Disclaimer : All Character belong to Masashi Kishimoto

Story by me

Tittle : Konoha Academy

Genre : Fantasy, Adventure, Romance, Tragedy.

Rate : K+

Pairing : NaruSaku, etc.

Warning : AU, OOC, gaje, abal, minim deskriptif, typo(s), etc.

.

.

Summarry: Uzumaki Naruto yang harus pindah ke sekolah khusus untuk anak-anak 'jenius' di sebuah desa bernama Konoha terpaksa meninggalkan ibunya sendirian. Konoha Academy adalah sekolah tempat anak-anak yang memiliki kemampuan 'special', dan petualangan baru pun di mulai. Di sana banyak hal menarik yang terjadi (fic ini terinspirasi dari Anime/Manga 'Alice Academy')

.

.

I just wanna say, if you don't like?! Don't read! Don't flame too! Just go back. Thanks.

.

.

Chapter 2 : Angel's Wing

.

.

Aku tidak peduli. Biarpun hanya satu hari atau bahkan satu menit, aku tidak peduli. Aku ingin menikah denganmu karena aku sangat mencintaimu. Kata orang cinta itu seperti sebelah sayap yang hanya bisa terbang jika kita saling berpelukkan. Angel's Wing. Kau sudah tidak memilikinya bukan? Kalau begitu jadikan saja aku sebagai sayap barumu, Minato-kun—Kushina Uzumaki—

oooOOcherryblossomOOooo

.

.

.

Satu hari sebelum misi...

Hari ini jadwal pelajaran terakhir di Konoha Academy adalah kelas khusus. Mengapa disebut kelas khusus? Kelas khusus adalah kelas di mana para siswa/siswi Konoha Academy di beri pengajaran secara khusus. Kelas yang telah disesuaikan dengan ability yang mereka miliki. Baik soal fasilitas maupun guru pembimbingnya.

Naruto kebagian latihan di kelas Alfa 7. Ia pun memasuki kelas tersebut. Belum ada seorang murid pun yang datang, namun seorang guru sudah duduk di kursinya. Mungkinkah mereka semua terlambat? Merasa penasaran, Naruto pun bertanya pada guru tersebut...

"Sensei di mana murid-murid yang lain? Apa mereka semua belum datang?"

"Muridku sudah datang. Silakan duduk Naruto!"

"Sebentar, maksud sensei muridnya hanya aku seorang?" tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Ya, hanya kau!"

"EH? DOUSHITE?"

"...karena memang hanya kau murid yang memiliki Wind Abillity di Konoha Academy."

"Lalu bagaimana dengan murid-murid yang lain. Murid-murid yang memiliki Fire Ability misalnya?"

"Mereka ada di Delta 8. Hanya ada 12 murid di sana. 7 orang dari Uchiha clan, dan sisanya dari Sarutobi clan. Fire Ability memang kemampuan bawaan yang dimiliki oleh kedua clan tersebut. Selain mereka tidak ada yang lain."

"Bagaimana dengan murid-murid dengan Illusion Ability?"

"Mereka di Alfa 3. Di sana muridnya juga hanya sedikit. Murid Alfa 3 hanya 7 orang saja."

"Lalu kelas apa yang muridnya paling banyak?"

"Healing Ability. Mereka di Delta 9. Jumlah muridnya lebih dari 50 orang."

"Begitu. Jadi aku hanya sendirian?"

"Ya. Sebelum kita mulai pelajarannya, aku akan memperkenal diri. Namaku Sarutobi Asuma. Aku adalah guru pembimbingmu!"

"Jadi anda suaminya Kurenai-sensei?"

"Benar. Bisa kita mulai pelajarannya Naruto?"

"Silakan, sensei!"

"Baiklah kita mulai dengan teori tentang Nature of Ability..."

"Yosh!"

"Kita mulai dari Wind Ability. Wind bisa memotong segalanya. Entah itu benda, pohon, bangunan, atau bahkan tubuh manusia dan monster. Namun kekuatan yang besar pasti membutuhkan resiko yang besar pula. Begitu juga dengan Wind, daya serap chakra Wind Ability sangatlah besar sehingga chakra di dalam tubuh penggunanya tidak bisa berfungsi dengan normal. Mereka yang belum bisa mengendalikan kekuatannya atau mereka yang terlalu berlebihan menggunakan kekuatan tersebut, chakra-nya akan terserap dengan cepat, bahkan yang lebih parah Wind bisa menjadi senjata makan tuan sebab kekuatan Wind yang paling besar bisa memotong saraf-saraf di dalam tubuh. Sistem saraf yang rusak akan menyebabkan luka dalam. Jika hal tersebut terus berlangsung, perlahan-lahan umur penggunanya akan semakin berkurang. Itulah sebabnya Wind disebut sebagai tipe ability yang bisa memperpendek umur penggunanya."

"Menakutkan..." gumam Naruto.

"Selanjutnya Fire Ability. Sama halnya dengan Wind, kekuatan Fire Ability juga sangat luar biasa. Fire bisa membakar segalanya. Jika penggunanya terlalu berlebihan dalam menggunakan kekuatan tersebut, dirinya akan ikut hangus terbakar. Itu karena pada saat Fire Ability aktif, suhu tubuh penggunanya akan ikut memanas. Hal itu disebabkan karena pengguna Fire Ability memiliki chakra istimewa. Chakra berwarna orange."

'Mengerikan.'

"Selanjutnya adalah Lighting Ability. Sama halnya dengan Wind Ability, Lighting Ability juga memiliki daya serap chakra yang besar. Jika penggunanya terlalu berlebihan dalam menggunakan kekuatan tersebut, maka tubuhnya akan mati rasa. Resiko terburuk adalah, penggunanya bisa lumpuh total dan hal tersebut bersifat permanent."

'Hii, menakutkan!'

"Berikutnya Water Ability. Water Ability memang tidak begitu banyak menyerap chakra, namun jika penggunanya terlalu berlebihan dalam menggunakan kekuatan tersebut, itu bisa sangat merugikan. Hal itu dikarenakan Water Ability bisa memicu bencana alam seperti Tsunami dan Banjir."

'Jika kita memiliki Water Ability, Lighting Ability, sekaligus Wind Ability, apa kita bisa membuat badai dan mendatangkan hujan?' pikir Naruto,

"Kita bahkan bisa membuat badai dan mendatangkan hujan jika kita memiliki Lighting, Wind, sekaligus Water Ability tetapi hal tersebut pasti akan sangat beresiko."

'Eh? Apa Asuma-sensei bisa membaca pikiran seperti Kurenai-sensei?'

"Terakhir, Earth Ability. Earth Ability sangat berguna untuk membentuk perisai yang kokoh. Cocok untuk posisi bertahan, namun jika kita terlalu berlebihan menggunakan kekuatan tersebut akan sangat berbahaya. Earth Ability tidak hanya bisa memicu gempa bumi, tetapi juga bisa menghancurkan segalanya...termasuk bumi yang kita pijak. Jika hal tersebut terjadi, tidak hanya orang lain yang akan menjadi korban...dirinya sendiri juga bisa mati. Itulah keistimewaan sekaligus resiko dari Nature of Ability."

'Hii, semuanya mengerikan.'

"Selanjutnya kita langsung ke praktek!"

"YOSH!" seru Naruto bersemangat.

