Permohonan maaf aku tunjukan untuk semua pembaca setia fic ini karena keterlambatanku mengupdate fic ini.

No eyd,no flame and DLDR

Selamat membaca

Garis takdir

.

.

.

Chap 2

Sakura menerjapkan mata beberapa kali dan bangun terengah-engah, ia mengelap peluh di dahinya 'mimpi lagi' ucapnya dalam hati lalu melihat sekelilingnya, jendela besar—ruangan putih, ada meja,lemari yang cukup besar juga sofa berwarna hitam lembut,dan kasur dengan ukuran yang sangat besar 'i-ini dimana?' tanyanya pada dirinya sendiri melihat ke arah jendela berusaha menemukan sisa-sisa ingatan yang berserakan 'ah aku ingat !'Sakura segera keluar dari kamarnya.

dia melihat lorong panjang dengan dekorasi yang sangat modern—berbeda dengan markas yang ia tinggali dulu,terdapat ukiran-ukiran rumit di sisi plafon juga lampu-lampu yang menerangi koridor—Sakura berjalan pelan memastikan tidak ada yang akan menyerangnya, tidak lama berjalan melewati beberapa pintu kamar dia berbelok mengikuti arah koridor dan menemukan sebuah tangga kokoh dengan karpet berwarna hitam lembut ditiap anak tangga—rumah yang sangat besar dengan dinding-dinding berwarna putih dan sebagian besar ruangan itu berwarna hitam-putih-dan emas membuat kesan elegan dan sederhana.

Saat Sakura menuruni tangga dia berada diruangan yang lumayan besar, terdapat layar televisi yang lumayan besar dan terlihat beberapa orang yang tidak asing di mata Sakura—sedang duduk diatas karpet dengan warna dan lambang yang mereka kenakan dibajunya "senpai, mengapa kita punya tempat tinggal yang mewah ini?", Sakura angkat bicara dari belakang Itachi,Deidara,Tobi dan Sasori yang sedang asyik menonton televisi nya

"Oh Sakura, ini Negara dimana tidak ada yang mengetahui jati diri kita,ketua sudah mengatur jadwal untuk kau kedepannya,ini sudah malam tidurlah lagi," Deidara menoleh dan tersenyum sangat ramah

berbeda dengan beberapa waktu yang lalu, mereka terlihat sangat 'biasa' seperti penduduk pada umumnya—karena pakaian yang mereka kenakan, sakura mengangkat sebelah alisnya "Lalu apa yang akan aku kerjakan besok?," Tanya Sakura masih dibelakang mereka "Sekolah,jadi cepatlah tidur," Sasori menggerakan tangan seperti mengusir seekor anak anjing yang meminta diberi makan "Lihat ! mengapa mereka tidak jadi berciuman, padahal Tobi menantikannya aaaaaa~," ucap Tobi menunjuk layar televisi—Sakura menghela napas dan memutuskan mencari dapur karena tenggorokannya terasa seperti tanah tandus—haus.

Sakura menemukan pintu besar dengan ukiran mawar hitam, dia berdiri sejenak menelan salivanya yang tiba-tiba memenuhi rongga mulutnya,Sakura menahan napas dan memutuskan untuk membuka pintu itu—dalam sekejap Sakura berada diluar tepatnya dihalaman depan,dia memutuskan untuk melihat-lihat,halaman yang sangat besar dengan taman mawar juga bunga krisan,terdapat kolam ikan dan beberapa kursi untuk sekedar bersantai.

