baekhyun, ahjushi sebagai ayah Daehyun benar-benar meminta maaf atas perbuatannya selama ini kepadamu. Sepertinya ajhushi dan ahjumma terlalu memanjakannya, dan terima kasih karena kau telah memberi tahu kami atas perilaku anak kami" Ucap Tuan Jung dengan menyesal.
"Tidak apa-apa kok ahjushi, kalau begitu aku pamit dulu ahjushi"
"Ahjushi juga ingin kembali kerumah dan membawa Daehyun, kami harus memberinya hukuman atas apa yang telah dia lakukan kepadamu dan Daehyun sebaiknya kau sekarang pulang. Mommy sedang menangis atas apa yang telah kau lakukan selama ini"
"tapi Dad…"
"Tidak ada tapi-tapi, sekarang kau pulang bersama Daddy! Ada yang harus kita bicarakan bertiga dirumah! Dan untuk mobilmu itu kau tinggal saja biar nanti Daddy meminta Himchan untuk membawa pulang. Satu lagi, semua fasilitasmu termasuk mobil dan kartu kreditmu akan Daddy sita sampai waktu yang Daddy tentukan dan sekarang ayo pulang" Ucap Tuan Jung yang langsung menyeret Daehyun untuk ikut pulang bersamanya.
-88888-
KEDIAMAN KELUARGA JUNG "DAEHYUN"
Daehyun masih dapat mengingat dengan jelas kejadian yang mempermalukannya satu setengah tahun lalu tapi juga membuatnya sadar akan apa yang sudah dirinya lakukan selama ini kepada sosok Baekhyun dulu. Ia terus saja memandangi gelang yang kini berada ditangannya dan terus memutar ulang semua kenangan-kenangan bersama Baekhyun baik saat membully dan bersenang-senang bersama Baekhyun.
Semua kejadian-kejadian it uterus ia putar bahkan saat moment dirinya dengan Baekhyun sedang bersama maka Daehyun akan tersenyum namun saat ia mengingat moment yang begitu menyiksa Baekhyun, senyum yang terpatri di wajah Daehyun akan meluntur dan rasa bersalah itu akan muncul kembali. Bila rasa bersalah itu muncul kembali maka Daehyun ingin sekali menebus semua kesalahan itu dengan terus berada di sisi Baekhyun, ia pun rela bila harus menjadi pelayan Baekhyun untuk selamanya,
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, Baekhyun akan pergi besok lusa dan aku sama sekali tidak tahu harus melakukan apa. A-aku tidak ingin dia pergi jauh dari ku lagi" Ucap Daehyun yang frustasi yang terus mengacak rambutnya dengan kasar dengan tangan kirinya.
"Ayolah Dae berfikir apa yang harus kau lakukan agar Baekhyun tidak jauh darimu agar kau bisa selalu bersam.. Aduh aduh meja siala.. Eh aku tahu apa yang harus aku lakukan" Daehyun semakin gelisah sampai tidak sengaja tangan kanannya membentur pinggiran meja nakasnya namun saat hendak mengusap punggung tanggannya yang terbentur, ia melihat gelang yang berada di genggaman tangannya dan membuat Daehyun sadar apa yang harus ia lakukan dan langsung beranjak meninggalkan kamarnya.
-88888-
BANDARA INTERNASIONAL INCHEON
Hari ini merupakan hari keberangkatan Baekhyun menuju Jepang, ia di temani oleh keluarganya serta Nyonya Kim dan juga Taehyung di ruang tunggu. Setelah menghadiri acara kelulusan sekolahnya Baekhyun bersama orang tuanya serta Jungkook langsung menuju ke Bandara sementara Nyonya Kim dan Taehyung menunggu mereka di Bandara.
"Baekhie kau ingat selalu pesan eomma ya" Ucap Nyonya Byun yang berada di sebelah kanannya.
"Ne eomma, aku akan selalu mengingat pesan eomma. sekarang eomma fokus saja membantu appa untuk mengurus perusahaan di sini semenatara untuk di Jepang biar aku saja yang mengurus" Ucap Baekhyun yang langsung dibalas senyum oleh Nyonya Byun.
"Anak pintar, ingat selalu yang appa ajarkan padamu ya Baekhie dan jangan sampai kau melupakan kuliahmu hanya karena terlalu fokus mengurusi perusahaan" Kali ini Tuan Byun mengingatkan Baekhyun mengenai apa yang harus ia lakukan untuk perusahaan di Jepang.
