"aku sangat berharap untuk hubungan kalian berdua, sering seringlah menghabiskan waktu bersama dan lebih mengenal satu sama lain, Kim Heechul, jadilah lelaki yang bertanggung jawab untuk Yuri, dan Yuri, halmeoni tahu ibumu mendidikmu menjadi gadis yang baik, aku benar benar tidak sabar mendengar kabar baik dari hubungan kalian.."
Wanita paruh baya yang masih tidak kehilangan aura cantik di usianya yang sudah menginjak 70 tahun itu bicara dengan tenang, semua anak, menantu dan cucunya berkumpul untuk makan malam hari ini, sebuah acara yang rutin ia adakan untuk menjaga hubungan keluarga, minimal satu bulan sekali anak anaknya yang berjumlah 3 bersaudara itu berkumpul di rumah keluarga, tempat mereka dibesarkan, ketiganya yang sudah memiliki keluarga matang dan tentunya anak anak yang mulai dewasa akan berkumpul, berbagi pemikiran atau sekedar larut dalam obrolan satu sama lain, tapi berbeda dari malam malam sebelumnya, sepertinya malam ini sedikit lebih istimewa, keluarga besar Cho berkumpul untuk membahas pertunangan Kim Heechul dengan salah satu putri dari keluarga Kwon, sebagai anak dari putri tertua di keluarga Cho ia harus mulai berfikir untuk mencari pendamping hidup, apalagi usianya sudah memasuki 30 tahun bulan ini, orang yang paling menuntutnya untuk segera menikah bukanlah ayah atau ibunya, tapi neneknya, Jung Nayoung.
Malam ini makan malam kedua setelah pertemuan keluarga terakhir tiga minggu lalu saat neneknya mengatakan usia Heechul sudah lebih dari matang untuk menikah dan memiliki anak. Heechul sebagai bahasan utama malam ini terlihat masih bertahan dengan gaya tenang khas keluarga Cho, tersenyum ringan kepada siapapun yang ia tatap, tak terkecuali gadis cantik berambut cokelat yang malam ini datang bersama kedua orang tuanya, Heechul tidak menolak saat mereka pertama kali bertemu, Yuri memiliki kulit yang sedikit lebih gelap dari gadis Korea kebanyakan, dan Heechul berfikir itu eksotis serta sexy. tubuhnya juga proposional dengan rambut panjang sebatas pinggang, Jung Nayoung benar benar tahu seperti apa selera cucunya, Heechul tidak menolak, ia akan mulai belajar mengenal gadis di depannya ini dan menikah kapanpun saat neneknya ingin.
"Nari-ya, kapan Yoohwan kembali ke Korea? Keponakannya akan segera bertunangan, aku mau semua keluarga berkumpul saat itu, ini akan jadi pertunangan cucu pertamanku "
"ia mengatakan minggu ini Eomma... perundingannya sudah hampir final" puas mendengar jawaban dari putri pertamanya, tatapan nenek enam cucu itu beralih ke putra keduanya.
"Yeunghwan-ah... "
"nde eomma?"
"apa Kyuhyun bekerja dengan baik? Ini sudah lebih dari tiga bulan sejak dia mulai menggantikan posisimu bukan? "
"sejauh ini Kyuhyun tidak mengecewakan eomma, kekhawatiran investor karena pengangkatan presiden direktur baru yang kita cemaskan tidak terbukti, saham tetap stabil bahkan cenderung naik sejak pengangkatan Kyuhyun, awalnya semua orang meragukan Kyuhyun karena usianya yang baru menginjak 25 tahun, tapi kemenangan kita atas tender di Jeju-do sangat berpengaruh positive, mengingat proyek itu adalah proyek pertama Kyuhyun setelah menjabat sebagai Presiden direktur Woori" semua orang di ruangan itu menyimak setiap pertanyaan dan nasehat yang wanita paruh baya itu layangkan, seperti sudah menjadi kebiasaan, ada hukum tidak tertulis yang harus mereka taati, etika.
"Kyuhyun-ah..?"
"nde, halmeoni?"
"halmeoni senang mendengar cerita dari appamu, jadilah pemimpin yang baik untuk bawahanmu, pertahankan konsep awal keluarga kita, buat mereka nyaman dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya, halmeoni tahu kau pasti sudah paham tanpa halmeoni harus menjelaskan, kau memang terlahir untuk menggantikan posisi appamu, pertahankan"
"nde halmeoni, aku akan bekerja keras" Kyuhyun menundukan kepalanya dengan sopan menanggapi nasihat neneknya .
"untuk pertunangan Heechul dan Yuri, sepertinya akan diselenggarakan setelah putra bungsuku kembali ke Korea, tuan Kwon, seperti yang aku sampaikan tadi, Heechul adalah cucu pertamaku, aku ingin Pertunangannya dihadiri semua keluarga "
"itu bukan masalah besar nyonya, saya sangat menghormati keputusan anda.. "
…
Lalu acara makan malam itu dilanjutkan dengan obrolan ringan, suasana hangat menyelimuti rumah mewah dengan aksen tradisional Korea itu, semua orang tua berbincang di ruang tengah yang luas, sementara semua cucu dan calon tunangan Heechul berkumpul di teras belakang yang menghadap langsung ke taman dan sebuah kolam renang. Yuri terlihat mengobrol dengan Victoria di atas sofa beludru yang ada di teras, ada Ahra dan Luna yang sesekali ikut menimpali, mereka terlihat akrab, karena Yuri memang sudah berteman dengan Victoria, saat ini mereka sama sama mengambil pendidikan diplomat, Yuri yang adalah putri seorang senator tidak asing dengan putri putri dari keluarga Cho.
"Hyung sepertinya sangat menyukai Yuri, aku tidak salah kan? " Kyuhyun yang berdiri dengan dua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana memandang Heechul yang berjongkok di hadapannya memainkan air kolam, tangan lelaki yang akan segera bertunangan itu terlihat memukul air kolam membuat kemeja yang ia kenakan sedikit basah terkena air.
