Hi semua, lama tak jumpa di fict ini. Tak terasa ya udah lama Ai di tidak update. Jujur Ai tak ingin menelantarkannya dan jadi update selama ini. Tapi karena berbagai hal Ai tak bisa menyempatkan diri nulis fic ini. Karena itu maafkan Ai. Semoga tak ada yang lupa dengan fic Ai ya...


Disclaimer: Naruto Belong Masashi Kishimoto. I just own this story.


Langit pekat dan gelap. Bertaburan berbagai kerlip bintang sebagai pemanis di antara permadani hitam. Disitulah ia bermenung, di dekat jendel menyangga pipinya dengan tangan kanannya. Pemuda itu tanpak berpikir tentang apa yang telah dilaluinya dalam hidupnya. Seperti mimpi, itulah mungkin gambaran yang tepat bagi hidupnya. Di pandangnya langit yang penuh bintang malam ini. Mencoba untuk menghitung mereka tapi gagal saat ia memasuki hitungan ke dua puluh tiga. Ia lupa apakah bintang yang ditunjuknya telah ia hitung atau belum. Lalu matanya beralih menatap kebawah jendela lantai dua kamarnya. Terlihat beberapa tumbuhan hijau yang terlihat berwarnah lebih pekat dari seharusnya. Saat itu suara langkah kaki menyadarkannya dan tanpa menoleh pun dia tahu itu siapa.

"Bukannya tidak baik kena angin malam, Naruto" suara berat itu menyapu pendengarannya dan membuat pria yang menatap malam itu memalingkan wajah pada si pelayan hitam.

"Aku hanya sedang bosan" dan dia menutup jendela yang telah di bukanya. Melangkah menuju kamar dan meraih beberapa kertas yang ada di tangan lelaki yang telah mengganggunya.

"Ah, jadi kau masih belum puas dengan yang tadi hn?" dan si pelayan memutuskan untuk mengikuti langkah tuan pirangnya.

"Jangan menggodaku Sasuke, jadi apa ini?" tunjuk Naruto pada kertas-kertas di tangannya.

"Itu adalah pengalihan kekayaan yang kemarin di rekayasa oleh pamanmu. Semua telah di kembalikan. Dan juga disana ada informasi yang cukup menarik. Coba saja kau baca my master" tunjuk Sasuke pada beberapa kertas. Naruto membacanya dengan seksama. Dan tiba-tiba matanya membulat tak percaya.

"Ini..." ujarnya tak percaya. Menatap kertas di tangannya dan dengan cepat mebalikan ke kertas berikutnya dan membacanya lebih teliti lagi.

"Menurutku ada kemungkinan organisasi ini terlibat dengan pembunuhan keluargamu. Mengingat mereka juga memili motif untuk melakukannya" ucap Sasuke melanjutkan perkataan Naruto.

"Sepertinya mereka memang memiliki motif, atau bisa jadi mereka orang bayaran. Kau juga tahu bukan kalau mereka juga menerima pekerjaan dengan misi pembunuhan. Organisasi yang tak diketahui tujuan utamanya, namun juga memiliki peranan penting di pemerintahan. Pantas saja jika kejahatan ini tak mendapatkan perhatian dari kepolisian dan mereka hanya menganggap ini sebagai kasus kebakaran. Tak bisa dimaafkan. Orang-orang itu, shit. I really wanna kill them" umpat Naruto seraya menghempaskan kertas di tangannya, membuat kertas-kertas itu berserakan di atas meja kerja Naruto

"Sasuke" panggil Naruto dengan suara berat menahan emosi. Wajahnya memanas, memerah karena emosi yang berusaha ditahannya agar tidak meledak.

"Hn" jawaban singkat keluar dari mulut Sasuke.

"Cari tahu tentang organisasi ini dan apa tujuan mereka. Cari tahu siapa anggotanya dan serahkan padaku. Kita akan menguak kebusukan mereka biar mereka tahu mereka berurusan dengan siapa. The Fucking Damn Akatsuki" dada Naruto naik turun karena amarah sedangkan Sasuke menjawab permintaan Naruto dengan senyuman manis nan memabukkan di bibirnya.

