Sungmin menggigit telinga boneka kelincinya –pemberian Kyuhyun- hingga hampir sobek atau mungkin sudah sobek. Sungmin menggeram melihat layar komputernya yang menampilkan berbagai foto Kyuhyun yang tengah syuting bertebaran di sosial media miliknya. Mulai dari foto biasa sampai foto yang menggores luka, oke itu sudah berlebihan.

Tapi perumpamaan itu memang tepat. Sungmin semakin kuat menggigit telinga kelincinya saat melihat foto Kyuhyun yang tampak keren -memakai setelan kemeja putih, dasi hitam melilit lehernya. Di foto itu, Kyuhyun menampilkan wajah panik dengan ponsel yang di tempelkan di telinganya. Disana pula tangan manis bertenger indah mengalung pada leher jenjang Kyuhyun. Tangan gadis, lawan main Kyuhyun yang dalam foto terlihat tak sadarkan diri.

Foto itu tidak begitu menyakitnya jika harus di bandingkan dengan foto selanjutnya dimana Kyuhyun tampak santai –dan juga tampan, selalu- dengan memakai kaos di balut jaket dan bawahan celana trainning. Di foto itu, mereka (Kyuhyun-gadis lawan mainnya) berjalan bersama dengan bergandengan tangan persis seperti orang yang sedang pacaran.

"Aishhhhhh" seru Sungmin kesal. Ia melempar boneka kelinci itu entah kemana. Sungmin menjatuhkan kepalanya pada meja belajar. "Ayolah Sungmin. Itu hal yang biasa" katanya menyamangiti dirinya sendiri.

Ya, foto-foto itu masih di katagorikan hal biasa. Tapi kenapa Sungmin sudah terbakar cemburu seperti ini? Apalagi nanti jika waktunya kissing scene? Ah!

Sungmin mengetukkan dahinya pada meja. "Bodoh, bodoh, bodoh. Sungmin neo baboya!"

Itu tak lebih hanya pekerjaan. Itu tak lebih hanya pekerjaan.

Sungmin berlapal dalam hati. Kyuhyun pun mengatakan demikian, bukan? Itu juga bukan kali pertamanya Kyuhyun melakukan adegan romantis. Ayolah, kenapa dirinya meributkan hal tidak penting seperti itu? Dirinya harus berlatih lebih giat lagi untuk kedepannya agar tidak cemburu dengan hal-hal yang tidak penting itu.

Ya, hal-hal yang tidak penting.

.

.

Unwilling

Cast : Kyuhyun, Sungmin, other

Rate : T

Genre : Romance, Drama

Disclameir :

Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu

Warn : GS, OOC, Abal, Geje, Typo(s)

.

.

"Ayo" Kyuhyun tersenyum lebar pada Sungmin. Tangannya terulur di hadapan gadis kecintaannya itu.

Sungmin menatap Kyuhyun datar lalu matanya turun menatap tangan Kyuhyun. Sungmin menghembuskan nafasnya lalu berjalan meninggalkan Kyuhyun kemudian masuk kedalam mobil kekasihnya.

"Eh" Kyuhyun memiringkan kepalanya. Ia manatap punggung kecil Sungmin kemudian beralih menatap tangannya. Kyuhyun mengendus tangannya. Mungkin saja tangannya itu bau sehingga Sungmin seakan mengakatan 'jaga jarak 100 m' pada tangannya itu. "Tidak bau" katanya pelan. Kyuhyun mengendikan bahunya tak peduli lalu bergegas masuk mobil.

"Kita mau kemana?" Kyuhyun bertanya sembari memasangkan sabuk pengaman melingkari tubuhnya.

Setiap Kyuhyun memiliki waktu kosong disela pekerjaanya. Pasti dia akan memakainya untuk menghabiskan waktunya bersama Sungmin. Jadilah ia menghubungi Sungmin, mengatakan ia akan datang kerumahnya lalu mengajaknya jalan-jalan.

