"Gawat...!"
"Gawat kenapa?"
"Sai, dikeroyok orang."
Cerita Di Kampung Konoha
Chapter 2
"Sai, lu ngomong ke kita-kita siapa yang udah bikin lo kayak gini?" Tanya Pain.
Sekarang Akatsuki dan Naruto Cs sedang berkumpul dikediaman Sai. Setelah mereka mendengar kabar bahwa teman mereka menjadi korban pengroyokan, oleh orang tak dikenal.
"Sai lu ngomong kek." Paksa Naruto.
"Udah, kalian tenang aja. Aku nggak apa-apa kok." Sai berusaha menenangkan teman-temannya sembari menahan sakit.
"Gimana kita mau tenang kalo ngeliat temen sendiri babak belur kayak begini." Kali ini Kiba menyahut.
"Iya bener, kamu jujur aja sama kita-kita. Siapa yang udah bikin kamu kayak gini?" Tambah Ino sambil mengobati cowok gebetannya tersebut.
Sai yang didesak seperti itu oleh teman-temannya, mau tidak mau harus jujur juga.
"Sebenernya aku dikeroyok sama anak kampung sebelah." Jujur Sai.
"Siapa?" Tanya Pain.
"Inui and genk."
"Maksud lu Inui, Dosu, sama Zaku?" Tanya Kakuzu.
"Yaiyalah Ju, siapa lagi kalo bukan mereka bertiga." Hidan menjawab pertanyaan Kakuzu.
"Gimana nih Pain, kan udah ada perjanjian damai antara Konoha sama kampung sebelah." Kali ini Itachi yang angkat bicara. "Emang masalah awalnya gimana Sai?" Tanya Itachi pada Sai.
"Jadi gini, aku tadi pulang kuliah sama temen, dia anak kampung sebelah. Aku nganterin dia sampe depan rumahnya, sebenernya aku juga mau minjem buku catetan sama dia." Jelas Sai. "Abis nerima buku aku langsung pulang kerumah, ditengah jalan aku malah dihadang sama Inui Cs. Kata mereka aku udah ngerayu gebetannya si Inui." Tambah Sai lagi.
"Cuma gara-gara itu lo digebukin?" Tanya Itachi.
Sai hanya mengangguk.
"Gebetan yang dimaksud inui itu temen lu?" Tanya Pain.
"Iya..."
"Ini sih udah kagak bener Pain." Hidan mulai emosi.
"Bener, mereka sama aja udah melanggar perjanjian damai antara kampung kita." Kakuzu juga ikut menyahut.
"Ini kagak bisa didiemin lagi, kagak terima gue kalo temen kita dikeroyok sampe babak belur kayak gini." Ujar Naruto.
"Gimana kalo kita cari mereka bertiga, terus kita hajar." Usul Deidara.
Seluruh pemuda yang berada disitu langsung mengangguk menyetujui usul Deidara, kecuali Pain yang hanya diam tidak menanggapi.
"Pain menurut lo gimana? Masa iya kita diem aja kayak gini." Tanya Hidan dengan berapi-api.
"Kalo lu cuma diem aja, biar gue yang nyari mereka sendirian." Ucap Naruto.
"Lu jangan main-main Nar, ntar lu dihajar ama babe lu." Ino berusaha memperingatkan Naruto.
"Gue kagak peduli No, ngeliat temen gue kayak gini bikin gue panas."
"Gue ikut sama elu, Nar." Shikamaru kali ini menyahut.
"Kita juga ikut." Akatsuki menyahut bersamaan.
Melihat keadaan yang semakin memanas mau tidak mau Pain berbicara.
"Lu semua jangan kemana-mana." Tahan Pain.
"Tapi Pain, ini sama aja udah ngelecehin kita." Ujar Hidan.
"Pain gue nggak pengen ada ribut-ribut lagi." Konan juga angkat bicara.
Lama kelamaan Pain bimbang juga, disatu sisi dia ingin menghajar Inui Cs, disisi lain dia juga harus menuruti apa kata Konan.
"Oke lu semua dengerin gue."
Akatsuki dan Naruto Cs langsung membentuk barisan, dan mendengarkan dengan serius apa yang akan diucapkan oleh Pain.
