A/n : Minna-san, gomennasai karena baru bisa update fict ini sekarang. Saya stuck di tengah-tengah karena ternyata saya memang lemah dalam genre action/adventure. Kesulitan dalam adegan battle seperti sudah tingkat dewa saja :-(

Sakura : Ea, kau memang payah Muki-chan. Katanya akan update setelah tiga hari tapi ini udah lebih dari tiga minggu, lho...

Naruto : Udahlah Sakura-chan, yang penting fict ini di update terus walaupun ga bisa update kilat dan ga sampai dihiatusin apalagi discontinued.

Sakura : Ya...ya, setiap orang memang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yosh! Ganbatte ne, Muki-chan! :)

Muki : Arigatou ne, Narusaku. Oke kita langsung mulai aja ceritanya. Minna-san, jangan lupa REVIEW and No Flame. Thanks.

.

.

.

Disclaimer : All Character belong to Masashi Kishimoto

Story by me

Tittle : Konoha Academy

Genre : Fantasy, Adventure, Romance, Tragedy.

Rate : K+ (maybe bisa menjadi T sewaktu-waktu)

Pairing : NaruSaku, etc.

Warning : AU, OOC, gaje, abal, minim deskriptif, typo(s), etc.

.

.

Summarry: Uzumaki Naruto yang harus pindah ke sekolah khusus untuk anak-anak 'jenius' di sebuah desa bernama Konoha terpaksa meninggalkan ibunya sendirian. Konoha Academy adalah sekolah tempat anak-anak yang memiliki kemampuan 'special', dan petualangan baru pun di mulai. Di sana banyak hal menarik yang terjadi (fic ini terinspirasi dari Anime/Manga 'Alice Academy')

.

.

I just wanna say, if you don't like?! Don't read! Don't flame too! Just go back. Thanks.

.

.

Chapter 4 : Jinchuuriki Kyuubi

.

.

We each listened to our hearts beating to different tempos. As if thing were meant to be this way from the start—NaruSaku—

oooOOcherryblossomOOooo

.

.

.

Akhirnya mereka membuka pintu gereja tersebut, lalu masuk ke dalamnya. Keempatnya melihat sekeliling mereka dengan penuh waspada. Tiba-tiba saja sebuah suara seperti suara nyamuk datang dari atas. Dalam hitungan detik, Sakura sudah berada dalam cengkraman monster Lizardman bersayap itu.

"UWAAHH! TOLONG!" teriak Sakura yang tengah melayang di udara.

"SAKURA-CHAAN!"

Sakura benar-benar tidak bisa bergerak. Cengkraman monster ini benar-benar sangat kuat, membuat seluruh badannya terasa sakit...tapi dia tidak ingin menyerah begitu saja. Sakura memejamkan kedua matanya, mencoba untuk berkonsentrasi walau sebenarnya ia sangat kesulitan untuk bergerak di tengah-tengah rasa sakit yang menderanya.

Illusion Ability : Light Sword

Cahaya berbentuk seperti katana tiba-tiba saja muncul dari belakang punggung Lizardman dan menembus tubuh itu. Akhirnya cengkraman cakarnya dari tubuh Sakura melonggar. Sakit yang terasa menusuk hingga ke tulang membuatnya reflek menjatuhkan Sakura.

Sakura masih memejamkan kedua matanya. Ia pasrah. Ia sudah siap terjatuh dari ketinggian sekian meter. Tubuhnya terasa meluncur dengan cepat. Ia pikir sebentar lagi. Sebentar lagi mungkin dia akan mati atau jika beruntung dia hanya akan terluka parah, namun ternyata hal tersebut tidak terjadi. Ia merasakan seseorang menangkap tubuhnya sekaligus menggendongnya bridal style. Perlahan Sakura pun membuka kedua matanya dan hal yang pertama kali dilihat olehnya adalah sepasang iris sapphire yang teduh dan sebuah senyuman tulus dari wajah seseorang yang sangat ia kenal. Senyuman Naruto sukses membuat ketegangan yang sejak tadi ia rasakan lenyap seketika.

"Kau baik-baik saja, Sakura-chan?"

"Ukh! Keplaku terasa pening dan tubuhku rasanya sakit semua, tapi terimakasih karena kau sudah menolongku. Aku pikir aku akan mati tadi."

"Kau tidak seharusnya berpikir begitu karena aku pasti akan melindungimu, Sakura-chan."

"EHH?" kaget Sakura dengan wajah yang tiba-tiba saja memerah.

Sementara itu Kakashi dan Sasuke sedang sibuk menghajar Lizardman bersayap tadi. Rupanya Illusion Ability yang digunakan Sakura hanya berfungsi sementara. Saat ini luka yang didapat Lizardman akibat light sword milik Sakura telah menutup kembali.

"Orang yang mengendalikan Lizardman ini dan monster bawang dulu, sepertinya memiliki healing ability dan entah bagaimana caranya berhasil menanamkannya pada monster-monster itu. Bukankah baik Danzo maupun Orochimaru tidak memiliki ability itu? Atau jangan-jangan mereka punya sekutu yang sangat hebat dalam Healing Ability?" ucap Naruto mulai menganalisa.

Pandangan matanya tidak terlepas dari Kakashi yang saat ini sedang menebaskan pedang petirnya pada bahu kanan Lizardman dan juga Sasuke yang membantu Kakashi dengan Fire Ability: Ryuuka no Jutsuuntuk menahan gerakan Lizardman, agar makhluk itu tidak bisa bebas terbang kesana kemari.

"Mmm...bisa jadi," sahut Sakura.