Sakura melihat hal yang familiar didepan gerbang yang membatasi rumah dengan dunia luar—hutan, ternyata rumah ini terletak ditengah hutan—kurang lebih karena hanya rumah ini yang mengeluarkan cahaya dari lampu-lampu yang terpasang di sisi gerbang maupun taman,

Sakura melihat siluet putih berada dikejauhan,dia berlari penasaran dengan apa yang dilihatnya. Samar samar sakura merasakan cakra lemah dari sosok itu, saat keluar dari gerbang dia mendapati seseorang—tepatnya seorang pria, berperawakan cukup aneh dan kekanakan berlutut tak bergeming di jalan setapak yang hampir hilang ditelan malam 'apa dia hantu?' ucap Sakura dalam hati lalu menggelengkan kepala, membuang pemikiran aneh itu, namun sakura tetap waspada dengan kemungkinan yang akan terjadi.

ia memutuskan untuk melangkahkan kaki telanjangnya—mendekati sosok yang mencurigakan itu 'pakaian yang aneh,dan gaya rambut yang aneh melebihi Hidan dan Deidara' pikir Sakura melihat rambut berwarna biru pudar laki-laki tersebut, sakura memincingkan matanya .

'bau darah,apa dia terluka' pikir Sakura lagi, kemudian dia mencoba menepuk bahu laki-laki itu namun, dengan sekejap Sakura sudah terbaring ditanah jalan setapak itu dan beberapa detik kemudian dia merasakan kepalanya berdenyut nyeri—karena berbenturan secara spontan dengan tanah dan bebatuan yang berada dibawahnya. Sakura melihat orang yang kini berada dihadapannya dengan tatapan nanar—bahkan laki-laki itu tidak mengedipkan matanya "Apa yang nona cantik ini lakukan malam-malam begini?," Tanya laki-laki itu tersenyum ramah namun tidak bisa menyembunyikan nada mengancam dan rasa kesakitannya. Sakura tahu itu hanya senyuman palsu "Hanya memeriksa siapa yang terjatuh," jawab Sakura berusaha bangun dari cengkraman kuat laki-laki aneh itu,Sakura melihat dan menelusuri wajahnya dan dia mendapati luka yang cukup serius pada dada laki-laki itu "Dua tulang rusuk dan paru-parumu hampir hancur,lepaskan aku maka aku akan mengobatimu ! " tawar Sakura datar menatap laki-laki itu dengan sinis.

Tanpa berbicara dia bangun dari tubuh Sakura dan berdiri—dengan sigap Sakura bangun dan mengalirkan cakra dalam kurun waktu satu menit darah dan memar yang diderita laki-laki itu berangsur pulih,salah satu kelebihan Sakura adalah dia mengetahui apa yang terjadi pada lawan bicaranya selama dua puluh empat jam sebelum mereka bertemu namun hanya hal-hal yang meninggalkan bekas atau tanda pada tubuh orang itu—seperti cidera atau berkelahi dan terluka.

"Nona cantik, saat kita bertemu lagi aku akan membalas jasamu,saat kau membutuhkan hiburan panggil aku 'Hiyosoka' maka aku akan datang," ucap Hiyosoka tersenyum dan menghilang 'Hiyosoka—aneh' ucap Sakura bangun dan melangkah masuk kedalam rumah, tanpa sadar pertemuannya itu akan membawa takdir yang tidak akan terduga, mata sakura sudah tidak bisa diajak berkompromi lalu ia melanjutkan mimpinya yang tertunda.

"oyashumi"

.

.

.

.

Matahari pagi menembus jendela kamar Sakura memberikan nuansa yang cerah dan hangat,kini Sakura telah rapih dalam balutan seragam sekolah anak SMA dengan kemeja putih,rompi coklat susu dan rok kotak-kotak berwarna coklat tua diatas lututnya, dengan suasana hati yang riang dia menuruni tanggga dan menyapa semua anggota yang kini menikmati sarapan di meja makan.

"Waah seragamnya sangat cocok untuk Sakura," ucap Hidan melihat Sakura berlari-lari kecil dengan senyuman tipis favoritenya.

"Seragam dan sekolahnya menyita seperempat pengeluaran kita," Kakuzu angkat bicara dan menikmati secangkir teh hangat juga beberapa keping cookie.

"Ketua,biarkan Tobi ikut Sakura-chan untuk sekolah~ Tobi juga ingin terlihat anggun seperti dia," tobi bangun dari kursi dan memohon kepada pain,namun pain tidak bergeming—hanya menyesap kopi dan membaca Koran pagi.

