Pertama-tama saya mau bilang maaf dulu kepada semua readers. Maaf kalau ini FF udah saya gantungin 4 minggu. Huft, padahal kan niatnya mau apdet minimal seminggu sekali. Ah, masih ada yang nunggu FF saya ini nggak ya?

Trus trus, saya juga mau berbagi kebahagian karena laptop saya udah baik lagi. Senang banget deh rasanya. Hehe berhubung saya lagi bahagia, saya tebar lemon ke semua readers. Semoga suka.

Story begin

"Argghhhh"

"Ugh― "

Terdengar lenguhan dan rintihan bersahut-sahutan yang sejak tadi menghiasi penjuru rumah. Para pelayan yang berada di sana tidak berani mencari tahu, lebih tepatnya memastikan dari mana suara-suara aneh itu berasal. Suara-suara itu seperti bel yang terus menggema, membuat mereka penasaran sekaligus takut untuk sekedar mengintip aktivitas apa yang sedang di lakukan dua orang penghuni baru merangkap majikan baru mereka.

Pelaku pembuat suara aneh seakan tak peduli, atau mungkin hanya salah satu dari mereka yang tidak peduli. Di salah satu ruangan di rumah tersebut dua orang laki-laki terlihat menyatu dalam sesi bercinta yang sangat panas.

"Ahhh―" teriak keduanya yang terengah setelah melepaskan hasrat yang begitu menyesakkan mereka.

"Kau sudah puas" ucap lelaki yang sedari tadi ada di bawah. Lelaki pirang itu terlihat sangat kelelahan akibat pertarungan panjangnya ―bersama lelaki bersurai hitam― yang mereka mulai sejak malam menjelang hingga matahari hampir muncul.

"Sebenarnya aku masih belum puas tuanku" tangan kanannya masih memegang tubuh si pirang dan menjilat dengan seduktif di telinga sang majikan. Membuat sang majikan merigis bergetar, dan tangan kirinya membelai lembut dada sang majikan yang berhiaskan tato kupu-kupu hitam pemberiannya.

"What the fuck! Bastard!" umpat Naruto pada Sasuke yang masih menggerayangi tubuh lelahnya, apa dia masih belum puas dengan bayarannya?

"Give me one more, my master" lidah Sasuke terus mengulum niple Naruto. Mengabaikan penolakan yang Naruto layangkan. Penolakan sang majikan tak ada gunanya, ia begitu berhasrat dan ia masih ingin lubang sempit sang majikan.

"Kita sudah sudah melakukannya dua belas ronde dan kau belum puas juga" suara Naruto meninggi memaki Sasuke. Naruto tak percaya, sebenarnya nafsu Sasuke itu sebesar apa? Kurang apa lagi dia? Demi tuhan, dua belas ronde itu bukanlah sesi bercinta yang sedikit dan biasa untuk di lakukan berturut-turut tanpa henti.

"Salahkan dirimu yang terlalu manis tuan muda" dan Sasuke sudah memposisikan juniornya di depan hole becek Naruto. Dan Naruto hanya dapat memandang horror pada Sasuke yang tak peduli padanya dan terus saja berusaha memasuki Naruto, meski Naruto berusaha memperketat lubangnya, berharap Sasuke keluar dari tubuhnya.

"Arrghhh― brengsek kau! Bastard! Fuck! Kupastikan argh― kau argh― matihh di tangan kuuhh. Keluarhh darihh tubuhh kuuhh Saskey" racau Naruto tak jelas, karena Sasuke yang terus memasukinya tanpa ampun.

"Ugh, kau sempithh. Rilekskan dirimu Naruto, atau aku akan memaksamu hingga pantatmu terbelah dua. Akui saja kau memang menikmati keberadaanku di tubuhmu Naruto" Sasuke terus menggenjot Naruto. Naruto hanya dapat memerah mendengar penuturan dari Sasuke. dia brengsek umpat Naruto dalam hati. Dan Naruto menyerah, dan kembali membiarkan Sasuke memasukinya untuk yang ke berapa kalinya. Penis besar Sasuke menggesek holenya kasar. Naruto dapat merasakan urat-urat tegangnya didalam tubuhnya.