Tak lama setelah itu Sasuke pergi meninggalkannya. Naruto pun larut dalam pemikirannya tentang apa yang harus ia perbuat setelah ini. Apa yang harus di lakukannya? Akatsuki, mereka adalah organisasi besar dan memiliki orang yang cukup berpengaruh di dunia, tentu saja ia mengetahuinya dari informasi yang di berikan oleh Sasuke tadi. Apa langkah yang tepat baginya untuk menghadapi orang-orang sekaliber mereka tanpa mengundang perhatian yang berlebih untuk aksi balas dendamnya. Menyerah, tentu tidak termasuk dalam listnya meski mengetahui lawannya cukup berat. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, apa tujuan sebenarnya orang-orang itu membunuh keluarganya? Tak mungkin hanya sekedar permasalahan perusahaan dan kerja sama. Mengingat para anggota akatsuki itu bukanlah orang yang kekurangan dalam hal materi. Pasti ada hal lainnya yang belum ia ketahui.

'Ayah, sebenarnya ada apa dengan kematian kalian semua? Ada urusan apa ayah dengan akatsuki? Apa kalian sengaja membiarkan aku hidup seorang diri untuk membalaskan dendam kalian dan menguak kebenaran yang ada?' batinnya pada diri sendiri.

Dibaringkannya tubuh lelahnya di hamparan pulau kapuk yang kini terasa nyaman di kulitnya. Kembali ia berhayal hidupnya benar-benar seperti mimpi. Rasanya telah lama sekali ia melewati waktu bermain di taman bersama Sasuke, meski kenyataanya semua baru berlalu dalam hitungan jam. Apa lagi mengingat hidupnya, dulu ia bahagia bersama ayah dan ibunya. Dan dalam hitungan jam di hari ulang tahunnya semua berubah menjadi neraka kehidupan. Ia nyaris meregang nyawa kala itu. Dan ia mengutuk siapapun yang menyelamatkannya, karena saat tersadar ia sudah terbaring diranjang rumah sakit di iringi tatapan pilu seorang suster yang menjaganya. Dan langsung saja bau obat-obatan mencium penciumannya. Dan saat ia menanyakan kabar orang tuanya si suster hanya menagis di hadapannya. Barulah saat dokter datang, si dokter mengantarnya kekamar jenazah. Ia terpukul mendapati kedua orang tua dan anggota keluarga lainya mati terbakar malam itu. Ia mengutuk pesta ulang tahunnya. Dan sang suster memeluknya dalam dekapannya.

Tak lama setelah orang tuanya meninggal sang paman, yang kebetulan tidak bisa hadir di pesta itu –belakangan Naruto berpikir sengaja- menemuinya. Ia yang saat itu berharap kasih sayang dari sang paman justru mendapatkan yang sebaliknya. Ia menambah penderitaan Naruto dengan mengambil semua miliknya. Menjadikan hidupnya terlunta-lunta, dan tak menaruh iba sedikit pun pada anak dari saudaranya itu.

Lalu hal paling mustahil dari hidupnya adalah pada malam itu. Saat ia bertemu iblis yang mengaku bernama Sasuke. Di pikir pakai akal yang manapun tak ada bisa meng-logika-kan kenapa ia bisa bertemu Sasuke, tak ada satu pun hal ilmiah yang ada di kepalanya bisa membenarkan keberadaan Sasuke. Sangat tidak rasional, terlebih tingkat kemesuman sang iblis. Tapi, pertemuannya dengan Sasuke juga mengubah hidupnya sedikit lebih baik, ironis memang ia merasa aman saat ada sesosok iblis bersamanya. Karena sang iblislah yang telah menjaganya, merealisasikan dendamnya, dan menapaki langkahnya satu demi satu dengan Sasuke sebagai pembuka jalannya. Sasuke benar-benar memanjakannya dan memberikan kebahagiaan yang bahkan tak sempat terbayang di benak Naruto setelah semua kejadian buruk yang dialaminya. Mungkin keberadaan Sasuke adalah satu dari sedikit hal yang patut di syukurinya, meski fakta Sasuke itu adalah Iblis yang akan mengambil nyawanya.

"Memikirkanku, Naruto" suara berat Sasuke menginterupsi lamunan Naruto. Naruto yang saat itu terbaring di kasur gelagapan saat Sasuke secara tiba-tiba menindih tubuhnya. Rona merah menyebalkan segera menjalar di pipinya, membuat ia mendengus pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia bisa merona karena seorang laki-laki? Rasanya ia perlu mempertanyakan kelelakiannya (?), tak ada laki-lak normali yang boleh merona karena lelaki lainnya, kecuali bila ia tak normal. Tapi benarkah? Namun rasanya, Naruto masih menyukai dada montok dari pada dada bidang. Ah, terserahlah. Yang penting sekarang ia harus keluar dari posisi ini.