Sungmin melirik Kyuhyun. "Aku pikir kau sudah merencanakan kita akan kemana" Kyuhyun hanya memperlihatkan giginya yang putih. Sungmin menggeleng, setiap kencan mereka lakukan tanpa rencana akan pergi kemana. "Itu bisa di pikirkan nanti" Sungmin tersenyum tipis. "Apa kau sudah makan malam?"

Kembali, Kyuhyun memperlihatkan giginya yang sudah jelas menghilangkan senyum Sungmin dan menggantikannya dengan wajah garang.

.

Pemandangan Kyuhyun yang tengah tertidur adalah pemandangan yang paling indah. Itu saat dimana wajah Kyuhyun tampak polos seperti bayi baru lahir yang bersih tak memiliki dosa. Namun, melihat Kyuhyun yang tengah makan dengan lahap pun menjadi pemandangan indah selanjutnya versi Sungmin.

Ia sangat suka melihat Kyuhyun saat makan. Jika sedang tidur Kyuhyun tampak seperti bayi. Jika sedang makan Kyuhyun seperti bocah kecil. Menggemaskan.

Sungmin menopang dagunya, bibirnya selalu menyunggingkan senyum melihat setiap pergerakan Kyuhyun ketika makan. Pemandangan itu tidak pernah membuat Sungmin bosan.

"Aaaaa" Kyuhyun menyodorkan sendok yang penuh makanan tepat menyentuh bibir mungil Sungmin. Pemuda itu membuka mulutnya lebar, menyuruh Sungmin untuk mengikutinya juga. Sungmin mengembuskan nafasnya lalu membuka mulut menerima suapan Kyuhyun.

"Mau makan?" tanya Kyuhyun. Sungmin menggeleng. "Aku sudah makan. Kau saja" ujarnya lalu meneguk air melancarkan kerongkongannya.

"Setelah ini kita akan pergi kemana?"

Kyuhyun menyuapkan makanan terakhirnya, ia pun tampak berpikir. "Entahlah" Kyuhyun tersenyum pada Sungmin yang mengerucutkan bibirnya. Kyuhyun menandaskan air putihnya. "Aku kebelakang dulu" Sungmin mengangguk.

Tak sampai 10 menit. Kyuhun sudah kembali dari toilet. Setelah membayar semua makanannya, ia kembali kemeja menjemput Sungmin. Well dengan susah payah karena beberapa remaja yang berada di cafe kecil itu menghampirinya, meminta foto namun Kyuhyun dengan sopan menolak.

Sungmin yang berada di meja paling pojok sedari tadi tersenyum melihat kekasihnya yang di kerubungi oleh para remaja. Sungmin berbangga hati melihat Kyuhyun dikenal oleh orang banyak.

Kyuhyun tersenyum pada Sungmin. Ia berlaga mengusap peluhnya membuat Sungmin tertawa pelan. Bisik-bisik orang yang mengenal Kyuhyun terdengar apalagi para remaja putri yang bergumam iri melihatnya namun Sungmin dan Kyuhyun berusaha tidak peduli.

"Ayo" Kyuhyun mengulurkan tangannya lagi pada Sungmin. Dan Sungmin pun kembali terdiam menatap dengan dahi mengerut pada tangan Kyuhyun. Pemuda kelahiran Februari itu menghembuskan nafasnya. "Aku sudah cuci tangan. Pakai sabun, menggosoknya dan membilas 7 kali lalu mengeringkannya. Aku juga menciumnya, tanganku tidak bau apapun dan tidak kotor. Jadi tidak ada alasan kau tidak ingin memegang tanganku"

Kyuhyun berjongkok, wajahnya mengandah menatap Sungmin. "Kena-"

"Apa yang kau lakukan? Duduk di kursi, kenapa berjongkok seperti itu?" Sungmin menatap keseluruh ruangan. Orang-orang disana langsung sok sibuk padahal sejak tadi mereka memperhatikan Sungmin dan Kyuhyun.

"Aku tidak mau berdiri sebelum kau mengatakan, kenapa kau tidak mau memegang tanganku" ujar Kyuhyun keras kepala.

