WE ARE SHINOBI

Author :

Disclaimer : 1. Naruto by Mashashi Kishimoto

2. Highschol DxD by Ichie Ishibumi

WARNING : Cerita Gaje, Typo berserakan dan segala kesalahan. Tidak Suka Klik Back.!

RINNEGAN NARUSASU / SHARINGAN NARUSASU / ASHURA & INDRA MODE NARUSASU

SUMMARY :

Perang Dunia Shinobi Ke 4 telah usai dimenangkan oleh Aliansi Shinobi, Madara mengakui kekalahannya dan memberikan Rinnegannya kepada Naruto karena takut akan ada orang yang menyalah gunakan kekuatannya lagi. 2 Tahun setelah perang dunia shinobi ke 4 usai, 2 Pahlawan Dunia Shinobi harus rela meninggalkan keluarga serta orang-orang yang dicintai demi mengemban sebuah misi mendamaikan dunia yang dihuni oleh makhluk-makhluk dari Rikudou Sennin.

KETERANGAN DALAM BICARA

"FUUTON : RASENSHURIKEN" = Jutsu

'Fuuton : Rasenshuriken' = Bicara dalam hati

"Fuuton : Rasen Shuriken" = Human Speaking

"Fuuton : Rasenshuriken" = Bijuu / Monster Speaking

'Fuuton : Rasenshuriken' = Bijuu / Monster Thinking

(FUUTON : RASENSHURIKEN) = Sound Effect

Terima kasih atas tanggapan positifnya minna, saya terharu hiks hiks hiks/?.

NaruSasu akan kembali ke Elemental Nation, bagaimanapun ini hanyalah sebuah misi. kembalinya tergantung tekat dari NaruSasu sendiri.

Soal Pair, saya berusaha tidak membuat Pair, karena NaruSasu sudah punya istri di dunianya dan mereka tidak dalam keadaan cerai kwain ataupun cerai mati (yaelah bahasa KTP) muahahahaha.

Soal word, saya usahakan kawan, karena tergantung mood dan idea juga kan :) karena itu kasih saran rajin-rajin ya hehehehe.

hm, soal apa lagi, ah iya soal update, sama alasan dengan soal word hehehehe. OK. Lanjut saja ini chap 2 telah udapte. Selamat menikmati.

.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER II : DIMENSI BARU.

Underworld, terlihat didalam sebuah mansion yang bergaya eropa classic tengah mengadakan sebuah pesta, pesta yang sangat meriah bagi kebanyakan orang, tapi tidak bagi gadis upst lebih tepatnya iblis betina bersurai merah darah ini, baginya ini bagaikan sebuah neraka yang sesungguhnya baginya ini benar-benar akhir dunia untuknya, kalah dalam Rating Game membuat ia harus menikah dengan orang yang tidak dicintainya. Ralat, tapi sangat sangat dibencinya.

"Rias Ojous-sama" mendengar panggilan namanya dari sang kakak ipar gadis bersurai merah darah yang telah kita ketahui bernama Rias segera menolehkan kepalanya melihat kearah sipemanggil namanya tersebut.

"Sudah waktunya" lanjutnya si wanita bersurai putih kepada Rias.

"Hm" jawab singkat Rias kepada kakak ipar nya itu dengan wajah datar.

Ruang tamu mansion salah satu clan Iblis kelas atas yaitu Gremory, Gremory adalah klan kelas atas di Underworld, bagaimana tidak. Salah satu keturunan dari clan Gremory ini adalah pemimpin tertinggi di Underworld saat ini dengan pangkat sebagai Raja Iblis atau kita sebut saja Lucifer, ia adalah Srizechs Gremory yang kini telah berganti nama menjadi Sirzechs Lucifer jika kita artikan secara maknawi yang berarti Sirzechs Sang Raja Iblis walau arti dari Lucifer itu sendiri adalah Bintang Fajar diambil dari bahasa Ibrani yaitu Lux Ferre.

Diruang ruang tamu mansion yang luasnya 120 x 80 meter persegi ini telah hadir para undangan dari kepala clan iblis dan juga penerus clan beserta para budaknya terlihat juga ditempat khusus 4 buah kursi besar diisi oleh para petinggi-petinggi di underworld dengan sebutan Yondai Maou mereka adalah Lucifer, Leviathan, Beelzebub dan Asmodeus. Tepat ditengah-tengahnya telah berdiri seorang pria berambut pirang dengan memakai Tuxedo Putih khas seorang pengantin pria ala eropa modern tengah memperhatikan seluruh para undangan, pria tersebut tampak menyeringai senang.