"Tobi dan Zetsu akan menjaga rumah selama aku dan yang lainnya menghadiri rapat asosiasi. Deidara akan mengantar Sakura,dan Sakura jangan pulang dari jam 21.00 malam—aku memberikan beberapa perlengkapan di tasmu,jadi pergunakan dengan bijak—setidaknya kau akan merasakan bagaimana masa-masa sekolah yang hilang saat kau kecil dulu," Pain angkat bicara, Sakura dan angota yang lain tercengang dengan kalimat yang dikeluarkan ketuanya itu,karena baru pertama kalinya pain berbicara lumayan panjang. Sakura baru menyadari bahwa semua anggota memakai baju yang sama, kemeja putih,dasi hitam dan jas berwarna hitam,dan konan terlihat seperti wanita muda yang dinikahi Pain dengan jas dan rok hitam pendeknya, tentu pain melepas semua perching yang ada di wajahnya membuat laki-laki berwajah stoic itu lebih muda beberapa tahun.

Setelah selesai sarapan bersama anggota 'keluarga' barunyaSakura pergi dengan menggunakan mobil bersama Deidara,Sakura lebih banyak memandang ke arah luar daripada mendengarkan Deidara berbicara,suasana di tempat yang dinamakan kota hunter ini lebih tenang ketimbang suasana di desa ninja, karena sakura tidak mendeteksi cakra dan lompatan-lompatan sinobi yang sewaktu-waktu mengincar dia beberapa tahun lalu.

Sakura melihat gedung-gedung tinggi pecakar langit juga tempat hiburan yang berdiri disana-sini,banyak orang berlalu-lalang dengan menggunakan busana yang sangat aneh, terlalu modern sampai-sampai sakura tertegun melihatnya, seorang wanita dengan dress selutut menggunakan topi berwarna biru senada dengan dress nya berjalan menuntun seekor anjing puddle dan terlihat sangat angkuh juga beberapa wanita seusinya sedang tertawa memperlihatnya seseuatu yang melingkari tangannya—jam tangan.

saat mereka telah sampai Deidara mengelus kepala Sakura mengatakan bahwa dia harus menjadi siswi yang pintar dan baik lalu pergi dengan Mercedes Benz hitamnya.

Sakura menatap gedung sekolah yang menjulang tinggi lalu berjalan dengan perlahan,saat tiba dikelas semua mata tertuju pada dirinya,dia hanya bisa mengangkat sebelah alis dan tersenyum ramah lalu duduk dibarisan paling belakang—dekat jendela, dan Sakura belum bisa menghilangkan sikap terdahulunya—angkuh. Sakura dikenal sebagai murid pindahan baru dari jepang,karena urusan pekerjaan ayah dan ibunya dia harus dipindahkan itulah cerita yang berhasil dikarang Pain—sebagai ayah.

Setelah masuk dan memperkenalkan diri,Sakura segera bersiap-siap untuk memulai pelajaran,ia melihat satu persatu murid yang sekelas dengannya dan dia menghela napas bosan,pelajaran yang dipelajari sebagian besar sudah Sakura pelajari dari senpai-senpainya, jadi bagi dia itu mudah bahkan untuk soal matematika yang tidak ada mau menjawab kedepan pada papan tulis—dia mengacungkan jari dan pergi mengerjakan soal itu dalam hitungan detik soal tersebut dijawab dengan hasil yang memuaskan.

'Drrt-drrt-drrt' Sakura merasakan handphone disakunya bergetar "Selamat siang," angkat Sakura sambil duduk dikantin sekolah dan menyesap susu coklat kotak "Ketua berkata sepulang sekolah kau harus datang ke kantornya,aku akan menjemput kau nanti," ucap laki-laki dengan nada suara yang terdengar malas—Deidara"Baiklah," Sakura menutup handphone flip hitamnya—melanjutkan makan siangnya—dengan susu kotak dan beberapa buah dihadapannya.