"panggil dia Noona bocah~"
"gadis itu usianya sama dengan Vict, dia setahun di bawahku "
"tapi kenyataannya sekarang ia akan segera menjadi istriku, itu artinya dia juga akan jadi noonamu"
"iya aku tahu, aku tadi memanggilnya noona "
"tapi hanya saat di depan para orang tua "
"Hyung jawab saja pertanyaanku tadi, jangan mengalihkan topik"
"pertanyaan apa? " Heechul berdiri dan berbalik menghadap Kyuhyun yang masih menatapnya, ia mengibaskan tangannya yang basah ke udara, membuat Kyuhyun mendengus sebelum mengulangi pertanyaannya tadi.
"Hyung sangat menyukai Kwon Yuri, aku tidak salah bukan?"
"kau tahu aku seperti apa kan Kyu? And I thin' She is so voluptuous... young, tan and smart, a girl with sexy brain, even her body also so fucking Sexy though ~" Kim Heechul mengakhiri kalimatnya dengan tawa yang cukup keras melihat mata Kyuhyun yang melotot mendengar jawabannya, ekspresi adik sepupu yang lima tahun lebih muda di bawahnya itu sangat konyol di matanya.
"o-oh aku pikir hyung masih belum melupakannya, ternyata aku salah" tangan Kyuhyun bergerak mengusap tengkuknya sendiri dengan canggung, Ia menyadari tatapan Heechul yang berubah saat mendengar ucapannya.
"sampai sekarang aku juga tidak tahu Kyu, aku menjadi seperti ini karena orang itu, aku dan kau sama sama melakukan pelayanan di umur 20, dulu aku hanya pemuda bandel seperti anak muda kebanyakan, haraboji memaksa semua cucu lelakinya mengambil wajib militer di usia 20, kau masih ingat? Katanya lebih cepat lebih baik, aku harus cuti kuliah demi pelayanan negara, sampai aku bertemu dengan seorang teman satu barak, lelaki pertama yang membuatku merasa tidak normal karena membuatku salah tingkah dengan perhatiannya, sampai berakhir dengan kami yang lebih memilih menghabiskan waktu libur berdua dan bercinta sepanjang hari dari pada pulang ke rumah dan bertemu keluarga, saat itu aku sudah siap jika ayah akan membunuhku karena putra semata wayangnya menjadi gay, atau Haraboji yang akan mencoretku dari garis keturunan karena sudah mempermalukan keluarga kita, aku sudah berpikir sejauh itu, aku menganggap semua yang ia lakukan karena dia mencintaiku, dia sudah membuatku merasa tidak normal karena bercinta dengan lelaki, tapi kau lihat? dia malah menikah dengan seorang gadis Jepang setelah keluar dari militer, putrinya sudah berusia sekolah sekarang, sementara aku baru akan bertunangan, itupun karena halmeoni, Junsu bilang aku 'bi' Karena aku juga masih tertarik dengan wanita berdada besar" suara Heechul yang pelan bercampur dengan suara tawa para gadis di teras yang berjarak cukup jauh dari mereka.
"Hyung hanya menjadi mesin sexnya selama di militer.."
"yah terserahmu mau menyebutnya apa Kyu, hidup ini terlalu singkat untuk dijalani dengan penyesalan, tapi aku bersyukur fakta itu tidak pernah sampai ke telinga ayah, sampai haraboji meninggal bahkan sampai sekarang hanya kau dan Junsu yang tahu, orang itu sudah bahagia dengan statusnya sebagai seorang ayah, aku juga akan hidup dengan bahagia dan membuat anak yang banyak bersama istriku yang sexy " Heechul tersenyum lebar mengakhiri kalimatnya, tapi Kyuhyun masih bisa melihat sedikit kesedihan di mata itu.
"Cho Kyuhyun..."
"hnn, apa? "
"aku tidak mau membahasnya sekarang di tempat ini, tapi kau berhutang cerita padaku, orang yang bersamamu di apartment saat aku menelfonmu, yang kau sebut Min-ah, yang memanggilmu Hyung itu Lee Sungmin kan? " Kyuhyun hanya melirik Heechul dengan santai sebelum angin malam membuatnya melipat kedua lengannya di depan dada.
"aku memang menyuruh Jisoo untuk menguntit dan membawanya ke apartment, aku tidak setega itu membalas kelakuannya dengan mencabut beasiswa atau bahkan membayar orang untuk membunuhnya, Hyung tahu sendiri kan, aku dulu pernah melakukan kesalahan sangat besar dan rasanya sulit termaafkan, Lee Sungmin hanya pemuda yang aku pikir masih labil, jadi aku menganggapnya wajar, tapi dia malah melakukan sesuatu yang sangat di luar batas siang tadi, seumur-umur hanya ayah yang sejauh ini pernah menamparku sampai Lee Sungmin memecahkan rekor itu dua hari lalu, aku menjadi kalap saat pemuda itu meludah di wajahku Hyung... "
"O-ommo! dia berani meludah di-wa-jah-mu Kyuhyun? "
"hmm, aku menjadi sangat marah dan entah kenapa aku ingin melihat mulutnya yang kotor itu berdarah-darah, aku reflek menggigit bibirnya "
"jangan bilang kau ereksi karena ciuman tidak langsung itu? "
"hmm, aku termotivasi melihat pemuda itu menjerit ngeri saat aku tidak sengaja menekan perutnya di tengah ciuman "
"jadi hari ini kau baru saja memperkosa seorang pemuda yang sudah menampar dan meludah di wajahmu Cho Kyuhyun? Aku tidak pernah menyangka, kau baru saja debut sebagai seorang bisex bahkan gay... " Heechul menyindir Kyuhyun dengan intonasi pelan, takut ada orang lain mendengar obrolan mereka berdua.