"Suatu kehormatan untuk para undangan yang telah menghadiri acara pernikahan ini" ucap sang pria berambut pirang ini ditengah-tengah aula dengan nada yang tersirat kearoganan.

Seketika para undangan yang sibuk dengan obrolan mereka masing-masing bersama ora maksudnya iblis disambingnya seketika berhenti dan memperhatikan ke pria ditengah-tengah aula yang telah berhasil mengalihkan kesibukan mereka.

"Langsung saja, hari ini Aku Riser Phenex dari clan Iblis kelas atas, Phenex akan memperkenalkan calon istri ku yang cantik dan aduhai dari iblis bangsawan Gremory yaitu.." Lanjut si pria pirang yang bernama Riser Phenex lalu menjedakan kalimatnya karena melihat sebuah lingkaran sihir disampingya dengan hiasan ornamen-ornamen rumit yang berwarna merah, lingkaran sihir khas dari Iblis Clan Gremory. Dari lingkaran sihir tersebut keluarlah seorang wanita cantik bermata hijau kebiruan dengan surai merah darah kulit putih tanpa cacat sedikitpun membuat pria mana saja akan bertekuk lutut didepannya kecuali pria beriman rajin menabung, suka menolong sesama dan patuh kepada orang tua seperti author yang tampan ini. /plak. Abaikan itu, lanjut ke laptop /plak.

"Rias Gremory" lanjut Riser yang berdiri disamping Rias.

Terdengar tepukan tangan dan sorak-sorai para undangan diselingi dengan siulan-siluan gaje seperti layaknya supporter pemain bola diaula mansion Gremory tersebut. Tapi kegaduhan tersebut harus terhenti karena.

(BRAK) (DUUUM) .

Terdengar suara gebrakan dan lanjutkan dengan suara debuman sebuah pintu yang telah roboh, mendengar debuman pintu tersebut bisa kita asumsikan pintu itu terbuat dari bahan logam. Dari balik pintu terlihat sesosok manusia berambut cokelat memakai sarung tangan aneh berwarna merah dilengan kirinya.

"BUUCHOU" teriak si Pria berambut cokelat tersebut mengalihkan pandangannya kesegala sudut ruangan untuk mencari orang yang dipanggilnya Buuchou tersebut.

"Issei/kun/senpai/san/mesum" Panggil Rias dan beberapa teman Issei di Academy Kuoh kepada pemuda berambut cokelat yang tengah berdiri di dekat pintu yang bernasib sial hasil dari tinjuan Issei.

Mendengar panggilan Rias, Issei mengalihkan pandangannya ketengah-tengah Aula dimana tempat Rias dan Riser tengah berdiri.

"Grrrrr" Geram Issei marah melihat Riser Phenex dekat-dekat dengan Rias. Isseipun segera berlari menghampiri kedua makhluk yang berbeda warna rambut dan kelamin tersebut.

"Menjauhlah dari Bucho Penjahat Kelamin" Teriak Issei ke Riser.

Mendengar kata-kata menohok tersebut Riser pun tersulut Emosinya "Jaga bicaramu lemah, sadar diri dimana tempatmu dan sedang siapa kau bicara" Jawab Riser murka.

Merasa direndahkan oleh lawan bicaranya Isseipun segera berlari kearah Riser dengan tangan terkepal hendak meninju Riser.

(BOOSST) (BOSST)

Terdengar suara mekanik dilengan kiri Issei menandakan penggandaan kekuatan yang akan dilancarkan Issei ke Riser. Saat Issei tengah berlari kearah Riser dan Rias, tiba-tiba dari langit-langit Aula jatuh dua sosok manusia dengan pakaian yang sedikit compang-camping robek disana-sini disetiap pakaiannya, sosok tersebut berambut pirang dan juga biru dongker.

"Aku akan mengala.." Teriakan Issei ditengah-tengah saat ia berlari tersebut harus terhenti karena didepannya, tepatnya antara Rias, Riser serta Issei jatuh dua sosok manusia yang satunya berambut biru dongker dengan style pantat ayam dalam keadaan jonggok dengan sebelah lutut menupang seluruh badannya dan si yang rambut pirang dalam keadaan nungging pantat mencuat keatas dan wajah mencium kelantai aula.

Tampak semua pasang mata didalam aula tersebut tercengang dan juga sweatdrop melihat gaya pria pirang tersebut mendarat.