"Dobe, menurutmu di mana letak kelemahan Lizardman ini?" tanya Sasuke, menoleh sebentar ke arah Naruto setelah ia berhasil membakar tubuh monster itu hingga hangus. Namun lagi-lagi luka bakar yang diperoleh Lizardman bersayap pulih dengan cepat.

"Aku tidak tahu teme, mungkin sayap...atau mungkin—"

"Sasuke-kun hati-hati!" teriakan Sakura tiba-tiba memotong perkataan Naruto untuk memperingatkan Sasuke. Rupanya Sakura melihat Lizardman bersayap itu mengeluarkan sebentuk jarum dengan cairan beracun dari bagian ekornya, yang hampir menusuk bagian tubuh Sasuke yang sedikit lengah...

"Haaa..."

Kakashi memotong jarum beracun itu dengan Lighting Sword miliknya, hingga akhirnya jarum berukuran lumayan besar itu jatuh ke lantai. Saat itu juga Sakura menghela nafas lega.

"Arigatou, sensei."

"Kuso! Bukan hanya kadal-manusia saja, tampaknya juga ada gen serangga beracun di dalam tubuhnya," maki Naruto yang langsung terbelalak kaget saat jarum beracun yang sama kembali tumbuh dari bagian ekor monster itu.

"Nampaknya aku harus membakarmu hingga tubuhmu hangus sampai tulang. Dobe, kau bantu aku!"

"Yosh!"

"Ini mungkin akan menghabiskan banyak chakra yang aku punya tetapi kita harus bisa melenyapkan monster itu. Sensei, mundurlah!" ucap Sasuke yang langsung dituruti oleh Kakashi.

Fire Ability: Gouryuuka no Jutsu

Wind Ability: Dai Kamaitachi no Jutsu

Seketika semburan api yang sangat besar dan menyerupai angin puyuh berputar dan melahap Lizardman bersayap ke dalamnya. Darah berwarna hijau pekat pun berceceran di sekitarnya bahkan mengotori seragam yang dikenakan oleh Naruto dan Sasuke yang jaraknya cukup dekat dari monster tersebut. Sakura menutup mulutnya dengan telapak tangan saat melihat kulit Sasuke yang tadinya putih bersih berubah menjadi orange sebelum akhirnya kembali menjadi putih.

'Jadi itu benar? Fire Ability juga bisa membahayakan penggunanya jika terlalu berlebihan menggunakannya?' pikir Sakura dalam hati,

"Hosh! Hosh! Apa kita berhasil?"

"Kurasa ya, teme."

Perlahan api puyuh itu pun menghilang dan hanya menyisakan tubuh Lizardman bersayap yang sudah hancur berkeping-keping, membuat Sakura hampir muntah karena merasa jijik melihat daging-daging berukuran kecil yang masih mengalirkan darah berwarna hijau. Namun Kakashi membelalakan matanya, saat melihat daging-daging yang sudah tercecer dimana-mana itu mulai menyatu kembali walaupun hal itu terjadi secara perlahan sekali.

"Kuso! Akan kugunakan serangan terakhir!"

"Jangan! Kau bisa menghabiskan chakra-mu jika kau nekad seperti itu, Sasuke!" tegas Kakashi,

"Aku tidak ingin usaha kita semua tadi sia-sia. Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja," kata Sasuke yang langsung melapal segel tangan.

Fire Ability: Housenka no Jutsu

Sekumpulan api berbentuk burung phoenix melahap habis semua daging monster yang tersisa dari pertarungan sebelumnya. Tidak hanya berhasil membakar habis sisa-sisa daging tersebut, tetapi gereja pun mulai terbakar oleh serangan terakhir Sasuke. Asap mulai mengganggu pernapasan mereka.

Water Ability: Teppoudama no Jutsu

Biarpun tidak ada air disekitar mereka, Kakashi berhasil menciptakan peluru air yang berhasil memadamkan api Sasuke yang hampir membakar gereja dan seluruh isinya.

'Bruukk!'

—dan Sasuke pun pingsan karena kelelahan sekaligus kehabisan banyak chakra,

"Sasuke-kun!" teriak Sakura yang langsung menghampiri Sasuke,

"Mission Complete. Aku akan menggendong Sasuke sampai Academy. Naruto, tolong naikkan dia ke punggungku!" kata Kakashi yang sudah dalam posisi jongkok.

Naruto mengangguk lalu mengangkat tubuh Sasuke dan menaikkannya ke punggung Kakashi.

"Ano, sensei... kenapa kau tidak berubah menjadi sosok aslimu biar bisa terbang dan lebih cepat membawa Sasuke-kun ke Academy?" tanya Sakura,

"Tidak. Cukup Sasuke saja yang pingsan, kau tidak usah ikut-ikutan Sakura!"

"Maksud sensei?"

"Akan merepotkan jika Sakura-chan ikut pingsan hanya gara-gara melihat sosok asli Kakashi-sensei," sahut Naruto.

"Naruto, Sakura, aku akan pergi duluan karena harus segera membawa Sasuke ke Academy. Kalian berdua tolong bereskan semua kerusakan ini!"

"EEHH?" teriak Sakura dan Naruto bersamaan,

"Aku pergi dulu. Kalian jangan berpacaran di sini. Segeralah kembali ke Academy," kata Kakashi sembari tersenyum lalu segera keluar dari gereja.

"Seenaknya saja...mentang-mentang dia guru kita!" protes Sakura sembari menatap kondisi gereja yang sudah setengah hancur akibat pertarungan melawan Lizardman bersayap tadi.

"Sakura-chan, kau tidak terlihat terlalu panik saat si teme pingsan, bukankah kau menyukainya?"