Selanjutnya Asuma mengajari Naruto teknik dasar, seperti cara memanggil angin dan juga cara menyalurkan chakra pada senjata yang digunakan. Semakin tipis dan tajam chakra dalam senjata tersebut, semakin hebat pula kekuatan pemotongnya. Setelah sesi istirahat selama satu jam, latihan pun dilanjutkan. Asuma mengajari Naruto teknik pengendalian Wind Ability.

.

.

.

Sesi latihan selesai, Naruto memutuskan ke perpustakaan Konoha Academy untuk mengumpulkan informasi-informasi penting mengenai Wind Ability sekaligus teknik fuinjutsu. Ia menemukan sebuah buku berjudul 'Wind Ability, kemampuan bawaan yang dimiliki Namikaze clan'. Naruto tersenyum lalu mengambil buku tersebut. Selanjutnya ia mencari ke rak-rak lainnya hingga akhirnya ia menemukan buku tentang fuinjutsu. Naruto tertegun saat membaca judul buku yang terletak disamping kanan buku tentang fuinjutsu tersebut. Buku tersebut berjudul "Angel's Wing" by Kushina Uzumaki. Rupanya buku itu adalah karangan ibunya, pantas sampulnya berwarna merah. Naruto pun mengambil buku tersebut.

Malam harinya Naruto membaca halaman demi halaman buku karangan ibunya,

.

.

Page 1 (Angel)

Angels. Mereka tidaklah immortal seperti para monster bijuu, tetapi mereka tidak pernah sakit. Mereka tidak akan pernah menua, sebab pertumbuhan fisik mereka terhenti di usia 30 tahun. Itulah sebabnya mereka semua awet muda, tidak seperti kami—Manusia—

Sosok mereka yang selama ini kami lihat, bukanlah sosok mereka yang sesungguhnya. Sosok asli mereka jauh lebih mempesona dari sosok yang selama ini kami lihat. Mereka semua bercahaya dan memiliki sepasang sayap. Sepasang sayap putih yang terlihat kuat dan suci. Namun diantara mereka juga ada yang bersayap hitam. Awalnya sayap mereka juga berwarna putih tetapi semenjak mereka bersekutu dengan kaum Devil, kegelapan menguasai hati dan otak mereka...sepasang sayap mereka pun berubah menjadi hitam.

.

.

Page 2-3 (Wujud Kaum Angel yang Sebenarnya)

Aku tidak pernah melihat sosok asli Minato. Entah bagaimana caranya virus itu membuat mereka tidak bisa lagi memunculkan sayap mereka. Berdasarkan informasi yang kami dapat dari clan Hyuuga, Minato dan semua Angel yang terjangkit virus tersebut, tidak bisa lagi berubah menjadi sosok asli mereka. Sepasang sayap indah mereka lenyap, begitu juga cahaya menyilaukan yang menyelimuti seluruh tubuh mereka kala mereka dalam mode Angel mereka yang sesungguhnya...walau virus itu sudah lenyap dari tubuh mereka sekalipun. Namun biarpun begitu mereka tetaplah kaum Angel, sebab keistimewaan yang mereka miliki sejak lahir tidak pernah hilang.

Konoha Academy memiliki rekaman pertandingan murid-murid Hi Academy sebelum mereka terjangkit virus itu. Hi Academy adalah sekolah untuk kaum Angel muda yang terletak di pusat desa. Biarpun itu hanya sebuah rekaman video, demi Kami-sama...Minato sangat sempurna. Dia begitu mempesona. Sayapnya sangat indah, membuatku ingin sekali di bawa terbang olehnya. Cahaya yang menyelimuti tubuhnya begitu menyilaukan seperti matahari. Aku bahkan sampai nosebleed hingga pingsan. Minato benar-benar tampan. Jauh lebih keren dari sosoknya yang selama ini aku lihat.

Aku juga pernah melihat sosok asli kaum Angel berjenis kelamin wanita dengan mata kepalaku sendiri. Mereka sangat cantik seperti bidadari. Begitu mempesona dan sangat menyilaukan. Aku pernah bertanya pada Hizashi-san...

"Kenapa kalian menyembunyikan sosok asli kalian?"

Hizashi-san bilang, ini adalah peraturan semenjak zaman nenek moyang mereka dulu. Mereka terlalu menyilaukan. Itulah sebabnya mereka semua diwajibkan untuk menyembunyikan sosok asli mereka dengan cara merubah sosok mereka seperti manusia.

.

.

Page 4-5 (My First Love)

Pertama kali aku bertemu dengan Minato, aku menganggapnya sebagai orang yang payah karena dia terlihat lemah dan menyedihkan. Hampir setiap hari wajahnya terlihat pucat, tetapi kenyataannya tubuh Minato memang sangat lemah. Saat di Taikoku Gakuen, dia bahkan sering sekali pingsan di depanku. Aku pernah membawanya ke Rumah Sakit. Dokter yang saat itu merawatnya mengatakan, gejala-gejala yang di alami oleh Minato memang sama persis dengan gejala penyakit Leukemia tetapi Minato tidak sakit Leukemia. Aneh memang. Dokter itu juga mengatakan, virus yang berada dalam tubuh Minato adalah sejenis virus yang tak dikenal di dunia medis. Virus yang bahkan jauh lebih ganas dari virus penyebab Leukemia.

Aku menangis saat itu, walau aku sering sekali mengejek dan meremehkan Minato...sebenarnya jauh di lubuk hatiku aku sangat mencintainya. Minato adalah cinta pertamaku. Rasa cintaku padanya bahkan semakin besar seiring berjalannya waktu.

Aku tidak mau kehilangan Minato. Demi membuatnya tetap bertahan hidup, aku rela melakukan apa saja! Aku bahkan rela Kami-sama mengambil nyawaku jika hal itu bisa ditukar dengan kehidupan Minato. Demi membuatnya terus berada di sisiku, aku selalu memaksanya untuk mengkonsumsi obat-obatan herbal karena tidak ada satu pun obat dokter yang bisa menyembuhkan penyakitnya. Namun takdir berkata lain. Hari itu aku hampir kehilangan Minato untuk selamanya. Dia selalu berkata padaku,

"Jangan pernah mencintaiku! Biarpun aku sangat mencintaimu, waktuku sudah tidak banyak lagi. Lupakan aku, karena jika kau terus mengingatku...itu akan sangat menyakitkan!"

Aku tidak peduli dan malah memaksanya untuk menikah denganku. Kutegaskan padanya, biarpun hanya satu hari atau bahkan satu menit...aku tidak peduli! Bagiku yang terpenting kami saling mencintai dan dia sudah syah menjadi suamiku. Minato sangat tersentuh dengan ucapanku. Dia bilang, dia bisa melihat ketulusan dari mataku dan dia sangat mempercayaiku. Biarpun awalnya dia merasa ragu, pada akhirnya dia setuju untuk menikah denganku. Kami pun menikah dan aku sangat bahagia.

Malam itu juga aku melakukan itu dengannya. Bagaikan sebuah keajaiban, Minato sembuh. Saat itu aku bersumpah, kelak jika anak kami lahir...aku akan memenuhi anak kami dengan cinta karena virus tersebut benar-benar lenyap tak berbekas dari tubuh Minato setelah kami melakukan hubungan sex untuk pertama kalinya.

.

.