Berdiri dari acara nungging tidak elitenya, pria berambut pirang dengan memakai topeng Rubah itu merenggangkan otot-ototnya.

"ittai, kenapa harus jatuh dengan tidak elite seperti ini" ucap si Pria beropeng Rubah tersebut tidak menyadari tempatnya berdiri sekarang dimana. Pria bertopeng Rubah tersebutpun menolehkan kepalanya ke samping, kearah temannya yang memakai topeng Elang.

"Siapa kalian manusia rendahan?" Sadar dari sweatdropnya, Riser langsung bertanya kepada dua sosok memakai topeng dengan pria berambut pirang menaru pedang di punggungnya dan pria berambut biru dongker meletakkan pedangnya di pinggang belakangnya.

"Teme, dimana kita dijatuhkan si Kadal Merah bersayap sialan itu?" Tanya si topeng Rubah kepada teman disampingnya si topeng Elang.

"Entahlah Dobe" Jawab si Topeng Elang. "Tapi sepertinya didalam rumah orang yang tengah mengadakan pesta". Sambungnya.

Dilain tempat, sadar dari sweatdropnya karena mendengar penuturan Riser terlihat sang Raja Iblis aka Sirzechs Lucifer tengah berpikir.

'manusia? Dari mana datangnya mereka? Aku tidak melihat lingkaran sihir atau apapun itu yang menandakan akan kedatangan mereka'. Pikr Sirzechs didalam hati. 'Tapi aku yakin, mereka bukan lah manusia sembarangan, bagaimana jika mereka aku manfaatkan saja untuk melihat adik kesayangan yang imut tersebut saja' bathin Riser

Kembali ketengah-tengah aula, tampak Riser yang benar-benar tengah marah karena diabaikan oleh kedua sosok didepannya. Baginya itu adalah sebuah penghinaan besar kepada Iblis bangsawan seperti dirinya. Dengan ancang-ancang hendak memukul Riser mencoba menyerang Kedua sosok bertopeng Rubah dan Elang tersebut. Kedua sosok tersebut pun hanya diam ditempat saja sambil melihat Riser yang mengarhkan kepalan tangan nya ke mereka.

(TAP).

Tangan Riser yang tinggal beberapa centi lagi dari wajah topeng Rubah pun berhenti karena ditahan oleh seseorang, terlihat pula yang menangkap pergelangan tangan Riser tersebut seorang Pria Dewasa berambut Merah Darah.

"Tahan Riser" ucap si pria berambut merah aka Sirzechs Lucifer. Lalu Riserpun melepaskan pegangannya dari tangan Riser. Riser hanya mendecih tak suka karena pukulannya ditahan oleh Raja nya itu.

"Apa maksudmu Lucifer-sama?" tanya Riser kepada Sirzechs. "Biarkan aku memusnahkan kedua manusia rendahan ini" sambung Riser dengan nada tersirat kemarahannya.

"Manusia rendahan?" gumam si pria bertopeng tepatnya bertanya kepada dirinya sendiri setelah mendengar perkataan Riser, gumaman si Pria bertopeng rubah tersebut tentu saja didengar oleh para Iblis disekitar mereka yang memiliki pendengaran jauh diatas rata-rata dari manusia.

Mendengar hal tersebut pria bersurai merah hanya menghela nafas berat.

"kalian berdua, bisa bicara denganku sebentar?" tanya Sirzechs ke Pria bertopeng rubah dan elang itu.

"Hn/Baiklah" Jawab kedua pria berrtopeng. Sirzechs dan kedua orang bertopeng tersebutpun menjauh dari kumpulan Riser, Rias dan Issei yang masih berdiri diam ditengah-tengah aula.

Tempat Rias, Riser dan Issei.

"Siapa mereka sebenarnya?" gumam Rias dan Issei secara bersamaan.

"Entahlah Partnert, tapi aku merasa mereka sangat kuat, bukan sangat kuat tapi benar-benar sangat kuat" ucap Seekor Naga Merah yang bersemayam ditubuh Issei, berbicara lewat pikiran Issei.

"Wuah, berarti mereka sangat hebat ya Ddraig.?" Tanya Issei yang sedang berbinar-binar dihadapan Ddraig.

"Aku yakin mereka menekan aura mereka serendah mungkin seperti itu dapat membuatku kerepotan jika bertarung" Sambung Naga Merah aka Ddraig menatap serius Issei. "Jangan pernah mencari gara-gara dengan salah satu dari mereka Issei.!" Sambung Ddraig.