Bosan dengan posisi Naruto yang berada di bawah dan Sasuke di atas keduanya mengambil posisi doggie style. Naruto menungging memamerkan pantat seksinya ke Sasuke, dan Sasuke tanpa perlu menunggu lagi menusuk tubuh Naruto dari belakang.

Tak ingin tangannya menganggur Sasuke memainkan penis Naruto dan memaju mundurkannya. Naruto hanya dapat mendesah keenakaan. Sesekali kepalanya terangkat ke atas dan tubuhnya melengkung saat Sasuke berhasil menyentuh titik kepuasannya.

"Oh Fucking little brat!" "

"Oh Damn!"

"Fuck me more"

"Right, there. Fuck me the again"

Mulut kotor Naruto tak henti meracau. Sasuke hanya tersenyum melihat sang tuan muda yang kini terlihat penuh gairah. Sasuke terus memaju mundurkan miliknya di hole Naruto. Hole Naruto masih terus menggodanya dengan terus berkontraksi memijit penisnya.

"Damn! Tidak bisakah kau lebih cepat ugh―" Sasuke menyeringai mendengar permintaan Naruto. siapa yang tadi menolak untuk ronde berikutnya.

Kali ini mereka kembali ganti posisi, Naruto yang sudah terlanjur teransang mendudukkan dirinya diatas penis Sasuke, ia juga ingin berpartisipasi sedikit dan berhenti menjadi pihak yang hanya menerima dan pasrah. Ia memaju mundurkan sendiri penis Sasuke dan mengatur sejauh mana Sasuke dapat memasuki dirinya. Kalau dia wanita, mungkin posisi ini bisa di sebut woman on the top, tapi karena dia pria, mungkin kita bisa menyebutnya uke on the top /

"Oh, right. Yes there baby arghh―" Naruto menggeram. Menggeliat menekspresikan betapa ia merasakan kenikmatan yang teramat sangat. Diraihnya leher Sasuke mencari pelampiasan. Naruto menggigit leher pucat itu sekuat tenaga hingga meninggalkan bekas kepemilikan.

"Argh― Kau nakal tuanhh" Sasuke semakin bersemangat akibat ulah Naruto. Dia begitu senang, karena akhirnya Naruto juga bersemangat dan juga menginginkannya. Dalam hati ia juga tersenyum mengingat awalnya Naruto menolaknya dan sekarang berubah menjadi uke agresif. Tak ingin Naruto kepayahan, Sasuke pun ikut menggoyangkan pinggannya dari bawah.

"Ah, there more. Kau pikir hanya kau yang boleh menandaiku?" Sasuke kembali menyeringai tak ingin kalah dari sang tuan muda. Dia membalikkan posisi jadi normal kembali ―seme on the top― Dengan kecepatan yang tak pernah bisa Naruto bayankan, Sasuke menaikan tempo permainannya. membuat tubuh Naruto berguncang hebat, tak mampu mengimbani Sasuke. Tubuh Naruto bergetar hebat saat Sasuke menumbuk prostatnya dengan keras dan kasar. Tak butuh waktu lama Naruto sukses mendapatkan klimaks tanpa bisa ia tahan. Dan Sasuke pun menyusul meraih kenimatan itu.

"Ahhh ahhh ahhh" dada keduanya naik turun akibat orgasme. Peluh menetes memberi kesan seksi pada keduanya. Mata Naruto meredup. Ia lelah. Terlebih ia tak menyangka kalau pengalaman seks pertamanya ia dapatkan dari seorang pria dan mirisnya ia jadi pihak yang di gagahi. Huft.. man holenya sudah di masuki Sasuke. bicara soal man hole―

"Fuck. Sakitnya. Brengsek. Kau lihat perbuatan brutalmu! Kau menunggangiku terlalu kasar bodoh. Kau pikir lubangku ini terbuat dari apa brengsek."

