Disclaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto
Percy Jackson and The Olympian & The Heroes Of Olympus belong to Rick Riordan
Story by me
Tittle : Konoha Academy
Genre : Fantasy, Adventure, Romance, Tragedy.
Rate : T
Pairing : NaruSaku, Percabeth, etc.
Warning : AU, OOC, gaje, abal, minim deskriptif, typo(s), etc.
.
Summarry: Uzumaki Naruto yang harus pindah ke sekolah khusus untuk anak-anak 'jenius' di sebuah desa bernama Konoha terpaksa meninggalkan ibunya sendirian. Konoha Academy adalah sekolah tempat anak-anak yang memiliki kemampuan 'special', dan petualangan baru pun di mulai. Di sana banyak hal menarik yang terjadi (fic ini terinspirasi dari Anime/Manga 'Alice Academy')
.
.
Chapter 10 : Mid-Angels Vs Demigods
.
oooOOKonohaAcademyOOooo
.
.
Para murid Dangerous Class sudah berkumpul di Delta ZY. Dan rupanya di sana juga telah berkumpul para murid Technical Class. Uchiha Itachi yang saat itu mendampingi para murid TC mengatakan bahwa murid-muridnya itu juga akan melakukan latihan tanding. Guy dan Itachi pun sepakat untuk melakukan latihan tanding bersama. Mereka memutuskan untuk melakukan latihan tanding antara Mid-Angels dan Demigods, jadi murid mereka yang merupakan keturunan murni tidak diperkenankan untuk mengikuti latihan tanding kali ini. Angels muda tersebut tentu saja merasa kecewa, mereka juga ingin bertanding melawan Demigods, tapi karena itu sudah ketentuan dari kedua guru favorit mereka, akhirnya mereka pun setuju.
Uchiha Itachi meminta agar semua murid TC berkenalan terlebih dahulu dengan semua murid DC dan juga dengan kesepuluh Demigods.
Usai perkenalan singkat tersebut, Guy menampung semua tantangan yang diajukan Demigods kepada murid-muridnya. Ia juga membawa bola pingpong yang sudah diberi nomor 1-10 untuk menentukan urutan pertandingan. Bola-bola tersebut ia masukan ke dalam sebuah kotak kaca. Ia kemudian menutup kotak kaca tersebut dengan kain dan mengacak-ngacak bola yang ada di dalamnya. Murid-muridnya dipersilakan untuk memilih.
Semua murid-muridnya sudah memilih, Guy pun lekas membacakan daftar pertandingannya.
.
Pertandingan pertama: Yamanaka Ino Vs Piper McLean
Pertandingan ke 2: Shimura Sai Vs Frank Zhang
Pertandingan ke 3: Uzumaki Karin Vs Thalia Grace
Pertandingan ke 4: Yan Tenten Vs Leo Valdez
Pertandingan ke 5: Uchiha Midori Vs Annabeth Chase
Pertandingan ke 6: Nara Shikamaru Vs Will Solace
Pertandingan ke 7: Haruno Sakura Vs Hazel Lavesque
Pertandingan ke 8: Rock Lee Vs Nico di Angelo
Pertandingan ke 9: Uzumaki Naruto Vs Perseus Jackson
Pertandingan ke 10: Uchiha Sasuke Vs Jason Grace
.
"Wow, tiga pertandingan terakhir pasti akan menjadi pertandingan yang paling hebat!" komentar Kiba yang tengah duduk di kursi penonton.
"Ano, menurut kalian Sasuke-kun bisa menang dari Jason-san tidak?" tanya Hinata.
"Entah…" komentar Shino singkat.
"Bagaimana kalau kita taruhan? Aku akan menjagokan Jason Grace!"
"Kenapa Jason? Harusnya kau bertaruh untuk teman kita, Kiba!" sahut Chouji.
"Dia itu putera Jupiter/Zeus. Aku yakin anak itu pasti sangat kuat."
"Aku akan mendukung Sasuke-kun," sambung Hinata.
"Bagaimana denganmu, Shino, Chouji?"
"Aku bertaruh untuk Sasuke karena dia teman kita," jawab Chouji.
"Aku akan bertaruh untuk Jason Grace. Sasuke itu menyebalkan," komentar Shino.
"Bagaimana denganmu, Neji-Nii?" tanya Hinata pada Neji yang sejak tadi hanya diam sambil melipat kedua tangan di depan dada.
"Uchiha Sasuke," jawabnya singkat.
"Taruhannya apa, Kiba?" tanya Shino.
"Apa, ya?"
"Sudah, uang saja biar gampang," saran Chouji.
"Kalau begitu, siapa yang menang akan mendapatkan uang dari hasil misi terakhir kita! Deal?"
"DEAL!" tegas Hinata, Chouji, Shino, dan Neji.
.
"Oh, ya ampun, lihat mereka semua! Mereka melakukan taruhan untuk pertandingan kali ini," kata Amaru.
"Ayo kita taruhan juga! Aku menjagokan Naruto-kun!" kata Shion.
"Aku akan bertaruh untuk Perseus Jackson," sambung Sara.
"Aku akan menjagokan Naruto juga deh," kata Amaru.
"Oi, kalian semua! Siapa yang ingin ikutan bertaruh untuk pertandingan Naruto Vs Percy?" tanya Sara pada tim Baki-sensei."
"Aku bertaruh untuk Naruto."
"Apa-apaan kau ini, Gaara, kenapa harus ikut-ikutan gadis-gadis ini?" tanya Temari.
"Sudahlah, Temari, sekali-kali kita memberi mereka uang tidak apa-apa, kan? Aku bertaruh untuk Perseus Jackson!" sahut Kankurou.
"Baiklah, kalau begitu. Aku bertaruh untuk Perseus Jackson juga!" tegas Temari.
"DEAL! Barang taruhannya adalah uang dari hasil misi terakhir kita!" seru Sara.
.
.
Pertandingan pertama: Yamanaka Ino Vs Piper McLean
Sakura yang sejak tadi memperhatikan teman-temannya menghembuskan nafas panjang. Angels keturunan murni itu keterlaluan sekali. Mereka enak saja bisa bersenang-senang begitu, sementara ia dan teman-temannya harus latihan tanding melawan Demigods.
Saat ini di Arena pertandingan, pertandingan pertama sedang di mulai. Ino dan Piper sedang bertarung habis-habisan. Kedua gadis cantik itu sama-sama tak mau kalah. Para penonton yang sebagian besar para cowok terus menyerukan nama jagoan mereka masing-masing. Awalnya Ino berhasil membuat Piper terdesak dengan Flowers Abillity-nya, tapi kini giliran Ino yang terdesak oleh puteri Aphrodite itu. Kemampuan berpedang Piper selalu berhasil menangkis serangan Ino.
"Mereka semua taruhan," kata Sakura sambil menunjuk Kiba Cs dan Shion Cs.
"Biarkan saja, Sakura-chan. Mungkin pertandingan kali ini adalah hiburan tersendiri bagi mereka," sahut Naruto.
"Hiburan apanya? Memangnya mereka pikir, ini pertandingan Gladiator?"
"Anggap saja ini pertandingan Gladiator versi Mid-Angels dan Demigods," kata Will Solace.
"Kalau begitu diantara aku dan Naruto siapa yang akan kau jagokan, dokter?" tanya Percy.
"Maaf ya, Perce, tentu saja kali ini aku akan menjagokan keponakanku!"
"Eh?" Sakura memiringkan kepalanya tak mengerti.
"Apa maksudmu dengan keponakan? Percy kan bukan keponakanmu! Duh, aku bingung jadinya. Percy itu kan putera Poseidon. Poseidon sendiri adalah pamannya Apollo, sedangkan kau adalah putera Apollo. Jadi Percy itu…"
Will memotong perkataan Naruto. "Kaulah keponakanku, Naruto. Aku tahu siapa kau sebenarnya, soalnya kau itu mirip sekali dengan Kakakku."
"Se-sebentar, maksudmu Ayahnya Naruto itu putera Apollo?" tanya Sakura.
"Yup! Ayahmu itu Namikaze Minato, kan?"
Naruto tersentak. Ia yakin yang tahu siapa jati dirinya yang susungguhnya hanyalah sedikit. Teman-teman sekelasnya saja bahkan tidak tahu bahwa Ayahnya adalah Pemimpin Konoha Academy sebelum Tsunade Senju.
"Kau tahu dari mana tentang Ayahku?"
"Yah, Apollo pernah bercerita padaku dalam mimpi, bahwa dulu ia pernah jatuh cinta pada seorang Angels yang bernama Hikari Namikaze. Untuk mendekati gadis itu, Ayahku menyamar menjadi seorang Angel. Mereka berdua akhirnya berhubungan, lalu lahirlah Kakakku—Namikaze Minato. Minato mewarisi lebih banyak gen Angel dari Ibunya. Itulah sebabnya, saat ibunya tertular virus mematikan yang membuat sebagian Angels terusir dari Konoha Academy, dia pun tertular penyakit itu dari Ibunya. Sayangnya, Namikaze Hikari meninggal akibat penyakit tersebut. Well, setelahnya kau juga tahu kan bagaimana kelanjutannya?"