Ia kini merasa posisinya layaknya wanita pubertas yang merona merah karena di ajak bercinta, dan itu menggelikan. Tak ingin Sasuke melihatnya yang seperti ini dia memalingkan wajahnya dan mendorong tubuh Sasuke dari tubuhnya. Sasuke sedikit menyeringai meski ia tetap menjauhkan tubuhnya, tapi tetap tak melewatkan kesempatan untuk mencuri sebuah ciuman dari bibir Naruto, membuat rona merah si pirang yang hampir memudar kembali muncul dan dia menggerutu kecil karena kelakuan Sasuke. mengabaikan reaksi Naruto, Sasuke kembali ke meja di mana ia meletakkan laporannya tadi sebelum menggoda Naruto di ranjang dan membacakannya.

"Akatsuki, beranggotakan banyak orang dari berbagai negara. Tapi mereka memiliki anggota inti dan sekarang ini mereka semua menetap di United State. Sebagai ketua Pein,ia orang yang misterius. Tak banyak orang yang memiliki kesempatan bertemu dengannya, bahkan anggota Akatsuki sendiri. Saat ini dia menetap di Los Angeles, dan berprofesi sebagai seorang pengusaha senjata api yang telah mendapat izin operasional, merupakan pemasok utama untuk persenjataan militer Amerika. Wakilnya Konan, memiliki sebuah salon yang cukup ternama di kalangan artis hollywood, tapi itu hanya kamuflase untuk menyembunyikan bisnisnya yang sebenarnya yaitu perdagangan wanita bawah tanah. Dia juga anggota parlement untuk mendukung posisi mereka di pemerintahan, dan juga seorang sosialita yang mudah bergaul dan akrab dengan beberapa pejabat lainnya. Dikabarkan memiliki hubungan khusus dengan sang ketua.'

'Lalu ada Hidan, dia adalah seorang pastur di Washington sering kali memberikan pidato keagamaan di berbagai tempat tapi, di balik itu semua dia bertugas sebagai penyebar aliran sesat yang memuja Jashin mengajarkan bahwa membunuh adalah bentuk kesetiaan pada Tuhan dan mencuci otak manusia agar menjadi seorang pembunuh yang handal. Beberapa dari pengikutnya kini bahkan sudah menjadi pembunuh bayaran yang handal dengan motto membunuh dalam diam" Sasuke mengambil jeda sejenak untuk melihat reaksi Naruto tapi, tak ada. Wajah itu datar dan tak menunjukkan apapun.

"Lanjutkan" perintahnya seolah mengerti maksud dari Sasuke. Sasuke menghela nafas panjang dan mulai melanjutkan laporannya. Membacakan rentetan kalimat yang sangat tidak sesuai dengan karakternya yang pendiam.

"Selanjutnya adalah Kakuzu, di luar dia dikenal sebagai seorang akuntan dan penasehat keuangan, banyak perusahaan yang menggunakan jasanya untuk audit laporan keuangan mereka atau pun untuk perencanaan pembiayaan perusahaan. Namun sebenarnya dia adalah seorang mafia Narkoba jaringan Internasional, dia bahkan memiliki beberapa pabrik narkoba yang berdiri secara ilegal dan tersembunyi di berbagai daerah. Kini ia menetap di washington, tak jauh dari katedral tempat Hidan. Selanjutnya Deidara, dia adalah seorang firework yang terkemuka. Dan seringkali proyek miliknya di pakai dalam setiap syuting film Hollywood. Dan tentu saja sama seperti yang lainnya dia memiliki pekerjaan utama lainnya. Yaitu seorang perakit bom ulung, diduga beberapa kasus ledakan bom yang terjadi di dunia ini merupakan ulahnya dan anak buahnya, dia merupakan invisible man dalam jaringan terorrist Internasional.'