"Tenang saja appa semua sudah aku catat dengan baik dan aku sudah meminta Chanyeol ahjushi untuk mengatur jadwalku di kantor agar tidak bertabrakan dengan jadwal kuliah ku appa"
"Appa semakin percaya denganmu Baekhie dan di sana kau jangan merepotkan paman dan bibimu ya ingat Chanyeol dan Youngjae baru saja memiliki seorang putra"
"Ne appa, aku sudah tahu itu lagi pula kalau aku sedang ada jadwal kuliah aku kan tidak perlu ke kantor sehingga aku bisa membantu Youngjae ahjumma untuk menjaga dan menemani bermain Jimin" Ucap Baekhyun dan lansung mendapat balasan anggukan dari Tuan Byun karena merasa anak sulungnya sudah cukup dewasa.
"Hyung, jangan lupa selalu menghubungi Kookie ya. Kookie pasti akan kangen sama Baekhie hyung" Ucap Jungkook dengan suara pelannya.
"Tenang saja Kookie, hyung pasti akan selalu menelponmu lagi pula kau kan sudah ada Taehyung akan menjagamu" Ucap Baekhyun dengan mengelus surai adiknya. "Dan Taehyung, hyung titip Jungkook ya jangan sampai dia kenapa-kenapa" Ucap Baekhyun yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Taehyung.
"Selamat siang Tuang Byun, Nyonya Byun, Nyonya Kim, Baekhyun, Jungkook dan Taehyung" Ucap Tuan Jung yang datang bersama istrinya.
"Ah selamat siang Tuan Jung, ternyata anda sedang berada di sini juga kalau begitu kenapa tadi tidak berangkat bersama kami ?" Ucap Tuan Byun.
"Sebenarnya aku dan istriku bersama Daehyun ingin ikut mengantar Baekhyun ke Bandara namun Daehyun bersikeras ingin segera dimajukan keberangkatannya ke Amerika untuk kuliah ternyata keberangkatan paling cepat adalah hari ini sehingga kami tadi langsung saja kesini"
"Daehyun ke Amerika ? Kenapa perasaanku jadi semaki sesak begini" Batin Baekhyun yang merasa dadanya sedikit sesak mendengar Daehyun yang pergi ke Amerika.
"Aku mengerti dan pasti pesawat yang di tumpangi oleh Daehyun baru saja take off" Ucap Tuan Byun mengingat pesawat yang menuju Amerika baru saja take off. "Seandainya kami tahu pasti kami juga akan ikut mengantarkan Daehyun ke…."
"Kepada seluruh penumpang yang akan berangkat menuju Jepang mohon untuk segera mempersiapkan diri dan dimohon segera memasuki pesawat karena Penerbangan menuju Jepang akan segera dilaksanakan dalam 30 menit lagi"
"Ah Baek, sepertinya kau harus segera menuju pesawatmu" Ucap Tuan Byun yang langsung dijawab anggukan oleh Baekhyun.
Sebelum memasuki pesawatnya Baekhyun kembali berpamitan dengan keluarganya serta Nyonya Kim, Tuan Jung dan Nyonya Jung serta Taehyung. Setelah berpamitan ia langsung berjalan memasuki pintu keberangkatan. Sesampainya di dalam pesawat, Baekhyun lebih memilih untuk mendudukan dirinya di kursi penumpang. Ia terus memikirkan mengenai kepergian Daehyun ke Amerika yang begitu mendadak padahal setahu dirinya saat acara kelulusannya siang ini ia mendengar bahwa nama Daehyun masuk dalam Sepuluh Peringkat terbaik di Seoul Univeristy.
"Geunyeoga tteonagayonaneun amugeosdo hal su eopseoyo"
"Suara ini ? Bukannya suara ini milik Daehyun ? Tapi bukannya ah mungkin aku salah mendeng… Ti-tidak mungkin i-itu kan dia ?" Batin Baekhyun yang merasa perasaannya sedang kacau karena mendengar suara seseorang yang sedang bernyanyi namun memiliki suara yang sama, namun saat hendak mencari siapa pemilik suara yang mirip sekali dengan Daehyun, dirinya terkejut karena melihat sosok Daehyun yang ternyata sedang berjalan ke arahnya.
DAEHYUN - IF YOU
(BIGBANG – IF YOU)
Geunyeoga tteonagayo
(Dia sekarang sudah pergi)
Naneun amugeosdo hal su eopseoyo
(Dan aku tak bisa berbuat apa-apa)
Sarangi tteonagayo
(Cinta sekarang sudah pergi)
Naneun babocheoreom meonghani seoissneyo
(Seperti orang bodoh, Aku kosong berdiri di sini)
Meoreojineun geu dwismoseupmaneul baraboda
(Aku melihat dirinya, semakin jauh)
Jageun jeomi doeeo sarajinda
(Dia menjadi sebuah titik kecil dan kemudian menghilang)
Sigani jinamyeon tto mudyeojilkka
(Akankah ini pergi setelah berjalannya waktu ?)
