"Siaalll!" seorang anak laki-laki berambut spike kuning sedang mengacak-acak rambutnya saat ia melihat hasil ulangannya.
"Kau kenapa Naruto? " tanya seorang gadis bersurai merah muda kepada temannya yang dipanggil Naruto itu.
"Sakura-chan lihat! lagi-lagi aku harus remedial matematika padahal semalaman aku sudah belajar dengan giat" keluhnya pada Sakura.
"Hahaha mungkin memang sudah nasibmu Naruto tak pernah berhasil melewati ulangan matematika" ejek Ino yang tiba-tiba datang menghampiri kedua sahabatnya.
"Apa katamu?! Kau pikir nilaimu cukup tinggi sampai-sampai kau bisa mengejekku hah?!" Naruto mulai kesal kepada Ino. Naruto dan Ino memang terkenal sebagai musuh bebuyutan, mereka akan memulai pertengkaran hanya karena hal-hal sepele.
"Sudahlah kalian jangan seperti ini. Kalian bukan anak kecil lagi tau!" Sakura berusaha melerai kedua sahabatnya yang sudah mulai beringas satu sama lain.
Akhirnya dengan susah payah Sakura berhasil melerai Ino dan Naruto.
"Haaahhh akhirnya selesai juga" ucap Sakura kelelahan setelah memisahkan keduanya.
"Coba saja aku sepintar dirimu Sakura-chan aku pasti tidak akan remedial"
"Apa kau bermimpi?! Kau tak akan pernah pintar baka!" ucap Ino lagi-lagi membuat Naruto naik darah.
"Apa kau bilang?!"
"Sudah cukuuuupppppp!"
'Teeeettt'
Bunyi bel masuk bersamaan dengan teriakkan Sakura, dan berhasil menghentikan Naruto dan Ino yang hampir bertengkar lagi.
...
"Selamat pagi semua" ucap seorang guru berambut putih dan memakai masker yang baru saja masuk ke kelas.
"Selamat pagi sensei" ucap seluruh murid kelas itu.
"Maaf aku terlambat. Tadi jalan macet sekali dan aku harus menolong nenek-nenek yang..."
"Bohooooonngg" ucap seluruh murid yang sudah tau gelagat guru nya itu kalau sudah datang terlambat.
"Hehe baiklah-baiklah maaf. Oh ya hari ini kita kedatangan murid baru. Silahkan masuk" Kakashi memanggil murid baru itu dan tak lama masuklah sosok pemuda tampan yang dalam seketika memikat pandangan seluruh gadis di dalam kelas.
"Tampannya..." ucap Ino tanpa mengalihkan pandangannya sekalipun pada murid baru itu.
"Baiklah perkenalkan dirimu"
"Hn. Namaku Uchiha Sasuke, aku baru saja pindah dari Shibuya. Aku cukup pintar dalam mengerjakan apapun jadi aku tak membutuhkan bantuan kalian" ucapnya dengan wajah stoicnya tanpa memperdulikan tanggapan-tanggapan beberapa murid tentangnya.
'Sombong sekali' ucap Sakura dalam hati.
...
1 bulan setelah kepindahan Sasuke membuat pamor Sakura sebagai murid terpintar disekolah runtuh. Sasuke selalu mendapat peringkat pertama disekolah dan Sakura hanya bisa mendapatkan peringkat kedua bahkan pernah ia berada diperingkat ketiga.
"Wah wah jidat sepertinya Uchiha itu berhasil menyingkirkan ratu dari singgasana nya" ledek Ino membuat sakura kesal.
"Urusai!"
Baiklah ini benar-benar membuat Sakura sangat kesal. Awalnya Sakura tak mempermasalahkan kalau Sasuke berhasil merebut tempatnya. Tapi yang membuat Sakura kesal adalah sifat Sasuke yang terlampau sombong dan ditambah lagi Ino yang selalu memanas-manasinya.
"Uchiha!" Sakura menghampiri meja Sasuke yang berada dipojok kanan belakang.
Sasuke yang sedang asyik membaca buku merasa kaget dengan kedatangan Sakura yang bisa dilihat sedang marah padanya.
"Apa?" tanyanya tanpa melepaskan pandangannya dari buku yang ia baca.
"Dengarkan aku!" Sakura langsung menyambar buku Sasuke membuat Sasuke tak terima dengan perlakuan Sakura.
"Apa masalahmu?!" tanya Sasuke yang mulai kesal.