"Jangan bicara yang tidak-tidak! Kita harus segera membereskan semua kerusakan ini sebelum Kami-sama mengutuk kita karena telah membuat gereja ini setengah hancur!" sahut Sakura dengan wajah yang sedikit memerah.

"Ya, tapi apa yang harus kita lakukan? Banyak kursi yang hancur dan kita tidak punya elemen kayu," sahut Naruto.

"Mmm, kita bereskan seadanya saja, soal kursi-kursi itu setelah kita tiba di Academy aku akan segera memberitahu Yamato-sensei. Pertama-tama kita bersihkan jejak hangus itu dulu," kata Sakura sambil menunjuk jejak-jejak yang dimaksud.

.

.

.

"Hoaam! Aku mengantuk sekali," ujar Naruto sembari menguap lebar.

Saat ini Naruto dan Sakura sedang berjalan berdampingan menuju Konoha Academy. Tiba-tiba saja—

'DHUAARR!'

"Apa itu?" tanya Naruto dan Sakura serentak,

'DHUAARR! BOOMM!' ledakan itu kembali terdengar,

"Sepertinya ada pertarungan di sekitar sini. Kurasa sumbernya dari sana," ucap Sakura sembari menunjuk ke arah selatan.

Naruto dan Sakura saling pandang, lalu sama-sama mengangguk. Setelah itu mereka pun berlari ke arah sumber suara ledakan itu berasal.

Sekitar seratus meter dari mereka, tepat di daerah hutan belantara yang pohon-pohonnya telah tumbang sebagian, berdirilah sebuah perisai kokoh berbentuk kubah pasir berukuran raksasa. Sebagian perisai itu telah hancur dan jatuh ke tanah dalam bentuk pasir. Naruto dan Sakura kembali berlari mendekat. Mata Naruto membulat saat melihat sosok monster rubah berekor sembilan, berwarna orange kemerahan, terlihat dari kejauhan.

"Tidak mungkin! Bukankah itu Kyuubi?" tanya Sakura yang tampak shock setengah mati,

"Sakura-chan, pergilah ke Academy lebih dulu. Minta Kakashi-sensei atau siapapun untuk segera kemari!"

"...tapi Naruto..."

"Aku akan membantu team yang sedang bertarung melawan Kyuubi itu semampuku!"

"Tidak. Aku tidak mau meninggalkanmu sendirian!"

"Aku tidak sendirian, sepertinya mereka juga adalah team yang beranggotakan empat orang, tetapi lawan mereka adalah Kyuubi, mereka tidak akan sanggup bertahan lebih lama lagi. Cepatlah Sakura-chan! Minta bantuan beberapa guru Academy!" tegas Naruto sambil memandang Sakura dengan tatapan tajam, pertanda ia sedang serius saat ini.

"Aku mengerti! Tolong jangan mati sebelum kami tiba!" sahut Sakura yang hanya di balas oleh Naruto dengan senyuman. Ia pun segera berlari secepat yang ia bisa agar bisa sampai di Academy secepat mungkin.

"Akhirnya kau keluar juga, Kurama," gumam Naruto yang bergegas menghampiri area pertarungan itu.

.

.

.

"Sensei, cepat lakukan sesuatu sebelum Gaara benar-benar kelelahan!" teriak Temari sambil menatap gurunya yang masih berusaha melapal segel tangan,

Earth Ability: Kekkai Dorou Doumu

Sebuah kubah penjara tanah mengurung sosok Kyuubi di dalamnya,

Gaara yang sudah mulai kelelahan karena berkali-kali memperkuat kekkai untuk melindungi bagian luar, agar pertarungan ini tidak diketahui kaum manusia, tampak pucat. Ia sudah hampir kehabisan chakra, satu-satunya cara hanya berubah menjadi Shukaku untuk bertarung satu lawan satu dengan Kyuubi, namun perubahan itu cenderung lambat. Ia tidak yakin akan sempat berubah menjadi Shukaku sebelum Kyuubi terlepas dari kekkai ciptaan gurunya.

"Gaara, konsentrasilah pada perubahan wujud Shukaku. Sebisa mungkin aku akan menghentikan serangan yang datang," ujar Kankurou yang sudah dalam mode waspada.

"Baik," sahut Gaara yang kemudian mulai berkonsentrasi.

"Saat kita akhirnya menemukan sebuah celah, aku akan segera menggunakan Hakke Fuin untuk menyegelnya, tetapi siapa yang harus aku jadikan wadah Kyuubi?" tanya Temari,

"Aku. Biar aku yang menjadi Jinchuuriki Kyuubi," sahut seseorang.

Kankurou dan Temari langsung menoleh ke arah sumber suara. Baki masih sibuk memperkuat kekkai, sementara Gaara baru bisa merubah setengah tubuhnya menjadi sosok Shukaku.

"Kau... Mid-Angel?" ucap Temari dan Kankurou bersamaan,

"GRROOAARR!"

Kyuubi menggeram. Kedua pipinya mulai mengembung seperti akan memuntahkan bijuudama.

'BOOMMM!'

Rupanya itu bukan bijuudama melainkan bola api. Kekkai yang dibuat Baki pun hancur berkeping-keping. Saat bola api itu melesat cepat ke arah Baki, guru Sabaku bersaudara itu segera melapal segel tangan.

Earth Ability : Doryuuheki

Untunglah dinding pelindung tanah berhasil melindunginya tepat waktu.

Wind Ability : Kaze no Yaiba

Belati-belati angin berhasil melukai Kyuubi. Pergerakan Kyuubi pun terhenti untuk sementara waktu—

Earth Ability : Yomi Numa

Dan terciptalah rawa dunia bawah. Kyuubi pun terperosok ke dalam lubang besar. Bagian bawah tubuh Kyuubi terserap ke dalamnya, namun Baki sendiri tak yakin sampai kapan jurus tersebut akan bertahan.