Yet saenggagi na
(Aku mengingat masa lalu)
Ni saenggagi na
(Aku mengingatmu)
IF YOU
IF YOU
Ajik neomu neujji anhassdamyeon
(Jika ini tidak terlalu terlambat)
Uri dasi doragal suneun eopseulkka
(Tidak bisakah kita kembali bersama)
IF YOU
IF YOU
Neodo nawa gati himdeuldamyeon
(Jika kamu berjuang sepertiku)
Uri jogeum swipge gal suneun eopseulkka
(Tidak bisakah kita membuat sesuatu sedikit lebih mudah ?)
Isseul ttae jalhal geol geuraesseo
(Aku harus memperlakukanmu lebih baik ketika aku memiliki mu)
Baekhyun tampak tertegun akan apa yang dinyanyikan oleh Daehyun, ia sangat tahu bahwa Daehyun bernyanyi dengan tulus untuk dirinya. Ia pun sangat tahu bahwa dalam setiap lirik yang dinyanyikan oleh Daehyun terdengar sangat-sangat tulus dan menggambarkan betapa sakitnya Daehyun tanpa dirinya. Bahkan, dirinya dibuat lebih terkejut ketika saat akhir Daehyun bernyanyi ditutup dengan Daehyun yang duduk bersujud tepat di samping kursi penumpang yang ia duduki.
"Ap-apa yang kau lakukan disini Dae ? Bukankah kau dalam perjalanan ke Amerika untuk kuliah ?" Tanya Baekhyun memastikan.
"Aku memang akan kuliah di Amerika tapi dengan satu syarat" Ucap Daehyun dengan tegas.
"Sya-syarat apa maksudmu ? Dan kenapa kau duduk bersujud di samping kursiku ?"
"Aku di sini ingin meminta maaf kepadamu akan semua yang telah aku perbuat kepadamu Baek dan…" Ucap Daehyun dengan serius namun ia menghentikan ucapannya dan kembali menundukan kepalanya.
"Dan apa Dae ? Untuk soal itu aku sudah memaafkanmu Dae. jadi kau tidak us…."
"Dan aku ingin terus bersamamu Baek, a-aku ingin menjagamu. Oleh karena itu kumohon jangan pergi dari sisiku lagi, aku ingin memperbaiki semuanya. Aku.. aku serius mencintaimu sejak kejadian itu aku tersika dengan perasaanku sendiri, tersika karena kau selalu menghindar tidak ingin melihatku lagi. Ak-aku tahu aku banyak sal…"
"Sudah hentikan, aku tidak ingin kejadian sepeti itu terulang. Aku sudah bertekad ingin mengubur perasaanku kepadamu Dae. Sudah cukup aku tersiksa dengan ini, Sudah Cukup!"
"Aku tahu Baek, kau dan aku sama-sama menderita dengan perasaan ini dan aku juga tahu kalau kau lebih menderita dari pada yang aku alami tapi aku ingin memperbaiki semuanya dari awal. Kembali memulainya dari awal dengan sosok Byun Baek Hyun, sosok yang aku cintainya. Aku ingin mengatakannya sebelum ini terlambat"
"Tapi kau sudah terlambat Dae, sangat terlambat. Kenapa kau baru sekarang datang. Kenapa! Kenapa saat aku ingin melupakan semuanya, melupakan betapa sakitnya yang aku alami kau baru datang! Kenapa!" Rancu Baekhyun yang kemudian menangis dengan menungkupkan wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aku tahu aku salah, pukullah aku sepuasmu, siksalah aku walau aku tahu itu semua tidak sepadan atas apa yang telah aku lakukan kepadamu selama ini tapi kumohon jangan meninggalkan aku lagi" Ucap Daehyun yang bangkit dan langsung merengkuh tubuh Baekhyun.
"Kau jahat Dae, kau jahat. Apakah kau tahu bahwa aku tersiksa luar dan dalam atas semua perbuatanmu" Ucap Baekhyun yang mulai memukul dada Daehyun yang sedang memeluknya.
"Pukul terus Baek pukul, aku tahu ini tidak sepadan atas apa yang kulakukan dulu aku rela kau siksa Baek asal aku dapat merasakan yang lebih dari apa yang kau alami dulu"
"Hiks… Hiks… Aku memang tidak bisa melupakanmu, aku terlalu mencintaimu Dae. Aku terlalu mencintai sosokmu yang begitu baik kepadaku saat aku menyamar menjadi adikku"
"Aku juga mencintaimu Baek, dan jangan ingatkan lagi mengenai kajadian buruk itu lagi ya" Ucap Daehyun yang mulai melepaskan pelukannya kepada Baekhyun dan langsung menempelkan keningnya dengan kening Baekhyun. "Jadi mau kah kau memaafkanku Baek ? dan…."