"Aku hanya melakukan sesuai permintaanmu Naruto" ucap Sasuke dengan suara rendah yang dalam.

"Permintaanku atau nafsumu brengsek. Kau menggenjotku terlalu kuat bodoh. Pantatku remuk semua karenamu" urat-urat kemarahan terlihat menyembul dari kening Naruto.

Sasuke tak ingin menanggapi kemarahan Naruto beranjak dari ruangan tempat mereka bercinta, memungut pakaian mereka yang betebaran dan melihat sekilas darah dan sperma yang menempel di sofa, lantai, dan kursi. Terlihat sekali Sasuke bermain tak pandang tempat, yang penting saat ada kesempatan memasuki yang tuan muda saat itu juga ia langsung memanfaatkannya.

Sasuke tersenyum menyeringai melihat keadaan sekitarnya, terlihat bangga dengan perbuatannya bersama sang majikan. Puas memandangi keadaan di sekelilinnya Sasuke menyingkapkan tirai jendela memperlihatkan pemandangan matahari yang akan terbit. Sukses sudah malam ini Naruto tak tidur barang sedetik pun karena ulah si iblis mesum.

"Kau mau ku buatkan sarapan apa, Naruto" Sasuke yang sudah selesai mengenakan kembali pakaiannya menoleh ke arah Naruto yang matanya sudah mulai berat meminta untuk istirahat. Dan dalam hitungan detik kedua permata safir itu terpejam, dan dengkuran halus mulai terdengar dari bibir merah membengkaknya.

"Ah, cepat sekali dia tertidur" gumam Sasuke dan mengangkat tubuh Naruto yang terbaring di sofa.

Seonggok tubuh menggeliat tak nyaman dalam selimutnya. Menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan terbangun. Perlahan kelopak matanya bergerak menampilkan sepasang mata biru seindah lautannya. Matanya menangkap pantulan dari jam diding yang sudah menunjukkan pukul tiga sore. Lama juga ia tertidur. Naruto menggerakkan tubuhnya hendak bangun, namun seketika gerakannya terhenti saat rasa sakit mendera sekujur tubuhnya.

"Brengsek, lihat apa yang sibodoh itu lakukan pada tubuhku" umpatnya dan mencoba bergerak perlahan meski tak mengurangi rasa sakitnya.

"Tapi kau menyukai apa yang si brengsek itu lakukan bukan?" Sasuke tiba-tiba saja muncul di hadapan Naruto. Naruto yang terkejut spontan berdiri akibat perbuatan Sasuke.

"AAAAAA" pekikan membahana Sasuke terdengar di sepenjuru ruangan. Kembali para pelayan penasaran akan suara merdu yang memecah keheningan di rumah. Naruto meringis, pantatnya sakit sekali. Sasuke benar-benar membelah pantatnya jadi dua. Ah, benar-benar perih.

"Kesakitan tuan muda?" tanyanya Sasuke namun tidak dengan nada prihatin, lebih kepada mengejek atau menghina.

"Kau pikir aku begini karena siapa brengsek" Naruto berjalan hendak meraih gagang pintu.

"Well, kalau begitu kau mau aku menebus kesalahanku?" goda Sasuke, dan mendekat pada Naruto. Naruto yang menyadari adanya gelagat mencurigakan Sasuke segera berlari dan langsung masuk ke kamar mandi, mengabaikan rasa sakit di pantatnya karena jika tidak begitu nanti rasa sakit itu akan bertambah oleh Sasuke.

"Huh, dasar brengsek."

