Disclaimer: Aku ingin memiliki semua tapi kemudian sadar aku tidak punya apa apa.

Genre: Romance/Hurt

Rating: T

Warning: Typo, OOC, cerita tidak jelas, author kebanyakan bicara.

+Antasida+

Jo Insung bilang Kyungsoo harus menghadapinya, maka Kyungsoo akan menghadapinya. Tapi Kyungsoo sebenarnya ingin mencemplungkan Chanyeol ke laut dan membuatnya mati, bisa bisa dia mengesampingkan Baekhyun dan lari padanya, memangnya Kyungsoo itu apa!?

Tapi akhirnya Kyungsoo pulang ke apartemen mereka dengan tenang dan diam.

"Halo, Soo."

Kyungsoo terdiam mendengar suara itu, orang yang menyapanya cuma bisa dia tatap.

"Jangan menatapku seperti itu, Soo." Baekhyun tertawa.

"Hai." sapa Kyungsoo kikuk. Oh, anak polos yang tidak tahu apa apa ini, bisa tidak Kyungsoo juga menghajarnya. Juga menhajar pacarnya, dari awal mereka cuma mengacak acak kehidupan Kyungsoo. Kehidupannya dan perasaannya.

"Menginap?" tanya Kyungsoo. Soal Baekhyun menginap di kamar Chanyeol itu adalah hal biasa karena itu sering terjadi.

"Ya." jawab Baekhyun dengan riang seperti biasa. Kyungsoo makin ingin menenggelamkannya ke laut.

"Sudah baikan?"

"Ya, kau tahu, kan, pertengkaranku dengan Chanyeol tidak ada yang serius."

Kyungsoo diam, mungkin bagi Baekhyun pertengkaran itu tidak serius, tapi Chanyeol tidak begitu. Chanyeol hampir mati dalam cairan asam lambungnya. Dan coba pikirkan, apa yang Chanyeol lakukan pada Kyungsoo? Menurut Kyungsoo ini masalah yang diam diam serius.

Setidaknya untuknya, sebelum dia meledak, mengklaim Chanyeol dan menggulingkan Baekhyun sampai mati.

"Ya."

Kyungsoo pergi, malas berurusan dengan Chanyeol dan Baekhyun. Dia mau tidur, nonton drama, dan tidur lagi.

Berpikir, apa masalah antara dia dan Chanyeol segitu pentingnya? Masalahnya Kyungsoo tidak bisa mengeluarkannya dari kepalanya, pikiran tentang ciuman di pipi terus terbayang bayang, bahkan saat Kyungsoo kabur ke tempat Insung Hyyng-nya tersayang.

Park Chanyeol seperti telah melukai sesuatu di dalam dada Kyungsoo sampai akhirnya Kyungsoo terus memikirkannya. Tapi apapun yang terjadi Chanyeol cuma terlalu marah pada Baekhyun waktu itu, marah yang tidak bisa Chanyeol lampiaskan pada Baekhyun, dan Kyungsoo dari awal salah karena dia menyukai Park Chanyeol.

Kyungsoo bukan orang yang mementingkan rasa suka, jadi sekalinya dia bilang dia menyukai seseorang maka artinya dia sudah suka sekali. Sayangnya dia menyukai orang seperti Chanyeol.

Kyungsoo tidak punya kata untuk mengambarkan Chanyeol, tukang selingkuh? Tidak setia? Bedebah? Tidak punya hati? Tidak memikirkan perasaan Baekhyun? Egois? Atau apa? Mungkin semuanya, Kyungsoo tidak bisa menyimpulkan.

Dan suatu malam setelah hari yang panjang saat Kyungsoo membuka DVD drama yang jam tayangnya bentrok dengan jadwal kuliahnya, Chanyeol duduk di sampingnya di kamar Kyungsoo. Kyungsoo pasang telinga, berusaha tidak fokus pada dramanya. Apa yang mau Park Chanyeol ini bicarakan?

"Malam itu,"

Kyungsoo mematikan tv, biar drama seru itu tidak tercoreng keseruannya karena makhluk sebangsa Chanyeol.

"Thanks, Soo."

"Kenapa? Aku sering menjadi suster dadakanmu."

"Maksudku bukan itu, tapi itu juga terimakasih."

Kyungsoo tertawa kecil mengejek, "Kau harusnya tahu siapa yang ada bersamamu di saat begitu dari dulu."

"Kyungsoo," Chanyeol diam, lama dia dia, lalu bicara, "kalau tidak ada Baek aku akan memilihmu."

Kyungsoo ingin berdiri dan melempari Chanyeol dengan apapun. Memangnya gampang!? Memangnya perasaan Baekhyun itu mainan!? Memangnya Kyungsoo itu pilihan semacam jalan alternatif, begitu!? Chanyeol sudah gila, dia tolol!

Tapi Kyungsoo tetap duduk, tetap tenang, "Harusnya kau sadar itu dari dulu," katanya tanpa melihat Chanyeol, kemudian Kyungsoo menoleh ke arah Chanyeol, "kau harusnya sadar, aku ada sebelum Baekhyun."

Kyungsoo mengambil jaketnya, dompetnya, dan ponselnya, dia pergi. Seperti biasa ke tempat Jo Insung.

"Kenapa lagi?" tanya Insung.

"Biarkan aku disini untuk waktu yang lama, Hyung."

"Hei, ada apa?"

"Ada bedebah di apartemenku."

Insung nyaris tertawa, tapi dia akhirnya memilih meninggalkan Kyungsoo sendiri.