"Hmm terimakasih sambutannya "
"sambutan kepalamu Cho Kyuhyun... kau tidak sadar apa yang sudah kau lakukan? Membunuh dan membuang mayatnya jauh lebih baik dari pada memperkosa dan membiarkannya tetap hidup, kau tidak khawatir? Ku dengar dia mahasiswa radikal dengan club yang cukup massive, apa yang akan dia katakan pada orang orang nanti? Sekarang Lee Sungmin cukup meniup peluit kapanpun ia mau dan hidupmu bahkan Woori hancur saat itu juga, gunakan otakmu sebelum memutuskan sesuatu! Kau harus ingat Kyu, kau itu sekarang seorang presdir dari Woori! " Heechul mengumpat masih dengan pelan, sebelum tangannya menyeret Kyuhyun menuju halaman depan rumah yang sangat luas tempat mereka meninggalkan mobil, memutuskan meninggalkan pertemuan keluarga malam itu lebih awal, Heechul mengatakan akan menjemput seorang teman bersama Kyuhyun dan meninggalkan tempat itu, ia butuh tempat yang tidak akan ada orang lain yang mungkin akan mendengar percakapan mereka.
"tapi dia menjadi pendiam dan penurut setelah aku menyentuhnya, kurasa dia trauma hyung, dia juga mengatakan akan kembali ke kota tempatnya lahir dan memintaku untuk melupakan kejadian hari ini, dia terus memohon dan mengatakan ia menyesal "
"memangnya itu menjamin kau aman? Kurasa tidak, kau harus membunuhnya "
"aku tidak akan berbuat sejauh itu"
"kenapa? Agar kau bisa memperkosanya lagi?! "
"aku sudah pernah melakukan kesalahan besar bahkan sampai sekarang aku masih menyesalkan kenapa kejadian itu harus terjadi! Hidupku sudah cukup dipenuhi dengan penyesalan selama sepuluh tahun ini hyung! Cukup Junghyun hyung aku tidak mau ada yang lain lagi! "
Heechul terdiam mendengar Kyuhyun berteriak di sampingnya, Ia menghela napas panjang sebelum memutuskan untuk kembali bicara.
"kita bahas masalah ini lain kali, tapi kau jangan coba coba melepasnya sebelum kita memutuskan langkah apa yang akan kita lakukan setelah ini Kyu, masalah Junghyun, itu bukan salahmu, kau... berhentilah menyalahkan diri sendiri"
"tapi hari itu aku yang bersama Junghyun hyung "
"Tapi dia seperti itu bukan karenamu "
"semua orang mengatakan aku penyebabnya "
"itu hanya kata mereka yang tidak tahu apa kejadian sebenarnya, kejadian itu juga sudah sepuluh tahun lalu, berhentilah hidup dalam penyesalan, Hyung sedih melihatmu seperti itu"
Heechul menatap sedih Kyuhyun yang kembali terlihat tertekan, Cho Kyuhyun yang tenang dan berwibawa berubah menjadi adik kecil yang menyedihkan saat tidak ada orang lain, hanya Heechul dan adik sepupunya itu. Ia sudah menganggap Kyuhyun seperti adik kandungnya sendiri, perbedaan usia di antara mereka yang cukup jauh tidak menghalangi kedekatan keduanya, meskipun Kyuhyun memiliki hyung kandung tapi ia malah lebih dekat dengan Heechul kakak sepupunya, Junghyun memang seorang introvert, mungkin karena menderita thalasemia sejak lahir, ia menjadi anak yang sangat jarang keluar rumah, ia hanya keluar dari kamar untuk transfusi darah yang harus ia jalani seumur hidup, penyakit yang dideritanya membuat anak kedua Cho Yeunghwan itu menghabiskan masa kecilnya tanpa teman, hanya Seohyun anak seorang tangan kanan ayahnya. sepuluh tahun lalu saat Junghyun ditemukan pingsan di ujung tangga, dengan darah menghiasi pakaian yang dikenakannya, Junghyun yang saat itu berusia 17 tahun terjatuh dari tangga saat mencoba kabur dari seorang perawat baru. Sejak kejadian hari itu Cho Junghyun harus rela kehilangan fungsi dua kakinya, Heechul masih mengingatnya, Junghyun yang masih belum bisa menerima keadaannya di satu tahun pertama selalu menjerit dan berteriak seperti orang gila saat orang lain mencoba berinteraksi dengannya, Kyuhyun yang masih 15 tahun merasa semua yang menimpa hyungnya adalah kesalahannya, kondisi saat itu diperparah dengan isu yang beredar di masyarakat yang mengatakan Kyuhyun adalah penyebab Junghyun lumpuh, mereka menyudutkan anak berusia 15 tahun, mengatakan semua itu Kyuhyun lakukan agar menjadi pewaris utama woori, sepuluh tahun berlalu, Cho Kyuhyun kini adalah seorang presdir Woori, menggantikan ayahnya yang harus pensiun sedikit lebih cepat sejak pemasangan stent di jantungnya.
"berhenti melipat wajahmu tuan presdir, sekarang aku akan pulang, kau hati hatilah sedikit, ada orang asing di apartmentmu yang sekarang mungkin sedang menunggumu pulang dengan pisau di tangannya, berdiri di balik pintu masuk dan siap menusukmu-argh!" Heechul mencekik lehernya sendiri, berusaha bertingkah konyol di depan Kyuhyun dan sepertinya usaha itu gagal, ia menepuk pelan pundak adik sepupunya yang sekarang terlihat lebih tenang dari sebelumnya, wajahnya terlihat masih sedikit tegang dengan bola mata yang bergerak gelisah, niatnya untuk mencairkan suasana di mobil Kyuhyun tidak berhasil.
"Sungmin tidak akan senekat itu "
"yah terserah, hati hati di jalan Kyuhyun-ah " Heechul menutup pintu mobil tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, mobilnya melaju meninggalkan halaman rumah nenek, menyisakan Kyuhyun yang masih terdiam merenung di dalam mobil dengan mesin yang sudah menyala.