Mendengar ucapan partnertnya itu sontak membuat Issei bercucuran keringat dingin dan wajah yang pucat pasi.

Rias melihat Issei yang hanya terpaku pucat pun menatap khawatir Issei dan segera mendekati budak kesayangannya itu. "Daijobou ka Ise-kun?" tanya Rias tersirat nada khawatir disana. Mendengar perkataan Buchou tercintanya, Isseipun tersentak. "Ha.. Ha'i, Dousinpai dakara Buchou" ucap Issei terbata.

Disisi Pria bertopeng dan Sirzech tengah menceritakan keadaannya dan memohon kepada kedua pria bertopeng dihadapannya untuk menyelamatkan adiknya.

"jadi begitu, baiklah kami terima Sirzechs-san" Ucap pria berambut pirang.

"Hn" jawab si Pria berambut pantat ayam.

"Arigatou Naruto-san dan Sasuke-san" Ucap Sirzechs kepada kedua remaja tersebut yang telah kita ketahui bernama Naruto dan Sasuke. Ya mereka adalah dua sahabat yang telah menyelamatkan dunia mereka dari kehancuran.

"Tehehehe, tapi tepati janji mu ya Lucifer-sama" jawab Naruto sambil cengengesan.

"Ha'i" jawab Sirzechs.

"Jika begitu, ayo kita lakukan Dobe" ucap Sasuke kepada Naruto.

"Dengan senang hati, Teme. Ayo berdansa" Ucap Naruto riang.

Mendengar panggilan Dobe dan Teme yang dilakukan Naruto dan Sasuke membuat Sirzechs Sweatdrop. 'Apa benar mereka sahabatatan' pikir Sirzechs. Tersadar dari swatdropnya. Sirzechs pun mengantar Naruto dan Sasuke yang telah memasang kembali topeng mereka ke aula.

(TAP)

Sampai di aula, para undangan yang hadir pun segera diam setelah melihat kedatangan tiga orang yang memiliki warna rambut saling berbeda.

"Mohon perhatiannya kepada seluruh tamu undangan sekalian atas kekacauaan yang baru..."

"Hei.. kekacauaan apa yang kau maksudmu ha Tomat?" Ucap Naruto kepada Sirzechs sambil menunjuk-nunjuk Sirzechs. "Kami dilempar oleh kadal merah besar bersayap kemari" ucapnya dengan nada kesal. Mendengar ejekan tomat kepada Raja mereka membuat banyak Iblis disana geram merasa terhina raja mereka dihina dengan sebutan tomat. Tapi ada juga yang tertawa terbahak-bahak seperti Serafall sang Maou Leviathan karena mendengar ejekan tersebut.

"Buahahahahaha, To to tomat" Ucap Serafall disela-sela tawanya tang terpingkal-pingkal.

"Ara ara. Ufufufufu, pria bertopeng rubah itu sangat berani menghina Lucifer-sama didepan publik seperti ini." Ucap Akeno dengan tawa anehnya. Dan mendapat anggukan dari teman-temannya yang duduk disamping wanita remaja berdada besar tersebut.

"Akeno-senpai benar, aku harap dia dapat keluar hidup-hidup dari sini, hah" Ucap si pria pirang berwajah cantik yang duduk disamping Akeno.

"Aku harap juga begitu Yuuto-kun, ufufufufu." Ucap Akeno kepada pria pirang disambingnya yang bernama Yuuto Kiba.

Kembali ketengah-tengah aula.

(BLETAK)

"Diamlah Dobe" ucap Sasuke marah kesahabat pirangnya.

"Kenapa kau menjitakku teme sialan ha?" marah Naruto tidak ingin kalah, terlihat benjolan dikepalanya.

"kau berisik" ucap Sasuke datar

"Siapa yang kau bilang berisik Teme?" Balas sengit Naruto

"Kau, D-O-B-E" jawab Sasuk e kembali dengan menekankan kata Dobe.

"Ngajak kelahi ha Sialan?" Narutopun memgang kerah baju Anbu Sauke, terjadilah tatap menatatap dengan percikan-percikan listrik antara mata Naruto dan Sasuke.

Melihat keabsurdan dua sahabat itu semua kembali sewatdrop, Sirzechs yang pertama sadar kembali mengambil perhatian Naruto dan Sasuke.