"Ayahnya Kakashi-sensei, Sakumo Hatake, mengangkat Ayahku sebagai puteranya. Sakumo Hatake dan isterinya bahkan tidak peduli jika mereka ikut tertular virus itu dari Ayahku, tapi mereka tidak bisa membiarkan virus itu menyerang Kakashi-sensei juga. Akhirnya mereka menitipkan Kakashi-sensei pada keluarga Kurenai-sensei."
"Para petinggi Konoha bilang, kedua orang tua Namikaze Minato menghilang tanpa jejak, bukan?"
"Ya, itu yang mereka katakan pada Ayahku."
"Ayahku, Nenekmu, dan beberapa petinggi Konoha yang lain difitnah oleh Danzo. Mereka dibilang pengkhianat, padahal kenyataanya Danzo-lah yang pengkhianat. Ayahku ingin sekali menghentikan perselisihan saat itu, tapi Zeus mengatakan, seorang Dewa tidak boleh mencampuri urusan kaum Angels apalagi Manusia. Ayahku juga mengetahui bahwa selain Danzo, masih ada para pengkhianat lainnya, salah satunya adalah Orochimaru. Dialah yang telah menciptakan virus mematikan itu. Tentu saja Namikaze Hikari ikut tertular virus tersebut. Apollo tidak ingin jati dirinya sebagai seorang Dewa diketahui, jadi dia juga pura-pura sakit, bahkan di depan puteranya sendiri."
"Jadi itulah sebabnya Ayahku mengira bahwa kedua orang tuanya sering sakit-sakitan?"
"Ya, dan Ayahku semakin terpukul saat dia mengetahui bahwa puteranya—Namikaze Minato— juga tertular virus mematikan tersebut dari Hikari. Apollo juga adalah Dewa pengobatan, ia ingin sekali menyembuhkan penyakit istri dan anaknya, tapi Zeus mengancam akan menghukum Apollo dengan hukuman terberat yang tak'kan pernah terbayangkan. Jika Apollo sampai melakukan hal itu, Zeus akan melemparkannya ke dalam Tartarus dan mencabut anugerahnya sebagai seorang Dewa."
"Zeus jahat sekali, Apollo itu kan puteranya sendiri!" komentar Sakura.
"Dia harus melakukannya, Sakura, karena dia adalah seorang Raja."
"Lalu apa yang terjadi setelah itu?" tanya Sakura.
"Namikaze Hikari meninggal dan lenyap menjadi cahaya. Apollo yang merasa kehilangan memutuskan untuk kembali ke Olympus—"
"…dan meninggalkan Ayahku sendirian?" potong Naruto.
"Ya!"
"Ayahku sedang sakit keras saat itu! Dia sangat menderita karena saat itu dia masih sangat kecil, tapi Apollo malah meninggalkannya?" kata Naruto dengan wajah merah menahan amarah.
"Jangan lupa dia juga meninggalkanku dan anak-anaknya yang lain, Naruto!" sahut Will.
Naruto menghela nafas saat melihat ekspresi Will berubah sedih. Tidak hanya Will, bahkan Percy pun langsung menunduk sedih. Nico yang sejak tadi duduk dan mendengarkan di samping Will juga memperlihatkan mata sendunya. Saat itu juga Naruto langsung menyesali perkataannya.
"Umm, maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengingatkan kalian pada masa lalu yang menyakitkan," ujarnya cepat-cepat.
"Para Dewa-Dewi benar-benar egois. Setelah melakukan hal itu pada manusia yang dicintainya, mereka meninggalkan anak-anaknya begitu saja?" komentar Sakura.
Percy tersenyum tipis. "Mereka semua harus melakukannya karena mereka adalah seorang Dewa yang memiliki kewajiban yang jauh lebih penting daripada urusan pribadi."
Nico memejamkan kedua matanya. "Berat sebenarnya, apalagi Ibuku juga tewas karena dibunuh oleh Zeus, tapi sebagai seorang Demigod, seperti itulah takdir kami. Hidup Demigods selalu berakhir dengan tragis, sama seperti Kakakku, Bianca."
"…sama seperti saudara-saudaraku, Lee Fletcher dan Michael Yew. Pada dasarnya, kami putera/puteri Apollo memang tidak begitu kuat. Aku pun mungkin akan—"
"DIAM KAU, WILLIAM BODOH!" teriak Nico. "Aku pasti akan melindungimu dalam perang nanti," lanjutnya.
Will hanya tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Nico. "Harusnya aku yang bilang begitu, kan?"
"KYAAAA!" terdengar teriakan nyaring.
Sakura kembali memfokuskan penglihatannya pada Arena pertandingan. Sakura menghela nafas lagi karena rupanya yang berteriak barusan adalah Ino yang akhirnya kalah dari Piper.
"Piper menang? Padahal dia yang paling lemah diantara kita semua," komentar Nico.
"Tidak juga. Sekarang ini Piper memang sudah lebih kuat berkat latihannya bersama Hazel dan Annabeth. Selain itu di Camp, ia juga selalu mengikuti latihan pedang dan pertandingan tangkap bendera. Ia tak seperti saudara-saudarinya yang lain, yang hanya duduk diam sambil bersolek."
"Kau memperhatikan gadis itu, Perce? Akan kubilang pada Annabeth!"
"Nico, aku bukannya memperhatikannya tapi sejak Luke tewas… Akulah yang menggantikan Luke melatihan teman-teman berpedang."
"Kupikir Clarisse yang menggantikan Luke."
"Clarisse La Rue, puteri Ares. Benar juga, dulu kau juga pernah dibully olehnya, kan, Perce?" tanya Will.
"Dia memang gadis paling tangguh yang pernah kutemui, tapi kalau soal ilmu pedang, aku tak'kan pernah kalah darinya. Kau tahu kenapa? Karena Chiron dan Luke mengajariku dengan sangat baik."
"…tapi Luke juga pernah beberapa kali hampir membunuhmu, kan?"
"Sudahlah, Will. Aku memang pernah membenci Luke, tapi sekarang sudah tidak lagi. Dia seorang pahlawan after all."
"Kalau menurutku cewek yang paling tangguh itu Reyna Avila Ramirez-Arellano!"
"Aha, RaRa putera Bellona itu, ya? Kau pernah berpetualang berduaan dengannya, kan, Nic? Duh, aku cemburu…" kata Will yang kepalanya langsung dijitak oleh Nico.
"Bukan berduan tapi dengan pelatih Hedge juga!"
"Ya, tapi tetap saja aku cemburu."
"Oh come on, guys! Lihatlah pertandingan selanjutnya, sekarang gilaran Frank!" kata Percy.
Nico dan Will lekas memfokuskan pandangan mereka ke depan.
.
.
Pertandingan ke 2: Shimura Sai Vs Frank Zhang
Naruto memperhatikan pertandingan sengit antara Sai dan Frank. Pertandingan itu lumayan seru, dan ia tak menyangka karena Frank bisa berubah wujud menjadi binatang juga, sama seperti Kiba.
"Bagaimana bisa dia berubah menjadi binatang? Apa ia punya Abillity yang sama dengan Kiba?" tanyanya.
"Selain putera Mars/Ares, Frank itu Legacy Poseidon juga. Ia bahkan pandai memanah seperti anak-anak Apollo, makanya dia sangat kuat, bahkan mungkin dialah yang paling tangguh diantara kami semua," jawab Will.
"Ya, sayangnya dia memiliki kelemahan yang sangat fatal," sahut Nico.
"Apa itu?" tanya Sakura.
"Hidupnya bergantung pada sebuah kayu bakar dan sekarang kayu bakar itu sudah sangat pendek," jawab Percy.
"Kayu bakar? Kenapa bisa?" tanya Sakura bingung.
"Long story," jawab Nico.
Pertandingan berlangsung lebih lama dari pertandingan antara Ino dan Piper tadi. Sai sudah hampir kehilangan banyak chakra. Ia pun menggunakan chakra terakhirnya untuk menggambar seekor Naga dengan Magical Drawing Abillity-nya. Frank tak mau kalah, ia pun berubah menjadi Naga. Naga Sai bertarung habis-habisan dengan Frank di udara, hingga akhirnya Naga milik Sai kalah dan kembali berubah menjadi tinta hitam yang membasahi seluruh tubuh Sai. Sai yang sudah kehilangan banyak chakra pun langsung ambruk dan dibawa petugas medis.
"Demigod lagi yang menang," kata Naruto.
.
.
Pertandingan ke 3: Uzumaki Karin Vs Thalia Grace
Pertandingan ketiga tak kalah sengit dari pertandingan sebelumnya. Kemampuan bertarung Thalia sangat hebat. Bagaimana tidak? Thalia adalah puteri Zeus. Gadis itu sudah berpetualang sendirian sejak ia masih kecil, hingga akhirnya ia bertemu dengan Luke dan Annabeth, dan mereka pun memutuskan untuk melanjutkan petualangan bersama. Thalia juga adalah anak buah Dewi Artemis.
