.
[episode 2]
Park Jimin—Min Yoongi
Featuring :
Kim Taehyung;
From BTS.
.
Typo(s), Boys Love, etc. etc.
.
.
.
Jimin bukan tipe orang yang cemburuan.
Apalagi cemburunya sama Taehyung yang jelas-jelas partner in crimenya. Yang ia bersedia buat jadi tameng sahabatnya itu kalau terjadi sesuatu—yang menjadi tempat pelampiasan satu sama lain kalau stress sedang melanda.
Tapi ini Kim Taehyung yang ia bicarakan. Kim Taehyung yang begitu tahu ia jadian dengan Yoongi lalu mogok bicara dengannya berhari-hari. Kim Taehyung yang hampir satu bulan ngedumel kenapa Jimin bisa nembak Yoongi duluan dan bisa-bisanya diterima.
Kim Taehyung yang ngefans berat sama Min Yoongi.
Karenanya hati Jimin langsung mendidih saat melihat Taehyung yang dekat-dekat dengan Yoongi-hyungnya. Yang seenaknya menyentuh hyung galaknya itu. Yang seenaknya peluk-peluk punyanya itu dengan senyum mengejek kearahnya.
Terlebih Yoongi terlihat biasa saja dengan semua perlakuan Taehyung. Padahal Yoongi tidak terlalu suka skinship didepan umum, padahal Yoongi sering menghindar kalau Jimin deketin depan umum. Padahal Yoongi udah jadi punyanya Jimin, tapi kenapa kalo dideketin Taehyung, Yoongi biasa aja. Kenapa. Kenapa, ya Tuhan.
Setelah konser, Jimin memutuskan untuk mendiamkan Yoongi meskipun yang didiamkan terlihat sama sekali tidak sadar dan tidak peduli. Duh, hati Jimin jadi makan panas.
Apalagi Taehyung sempet-sempetnya meluk Yoongi dari samping sekarang. Jimin bisa mendengar anak itu merengek meskipun tidak jelas apa yang ia bicarakan—tapi hasrat Jimin untuk memangkas seluruh rambut Taehyung sudah ada diujung tangan ketika Yoongi mendengus dan tersenyum kecil dan mengusak kepala alien itu dengan sayang.
"ISH HYUNG!"
Jimin kesal.
Teriakannya menghadirkan tatapan-tatapan aneh dari para membernya. "Kenapa, Jim?" Tanya Seokjin.
Sambil menatap Yoongi, Jimin menjawab, "Kepanasan." Lalu melangkahkan kakinya keluar ruangan.
Jimin kesal.
Secuek-cueknya Yoongi terlihat dari luar, sebenarnya ia adalah observer yang sangat baik. Yoongi sadar dari tadi Jimin memperhatikan ia dan Taehyung dengan tatapan cemburu—dan itu terlihat lucu. Jadi Yoongi memutuskan untuk membiarkan Taehyung menempel kepadanya dan membiarkan Jimin cemburu dengan lucunya. Sekarang dongsaeng kesayangannya itu ngambek, dan ia rasa sudah cukup bikin anak itu cemburu lucu.
Yoongi menepuk tangan Taehyung yang melingkar di pinggangnya yang makin lama semakin mengecil, menyuruh Taehyung untuk melepaskan pelukannya. Taehyung yang sadar akan sinyal itu merengut, "yah, kok udahan sih, Hyung"
Yoongi terkekeh, "Udah ngambek anaknya," lalu menyusul Jimin diluar.
"Ehem, Taehyung-hyung,"
Taehyung mengeluarkan senyum lebarnya, "Kenapa, Jeongguk-ah?" Dan senyumannya hilang ketika melihat senyuman Jeongguk dihadapannya.
.
.
"Hyung"
"Hyuuuuungg"
"Yoongi-hyung"
"Min Yoongi"
"Sayangnya Jimin?"
Yoongi berdecak, "apa?"
Jimin jadi ikutan berdecak, kemudian merengut, "Kok jadi hyung yang marah sih?"
"Menurut kamu?"
"Ugh, Hyung..."
Jimin menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal sama sekali. Sebenarnya Jimin masih mau ngambek, tapi hyungnya ini gantian jadi ngambek setelah mengejarnya keluar tadi dan memanggil-manggil namanya tetapi ia hiraukan sepanjang jalan, hingga saking semangatnya Yoongi memanggil Jimin, hyungnya itu malah terantuk tembok dan sekarang gantian Yoongi yang ngambek sama Jimin.
"Iya, iya, hyung, aku minta maaf,"
Yoongi membuka mulutnya. Belum sempat sepatah kata keluar, Jimin menyelaknya, "Tapi hyung juga nyebelin!"
Sudut bibir Yoongi terangkat sedikit keatas, "Aku?"
Jimin mendengus, "Iya. Hyung!" Jimin bersedekap, "Jangan mau di peluk-peluk Taehyung lagi. Hyung tau kan Taehyung tuh gimana sama Hyung? Kalo nanti akhirnya Hyung luluh terus Taehyu—AW HYUNG!"
Yoongi menyentil bibir Jimin sambil berdecak. Detik berikutnya ia memberikan kecupan singkat pada bagian tubuh yang sudah ia sakiti itu—akhirnya berhasil membuat Jimin diam.
"Aku tahu, aku tahu," Yoongi menarik Jimin kembali ke ruang ganti mereka, "Tapi aku udah punya kamu kan?"
"Aww~ Hyung~~~"
Dan Jimin memeluk Yoongi sepanjang koridor yang membuat empunya menggerutu dengan semburut merah tipis di pipinya.
.
.
Sementara itu, di ruang ganti.
Seokjin mendesah pelan. Namjoon mencoba untuk tidak peduli. Dan Hoseok membatin, maknae on top, once again.
Ketiganya menatap Taehyung prihatin. Lelaki yang sebenarnya dua tahun lebih tua daripada Jeon Jeongguk itu sedang bersimpuh dihadapannya dengan kedua tangan terkepal terangkat keatas.
"Hyung tau kan apa yang udah Hyung lakukan?"
Taehyung menghela napas, "Kookie—"
"Tahu 'kan?!"
Demi Tuhan, kim Taehyung dua tahun lebih tua darinya, dua tahun. Dan lihat apa yang sudah maknae itu lakukan pada Hyung yang selama ini selalu merawat dan mengasihinya itu. Ya tuhan, nasibku kenapa menyedihkan sekali.
"Kan kita udah bikin perjanjian—"
Taehyung meneguk ludahnya, "Iya, Jeonggukie, hyung tahu—"
"Aku yang harusnya meluk Yoongi-hyung minggu ini!"
Uh-oh, persaingan antar fans Yoongi, rupanya.
.
.
.
.
.
.
(a/n)
thank you syubchim for ur prompt! and yes, everyone wants a piece of Min Yoongi, lol.
anw, GUESS WHO IS BLONDE NOW ASDFGBSHBCSJACBACSAJC BUNUH AJA DEDEK DI RAWA-RAWA BANG. maafkan diriku, maafkan. salahkan min yoongi. dan bangtan udah mau comeback, ah semua terasa cepat sekali. teasernya juga menyebalkan sekali, mana keluarnya tengah malem terus, dasar tukang ronda.
terus, selamat berpuasa bagi yang menjalankan! lublub.
-yas.