"Apa masalahku?! Kau! Kau lah masalahku!"
"Apa? Aku?"
"Ya! Sikapmu yang sombong itu sangat membuatku kesal! " ucap Sakura dengan nada tinggi. Tanpa disadari mereka sudah menjadi pusat perhatian teman-teman sekelasnya bahkan beberapa dari kelas lain pun memperhatikan mereka.
"Dengarkan aku pantat ayam! Aku akan segera mendapatkan posisiku kembali dan tentu saja aku akan mengalahkanmu!" ucap Sakura sambil menunjuk Sasuke tepat didepan wajahnya mendeklarasikan perang kepada Sasuke.
...
Sudah 2 bulan sejak Sakura mendeklarasikan perang kepada Sasuke namun tetap tak ada perubahan. Sasuke masih bertengger di posisi pertama sedangkan Sakura masih setia membututinya diposisi kedua.
"Baiklah sekarang kau mau apa?" Sasuke menghampiri Sakura yang sedang melihat kearah papan peringkat yang diletakkan didinding koridor sekolah.
Sakura menengok kearah Sasuke dengan tatapan kebenciannya.
"Aku tidak akan pernah menyerah pantat ayam!" ucapnya dan langsung melengos meninggalkan Sasuke. tapi tak secepat itu, Sasuke menarik lengan Sakura.
"Apa?" tanyanya sinis.
"Sudah cukup. Hentikan" Sasuke menatap lurus kearah Sakura. Sakura melepas paksa lengannya yang tadi dipegang oleh Sasuke.
"Hentikan apa maksudmu?" Sakura balas menatap lurus kearah Sasuke.
"Permainan bodoh mu ini"
"Permainan bodoh?"
"Ya! Aku sudah lelah dengan ini. Kau...apa salahku padamu hah? Jika kau membenciku lebih baik kau memaki ku tak perlu melakukan hal-hal seperti ini!" Sasuke sudah kehilangan kesabarannya, rasa kesal yang selama ini ia pendam akhirnya ia keluarkan juga.
"Tak mungkin aku berhenti, ini sudah berlangsung sampai sekarang jadi-"
"Cukup!" Sasuke menarik Sakura dan menyudutkannya ke tembok, menahannya dengan kedua tangannya dikedua sisi bahu Sakura. Onyx dan Emerald saling menatap.
"Dengar. Aku sudah sangat lelah dengan semua ini. Aku tau kau tidak bodoh jadi hentikan ini semua" ucap Sasuke menatap tajam mata Sakura.
"Tidak, aku tidak akan mengakhirinya" jawab Sakura dengan tegas.
Sasuke mendesah lemah mendengar jawaban Sakura, ini benar-benar sangat merepotkan untuknya.
"Baiklah kita lakukan pertandingan terakhir. Lusa akan ada ulangan fisika siapapun yang bisa mendapatkan nilai teringgi dialah pemenangnya. Bagaimana?" ucap Sasuke.
"Taruhan" ucap Sakura tiba-tiba.
"Apa?"
"Taruhan. Kita taruhan, siapa yang menang boleh melakukan apa saja kepada yang kalah. Bagaimana?" tanya Sakura sambil berseringai.
Sasuke tampak berpikir sejenak mempertimbangkan tawaran Sakura. Tak lama kemudian raut wajah Sasuke berubah seringaian terukir diwajahnya.
"Baiklah aku setuju" jawab Sasuke santai.
"Baiklah pantat ayam. Jika aku yang menang kau harus mengakui kekalahanmu di depan semua murid sekolah ini. Ah dan tentu saja katakan pada mereka akulah yang nomor satu" jelas Sakura panjang lebar.
"Baiklah aku setuju. Tapi jika aku yang menang..." Sasuke menggantungkan kalimatnya dan mendekatkan wajahnya kearah telinga Sakura. Entah apa yang Sasuke katakan kepada Sakura sampai membuat wajahnya memerah seketika.
"A-apa itu?! Mana mungkin aku-"
"Jadi kau takut?" Potong Sasuke "Tak ku sangka kau yang sudah berjuang sejauh ini bisa menyerah begitu saja" Ucap Sasuke sambil menjauhkan diri dari Sakura.
Sakura merasa tidak terima dengan ucapan Sasuke tadi benar-benar membuatnya kesal.
"Baiklah aku terima! Aku akan melakukannya 'jika' aku kalah!" jawab Sakura lantang tanpa mengetahui niat terselubung dari Sasuke.