"takdirku terlahir sebagai Cho Kyuhyun dan berakhir sebagai presiden direktur Woori "
"kau memang terlahir untuk menggantikan ayahmu Kyuhyun-ah "
"sekarang kau adalah seorang presdir dari Woori Kyuhyun-"
"Cho Kyuhyun benar benar beruntung lahir menjadi bungsu tapi berakhir sebagai pengganti ayahnya karena hyungnya yang harusnya menjadi pewaris utama lumpuh "
Semua kalimat itu terus berputar di kepala Kyuhyun seperti ingin menerornya, menuntutnya untuk terus hidup dengan menyesali sesuatu yang bahkan bukan kesalahannya, lelaki berambut auburn itu membanting kepalanya ke arah kemudi di depannya, rasa bersalah itu kembali muncul lagi.
"aku akan mengunjunginya besok.. "
Kyuhyun memutuskan untuk melajukan mobilnya dan pulang saat ponsel yang ia letakan di dashboard bergetar, seseorang menghubunginya.
"yeobseo? "
"..."
"kapan kau kembali dari Seattle? "
"..…"
"sekarang? Di lobi? Maksudmu lobi apartmentku?"
"…"
"jangan naik sampai aku datang, aku akan sampai 15 menit lagi"
.
.
.
"kenapa tidak besok saja sih? Kau baru sampai di Seoul malam ini kan? " Kyuhyun yang baru tiba langsung menuju ke tempat gadis itu menunggunya, sebuah tempat dengan sofa di salah satu sudut lobi yang Tiffany kirim lewat pesan saat ia menuju apartment tadi, tidak peduli kunci mobilnya yang masih di tangan seorang valet, Tiffany yang duduk menunggunya hanya tersenyum manis melihat Kyuhyun datang.
"aku sangat merindukanmu Kyuhyun... kau mengertilah sedikit~"
"tapi kenapa harus langsung ke tempatku Tiff? Ini sudah larut, harusnya kau pulang dan beristirahat, aku yakin kau pasti masih jetlag"
"eomma dan appa masih di Beijing, urusan bisnis, jadi aku akan menginap malam ini, aku benar benar merindukanmu Kyuhyunie~"
"tidak, kau tidak boleh menginap malam ini "
"Memangnya kenapa? Biasanya juga begitu kan? Kau tidak merindukanku?"
"pulang Tiff, kau tidak boleh menginap malam ini "
"tapi kenapaaa? "
"karena aku tidak mau kau menginap"
Kyuhyun yang mulai lelah memutuskan berbalik dan meninggalkan Tiffany yang sepertinya masih akan terus merajuk, ia berjalan menuju salah satu lift, tapi wanita yang datang dengan koper berukuran sedang itu mengejarnya dan masuk ke dalam lift yang sama, tangannya bergelayut di bahu Kyuhyun, membuat beberapa orang menatap risih ke arah mereka berdua.
"kau mau aku panggilkan petugas keamanan? Agar mereka menyeretmu keluar? " Kyuhyun yang masih berusaha menyingkirkan tangan gadis itu dari bahunya mengancam dengan suara pelan.
"setidaknya satu cangkir hot chocolate? Seoul sangat dingin malam ini ~"
"satu cangkir hot chocolate dan kau akan pulang? "
"eum " gadis dengan eyesmile itu mengangguk antusias.
"aku akan membakar koper itu jika kau merajuk nanti "
"aissh! nde arraseo ~ Kau banyak berubah, padahal hanya dua minggu "
…
Ruang tengah terlihat sepi saat Kyuhyun masuk, disusul Tiffany yang berjalan dengan rusuh di belakangnya. "tinggalkan kopermu di sini, kau bisa duduk, aku akan ke dapur membuat hot chocolate, awas jika menyusul! "
"iya iya iya aku tahu, kau hanya marah marah dari tadi, kemana Kyuhyunku yang manis sih? Seseorang mencuci otakmu Kyu? "
"whatever "
Tiffany mendelik ke arah Kyuhyun yang mulai berjalan menuju dapur, keningnya berkerut heran saat pandangannya jatuh pada tas lusuh di atas kursi di depannya, dua alisnya terlihat menyatu sebelum memutuskan untuk membukanya.
"anyone please tell me, it's Not Kyu's Styles, ewww "
…
"Sungmin? kenapa kau tidur di sini?" Kyuhyun sedikit terkejut saat melihat ada orang di dapurnya, Sungmin yang mendengar Kyuhyun datang mengangkat wajahnya dari meja dan tersenyum canggung saat tatapannya bertemu Kyuhyun yang menatapnya heran.
"aku tidak tahu harus melakukan apa, jadi aku menunggu di sini "
"kau kan bisa tidur di kamar atau nyalakan tv, kau sudah makan malam? Jangan bilang belum.. "
"aku takut hyung akan berfikir aku lancang... eum.. aku juga masih merasa asing di sini " Sungmin menjawab Kyuhyun dengan canggung, tatapannya mengikuti setiap gerakan Kyuhyun yang saat ini memunggunginya, sepertinya sedang membuat sesuatu.
"kau hanya belum terbiasa saja, ini satu untukmu" Kyuhyun yang sudah selesai membuat dua cangkir hot chocolate meletakannya satu di depan Sungmin. "habiskan, aku tahu kau pasti belum makan malam kan? padahal di lemari pendingin ada banyak makanan, aku akan ke ruang tengah, ada temanku yang baru pulang dari perjalanan jauh, aku sudah memanaskan makanan di microwave, kau bisa kan mengambilnya sendiri? Setelah selesai makan gosok gigimu lalu ke kamar jangan tidur di sini lagi "
"n-nde "
Kyuhyun sudah menghilang dari dapur saat Sungmin mulai menyeruput cokelat panas buatannya, meringis kecil saat cairan hangat itu membuat bibir dan lidahnya yang terluka terasa perih, Sungmin tidak pernah menyangka, ternyata Kyuhyun tipikal orang yang cukup cerewet, gigi kelincinya terlihat saat Sungmin tanpa sadar tersenyum, Kyuhyun yang cerewet mengingatkannya pada Sojung ahjumma.