"ekhem, baiklah Riser Phenex, sebelumnya aku meminta maaf atas kejadian ini, tapi aku masih belum yakin akan kekuatanmu untuk menjaga adik ku, bagaimanapun saat Rating Game dilihat dari segi manapun Rias Gremory memang akan kalah." Ucap Sirzechs kepada Riser dan juga didengar oleh seluruh penonton,.

"maksud anda apa Lucifer-sama?" Tanya Riser menahan marah. "Kau akan membatalkan acara pernikahan ini begitu saja Lucifer-sama?" sambung kembali Riser dengan nada tidak terima.

"Aku tidak mengatakan begitu Riser Phenex, jangan menyela omonganku" Murka sirzechs dengan menaikan Killing Intensnya membuat Riser berkeriat dingin dan Rias serta Issei yang telahsesak nafas menahan Tekanan membunuh Raja sekaligus kakaknya tersebut. Sedangkan Naruto dan Sasuke hanya terlihat biasa saja malah mereka sedang jambak-jambakan dengan gaje karena insiden teme dan dobe tadi membuat seluruh penonton yang sesak nafas menjadi sweatdrop melihat adegan NaruSasu yang cakar-cakaran. Merasa sudah membuat Riser ciut, Sirzechs pun menenangkan kembali auranya.

"kau akan bertarung lagi dengan peerage lengkapmu, jika kau kalah, pernikahan ini dibatalkan. Jika kau menang, kau boleh membawa adik imutku Rias Gremory" jawab Sirzechs bijaksana khas bangsawan.

"Baiklah, saya terima. Tapi dengan siapa saya harus bertarung Lucifer-sama? Akan kupastikan mereka hancur berkeping-keping terbakar dengan Api Phenexku ini". Seringai meremehkan dan persetuju Riser sekaligus menanyakan lawan bertarungnya.

'Dengan mere..." Ucapan Sirzechs pun terputus melihat adegan Absurd NaruSasu yang gelindingan-gelindingan dilantai sambil cakar-cakaran. 'Apa mereka benar-benar petarung' bathin Sirzechs miris mulai meragukan Naruto dan Sasuke. Riser yang tengah semangat-semangatnya dengan kearoganananya juga ikut sweatdrop, tak terkecuali Rias dan Issei serta seluruh penonton. Ddraig yang didalam tubuh Issei pun membatin miris 'Aku tarik kata-kataku yang mengatakan mereka benar-benar sangat kuat tadi'.

Tersadar dari sewatdropnya Sirzechs pun melerai NaruSasu.

"Kitsune-san, Taka-san" panggil Sirzechs kepada Naruto dan Sasuke. Mendengar panggilan tersebut, Naruto dan Sasuke pun berhenti berguling-guling dilantai dan menoleh keasal sumber suara yaitu Sirzechs. Tapi ada yang salah dipandangan NaruSasu saat melihat Sirzechs, ya Sirzechs tampak pucat pasi melihat Naruto yang tengah menindih Sasuke.

"Ada apa Sirzechs-san/Hn?" Tanya Naruto dan Sasuke yang memakai trendmark Uchihanya menatap Sirzechs dari balik topeng mereka. Merasa tak ada respon dari yang ditanyai, NaruSasu pun menolehkan kepala mereka saling menghadap satu sama lain.

Hening.

Tik Tik Tik Tik 1 2 3.

"Huuaaaaaaaaaa." Teriak Naruto dan Sasuke secara bersamaan saling berhamburan lalu bangun mulai berdiri.

"Kesucianku ternoda" gumam lebay Naruto yang entah bagaimana caranya air matanya meleleh keluar dari lubang mata dari topengnya. "Hiks Hiks Hiks" Isak Naruto.

"Apa yang kau bilang Dobe, seharusnya aku yang mengatakan itu Baka" Teriak Sasuke dengan kepala membesar meneriaki wajah Naruto. Dan Itu makin membuat seluruh orang sweatdrop massal melihat pertengkaran absurd NaruSasu.

(TAP).

"Kalian berdua, hentikan perbuatan hina kalian itu manusia rendahan" terdengar perkataan seorang Pria bersurai Pirang yang menyela pertengkaran konyol NaruSasu dengan wajah yang sudah memerah menahan marah melihat NaruSasu. Semua pun kembali sadar dari sweatdrop mereka.

"Riser Phenex, merekalah lawan anda dan Peerage anda" ucap Sirzechs setelah sadar dari sweatdropnya dan mengembalikan jati diri kebangsawanannya seperti biasa.