' Selanjutnya Sasori, pemilik museum kesenian di Kota San Fransico, banyak karya seninya yang telah di pamerkan dan juga terkenal ke penjuru negeri, terutama untuk patung lilin, karena patung lilin buatan sasori benar-benar mirip dengan manusia aslinya. Dan dia juga terkenal di kalangan wanita karena memiliki wajah tampan dan kekanakan yang terlihat tanpa dosa. Dan selain sebagai seorang seniman di dunia bawah Sasori terkenal sebagai penjual organ manusia. Tak sulit baginya melakukan hal itu karena sebagian besar manusia memang tertarik pada paras dan sikapnya yang innocent. Kalau boleh ku tambahkan, wajahnya benar-benar tak cocok untuk menjadi seorang mafia" Sekali lagi Sasuke berhenti untuk melihat reaksi Naruto, tapi tak ada yang di temukannya.

"Lalu ada Kisame Hoshigaki, dia adalah pemilik pabrik pengolahan ikan kaleng, saat ini dia menetap di New York dan juga pemasok utama ikan-ikan di New York, dan profesi utamanya adalah pembunuh bayaran. Dia mampu membunuh dalam keadaan yang gelap sekalipun, dan dia cukup terlatih untuk melakukan pekerjaan ini. Lalu selanjutnya Zetsu, dia adalah seorang detektif merangkap mata-mata yang cukup berpengaruh di USA. Dia adalah Detektif swasta yang sangat di segani oleh polisi New York. Pekerjaannya memudahkan Akatsuki untuk memperoleh informasi yang tak seharusnya di ketahui masyarakat sipil tanpa mendapat kecurigaan.'

'Selanjutnya Tobi, dia adalah seorang pelawak ternama namun diduga itu adalah caranya untuk menutupi kepribadiannya. Tinggal Di California. Sama seperti Pain, tak banyak orang yang mengetahui rupanya. Karena saat tampil di mana pun, ia selalu terlihat memakai topeng yang menggambarkan imagenya sebagai pelawak misterius. Tapi ada desas-desus di kalangan anggota Akatsuki bahwa dia adalah anggota Inteligent USA, dan juga merupakan pemimpin Akatsuki dari dalam bayangan, meski ada yang meragukan melihat sifat Tobi yang kekanakkan. Dan terakhir Uchiha Itachi, dia merupakan anggota CIA, dan seorang yang terampil dan penuh kewaspadaan. Tak ada catatan kriminal dari orang ini. Tapi aku yakin, dia hanya terlalu pintar menyembunyikan kejahatannya. Yah, dia memang orang selalu penuh pertimbangan, jadi aku tak heran.'

'Ah, iya dari semua kejahatan mereka, tak ada satu pun yang tercium di khayalak ramai. Kemungkinan karena adanya beberapa orang penting di pemerintahan karena selain yang aku sebutkan tadi, masih banyak anggota Akatsuki lain yang bertebaran di dunia ini dan juga cara kerja mereka yang bersih dan licin sehingga sulit untuk di lacak. Itu profil singkat dari mereka, bagaimana menurutmu Naruto?" tanya Sasuke seraya menghela nafa panjang setelah memerhatikan Naruto yang tak kunjung menunjukkan reaksi apapun.

"Sepertinya aku mendengar nama yang tak asing dari penjelasanmu tadi" akhirnya Naruto bersuara setelah lama terdiam.

"Ah, kau memang cermat. Benar ada seorang Uchiha dalam anggota mereka. Dan sayangnya aku harus memberitahumu jika dia adalah kakakku yang telah lama tak kutemui. Dan jujur aku cukup terkejut dia menjadi anggota akatsuki dan CIA, huh menggelikan. Ada urusan apa dia sampai mau-maunya terlibat hal begitu. Tapi, jika kau ingin mendengar pendapatku, dia adalah orang yang tangguh. Bahkan di kalangan iblis sekalipun sangat sulit untuk mengalahkannya. Dan kau patut bersyukur ada aku di sini, karena satu-satunya kelemahan Itachi adalah aku" terdengar suara nafas dihembuskan secara kasar. Dan Sasuke mengernyit saat menyebut nama Itachi dengan alasan yang tak di mengerti oleh Naruto.

"Jadi dia kakakmu? Tak peduli siapa mereka dan sekuat apa mereka aku tetap akan membalas mereka. Salah mereka yang membuatku menderita dan hidup sebatang kara. Meninggalkan aku dengan satu-satunya paman yang sangat membenciku dan kubenci" Ungkap Naruto dingin. Sementara Sasuke meletakkan kertas laporannya dan membiarkannya tergeletak indah di meja kerja Naruto. Perlahan dia mendekat pada Naruto yang sepertinya tengah berpikir keras. Perlahan diraihnya tangan Naruto, dan mengalihkan perhatian Naruto dari apapun yang saat ini tengah dipikirkannya.