Sungmin menggigit bibir bawahnya. Ia mengambil masker hitam di atas meja lalu memasangkannya pada pemilik masker, memakaikan Kyuhyun kaca mata hitam. Sungmin menggengam tangan Kyuhyun lalu membawa kekasihnya itu keluar dari cafe.

"Kau memang senang mencari perhatian ya" cibir Sungmin setelah keluar dari cafe.

"Itu karena kau keras kepala tidak mau mengatakan apa masalahmu dengan tanganku"

"Aku tidak punya masalah dengan tanganmu"

Mereka berdebat sepanjang jalan. Mereka berdua tak tahu harus pergi kemana lagi. Jadilah berjalan tak tahu arah seperti saat ini.

"Lalu kenapa?" Kyuhyun menghentikan langkahnya. Membuat Sungmin pun ikut berhenti. Pemuda tampan itu menangkup kedua pipi Sungmin, menatap gadis itu dengan mata teduh. "Hm?"

Sungmin melirik kesamping. "Bagaimana rasanya menggengam tangan gadis lain?" cicitnya.

Butuh waktu beberapa detik hingga Kyuhyun tertawa mendengar pengakuan Sungmin. Ia membawa Sungmin kedalam pelukannya. Tak menghiraukan jika mereka sekarang berada di tengah trotoar jalan. Ckck! Pasangan di mabuk cinta begitulah pendapat dari orang-orang yang melihat Kyuhyun dan Sungmin.

"Ya ampun! Min, kau menggemaskan sekali"

Sedangkan Sungmin merutuk dirinya sendiri. Padahal ia sudah bertekad tidak akan mempersalahkan hal yang tidak penting namun sekarang apa? Ia malah bersikap anti pada tangan Kyuhyun karena tangan itu sudah bergandengan dengan tangan gadis lain. Konyol sekali kan. Padahal bukan hanya pegangan, saat teater dulu Kyuhyun memeluk seorang gadis, melingkarkan tangannya pada pinggang lawan mainnya, mengecup pipi, berciuman.

"Maaf"

Kyuhyun menurunkan wajahnya. Menatap Sungmin. "Aku kekanak-kanakan lagi ya" cicit Sungmin lagi.

"Tidak" Kyuhyun melepaskan pelukan mereka. Ia menautkan jemarinya pada tangan kecil Sungmin. "Tangan ini yang selalu pas bertaut dengan tanganku" Kyuhyun melempar senyum tampan dari balik maskernya. Sungmin tahu jika Kyuhyun tengah tersenyum dan menenangkan hatinya.

"Ayo" kata Kyuhyun menarik Sungmin untuk kembali melangkah.

"Kemana?"

"Entahlah"

"Selalu saja seperti itu" protes Sungmin.

Saat awal-awal pacaran. Mereka selalu mempunyai tujuan tempat untuk berkencan. Entah sejak kapan mereka berkencan tanpa arah seperti sekarang ini. "Lain kali kita harus punya rencana jika akan pergi kencan agar tidak terlantar seperti ini"

Kyuhyun tertawa. "Talk less do more"

"Apa-apaan itu?" sahut Sungmin.

Kyuhyun tersenyum, ia merangkul bahu Sungmin dan Sungmin mengalungkan tanganya pada pinggang Kyuhyun.

.

Mobil sport hitam milik Kyuhyun terparkir tepat depan sungai Han. Disekitar sungai tampak begitu ramai dengan pasangan muda mudi yang tengah berkencan. Pada akhirnya Kyuhyun dan Sungmin memutuskan untuk pergi kesana.

Kyuhyun dan Sungmin berada di kursi belakang. Kyuhyun yang tengah berbaring berbantalan paha Sungmin. Kyuhyun menggengam tangan Sungmin dengan kedua tangannya, sesekali memainkan tangan lentik itu. Sedangkan Sungmin mengusap helaian rambut Kyuhyun.

"Min"

Sungmin berdeham sebagai jawaban. Gadis itu menatap Kyuhyun namun Kyuhyun tak menatap wajahanya.

"Scene terakhir tadi. Aku melakukan adegan ciuman" kata Kyuhyun. "Bibir" lanjutnya.