"APA?" Naruto cengo dengan wajah memerah seperti tomat matang, jadi virus itulenyap setelah kedua orang tuanya melakukan hubungan sex untuk pertama kalinya?

Akhirnya karena masih penasaran, ia melanjutkan kegiatan membacanya yang sempat terhenti.

.

.

Page 6-7 (Asal-usul Konoha Academy)

Minato mengajakku ke Konoha. Tsunade-sama dan Jiraya-sama menyambut kepulangan Minato dengan penuh haru biru. Minato bahkan langsung diangkat menjadi Yondaime karena pemimpin Konoha sebelumnya—Hiruzen Sarutobi—telah menunjuk Minato sebagai penerusnya.

Lima tahun lalu, Konoha yang awalnya adalah sebuah desa dialih fungsi-kan menjadi sebuah sekolah untuk anak-anak jenius. Anak-anak dari keturunan murni dan juga kaum Mid-Angel yang memiliki kekuatan istimewa.

Konoha Academy memang sengaja didirikan setelah Sandaime dan ratusan kaum Angel lainnya tewas. Mereka semua tewas akibat salah satu murid Sandaime sendiri—Orochimaru—yang telah bersekutu dengan kaum Devil demi ambisinya menjadi seseorang yang immortal. Minato sangat kaget mendengarnya. Ia sangat menyesal. Ia merasa tidak berguna karena saat insiden tersebut ia tidak berada di Konoha. Semua itu gara-gara pengusiran secara sepihak itu. Namun berkat ucapanku, akhirnya ia sadar...seandainya saat itu ia berada di Konoha sekalipun, ia belum tentu bisa ikut menolong mengingat virus tersebut masih menggerogoti tubuhnya secara perlahan-lahan.

Hal yang paling aku ingat saat itu adalah, para petinggi Konoha tidak mau menerima kehadiran kami—Manusia— Mereka bilang kami telah melanggar kodrat Tuhan karena telah jatuh cinta pada kaum Angel. Kami dan kaum Angel memang berasal dari dunia yang berbeda, tetapi bukankah cinta itu tidak butuh alasan? Perasaan itu tidak bisa dipaksakan!

Mereka mengusir kami semua tetapi Minato yang saat itu sudah resmi menjabat sebagai Yondaime memiliki sebuah hak veto dan dia meminta kami untuk tetap tinggal di Konoha. Sayangnya para petinggi tetaplah orang-orang yang memiliki wewenang mutlak. Wewenang yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun semenjak zaman Shodaime masih anak-anak. Mereka memang mengijinkan kami untuk tetap tinggal, tetapi hanya satu tahun dan tidak boleh lebih dari itu. Jika kami bersikeras melanggar keputusan tersebut, kami akan di hukum mati.

.

.

Page 8-10 (Tujuan Utama Konoha Academy)

Selama satu tahun itulah, aku mempelajari banyak hal di sini. Tentang kaum Angel. Asal-usul mereka. Tentang para pengkhianat yang bertujuan menguasai dunia. Ya, salah satu dari para pengkhianat itu adalah Orochimaru dan Danzo. Sandaime-lah yang pertama kali menemukan bukti-bukti kejahatan Orochimaru dan Danzo (Minato yang menceritakannya padaku. Dia sendiri juga mengetahui informasi tersebut dari Tsunade-sama dan Jiraya-sama).

Jiraya-sama bilang tepat satu tahun setelah Minato dan yang lainnya di usir dari Konoha, Sandaime dan beberapa orang Anbu menemukan sehelai bulu hitam di kediaman Orochimaru. Anbu adalah pasukan khusus yang di bentuk oleh para petinggi Konoha. Mereka juga disebut sebagai Guardian para pemimpin Konoha. Saat itulah pertama kalinya seluruh warga Konoha sadar bahwa Orochimaru telah bersekutu dengan kaum Devil demi ambisinya untuk menjadi seorang yang immortal, sekaligus untuk menghancurkan dan menguasai dunia.

Danzo dan Orochimaru akhirnya di asingkan ke sebuah pulau terpencil oleh para petinggi Konoha. Pulau yang jauh dari Konoha ataupun wilayah manusia. Namun rupanya pengasingan tersebut malah membuat Danzo dan Orochimaru semakin dikuasai oleh kegelapan. Mereka bahkan membentuk sebuah organisasi. Organisasi yang di beri nama Akatsuki. Ciri khas organisasi tersebut adalah, mereka mengenakan jubah hitam dengan motif awan merah.

Misi pertama organisasi tersebut adalah menculik semua monster penghuni Death Forest. Death Forest adalah daerah terlarang di Konoha. Menurut rumor yang beredar, para penghuni Death Forest adalah makluk-makluk mistis dan juga monster-monster. Monster-monster tersebut akhirnya dijadikan objek penelitian oleh Orochimaru dan Danzo. Mereka memodifikasi monster-monster tersebut sedemikian rupa. Monster-monster itulah yang membantu Orochimaru membalaskan dendamnya pada Konoha. Pembalasan dendam yang berhasil merenggut nyawa Sandaime, belasan Anbu, dan ratusan kaum Angel lima tahun yang lalu.

Itulah alasan sebenarnya Konoha Academy didirikan. Mereka mendirikan Konoha Academy untuk merekrut pasukan yang baru. Pasukan yang diharapkan bisa mengalahkan Orochimaru, Danzo, bahkan Uchiha Madara.

Aku mulai dikuasai oleh ketakutan. Itu berarti anakku dan Minato, kelak akan menjadi bagian dari Konoha Academy dan aku tidak ingin kehilangan anak kami.

Murid-murid Academy akan diberikan misi-misi yang berbahaya. Mengendalikan kekuatan mereka dan melindungi kaum manusia bukanlah tujuan utama Konoha Academy, sebab tujuan utama Konoha Academy adalah "Mendidik pasukan baru mereka agar jauh lebih kuat untuk bisa melenyapkan para pengkhianat".

.

.

Page 11-12 (Anak kami)

10 September xxxx

Hari ini tepat delapan bulan usia kandunganku. Itu berarti bulan depan anak pertama kami akan segera lahir ke dunia. Aku tidak sabar melihat wajah mungil-nya. Aku memiliki banyak pertanyaan,

"Kira-kira anak kami laki-laki atau perempuan, ya?"

Minato sangat yakin bahwa anak kami laki-laki. Dia bahkan sudah menyiapkan nama untuk anak kami. Sebuah nama yang dia ambil dari novel perdana Jiraya-sama. Nama tokoh utama dalam novel tersebut. Aku hanya berharap, semoga kelak anak kami tidak ketularan mesum-nya Jiraya-sama. :P

"Kelak jika anak kami lahir, apakah dia akan memiliki sayap?"

Do'a dan harapanku saat itu hanyalah satu, 'Seperti apapun anak kami, semoga dia selalu sehat dan terlahir dengan kondisi sempurna (tidak cacat).'

"Kira-kira anak kami nanti akan mirip denganku atau Minato, ya?"

Aku harap dia mirip dengan Minato dalam segi fisik sekaligus kecerdasan jika dia laki-laki, dan mirip denganku jika dia perempuan. Aku juga berharap semoga anak kami adalah manusia biasa sepertiku, karena aku tidak ingin dia berada dalam bahaya. Entah kenapa aku semakin takut dengan tujuan utama Konoha Academy.

"Aku sangat mencintaimu Minato-kun!"