"Halo,kau junior pindahan itu ya?," Sakura merasakan kehadiran beberapa orang mengapit dirinya dan menurut Sakura mereka semua adalah laki-laki aneh yang melebihi Kakuzu dan Zetsu "Ya itu benar, ada yang bisa ku bantu?," Sakura menatap mereka bergantian berpura-pura ramah "Seharusnya kau tahu siapa kami?," ucap laki-laki berambut perak matanya berwarna coklat dan penampilannya acak-acakan "Hanya seorang senior yang sedang menyapa juniornya, kan?," jawab Sakura terlihat santai menyuap apel kedalam mulutnya, Sakura mendengar bisikan dari siswa lain

'wah kasian dia'

'bagaimana ini,dia bisa-bisa jadi korban selanjutnya'

'kasihan sekali dia diganggu geng itu,aku berharap dia mendapat keajaiban'

Dari bisikan yang Sakura dengar dia bisa menyimpulkan bahwa laki-laki yang menyebut dirinya senior ini adalah sekumpulan siswa nakal dan suka mengganggu siswa dan siswi—pindahan "Ikut kami ! kau sangat tidak sopan !" ucap laki-laki berambut biru dan terlihat seperti om-om menarik paksa Sakura dari tempatnya duduk hingga dia merasa setengah tubuhnya terangkat,jika gadis biasa mungkin akan menjerit dan menangis dengan rasa sakit itu—berbeda dengan Sakura yang sudah ditempa berbagai macam latihan selama hidupnya "Untuk apa aku mengikuti orang sepertimu ?," Sakura melepaskan tangannya dengan paksa hingga senior yang diketahui bernama Kagawa itu hampir terhempas ke meja-meja disampingnya "Senpaiku berkata,laki-laki yang berani melawan atau merendahkan wanita—mereka tidak pantas disebut laki-laki,jika kau ingin menantangku akan aku ladeni," sambung Sakura mengikat helaian merah muda rambutnya.

Tanpa basa-basi kelima laki-laki itu geram dan menyerang Sakura,suasana di kantin sekolah itu menjadi ricuh, banyak yang berteriak takut karena akan melihat seorang wanita yang akan dipukuli didepan mata mereka,ada juga yang mendukung Sakura dengan semangat hanya kurang dari satu menit kelima laki-laki yang menyebut mereka adalah 'Raja' disekolah tumbang dengan memalukan diiringi teriakan senang murid-murid yang menyaksikan.

.

.

.

.

.

.

"Ini hari pertama mu, dan kau sudah membuat ulah bahkan hampir mematahkan tangan mereka !," ucap laki-laki berkaca mata yang menginjak usia 40th pada Sakura "Saya hanya berusaha membela diri, lagi pula banyak saksi yang melihatnya pak," jawab Sakura dengan tegas tanpa berbohong "Kau itu perempuan dan kau tahu kan salah satu laki-laki yang kau hajar adalah—" omel kepala sekolah pada Sakura "anak ketua yayasan sekolah ini, benar kan pak? namun apa karena dia memiliki nama yang 'istimewa' dia bisa melakukan apapun—seenaknya kepada semuanya?," Sakura melengkapi perkataan kepala sekolahnya "haah, ya sudah terserah,kembali ke dalam kelas dan jangan ulangi lagi kalau tidak aku akan mengeluarkanmu" laki-laki itu memijit kepalanya yang kini berdenyut karena perkataan murid barunya itu "saya akan mematuhi aturan namun jika dia menantang saya lagi,saya tidak akan segan. Selamat siang pak," sakura memberi hormat dan keluar memasuki kelasnya.

Saat sampai dikelas dia mendengar bisikan-bisikan dari teman-teman yang belum Ia kenal—atau bahkan tidak ingin ia kenal,itu hal biasasejak dari kecil Sakura sudah sering dikucilkan oleh banyak orang pertama karena kemampuannya dan juga karena statusnya yang samar-samar ia ketahui kemudian seorang guru wanita memasuki ruangan dan memperkenalkan namanya "Saya adalah wali kelas baru kalian untuk sementara menggantikan ibu Mizuki yang masih mengambil cuti,nama saya adalah Reiko," ucap perempuan berambut pirang dengan kacamata membingkai cantik wajah putihnya, sakura melihatnya datar "Apa disini ada yang berminat mendapat beasiswa,atau berniat melanjutkan kelas lebih cepat dalam satu tahun?," Tanya Reiko ramah namun para siswa tau bahwa hal itu adalah hal yang paling tidak mungkin—meloncati kelas dalam waktu cepat, Sakura menghela napas panjang kembali memandang keluar jendela lalu tiba-tiba seperti ada sebuah lampu terang meyala di atas kepalanya