Sudah menjadi perjanjian tersirat, jika Kyuhyun maupun Sungmin tidak akan menyembunyikan hal apapun satu sama lain. Walau kenyataannya kejujuran itu kadang menyakitkan namun kejujuran pula yang membersihkan kesalah pahaman. Kyuhyun yakin, selama ia dan Sungmin saling jujur. Mereka bisa mencari jalan keluar dan menyelesaikan masalah dengan cepat.

Sungmin berhenti mengusap kepalanya. Kyuhyun tidak berani mendongak. Kyuhyun bisa merasakan jika Sungmin menghembuskan nafasnya berat. Ah! Kyuhyun pasrah.

Sreet!

Cup!

Kyuhyun mengerjabkan mata sipitnya yang membulat sempurna. Baru saja Kyuhyun berpasrah dalam hati namun tiba-tiba Sungmin mendongakkan kepalanya dan kini gadisnya tengah meraup bibirnya. Sekali lagi, meraup bibirnya.

Sungmin menggerakan bibirnya sangat pelan dan lembut. Kyuhyun bersyukur, ia tahu jika Sungmin tidak marah. Kyuhyun yakin. Tak mau diam saja, Kyuhyun pun ikut menggerakan bibirnya.

5 menit kemudian, tautan bibir mereka terlepas menyisakan benang-benang saliva di sudut bibir Kyuhyun dan Sungmin.

Sungmin memalingkan wajahnya menatap pemandangan sekitar sungai yang di sinari oleh lampu-lampu cantik. Sungmin pun berusaha tidak peduli saat ia mendengar Kyuhyun terkekeh. Ya ampun! Sungmin merasa wajahnya memanas.

"Tadi itu apa?" goda Kyuhyun.

Sungmin mengutuk kekasihnya yang berani menggodanya. Tidak tahukan jika ia sedang malu berat? Walau sudah berciuman beratus-ratus kali namun tetap saja, Sungmin masih cangggung jika memulainya duluan.

"Sungmin~"

"..."

"Sayang~"

"Apa Cho Kyuhyun?"

"Tadi itu apa?" tanya lagi.

Sungmin mengembungkan pipinya. "Pembersihan. Sudah jangan banyak bicara" seru Sungmin yang membuat Kyuhyun tertawa lepas.

Sungmin belum masih betah menatap keluar jendela mobil. Dalam hati ia berikrar, 'Aku berjanji. Mulai sekarang tidak akan pernah cemburu lagi dan bertindak hal-hal konyol'.

Sungmin mendengar Kyuhyun masih belum menghentikan tawanya. Karena gemas, Sungmin mengayunkan tangannya cukup keras menepuk lengan Kyuhyun tak peduli jika Kyuhyun meringis sakit namun yang Sungmin dapat adalah...

"Aku mencintaimu Lee Sungmin, sangat"

.

.

.

.

.

Beberapa bulan kemudian (Sungmin Pov)

"Akhirnya"

Aku berseru senang. Setelah perjuanganku 2 bulan menyusun file presentasi dan paper tugas akhir dengan baik. Aku yakin aku bisa lulus tahun ini.

Sepanjang koridor kampus aku tak henti-hentinya tersenyum. Aku harus memberitahu Kyuhyun jika sidangku berjalan lancar. Langkahku langsung terhenti saat menyadari jika dalam kurun dua bulan ini, aku bertemu dengan Kyuhyun hanya 3 kali.

Kyuhyun sibuk dengan pekerjaannya. Aku sibuk dengan urusan kuliah seperti riset, observasi, makalah ilmiah. Membuatku pusing.

Aku merindukan kekasih tampanku.

Oh yeah! Ditambah sekarang Kyuhyun berada di Swiss untuk penggarapan MV album keduanya. Kyuhyun pun menyerukan sebuah ungkapan 'Di balik kesuksesan seorang Pria, pasti ada wanita hebat di belakangnya' dan memintaku untuk ikut. Namun sayang, aku menolak karena sidang. Walau berat hati, Kyuhyun mengerti dan menyemangatiku. Dia pun berkata, 'Lain kali kau tidak boleh menolak' ucapnya membuatku tersenyum. Aku pun tidak sabar saat itu tiba, berlibur berdua dengan Kyuhyun.