Kata orang cinta itu seperti sebelah sayap yang hanya bisa terbang jika kami saling berpelukkan. Angel's Wing. Kau sudah tidak memilikinya bukan? Kalau begitu jadikan saja aku sebagai sayap barumu, Minato-kun!

Love You—Kushina.

.

.

"Begitu rupanya. Sayap Otou-san lenyap gara-gara virus laknat itu dan Okaa-san bersedia menjadi sayap pengganti untuk Otou-san. Oh God, they are so sweet. I love them."

oooOOcherryblossomOOooo

.

.

.

First Mission...

"LEPASKAN ANAK ITU MAKHLUK JELEK! KALAU TIDAK AKU AKAN MENEMBAKMU!" teriak seorang wanita berseragam polisi dengan lantang.

Wanita itu menodongkan pistolnya pada sosok makhluk yang tengah menggendong seorang anak laki-laki di punggungnya. Anak laki-laki berusia sekitar 7 tahun yang sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Wanita cantik itu menatap tajam makhluk itu dengan sepasang onyx-nya.

"Tidak mau. Aku akan membawanya ke tempat Orochimaru-sama supaya anak-anak itu bisa dijadikan temanku!" tegas sosok monster muda berbentuk manusia namun memiliki kepala yang serupa dengan bawang itu. Wajahnya berwarna dark blue. Sepasang matanya bulat dan berwarna hitam. Di atas kepala monster itu tumbuh tiga bawang daun yang sepertinya adalah helaian rambut dari monster tersebut.

"Manusia jangan ikut campur kalau tidak ingin mati!" ancam monster itu,

"Kau yang akan mati!"

'Dor!'

Wanita itu menembakkan pistolnya. Peluru itu memang menembus dada monster tersebut sehingga meninggalkan sebuah lubang di sana. Namun beberapa detik kemudian. Luka yang di dapatkan monster tersebut menghilang.

"Hahaha, sudah kubilang kan!" monster tersebut tertawa terbahak-bahak sebelum akhirnya membuka mulutnya dan menyemburkan sebuah asap berwarna hijau.

Wanita itu tidak bisa menahan bau bawang yang begitu menusuk hidungnya. Akhirnya wanita itu pun tumbang dan pingsan.

"Teme! Apa yang kau lakukan pada ibuku?" teriak seseorang dari kejauhan, tiga orang lainnya menyusul langkah orang itu.

"Hah? Polwan itu ibunya Sasuke-kun?" kaget satu-satunya gadis diantara mereka.

"Dia pengganggu, makanya kubuat dia pingsan!"

Monster itu meletakkan anak laki-laki tadi di atas tanah, lalu mulai mengeluarkan akar-akar berduri dari kedua tangannya. Tubuh Sasuke terikat. Kulitnya terluka akibat goresan duri-duri tajam tersebut.

'Fuuuu'

Naruto mulai bersiul. Angin datang dan memotong akar-akar yang mengikat Sasuke. Sasuke pun terlepas dari ikatan monster itu. Dari telapak tangan Sasuke muncul api. Sasuke mengarahkan telapak tangannya ke arah monster tersebut. Api itu pun meluncur dengan cepat dan mengenai tubuh monster bawang. Dalam sekejap tubuh itu hangus terbakar. Namun satu menit kemudian tubuh hangus itu kembali seperti semula, bahkan tidak ada sedikitpun luka bakar yang tertinggal.

Mata Sakura membulat tak percaya. Tidak mungkin. Kenapa monster bawang itu bisa kembali bangkit hanya dalam hitungan satu menit? Ia melirik ke arah Kakashi, pria berambut perak itu tampak menganalisa sesuatu.

"Aku bukan Temari, jadi aku tidak bisa membaca kemampuan musuh melalui aura yang di keluarkan oleh monster itu...tetapi aku yakin monster itu pasti memiliki kelemahan."

Kakashi mencabut pedangnya. Chakra mengalir dalam pedang itu dan membentuk kilatan listrik. Ia pun melesat cepat dan langsung menusuk jantung monster itu dengan pedang petirnya. Monster itu tumbang. Darah berwarna hijau merembes dari dadanya yang sudah berlubang. Hanya dalam hitungan satu menit monster itu kembali bangkit. Darah hijau berhenti mengalir, dan lubang di dada monster tersebut menghilang secara perlahan.

Naruto mengeluarkan kunai bermata tiga dari dalam tas persenjataannya. Kunai bermata tiga itu ia dapatkan kemarin malam dari seseorang yang tidak ia ketahui, sebab Naruto tidak melihat orang itu. Saat itu seseorang mengetuk pintu kamarnya tapi setelah Naruto membuka pintu tersebut, tidak ada siapapun di sana. Di depan pintunya hanya ada sebuah kotak berukuran sedang, dan isi dari kotak tersebut adalah 6 buah kunai bermata tiga yang saat ini di pegangnya.

Naruto memejamkan matanya. Chakra biru melapisi kunai bermata tiga tersebut. Kunai itu ia lemparkan ke arah monster bawang dan mengenai bawang daun di atas kepala monster tersebut.

"Dobe apa yang kau lakukan? Lemparan kunaimu jelek sekali!" ejek Sasuke,

"Benar. Kenapa lemparanmu bisa meleset seperti itu Naruto?" sambung Sakura,

"Aku hanya ingin mencobanya saja!" ujar Naruto sambil tersenyum. Beberapa detik setelah itu monster itu tumbang dan tidak bangkit lagi.

"APA? JADI BAWANG ITU KELEMAHANNYA?" teriak Sakura,

'Dia...bagaimana bisa?' pikir Sasuke,

"Wah! Wah! Mission complete!" puji Kakashi sambil tersenyum di balik maskernya,

"GRRRR! APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA ANAKKU?" geram sosok monster bawang dewasa yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang tubuh Kakashi. Reflek monster itu menjatuhkan kertas belanjaannya yang berisi banyak bawang daun.

Monster itu memeriksa kondisi anaknya. Anaknya tidak bernafas. Detak jantungnya pun tak terdengar. Dengan amarah yang meluap-luap monster itu menyemburkan asap berwarna hijau ke arah Sasuke, Naruto, Sakura, dan Kakashi.

"Perisai!" teriak Sakura. Sebuah perisai berwarna pink bening tercipta. Keempat orang itu terlindungi dari asap hijau yang di semburkan monster bawang.

Kemampuan Sakura memang hanyalah sebuah 'Illusion' tetapi ilusi yang di ciptakan olehnya selalu berfungsi layaknya benda nyata.

"Bagus, Sakura!" puji Kakashi.

Asap hijau tersebut menghilang secara perlahan-lahan. Sakura menghilangkan perisainya. Monster bawang merentangkan kedua tangannya. Akar-akar berduri muncul dari kedua telapak tangannya, dan dalam hitungan detik akar berduri tersebut berhasil mengikat keempat orang di depannya.

"Aoww!" Sakura meringis setelah duri-duri tajam tersebut menggores kulitnya.

Mereka berempat tidak bisa bergerak. Naruto hendak memanggil angin namun monster tersebut terlanjur membekap mulutnya dengan daun-daun yang mulai tumbuh dari akar-akar berduri. Monster tersebut semakin memperkuat ikatannya. Naruto dan yang lainnya mulai sulit untuk bernafas. Terlebih lagi kini tubuh mereka sudah penuh dengan darah akibat goresan tajam duri. Kakashi memejamkan kedua matanya. Seketika kilatan listrik keluar dari dalam tubuhnya. Akar berduri yang mengikat mereka pun melonggar akibat kilatan listrik tersebut merembet hingga mengenai monster bawang. Akhirnya akar berduri itu pun lenyap. Kakashi dan yang lainnya jatuh ke tanah dalam posisi terlentang.