Karin tak mau kalah dari gadis itu. Mereka saling beradu tombak. Karin bahkan berulang kali tersetrum oleh kekuatan petir Thalia yang dialirkan pada senjata miliknya. Setiap kali Karin terluka, ia akan langsung menyembuhkan dirinya sendiri dengan Healing Ability andalannya. Thalia menyerangnya secara beruntun, bahkan mata biru Thalia yang menusuk tajam mengingatkannya pada tatapan tajam Uchiha Sasuke, tapi Karin memutuskan untuk tak pernah menyerah, hingga akhirnya ia berada dalam kondisi terdesak dan kedua sayapnya muncul. Karin pun mengangkat Thalia ke udara dan tentu saja Thalia yang fobia ketinggian, kini gantian berada dalam posisi terdesak hingga akhirnya ia kalah.
.
"Wow, Karin-senpai mengalahkan puteri Zeus!" kagum Sakura.
"Thalia pasti terlalu meremehkan Mid-Angel itu, makanya dia kalah," komentar Will.
"Meremehkan lawan itu apa benar-benar typical anak-anak Zeus?" tanya Naruto.
"Ya, biasalah bawaan sejak lahir," sahut Nico.
.
.
Pertandingan ke 4: Yan Tenten Vs Leo Valdez
Pertandingan kali ini menjadi pertandingan paling kocak dibanding pertandingan-pertandingan sebelumnya. Abillity Tenten adalah Gun, jadi di awal pertandingan Tenten langsung melompat tinggi, memanfaatkan bakatnya di bidang acrobat, dan menghujani Leo dengan berbagai macam senjata, tapi Leo adalah putera Hephaestus yang mempunyai kekuatan api, jadi sebelum senjata-senjata tersebut menimpa tubuhnya dan membuat badan kurusnya itu gepeng, Leo langsung melapisi seluruh tubuhnya dengan api. Senjata-senjata Tenten pun sudah terlebih dahulu meleleh sebelum menimpa Leo.
Tenten yang melihat seluruh tubuh Leo diselimuti api langsung berlari ketakutan saat Leo berniat menerjangnya. Semua penonton tertawa saat Leo dan Tenten memainkan adegan kejar-kejaran seperti dalam film-film Bollywood, yang paling membuat mereka semua tergelak adalah setiap kali Tenten berteriak karena ia takut terkena api.
Gerakan Tenten semakin melambat karena gadis itu sudah kelelahan berlari terus. Leo pun berkacak pinggang sambil berseru."Saatnya serangan pamungkas, hahaha. Menyerahlah pada si keren Leo ini!"
"Kumohon jangan bakar aku, bocah api!"
Leo lekas menghilangkan api yang menyelimuti seluruh tubuhnya lalu berteriak sambil meniru gaya Doraemon. "Sabuk Perkakas Ajaib!"
Leo mengeluarkan berbagai macam perkakas dari sabuknya. Ada kunci inggris, palu, dan lain sebagainya. Ia memilih sebuah tali yang terbuat dari kawat. Kini Leo meniru gaya koboy. Ia melempar kawat tersebut pada Tenten hingga akhirnya seluruh tubuh Tenten terikat dan ia langsung terjatuh bagaikan ulat.
.
"Hahaha, si Leo gokil…" komentar Sakura.
Naruto tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya yang kegelian. "Dia itu kecil-kecil lincah juga, ya? Padahal gerakan Tenten lumayan cepat, haha."
Will menepuk dahinya sendiri melihat kekonyolan Leo yang menirukan gaya Doraemon dan Koboy tadi, bahkan Nico yang sejak insiden yang menimpa Bianca, tak pernah tersenyum apalagi tertawa lagi sampai melengkungkan bibirnya sedikit.
Percy? Jangan ditanya, tentu saja dia tertawa lepas seperti Naruto.
.
.
Pertandingan ke 5: Uchiha Midori Vs Annabeth Chase
Will pamit terlebih dahulu karena setelah pertandingan ini adalah gilirannya. Nico hanya mengangguk dan mengacungkan jempol tangannya untuk mendukung pemuda itu.
Pertandingan kali ini juga tak kalah sengit. Percy tak pernah memalingkan pandangannya sedikit pun dari sosok Annabeth. Midori Uchiha tak kalah tangkas dari kekasihnya itu. Fire Abillity Midori berkali-kali membuat Annabeth terluka dan terpojok. Annabeth menggunakan kecerdasannya untuk menyusun strategi, namun ternyata gadis Uchiha itu juga tak kalah cerdas.
"Jenius melawan jenius. Mereka berdua tidak hanya memiliki kecerdasan diatas rata-rata, tetapi juga sama-sama memiliki kemampuan bertempur yang hebat. Menurutmu siapa yang akan menang, Naruto?"
"Draw!" kata Naruto.
Sakura mengangguk. "Mungkin, tapi Midori Uchiha punya Fire Abillity sedangkan Annabeth tidak, meski begitu dia adalah puteri Athena."
"Annabeth memiliki kekurangan fatal," kata Percy.
"Apa itu?" tanya Naruto.
"Hubris atau kebanggaan. Dia sangat yakin dengan kemampuannya dan berpikir bahwa semuanya harus sesuai dengan yang dia rencanakan. Dan sekarang dia tampak kesulitan, mungkin dia tak menyangka bahwa Uchiha Midori bisa mengacaukan rencana yang sudah ia susun dengan rapi."
"Midori itu seperti Sasuke-kun versi cewek, tidak mudah untuk mengalahkannya, tapi meski begitu setiap orang pasti mempunyai kelemahan. Sejauh ini dia selalu berhasil dalam setiap misi, bagaimana jadinya jika Annabeth mengalahkannya, ya, Naruto?"
Naruto hanya mengangkat bahu. "Kita lihat saja nanti!"
Pertarungan antara kedua gadis itu semakin sengit. Para penonton bersorak semakin keras.
Midori Uchiha berhasil menangkis serangan Annabeth yang hampir mengenai dadanya. Pedang Annabeth pun terjatuh dari tangannya. Midori tersenyum dan mengunci gerakan Annabeth. Annabeth tak bisa bergerak, namun ia tak ingin menyerah meskipun kedua tangan dan kedua kakinya terkunci. Tanpa keraguan sedikit pun, Annabeth membenturkan kepalanya ke kepala Midori. Midori yang merasa pening akibat benturan keras tersebut mundur selangkah, pegangan tangannya melonggar. Annabeth lekas memanfaatkan hal tersebut untuk meloloskan diri. Ia langsung meraih pedangnya yang terjatuh di tanah dan menerjang Midori. Midori terjatuh ke tanah dan betapa terkejutnya dia, saat dia merasakan pedang Annabeth sudah menyentuh lehernya. Dingin. Dia bahkan bisa merasakan pedang tersebut sedikit menggores kulit lehernya. Annabeth sendiri hanya tersenyum.
"Kau hebat juga Uchiha-san," ujarnya.
"Well, aku mengaku kalah," kata Midori pula.
.
"Wow! Wise Girl, kau sangat keren!" puji Percy begitu Annabeth datang menghampirinya.
"Yah, tapi api itu benar-benar panas." Annabeth memperlihatkan bekas luka bakar di pipi, lengan kanan, dan kaki kirinya.
Wajah cantik Annabeth penuh dengan keringat. Percy menarik tangan Annabeth yang tak terluka, hingga akhirnya gadis itu duduk di sampingnya. Percy menyentuh bekas luka di pipi Annabeth.
"Sakit tidak?" tanyanya.
"Tentu saja sakit, Seaweed Brain! Kau pikir aku ini robot apa?"
"Sudah makan ambrosia atau nectar?" tanya Percy lembut.
"Sudah, tapi aku takut bekas lukanya tak akan pernah hilang."
"Tenang saja, pasti bakalan hilang, kok. Itu kan makanan dan minuman Dewa."
"…tapi lukanya masih terasa perih," kata Annabeth.
Percy membuka tutup air mineral miliknya dan lekas menggunakan kekuatan Hidrokinesis. Air itu keluar perlahan dari dalam botol dan membasahi luka Annabeth. Annabeth merasakan air dingin menembus melalui pori-porinya, rasa panas dan perih itu hilang perlahan, tergantikan oleh rasa sejuk dan nyaman. Percy tersenyum padanya, dan tentu saja Annabeth langsung blushing. Beberapa detik kemudian Annabeth merasa seperti terbang hingga ke awang-awang, saat Percy mengecup luka di pipinya dan berbisik lembut di telinganya.
"Bagaimana sekarang? Sudah sembuh, kan?"
"Kyaa!" Sakura langsung berteriak, menyambar kedua bahu Naruto dengan tangannya, lalu terus-menerus menggoyang-goyangkan tubuh cowok itu. Kedua matanya membulat sempurna dan urat-urat di dahinya membentuk sudut siku-siku.
"Lihat mereka, Naruto! Mereka so sweet banget, kenapa kau tak pernah bersikap seromantis itu padaku?!" kata Sakura histeris.
"Aow, Sakura-chan, hentikan! Pusing, duh…"
"Sebagai cucu Apollo, harusnya kau bisa lebih romantis dari Percy, Naruto-kun," kata Annabeth.
"Kau tahu dari mana kalau aku cucu Apollo? Aku saja baru tau."