"Aku memaafkan Dae, dan kau harus menerima hukumanmu"
"Apapun hukumanmu akan aku terima Baek"
"Aku mau kau menepati janjimu untuk selalu bersamaku selamanya"
"Aku pasti akan menepati janjiku kepadamu" Ucap Daehyun yang langsung mengacungkan jari kelingking kanannya tepat di wajah Baekhyun dan langsung dibalas oleh Baekhyun dengan menautkan kelingkingnya kepada kelingking miliknya.
/Prok prok prok/
"Selamat ya untuk Tuan Baekhyun dan Tuan Daehyun, tapi dimohon untuk Tuan Daehyun untuk duduk karena sebentar lagi pesawat akan take off" Ucap Pramugari yang mengucapkan selamat setelah meberikan tepuk tangan kepada Daehyun dan Baekhyun bersama dengan penumpang lainnya.
Daehyun yang mendengar itu sendiri langsung malu sendiri dan mulai mendudukan dirinya pada kursi yang tepat berada di sebelah Baekhyun yang merupakan kursi miliknya.
"Dae, tapi bagaimana kau bisa menepati janjimu bukannya kau harus pergi ke Amerika untuk kuliah ?" Tanya Baekhyun penasaran.
"Kau lupa tadi aku mengatakan bahwa aku kuliah di Amerika asal dengan satu syarat ?"
"Ah iya, memangnya syaratnya apa ?"
"Syaratnya adalah aku harus kuliah di Amerika apabila Tuan Muda Baekhyun yang manis ini tidak memaafkanku dan tidak ingin menjadi milikku. Tapi kalau kau memaafkanku dan menjadi milikku maka aku akan kuliah di Jepang bersamamu Baek"
"Kau ini dari dulu suka sekali seenak dirimu ya, tapi bagaimana bisa ayahmu mengizinkan"
"Tidak ada yang tidak mungkin untuk Jung Dae Hyu… Aduh aduh Baek kenapa mencubitku"
"Kau ini ya sama sekali tidak berubah"
"Eh lagi pula daddy juga setuju terlebih lagi ayahmu juga setuju"
"Appa-ku setuju apa ?"
"Sebenarnya aku menceritakan semua kepada daddy dan saat itu daddy langsung menelpon ayahmu dan mereka berbicara dengan serius dan mereka yang merencanakan semuanya"
"Jadi ayahmu dan appa-ku yang merencakannya ? Dasar mereka tapi semua ini tidak akan terjadi kalau bukan salahmu sendiri. Hu uh…"
"Tapi yang terpenting kita akan selalu bersama Baek. Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu Byun Baek Hyun" Ucap Daehyun yang semakin erat menggengam tangan Baekhyun.
"Aku mencintaimu juga Daehyun" Balas Baekhyun yang menyamankan kepalanya pada pundah Baekhyun.
TAMAT
Selamat pagi untuk para readers,
Sebelumnya saya mau mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin
Dan sekali lagi saya meminta maaf atas sebelumnya untuk selalu update FF setiap bulan puasa ternyata tidak bisa, karena selama bulan puasa saya benar-benar terkena writing block. Semua ide selama bulan puasa pun itu semua pada mubadzir karena tidak ada rasa untuk mengetiknya sama sekali.
Terlebih lagi untuk FF WRC ini sejujurnya sudah ingin saya update pertengaham puasa namun semua sia-sia karena saya harus mengulang lagi chapter akhir ini karena tidak saya safe dan sehingga pertengahan cerita nya jadi berubah jadinya agak-agak setengah melenceng deh dari awal chapter ini huaaaaa….
Dan tentunya saya mengucapkan untuk yang memfollow dan memfavorite serta untuk para reader yang setia memberikan review dan yang baru review terima kasih : )
Minjaeyu : iya tidak apa-apa kok, maaf ya karena cerita yang sepertinya biasa aja dna maaf karena baru update hehe..
Darkhyuners shinning : maaf ya baru update T.T pasti lagi perang ya kemarin-kemarin L:D
Enjieee : duh kurang ya ? belom dapet feel buat Taekook hehe tapi dari kemarin sudah baca FF Taekook selama writing block biar dapet feelnya hehehe u.u
MyNameX : Hehehe.. kalau dicabik-cabik ancem aja culik di anak aliennya hahaha.. ah so sweet kah ? hahaha…
Dhantieee : udah di update ya : )
Nadhira – Minchanee : ini sudah di update ya langsung tamat nih hehehe..
Terima kasih sekali lagi saya ucapkan atas kesediaan kalian untuk membaca baik reader yang review maupun yang silent reader, sekali lagi saya ucapkan terima kasih : )