...
"Baiklah semuanya dengarkan!" Seorang gadis bersurai merah muda berteriak ditengah lapangan menggunakan toa menjadikan dirinya pusat perhatian seluruh murid sekolah itu.
Saat ini Sakura sangat menyesali keputusannya untuk bertaruh dengan Sasuke alhasil saat ini ia sedang berada diambang kematiannya. Berdoalah Sakura semoga besok kau masih bisa melihat matahari terbit.
"De-dengarkan aku!" seru nya lagi saat seluruh murid sudah mulai mengerubunginya. Dan jangan lupakan Tuan Uchiha kita yang sedang menyeringai puas melihat Sakura saat ini.
Flashback on
"Baiklah pantat ayam. Jika aku yang menang kau harus mengakui kekalahanmu didepan semua murid sekolah ini. Ah dan tentu saja katakan pada mereka aku lah yang nomor satu" ucap Sakura panjang lebar.
"Baiklah aku setuju. tapi jika aku yang menang..." Sasuke menggantungkan kalimatnya dan mendekatkan wajahnya kearah telinga Sakura.
"...jika aku yang menang kau harus bilang keseluruh murid sekolah kalau kau akan menikah denganku dan akan menjadi Nona Uchiha" bisiknya dengan seringainya yang tak bisa Sakura lihat.
End Flashback
'Sial' batin Sakura saat mengingat taruhannya dengan Sasuke dan ditambah lagi dengan nilai A++ itu ia masih tidak habis pikir apakah memnag benar ada nilai seperti itu?
Saat ini tangannya sudah mulai gemetar dan wajahnya sudah mulai memerah, entah karena menahan malu atau menahan amarahnya. Dan Sasuke sangat menikmati wajah Sakura saat ini.
"Hei Ino apa sebenarnya yang ingin Sakura-chan katakan sih? Sampai heboh seperti ini" tanya Naruto kepada Ino yang sama-sama sedang berada dilapangan diantara kerumunan murid lainnya.
"Entahlah aku juga tidak tau" jawab Ino sambil memperhatikan Sakura menunggu sesuatu yang ingin Sakura umumkan.
'Baiklah ini saatnya. Kami-sama kenapa aku sangat bodoh?' rutuknya dan mengambil napas dalam-dalam untuk mengatakan kalimat yang paling memalukan dan kalimat pembuka pintu kematiannya.
"Dengarkan aku! a-AKU AKAN MENIKAH DENGAN UCHIHA SASUKE DAN AKAN MENJADI SEORANG NONA UCHIHA!" teriknya lantang membuat seluruh murid terutama para gadis-gadis 'fans Sasuke' tercengang tak percaya. Dan tentu saja Ino dan Naruto yang berteriak bersamaan mengatakan kalau Sakura sudah gila.
...
Dua minggu sudah berlalu sejak kejadian memalukan yang menimpa Sakura. Saat ini sedang berlangsung peristiwa mengerikan yang sedang menimpanya. Gadis-gadis penggila Sasuke 'fans Sasuke' sudah menggila sejak pengumuman 'gila' Sakura. Mereka mengerjai Sakura habis-habisan, bisa dibayangkan dalam 1 hari Sakura menerima lebih dari 7 kejadian aneh yang menimpanya.
"Hosh.. hosh.. mereka benar-benar tidak menyerah" ucap Sakura ngos-ngosan sambil menaiki tangga menuju atap sekolah menghindari kejaran fans Sasuke.
'Tap tap tap' terdengar suara langkah kaki yang sepertinya lebih dari 3 orang mulai mendekat kerah Sakura.
"Aish sial!" gumam Sakura langsung melesat keatap sekolah.
Keadaan atap sekolah saat ini sangat sepi dan menguntungkan Sakura untuk bersembunyi. Saat sedang mencari tempat untuk bersembunyi tiba-tiba terdengar suara yang sangat familiar ditelinga Sakura.
"Sedang apa kau Nona Uchiha?"tanya seorang pemilik suara -Sasuke Uchiha- membuat Sakura mendelik kesal.
"Jangan sebut aku dengan nama itu! Dasar baka!" teriaknya keras membuat gadis-gadis yang mencari Sakura mendengarnya. Dan tentu saja langkah kaki mereka terdengar semakin mendekat.
"Sial! Ini semua karena mu aku jadi seperti ini!" ucapnya frustasi mengingat keadaan yang menimpanya saat ini.