"Akatsuki dibantu Naruto, Sasuke, Kiba, dan Shikamaru lu cari Inui Cs sampe dapet dan bawa kehaapan gue. Lee, Chouji, Shino lu disini sama gue." Perintah Pain.
Lee, Chouji, Shino mengangguk memgerti, sedangkan Akatsuki dan Naruto Cs berjalan ke teras rumah Sai untuk mendapat perintah tambahan dari Pain.
"Pokoknya lu bawa mereka bertiga ke hadapan gue, kita ketemu disungai belakang kampung. Dan inget jangan sampe lecet, kalo sampe lecet awas aja lu." Titah Pain. "Satu lagi, Chi lu yang mimpin mereka." Tambah Pain.
Itachi mengangguk mengerti.
"SALAM OLAHRAGA!" Teriak Kakuzu secara tiba-tiba. Dan hanya diberi tatapan aneh oleh teman-temannya.
"Apaan sih lu Ju?" Tanya Hidan.
"Yaelah, kita kan mau nyari orang. Berarti kita sama aja olahraga, Dan." Jelas Kakuzu.
"Iye, bener juga lu Ju." Kiba setuju dengan pendapat Kakuzu.
"Oke kalo gitu, SALAM OLAHRAGA!" Teriak Pain.
"SALAM OLAHRAGA!" Jawab Akatsuki dan Naruto Cs.
"Bergerak!" Perintah Itachi. Akatsuki dan Naruto Cs memulai misi mereka.
"Lu mai apa sih Pain, jangan macem-macem?" Tanya Konan.
"Udah kamu tenang aja, ayo masuk." Ajak Pain kembali ke dalam rumah Sai.
~~0~~
Itachi dan kawan-kawan telah sampai didepan gerbang kampung Bojong utara. Kampung tempat tinggal Inui Cs, orang yang sedang mereka cari.
"Sebenernya gue males nginjekin kaki disini." Ujar Hidan.
"Sama, gue juga." Kiba menyetujui ucapan Hidan.
"Udah jangan banyak omong, kita mulai pencarian." Ucap Itachi.
Mereka mulai memasuki kampung tersebut, saat bertemu dengan pertigaan mereka memutuskan untuk berpencar.
"Akatsuki ikut gue, kita ke kiri. Naruto Cs, lu berempat ke kanan." Perintah Itachi.
Mereka semua mengangguk mengerti.
"Lu berempat bisa kan?" Tanya Itachi.
"Tenang aja Chi, kita berempat pasti bisa." Jawab Shikamaru.
"Oke, kalo butuh bantuan hubungin kita." Tambah Itachi.
Mereka berempat mengangguk dan mulai bergerak.
Akatsuki juga mulai bergerak mencari.
"Chi, kita bakal nyari dimana?" Tanya Sasori.
"Tenang, kita tanya mereka." Ujar Itachi sembari menunjuk sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di pos ronda.
Braaaakkk!
Dengan gerakan tiba-tiba Hidan menggebrak pos ronda menggunakan kakinya, sehingga mengagetkan dua orang pemuda yang sedang bermain catur. Sekelompok pemuda tersebut langsung menengok dan terkejut akan kehadiran Akatsuki dikampung mereka.
"Lu tau dimana Inui, Dosu, sama Zaku?" Tanya Hidan pada mereka.
Sekelompok pemuda tersebut hanya menunduk ketakutan, dan tidak bisa menjawab.
"Kalo ditanya jawab." Paksa Kakuzu.
"Enggg... Kalo kagak salah, si Dosu sama Zaku tadi pergi ke warung sono." Ujar salah satu pemuda sembari menunjuk arah dimana warungnya.
"Terima kasih kerja samanya." Ucap Itachi yang langsung bergerak.
Tak perlu waktu lama Akatsuki menemukan warung yang dimaksud dan menemukan incaran mereka, Zaku dan Dosu.
"Zaku, Dosu." Panggil Itachi.
Merasa dipanggil mereka berdua menengokkan kepalanya dengan santai.
"Akatsuki ya?" Ujar Zaku.
"Ikut kita." Ajak Sasori.
"Emang lu semua mau apa dari kita?" Tanya Zaku.