"Hey, bisakah kau berubah menjadi sosok aslimu dan membantuku?" tanya Naruto sembari menoleh ke arah Kankurou,

"Yah, biarpun kau seenaknya datang tanpa diundang aku akan membantumu sementara menunggu Gaara berubah seutuhnya, tapi apa yang harus aku lakukan?"

"Chakra-ku mungkin akan cepat habis setelah menggunakan jurus ini, tapi aku akan melakukannya untuk mengulur waktu. Tolong bawa aku terbang ke arah Kyuubi!"

"Baik, aku mengerti!" ucap Kankorou yang mulai memejamkan kedua matanya,

"Dengar, elemen dasar yang dimiliki Kyuubi adalah api, dan dia tidak memiliki kelemahan. Wind Ability-mu mungkin akan kalah. Apa kau yakin akan menggunakan Ability itu?" tanya Temari,

"Diam dan lihat saja!" sambung Naruto.

Sesuai permintaan Naruto, Kankurou yang sudah berubah menjadi wujud aslinya bergegas membawanya terbang. Saat ini tubuh Kyuubi sudah terperosok ke dalam jurus Baki hingga bagian dadanya. Tak ingin membuang waktu lebih banyak lagi, Naruto pun sudah bersiap melakukan serangan yang mungkin akan menjadi serangan terakhirnya hari ini.

Wind Ability : Double Oodama Ransengan

Dua buah rasengan berukuran raksasa itu berhasil membuat Kyuubi kewalahan karena serangan tersebut berhasil melukai dadanya hingga ia memuntahkan darah. Namun luka yang diakibatkan serangan Naruto tersebut diselimuti oleh chakra berwarna orange dan menutup kembali secara perlahan.

"Hhhh...hhhh, apakah orang itu sudah selesai berubah menjadi Shu-shukaku?" tanya Naruto dengan nafas tersenggal.

"Kenapa kau?" tanya Kankurou sedikit khawatir,

"Kankurou cepat kembali ke sini. Sepertinya anak itu kehabisan chakra!" teriak Temari, dan Kankurou pun menuruti perkataan kakaknya.

"Hhhh...Kyuubi, dia akan segera pulih dari lukanya...kalian harus segera melakukan se-suatu?"

"Diamlah, kau jangan banyak bicara lagi. Aku akan mentransfer sebagian chakraku untukmu," sahut Temari.

"Apa...? Ja-jangan..."

"Tenanglah, hanya sebagian, tidak semuanya. Aku mempelajari teknik ini dari Chiyo-baachan, lagipula chakraku masih bayak..."

Saat ini Naruto tengah terbaring tak berdaya dihadapan Temari dengan nafas yang semakin tersenggal. Kankurou menoleh ke arah Kyuubi. Kyuubi sudah benar-benar pulih dari luka yang didapatkannya tadi dan saat ini sedang berusaha terlepas dari jurus gurunya. Baki sendiri telah bersikap untuk melakukan serangan berikutnya.

Temari mulai mentransfer sebagian chakra miliknya pada Naruto. Sesekali dia menoleh pada adik bungsunya. Bagus. Sedikit lagi Gaara akan berubah menjadi wujud sempurna Shukaku.

"Jangan bermimpi untuk mengalahkanku! Kalian semua hanya semut-semut kecil," ucap Kurama yang akhirnya mengeluarkan suaranya. Saat ini Kurama sudah berhasil terlepas dari jurus Baki.

Fuuton : Renkuudan

Peluru angin perusak melesat cepat ke arah Kurama.

"Shukaku, eh? Kau juga tidak akan pernah bisa mengalahkanku!"

Kurama mulai mengembungkan kedua pipinya,

'DHUAAR!'

Bijuudama bertabrakan dengan Renkuudan, menimbulkan ledakan yang sangat besar, bahkan Baki yang jaraknya cukup jauh dari jangkaun serangan terlempar secepat kilat hingga akhirnya tubuhnya terhempas menabrak kekkai terkuat Gaara, yang Gaara ciptakan sejak awal pertarungan tadi. Baki langsung tak sadarkan diri setelah memuntahkan darah segar.

"Sensei!" teriak Kankurou yang langsung menghampiri gurunya.

"Temari, apa yang harus aku lakukan sekarang?"

"Kau jadi support Gaara saja. Raksasa harus dilawan oleh raksasa biar lebih efektif," jawab Temari yang masih sibuk mentransfer chakra-nya.

Temari semakin banyak mengeluarkan keringat. Tubuhnya pun terasa semakin lemas, dan kepalanya mulai terasa pening.

"Senpai, sudah cukup! Jangan buang chakramu lagi, bukankah kau akan menyegel Kurama?"

"...tapi..."

"Jangan khawatir, aku sudah merasa lebih baik," kata Naruto sambil tersenyum.

"...tapi bukankah Wind Ability—"

"Aku belum bisa menguasai fuin. Jadi aku membutuhkan bantuanmu, senpai. Kau bisa menggunakan hakke fuin, kan?"

"Hn."

"Kalau begitu sudah cukup. Jangan buang-buang chakramu lagi!"

Akhirnya Temari mengangguk setuju. Dia pun berhenti menyalurkan chakra-nya dan membantu Naruto bangkit dari posisi berbaringnya. Sebenarnya Temari masih khawatir karena wajah Naruto masih terlihat pucat. Namun yang dikatakan oleh anak itu benar. Dia tidak boleh menghabiskan chakra lebih banyak lagi agar bisa melakukan hakke fuin. Temari menoleh ke arah Gaara yang sudah dalam wujud wujud sempurna Shukaku. Kedua bijuu itu masih sibuk bertarung satu lawan satu. Untunglah Gaara sudah berhasil mengendalikan Shukaku dalam waktu singkat.