"aku tidak pernah menyangka ternyata dia cerewet, padahal setiap aku melihatnya di TV dia hanya diam dengan tenang, menjawab pertanyaan dengan singkat dan seperlunya, Yesung hyung pasti tidak akan percaya jika aku bilang Cho Kyuhyun itu cerewet "
Sungmin beranjak dari duduknya saat bunyi khas microwave terdengar, ia mengambil sebuah piring dan memindahkan makanan yang Kyuhyun panaskan tadi dari aluminium foil ke piring dan kembali ke meja makan.
"aku sudah selesai"
Sungmin menggumam pelan, butuh sepuluh menit untuk menghabiskan mash potato dan dada ayam yang tadi Kyuhyun panaskan untuk makan malamnya, Sungmin memutuskan akan langsung kembali ke kamar, seperti pesan Kyuhyun tadi, tapi langkahnya terhenti saat Ia melihat seorang wanita yang terlihat bersandar sepenuhnya di tubuh Kyuhyun yang duduk di sofa, dua lengan wanita itu mengalung possessive di leher Kyuhyun, mereka berciuman, mungkin terlalu menikmati sampai tidak menyadari Sungmin yang terdiam cukup lama melihat kejadian di depannya, pemuda manis itu tersadar dan segera pergi dari ruang tengah saat wanita di pangkuan Kyuhyun mulai menggeliat.
Memutar knop pintu sepelan mungkin dan masuk dengan tergesa, napasnya memburu setelah berhasil memasuki kamar tanpa disadari dua orang di ruang tengah.
"hah, astaga... apa yang tadi kau lihat Lee Sungmin... hari ini terlalu banyak kejadian yang tidak pantas dilihat, apa seseorang mengutukku? Kenapa hari ini aku merasa sial sekali?"
…
"arghh- kenapa mendorongku sih Kyu!"
Wanita dengan coat pink itu berteriak sakit saat Kyuhyun mendorongnya dari pangkuan presdir muda itu, pinggangnya benar benar sakit saat harus menatap lantai dengan cukup keras.
"aku bukan orang yang bisa kau kunjungi seenaknya saat ingin dipuaskan, kau bisa mencari hyper di luar sana dan gunakan sepuasmu tapi bukan aku "
"k-kau kenapa Kyuhyun? "
"kenapa kau bilang? Aku muak melihatmu, berhenti bersikap seperti kita memiliki hubungan lebih dari teman, aku tahu kenapa kau bersikap menjijikan seperti itu, ini semua karena perusahaan ayahmu pailit bukan? Hwang Miyoung? Hmm? "
Kyuhyun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar, tidak menghiraukan saat wanita yang mengenalnya karena pernah menjadi teman satu kampusnya itu berlari keluar dengan mata basah, Kyuhyun benar benar muak dengan tingkahnya yang murahan itu.
"dunia benar benar penuh parasit "
Sungmin sudah menggelung tubuhnya dengan selimut saat Kyuhyun memasuki kamarnya, pemuda itu tidur meringkuk di sofa yang ada di ujung ranjang, sepertinya masih segan untuk tidur di atas ranjang.
Kyuhyun memutuskan tidak akan mengganggu tidur Sungmin dulu, ia akan membangunkannya untuk pindah ke ranjang yang lebih nyaman, tapi nanti setelah ia kembali dari toilet dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih nyaman.
…
"dia sudah membuatku merasa tidak normal karena bercinta dengan lelaki"
Tiba tiba perkataan Heechul beberapa saat lalu melintas di otaknya, Kyuhyun yang sedang menyikat giginya menyalakan kran wastafel cepat dan berkumur dengan terburu buru.
Lalu tatapannya jatuh pada partnernya di bawah sana, penisnya tidak ereksi sedikitpun! padahal baru sepuluh menit yang lalu Tiffany memaksanya berciuman, bahkan wanita itu sudah terang terangan berusaha membuatnya terangsang.
Kyuhyun yang hanya mengenakan celana hitam pendek keluar dari kamar mandi dengan nafas tersengal, kepalanya tiba tiba pening, sambil mendudukan diri di ranjang Kyuhyun mencoba kembali mengingat semua kejadian hari ini.
Demi Tuhan ia baru bercinta dengan pemuda yang kini tertidur di ruangan yang sama dengannya siang tadi.
"tidak... aku tidak mungkin impoten, itu mustahil "
Tatapannya kembali jatuh pada bagian selatan tubuhnya, sebelumnya benda kebanggaannya itu akan ereksi hanya dengan foreplay, Kyuhyun lelaki dewasa dengan hasrat sex maksimal, sempat menuntut ilmu di negara liberal membuatnya terbiasa dengan anggapan bahwa sex adalah kebutuhan bahkan solusi dari rasa penat, ia termasuk penikmat one night stand dan tidak jarang bermain dengan para super model atau teman wanita yang datang tanpa ia minta.
Tapi kenyataan penisnya tidak bereaksi setelah foreplay sepihak yang Tiffany lakukan beberapa saat yang lalu cukup membuatnya cemas, presdir muda itu meremas rambutnya dengan frustasi, selimut tebal yang terjatuh di lantai karena Sungmin bergerak gelisah di ujung ranjang memaksanya mengalihkan pandangannya, mata itu beralih menatap tubuh Sungmin yang memunggunginya.
Pemuda berpostur kecil yang keras kepala tapi ternyata clumsy itu memiliki tubuh 'S' line, tidak begitu ramping tapi pas, kulitnya yang mulus dan aroma tubuhnya yang khas membuat Kyuhyun ingin kembali merasakan sensasi saat menyentuh dan menghirupnya dengan dalam, lalu pinggul dan bokongnya yang sintal itu, Kyuhyun bahkan tidak pernah berpikir tubuh yang bahkan lebih menggoda dari para wanita yang pernah ia tiduri itu dimiliki oleh seorang lelaki.