"Jadi mereka? Jangan bercanda Sirzechs-sama, saya sendiri bisa mengalahkan mereka dalam waktu 5 menit" ucap Riser sombong sambil melihat remeh dan merendahkan NaruSasu.

"Jika begitu buktikan ucapan anda Phenex-san" ucap Sasuke datar setelah.

"Jangan sombong kalian manusia rendahan" ucap Riser geram sambil mengepalkan tangn tak terima dengan tantangan orang yang memakai topeng elang tersebut.

"Siapkan arenanya Lucifer-sama, saya sudah tidak sabar ingin membakar mereka berdua". Ucap Riser sambil menyeringai meremehkan kearah NaruSasu. NaruSasu melihat seringai Riser hanya menghela nafas berat.

"Graifya" Panggil Sirzechs. Seketika keluar seorang wanita dari lingkaran sihir khas Gremory dengan pakaian maid berambut silver di samping Sirzechs.

"Hamba mengerti Sirzechs-sama" ucap Wanita yang bernama Graifya tersebut. Lalu Graifya pun memindahkan NaruSasu serta Riser dan para budaknya juga para tamu undangan beserta Rias juga Issei, ke Arena pertarungan tempat mereka akan bertarung. Arena yang dibuat Graifya tersebut adalah sebuah stadion sepakbola, Graifya meneteleport seluruh tamu undangan ke bangku para supporter, lalu Graifya dan Sirzechs membuat Kekkai yang untuk melindungi para penonton. Graifya pun menjelaskan peratuturan-peraturan dalam Rating Game, yang tidak boleh membunuh lawan. Dan hanya mendapat anggukan dari NaruSasu. Sedangkan pihak Riser sudah jelas mereka mengerti peraturan dalam Rating Game. Setelah selesai menjelaskan peraturan-peraturan dalam Rating Game Grifya ketempat Sirzechs dan, Rias dan juga Issei berada.

"Sirzechs-sama, anda berhutang penjelasan kepada saya" Ucap Graifya menghadap suaminya dengan aura hitam yang menguar-nguar. Melihat istrinya sedang marah seperti itu membuat Sirzechs pucat pasi.

"Ha.. Ha..Haii" Ucap Sirzechs terbata. Mendapat respon akan terkabulnya keinginan Graifya pun menghilangkan aura suramnya.

'Kenapa aku selalu takut kepada istriku sendiri, sebnarnya siapa kepala rumah tangga sih?' ucap bathin Sirzechs miris memikirkan nasibnya.

"Nah, Issei-kun, Rias-tan, sebaiknya kalian kembali ke kelompok kalian untuk menyaksikan pertarungan ini, dan jadikan pelajaran". Ucap Sirzechs kepada Rias dan Issei.

"Tapi, Onii-sama, apa mereka berdua tidak apa-apa?" ucap Rias khawatir mellihat NaruSasu yang akan melawan 16 Iblis yang sudah sangat berpengalaman dalam dunia Rating Game.

"Percayakan kepada mereka" ucap lembut Sirzechs sambil tersenyum kepada Imoutonya itu.

Rias pun hanya mengangguk menanggapi menanggapi perkataan Onii-samanya tersebut. Rias dan isseipun pergi dari ketempat kelompoknya berada yang juga sudah ada Sona Sitri beserta kelompoknya dibangku penonton. Sedangkan Sirzechs ikut duduk ketempat para petinggi Fraksi Iblis berada.

"Baiklah, kepada kedua belah pihak yang akan bertarung, saya Graifya Lucifudge selaku wasit dalam pertarungan antara Kitsune dan Temannya Taka melawan Riser Phenex-sama dan seluruh Peergaenya menyatakan pertarungan ini dimulai." Ucap Graifya lantang.

Mendengar perkataan Graifya tersebut stadion bergemuruh karena sorakan dan teriakan para iblis yang semangat melihat pertarungan antar manusia dan iblis, banyak dari mereka yang meremehkan Naruto dan Sasuke dan mengelu-elukan nama Riser.

TO BE CONTINUED Dengan gambar akhir Naruto dan Sasuke vs Riser dan ke-15 budak Iblisnya di Layar besar Stadion. Buahahahahaha.

Sorry jika chapter lalu sangat mengecewakan, saya lupa menaruh segala nya disana, langsung main chapter 1 saja.

Untuk chap kali ini saya mohon kritik dan sarannya kawan, agar fict ini dapat menuaikan hasil jauh dari kata kecewa. dan mohon maaf jika masih pendek wordnya.

Arigatou Gozaimasu.

OUT!