"Kalian mirip, jadi saat dalam perjalanan menuju Delta ZY ini, aku bertanya pada Will, apa ada hubungan darah diantara kalian berdua? Lalu dia cerita kalau Ayahnya memang pernah jatuh cinta pada seorang Angel yang bernama Namikaze Hikari, bla-bla blah…"
"Benarkah Apollo itu sangat romantis?" tanya Sakura.
"Tentu saja. Apollo bukan hanya Dewa Matahari, Ramalan dan Pengobatan saja, tapi ia juga adalah Dewa Musik dan Puisi. Dan dia sangat 'HOT!', pokoknya body-nya jauh lebih keren dari Percy!"
"Yah, tapi jangan pernah memintanya untuk membaca Haiku, itu sama sekali tidak enak di telinga," komentar Nico.
"Wise Girl, apa maksudmu dengan aku tidak sekeren Apollo? Aku juga lumayan keren, kok."
"Yah, tapi itu kan sebelum kita berdua jatuh ke dalam Tartarus, Percy! Sekarang kau jadi lebih kurus, tidak se-Atletis satu tahun yang lalu."
"Kalian pernah jatuh ke dalam Tartarus? Apa yang ada di dalam sana?" tanya Naruto.
Percy dan Annabeth tidak menjawab. Ekspresi mereka memperlihatkan ketakutan, kengerian, kesedihan, dan penyesalan. Percy menghela nafas panjang kemudian menengadah menatap langit dan memejamkan kedua mata hijau pirus-nya. Sementara Annabeth hanya menundukkan wajahnya sambil menggenggam tangan Percy.
"Pokoknya Tartarus itu benar-benar Neraka," jawab Nico.
"Kau juga pernah jatuh ke dalam sana?" tanya Sakura.
"Aku putera Dewa Kematian dan Kekayaan, jadi aku jauh lebih kuat dari mereka berdua dan bisa bertahan sedikit lebih lama. Namun Percy dan Annabeth, saat di dalam sana, kondisi mereka pasti jauh lebih buruk daripada aku."
"Begitu, ya?" kata Sakura sambil memperhatikan Percy dan Annabeth.
"Tartarus yang kami lihat dengan mata fana kami adalah sebuah dataran mengerikan yang terus landai ke bawah seperti mangkuk. Udaranya adalah Asam, beracun dan berbahaya. Daratannnya gelap. Awannya berwarna merah seperti darah atau mungkin itu memang darah? I don't know. Terdapat lima buah sungai yang mengerikan dan berbahaya di dalam Tartarus; Styx, Acheron, Plegethon, Cocytus, Lethe. Tidak hanya itu, pasirnya adalah pecahan kecil kaca-kaca hitam. Tartarus adalah rumah semua Monsters, Titans, Giants. Dan yang paling buruk, mereka semua jauh lebih kuat di dalam sana. Kalian tahu, Tartarus itu sebenarnya adalah salah satu dari para Protogenoi (Dewa-Dewi Awal). Dia adalah perwujudan dari lubang Neraka," cerita Nico sambil memejamkan kedua matanya.
"Itu berarti kalian bertiga pernah berada di dalam tubuhnya? Iuh,menjijikan!"
"Sakura-chan, sebaiknya kita tidak usah membahas hal itu lagi, ya? Itu pasti sangat sulit bagi mereka bertiga…" bisik Naruto.
Sakura mengangguk dan kembali fokus ke arena pertandingan.
"Lihat, sekarang giliran Shikamaru dan Will!"
Naruto dan ketiga Demigods itu pun mengalihkan pandangan mereka ke arena pertandingan. Sakura bisa melihat air mata di pipi Annabeth, tapi gadis itu segera menghapus air mata di wajahnya.
.
.
Pertandingan ke 6: Nara Shikamaru Vs Will Solace
Will menggunakan busur dan panah sebagai senjatanya, sedangkan Shikamaru melawan Will dengan Shadow Manipulation Abillity-nya. Will sangat hebat dalam menggunakan panah. Kemampuan bertempurnya juga tak kalah hebat dari Piper. Shikamaru malah bersikap santai dan malas seperti biasanya. Namun saat Will semakin membuatnya terpojok, barulah Shikamaru bersikap serius. Ia memadukan Shadow Manipulation Abillity-nya dengan kecerdasannya yang di atas rata-rata. Akhirnya Will pun kalah dalam pertandingan tersebut.
.
Sebelum pertandingan kembali di lanjutkan, Guy-sensei dan Itachi memberikan waktu satu jam untuk murid-muridnya beristirahat. Murid-muridnya pun berlomba-lomba menuju Cafetaria untuk memburu makanan yang hanya disediakan 20 mangkuk setiap harinya, yaitu Ramen Ichiraku dengan bumbu rahasia yang paling special.
Mereka semua pun berlari secepat kilat, saling berdesak-desakkan, saling mendorong, saling jambak-menjambak, bahkan ada juga yang saling pukul dan tendang. Tidak ada seorang pun yang menggunakan Abillity mereka karena hal tersebut dilarang keras oleh sang Koki—Teuchi.
"Mereka semua kenapa sih, kok ribut-ribut begitu?" tanya Annabeth heran.
"Mereka sedang berburu Ramen spesial yang hanya disediakan 20 mangkuk saja setiap harinya."
"Hah? Kok, kayak di Dorama 'My Boss, My Hero?".
"Yah, Paman Teuchi yang membuat ramen itu memang terinspirasi dari Dorama tersebut, katanya sih biar seru. Guy-sensei setuju saja karena ia suka melihat para muridnya memiliki semangat masa muda yang berapi-api," cerita Sakura.
"Ikutan yuk, Seaweed Bra—lho, kemana Percy?" Annabeth yang baru saja tersadar kalau cowok itu menghilang menengok kiri-kanan.
"Udah pergi daritadi dengan Naruto," jawab Sakura.
"Uhh, menyebalkan. Dia meninggalkanku, dasar Seaweed Brain."
"Sudahlah, Annie! Biarkan saja, namanya juga remaja labil…" sambung Will.
"Kalian tidak mau ikutan?" tanya Annabeth pada Will dan Nico.
"Nggak deh, aku nggak suka ramen. Ramen itu nggak sehat."
"Dan aku tidak suka berdesak-desakan," sahut Nico.
"Sakura-chan, ikutan, yuk!" ajak Annabeth.
"Ayo!"
Sakura dan Annabeth mulai mengambil ancang-ancang dan lekas berlari melewati belasan, puluhan, bahkan ratusan murid-murid lain.
.
"YEAY! Akhirnya sebelum pertandingan dimulai aku bisa makan ramen ini!" seru Naruto.
Sakura duduk di sampingnya, dan hey, berkat bantuan strategi dari Annabeth, kedua gadis ini juga berhasil mendapatkan salah satu ramen tersebut. Annabeth dan Percy duduk berdampingan di hadapannya dan Naruto.
"Kenapa warnanya tidak biru, ya? Padahal sekali-kali warnanya biru gitu, biar unik…" komentar Percy.
"Kau memang tidak pernah bosan dengan makanan dan minuman biru, ya, Seaweed Brain?"
"Ada gitu makanan biru?" tanya Sakura.
"Tentu saja ada, Ibuku selalu membuatkan aneka makanan biru untukku," jawab Percy sambil tersenyum.
"Oh, jadi Percy ini anak Mommy, ya?" goda Sakura.
Annabeth langsung tergelak, sedangkan pipi Percy memerah karena malu.
"Tak apa-apa, Percy, aku juga anak Mommy, kok. Yah, setidaknya saat dia masih hidup," kata Naruto.
"Duh, dua-duanya anak Mommy ternyata. Wow! Kita berdua benar-benar menantikan pertandingan antar anak-anak Mommy ini!" kini Annabeth yang menggoda mereka dan Sakura langsung tertawa terbahak-bahak.
"Sudahlah, mending kita makan!" kata Percy cemberut.
Annabeth tergelak lagi karena Percy malah terlihat lebih imut saat sedang kesal begitu.
"Itadakimasu…"
"Tadaima…"
"Seewed Brain, bukan Tadaima tapi Itadakimasu!"
"Memang apa bedanya?"
Annabeth membenturkan kepalanya sendiri ke meja. "Memalukan sekali pacarku ini…"
Sakura dan Naruto hanya tertawa. Mereka berempat pun memakan ramen tersebut bersama-sama. Selesai makan, Sakura kembali bertanya.
"Kalian Demigods… bisa jatuh sakit nggak sih?" tanyanya penasaran.
"Tentu saja, di dalam tubuh kami kan mengalir darah manusia fana juga. Hanya saja kami jarang sakit karena orang tua Dewa kami memberkati kami," jawab Annabeth.
"Dalam tujuh belas tahun ini, berapa kali kau jatuh sakit, Annabeth?"
"Hmm, aku tidak ingat. Aku jarang sakit sih…"
"Kau bagaimana, Percy?" tanya Naruto.
"Ya, aku juga jarang sakit, jadi aku tak ingat. Yang kuingat, saat aku berumur tujuh bulan, Ayahku pernah datang menemuiku. Ibuku bilang mungkin aku hanya mengigau karena aku sedang sakit saat itu."
"Sepertinya Ayahmu baik?"
"Hn. Ayahmu bagaimana?"
"Tidak ingat. Ayahku sudah meninggal sejak aku masih bayi."