"Kankurou?"

"Ya?"

"Seperti sebelumnya aku merasakan aura seseorang, kali ini jumlah mereka lebih banyak. Diantara mereka semua mungkin ada Mid-Angel wanita, cepatlah kembali ke dalam wujud manusia lagi!"

"Dimengerti!"

"Apa bantuan sudah datang?" tanya Naruto,

"Ya, kurasa begitu."

Naruto mengalihkan pandangannya ke arah Kurama dan Shukaku. Kedua sosok itu tampak tengah bertarung habis-habisan. Ia kemudian memejamkan kedua matanya. Shukaku terlihat sudah mulai kewalahan sementara Kurama masih terlihat begitu tenang. Apakah perbedaan kekuatan mereka begitu besar?

"Maaf, kami terlambat!" ucap suara seseorang,

"Narutoo!"

Naruto membuka matanya kembali saat merasakan seseorang tiba-tiba memeluknya dengan erat,

"Sa...Sakura-chan?"

"Kau baik-baik saja, kan? Iya, kan? Dasar bodoh! Hikz...hikz, bagaimana kalau kau mati di sini?"

"Aku baik-baik saja, Sakura-chan. Hanya kehabisan chakra, tapi Temari-senpai sudah membantuku," jawab Naruto.

"Syukurlah kalau begitu. Aku pikir kau akan mati."

"Tentu tidak. Siapa saja yang datang?"

"Kau lihat saja sendiri," sahut Sakura. Naruto pun mengalihkan pandangannya ke arah bala bantuan yang datang. Naruto tersenyum, tidak hanya Jiraya bahkan Tsunade pun ikut.

"Team Gai telah datang!" ucap guru Martial Art mereka, di belakangnya ada Hyuuga Neji dan dua orang teman satu tim-nya.

"Kami juga akan membantu," ucap Kurenai, di belakangnya ada Kiba dan dua orang teman satu tim-nya.

"Kami juga tidak akan melewatkan hal ini," kini guru pembimbingnya yang berbicara, di belakangnya ada Chouji, Ino, dan teman satu tim mereka yang belum Naruto ketahui siapa namanya.

"Aku juga tidak ingin hanya berbaring di tempat tidur!"

"Sasuke teme," ucap Naruto.

"Jangan lupakan kami!" kini Hana yang berbicara, di belakangnya ada Midori Uchiha, Sasame, dan entah siapa lagi.

"Itu Sai-senpai, orang yang membawaku ke Konoha Academy. Dan anak laki-laki yang bersama Ino dan Chouji itu Shikamaru, sama seperti Ino, dia sahabatku," sahut Sakura sambil tersenyum.

"Minna, kalian semua datang. Syukurlah! Tapi kenapa Itachi-sensei tidak ikut?" tanya Temari yang memang sangat mengagumi guru muda itu,

"Itachi, Shizune, dan yang lainnya aku perintahkan untuk tetap tinggal di Konoha Academy untuk menghindari serangan tiba-tiba dari para pengkhianat yang mungkin akan memanfaatkan hal ini," jawab Tsunade.

"Baiklah, ayo kita bantu anak itu!" sambung Jiraya sembari menunjuk ke arah Shukaku yang masih bertarung habis-habisan dengan Kurama.

"Sebelum itu, aku akan mengobati Baki dulu," kata Tsunade yang kemudian menghampiri Baki.

.

.

.

"Sebanyak apapun jumlah kalian, kalian tidak mungkin bisa mengalahkanku!" tegas Kurama yang lagi-lagi bersiap memuntahkan bijuudama.

Fuuton : Mugen Sajin Daitoppa

Sebelum Kurama sempat mengeluarkan bijuudama-nya, badai kabut pasir penerobos raksasa milik Gaara berhasil menghalau serangannya. Tubuh Kurama yang terkena jurus tersebut pun akhirnya terjatuh ke belakang dan terluka, namun lagi-lagi luka-luka tersebut bisa cepat pulih kembali.

"SIALAN KAU SHUKAKU!" teriak Kurama yang segera bangkit kembali. Sekali lagi Kurama menyiapkan bijuudama-nya.

Kini bijuudama berukuran sangat besar melesat cepat ke arah bala bantuan yang datang. Namun Gaara tidak akan pernah membiarkannya, terlebih diantara mereka semua ada kakak-kakaknya dan juga gurunya yang sedang diobati oleh kepala sekolah mereka. Gaara hanya ingin melindungi orang-orang yang ia sayangi dan juga semua orang yang sudah datang untuk membantu team mereka. Sebenarnya ini bukanlah bagian dari misi mereka. Saat itu mereka telah selesai menjalankan misi, namun saat diperjalanan mereka melihat sosok Kyuubi yang sepertinya akan mengamuk ke dunia manusia, seperti dulu. Maka ia tidak keberatan menjadikan tubuh Shukaku sebagai tameng. Ia juga tidak keberatan jika seandainya ia mati disini. Setidaknya orang-orang yang ingin ia lindungi selamat. Hanya itu yang ada di pikirannya saat ini.

'DHUARR!'

'BRUUKK!'

—Dan bijuudama itu pun menghantam tubuhnya hingga akhirnya tubuh raksasa itu jatuh menghantam pepohan disekitar hutan. Mengakibatkan luka yang sangat fatal hingga Shukaku memuntahkan darah dari dalam mulutnya.

'Sialan kau! Apa kau sebegitu inginnya mati bersamaku?' tanya Shukaku menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan Gaara.