"Salahku? Bukannya kau yang mengusulkan taruhan itu?" jawab Sasuke membuat Sakura mati kutu kala mengingat dia lah yang memulai taruhan ini.
"Seperti mereka semakin dekat. Mau ku bantu?" ucap Sasuke saat mendengar langkah kaki yang semakin mendekat kearah mereka.
"Tidak perlu! Aku bisa menyelesaikannya sendiri!" sanggah Sakura.
"Baiklah kalau begitu aku pergi" Sasuke melangkahkan kakinya menuju pintu keluar meninggalkan sakura dibelakangnya.
"T-tunggu!" panggil Sakura membuat Saauke menoleh kearahnya "B-baiklah aku butuh bantuanmu" ucapnya dan Sasuke membalikkan badannya dan menatap Sakura.
"Hn tapi tidak gratis" ucap Sasuke berseringai membuat Sakura was-was sendiri.
"Maksudmu?" tanyanya saat Sasuke mulai mendekat kearahnya. Sasuke menghentikan langkahnya saat sudah berada tepat dihadapan Sakura.
"Soal taruhan itu, kau harus menjadi Nona Uchiha. Bagaimana?" Sasuke berbicara sambil menatap lurus kearah Sakura. Menatapnya intens membuat Sakura gugup dan tanpa sadar wajahnya pun sudah memerah.
"Maksudmu aku harus menikah denganmu?!" tanyanya tak percaya dengan ucapan gila Sasuke.
"Hn" jawabnya ambigu.
"Apa kau gila?! Kita- aku masih SMA dan kau menyuruhku untuk menikah?!"
"Hn kau benar juga ya" sahut sasuke dengan gaya berpikir "Baikkah kalau begitu kita pacaran saja dulu. Kau jadi pacarku" lanjutnya dengan santai membuat Sakura tak habis pikir dengan pola pikir Sasuke.
"Ka-kau! Apa kau sudah gila?! Begitukah cara mu membalas dendam padaku?!" Sasuke menutup kedua telinganya saat mendengar omelan sakura.
"Apa aku bilang kalau aku sedang balas dendam?" ucapnya masih dengan menutup telinganya.
"Ka-kau.." ucapan Sakura terhenti ketika mendengar langkah kaki yang semakin mendekat.
Sasuke juga mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat itu dan kembali bertanya kepada Sakura dengan seringainya
"Jadi bagaimana? Kau mau menjadi pacarku lalu kita menikah atau kau terus jadi mangsa mereka?"
Baiklah saat ini sakura benar-benar kebingungan. Pilihan antara mengalahkan egonya atau menyerahkan hidupnya pada gadis-gadis liar disana.
'Ayolah Sakura cepat ambil keputusanmu!' innernya membuat Sakura keringat dingin.
"Baiklah baiklah aku setuju! Aku akan jadi pacarmu dan menikah denganmu!" ucapnya membuat Sasuke tersenyum lebar. "Sekarang cepat hentikan mereka!" lanjutnya. Dan bersamaan dengan perintah Sakura didobraklah pintu yang tak jauh dari tempat Sakura dan Sasuke berdiri.
Setelah pintu terbuka munculla 6 orang gadis yang sejak tadi mencari Sakura. Melihat Sakura sedang bersama Sasuke membuat mereka semakin kesal.
"Hei kau beraninya mendekati Sasuke-kun!" seorang gadis pirang memakai kaca mata emosi melihat Sakura yang sedang bersama dengan Sasuke.
"Iya! Beraninya kau menggoda Sasuke-kun kami!" sahut salah seorang temannya membuat rekan-rekannya ikut kesal.
Gadis-gadis itu berjalan mendekati Sakura , Sakura sendiri tak tau harus berbuat apa, tanpa pikir panjang ia bersembunyi dibelakang punggung Sasuke.
'Sett'
Sasuke menghalangi mereka dengan tangan kirinya saat gadis-gadis itu berusaha mendekati Sakura.
"Berhenti. Jangan ganggu dia" ucapnya dengan wajah stoicnya. Sakura hanya bisa berlindung dibelakang punggung Sasuke sambil mencengkram seragam Sasuke. Ketakutan.
"Sasuke-kun dia.."
"Cukup! Aku bilang jangan ganggu dia!" teriak Sasuke pada gadis-gadis itu membuat mereka takut dan tentu saja Sakura yang berada dibelakangnya dan baru pertama kali melihat Sasuke marah seperti ini membuatnya takut sendiri dan semakin erat mencengkram seragam Sasuke.