"Sungmin"

Aku tersentak saat seseorang memanggil namaku. Aku menoleh. Dari ujung koridor, Eunhyuk sahabatku berlari menghampiriku. Nafasnya tampak putus-putus, wajahnya pun memerah karena berlari. "Kenapa Hyuk?" tanyaku.

Eunhyuk menatapku sembari menyeringai, membuatku mengerutkan dahi. Tahu-tahu, Eunhyuk menarikku menuju kantin. Dia mendudukanku di kursi biasa tempat aku dan Eunhyuk menghabiskan waktu. Dia mengeluarkan laptopnya, mengutak-atiknya lalu memperlihatkan sebuah video.

Video Kyuhyun, web drama yang hari ini penayangan episode terakhirnya. "Ayo kita lihat sama-sama akting kekasihmu"

"Kau jangan meremahkan talenta, My baby Cho" ucapku bangga.

Eunhyuk menjulurkan lidahnya seakan jijik mendengar panggilanku untuk Kyuhyun. sebenarnya, aku juga tidak berani memanggil Kyuhyun dengan 'baby' di hadapan orangnya langsung :P.

Tak disangka-sangka, hoobae ku seperti Ryeowook, Kibum dan Taemin mengerubungi meja ku dan Eunhyuk.

Oh ya! Sebagian besar mahasiswa/mahasiswi disini, mereka mengetahui fakta jika aku adalah kekasih dari Cho Kyuhyun.

Aku jadi teringat. Saat itu aku menolak mentah-mentah keinginan Kyuhyun yang ingin memperkenalkanku di muka publik. Seberapa aku menolaknya, tapi Kyuhyun tetap keukeuh pada keinginanya. Hampir 5 bulan lamanya, aku mendapatkan surat kaleng dan bingkisan 'menarik' dari fans fanatiknya. Sampai-sampai Kyuhyun menyewa dua orang bodyguard untuk menjagaku.

Namun seiringnya berjalan waktu, aku sudah jarang mendapatkan hal-hal seperti itu. Memang tidak berhenti sepenuhnya, tapi intensitasnya sudah jauh berkurang.

"Ahhh! Tidakk! Tidakk!"

"Kyuhyun Oppaa! Andwae!"

"Ya Tuhan! Hatiku remuk!"

Aku terkekeh geli mendengar suara yang di serukan oleh Ryeowook, Kibum, Taemin dan yang lainnya. Ternyata bukan hanya kami yang menonton, hampir mahasiswi di kantin ini tengah menonton drama Kyuhyun. Mereka berteriak histeris saat dimana Kyuhyun akan mencium gadis lawan mainnya. Dan teriakan itu semakin keras saat bibir Kyuhyun berhasil mendarat di bibir gadis itu –katanya Miss Korea- aku tidak ingin mengetahuinya lebih.

Hah! Walau bibir Kyuhyun sudah aku bersihkan tetap saja melihatnya berciuman dengan gadis lain membuatku cemburu. Namun, aku sudah berjanji tidak akan bertindak konyol lagi.

"Eonni, bagaimana perasaanmu?" Ryeowook menatapku dengan mata bulatnya.

"Apa?" aku balik pertanya. Hoobaeku mengerucutkan bibirnya.

"Ey! Lihat. Kekasihmu mencium gadis lain" kata Taemin menggebu.

"Masa Eonni tidak cemburu sih?" Kibum menimpali.

Aku menyunggingkan senyum. "Kalau di katakan cemburu sih, iya. Tapi..." aku menatap mereka. "Aku tahu yang menduduki tahta di hati Kyuhyun adalah aku"

"Yahhh! Eonniii"

"Eonni terlalu percaya diri"

Aku tertawa mendengar protesan mereka. Aku pun menambahkan. "Jika tidak percaya, tanyakan saja pada orangnya"

Aku melirik Eunhyuk yang ikut tertawa. Ia menggelengkan kepalanya. "Kau memang pintar membuat mahasiswa lain dan fans-fans Kyuhyun di luar sana cemburu" Aku menjulurkan lidahku, kami terkekeh.