Air mengguyur tubuh Naruto dan menyamankannya. Air yang mengalir di sekujur tubuhnya terasa hangat dan melemaskan otot-ototnya yang tegang. Bercinta dengan Sasuke benar-benar buruk sekaligus nikmat. Tubuhnya remuk namun juga melayang terbuai oleh Sasuke. Disentuhnya titik-titik tempat Sasuke memberinya tanda, dan sekertika wajahnya memerah. Dia sudah bercinta, dia sudah dewasa. Pikiran-pikiran mesum berkeliaran di otaknya mengingat aksi panasnya bersama Sasuke. tubuhnya menggelinjang mengingat perlakuan Sasuke, dan tentu pikiran kotornya membuat batang ereksinya mengeras. Naruto panik, tentu saja. Dia teransang namun juga tak ingin memuaskan dirinya sendiri, tak ingin iblis mesum di luar sana masuk dan menggerayanginya lagi.

Namun pikiran kotor Naruto tak membantunya, perlahan di raihnya batang panjang miliknya dan menyentuhnya sendiri. Mencoba membayangkan bagaimana Sasuke menyentuh sekujur tubuhnya. Naruto menggelinjang dan mendesah membayangkan setiap sensasi yang ia dapatkan. Ia mempercepat tempo pergerakan tangannya agar semua cepat selesai dan keluar dari kamar mandi. Dan lenguhan panjang pun menjadi penutup dari kegiatan onani Naruto.

Segera di bilasnya tubuh dan sperma yang muncrat di bawah guyuran shower. Wajah Naruto memanas lagi mengingat dia beronani dengan membayangkan pria yang menyentuhnnya, dunia pasti sudah gila.

Naruto keluar dari kamar mandi dan di sambut oleh seringai mesum Sasuke. Ha, dia pasti sudah tahu apa yang tadi Naruto lakukan di kamar mandi. Wajah Naruto segera merona berat dan dengan gugup melewati Sasuke. seringai Sasuke makin lebar melihat tingkah sang majikan. Menggoda Naruto yang merona tidak ada salahnya bukan?

"My my, yang tadi menolak sekarang justru―" Sasuke sengaja menggantung kalimatnya dan memejamkan kedua matanya seraya menggeleng-geleng sok sedih.

"Diam kau, bodoh" umpat Naruto, mencoba untuk tidak gugup tak ingin Sasuke mengetahui perasaannya yang kacau karena si iblis mesum.

"Ingin ku sentuh lagi? Aku mau kok memasuki lubangmu sekali lagi. Kau tahu lubangmu itu nikmat sekali" desah Sasuke seksi. Tubuh Naruto merinding hebat, perutnya menghangat bahkan hanya dengan mendengar perkataan kotor Sasuke, ia bisa membayangkan bagaimana rasanya saat di sentuh Sasuke.

"Kubilang diam. Kau menjauh dariku, kau dan bayaran sialmu sudah membuat tubuhku remuk"

"Ya, aku dan bayaran sialku sudah membuat tubuhmu remuk dan juga merasakan kenikmatan, isn't it?" godanya lagi. Naruto semakin merona berat, perkataan Sasuke benar-benar membuatnya skak matt. Bagaimana caranya menghentikan mulut brengsek Sasuke agar bisa diam?

"Ku bilang diam Sasuke sialan? Atau kau tak akan pernah mendapat bayaran sialmu itu lagi" umpat Naruto dan hal itu sukses membuat Sasuke diam. Naruto menggulirkan dua bola matanya tak percaya, di ancam tak dapat jatah bercinta membuat Sasuke tak berkutik. Naruto tersenyum penuh kemenangan mendapatkan kelemahan Sasuke yang aneh.

"Kau sudah mendapatkan kembali rumah dan kekayaanmu, dan tobirama juga sudah mempertanggung jawabkan perbuatannya. Jadi sekarang apa rencanamu?" tanya Sasuke membanting stir arah pembicaraan mereka, tak ingin membahas bayaran sialnya yang akan di batasi oleh sang majikan.

"Entahlah, aku belum memikirkan apa rencanaku berikutnya. Mungkin nanti aku akan menyelidiki terlebih dahulu organisasi yang di katakan Tobirama dan juga transaksi illegal yang mereka lakukan" Naruto meraih kursi di ruang kerja dan mengambil beberapa lembar kertas.