Kyuhyun yang merasakan tubuhnya mulai memanas karena pemikirannya sendiri tanpa sadar berdiri dan berjalan memutari ranjang untuk menghampiri Sungmin.
Ia langsung menenggelamkan wajahnya di leher pemuda yang masih menutup matanya itu, menciumnya dengan pelan dan memabukan, ia akan bermain dengan lembut malam ini, bibirnya yang terampil menyebar kecupan di sepanjang pundak Sungmin, kembali ke leher putih nan mulus itu dan mulai menggunakan lidahnya, ia harus memastikan tidak ada yang aneh dengan reaksi tubuhnya, ia tidak impoten! Penisnya yang besar dan berurat itu harus berdiri dan membuat Sungmin mendesah malam ini!
Sungmin membuka matanya pelan saat liur Kyuhyun yang tersapu udara AC meninggalkan sensasi dingin yang menyengat di leher dan pundaknya.
"k-kau apa yang kau lakukan-"
Kyuhyun mengangkat wajahnya yang sebelumnya sibuk mengulum kulit leher Sungmin, menemukan pemuda itu menatapnya takut.
"di luar sangat dingin, hari ini salju pertama turun, aku rasa aku butuh kerja samamu malam ini, Sungmin-ah kau mau kan membantuku? "
"mm-membantu hyung? Apa? "
Sungmin bangkit dan duduk, matanya menatap lantai dengan gugup, apapun asal bukan tubuh setengah telanjang Kyuhyun, ia baru saja tertidur tapi pemuda 25 tahun itu menyentuh tubuhnya saat ia terlelap dan memaksanya kembali terjaga.
"kau bisa membantuku mengatasi ini? "
Kyuhyun menuntun tangan Sungmin menyentuh miliknya yang kini sudah mengeras di balik boxer ketat yang ia kenakan, tersenyum tipis melihat Sungmin yang memejamkan matanya saat tangannya yang lebih kecil dari pria kebanyakan itu mulai merasakan panas dan tegangnya benda di bawah perut Kyuhyun.
"ak-aku bukan orang seperti ini "
Kyuhyun mengeratkan genggamannya di tangan Sungmin saat pemiliknya mencoba akan menariknya, sentuhan lembut itu berubah menjadi remasan, tubuh Kyuhyun mulai bergetar menikmati sensasi saat tangan Sungmin memanjakannya.
"emmhh... tapi kau menikmatinya bukan? Ayolah Sungmin-ah... hanya ada kita sekarang, bantu hyung nde-"
Air mata Sungmin jatuh tanpa isakan dari pemiliknya saat Kyuhyun kembali membawanya ke tengah ranjang, membuka semua yang mereka kenakan sebelum berbaring di atas tubuhnya, menekan dan menggesekan pinggul keduanya, memaksa tubuh Sungmin menegang sebagai respon milik Kyuhyun di bawah sana.
"Sungminh.."
"a-ahmh "
"kau sudah tidak sabar huh?"
Kyuhyun yang melihat milik Sungmin sudah menegang dengan precum di ujung akhirnya menggunakan tangannya untuk mengurut benda yang sempat ia abaikan itu dengan cepat membuat Sungmin mendongak memamerkan lehernya yang penuh tanda milik Kyuhyun, ranum dan masih segar.
"eunghh"
Dua tubuh lelaki dewasa itu mulai panas dan basah serta lengket bermandikan keringat di tengah udara malam yang dingin.
Derit ranjang, suara desahan, jeritan frustasi dan teriakan puas memenuhi heningnya malam itu, ada air mata kebahagiaan atas sesuatu yang baru ia rasakan, kepuasan yang baru ia kenal, sensasi saat milik Kyuhyun memenuhi lubang miliknya, merasakan benda itu berkedut dan menggesek dinding rektumnya, menumbuk sesuatu di dalam sana yang membuatnya secara naluriah mengangkat pinggulnya sendiri menjemput kenikmatan yang Kyuhyun berikan.
"Hyungaa-a-ah aa-aku sepertinya ak-kuu-"
Kyuhyun yang melihat Sungmin semakin kewalahan mempercepat gerakan pinggulnya, gerakannya yang konstan berubah semakin cepat dan keras membuat tubuh Sungmin semakin terlonjak di bawahnya.
Sungmin dengan mata setengah terpejam, wajah yang memerah penuh peluh, bibirnya yang terbuka dengan liur yang mengalir hingga rahang dan desahan yang mampu membuat siapapun tidak ingin berhenti bergerak dan memenuhi lubang sempit itu dengan cairannya, Kyuhyun tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium bibir yang masih sangat merah karena terluka itu.
"AA-Akhhhhhh hah ha-ah hahh hah"
Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari wajah Sungmin dan beralih menggigit bibir bawah merasakan sensasi luar biasa saat milik Sungmin semakin menjepit penisnya karena orgasme, butuh lima dorongan keras sampai Kyuhyun menyusul.
Tubuh yang lebih jangkung itu mengejang beberapa kali saat mengeluarkan cairannya di dalam Sungmin.
Mencium bibir itu kembali dengan pelan sebelum membisikan sesuatu dengan cukup mesra membuat Sungmin membalikkan tubuhnya dan beralih menungging di hadapan Kyuhyun.
Kembali melanjutkan untuk saling mengejar kepuasan, melupakan semua kemungkinan dan membawa diri mereka larut dalam kenikmatan, kepuasan luar biasa yang sulit untuk diabaikan, mencoba tidak peduli dengan apa yang akan terjadi setelah ini, mereka hanya ingin tenggelam dan larut dalam candu masing-masing.