"Elu berdua, beberapa jam yang lalu udah ngeroyok orang kan?" Itachi bertanya kepada mereka berdua.
"Kalo iya, kenapa?" Jawab Zaku dengan santai.
"Lu mau ikut kita secara baik-baik, apa kagak?" Kali ini Kakuzu yang berbicara.
Secara tiba-tiba Zaku dan Dosu melakukan gerakan untuk kabur dari sana, tapi Deidara dan Kakuzu langsung menahan dan menjatuhkan mereka berdua ke tanah.
"Kita udah nawarin buat ikut secara baik-baik, tapi lu yang udah bikin kita ngelakuin kayak gini." Ujar Itachi sambil berjongkok dihadapan Zaku dan Dosu. "Dei, Ju bawa mereka?" Titah Itachi.
Sasori segera mengeluarkan tali yang sudah dia bawa dari tadi, dan mengikat mereka berdua. Lalu Itachi mengeluarkan beberapa lembar uang, untuk membayar minuman yang dipesan Zaku dan Dosu.
"Ini uangnya Bu, maaf bikin keributan." Itachi segera pergi dari warung tersebut, menuju tempat pertemuan mereka.
.
.
.
.
Naroto Cs sekarang sedang berputar-putar mencari sasaran mereka, setelah bertanya kesana-kemari akhirnya mereka tahu dimana incaran mereka.
"Disini rumah gebetannya?" Tanya Sasuke.
"Kalo kata anak tadi sih, disini." Jawab Naruto.
"Kita tunggu dia." Ujar Shikamaru.
Beberapa menit yang lalu Sasuke menerima pesan dari kakaknya, bahwa Zaku dan Dosu sudah berhasil ditangkap. Dan mereka menunggu didekat jalan menuju sungai.
"Lama banget tu kampret satu." Kiba mulai kesal sendiri.
"Sabar Kib." Shikamaru menenangkan Kiba.
Dan tak lama berselang Inui keluar dari rumah gebetannya, yang juga teman Sai tersebut.
Naruto Cs segera menghampiri Inui yang sedang berjalan.
"Inui." Panggil Shikamaru.
Inui pun berhenti dan menolehkan kepalanya ke arah suara yang memanggilnya.
"Ada apa, siapa lu semua?" Tanya Inui.
"Kita anak kampung Konoha." Jawab Shikamaru.
"Terus?"
"Gue mau lu ikut kita sekarang."
"Kalo kagak mau?" Tanya Inui lagi.
"Terpaksa kita pake cara kekerasan." Jawab Shikamaru dengan tegas.
Inui berpikir sejenak, dan tanpa ba-bi-bu langsung berlari kabur dari Shikamaru Cs.
"Kampret! Jangan kabur lo." Teriak Kiba.
Shikamaru Cs langsung mengejar Inui, mendekati perempatan Inui langsung berbelok. Shikamaru menginstruksikan untuk berpencar, Sasuke dan Naruto berlari mengejar dibelakang Inui, Shikamaru dan Kiba memilih jalan berputar untuk mengepung.
Setelah lari-larian selama lima belas menit akhirnya Inui berhasil dikepung, dan dengan pasrah digiring menuju tempat pertemuan dengan Pain.
~~0~~
Seperti yang sudah disepakati, kini Akatsuki dan Naruto Cs sudah berkumpul dipinggir sungai belakang Kampung Konoha. Kebetulan Kampung Konoha dan Kampung Bojong Utara hanya dipisahkan oleh sungai saja. Kini mereka hanya menunggu kedatangan Pain dan lainnya.
"Lama banget lu berempat tadi?" Tanya Hidan.
"Sory tadi dia ngajakin main lari-larian dulu." Jawab Kiba sambil menunjuk Inui.
Saat ini ketiga orang yang mereka tangkap sedang duduk bersimpuh, dengan kepala tertunduk tertutup kain hitam, dan kedua tangan yang terikat dibelakang.
Tak berapa lama Pain datang bersama anak-anak muda Kampung Konoha. Sai juga ikut dengan dipapah Chouji dan Shino.
"Gimana?" Tanya Pain.
"Beres." Jawab Itachi.
Pain langsung menginstruksikan teman-temannya untuk berbaris.