"Saya berminat" Sakura mengangkat tangan dan berdiri membuat teman-temannya kaget dengan mulut menganga bahkan Reiko membulatkan matanya tidak percaya "Jika anda ingin, saya akan mencobanya," sambung sakura maju menghampiri wali kelasnya, teman-teman yang belum sepenuhnya ia kenal—atau tidak ingin ia kenal berbisik dan bergumam dan Sakura tahu apa yang mereka gumamkan lalu Sakura berpura-pura menjadi tuli. Reiko mengangguk lalu dia memberikan beberapa pertanyaan pada Sakura, seperti tentang sejarah terbentuknya bumi,bagaimana menemukan lubang hitam atau pertanyaan konyol yaitu menghitung kecepatan cahaya yang bahkan orang biasa malas untuk mendengarnya,namun dengan senang hati Sakura menuliskan rumus-rumus dipapan tulis hingga bisa dimengerti oleh teman-temannya.

"Besok kau akan pindah kelas—ke kelas dua belas," jawab Reiko menepuk bahu Sakura setelah hampir 2 jam berdebat dan membahas materi pelajaran kelas satu dan dua SMA "Terima kasih," Sakura kembali ketempat duduknya menunggu bel pulang berbunyi "Selamat atas kenaikanmu, kau memang hebat !" ucap perempuan dengan rambut bergelombang berwarna caramel yang duduk didepan mejanya antusias ,Sakura membalas tersenyum "Itu bukan apa-apa,terima kasih" balas Sakura kembali tersenyum "aku Hana—Hana Resfriczt,mungkin kita akan jarang bertemu tapi aku berharap akan akrab denganmu—Sakura" balasnya sopan 'cantik' ucap sakura dalam hatinya kemudian mengangguk. Lalu bel pulang berbunyi dengan tergesa-gesa Hana membereskan meja dan melambai pada Sakura—dibalas Sakura dengan senyuman.

..

..

..

..

..

..

Lima menit berlalu Sakura masih menatap awan lewat jendela kelasnya,ia memutuskan untuk turun barangkali deidara sudah menunggunya Sakura menggeser knop jendela itu, angin berhembus sangat kencang dengan sekejap dia melompat dari atas jendela lantai 3 sekolah dan berjalan kegerbang depan tanpa harus mengantri dan berdesak-desakan ditangga 'sekolah menyenangkan juga ya' pikirnya dalam hati lalu terkikik pelan, benar saja deidara sudah menunggu dengan wajah yang garang 'mungkin aku terlalu lama' Sakura kembali berucap dalam hati.

.

.

.

.

.

"Bagaimana sekolahmu?," Tanya Pain dikursinya membereskan kertas-kertas yang berserakan "aku tadi menghajar anak kepala yayasan beserta teman-temannya karena melecehkan ku,lalu aku berhasil naik kekelas dua belas—tadi juga ada seorang anak bernama Hana Resfriczt yang menyapaku" lapor Sakura pada Pain disambut semprotan kopi Deidara,Hidan,dan Kakuzu yang sedang berada diruang yang sama "kau bercanda kan Sakura?" Tanya hidan menghampiri Sakura namun Sakura menggeleng dan mengeluarkan surat resmi pemindahan kelas dan beasiswa yang menopangnya "apa aku bercanda soal ini?" Sakura menatap Hidan serius disambut gelengan Hidan "dengan begini aku tidak akan menghabiskan uang senior Kakuzu dan ketua,iya kan senior?" Sakura kini menatap Kakuzu yang kini berhenti memakai penutup wajahnya—kecuali tobi yang terusmemakai topeng topeng aneh dan kekanakan terkadang berbentuk hewan terkadang berbentuk animasi yang disenangi anak-anak—tom and jerry "aku akan mengajarkanmu bagaimana cara mendapatkan banyak uang lagi" Kakuzu tersenyum menatap Sakura dengan bangga, untuk pertama kalinya sakura tertawa dengan ekspresi yang di tunjukan oleh Kakuzu.