Salju pertama musim dingin tahun ini, ia bisa melihatnya dari dinding kaca kamar Kyuhyun, putih dan ringan terbawa angin malam untuk hinggap dan menyelimuti bumi, sangat indah... dingin yang membawa kehangatan, Sojung ahjumma pernah mengatakan jika apapun permintaan yang diucapkan saat salju pertama mulai berguguran dari langit akan dikabulkan, mungkin itu mitos bahkan bualan orang-orang tapi ia mempercayainya.
"Tuhan... ini sangat nyaman dan hangat..."
Lelaki itu sudah terlelap, nafasnya yang kini mulai teratur berhembus pelan menerpa tengkuknya, lengannya memeluk pinggang Sungmin erat, menyentuh dan berlaku seperti mereka bukan orang asing. Sungmin memilih menggeser tubuhnya lebih dekat dengan Kyuhyun, sensasi hangat dan nyaman saat punggung telanjangnya bertemu dada Kyuhyun mengingatkannya pada gendongan ayahnya yang hangat. Sesuatu yang sulit untuk dijelaskan, tapi ia menyukainya.
...
Sungmin menemukan ponselnya di atas nakas kamar Kyuhyun saat ia baru bangun pagi ini, tidak ada Kyuhyun yang semalam tidur satu ranjang dengannya, pintu kamar terlihat sedikit terbuka menghantar aroma kopi dan wangi butter yang menggoda. Mengabaikan tenggorokannya yang terasa kering karena baru saja terbangun Sungmin memutuskan untuk menyentuh ponselnya.
Ada puluhan pesan dan email dari Ryeowook yang pasti mengkhawatirkannya, Yesung ketua club dan Sungjin.
"Sungmin-ah kau kemana?"
"Sungmin-ie apa Woori benar-benar menculikmu?"
"harusnya kau tinggal di flat milikku, itu aman! Hyung marah denganmu! Berhenti bersikap keras kepala dan sekali saja dengarkan saranku Lee Sungmin! Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika sesuatu terjadi denganmu, aku harap kau baik-baik saja, cepatlah kembali, hyung cemas, kami akan berusaha mengangkat kasus ini jika dalam tiga hari kau belum kembali"
"setidaknya angkat panggilanku hyung~"
"aku harap kau baik-baik saja Sungmin-ah"
"kau sudah bangun?"
Kyuhyun tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya, meletakkan baki yang ia bawa di meja kecil yang ada di sudut, membuat Sungmin yang terkejut melempar ponselnya ke pinggir ranjang.
"tidak perlu takut, aku terlalu sibuk untuk melihat isi ponselmu Sungmin"
Kyuhyun menyodorkan segelas air putih ke arah Sungmin dan duduk di sampingnya.
"Habiskan sarapanmu dan mandi, aku sudah menyuruh seseorang membeli itu untukmu" Kyuhyun menunjuk beberapa buah paper bag besar yang ada di atas sofa menggunakan dagunya.
"itu pakain untukmu" melihat Sungmin yang masih menunduk Kyuhyun kembali bicara.
"hei? Sungmin-ah? Kau kenapa berubah menjadi pendiam seperti ini? Kemana Lee Sungmin yang keras kepala dan cerewet kemarin? ya~ tatap aku jangan menunduk seperti itu"
Kyuhyun menangkup pipi Sungmin dengan dua tangannya, berusaha membuat pemuda itu beralih menatapnya.
"kau mau mengatakan sesuatu? Katakan, aku akan mendengarkan"
"jeongmal?" mata Sungmin mulai berkaca-kaca menatap Kyuhyun.
"apa aku terlihat sedang bercanda? Sampaikan apa yang ingin kau sampaikan, aku akan mendengarnya"
Hening yang cukup lama, hanya ada Sungmin yang menangis tanpa suara dan Kyuhyun yang masih sabar menunggunya bicara, senyap untuk beberapa menit sampai Sungmin mulai mengeluarkan suaranya.
"malu-aku aku malu dan takut... Rasanya dunia seperti runtuh, orang yang sangat aku benci karena sudah membuat hidup kami yang hancur menjadi semakin hancur, kau sudah menculikku, ak-aku menyesal karena sudah berani menampar bahkan meludah kemarin tapi-tapi... Aku bahkan tidak peduli jika harus mati, tapi kau malah menyiksaku seperti ini... melihat aku bertelanjang, menyentuh dan memperlakukan aku seperti seorang perempuan, melihat aku mendesah bahkan merengek meminta lebih di bawahmu, dan kau memberikannya! membuat aku tidak bisa menolak bahkan berani menginginkannya...aku hanya pemuda biasa, pemuda yang membenci Woori karena sudah menghancurkan rumah kami.. Hal kecil bagi kalian tapi itu hidupku... Keluargaku.. Aku hanya anak yang sibuk mencari uang dan belajar, tapi kau sudah menyentuhku seperti ini, sekarang aku menjadi tahu sesuatu yang lebih memuaskan dari sekedar mendapat nilai sempurna.. Kau... Kenapa?!" Sungmin menangis, kalimatnya meluncur dari bibirnya dengan berantakan, semua ini terlalu cepat, ia kecewa dengan keadaan, ia kecewa dengan dirinya sendiri, Kyuhyun... Orang yang kini sedang memeluknya itu tidak sepenuhnya bersalah karena Sungmin yang sudah datang dan dengan lancang mengusiknya.
"shh.. Kau tidak perlu terus-terusan merasa bersalah dan menyalahkan keadaan seperti ini.. Aku juga berfikir ini semua terjadi dengan terlalu cepat.. tiga hari yang lalu kau menamparku, siang kemarin tanpa direncanakan dan berakhir seperti ini, aku juga merasa ini semua tidak masuk akal, tapi... Aku menyukainya"
...