"Aku ingatkan kau, aku belum mendapatkan bayaranku untuk hari ini Naruto" ucap Sasuke dengan suara rendahnya. Owh, Sasuke dan otak mesumnya umpat Naruto dalam hati. Tak bisakah dia melihat suasana? Apa Naruto sedang dalam mood untuk melayani nafsu Sasuke? Dasar Iblis mesum. Pervert!

"Sial, tak bisakah kau melihat suasana sedikit bodoh. Apa aku terlihat dalam mood yang baik untuk meladeni permintaan bodohmu itu?" maki Naruto di wajah Sasuke.

"Tapi aku tak perlu moodmu Naruto, aku butuh tubuhmu. Aku bisa gila bila tak mendapatkan bayaranku. Atau kau memang sengaja ingin membuatku gila. Nanti siapa yang akan membantumu Naruto. Jadi berikan bayaranku, itu perjanjiannya." Sambil bicara Sasuke mencoba memangil gairah Naruto dengan suara rendahnya. Mencoba berbisik dan menyapukan nafas hangatnya di daun telinga Naruto.

"Cih, kau dan nafsu bejadmu Sasuke. Menyusahkan" umpat Naruto dengan suara berat, karena saat ini tangan Sasuke tengah beraksi menggoda Litle Naruto.

"Terima kasih pujiannya Naruto" ungkap Sasuke seraya menarik dagu Naruto dan secepat kilat menyambar bibir Naruto. Tak dapat dipungkiri betapa terkejutnya Naruto saat merasakan benturan lembut di bibirnya. Tak sanggup melihat wajah Sasuke yang terlalu dekat di wajahnya ditambah tatapan mata Sasuke yang menenggelamkannya Naruto pun menutup mata. Mencoba menikmati ciuman Sasuke, tak peduli akan fakta bahwa ia dan Sasuke adalah sama-sama pria. Menolak pun Sasuke tetap mendapatkan bayarannya. Mengingat soal bayaran membuat Naruto tersentak. Dan dengan segenap tenaga lelaki yang ia punya, ia mendorong Sasuke kuat-kuat dan melepaskan ciuman mereka.

"Ada apa Naruto" Tanya Sasuke tepat di permukaan bibir Naruto. Bahkan Naruto bisa merasakan bibir Sasuke sedikit bersentuhan dengan bibirnya saat bicara. Dan itu menimbulkan sensasi menggelitik yang aneh pada dirinya.

"Kau, melakukan semua ini karena kau meminta bayaranmu bukan" Sasuke mengernyit tak mengerti dengan pernyataan atau pertanyaan Naruto.

"Bukankah kita sudah sepakat diawal tentang hal ini?" ucap sasuke mencoba mengingatkan Naruto pada awal pertemuan mereka.

"Haha, kau benar. Bodohnya aku melupakan hal itu. Ayo kita lanjutkan Sasuke" ucap Naruto yang entah kenapa menampilkan sorot terluka yang tidak di mengerti oleh Sasuke. Sasuke mencoba memikirkan apa yang sebenarnya di pikirkan tuannya yang entah sejak kapan berada di bawahnya. Dan melihat Sasuke tak kunjung menyentuhnya, Naruto pun membuyarkan lamunan Sasuke.

"Abaikan perkataanku tadi dan tuntaskan bayaranmu hari ini Sasuke" pinta Naruto seraya meraih tengkuk Sasuke. Menarik wajah Iblis tampan itu dan mempertemukan kembali bibir mereka. Kecupan-kecupan mulai terjadi diantara dua mahkluk Tuhan yang berbeda dunia itu. Menyalurkan hasrat duniawi masing-masing. Mengabaikan dosa tak peduli dengan siapa mereka bercinta, suara suara desahan menjadi melodi yang mengiring mereka menuju Surga Dunia.

Perlahan dengan gerakan yang sensual Sasuke melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuh tan seksi milik tuannya. Tak menyisakan sehelai benang pun yang berani melekat. Dan Naruto dengan gerakan yang seolah sudah terlatih melepaskan semua pakaian Sasuke sehingga membuat keadaan mereka jadi satu sama. Mereka sama-sama telanjang bulat, sama-sama setengah ereksi, dan sama-sama berkeringat.