"…karena virus itu?"
"Bukan! Ayahku sudah sembuh sejak ia had sex dengan Ibuku. Ayahku tewas saat Kyuubi menyerang Konoha. Dia menggunakan jurus terlarang untuk menyegel Kyuubi."
"Apa itu Kyuubi?"
"Siluman rubah raksasa berekor sembilan, tapi sekarang Kyuubi baik, kok. Saat ini dia sedang tidur nyenyak di dalam tubuhku. Nama aslinya Kurama."
"Dia bisa masuk ke dalam tubuhmu? Bagaimana caranya?" tanya Percy dengan wajah polosnya.
"Long story…" kata Naruto yang kemudian menyeruput kuah ramen terakhirnya.
oooOOKonohaAcademyOOooo
.
.
Pertandingan ke 7: Haruno Sakura Vs Hazel Lavesque
Hazel menggunakan tipuan kabut untuk mengimbangi Illusion Abillity milik Sakura. Sakura tampak kesulitan karena ternyata Hazel juga menguasai ilmu sihir. Kekuatan mereka membuat Arena pertandingan terbelah menjadi parit besar yang di dalamnya mengalir api panas, membuat parit itu persis seperti sungai Plegethon.
Meski itu hanya sebuah ilusi, badan Annabeth sampai gemetar. Ia juga menutup kedua mata abu-abunya rapat-rapat. Kedua tangannya ia gunakan untuk menutup kedua telinganya, seakan ia tengah mendengar suara-suara mengerikan di dalam pikirannya. Nafasnya tersengal-sengal dan wajahnya berubah pucat dan penuh dengan keringat dingin.
Percy malah lebih parah. Ia bertingkah seperti orang yang tersedak dan terbatuk-batuk, lalu muntah-muntah. Tubuhnya gemetaran dan nafasnya tersengal-sengal. Wajahnya juga tak kalah pucat dari Annabeth.
"Ada apa dengan mereka berdua?" tanya Naruto cemas.
"Mereka pasti teringat kejadian di dalam Tartarus, saat mereka harus meminum air sungai Plegthon untuk bisa bertahan hidup di dalam sana," jawab Nico.
"Kelihatannya mengerikan."
"Ya, airnya seperti magma."
"Uuh, pasti rasanya sangat panas, pedas, dan menjijikan!"
"Ya, dan sepertinya mereka berdua masih trauma," komentar Will.
"Bayangkan saja, kalian baru saja terjatuh ke dalam sungai Cocytus yang dinginnya minta ampun, pokoknya rasanya jauh lebih dingin daripada es. Lalu, kalian harus meminum air api agar kalian tak sampai terserang Hipotermia atau yang lebih buruk mati karena kedinginan…"
"Kedengarannya buruk. Kalau aku pasti sudah mati tenggelam saat terjatuh ke dalam sungai Cocytus itu. Pantas saja mereka berdua begitu pucat dan kurus setelah pulang dari misi 7 blasteran itu."
"Aku setuju dengan, Will," kata Naruto yang kemudian menyentuh bahu Annabeth.
"Tenanglah Annabeth, itu hanya flashback. Sekarang kau dan Percy baik-baik saja. Kalian aman di sini."
Annabeth tersentak dan kembali membuka matanya. Ia memandang sekeliling dengan tergesa, lalu memeluk Percy dan menenangkan kekasihnya itu.
"Ini buruk… Dia langsung demam," ujarnya setelah menyentuh kening Percy.
"Aku baik-baik saja, Annabeth. Ya, aku baik-baik saja!" tegas Percy.
Will lekas memberikan sebotol air mineral pada Percy. Percy langsung meminum air itu sampai habis.
"Apa dia baik-baik saja?"
"Tenang saja, Naruto, air akan menyembuhkannya dan juga membuatnya lebih kuat."
"Geez, Percy! Kau itu benar-benar seperti ikan! Apa kau bisa bernafas di dalam air juga?"
Percy hanya tersenyum kecil, "Menurutmu?"
"Pasti bisa, kau kan putera Dewa Laut dan Pengguncang Bumi."
Annabeth bersandar pada bahu Percy. Percy membelai lembut rambut pirang Annabeth. Naruto, Nico, dan Will kembali fokus pada pertandingan.
.
Sakura membentuk kekkai saat Hazel memunculkan bebatuan mulia dari dalam tanah dan melemperkan batu-batu berharga tersebut ke arahnya. Para penonton berdecak kagum karena Hazel tak hanya mengeluarkan emas batangan dan perak dari dalam tanah, tetapi juga aneka jenis permata dan berlian.
"Aku tak akan kalah darimu, Hazel!" teriak Sakura.
Batu-batu berharga itu terus membentur kekkainya tanpa henti lalu berjatuhan ke dalam parit. Selang beberapa menit kemudian, Hazel berhenti menyerangnya dengan bebatuan mulia.
"Kenapa? Kau sudah kehabisan batu-batu mulia itu, ya?"
"Ya, tapi aku masih punya Spatha!" Hazel berseru sambil menerjang Sakura dengan senjatanya.
Hazel memantrai Spatha tersebut hingga saat ujung Spatha menyentuh kekkai Sakura, kekkai itu langsung hancur berkeping-keping. Sakura lekas mengambil shuriken dari kantong senjatanya dan melemparkan shuriken-shuriken tersebut pada Hazel. Hazel terluka di sana-sani, tapi dia tak menyerah, ia terus menyerang Sakura hingga akhirnya Sakura terjatuh ke dalam parit.
Naruto langsung berdiri menyaksikan adegan tersebut, ia seperti melihat gerakan slow motion. Sakura hampir menyentuh air api di dalam parit.
"SAKURAA!" teriaknya yang langsung merapal jurus Hiraishin. Dan dalam waktu sekejap saja ia sudah menggendong Sakura dan mendarat dengan mulus di Arena yang tak terbelah.
"Haruno Sakura didiskualifikasi!" teriak Guy.
"Kau membuatku kalah, Naruto baka!" teriak Sakura seraya memukul kepala Naruto dengan keras.
Naruto meringis. "Sakura-chan, kau itu hampir terjatuh ke dalam parit."
"Parit itu cuma ilusi Hazel dan aku. Itu tidaklah nyata!" tegas Sakura.
Naruto kembali mengalihkan pandangannya ke sekeliling Arena. Arena pertandingan sudah kembali seperti sedia kali. Tidak ada lagi parit atau magma.
"Bukannya Illusion Ability Sakura-chan itu selalu menghasilkan efek yang nyata?" tanya Naruto bingung.
"Itu hanya berlaku jika musuhku benar-benar terperangkap di dalam dunia ilusiku. Hazel memiliki kemampuan sihir, jadi ia tak akan bernasib sama seperti Shion waktu itu, baka!"
"Oh, kalau begitu aku minta maaf."
"Ckck, kau memang baka. Aku mungkin saja bisa menang dari Hazel tadi."
Semua supporter Sakura meneriaki Naruto dan melemparkan botol-botol air mineral bahkan sampah cemilan mereka ke arahnya. Naruto menurunkun Sakura dari gendongannya lalu membungkukkan badanya berkali-kali untuk meminta maaf.
.
.
Pertandingan ke 8: Rock Lee Vs Nico di Angelo
Pertandingan kali ini tak kalah menegangkan. Lee melawan Nico habis-habisan, bahkan ia sampai mengeluarkan jurus Hachimon Tonkou andalannya hingga membuka gerbang ke-6.
Nico terlihat kesulitan menghadapi jurus bertubi-tubi Lee, tapi ia tak ingin kalah. Kecepatan Lee memang tak tertandingi, akibatnya ia terluka di sana-sini. Seluruh tubuhnya benar-benar sakit, tapi ia tak akan pernah menyerah.
Lee sendiri tak ingin menyerah, ia pun mengeluarkan isyarat tangan agar Nico berhenti sebentar.
"Tunggu sebentar, sekarang waktunya aku minum obat!" kata Lee yang langsung meminum obat pemberian Guy.
Nico semakin kewalahan karena gerakkan Lee semakin cepat, menggila, dan sulit dibaca. Lee seperti orang gila yang sedang mabuk.
"Obat apa yang diminumnya tadi? Apa obat itu mengandung alkohol?"
Nico dalam kondisi yang terdesak. Tiba-tiba saja Lee sudah berada di depannya dan menendang dadanya. Nico pun terlempar beberapa meter hingga punggungnya menabrak tembok. Ia pun memuntahkan darah kental dari dalam mulutnya.
"Ukh!" ringis Nico yang kemudian menggunakan kekuatannya untuk memanggil orang mati.
Tulang belulang muncul dari dalam tanah dan langsung membentuk kerangka utuh hingga berubah menjadi zombie. Jumlahnya hanya lima saja, tapi tentu saja hal itu membuat Lee kesulitan. Ia bertarung habis-habisan, namun melawan zombie memang bukanlah hal yang mudah. Lee yang sudah kehabisan tenaga akhirnya ambruk. Zombie-zombie itu pun kembali berubah menjadi tulang belulang. Nico menggunakan kekuatannya yang tersisa untuk mengubur kembali tulang-tulang tersebut di dalam tanah.