"Eonni aku dengar Kyuhyun Oppa akan main drama baru lagi. Benarkah?" tanya Kibum.

Aku menganguk. "Ya, dia memberitahuku"

"Web drama Kyuhyun memang sukses besar. Tidak kaget juga sih Kyuhyun di tawari untuk bermain drama lagi. Akting kekasihmu juga keren" Eunhyuk mengacungan dua jempolnya padaku.

"Sekarang kau memuji talenta Kyuhyun kan" kataku sembari menusuk-nusuk lengan Eunhyuk dengan jari. Eunhyuk mengendikan bahunya acuh.

Obrolan itu mengalir begitu saja hingga aku tersadar saat matahari senja sudah menyapa. "Oh, sudah sore. Yaedeura, aku duluan ya" pamitku pada Eunhyuk dan semuanya.

Saat keluar dari gedung universitas. Aku mendapat sebuah pesan dari Kyuhyun. Aku tersenyum sebelum membuka pesannya.

'Apa yang kau inginkan sekarang?'

Aku tersenyum lagi, kemudian membalas pesan. 'Entahlah'

'Tidak asik! Ayolah'

'Hm... Kau?'

'Yatta! Silahkan tengok pada arah jam tiga'

Aku menghentikan langkahku. Apa-apa ini? Iseng aku menoleh ke arah yang di tunjukan Kyuhyun. Dan sekatika itu mataku terbelak dan bibirku terbuka lebar. Orang yang kurindukan tepat 5 meter di hadapanku.

Kyuhyun melambaikan tangannya. Masker hitamnya senantiasa menutupi setengah wajah tampannya. Aku tahu di balik kain hitam itu, Kyuhyun tersenyum. "Apa kau akan tetap berdiri disana?" katanya.

Aku terkekeh. Berlari pelan, aku masuk kedalam pelukannya. "Kenapa tidak bilang, kalau kau pulang?"

Kyuhyun menarik nafasnya. "Aku hanya menirukan adegan sebuah drama di mana tokoh pria memberi kejutan dengan kedatangannya menjemput si tokoh wanita yang di cintainya"

"Penjelasan yang sangat bertele-tele" Aku bisa mendengar Kyuhyun tertawa. Ah! Aku juga lupa jika kami masih berada di lingkungan kampus. Well, mereka mungkin sudah tahu siapa pemuda yang memakai masker ini. Aku hendak menjauh namun Kyuhyun mengeratkan pelukannya padaku.

"Tunggu" bisiknya. Aku pun mengalah, tetap membiarkan posisi kami berpelukan. "Aku merindukanmu" bisik Kyuhyun.

Wajahku memerah mendengarnya. "Hm, aku juga"

.

.

.

.

.

OMAKE

Dengan perencanaan kencan yang sudah Kyuhyun pikirkan hingga mereka tidak lagi kencan terlantar. Mereka kini berada di kereta gantung, berdesakan. Mungkin ada 17 orang di kereta gantung ini termasuk Kyuhyun dan Sungmin.

Pemandangan kota Seoul di petang menjelang malam tampak begitu indah. Untung saja Kyuhyun mendapatkan posisi berdiri di pojok, lumayan bisa bicara leluasa walau dengan berbisik.

"Bagaimana sidang nya?"

"Ah" Sungmin berseru pelan. Ia menceritakan saat ia di ruang sidang tadi, serasa seperti di introgasi. Setelahnya, Kyuhyun bermodus (yang tidak di sadari oleh Sungmin) memeluk tubuh Sungmin lagi dan mencium kening Sungmin sembari mengucapkan selamat karena kesuksesan sidang kekasihnya itu.

"Maaf, tapi kau Kyuhyun Oppa kan?" salah seorang siswi pelajar SMA bersama dua orang temannya menghampiri Kyuhyun. "Kyuhyun Oppa kan?" katanya lagi.