"Dei, Ju, Ri, buka penutup kepalanya." Perintah Pain.
Dengan cepat mereka bertiga segera membuka penutup kepala dari orang incaran mereka, lalu masuk kedalam barisan.
"Selamat siang buat kalian bertiga." Ujar Pain pada Inui Cs. "Lu kalo disapa jawab." Tambah Pain.
"Si-siang Pain." Jawab Inui Cs bersamaan.
"Bagus, bagaimana kabar kalian?" Tanya Pain lagi.
"Ba-baik Pain." Jawan Inui.
"Kabar kalian baik, tapi kabar orang yang tadi lu keroyok kagak baik." Pain berujar sembari menunjuk Sai yang berdiri dibantu Chouji. "Kalian inget sama dia?" Tanya Pain yang masih menunjuk Sai.
Inui Cs hanya bisa mengangguk ketakutan. Siapa yang tidak takut jika harus berhadapan dengan ketua genk yang ditakuti seantero kampung Konoha, dan kampung tetangga.
"Bagus kalo lu bertiga inget. gara-gara elu..."
"Tunggu Pain!"
Kata-kata Pain terhenti karna ada yang memanggil. Pain menoleh ke arah pemuda yang baru saja datang, dan menginterupsi kata-katanya tadi.
"Lu telat Ji, noh yang lain udah pada ngumpul." Ucap Pain pada Neji.
"Iye, tapi..."
"Udeh sono masuk barisan." Titah Pain.
Mau tidak mau Neji berjalan memasuki barisan.
"Oke maaf tadi sedikit terpotong. Sebelumnya lu bertiga tau siapa cowok tadi?" Tanya Pain.
Inui Cs memperhatikan dandanan Neji yang mirip dengan Ustadz-ustadz yang ada di tivi-tivi.
"E-enggak." Jawab Inui Cs.
"Dia namanya Neji Hyuuga. Lu tau keluarga Hyuuga kan?"
Inui Cs menganggukkan kepala dan menelan ludah secara paksa.
"Keluarga Hyuuga di kampung Konoha dikenal sebagai keluarga dengan kemampuan bela diri tingkat tinggi. Dan dia juara pertama karate tingkat nasional." Jelas Pain. " Dan lu bertiga tau, lawan dia difinal patah tulang didua tempat. Kalo lu bertiga yang jadi lawannya, mingkin paling beruntung cuma sekarat doang." Tambah Pain.
Sedangkan Neji yang mendengar ocehan Pain hanya memutar bola matanya.
Inui Cs benar-benar ketakutan mendengar cerita dari Pain, kini wajah mereka bertiga telah pucat pasi.
"Balik ke permasalahan kita. Beberapa jam yang lalu, elu bertiga udah ngeroyok orang dan lu bertiga salah pilih orang. Dia anak Konoha, yang itu berarti elu bertiga bikin kita-kita disini merasa marah." Jelas Pain. "Sekarang lu bertiga liat wajah-wajah marah mereka." Tambah Pain sambil menunjuk wajah sangar kawan-kawannya.
Inui Cs mendongakkan kepala dan memperhatikan wajah-wajah sangar yang berdiri beberapa meter dihadapan mereka.
"Asal lu bertiga tahu, mereka kalo udah marah mendadak jadi semangat buat olahraga."
"Salam olahraga!" Teriak Kakuzu.
"Salam!" Balas Naruto Cs kompak, Pain memberikan kode agar mereka semua tenang.
"Belum Ju." Tegur Pain pada Kakuzu.
"Gue kasih tahu, mereka kalo marah suka maing pingpong, tinju, dan sepak bola." Pain kembali berbicara pada Inui Cs. "Jadi gue mau nawarin ke elu bertiga, pilih mana olahraga Pingpong, atau yang perorangan Tinju, atau lu bertiga mau pilih olahraga berkelompok Sepakbola. Dijamin kalian bakalan nyesel seumur hidup." Tambah Pain.
Kali ini Inui Cs bener-bener ketakutan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mereka tidak bisa ngebayangin kalau mereka bakalan dijadiin bola oleh orang-orang sangar yang berdiri hadapan mereka.
"Ampun Pain, kita ngaku kita salah. Jangan hajar kita." Pinta Inui Cs.