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan dan menikmati hari ini. Pasti sudah lama kau tak jalan-jalan dan menikmati harimu di luar sana bukan?" Sasuke mengambil kembali kertas yang di baca Naruto dan menyeret Naruto keluar dan tangan cekatannya dengan cepat meraih dua buah syal dan coat yang menggantung di gantungan.

"Kita mau kemana Sasuke" sikap Sasuke yang saat ini tengah menyeret Naruto tak akan membuat orang-orang percaya bahwa si pirang yang ia bawa paksa adalah majikannya.

Sasuke hanya diam tak ingin menjawab perkataan Naruto. Ia terus melangkahkan kakinya menuju halte terdekat. Sesekali langkah keduanya terhenti karena Naruto yang meringis kesakitan dengan langkah lebarnya.

"Mungkin aku terlalu bersemangat semalam" gumam Sasuke yang membuat wajah naruto merona lagi. Lalu keduanya kembali terdiam dalam langkah hening. Salju kembali turun, dan melayang ringan. Diiringin dengan suara lonceng gereja yang terdengar di sore yang indah ini.

"Jadi hari ini hari Natal ya" gumam Naruto dan mengenang Natal terakhir yang ia lewati bersama orang tuanya. Ia tersenyum bodoh saat air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Meringis dengan hidupnya sendiri.

"Kau ingin kita merayakannnya? Meski aku tak menyukainya, tapi kau bisa mengajakku untuk merayakannya. Kita akan buat pesta natal kalau begitu" tawar sasuke sedikit meringis dengan ajakannya. Dia merayakan natal yang benar saja. Iblis mana yang mau melakukannya.

"Huh, kau bercanda. Memang apa yang harus kita rayakan. Mengucapkan selamat dan berdoa di gereja seharian? Hell no." Naruto mendengus mendengar ide gila yang tercetus dari sasuke. apa sasuke sudah melupakan kodratnya sebagai iblis dan berbalik menyuruh orang menyembah-Nya?

"Ya sudah kalau tak mau. " dan sasuke segera berdiri saat bus yang mereka tunggu mendekat memutus pembicaraan mereka tentang Natal.

Naruto meringis melihat kemana sasuke mengajaknya. Tempat yang begitu ramai dengan banyak orang yang sangat bahagia dengan kehidupannya dan jangan lupakan para pedagang yang senang menjajakan dagagannya. Huh, tebak mereka di mana. Disneyland!

Naruto melihat berkeliling, banyak orang yang datang dengan keluarganya atau wanita dengan kekasih prianya. Mereka semua terlihat menikmati taman hiburan ini. Suara-suara bising dan teriakan pengunjung wahana ekstrim terdengar sahut-sahutan. Naruto menggeram, bukankah tadi sasuke mengajaknya untuk menikmati hari? Ini bukan menikmati namanya, tapi menyiksa mata dan telinga Naruto.

"Nikmati kencan kita Naruto" Sasuke meraih tangan Naruto dan menggenggamnya. Naruto terkejut dan langsung menarik kembali tangannya.

"Jaga tanganmu sasuke. Dan apa maksudmu dengan kencan"

"Tentu saja kau dan aku" jawab sasuke cuek dan kembali menyeret Naruto. Naruto meringis meratapi kesialannya. Salah apa dia hingga dalam hidupnya ia harus berkencan dengan pria. Apa tak ada gadis manis yang mau dengannya hingga dia harus bersama iblis ini. Apakah ia benar-benar berputar haluan dengan menyukai penis? Oh, no! Bagaimana dengan payudara-payudara yang menggantung menggoda itu? Apa ia harus mengganti imajinasinya?

"Kau gila, kau dan aku berkencan? Kita sama-sama pria bodoh?"

"Dan kau juga termasuk salah satu pria gila itu yang mau bercinta dengan pria gila lainnya. Dan ingat posisimu, kau penerima penis" naruto meringis mendengar ucapan Vulgar Sasuke yang tidak di sensor padahal mereka ada di tempat umum. Hah, terjebak di tempat umum bersama iblis mesum adalah sebuah kesalahan. Ingatkan naruto untuk menolak setiap ajakan sasuke ke keramaian.