'Aku hanya ingin melindungi orang-orang yang aku sayangi. Apa itu salah?' sahut Gaara,

'Terserah kau. Aku ingin tidur sembari memulihkan lukaku. Setelah ini berusahalah tanpa aku!'

—saat itu juga Gaara kembali menjadi sosok manusianya dengan tubuh penuh luka. Sebagian besar kulitnya memerah seperti terbakar. Disekitar mulutnya penuh dengan darah kental.

"GAARAAA!" teriak Temari yang langsung menghampiri adik bungsunya,

"Tsunade-sama, aku sudah tidak apa-apa. Tolong obati muridku!" ujar Baki yang hanya dibalas anggukkan tegas oleh Tsunade.

Tsunade segera berlari ke arah Gaara. Di samping Gaara yang tengah terbaring sekarat, Temari menangis karena tak ingin kehilangan adiknya. Tak ingin membuang waktu lebih banyak lagi, Tsunade pun segera menyalurkan chakra berwarna hijau pada tubuh Gaara.

"Dia...kenapa sampai rela mengorban dirinya hanya untuk menyelamatkan kita?" tanya Naruto sembari mengepalkan kedua tangannya, lalu menatap tajam ke arah Kurama.

"Aku jadi ingin sekali cepat-cepat menguasai Healing Ability," sambung Sakura dengan nada sedih.

"Minna, ayo seraaangg! Kyuubi yang sekarang tidak sekuat dulu karena setengah kekuatannya telah berhasil disegel oleh Yondaime-sama dengan shiki fujin. Kita pasti bisa mengalahkannya!" teriak Gai dengan mata berapi-api.

Semua orang mengangguk setuju. Jiraya segera menggunaka Feromon Frog Ability-nya untuk berubah menjadi kodok raksasa. Ia melompat sembari memegang sebilah pedang di tangan kanannya dan menebas tubuh Kurama.

Fire Ability: Gouryuuka no Jutsu

Wind Ability: Dai Kamaitachi no Jutsu

"Sasuke-kun, dia menggunakan jurus itu lagi. Biarpun saat ini Asuma-sensei yang membantunya, apa Sasuke-kun akan baik-baik saja?" tanya Sakura dengan nada khwatir,

"Aku juga akan ikut membantu mereka semua," kata Naruto yang bergegas dari posisi berdirinya, lalu lekas berlari mendekati semuanya.

"Naruto, hati-hati!" teriak Sakura,

"Midori, mari kita bekerja sama!" ajak Naruto,

"Dimengerti!"

Fire Ability : Gokakyuu no Jutsu

Wind Ability : Rasen Shuriken

"Kenapa kau menggunakan jurus itu, baka! Bagaimana kalau kau kehabisan chakra lagi?" teriak Sakura dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya.

Rasen Shuriken yang sudah dilapisi bola api milik clan Uchiha menghantam tubuh Kurama. Semua orang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Mereka semua pun memanfaatkan hal itu dengan melancarkan serangan bertubi-tubi. Masing-masing dari mereka mengeluarkan ability terhebat masing-masing. Serangan bertubi-tubi itu tentu saja berhasil membuat Kurama kewalahan. Kurama bahkan tidak sempat memulihkan diri karena serangan selanjutnya datang terus-menerus.

"Temari ini kesempatanmu, cepat gunakan hakke fuin!" teriak Kankurou.

Temari mengangguk lalu segera mendekati Kurama. Naruto yang lagi-lagi hampir kehabisan chakra dipapah oleh Midori.

"Hey, apa tidak apa-apa jika aku menggunakan hakke fuin sekarang?" tanya Temari sedikit khwatir,

"Kau tidak usah ragu, senpai. Aku akan baik-baik saja."

"Baiklah. Kalau begitu ayo kita lakukan, mumpung Kyuubi sedang terpojok!"

"Ha'i!"

Saat jarak Temari dan Naruto sudah dekat dengan Kurama yang masih kewalahan, Temari segera melapal segel tangan

"Hakke Fuin!"

Tubuh Kurama terserap ke dalam perut Naruto. Akhirnya Kurama berhasil tersegel. Chakra yang semakin menipis dan tekanan besar yang ditimbulkan oleh Naruto, membuatnya langsung tak sadarkan diri.

"AKHIRNYA KITA BERHASIL MENYEGEL KYUUBI. YOSH! KERJASAMA YANG HEBAT!" teriak Lee dengan penuh semangat masa muda.

oooOOcherryblossomOOooo

.

.

.

Sakura tengah menunggu Ino dan Matsuri yang katanya ingin menemuinya untuk membicarakan sesuatu yang mereka sebut dengan Girls Talk, entah apa yang akan mereka bicarakan?

Kini ia sedang menunggu mereka berdua ditengah padang rumput dengan bunga-bunga bermekaran disekelilingnya. Tempat ini adalah Delta ZY, yang terletak dibagian utara Konoha Academy. Tidak lama kemudian mereka berdua pun datang. Sakura tersenyum kepada mereka berdua. Dan setelahnya mereka bertiga terlihat sedang membicarakan sesuatu, lalu tertawa bersama-sama.

Namun, saat itu langit yang tadinya cerah, seketika berubah gelap diselingi badai salju yang begitu deras. Lalu, sesosok gadis menghampiri mereka bertiga. Sosok yang dikenal baik oleh dirinya, Ino, dan Matsuri.

"Shion!" pekik Matsuri kaget. Senyum yang sejak tadi masih tergambar jelas di wajah mereka menghilang setelah melihat raut wajah Shion. Saat itu di wajah Shion tersirat kebencian yang luar biasa. Dan bunyi petir yang tiba-tiba saja terdengar di tengah badai salju seakan menggambarkan kemarahan Shion saat itu.