"Sugooi! Kau hebat sekali, Nico-kun!" teriak Sasame dari kursi penonton.
.
.
Pertandingan ke 9: Uzumaki Naruto Vs Percy Jackson
Nico bersandar di bahu Will dan langsung tertidur lelap. Will hanya tersenyum. Nico benar-benar terlihat seperti anak yang polos saat sedang tidur. Will menoleh ke samping kanan dan kirinya. Di samping kanannya Sakura terus berseru meneriakan nama Naruto. Di samping kirinya Annabeth melakukan hal yang sama, bedanya ia meneriakan nama Percy.
Hinata memasang headset di telinganya. Gadis-gadis di belakangnya benar-benar berisik. Mereka terus meneriakan nama Naruto dan Percy tanpa henti. Hinata yakin, besok gadis-gadis itu pasti akan kehilangan suara mereka saking hebohnya.
"NARUTOOO, GANBATTEEEE!"
"PERCY, YO CAN DO IT! FIGHT…FIGHT… FIGHT!"
.
"Wow, Percy! Kau langsung jadi populer di sini," kata Naruto.
"Kau juga tak kalah populer, Naruto."
"Kau lihat di sebelah sana? Ada banyak sekali senjata yang bagus. Silakan, pilih yang kau suka." Naruto menunjukkan senjata-senjata yang sudah disiapkan Guy dan Itachi sebelumnya.
Percy hanya tersenyum dan mengeluarkan sebuah pulpen dari dalam saku jeans-nya.
"Pulpen? Come on, ini bukan waktunya untuk bercanda."
"Aku tak bercanda. Ini adalah pedangku."
Percy menekan ujung pulpen tersebut dan pulpen itu langsung berubah menjadi sebuah pedang perunggu.
"Wow! Apa itu Anaklumos atau Riptide? Pedang legendaris milik Poseidon?"
"Yup!"
"Pedang yang Poseidon gunakan untuk melawan Ayahnya—Kronos?"
"Hn."
"Dan juga pedang yang pernah digunakanan oleh Hercules. Oops, maksudku Heracles?"
"Duh, Naruto! Kau ini mau membahas pedang atau bertarung sih?"
"Haha, I'm sorry…"
"Jadi kau mau bertanding pedang atau lebih dari itu?"
"Keluarkan semua kemampuanmu, Naruto, kita bertarung habis-habisan!"
"Jadi aku boleh menggunakan Wind Abillity-ku, kan? Kau hanya punya pedang? Apa itu tak akan disebut curang?"
"Aku punya air, Naruto, banyak air." Percy menunjuk sebuah Danau di dekat Arena pertandingan.
Naruto melirik danau tersebut dan tersenyum, "Benar juga, kau punya air. Jadi apa kau itu putera duyung atau semacamnya? Atau kau itu keturunan Avatar?"
"Oh, come on, sampai kapan kau mau mengobrol? Mereka sudah ribut-ribut tuh!"
"CEPAT MULAI PERTANDINGANNYA, BAKA!" teriak para penonton.
Naruto mengangguk, kini mereka berdua saling berhadapan.
.
"Aku akan mengalahkanmu dengan cepat," kata Naruto sambil mengangkat senjatanya. Pedangnya berkilat dengan pendar keemasan karena pantulan cahaya matahari.
Percy menerjang dan nyaris membunuh Naruto pada percobaan pertama. Pedangnya mengarah ke bawah lengannya, mengiris menembus pakaian olahraga-nya dan menggores tulang rusuknya. Naruto bisa merasakan cairan lengket di bawah pakaiannya. Naruto yakin bahwa itu adalah darah.
Naruto melompat ke belakang, kemudian membalas serangan dengan pedangnya, ia berhasil menebas pinggang Percy. Percy meringis, ia bisa merasakan darah merembes dari luka itu.
"Gerakanmu itu cepat juga, Naruto!"
Percy menyerang Naruto lagi dengan satu ayunan ke arah kepala. Naruto mengelak, membalas kembali dengan tikaman. Percy menghindar dengan mudah. Naruto kembali menyerang, ia mengarahkan pedangnya ke dada Percy, namun Percy menghantam pedangnya dengan Riptide miliknya. Pedang itu pun terlepas dari tangannya dan terlempar sejauh beberapa meter.
"Nampaknya kau sangat mahir dalam adu pedang ya, Percy," kata Naruto yang lekas merapal jurus.
"Wind Ability : Kazekiri no jutsu."
Percy meringis kesakitan saat angin tiba-tiba membuat tubuhnya terluka di beberapa bagian. Darah menetes dari luka-luka gores tersebut.
Naruto memanfaatkan hal itu untuk mengambil kembali pedangnya. Ia berlari secepat kilat, merunduk dan menikam kedua kaki Percy. Percy terjatuh dan jeans-nya robek-robek. Naruto tidak tahu seberapa parah luka Percy hingga ia sampai terjatuh. Naruto mencoba menebas Percy lagi, tapi Percy berguling dan berhasil menghindari serangannya. Ia mencoba berdiri, tapi nampaknya kakinya tak mampu menahan beban tubuhnya hingga ia kembali terjatuh.
Percy berguling lagi saat pedang Naruto hampir menebas dadanya. Ia merangkak menuju danau. Naruto maju perlahan sambil tersenyum.
"Mungkin akan kuakhiri sampai di sini saja, ya, Percy Jackson?"
"Wind Ability : Atsugai."
Percy merasakan tekanan besar pada tubuhnya. Tubuhnya melayang beberapa meter sebelum akhirnya tercebur ke dalam danau. Percy tersenyum saat ia mulai merasakan gelombang kekuatan. Begitu tubuhnya masuk ke dalam air, luka-lukanya mulai sembuh dan kembali menutup. Ia berputar di bawah air, menghasilkan awan berbentuk corong, dan menyembur keluar dari danau terdalam, tepat ke muka Naruto.
Kekuatan air itu membuat Naruto terjungkal, tersedak air, dan pandangannya terganggu. Percy menerjang Naruto, tapi sebelum ia bisa menyerang, Naruto berguling ke samping dan kembali berdiri. Ia juga merapal segel tangan dengan gerakan cepat.
"Wind Ability : Kaze no yaiba."
Angin yang menyerupai belati tajam berterbangan ke arah Percy. Tak ingin terkena, ia pun mengendalikan air agar membentuk dinding perisai, namun belati-belati itu malah semakin bertambah jumlahnya dengan kecepatan yang mengerikan dan menembus perisai airnya. Pada akhirnya tubuhnya terasa terpotong-potong. Rasa sakit akibat puluhan belati yang terasa menusuk-nusuk hingga ke tulang itu akhirnya menghancurkan keseimbangan tubuhnya hingga membuatnya jatuh terlentang. Percy mencakar-cakar tanah sambil merangkak menuju danau, berusaha keras untuk tidak pingsan.
"Mau mencoba menyembuhkan dirimu lagi?" tanya Naruto yang nampaknya sudah mengetahui rencananya.
"Wind Ability : Hurricane Mode."
Angin topan berukuran sedang muncul di tengah-tengah Naruto dan Percy yang kini tengah berusaha untuk kembali berdiri. Angin itu berputar semakin kencang hingga akhirnya melahap tubuh Percy ke dalamnya. Percy merasakan pening di kepalanya saat angin topan tersebut terus berpututar-putar sembari membawanya. Beberapa menit kemudian tubuh Percy terpental di udara dan menabrak pohon besar. Darah merembes dari luka di kepalanya.
"Ukh! Aku tidak akan setengah-setengah lagi sekarang!" teriak Percy. Ia mengumpulkan segenap kekuatan di dalam tubuhnya.
Naruto bisa merasakan bumi bergoyang disekitarnya. Para penonton pun berteriak panik karena tiba-tiba ada gempa yang mengguncang Delta ZY. Ia menebak Percy-lah dalang dibalik gempa bumi tersebut. Naruto berusaha untuk tetap berdiri tegak. Percy berdiri menghadap air danau dan menggerakan kedua tangannya. Air danau itu pun menguap dan terjadilah Tsunami kecil di Arena pertandingan. Naruto bisa merasakan air danau itu melahap tubuhnya. Naruto menahan nafas, tetapi sebagai seorang Mid-Angel ia tidak bisa menahan nafas di dalam air lama-lama. Air danau masuk melalui lubang hidung, telinga dan mulutnya. Ia bahkan tidak bisa membuka kedua matanya.
Naruto merasa sesak nafas. Ia benar-benar sudah kehabisan oksigen. Ia sadar bahwa ia pasti sudah benar-benar tenggelam. Tak ada yang bisa ia lihat lagi selain kegelapan. Entah waktu sudah berlalu beberapa menit saat Naruto kembali tersadar. Naruto terbatuk-batuk dan mengeluarkan banyak air dari dalam mulutnya. Keadaan sudah kembali seperti semula, tidak ada lagi gempa ataupun tsunami. Air danau itu bahkan sudah kembali ke tempat asalnya.
"Apa kau sudah menyerah, Naruto?"
Naruto mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Percy tersenyum kepadanya dan anehnya badannya tetap kering, bukankah tadi baru saja ada tsunami?
"Apa aku pingsan begitu lama hingga pakaianmu sudah kembali kering?" tanyanya.