"Omong-omong, Kyungsoo."

"Ya, Hyung."

"Kau harus bayar padaku, aku sudah memasukan bajumu ke binatu."

"Itu gampang, Hyung. Kyungsoo meletakan dompetnya di meja, Insung mengambil uangnya sendiri.

" Dia tidak punya hati, Hyung, tidak punya otak, tidak berpikir."

Insung duduk di sebelah Kyungsoo, "tapi?"

"Tidak ada tapi."

"Lalu kenapa kau pusing, Do Kyungsoo?"

Kyungsoo diam. Insung menyalakan tv, tepat di acara musik.

"Tahun ini rookies sangat muda, Kyungsoo, ada anak kelahiran 99, kau tahu? Aku merasa tua."

Kyungsoo tidak menanggapi ocehan Insung tentang rookies, "Kurasa memang ada tapinya."

"Tapi kau suka padanya, kan?"

Kyungsoo tidak mengangguk, tapi tatapan matanya membenarkan.

"Apa kau sudah coba berpikir daripada kabur kaburan seperti ini?" tanya Insung.

"Aku tidak bisa berpikir, Hyungnim."

"Sini kubantu." kata Insung, "Kau mau pacaran dengan Chanyeol?"

Kyungsoo diam, "Dulu, awalnya..."

"Jadi sekarang tidak?"

"Antara iya dan tidak, bagaimana?"

"Iya atau tidak?" Insung bertanya lagi, "Apa yang kau pikirkan?"

"Baekhyun."

"Siapa Baekhyun?"

"Pacar Chanyeol."

"Oh..." Insung baru tahu, "Kau mau ada di posisinya?"

Kyungsoo tanpa berpikir bilang, "Tidak!"

"Walaupun tidak ada yang menjamin kau akan senasib dengan Baekhyun atau tidak-"

"Tidak, Hyung! Aku tidak mau dengan Chanyeol!"

"Serius tidak akan menyesal?"

"Tidak akan."

"Kalau begitu kau tidak mau, tapi anggap saja Chanyeol tetap memintamu, apa yang akan kau lakukan?"

"Kalau bisa aku akan menenggelamkannya di laut."

"Tolong jangan terlalu sadis, Kyungsoo."

"Aku tidak akan menerimanya."

Insung tersenyum, senyum tampannya seakan meledek, "Lalu perasaan sukamu mau dikemanakan?"

"Entah, kuberikan padamu mungkin." kata Kyungsoo asal, "Terimakasih sudah membuatku berpikir, aku pamit sekarang."

Kyungsoo pulang ke apartemen lagi, Chanyeol sudah di kamarnya. Selama aksi kabur kaburannya kali ini Chanyeol tidak mencarinya, padahal Chanyeol tahu Insung tentu saja dan Kyungsoo tidak punya tempat kabur lain selain itu. Ini artinya, Chanyeol tidak serius. Chanyeol sudah pasti dan sudah sewajarnya lebih mementingkan Baekhyun.

Kyungsoo ingin tidur, tidur, dan tidur.

"Kyungsoo..." Chanyeol membangunkannya paginya.

"Hm?" Kyungsoo masih tidur.

"Dicari Jongin, cek ponselmu."

Kyungsoo langsung bangun, buru buru, tapi Chanyeol menahan tangannya.

"Aku bisa memutuskan Baekhyun untukmu."

"Tidak, Park."

"Soo, setelah itu kita bisa bersama."

Kyungsoo serius marah, "Berpikirlah, Chanyeol."

Chanyeol diam, mungkin agak tidak mengerti.

"Kau harusnya melalukan itu dari dulu, aku tahu kau sebelum Baekhyun. Apa selama itu kau tidak sadar?"

"Tapi, Soo, aku masih bisa memperbaikinya, kan?"

"Apa yang mau kau perbaiki!? Bahkan selama ini kau tidak mencariku! Aku menyukaimu jauh sebelum kau kenal Baekhyun! Dasar anjing gila sialan!"

Itu adalah kalimat paling panjang penuh emosi yang Chanyeol dengar dari Baekhyun. Chanyeol terdiam.

"Sekarang kau bisa melupakan apa yang terjadi diantara kita."

Kyungsoo kemudian pergi.

Dan lama setelah itu keadaan kembali normal, setidaknya itu yang Kyungsoo harapkan.

Dan itu yang terjadi.

Saat pintu kamar mandi diketuk saat Kyungsoo di dalam, "Ya?"

"Aku mau keluar dengan Chanyeol!" seru Baekhyun. Akhir akhir ini rasanya Baekhyun seperti tinggal bertiga disini. Seperti Kyungsoo harus memperbaharui kesepakatan dan membagi biaya sewa untuk dibayar oleh tiga orang, Dia, Chanyeol, dan Baekhyun.

Kyungsoo muncul di balik pintu, tepat saat Chanyeol lewat di depan pintu.

"Kenapa?" tanya Chanyeol.

"Kulkas kosong." kata Kyungsoo. Perintah untuk belanja.

"Ok, kami sekalian belanja."

Kyungsoo lalu keluar dengan handuk saja, tepat saat Jongin masuk. Anak mesum sok polos itu seperti tersedak pikiran kotornya.

"Apa, mesum?" tanya Kyungsoo.

"Tidak, cuma teringat kalau kita cuma berdua."

Kyungsoo tersenyum. Pikirannya mulai kemana mana, sepertinya dia tertular Jongin.

Setidaknya Jongin single dan memikirkan perasaan orang, setahu Kyungsoo.