"Kau brengsek" naruto berlalu meninggalkan sang Uchiha yang tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat sang majikan merona.

"Dari pada kau cemberut seperti gadis-gadis yang minta di cium ayo kita menaiki salah satu wahana" dan sasuke menyeret Naruto―lagi― menuju tempat antrian menaiki jet coaster.

Dan disinilah mereka sekarang berteriak-teriak diatas jet coaster. Mungkin lebih tepat bila kita katakan bila Naruto saja yang berteriak dan sasuke hanya Stay cool melihat pemandangan. Setelah menaiki jet coaster mereka pun menaiki wahana lainnya. Naruto pun sukses melupakan kegundahannya dan berubah menikmati acara kencan mereka. Bahkan tak jarang dia menarik sasuke ke sana kemari hanya untuk mencoba wahana yang belum mereka naiki.

Puas bermain malam pun menjelang, lampu-lampu berwarna-warni mulai dinyalakan mempercantik malam yang indah ini. Pengunjung bukannya surut justru semakin bertambah karena pihak Disneyland yang menyuguhkan pesta kembang api pukul sepuluh nanti. Banyak wisatawan yang tertarik dan ingin melihat tak terkecuali Naruto.

Menunggu acara kembang api, mereka duduk di salah satu bangku dengan sepotong hot dog dan hot cappucino ditangan mereka. Mereka menikmati malam dingin namun indah ini dengan santai. Sesekali terdengar suara kunyahan hot dog dari keduanya, namun itu tak mengganggu ketenangan masing-masing. Keduanya merasa nyaman dan santai malam ini.

Makan dengan tenang, bermain-main, tertawa lepas. Rasanya sudah lama sekali naruto tak melakukannya. Ia bahkan merasa rindu dengan sifatnya yang kata orang sehangat matahari. Cerah dan riang. Ia rindu tertawa lepas seperti hari ini, sasuke benar-benar membantu hidupnya meski terkadang menjengkelkan. Namun tak dapat naruto pungkiri bahwa ia bersyukur ada sasuke di sisinya.

"Terima kasih" ucapnya tulus menyuarakan pikirannya. Sasuke berhenti mengunyah dan memandang naruto yang memandang ke atas.

"Untuk?"

"Sudah hadir dalam hidupku" Naruto memejamkan matanya. Wajahnya terpantul bias-bias cahaya temaram lampu-lampu. Mempesona.

"Kau tahu, kata-katamu seperti orang yang sedang jatuh cinta. Apa kau jatuh cinta padaku?"

"Jangan bodoh, aku baru saja memujimu tahu. Dan kau sudah merusak semuanya." Naruto membuka matanya dan menatap tajam sasuke. lalu keduanya kembali diam menikmati sisa hot dog dan cappucino di tangan mereka.

"Naruto" naruto menoleh ke arah sasuke dan mendapati sasuke langsung memegang wajahnya dan mendaratkan sebuah ciuman singkat dan manis di bibir naruto. Langsung saja gurat-gurat merah jambu menjalar dipipi naruto yang tertutupi oleh suasana yang temaram.

"Kembang apinya sudah mulai" sasuke melepaskan bibirnya dari bibir naruto. Dan kerlap-kerlip kembang api mulai menghiasi langit malam itu. Meski tak seindah senyum mempesona naruto dan juga senyuman sasuke malam itu.

TBC

Ok gimana ceritanya? Kita bersenang-senang dulu di sini. Lupakan semua masalah pelik naruto dan biarkan keduanya membuat moment mereka sendiri. Saya sangat berharap teman-teman semua suka dengan chapter ini. ah juga maaf belum balas reiewnya,, tapi ai baca kok.. hehe

Ah iya, saya juga minta pendapat dari para readers sekalian jika punya masukan buat cerita ini.

Last

Berikan kesannya di kolom reviewnya ya.