"Ugh! Sensei kenapa kau menyetrum kami juga?" protes Sakura,

"Gomen aku tidak bermaksud begitu."

"Tidak bermaksud apanya?" teriak Naruto dan Sasuke bersamaan,

"Jangan berdebat dulu. Monster bawang itu masih hidup!" tegas Kakashi,

Monster bawang kembali menyemburkan asap hijaunya. Kali ini Sakura tidak sempat mengeluarkan perisainya karena aliran listrik yang ditimbulkan oleh Kakashi masih menimbulkan efek pada tubuhnya.

"Ukh! Bau sekali. Menjijikan. Perutku langsung mual!" maki Naruto.

Asap tersebut benar-benar menusuk hidung mereka. Efeknya luar biasa. Pusing. Mual. Akhirnya Sakura, Naruto, dan Sasuke pun jatuh pingsan. Keuntungan untuk Kakashi karena ia menggunakan masker. Akhirnya Kakashi bertarung habis-habisan dengan monster bawang. Berkali-kali Kakashi mengincar bawang daun yang tertanam di atas kepala botak monster itu, namun berkali-kali itu juga dia gagal. Pertarungan berlangsung sengit. Kakashi menggunakan chidori, namun percuma monster bawang bisa kembali bangkit walau chidori Kakashi berhasil menembus jantung dan melubangi dadanya. Kakashi sudah memutuskan untuk tidak mengeluarkan Water Ability-nya. Ia khawatir monster bawang akan jauh lebih kuat jika terkena air mengingat monster itu adalah sejenis tanaman.

Ketiga orang muridnya mulai siuman. Mereka bertiga kembali berdiri. Sakura memejamkan matanya. Beberapa detik kemudian pohon yang berada di belakang monster bawang hidup dan menghentikan pergerakkan liar monster bawang. Sasuke menyemburkan api besar dari dalam mulutnya. Akhirnya monster bawang tersungkur jatuh dan hangus. Saat monster tersebut kembali berdiri dan hendak memulihkan diri, Kakashi lekas menggunakan Lighting Ability-nya. Listrik menyetrum tubuh monster bawang yang masih setengah hangus. Naruto kembali menyalurkan chakra pada kunai bermata tiganya. Selanjutnya ia melempar kunai itu dan berhasil memotong bawang di atas kepala monster tersebut. Monster bawang tumbang dan akhirnya mati.

"Mission complete!" ujar Sasuke,

Sakura lekas berlari ke arah Mikoto. Naruto berlari ke arah anak laki-laki yang hendak diculik oleh anak monster bawang tadi. Sedangkan Kakashi segera melapal sebuah jurus. Tubuh kedua monster bawang itu pun lenyap tersambar petir dari atas langit yang semakin gelap.

.

.

.

"Kenapa Okaa-san selalu bersikap nekad seperti itu? Sudah kubilang jangan pernah melibatkan dirimu dalam bahaya lagi!" ujar Sasuke setelah mereka membawa Mikoto ke rumahnya.

"Sasuke aku memang manusia biasa tetapi aku adalah seorang polisi sekaligus istri dari ayahmu. Apa tidak boleh aku membantu kalian walau hanya sedikit?"

"Bukan begitu. Aku hanya khawatir. Aku tidak ingin Kaa-san terluka!"

"Sudahlah Sasuke! Yang penting aku tidak terluka, bukan?"

"Dasar keras kepala!"

Mikoto hanya membalas ucapan Sasuke dengan tawanya. Ia pun melanjutkan kegiatan memasaknya. Mikoto memang menyuruh Sasuke dan teman-temannya mampir sebentar untuk makan malam bersama. Ia tahu waktu makan malam sudah sangat terlambat karena ini sudah pukul sebelas malam, namun ia yakin Sasuke dan teman-temannya pasti lelah setelah menjalankan misi. Sasuke dan yang lainnya menurut saja karena Mikoto begitu memaksa.

Setelah semua masakannya matang, Mikoto meminta Sasuke untuk membantunya membawa semua makanan itu ke meja makan. Sakura, Naruto, dan Kakashi menunggu di meja makan sejak tadi. Akhirnya mereka semua pun makan bersama. Selesai makan, Sakura membantu Mikoto mencuci piring-piring kotor.

.

.

"Sasuke apa kau tidak bisa menginap di sini semalam saja?" tanya Mikoto dengan wajah memelas saat Kakashi pamit pergi.

"Sensei apa aku boleh menginap? Aku janji tidak akan terlambat masuk sekolah, besok!"

"Hmm, baiklah. Kau memang harus sering mengunjungi ibumu apalagi Fugaku-san dan Itachi-kun jarang punya waktu untuk mengunjungi ibumu."

"Arigatou sensei."

Kakashi hanya membalas ucapan Sasuke dengan senyumannya. Setelah itu Sakura pamit pada Mikoto sebelum akhirnya menyusul Kakashi dan Naruto yang sudah berjalan di depannya.

oooOOcherryblossomOOooo

.

.

.

"Sharingan. Rupanya Shukaku masih di bawah pengaruh Uchiha Madara!" ucap Shikamaru.

Saat ini ia tengah mengikat pergerakkan Shukaku dengan Shadow Manipulation Ability-nya. Chouji menyerang Shukaku dengan Body Manipulation Ability-nya. Tubuh Chouji kini berubah menjadi tubuh penuh duri seperti landak. Shukaku berhasil dilukai. Butiran-butiran pasir mulai berjatuhan dari tubuh Shukaku. Namun Shukaku belum kalah karena ukuran badannya terlalu besar seperti raksasa.

"Dasar bocah-bocah tidak berguna! Kalian tidak mungkin bisa mengalahkanku!"

"Kita bertahan sebentar lagi Shikamaru! Sebentar lagi Asuma-sensei dan Ino pasti akan segera datang."

Shukaku masih terus berusaha melepaskan diri dari ikatan bayangan yang di buat oleh Shikamaru. Shikamaru mulai mengeluarkan keringat. Shukaku semakin berontak. Ikatan bayangan yang di buat Shikamaru mulai melonggar, namun Shikamaru tidak ingin menyerah. Ia terus mengerahkan seluruh kekuatannya.

"Teman-teman, maaf aku terlambat!" ujar Ino sambil berlari ke arah kedua temannya,

"Ada apa dengan wajahmu Ino? Kenapa wajahmu memerah seperti itu, bahkan sepertinya kau baru saja nosebleed?" tanya Chouji,

"Tadi saat aku dan Asuma-sensei mengevakuasai orang-orang di sekitar sini, Sensei…umm dia…" Ino semakin blushing.

"Dia berubah menjadi sosok aslinya maksudmu?" tebak Shikamaru,

"Ya. Setelah aku memberikan bunga-bunga 'special' pada orang-orang itu, mereka semua langsung tertidur. Lalu sensei memunculkan sayapnya dan membawa orang-orang itu terbang. Kyaa! Sensei sangat keren dan bercahaya!"