Udara semakin terasa dingin seakan menusuk hingga ke tulang-tulang mereka. Rumput-rumput dan padang bunga disekitar mereka, juga serangga-serangga yang tengah assik hinggap di atas bunga-bunga yang bermekaran dengan indahnya membeku dan mati. Mata Shion memutih, ia mengangkat tangannya yang tiba-tiba mengeluarkan percikan es. Shion terlihat seakan ingin menyerang mereka bertiga.

"Sakura! Jika kau masih ingin hidup jauhi Naruto!" suara Shion itu bahkan terdengar begitu menggelegar seperti petir di siang bolong.

"Shion!" saat itu Sakura terbangun dari tidurnya. Wajahnya pucat dan penuh dengan peluh. Hari ini tepat saat latihan tempur martial art akan diadakan oleh Gai-sensei, namun bukan hal itu yang membuat Sakura tegang, melainkan mimpi yang baru saja dialaminya. Shion menyuruhnya untuk menjauhi Naruto. Apakah gadis itu juga telah jatuh cinta pada Naruto?

Ia sadar itu hanyalah mimpi, tetapi entah kenapa mimpi itu terasa begitu nyata. Dan jika seandainya mimpinya tadi menjadi kenyataan, itu benar-benar hal yang mengerikan. Dia dan kedua temannya pasti akan mati membeku seperti rumput-rumput, bunga-bunga, dan serangg-serangga kecil itu.

.

.

.

"Sakura apa sih yang sebenarnya kau pikirkan? Gai-sensei nampaknya sangat kecewa padamu, karena tadi gerakan sparringmu itu jelek sekali!" komentar Ino,

"Ino, tadi malam aku bermimpi buruk."

"Baiklah. Kalau begitu ceritakanlah pada kami!" sambung Matsuri sambil tersenyum,

Sakura pun menceritakan mimpinya pada Ino dan Matsuri,

"Kalau begitu. Ayo kita pergi ke tempat itu. Kebetulan ada yang ingin kami bicarakan denganmu di tempat itu. Girls Talk," ujar Ino setelah mendengar cerita Sakura.

'Apa...?' kaget Sakura dalam hati. Ia semakin takut jika mimpinya akan menjadi nyata.

"...tapi Ino, jika kita kesana nanti Shion..." Sakura belum menyelesaikan kalimatnya ketika Ino menyelanya tiba-tiba.

"Aku tidak ingin menghindari Shion, Sakura. Bukankah kau menyukai Naruto? Harusnya kau memperjuangkan cintamu dong!"

"...tapi..."

"Sakura, kau tenang saja, itu kan hanya mimpi! Ayolah, kami berdua ingin sekali membicarakan hal itu denganmu," sahut Matsuri.

Sakura terlihat bderpikir sejenak,

"Baiklah," katanya pada akhirnya, walau hatinya masih ragu. Dan mereka pun menuju tempat itu—Delta ZY— tempat yang sama seperti yang ada dalam mimpinya.

Dalam perjalanan mereka, Sakura masih terus memikirkan kata-kata yang tepat saat bertemu dengan Shion nanti.

"Apakah sebaiknya aku langsung membalas ancamannya itu dan memintanya bertarung satu lawan satu untuk mendapatkan Naruto? Ah tidak, aku tidak ingin menjadikan orang yang aku cintai sebagai barang taruhan!"

"Hey, Sakura?" tanya Matsuri terheran-heran, namun sahabatnya itu malah melanjutkan dengan gerutuannya yang tak karuan,

"...tapi itu kan bukan salahku, hanya keadaan yang membuatnya seperti itu, perasaanku pada Naruto itu kan muncul begitu saja, perasaanku padanya..."

Ino hanya terdiam melihat kelakuan sahabatnya karib-nya itu.

"Arrghh, dia itu kenapa sih? Kalau dia bertanya apa alasanku menyukai Naruto aku harus menjawab apa? Masa iya aku mengatakan kalau, 'apa membutuhkan alasan untuk jatuh cinta pada seseorang. Bukankah cinta itu datang dari hati?' astaga, aku benar-benar pusing..."

"Please deh forehead, mungkin itu hanya mimpi biasa, karena kau sangat merindukan Naruto," ujar Ino.

"Apa iya?" tanya Sakura dengan wajah innocent,

"Cape deh..." keluh Matsuri sweatdrop.

Akhirnya mereka bertiga pun sampai. Mereka duduk di atas batu besar sambil saling curhat tentang siapa orang yang mereka sukai.

"Ya, jadi begitulah. Aku sangat menyukai Gaara, tapi aku malu untuk mengatakannya."

"Dia itu kan pendiam, sudah seharusnya kau yang memulai duluan, Matsuri," ujar Ino sambil mengedipkan sebelah matanya membuat wajah Matsuri semakin blushing,

"...tapi itu kan... itu kan..."

"Hahaha..." Sakura dan Ino tertawa bersamaan saat melihat Matsuri yang semakin salah tingkah.

"Bagaimana denganmu, pig? Apa Shikamaru sudah menembakmu?"

"Cowok pemalas yang super cuek seperti dia, apa iya dia bisa menembak seorang cewek?" tanya Ino lebih pada dirinya sendiri,

Sakura dan Matsuri pun tertawa terbahak-bahak.

Tak lama kemudian, terdengar suara berisik semak-semak yang berasal dari arah kedatangan mereka bertiga. Sakura, Ino, dan Matsuri saling berpandangan, yang dipikirkan mereka saat itu sama. Shion.

Saat sosok di balik semak itu menampakkan wujudnya,

"Meooong..."