"Kenapa kau membelanya Sasuke-kun? Dia itu gadis rendahan yang mengaku-ngaku menjadi Nona Uchiha" ucap seorang gadis berambut coklat ikal membuat Sasuke kesal karena mendengarnya mengatakan kalau Sakuranya adalah gadis rendahan.
'Srett'
Sasuke menarik kerah seragam gadis itu, menatapnya intens dan tentu saja menyeramkan.
"Kau.. beraninya kau bicara seperti itu pada pacarku" ucapnya pelan namun menusuk membuat gadis itu semakin takut.
"P-pacar?"
"Ya Sakura adalah pacarku. Jika kau-kalian berani mengganggunya lagi aku tak segan akan menghabisi kalian" Sasuke melepaskan cengkramannya dengan kasar. Gadis-gadis itu tak bisa berkata apa-apa lagi, mereka sangat terkejut dengan pernyataan Sasuke.
"Kalian masih terus disini?" tanya nya Sinis.
"Ti-tidak" ucap mereka dan lalu bergegas pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura.
Sakura mengintip dari belakang punggung Sasuke memastikan kalau gadis-gadis gila itu sudah pergi.
"Haaahh akhirnya mereka pergi ju -hmph!" ucapannya terputus karna tiba-tiba Sasuke menciumnya. Sakura membelalakkan matanya saat merasakan bibir hangat Sasuke menyentuh bibirnya.
"Sa-Sasu.. mmp.." Sakura tidak bisa bicara saat Sasuke mulai melumat bibirnya. Sakura mendorong dada Sasuke agar menghentikan ciumannya itu, tapi tak berhasil. Sakura sudah kehabisan napas sekarang karena Sasuke menciumnya cukup lama. Sasuke mengetahui keadaan Sakura dengan tidak rela melepaskan ciuman mereka.
'Ptak!'
Sakura menjitak Sasuke dengan keras.
"Hei apa yang kau-"
"Apa yang kau lakukan hah! Kau mau membunuhku?!" Sakura memotong kalimat Sasuke dengan omelannya. Dia hampir mati kehabisan napas dan Sasuke malah asyik dengan ciuma-ah sudah lah memikirkannya saja sudah membuat wajah Sakura tambah merah.
"Tch kau ini! Siapa yang mau membunuhmu aku hanya menciu-"
"Jangan katakan!"
"Eh?"
"Ku-ku bilang jangan katakan itu!" Sasuke mengeryitkan alisnya seakan tidak mengerti tapi tak lama kemudian Sasuke langsung terkekeh seketika.
"Jangan bilang... ini ciuman pertama mu?" pertanyaan Sasuke sukses membuat Sakura pasalnya memang benar kalau ini adalah ciuman pertamanya.
"Te-tentu saja bukan!" Elaknya.
"Wajahmu itu membuktikan semuanya bodoh" Sasuke menyentil jidat Sakura yang lebar.
Sakura membuang muka sambil mengerucutkan bibirnya membuat Sasuke gemas. Sasuke menarik sudut bibirnya dan memegang bahu Sakura sehingga Sakura kembali menatapnya.
"Baiklah karena ini ciuman pertamamu sudah dipastikan kalau kau pasti senang karena aku yang merebutnya"
"Hah? Tentu saja tidak baka!"
"Benarkah? Jadi kau tidak senang? Bagaimana soal jadi pacarku, pasti kau senang karena telah menjadi pacarku bukan?" ucap Sasuke lagi membuat perempat siku muncul dikepala Sakura.
"Heh Tuan Uchiha seberapa besar rasa percaya dirimu heh? Sudah ku katakan aku tidak se.."
"Tapi aku senang" potong Sasuke.
"A-apa ma-hmph!" lagi. Sasuke mencium Sakura lagi tapi kali ini hanya sebuah ciuman singkat dan lembut yang ia berikan untuk Sakura.
"Sudah ku bilang sebelumnya bukan, kalau aku senang. Aku senang kau lah yang menjadi pacarku" ucapan Sasuke berhasil membuat Sakura diam seketika. Senyuman tulus Sasuke yang ia lihat saat ini membuat perasaannya tak karuan seakan ada gerombolan kupu-kupu yang berterbangan di hatinya. Sial. Saat ini untuk pertama kalinya Sakura menerima kekalahan baik secara akademis maupun soal perasaan.