Sasuke meraih kepala Naruto, dan mendudukkannya persis di hadapan 'adik' kecilnya. Naruto yang mengerti langsung meraih Sasuke Junior, mengelusnya dan mencoba menyapa dengan memberikan sedikit sentuhan ringan, membuat Sasuke menegang dan mendesah frustasi.

"Ah ~~ masukkan ~~ ke mulutmu Naruto, dan ngh~~ berrhenti menggodaku" ujar Sasuke dengan suara desahan seksinya yang merambat di penjuru ruangan. Naruto menyetujui permintaan Sasuke dan memasukkan penis itu ke dalam mulutnya. Ada rasa aneh yang menjalar dan ia mencoba untuk mengabaikannya. Perlahan ia memaju mundurkan penis itu di dalam mulutnya. Dan desahan Sasuke semakin terdengar keras menggema. Tangan Sasuke menjambak rambut Naruto mencoba membantu kecepatan mulut Naruto dalam menghisapnya, dan Naruto mengerang frustasi saat Penis Sasuke menyodok keras kerongkongannya. Dan setelah tempo yang menggila Sasuke menembakkan spermanya ke dalam mulut Naruto hingga dia tersedak dan suara batuk yang tak mengenakkan pun terdengar. Sasuke terkekeh pelan dan Naruto cemberut dengan menggembungkan ke dua pipinya, tak sadar hal itu bukan membuat Sasuke merasa bersalah malah membuat Iblis itu geli ingin menciumnya. 'Sepertinya Tuhan memang salah memberikan gender pada mahluk satu ini' pikir Sasuke tanpa berniat menyuarakan isi pikirannya.

"Berniat menggodaku dengan tingkahmu sekarang ini Naruto? Kau ingin, kucium? Tak perlu mengerucutkan bibirmu seperti itu jika memang ingin, aku selalu bersedia menciummu" ujar Sasuke setelah mengecup ringan bibir Naruto.

"Itu kan memang selalu maumu, dasar brengsek" maki Naruto seraya berdiri dan menyeka cairan Sasuke yang meleleh di pinggir bibirnya. Sasuke langsung meraih tangan Naruto, menjilat sisa cairannya sendiri dengan sensual membuat Naruto kembali memerah, setelah cairannya yang di tangan Naruto habis, ia pun menjilat pinggir bibir Naruto dengan sentuhan ringan dari lidahnya. Naruto membeku, desiran-desiran aneh yang menyesakkan namun menenangkan melanda tubuhnya. Ia ingin lebih, ia ingin merasakan Sasuke lebih dari ini. Mengikuti kehendak tubuhnya Naruto meraih lidah Sasuke dan membawanya kedalam mulutnya. Menghisapnya sekuat tenaga, dan terus berperang dengan lidah Sasuke yang juga ingin membelitnya. Mereka saling berebut dan bertarung mencoba membelit lidah lawan masing-masing, hingga kebutuhan akan oksigen memaksa keduanya untuk menarik nafas sebanyak-banyaknya.

"Hah, untuk seorang uke kau cukup agresif Naruto hh~~" ucap Sasuke di sela nafasnya, dan Naruto mendelik tak suka.

"Kapan hh~~ kita memutuskan nhh~~~ kalau aku ukenya Sas-Uke" ucap Naruto, sama terengahnya dengan Sasuke.

"Oh, sepertinya anda lupa lagi Master. Bukankah di awal aku sudah bilang 'aku tak masalah itu laki-laki atau perempuan, selagi aku masih di atas' saya ingatkan anda lagi bila anda lupa dan saat pertama kita bercinta, andalah yang bertindak sebagai penerima penis" ucap Sasuke mendadak sopan meski kata-katanya terlalu vulgar untuk sebuah kalimat sopan, lalu ia menambahkan di ahkhir "Dan tolong jangan mengeja namaku seperti itu Na-Ru-To."