Shikmaru dan Chouji sweatdrop. Ino tekejut saat melihat pergerakkan Shukaku semakin liar. Shikamaru semakin memperkuat ikatannya tetapi Shukaku tidak menyerah. Shukaku terus berusaha untuk bisa terlepas dari ikatan Shikamaru.

"Aku akan membantumu menahan gerakkannya!" tegas Ino.

Ino merentangkan kedua tangannya. Tangkai mawar raksasa berduri muncul dan mengikat tubuh Shukaku. Duri-duri tajam tersebut menembus tubuh Shukaku. Butiran pasir dari tubuh Shukaku mulai berjatuhan sedikit demi sedikit.

"GROARRR!"

Shukaku menggeram. Shukaku semakin bergerak liar. Ikatan bayangan Shikamaru pun lepas. Begitu juga dengan akar-akar berduri milik Ino. Ino dan Shikamaru terlempar. Tubuh mereka menabrak pohon hingga akhirnya keduanya memuntahkan darah dari mulut mereka.

"Ukh!" ujar Ino dan Shikamaru bersamaan.

Chouji mengubah tubuhnya manjadi sepertiyoyo raksasa. Ia pun menggelinding ke arah kaki Shukaku. Shukaku sempat kehilangan keseimbangan, namun Shukaku tidak sampai terjatuh.

"Akan kubunuh kalian!" teriak Shukaku. Shukaku menendang Chouji dengan kaki besanya. Chouji pun terlempar dan badannya menabrak pohon hingga mulutnya memuntahkan darah.

"Ukh! Dia kuat sekali!" ujar Chouji.

Shikamaru tersentak saat ia melihat kedua pipi Shukaku mengembung seperti akan memuntahkan sesuatu. Apakah Shukaku berniat menembakkan bijuudama-nya? Tidak. Itu tidak boleh terjadi.

"INO! CHOUJI! BERLINDUNG!" teriak Shikamaru sembari berusaha berdiri,

'BOOMMM!'

"Apa kami terlambat?" tanya seseorang,

Shikamaru membuka matanya yang tadi sempat terpejam. Sebuah perisai yang tercipta dari Earth Ability melindunginya dan teman-temannya. Rupanya yang di muntahkan oleh Shukaku tadi bukanlah bijuudama tetapi hanya bola angin raksasa.

Ino tersenyum saat melihat bantuan datang. Mereka adalah Sai, Sasame, dan juga Uchiha Midori. Sai mulai melukis 5 ekor singa raksasa dengan Magic Drawing Ability-nya. Singa-singa itu melompat ke arah Shukaku dan menggigit kedua tangan Shukaku, kedua kakinya, dan juga ekornya. Sasame yang tadi memunculkan perisai dengan Earth Ability-nya segera berlari ke arah Ino dan membantunya berdiri.

"Arigatou Sasame-chan!" kata Ino sambil tersenyum,

Seorang gadis berambut hitam panjang yang diikat dengan gaya ponytail menghampiri Chouji. Ia mengulurkan tangan kanannya pada Chouji namun masih dengan wajah dinginnya seperti biasa. Mata onyx-nya menatap tajam.

"Arigatou Midori."

"Heh! Kenapa keturunan murni sepertimu bisa sampai tumbang seperti ini?"

"Hhh...Shukaku...dia terlalu kuat," jawab Chouji yang sudah kembali berdiri.

"Midori, bantu aku!" teriak Sai,

Midori shunshin menuju Sai. Rupanya kelima singa buatan Sai tadi sudah kembali menjadi tinta gara-gara amukan Shukaku. Midori pun segera memunculkan api dari kedua telapak tangannya. Lalu mengarahkan api tersebut pada Shukaku. Shukaku memunculkan perisai pasirnya. Tubuhnya jadi terlindungi dari serangan Midori.

"Kuso!" maki Midori,

Kedua pipi Shukaku kembali mengembung. Bola angin Shukaku melesat cepat ke arah Shikamaru dan teman-temannya. Ukuran bola angin Shukaku saat ini jauh lebih besar dari yang tadi.

'BOOOMMM!'

Kini pelindung yang di buat Sasame hancur berkeping-keping. Bola angin masih melesat dengan cepat. Chouji yang tidak ingin teman-temannya terluka akhirnya berubah menjadi sosok aslinya. Ia melindungi teman-temannya dengan kedua sayap-nya yang lebar.

"Kalian tidak apa-apa?"

Midori, Ino, dan Sasame blushing. Sasame dan Ino bahkan sampai nosebleed. Chouji sangat gagah. Badannya yang gendut berubah menjadi proporsional seperti Neji. Seluruh tubuhnya diselimuti oleh cahaya. Wajahnya pun terlihat lebih tampan dan tegas.

'Bruukk!' ketiga gadis itu pun pingsan berjamaah.

"Chouji apa yang kau lakukan? Kau membuat jumlah kita berkurang!" protes Shikamaru,

"Aku hanya ingin melindungi kalian. Mana aku tahu kalau ketiga gadis itu akan pingsan setelah melihat wujudku yang sebenarnya."

"Fuh! Troublesome!"

Sai tidak mempedulikan suasana di sekitarnya. Tatapan matanya tetap terfokus pada Shukaku. Ia kemudian melukis sebuah naga raksasa. Naga itu menyerang Shukaku. Sayangnya Shukaku mencabik-cabik naga itu hingga akhirnya naga itu kembali berubah menjadi tinta. Shukaku mulai memuntahkan bijuudama.

"Gawat. Chouji sayapmu tidak akan bertahan melawan bijuudama. Kuso! Apa kita semua akan mati disini?" ujar Sai.

'BOOMMM!'

Bijuudama melesat cepat ke arah Sai dan yang lainnya. Mereka bertiga pun memejamkan kedua mata mereka. Sai mengerutkan kening. Aneh, dia tidak merasakan rasa sakit sedikit pun. Sai lekas membuka kedua matanya. Begitu rupanya. Ternyata mereka terlindungi oleh perisai pasir Gaara. Perisai Gaara memang jauh lebih kuat dari perisai-perisai lainnya.

Perisai Gaara lenyap. Kini Shikamaru dan Sai blushing melihat sosok seseorang yang melayang di atas udara, tepat di samping kiri Gaara. Temari sangat cantik dengan wujud aslinya itu. Sayap putih-nya yang lebar begitu cantik. Rambut pirang kuncir empatnya berubah menjadi rambut pirang panjang yang tergerai indah. Tubuhnya diselimuti oleh cahaya. Tidak hanya itu, body-nya juga sexy sekali. Shikamaru dan Sai pun nosebleed lalu pingsan berjamaah.

'Bruukk!'

"Astaga! Apa aku secantik itu?" tanya Temari sweatdrop.

"Tentu saja. Kalau aku Mid-Angel, aku juga pasti akan langsung pingsan setelah melihat wujud aslimu," sambung Kankurou yang melayang di samping kanan Gaara.

Gaara dan Kankurou juga tidak kalah mempesona dengan Chouji dan Temari. Wujud asli Gaara bahkan paling tampan di antara mereka semua. Sayap putihnya terlihat begitu kokoh. Cahaya yang menyelimuti tubuhnya membuat suasana malam ini terlihat lebih terang.

"Chouji bawa mereka semua ke tempat yang aman! Biar kami yang melawan Shukaku!" perintah Gaara. Pandangan matanya masih terfokus pada sosok Shukaku yang saat ini terkurung oleh penjara yang terbuat dari pasirnya.