Selamat Tuan uchiha kau berhasil mendapatkan Nona Uchiha-mu.
...
Sasuke terkekeh sendiri saat mengingat hal itu. Ia sendiri berpikir saat itu ia pasti sudah gila melakukan taruhan bodoh dan nekat dengan Sakura. Tapi tak terpikirkan pula bahwa sekarang taruhan itu menjadi kenyataan. Sakura telah menjadi Nona Uchiha-nya.
Sambil memakai dasinya ia melihat sang istri yang baru saja bangun dari tidurnya yang terlihat dari pantulan cermin yang ada dihadapannya.
"Kau sudah bangun?"
"Hm" gumam Sakura yang sedang duduk diatas ranjang sambil mengucek mata kanannya.
"Apa kau sudah baikan?" Tanya Sasuke lagi sambil menghampiri Sakura. Mengingat kejadian semalam membuat Sasuke sedikit khawatir.
Sakura kembali memjawab Sasuke dengan anggukannya seolah ia menjawab kalau ia baik-baik saja. Sasuke yang sudah duduk ditepi ranjang berhadapan dengan Sakura tersenyum lega mengetahui Sakura sudah tidak apa-apa.
"Baiklah kalau begitu-"
'Chup'
"-selamat pagi Sakura" ucapnya setelah mencium bibir Sakura singkat.
Sasuke berdiri kembali dan memilih jas yang ingin ia pakai hari ini. Sedangkan Sakura hanya terdiam sambil mengerjapkan matanya berkali-kali dan juga tangannya tanpa sadar menyentuh bibirnya yang tadi dicium oleh Sasuke.
"Sepertinya Ayame sudah menyiapkan sarapan untuk kita, lebih baik kau-"
'Bugh!'
Sasuke merasakan benda empuk yang menghantam kepalanya. Dan tak salah lagi itu adalah bantal yang selalu ia pakai untuk tidur.
"Ini kan... hei Saku-"
'Blam!'
Sakura menutup keras pintu kamar mandi saat ia sudah berada didalamnya.
"Baka!" teriaknya dari dalam membuat Sasuke terkekeh geli.
Tunggu, Sakura berteriak? Itu kah yang membuat Sasuke senang? Salah. Yang membuat Sasuke senang adalah-
'Setidaknya sekarang ia sudah berani memukulku. Ya walaupun dengan bantal ini'
_Author Corner_
Haloo semuaa aku kembalii :D
Sebagai permohonan maaf karena fic ini sempet ngaret 3 bulan jadi aku usahain aku update kilat *tapi 2 fic lainnya terlantar -_-"
Untuk chapter ini aku bikin yang moment senang nya karna chapter sebelumnya sedih terus jadi sekarang aku bikin yang hepi hepi aja semoga kalian sukaa ;)
Oh iya karna ini rate M aku gak jamin ada adegan *ehem nya ya, jujur aku gak bisa bikin yg bgituan, ngetik adegan kissu aja aku blushing sendiri / *gomenne kalo gak sesuai harapan readers..
Harusnya fic ini aku publish dari minggu kmarin tapi karena perasaan aku yg masih campur aduk *Efek nonton Shigatsu wa Kimi no Uso* jadi ya gitu lah yg nonton pasti ngerti T^T
Dan juga turut berduka cita atas sepeninggalnya komedian kita *favorit ku* ka Olga Syahpura semoga amal ibadahnya di terima disisi Tuhan YME.. :')
Yosh ini dia balasan untuk review kalian :
Lizzy0421: ditunggu aja ya nanti pasti dijelasin kok :D
: pasti lanjut kok, keep reading Xd
Suket alang alang: iya gomenne lamaa T^T aku tetep usahain biar gak lama update nya tapi emang keadaan yg gak mendukung ;-; Ya semoga aja Sakura cepet pulihnya ;) baca terus yaa :D
Hanazono yuri: Iya aku usahain kok ;)
Mii-chanchan2: nanti pasti dijelasin kok Sakuranya kenapa, baca teruss ;D
Guest 1: Arigatoo ^^ review terus yaa :D
Fumie: Nanti pasti dijelasin kok fumie-san :D
Guest 2: iya aku lanjuutt xD
Silent reader xD: pasti pasti *teriak pake toa* keep reading :D
Terima kasih ang udah review dan untuk silent readers aku tunggu review nya yaa :D
ScarletGREMORY