"Ugh, kita lihat saja nanti siapa yang akan jadi Uke, aku buktikan padamu bahwa aku bisa menunggangimu Sas-Uke" ucap Naruto sama dinginnya dan menarik leher Sasuke, membubuhkan hickey disana. Sasuke melenguh, ini gila karena ia akan di peruke oleh seorang lelaki berwajah perempuan. Namun ini juga nikmat, cara Naruto menandainya membuatnya melayang. Selama ini tak ada yang berani menandainya dan ini membuatnya cukup frustasi dengan kenikmatan yang diberikan Naruto. Kedua tangan Naruto bahkan tak tinggal diam, memilin salah satu niplenya dan tangan lainnya kembali menggoda Litle Sasuke. Oh damn, ini gila namun nikmat. Sasuke kembali mendesah frustasi dan mengambil kembali kendali yang sempat di ambil Naruto. Dengan sengaja Sasuke melayangkan sentuhan ringan di punggung Naruto, dari pengalaman yang sudah lalu, ia tahu Naruto lemah di sini. Terbukti dengan desahan yang sengaja di tahan Naruto, dan seringai Iblis terpampang diwajah tampan Sasuke.

"Desahan itu tak baik di tahan my master, karena itu sangat menyiksa, dan akuilah ke-uke-anmu (?) desah Sasuke di telinga Naruto

"Diam kau, dan coba rasakan diperuke" ucap Naruto sok seme. Namun Sasuke yang tak ingin kalah, meraih kesejatian Naruto dan mengocoknya dalam tempo sedang, membuat Naruto mendesah tak karuan. Semakin lama gerakan Sasuke semakin cepat, membuat Naruto melupakan kegiatannya menyerang Sasuke karena terlalu menikmati sentuhan Sasuke. Perlahan milik Naruto berkedut dan cairan putih hangat keluar menyembur dan membanjiri tangan Sasuke.

"Menikmatinya ungh, Naruto" desah Sasuke dan kembali mencium Naruto dengan menuntut dan penuh nafsu, sehingga Naruto tak dapat menolak saat jemari Sasuke meraba hole-nya, dengan jari tengah yang menerobos masuk.

"Mhghh~~~" desahan Naruto tertahan ciuman mereka. Merasa kehabisan nafas, Naruto melepas ciuman mereka.

"Kau curang brengsek, kau ugh, menerobos saat aku lengah ugh~~~ ah~~~" racau Naruto saat jari Sasuke terus bertambah dan melakukan gerakan in out dalam tempo sedang.

"Itu tandanya aku memang berbakat jadi seme, dan kau terima kodratmu jadi Uke ku Naruto" Sasuke terus memaju mundurkan jarinya, memanjakan hole Naruto. Tak terasa, hole nya berkedut menjepit erat tiga jari Sasuke yang berada di sana, dan tak lama cairan cinta Naruto kembali keluar.

"Oh~~ Sasukehh~~~" desah Naruto seksi. Dan tubuhnya lemas seketika. Sasuke membiarkan Naruto menikmati puncaknya dan memperhatikan wajah sayu sang Uke yang terlihat merona menggoda. Dada Naruto naik turun dan desahan nafasnya menderu hangat di wajah Sasuke yang kini berada di atasnya.

"Kau seksi" bisik Sasuke seraya menjilat cairan Naruto yang lumer di atas perut ber-abs-nya. Naruto merasa perutnya geli dan panas di saat bersamaan. Lidah Sasuke menari dengan indahnya dan ia terlena. Setelah perutnya bersih Sasuke mengurut penisnya sambil duduk di atas perut Naruto. Dan Naruto melotot horror, ia kalah. Sasuke akan menungganginya lagi, dan saat ia akan menghentikan aksi Sasuke, kepala penis Sasuke sudah menyentuh rektumnya, dan rektum sial miliknya berkedut meminta agar Sasuke memasukkan penis panjang nan gemuk miliknya, oh Penis besar Sasuke dan nafsu gilanya.

Perlahan Sasuke mendorong penis besar berurat miliknya kedalam rektum Naruto, dapat Sasuke rasakan hole Naruto masih sesempit saat terakhir kali ia memasukinya,dan rektum ketat itu menjepit erat penis Sasuke. Dan desahan pun keluar dari bibirnya. Segera saja ia menggerakkan penisnya, mencari titik kenikmatan milik lelaki yang ada di bawahnya. Suara dua alat kelamin yang bertemu menggema di penjuru ruangan bersahutan dengan desahan liar yang semakin keras membuat heran beberapa penghuni rumah lainnya yang sepertinya terabaikan keberadaannya.