Chouji mengangguk. Ia kembali berubah menjadi sosok manusianya. Setelah itu dia memperbesar tubuhnya. Lalu mengangkat teman-temannya yang telah pingsan. Sesuai perintah Gaara, ia pun segera pergi menjauh dari area pertempuran. Pohon-pohon di sekitarnya tumbang karena terinjak kaki Chouji yang besar.

.

.

"Temari apa kelemahannya?" tanya Gaara,

"Hey, panggil aku Onee-san!" protes Temari,

"Baiklah. Jadi apa kelemahannya, Nee-san?" tanya Gaara sekali lagi. Temari tersenyum. Kemudian dia mulai menganalisa,

"Persis seperti yang dikatakan Yondaime, satu-satunya cara untuk bisa mengalahkannya adalah dengan menyegelnya. Dia immortal dan tidak memiliki kelemahan apapun. Ability yang dimilikinya adalah Wind."

"Kuso! Kemana Baki-sensei di saat-saat seperti ini? Harusnya dia yang menyegel Shukaku dengan Fuinjutsu Ability-nya!" maki Kankurou,

"Jangan khawatir. Aku juga bisa melakukannya. Aku pernah belajar Hakke Fuin dari Baki-sensei."

"Kalau begitu cepat segel dia sebelum..."

Perkataan Kankurou terhenti. Terlambat. Shukaku sudah berhasil terlepas dari kurungan Gaara. Kankurou segera mengeluarkan boneka-boneka miliknya. Boneka-boneka itu mulai menyerang Shukaku. Boneka yang satu mengeluarkan asap beracun, sedangkan yang satu lagi menusuk Shukaku dengan senjata-senjata tajam yang muncul dari tubuhnya.

"GRAAAA!"

Shukaku menghembuskan angin dari dalam tubuhnya. Seketika asap beracun itu pun lenyap. Setelah itu Shukaku menepis kedua boneka Kankurou itu dengan tangannya. Boneka Kankurou terlempar dan terhempas ke tanah. Sial! Magic Doll Ability-nya telah gagal.

"Nee-san, segel bijuu itu di dalam tubuhku!" ujar Gaara,

"APA? TIDAK! AKU TIDAK INGIN MENJADIKANMU JINCHUURIKI!"

"Kita tidaklah immortal seperti para monster bijuu. Itulah sebabnya, jika Shukaku tersegel di dalam tubuhku lalu suatu saat nanti aku mati...Shukaku akan ikut mati bersamaku."

"...tapi Gaara..."

"Jika kau menyegelnya dalam wadah yang lain belum tentu akan berhasil. Segel dia di dalam tubuhku!"

Gaara tetap bersikeras. Kedua kakaknya hanya bisa menghela nafas panjang. Akhirnya Temari mengangguk. Mungkin memang hanya itu satu-satunya cara.

"Baiklah, tapi sebelum aku menyegelnya...ayo kita kalahkan dia dulu!"

"Ha'i!" ucap Gaara dan Kankurou bersamaan. Mereka berdua melempar serangan bertubi-tubi pada Shukaku.

Shukaku yang kewalahan akhirnya terpojok. Shukaku nampak kesulitan menghindari serangan Gaara dan Kankurou. Saat ada sedikit celah, Shukaku lekas memuntahkan bijuudama-nya ke arah kedua orang itu.

'BOOMMM!'

Kali ini perisai pasir berbentuk Karura melindungi Gaara dan Kankurou. Temari yang jaraknya cukup jauh dari mereka tersenyum. Ya, ibu mereka memang selalu melindungi adik bungsunya sejak kecil.

Setelah perisai pasir itu menghilang. Gaara dan Kankurou kembali melancarkan serangannya. Kankurou mengeluarkan sebuah gulungan. Seratus boneka muncul dan melesat cepat menuju Shukaku. Shukaku menepis boneka-boneka itu. Puluhan boneka Kankurou jatuh menghantam tanah. Sisanya masih menyerang Shukaku degan pedang mereka. Shukaku memuntahkan bola angin. Boneka-boneka itu pun hancur berkeping-keping. Gaara mengikat pergerakkan Shukaku dengan pasirnya. Shukaku terus berontak, tetapi ikatan pasir Gaara sangat kuat. Temari lekas terbang ke arah mereka. Gadis itu segera membuntuk segel tangan,

"Hakke Fuin!"

Tubuh Shukaku terserap ke dalam perut Gaara. Akhirnya Shukaku berhasil tersegel. Chakra yang semakin menipis dan tekanan besar yang ditimbulkan oleh Shukaku membuat Gaara kembali ke dalam wujud manusianya. Sayapnya menghilang. Gaara terjatuh akibat gaya gravitasi bumi. Kankurou lekas meluncur dan menangkap Gaara.

"Mission complete!" ujar Temari.

oooOOcherryblossomOOooo

.

.

.

Hari ini kelas BC ada ujian praktek. Setiap minggu Konoha Academy memang selalu mengadakan ujian. Ujian praktek kali ini adalah pertarungan satu lawan satu. Itachi meminta siswa/siswi BC untuk mengambil sebuah bola dari dalam kotak persegi berwarna bening. Setelah semua murid mengambil bola tersebut, Itachi melontarkan pertanyaan...

"Sakura kau dapat nomor berapa?"

"Umm, no-nomor em-empat sen-sensei..." jawabnya,

Ino tertawa kecil, sejak kapan sahabatnya itu berbicara tergagap-gagap seperti itu. Wajahnya bahkan memerah seperti kepiting rebus. Hey, apakah tipe cowok Sakura memang orang-orang cool seperti Sasuke dan Itachi-sensei?

"Siapa yang nomor tiga?"

"Aku," jawab Shion sambil melemparkan death glare pada Sakura.

"Bagaimana denganmu, Ino?"

"Aku nomor 5, sensei."

"...dan yang nomor 6?"

"Aku," jawab Sara sambil tersenyum sinis pada Ino.

"Matsuri bagaimana denganmu?"

"Umm, aku nomor satu."

"Nani? Cih, akan sangat membosankan jika aku melawan pengguna Healing Ability!" sambung Amaru yang ternyata mendapatkan nomor dua.

"Kalian ini...jangan seperti itu pada kaum Mid-Angel!"

"Memangnya kenapa? Suka-suka kami dong!" sambung Shion,

"Kurasa kalian lupa kalau aku juga Mid-Angel!" sindir Itachi.

"Sensei mereka memang selalu keterlaluan. Sudah seharusnya mereka di hukum!" sambung Kiba,

"Aku sedang tidak mood menghukum orang. Baiklah kau dapat nomor berapa, Kiba?"

"Nomor 8. Hey, siapa lawanku?"

"Aku. Tak kusangka aku akan melawan keturunan murni."

"Eh? Jadi kau adalah lawanku, Naruto?" tanya Kiba sambil tersenyum.

"Ya," Naruto balas tersenyum sambil menunjukkan angka 7 di bolanya.

"Bagaimana denganmu Uchiha Midori?"

"Nomor 9. Hey, siapa lawanku? Aku harap dia adalah keturunan murni!"

"Aku," jawab Chouji sambil memperlihatkan angka 10 di bolanya.