"Ampun, kalo udah begini aja lu minta ampun. Tadi-tadi kemana lu?" Tanya Pain.
"Gue minta maaf, gue tadi khilaf. Gue cemburu ngeliat gebetan gue jalan ama temen lu." Jelas Inui.
"Cemburu bukan alasan buat ngehajar orang lain, lu harusnya cari tahu dulu ada hubungan apa mereka jangan main hajar aja."
"Iye kita salah, maafin kita." Mohon Inui.
"Harusnya lu minta maaf ke dia bukan ke gue." Pain menunjuk Sai. "Sai..."
Pain memanggil Sai untuk mendekat. Dengan dibantu Chouji, Sai kini beridir disampin Pain.
"Minta maaf." Perintah Pain pada Inui Cs.
"Maafin gue Sai, gue khilaf." Pinta Inui.
"Semua bergantung sama elu Sai, kalo elu ngemaafin semua masalah ini kelar, tapi kalo elu kagak ngemaafin. Inui Cs siap-siap ngerasain apa yang Sai rasain." Terang Pain.
Sai berpikir sejenak untuk mengambil keputusan.
"Yaudah, aku maafin kalian bertiga. Aku tahu ini semua cuma salah paham doang." Ucap Sai dengan tulus.
Pain yang mendengar ucapan Sai hanya mengangkat bahu.
"Kalo itu keputusan Sai, mau gimana lagi. Deidara, Kakuju, Sasori." Panggil Pain.
Deidara, Kakuzu, Sasori segera mendekat ke arah Pain.
"Lepas iketan mereka." Perintah Pain.
"Kita kagak jadi gebukin mereka?" Tanya Kakuzu.
"Kagak, udah cepetan lepas."
Dengan sangat terpaksa Deidara, Kakuzu, dan Sasori melepas ikatan Inui Cs.
"Makasih Pain, udah ngelepasin kita." Ucap Inui dengan perasaan lega.
"Iye... Lu bertiga harus inget gara-gara Sai lu bertiga gue lepasin, dan jangan lagi bikin masalah sama anak Konoha." Ujar Pain. "Dan lu bertiga cepet pergi dari sini sebelum gue berubah pikiran." Tambahnya lagi.
Dengan terburu-buru Inui Cs segera berlari menyebrangi sungai yang tidak terlalu dalam, untuk pulang kerumah mereka.
"Gimana sih lu Pain, main lepas aja." Protes Hidan.
"Diem lu Dan, Sai udah ngemaafin jadi kagak ada alasan buat gue ngehajar mereka." Jelas Pain.
"Ah... Kagak asik lu." Protes yang lainnya juga.
"Udah semuanya bubar, kita pulang."
Pain dan lainnya segera beranjak dari tempat tersebut.
"Makasih ya Pain, kamu udah ngebantuin aku." Ucap Sai.
"Bukan masalah, kita temen satu kampung jadi harus saling bantu. Lu kalo ada masalah cerita ama kita-kita." Ujar Pain dengan bijaknya.
"Gue rasa tadi si Pain kepalanya kejedot biji salak, makanya kayak gitu." Celetuk Sasuke.
"Kagak Sas, kejedot kulit duren." Tambah Naruto.
Merekapun pulang kerumah dengan tertawa, dengan Pain sebagai obyek guyonan mereka.
"Maksih ya Pain, gue bangga sama lo hari ini. Gue nggak nyangka, lo bisa bijaksana juga." Ucap Konan.
Saat ini Konan dan Pain sedang berdiri didepan rumah Konan.
"Iyalah, aku gitu. Kamu baru tahu?" Ujar Pain sedikit menyombongkan diri.
"Udah ah, baru dipuji sedikit udah sombong." Konan segera masuk kedalam rumah meninggalkam Pain yang berdiri memperhatikannya.
'Akhirnya gue bisa bikin Konan bangga sama gue.' Batin Pain, yang lalu melangkah pulang kerumahnya.
.
.
.
.
TBC
Haloooo! Semuanya, hehehehe...
Maaf telat update, ini chapter kedua semoga para readers suka. Terima kasih juga buat yang sudah mereview chapter sebelumnya.
Tanpa berlama-lama...
Mohon REVIEEEEWWW!