Sungmin tersenyum menatap Kyuhyun seakan mengatakan 'kau ketahuan'. Kyuhyun cemberut dalam tutupan maskernya.

"Ne..." jawab Kyuhyun pasrah. 3 orang siswi itu berteriak seru membuat yang lain menatap keributan itu, 3 siswi itu langsung mengambil foto dirinya. "Maaf, aku sedang berkencan" kata Kyuhyun sembari merangkul bahu Sungmin.

3 siswi itu tampak kecewa, namun mereka mengerti dan perlahan menjauh. "Kau mematahkan hati mereka"

"Aku sudah minta maaf" cicit Kyuhyun.

"Bagaimana Swiss?" tanya Sungmin.

"Kota yang indah. Pemandangan yang menakjubkan"

"Aku melihat foto-fotomu di Swiss yang di ambil dari beberapa sudut. Sendirian, dan juga... melirik orang sedang pacaran. Fans-fans mu juga membuat berbagai meme" Sungmin terkekeh. "Heheh! lucu sekali loh"

"Aku memang sengaja" Kyuhyun melirik Sungmin. "I'm not envy, I'm not envy, I'm not sad" katanya. Sungmin terkekeh lagi.

"I wish you there" kata Kyuhyun.

Sungmin tersenyum manis. "I wish, I always here" jari telunjuk Sungmin menyentuh dada bidang Kyuhyun. "I always here, right?"

Kyuhyun menarik sudut bibir nya, tersenyum bahagia. "Ya, you always here" Kyuhyun menunjuk tepat pada jantungnya. Membuat Sungmin tersipu.

Kyuhyun menggengam tangan Sungmin yang masih menyentuh dadanya lalu mengecup punggung tangan Sungmin. "I Love you"

"Love you too" jawab Sungmin.

"Aku belum mendapatkan ciuman pelepas rindu" Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya, genit. Sungmin tertawa ia mencubit perut Kyuhyun pelan. "Akh! Sakit, Min" pekik Kyuhyun tertahan.

"Kau akan mendapatkannya, saat dimana hanya ada kita berdua" gumam Sungmin dengan wajah memerah.

Kyuhyun tertawa. "Kau seperti sedang menggodaku"

"Yak!" protes Sungmin. Kyuhyun tertawa lagi, dan membawa Sungmin kedalam pelukannya.

Kali ini Sungmin yakin, dia tidak akan pernah cemburu dan merasa tak rela lagi. Karena Sungmin tahu, jika Kyuhyun hanya mencintainya.

Itu hanya sekedar pekerjaan, benar'kan!

.

.

END

.

.

Special thank :

fitriKyuMin, Kim Jihae, cloudswan, ovallea, ratu kyuhae, TiffyTiffanyLee, ncisksj, intanckh83, sandrimayy88, mayasiwonesteverlastingfriends, WineKyuMin137, feby ebi 121, SuniaSunKyu137, Cho MeiHwa, Kang Dong Jae, Chominhyun, nova137, abilhikmah, Skymoebius, PumkinEvil137, ismayminniELF, cho purple 3, nanayukeroo, dewi k tubagus, lee hye byung, tri, orange girls, Rinda Cho Joyer, lee kyurah, Gyumin, Guest, AngeLeeteuk, Guest, yayuk lestari, wullancholee, Adekyumin joyer, Diahkim, Cho Kyuna, melee, Nelatul azma137, PaboGirl, dew, devin kyuelf, Alice Cho, Gyu137, wike mikiyjoju1, xian me

.

Hai-hai! Ini dia chapter 2 nya. aku putusin buat di bikin twoshoot aja banyak juga dari temen-temen ngusulin yang sama. Jadilah seperti itu.

Untuk PumkinEvil137 maaf ya chingu kayaknya aku ingkar janji, aku bilangnya ga akan lama-lama (diusahain) eh malah, molor kayak gini. Tapi aku lagi coba nulis dikit-dikit kok dan aku pasti post :D

Makasih buat semuanya udah ngasih aku semangat *kecup satu satu*

Last, mind to review?

See you next my FF, chingudeul...

Saranghae