"dari tiga anak Cho Joohwan hanya Cho Yeunghwan yang dikaruniai putra yang akan menjadi pewaris utama Woori Corp, karena Kim Heechul putra Cho Nari anak pertamanya bermarga Kim seperti ayahnya yang seorang direktur utama sebuah rumah sakit terbesar di Seoul-"
"semua orang juga paham seorang anak harus bermarga seperti ayahnya Choi Siwon ~ bisa kau sampaikan data yang lebih penting dari ini?" Siwon mendendengus samar ke arah Yesung yang memotong laporannya di depan anggota lain sebelum memutuskan untuk kembali melanjutkan laporannya yang akan menjadi bahasan mereka di pertemuan kali ini.
" sementara istri Cho Yoohwan yang merupakan gadis keturunan China melahirkan dua puteri, Victoria dan Luna, Cho Yoohwan seorang diplomat senior dan sempat menjadi duta besar Republik Korea untuk Amerika, dan Kim Hana yang tak lain adalah istri Cho Yeunghwan melahirkan satu puteri dan dua putera, tapi putera kedua mereka Cho Junghyun lumpuh karena kecelakaan di rumah mereka sendiri saat berusia 17 tahun, Isunya Cho Kyuhyun si bungsu adalah penyebab kecelakaan itu, banyak orang mengatakan Junghyun adalah pewaris utama sebenarnya, tapi faktanya sekalipun Cho Junghyun tidak kehilangan fungsi dua kakinya, ia terlahir dalam kondisi menderita thalasemia, yang paling aneh adalah baik Cho Yeunghwan maupun istrinya bukanlah pembawa sifat thalasemia, tapi salah satu anak mereka terlahir dengan menderita penyakit itu"
"kalimatmu sangat berantakan Siwon Hyung"
"..."
"otakmu yang berantakan Lee Hyukjae! Kalian... Bisa tidak sehari saja tidak saling mencibir seperti tadi? Kita berkumpul di sini untuk membahas apa hah?"
"..."
"Lee Donghae... giliranmu"
"ok, sebenarnya Cho Kyuhyun sudah berkorban demi perusahaan keluarga, kudengar passionnya adalah menjadi seorang dokter tapi karena keadaan ia harus rela meninggalkan mimpinya dan belajar bisnis"
"nah! orang itu yang paling mungkin menjadi alasan uri Sungmin-ie menghilang dua hari ini"
"nde, aku setuju dengan Shindong hyung, Sungmin-ie menghilang dua hari setelah menampar Cho Kyuhyun"
"jadi apa yang harus kita lakukan? Sungmin oppa benar-benar tidak bisa dihubungi, aku harap dia selamat..." satu-satunya wanita di club itu, Park Jayoon menimpali sebelum akhirnya menangis.
"jika dalam tiga hari Sungmin masih belum menghubungi salah satu dari kita, dengan terpaksa media harus mengetahui kejadian ini"
"tapi resikonya sangat besar Hyung! Semua orang akan mengetahui identitas Sungmin bahkan club ini"
"semua ada harganya... Semua keputusan pasti punya resikonya masing-masing, tapi yang paling penting saat ini adalah memastikan di mana Sungmin dua hari ini"
"Woori sedang menghadapi ancaman cukup besar, salah satu anak perusahaannya di timur tengah mendapat tuntutan kompensasi dari pemerintah setempat, masalah penyerapan tenaga kerja lokal yang minim dan kerusakan yang ditimbulkan sejak awal, sangat krusial"
"tapi si Cho Kyuhyun itu masih sempat menculik Sungmin? Entah apa yang ia lakukan pada Sungmin, bahkan aku takut membayangkannya"
"tapi... Sungmin oppa memang terlalu melewati batas kurasa..."
"Sungmin memang keterlaluan dengan menampar seorang Cho Kyuhyun, bertindak kasar dan membuat kita semua ikut dalam bahaya seperti ini, Sungmin melakukan itu semua karena dendam pribadi, dia punya trauma masa kecil yang berhubungan dengan Woori, sifatnya yang keras kepala itu meledak saat menemukan kesempatan untuk bertemu Cho Kyuhyun, aku tidak menyangka Sungmin akan senekat itu, dia sudah menyerang orang yang salah"
"Sungmin memang sudah melewati batas tapi kita tetap harus menyelamatkannya a-atau setidaknya kita tahu di mana dia sekarang"
To be continue
(-^〇^-)
Halo hai Kalian semua (*^▽^*)
Sweet gelato is back !(^O^)y
Sebelumnya terimakasih buat kalian yang udah baca cerita ini dan nyampein apa pendapat kalian di kotak review, terimakasih untuk apresiasi dan kritik membangunnya! You are da real mvp guys! (o^^)oo(^^o)
aku cuma mau nyampein kalo ff ini sejauh ini masih di mode alur yang lambat, buat kalian yang udah baca dari chapter 1 pasti udah tau deh dari chapter 1-2 plot waktunya baru kejadian dalam 2 hari, kalian gak masalah mau nebak-nebak duluan itu hak kalian tapi aku jadi rada bingung juga jadinya (^^)y
Buat yang kemarin mikir ini ada kemiripan sama fsog karena sama-sama hubungan antara CEO dan seorang mahasiswa, eum ini ff murni dari pikiran aku yang galau ff yang ada di favlist jarang update xD sempet sih diajak sahabat nonton fsog tapi gak jadi gara-gara baca status orang bilang fsog gak sehooot ff kyumin #abaikan di sini umin bentar lagi lulus by the anyway xD
Terus aku kalo lagi nyicil ngetik ginian punya rule sendiri, gak baca tulisan lain dulu biar gak acakadut campur-campur gaya tulisan dan apalah-apalahnya (?) jadi insyaallah (?) ini epep mengalir dengan gaya aku (?) bukan remake (o^^)oo(^^o)
Terus buat romance desire waipi aku dicabutttbutttbutttbuttt gara-gara ketahuan nulis ituuuuu
Bakal dilanjut tapi nanti mungkin.
Sidersss yang wow banget gapapalah aku niatnya sharing ToT tapi kadang zbl juga ToT
See you (o^^)oo(^^o)