"Oh Yeah~~~"

"Righhh~~~ theree~~~ mmmnngghhh~~~"

"Oh Yes"

"Fucking me more"

"Faster"

Suara-suara itu terus terdengar berulang-ulang. Sasuke menggila dengan kecepatan penuh menusuk Naruto, sedang Naruto yang tak ingin menjadi pria pasif ikut menggerakkan pinggulnya kasar, tak peduli Nasib lubangnya nanti. Yang penting adalah kenikmatan saat ini. Ia suka gaya Sasuke yang bermain kasar pada holenya. Yang menumbuknya dengan keras hingga penis panjangnnya menjangkau titik terdalamnya lebih jauh lagi. Ia ingin Sasuke lebih, ia ingin Sasuke memenuhinya. Dan gerakan mereka bertambah liar saar dirasa keduanya akan mencapai puncak kenikmatan mereka.

"I wanna cum" teriak Naruto dan tak lama keluarlah cairan putih kental mengotori mereka berdua. Sasuke berhenti bergerak sebentar membiarkan Naruto menikmati orgasmenya. Dan tak lama ia kembali menusuk Naruto kuat karena sebenarnya ia juga ingin keluar.

"Ugghh ahhh~~" desah Sasuke saat dirinya keluar sepenuhnya di tubuh Naruto dengan hentakkan sedalam-dalamnya agar benih-benih miliknya menyemprot jauh kedalam tubuh Naruto. Dan ia pun menjatuhkan diri diatas tubuh Naruto, ingin menikmati tubuh itu sepenuhnya.

"Keluarkan milikmuhh, Sasuke aku lelah ah~~" desah Naruto

"Hm, Ronde selanjutnya Naruto" ungkap Sasuke dengan seringai mesum dan Naruto melotot horror

"TIDAK...AHHH... FUCKING BASTARD YOU SASKEY AH~~~~~~" tolak Naruto. Namun disaat yang bersamaan Sasuke menggerakan tubuhnya hingga jadilah Naruto yang memaki sambil mendesah.

TBC


Ugh, Ai panas dingin ngetik ini, coba bayangin ini Ai ngetiknya sambil curi-curi waktu di kantor, mana si bos bolak-balik nengokin kerja Ai. Berasa kaya bikin novel thriller karna Ai jadi deg deg an sendiri bikin fic berkonten Mature di sini. Sumpah tegang banget, setegang miliknya Sasuke (?)

kemarin2 ada beberapa yang nanya apa Sasu Naru udah saling suka? hm, Ai rasa pasti udah bisa nebak dong gimana?

Ok, Sekali lagi maaf buat reader karena udah telat update. Semoga lemonnya juga nggak basi. Jujur Ai nggak bakat-bakat amat bikin lemon, coz belum pernah coba (#Plakk apa ini)

Ya udah Ai tunggu reviewnya teman-teman semua, dan juga saran gimana baiknya fic ini kedepannya. Semoga Ai bisa update cepat nanti


Thanks buat Angel Muaffi. AprilianyArdeta. ChubbyMinland. Dahlia Lyana Palevi. Eun810. Ineedtohateyou. InmaGination. Juniel Is A Vampire Hybrid. Khioneizys. Mami Fate Kamikaze. MimiTao. Plincess-silent reader. RisaSano. Ryuusuke583. alkuma4. depdeph. dillauchiha95. lolipopkwon88. norfatimah96. sakuranatsu90. saphire always for onyx. shikakukouki777. . .11. sivanya anggarada. uzumakinamikazehaki. yukiko senju. zadita uchiha. yang udah Fav/allert fic ini.

juga Akasuna no Akemi. AprilianyArdeta. AriKazeMachi. ChubbyMinland. Dahlia Lyana Palevi. Eun810. InmaGination. Jasmine DaisynoYuki. Juniel Is A Vampire Hybrid. Khioneizys. RisaSano. Ryuusuke583. Shin-chan Yuuichi. TheopilaMax. alkuma4. aokiaoki95. aqizakura. changmomo2. chennie21. dillauchiha95. himekaruLI. 85. julihrc. laxyovrds. norfatimah96. saphire always for onyx. shikakukouki777. udah Follow fic ini

trus semua Riders dan reviewer yang udah menyempatkan diri membaca Fanfic Ai, Arigatou Ne..

see you all...