"Oh, begitu. Kuharap kau tidak akan kalah dariku!" ucap Midori dengan wajah yang sedikit memerah. Sepertinya dia masih ingat dengan wujud asli Chouji.

"Tentu saja. Aku tidak mau kalah dari wanita," kata Chouji sambil tersenyum ramah pada Midori.

"Hn."

'Astaga! Apa semua anggota clan Uchiha sedingin itu?' pikir Naruto dalam hati,

Setelah itu Itachi mencatat urutan pertandingan siswa/siswi yang mendapatkan nomor 11-30.

"Baiklah nomor-nomor tadi adalah urutan pertandingan kalian. Midori tolong baca ulang!"

Midori mengangguk lalu membaca catatan yang di tulis oleh itachi,

"Pertandingan pertama, Matsuri Vs Amaru."

"Membosankan!" komentar Amaru,

"Pertandingan kedua, Shion Vs Sakura."

"Bersiaplah untuk kalah, Sakura!"

"Heh! Kita lihat saja nanti, siapa yang akan tertawa paling akhir!"

"Pertandingan ketiga, Ino Vs Sara."

"Apa yang bisa kau lakukan dengan bunga-bunga itu, Ino?"

"Sara harusnya kau jangan meremehkan lawanmu!" sambung Ino sambil meyeringai.

"Pertandingan keempat, Naruto Vs Kiba."

"Pertandingan kelima, Aku Vs Chouji."

"Pertandingan ke 6..."

.

.

Skip Time...

Shion tertawa puas karena pertandingan pertama berhasil di menangkan oleh Amaru. Sudah ia duga, tak akan mudah melawan Amaru sebab ability yang di milikinya adalah Ilusi, sama seperti Sakura.

Kini tibalah gilirannya, di podium penonton duduklah seorang wanita dengan setelan serba putih. Tatapan matanya terlihat dingin. Shion memejamkan matanya sesaat lalu menghela nafas. Ia jadi teringat kejadian minggu lalu.

.

.

"Memalukkan. Bagaimana bisa kau di kalahkan Mid-Angel? Aku sangat kecewa padamu!"

"Okaa-san gomen ne. Aku janji aku akan menjadi pemenang di ujian praktek minggu depan. Aku bersedia latihan siang dan malam."

"Kalau begitu kupegang kata-katamu. Aku akan melihat pertandinganmu nanti."

Tentu saja Shion luar biasa senangnya. Sejak ibunya menjadi salah satu petinggi keturunan murni, beliau memang jarang sekali memperhatikannya. Itulah sebabnya hari ini Shion bertekad untuk tidak kalah dari Sakura. Ibunya sampai repot-repot meluangkan waktunya yang berharga hanya untuk melihat pertandingannya. Dia harus menang. Harus.

.

.

_TBC_

.

.

A/n : Uchiha Midori adalah OC milik author. Ya, bayangin aja wajahnya mirip dengan Mikoto. Ga apa-apa kan saya masukin OC ke dalam fic ini? (Saya harap nggak ada yang keberatan, toh dia juga nggak bakalan sering muncul kok). Soal wujud monster bawang itu, author terinspirasi dari film GANZ. Mina-san, bagaimana dengan chapter kali ini?

Maaf ya saya memang paling lemah di bagian adegan battle, maklum saya biasanya nulis fic yang ber-genre Hurt/Comfort. Membuat fanfiction ber-genre Fantasy-Adventure seperti ini bisa di bilang hanya bermodalkan nekad...makanya saya nggak mau ada yang flame! REVIEW PLEASE! Review kalian adalah motivasi untuk author. Arigatou. ^_^

.

.

Dan ini balasan untuk review yang nggak login :

Guest, Tanpa Nama, Fox, Lina, Guest5, Guest6, Guest7, Guest8, Guest9, Guest10, Guest11, Pasific, Susuki, Guest14 : Arigatou Mina-san. Nih udah upadate. ^^

Haruka : Iya, itu benar sekali Haruka-san. Arigatou. ^^

Legend Madara : Iya, sepertinya ceritanya emang bakalan panjang. Hah? Tiap jam? *pingsan*. Saya upadate-nya setiap hari minggu WIB (itu juga kalau ga sibuk). Arigatou. ^^

Guest2 : Sabar ya?! Saya kan juga punya banyak kegiatan di dunia nyata. Arigatou. ^^

Guest3 : Abiz saya ke-assikan nulisnya...tau-tau udah panjang aja. Nih udah update. Arigatou. ^^

Namikazekun : Hehe, nggak usah panggil senpai...saya author baru, kok! Ah, nggak deh kalau lebih panjang lagi bisa-bisa yang bacanya bosen. Iya, nanti Naruto and Kurama berteman. Nih udah update. Arigatou. ^^

Doche : Bagus deh kalau bacanya nggak bosen saya jadi seneng. Arigatou. ^^

Man utd : Syukurlah kalau nggak membosankan. Kurama dan Naruto bakalan jadi partner kok ntar, di chapter sebelumnya kan Kurama belum tersegel karena dia keburu menghilang. Saat itu Minato baru bisa menyegel setengah kekuatannya aja dengan shikifujin. Wah, saya nggak pandai bikin humor...takutnya malah jadi garing tapi kapan-kapan saya bakal coba bikin sedikit humor deh. Soal romance-nya mungkin hanya bakalan muncul sedikit-sedikit. Arigatou. ^^

Soputan : Udah terjawab kan semua pertanyaannya di chapter ini. Arigatou. ^^

Shinjuu Arihyosh : Sasuke bukan keturunan murni, dia Mid-Angel cuma dia sekelas dengan Hinata. Oke, request-nya diterima. Selain Narusaku akan ada Sasuhina, tapi fic ini tidak begitu menonjolkan sisi romance-nya...jadi ya mungkin romance-nya hanya bakal muncul dikit. Arigatou. ^^

Yuki Takiya : Saya takut yang baca bosen kalau kepanjangan. Nih udah update. Arigatou. ^^

Guest4 : Iya, ntar pasti diterangkan kok...apa saja kelebihan dan kekurangan para monster itu. Arigatou. ^^

Farhan UzuZaki : Nggak apa-apa Farhan-san, muki juga update-nya telat karena minggu kemarin masih konsen dengan ujian kenaikan kelas. Oh, jadi 'U' nya nggak double...oke deh. Iya, kan waktu itu Kurama-nya masih kecil, makanya Naru bilang dia cute. Nggak-lah, muki malah tambah semangat kalau baca review yang panjang-panjang. Arigatou. ^^

NSL : Beneran nih udah pas? Nah, pertanyaannya sudah terjawab kan, nature of ability lainnya juga memiliki resiko. Sudah di lanjut nih. Arigatou. ^^

Deni : Gitu ya? Oke deh, ntar romance-nya saya buat sedikit berliku. Arigatou. ^^

Ra-insoo : Nggak deh, kalau lebih panjang lagi takutnya ngebosenin. Nih udah update. Arigatou. ^^

Hokage : Saya juga ga nyangka. Mungkin cuz readers lebih menyukai genre seperti ini. Arigatou. ^^

Guest12 : Okay, pelan-pelan dan sedikit berliku. Arigatou. ^^

Guest13 : Gomen ne, saya nggak bisa fokus sama yang ini aja...soalnya readers WLCL juga menunggu lanjutannya. Update-an nya seminggu sekali (kalau nggak ada halangan). Arigatou. ^^