"Aku tidak akan pernah basah jika aku memang menginginkan agar badanku tetap kering. Tenang saja, Naruto, kau hanya pingsan beberapa menit. Jadi apa kau menyerah?"
Naruto berusaha untuk berdiri meskipun badannya masih terasa lemas. Setelah ia berhasil berdiri tegak, Naruto berseru. "Aku tak akan pernah menyerah!"
Naruto mencari pedangnya yang entah terjatuh disebelah mana. Begitu pedang itu berhasil ia temukan dan ia ambil kembali, ia kembali beradu pedang dengan Percy. Mereka berdua saling menikam dan menebas. Percy berhasil melukainya lagi. Sayatan di tulang rusuknya terasa menyengat. Jantungnya berpacu. Percy menjatuhkan Riptide dan kembali menggerakan tangannya untuk mengendalikan air danau, tapi Naruto tak akan pernah membiarkan hal itu lagi. Ia pun membayangkan dirinya melayang di udara agar serangan air Percy tak pernah mencapainya lagi.
Betapa terkejutnya Naruto, saat ia merasakan bahwa tubuhnya benar-benar melayang di udara. Ia juga bisa merasakan kekuatan baru mengalir ke seluruh tubuhnya. Sesuatu mulai tumbuh dari punggungnya. Sepasang sayap putih bersih yang tidak begitu lebar. Bentuk sayapnya seperti sayap Angsa. Kini seluruh tubuhnya diselimuti cahaya keemasan.
Di bawah sana Percy tampak sedikit terkejut. Percy adalah putera Poseidon. Naruto pun berasumsi bahwa langit bukanlah daerah kekuasaan Poseidon. Ia yakin Percy tak akan bisa menggunakan kekuatan Hidrokinesis-nya di udara. Ia pun mengangkat Percy ke udara, mengajaknya terbang seperti burung. Percy terus berteriak minta dilepaskan, tapi Naruto terus mengepakkan sayapnya dan malah membawanya melesat semakin tinggi.
Percy bisa melihat awan mendung dekat sekali dengan kepalanya. Kilat menyala-nyala dan menyambar-nyambar. Ia pun tak tahan lagi karena langsung teringat dengan ancaman Zeus. Percy mulai merasa pusing dan sesak nafas. Tak lama kemudian, ia pun kehilangan kesadaran.
"Wow! Aku mengalahkan putera Poseion!" kata Naruto yang lekas turun dari udara dan kembali mendarat di Arena pertandingan.
.
Sakura tak berkedip memandang sosok Naruto dengan Angel's wings. Naruto terlihat jauh lebih tampan dan mempesona dengan sayap tersebut. Body-nya pun terlihat 'Hot' seperti Apollo. Warna kulitnya yang kecokelatan berubah menjadi putih. Garis-garis kembar di kedua pipinya tampak menghilang karena tersamarkan oleh cahaya yang menyelimutinya. Para gadis Mid-Angel sudah pingsan di atas kursi mereka, bahkan para gadis keturunan murni banyak yang blushing melihat sosok Naruto. Sakura sendiri bisa merasakan bahwa ia nosebleed. Ia lekas menghapus noda darah tersebut dengan punggung tangannya.
Naruto membaringkan Percy di atas salah satu tandu tim medis yang sudah tersedia di sekitar Arena pertandingan. Ia kemudian memandang kursi penonton di mana ada Sakura dan Annabeth. Annabeth langsung berlari menghampiri Percy. Sakura masih terpaku di tempat sambil terus memandangnya penuh takjub. Naruto tersenyum kepadanya dan saat itu juga Sakura langsung jatuh pingsan.
"Sakura-chaan…"
.
.
Pertandingan ke 10: Uchiha Sasuke Vs Jason Grace
Para Siswi Konoha Academy bersorak-sorai sambil terus meneriakkan nama Sasuke dan Jason. Hyuuga Hinata menyaksikan pertandingan di Arena dengan penuh antusias.
Pertandingan tersebut berlangsung sengit. Berkali-kali Sasuke mengeluarkan jurus-jurus Fire Abillity andalannya. Jason terus menghindar dan menangkis serangan Sasuke dengan Atmokinetis-nya. Hal itu membuat serangan api Sasuke tak pernah mengenainya. Setiap kali melihat adanya suatu peluang untuk menang, ia membalas serangan Sasuke dengan sambaran petir.
Sasuke sudah kehilangan banyak chakra. Jason sendiri sudah hampir kehilangan tenaga karena terus-menerus menggunakan kekuatannya untuk memanggil petir dan mengendalikan udara. Tak ingin kalah dari Sasuke, Jason memanggil Tempest—ventus yang dapat dikendalikan olehnya karena kekuatannya sebagai putera Jupiter/Zeus.
Sasuke terlihat kesal karena selalu gagal mengenai Jason, padahal terus-menurus menggunakan Fire Abillity menghabiskan begitu banyak energy. Jason kini menyerangnya dengan tombak dan pedang emas imperial dari atas udara. Jason seperti melayang di angkasa, tapi mata sharingan Sasuke berhasil menangkap bahwa Jason sebenarnya tengah menunggangi seekor kuda angin. Jason bahkan mempunyai kemampuan bertempur yang hebat.
Jason tidak tahu apakah emas imperial bisa melukai Mid-Angel atau tidak, tapi jika pedang perunggu Percy saja bisa melukai Uzumaki Naruto, bukan tidak mungkin jika senjata miliknya bisa menimbulkan efek yang jauh lebih parah, apalagi jika ditambahkan sedikit petir.
Jason menyerang secepat kilat. Sasuke bisa merasakan seluruh tubuhnya tersengat listrik saat pedang Jason menikam dadanya. Sasuke jatuh berlutut, ia memandang Jason dengan tatapan tajam.
"Asal kau tahu, Grace, aku mulai mempelajari Lighting Abillity dari Kakashi-sensei baru-baru ini. Luka seperti ini tidak ada apa-apanya bagiku!"
"Wow, dude! Sombong sekali kau. Lalu kenapa tidak kau gunakan saja Abillity barumu itu?"
"Jurus yang kupelajari darinya belum sempurna, terlebih kau juga bisa mengendalikan angin. Elemen petir akan kalah jika melawan elemen angin. Aku tak sebodoh itu, Grace."
"Api seharunya bisa mengalahkan angin, bukankah begitu?"
"Harusnya begitu tapi sayangnya tak semudah itu jika melawanmu."
"That right, sebab aku juga bisa membuat badai."
Jason mengendalikan Tempest sembari mengeluarkan kekuatan elektrokinesis-nya. Badai bergemuruh di sekitar Arena pertandingan. Ia memfokuskan serangannya pada Sasuke.
Sasuke mulai terpojok. Naruto bisa ia jadikan kawan untuk memperkuat Fire Abillity miliknya, tapi Jason bukan Naruto, sudah dapat dibayangkan apa yang akan terjadi. Jason benar-benar tak segan-segan untuk mengalahkannya. Sasuke semakin kewalahan. Badai di sekitar Arena membuat penglihatannya terganggu meskipun ia punya sharingan. Di tengah badai tersebut, ia bisa merasakan tebasan pedang Jason dari sana-sini. Seluruh tubuhnya terasa seperti tercabik-cabik, tapi ia tak akan pernah mengalah. Sasuke pun mulai berkonsentrasi. Ia memunculkan sayapnya dan terbang tinggi.
Jason menghentikan badai saat menyadari tak ada Sasuke di Arena. Ia menengadah ke atas dan melihat Mid-Angel itu mengepakkan sayap putihnya di udara. Bentuk sayapnya seperti burung Elang.
"Jadi kau ingin bertarung di atas sana, Uchiha? Baiklah, kuterima tantanganmu!" teriak Jason.
Jason membuat dirinya terbang. Sasuke mencabut pedang Kusanagi dari sarungnya. Ia menantang adu pedang di udara. Jason mengacungkan pedangnya. Keduanya bertarung habis-habisan di atas udara. Pedang mereka saling beradu.
Guy memperhatikan arlojinya. Pertarungan sengit tersebut sudah berlangsung cukup lama, tapi baik Sasuke maupun Jason sama-sama tidak menunjukkan pertanda bahwa salah satu dari mereka akan segera kalah.
Guy berteriak dengan lantang. "CUKUP! KALIAN BERDUA AKU NYATAKAN SERI!"
Sasuke dan Jason menyarungkan pedang mereka kembali. Jason tersenyum lebar dan mengulurkan tangannya pada Sasuke.
"Kau memang hebat, Uchiha!" ujarnya.
Sasuke menyambut uluran tangan itu dan balas tersenyum kecil. "Kau juga, Grace!"
Para penonton bersorak keras dan bertepuk tangan saat keduanya sudah kembali menginjakkan kaki mereka di atas tanah. Jason heran karena para gadis Mid-Angel pingsan, bahkan sebagian dari mereka mimisan. Lain halnya dengan Mid-Angels, para gadis keturunan murni semuanya merona merah.
"Kenapa mereka semua pada pingsan begitu?" tanyanya.
"Mungkin karena melihat sayapku."
"Iya, tapi kenapa?"