Sakura yang tadinya menahan napasnya, lagsung menghembuskannya lega...

"Haah, ternyata hanya kucing," katanya.

"Sudah kubilang kan, mimpi itu hanya mimpi biasa. Kau benar-benar harus bertemu dengan Naruto setelah ini. Ayo kita pulang saja!"

"Eh, tapi kucing itu..." Matsuri merasa pernah melihat kucing itu,

Saat itu langit yang tadinya cerah, seketika berubah gelap diselingi bunyi petir yang membahana dan juga badai salju yang dinginnya menusuk hingga ke tulang. Lalu, sesosok gadis menghampiri mereka bertiga. Sosok yang dikenal baik oleh mereka.

"Shion!"

Persis seperti yang ada dimimpi Sakura, saat itu wajah Shion tersirat kebencian yang luar biasa. Dan bunyi petir seakan menggambarkan kemarahan Shion saat itu.

Mata Shion memutih, ia mengangkat tangannya yang tiba-tiba mengeluarkan percikan es. Shion terlihat seakan ingin menyerangnya dan teman-temannya.

"Sakura! Jika kau masih ingin hidup jauhi Naruto!" kata Shion datar. Saat itu kilat menggelegar, sekeliling mereka telah membeku persis seperti dalam mimpi. Shion siap menyerang ketiga teman sekelasnya itu.

.

.

_TBC_

.

.

A/n : Ya ampun, adegan battle-nya nggak banget deh. Ah masa bodoh, yang penting udah update, iya nggak? Okay, REVIEW PLEASE and NO FLAME! Arigatou. ^^

Oh iya saya juga minta maaf, karena keterbatasan waktu yang saya miliki, saya nggak bisa bales review kalian satu per satu. Jadi kali ini saya hanya akan membalas beberapa review saja, nggak apa-apa kan?

.

.

Shici kage: Iya, chara-nya Shino emang sengaja saya bikin beda dari aslinya karena seperti yang telah saya bilang di Warning, fict ini AU and OOC. Sengaja dibikin begitu biar bisa mengikuti alur yang sudah saya pikirkan. ^^

KouraFukiishiki: Iya gomen karena ternyata saya nggak bisa update kilat, tapi tenang aja fict ini nggak akan sampai saya bikin discontinued, kok.

Yamaguchi Akane: Salam kenal juga. Naruto udah jadi jinchuuriki tuh walaupun adegan battle-nya nggak banget. Iya maksud saya jurus elemen2nya. Ya, nggak apa-apa kok biarpun link-nya english. Kalau gitu ntar saya minta link-nya ya. ^^

AnguishedOne: Tenang aja fict ini tidak akan terlalu menonjolkan romance pairing, kok... kan genre utamanya fantasy/adventure, kalau pun sedikit ditonjolkan palingan itu NaruSaku hehe. ^^

Guest: Iya nih, paling cuma beberapa author aja yg bersedia memberi saya review, padahal saya sangat berharap fict saya ini juga di Read and Review oleh author lain, kalau yang review sesama author kan enak tuh, bisa saling memberi masukan. Mungkin fict saya ini kurang menarik untuk mereka atau mereka nggak suka pair-nya mungkin? tapi nggak apa-apa yang penting masih banyak readers yang RnR. ^^

Ya, begitulah. Saya emang jarang RnR fict author lain karena nggak ada waktu. Sebenarnya saya juga pengen baca-baca fict senpai-senpai ffn, tapi ya itu saya jarang memiliki waktu untuk membacanya, dan malah lebih fokus dengan membuat fict sendiri.

Farhan UzuZaki: Hehe, makasih ya jurus-jurus-nya. Saya akan mencatatnya. Yah, yang angel itu ya trio nyebelin (tau kan siapa, hehe), trio Sabaku, Chouji, team Kurenai Yuuhi, dan beberapa murid-murid Konoha Academy yg cuma saya jadiin figuran, yg lainnya Mid-Angel. ^^

Sabaku-Yuuhi: Iya itu maksudnya Gaara sama Shikamaru, tapi saya baru nyadar kalau ternyata saya typo pas nulisin kelasnya Gaara, harusnya DC class, eh malah jadi TC class (=="). Haha, boleh ambil aja asal jangan ambil Naruto *eh* :D

Iya setiap ada misi mereka pasti akan ke dunia manusia, karena para monster itu demen banget berkeliaran disana. Dan yang Kushina itu maksudnya bukan jurus-jurus milik angel, itu hanyalah perumpamaan yang saya buat. Maksud saya itu yang itu lho, pas rambut Kushina berkibar-kibar dan wajahnya jadi menyeramkan setiap kali dia marah besar, hehe. Jadki intinya setiap misi yang mereka lakukan itu bertujuan untuk melindungi manusia dan menjaga kedamaian dunia, gitu. ^^

Nivellia Neil: Ya, saya ga akan bikin Hinata jadi tokoh antagonis soalnya Hinata itu lebih cocok jadi tokoh yang baik hati dan tidak sombong, hehe. Iya, musuh-musuh yang sesungguhnya belum pada keluar. Akatsuki juga ada, kok...cuma mereka belum muncul. ^^

.

.

Arigatou gozaimasu untuk semua yang udah RnR, follow, and fav fict ini. Biarpun nggak bisa update kilat saya akan terus berusaha untuk melanjutkan fict ini hingga akhir. Dan buat kalian yg tidak bisa saya bales reviewnya, jangan pernah kapok untuk review ya? ^^

P.S: #numpang promosi. Fict colab Saya and Aurora-chan 'The Adventure of game', inspirasi Sword Art Online, yang minat silakan baca and review, yang nggak juga tidak apa-apa :D