"Tidak tahu. Mungkin kami terlalu indah dan mempesona," jawab Sasuke.
"Duh, ternyata kau itu narsis juga, ya?"
"Sasuke-kun, kau hebaat!" teriak Hinata sambil berdiri dari tempat duduknya.
Jason berani bersumpah kalau Sasuke merona. "Kau suka pada gadis itu, ya?" tanyanya.
"Hn."
"JASOON, SASUKE-KUN, I LOVE YOU!" teriak beberapa gadis.
"SIALAN! AKU BENAR-BENAR KESAAL!" teriak Kiba.
"Kau kesal kenapa, Kiba-kun?" tanya Hinata.
Kiba menunjuk-nunjuk sosok Jason dan Sasuke yang sudah menghilangkan Angel's wing. "Mereka berdua seri. Apa gunanya kita taruhan? Tidak ada yang menang dalam taruhan ini!"
"Kalau begitu kalian belum beruntung!" teriak Jason yang langsung high five dengan Sasuke.
.
Sakura dan Annabeth menonton layar datar di depan mereka sambil berdecak kagum. Mereka berdua sedang berada di ruang infirmary karena kekasih mereka butuh istirahat setelah pertandingan sebelumnya.
"Mereka hebat!"
"Maksudmu siapa, Wise Girl?" tanya Percy yang sedang berbaring di atas ranjang.
"Jason dan Uchiha Sasuke, mereka berdua Draw."
"Oh," kata Percy.
"Sudahlah, Seaweed Brain. Sebaiknya kau tidur lagi. Pasti melelahkan, kan, membuat gempa bumi dan tsunami?"
"Membuat tsunami tidak terlalu melelahkan."
Annabeth berkacak pinggang. "Jadi berapa lama kau tak sadarkan diri setelah insiden itu? Apa Calypso merawatmu dengan baik?"
"Kenapa tiba-tiba membahas Calypso, sih?"
"Aku cemburu, tentu saja."
"Itu kejadian dua tahun yang lalu dan kau masih cemburu?"
"Ya ampun, sudah jangan berdebat!" kata Sakura menengahi.
Sakura melirik Naruto yang masih tertidur pulas tanpa mengenakan baju. Luka-luka yang didapatnya saat bertarung melawan Percy sudah sembuh, tapi sepertinya dia kelelahan sama seperti Percy. Sakura memperhatikan punggung Naruto, ada tato berbentuk sayap di sana.
"Sejak kapan Naruto punya tato bergambar sayap, sebelumnya tidak ada?"
"Mungkin itu adalah tanda bagi Mid-Angel yang punya sayap dan tanda itu mulai muncul baru-baru ini," jawab Annabeth.
"Ya, ini memang pertama kalinya sayapnya muncul. Naruto memiliki lebih banyak gen Angel di dalam dirinya."
"Uchiha Sasuke juga?"
"Ya, Sasuke-kun juga lebih banyak mewarisi gen Angel dari Ayahnya. Bagaimana denganmu, Annabeth? Kau lebih banyak mewarisi gen dari Athena atau dari Ayahmu?"
"Aku tidak tahu, mungkin seimbang. Kalau Percy mungkin lebih banyak mewarisi gen Poseidon, soalnya dia memiliki kekuatan melebihi blasteran lain, namun dia juga diincar oleh lebih banyak monster. Saat berusia 12 tahun, ia bahkan bisa mengalahkan Minotaurus sendirian."
"Minotaurus? Wow! Kau hebat, Percy!" puji Sakura, yang langsung menghela nafas karena rupanya Percy sudah tertidur entah sejak kapan.
"Uuh, dia itu…" dongkol Sakura.
"Kau tahu Sakura-chan, sebenarnya kekuatan kami sekarang berkurang setengahnya. Kami yang sebenarnya lebih kuat daripada ini."
"Be-benarkah? Kupikir kekuatan kalian saat melawan kami sudah maksimal…"
Annabeth menggeleng. "Di Negeri Timur, kekuatan kami melemah, karena di sini tidak ada Peradaban Barat. Di Barat, kami harus berjuang mati-matian untuk melawan Para Raksasa. Kami tidak bisa menang tanpa campur tangan seorang Dewa. Dan di sini, aku tidak tahu bagaimana jadinya kami, karena mungkin kali ini tak akan ada seorang Dewa pun yang akan membantu kami. Jepang adalah Negeri Timur, misi kali mungkin akan menjadi misi yang paling sulit bagi kami."
Sakura terbelalak. Ia jadi semakin cemas dengan Perang nanti.
"...tapi kalian jangan pesimis. Rayna akan memimpin pasukan Demigods Romawi, dan Clarisse akan memimpin pasukan Demigods Yunani. Mereka akan segera datang. Jika kita semua bekerja sama, kita pasti bisa menang walaupun kalah jumlah."
Sakura mengangguk mantap. Ia harus mempercayai teman-temannya apapun yang terjadi.
.
.
TBC
.
.
A/n: Duh, maafkan Author kalau chapter ini membosankan atau apa? Aku selalu kesulitan di scene battle nih. Chapter kali ini juga minim deskripsi banget. Gomennasai juga karena scene battle-nya banyak yang di skip, soalnya kalau nggak di skip, entah akan sepanjang apa chapter kali ini?
Btw, kalau dijadiin crossovers, kok readers pada ilang, ya? Apa kalian nggak bisa menemukan fanfict ini atau kualitas ceritanya jadi menurun? Karena ini crossovers mungkin Navers pada nggak ngerti karena nggak tahu PJO dan HOO, ya? Tapi gimana lagi Author udah terlanjur bikin crossovers nih, kalau dirubah lagi akan semakin menyulitkanku untuk membuat lanjutannya. Yah, aku cuma bisa berharap, semoga Readers sekalian bisa tetap menikmati story ini :D
Arigatou gozaimasu buat yang udah RnR, nge-follow, and nge-fav story ini.
Nah, bagi kalian yang ingin memberi masukan atau saran untuk chapter depan kan kuterima dengan tangan terbuka. Atau ada yang mau memberi kritik, silakan?! Semuanya akan Author terima dengan lapang dada. Arigatou. See Ya! ^^
.
Balasan Review:
Mikaze9930: Belom tau nih, mungkin sampai 15-20 chapter, hehe. Udah tahu, kan, gimana bentuk sayapnya Naruto?
Sederhana: Iya, soalnya chapter sebelumnya itu lebih aku fokuskan pada perkenalan tokoh Demigods. Wah, kalau Dewi-Dewi virgin itu kubuat menyukai Naruto, ntar fict ini bisa sampai 30 chapter :D
.3: Udah dilanjut nih…
I-Onii-chan-I: Ya, ga apa" ga tau juga. Ini udah dilanjut.
Guest: Udah tau kan, sekarang? Naruto bukan anaknya Apollo tapi cucunya, makanya fict ini sengaja kubuat crossovers dengan PJO :D | Oke, siip!
NaYu Namikaze Uzumaki: Itu bukan tokoh Anime tapi tokoh dalam novel karya Rick Riordan. Sebenarnya sih ribet, tapi mereka emang ada hubungannya dengan Naruto dalam cerita ini, makanya aku gabung aja.
Nggak perlu baca ulang, kok, kan di sini udah aku kasih tau lagi, Minato itu kemana? :D
Yup, tebakanmu bener. Yosh! See you too, ttebayo ^^
Mao-chan: Oh, gitu ya, jadi kalau jadi crossover jadi suka susah ditemuin? Hahaha, iya, maaf namanya emang Blackjack! Waktu itu aku lupa, hehe. Gomen, aku emang nggak mahir bikin fict Comedy nih, padahal suka banget sama cerita bergenre Roman-Comedy, makanya aku nggak bisa bikin Leo sekonyol itu. Next chap-nya udah ada nih. Arigatou ne :D
Fannyc: Kuharap next chap kali ini nggak terlalu lama, ya?! Kenapa mereka suka pada pingsan? Nggak kenapa" sih sebenarnya, cuma sengaja aja aku bikin kayak gitu biar agak dramatis dikit, haha :D Terimakasih juga buat review-nya. ^^
Aikawa Kaguya: Ini lanjutannya, mudah-mudahan tak mengecewakan.
Uni-chan552: Yup, dah tau kan? Sayapnya Naruto muncul tuh, hehe. Iya ada. Ini udah aku update, ya. Okay! Sankyuu for RnR.^^
Runa BlueGreeYama: Wah, pengeen! Apa novelnya yang versi English? Aku juga mau beli tapi sayangnya di Gramedia di daerahku belum ada. Satu"nya Gramed di sini tuh tokonya kecil, adanya di dalam Plaza pula, makanya suka ketinggalan, yang BOO aja baru aku temuin setelah setahun terbit #MaafmalahjadiCurcoll
Aku juga mau bikin Percy cool tapi ternyata agak susah, haha, gomen ne. Duh, jadiin SasuIno-nya gimana, ya, belum kepikiran?! :D | Nih, udah dilanjut…
TikaChanpm: Udah aku update, ya, sankyuu… ^^
Adibsz: Yosh, udah aku update! Maaf ya, kalau scene battle-nya ga seru.
Uzukage1, Chacha: Udah di next. Arigatou for read and review :D