"apa aku terlalu tampan hingga kau tertawa sangat manis,sakura?"

.

.

.

.

.

"apa yang ditawarkan pihak komitas padamu, Sakura?" Tanya Itachi yang menyambut Sakura keluar dari ruang rapat bersama dengan Pain disampingnya "mereka merekrutku menjadi inju,namun seminimal mungkin aku harus memenuhi persyaratan yang diberikan mereka" jawab Sakura menyandarkan dirinya ke dinding disamping Itachi—Pain pergi meninggalkan mereka berdua "apa syaratnya?" Tanya Itachi kini antusias

"menangkap beberapa penjahat yang menjadi buronan dan … menjadi blacklist hunter" Sakura menengadah melihat plafon berwarna gading diatas nya rasanya satu hari baru ia jalani namun begitu panjang dan melelahkan.

"jika kau mau aku akan membantumu—" tawar Itachi "dan yang membuatku menarik adalah mereka sepertinya memiliki informasi mengenai keluargaku disini,saat ketua memperkenalkan ku kepada mereka—10 God Father,salah satunya bergumam dan yang lain tersenyum melihatku,aku merasakan hal yang familiar saat melihat mereka,namun aku tidak tahu apa itu. Untuk itu aku akan berusaha sendiri Itachi-san" Sakura tersenyum menatap mata onyx Itachi lalu pergi meninggalkan Itachi yang menatapnya dengan senyuman tipis .

"nah siapa yang pertama akan kutangkap" Sakura menatap selembar kertas yang mencakup foto dan profil dari buronan yang dicari oleh komunitas.

.

.

.

.

Sakura memasuki area hutan ditimur kota itu—mencari orang yang akan ditangkapnya,lalu dia mendengar suara lolongan yang panjang dari seekor hewan yang seharusnya tidak hidup dihutan itu jantungnya berpacu dengan napasnya, udara disekitarnya mendadak dingin dan menyesakkan "jadi kau disini" ucap Sakura melompati pepohonan dia menengadah melihat bulan purnama yang kini menghiasi langit hitam diatasnya, sakura terus menelusuri dahan demi dahan pohon-pohon yang terlihat kuno disekelilingnya—kabut tiba-tiba menyelubungi hutan itu membuat jarak pandang sakura menjadi menipis namun dengan sigap sakura menyelubungi tubuhnya dengan cakra dan membentuk beberapa segel,kemudian beberapa meter didepan Sakura melihat seorang yang terluka parah menyandarkan dirinya pada sebatang pohon.

"seharusnya makhluk astral tidak hidup disini" Sakura membuat kembali beberapa segel dan mengambil katana putih dari dimensi lain.

Makhluk yang lebih mirip serigala berbadan beruang itu segera menyerang Sakura dengan cepat matanya merah semerah mata Itachi dari moncong makhluk itu mengeluarkan asap dan bau yang tidak sedap dia mengibaskan ekor putihnya—Sakura menghindar,pertarungan pun tak terelakan, "apa kau menantangku?" Tanya Sakura meremehkan meletakan sebelah tangan dipinggangnya "darah—darah aku akan memakanmu gadis kecil" ucap serigala itu dengan suara yang menyeramkan— hingga membuat telinga sakura berdenging,Sakura tersentak kaget namun tetap bersikap biasa 'd-dia bisa bicara' ucap Sakura dalam hati membelalakan matanya dengan tidak percaya.

"nona,lari kau tidak akan bisa menghadapi dia !" ucap laki-laki berambut pirang matanya merah seperti itachi "tenang saja" Sakura berkata seolah-olah dia hanya menghadapi segerombolan nuke-nin ia menghunuskan pedangnya namun ditangkis dengan cakar makhluk itu'aku hanya akan mencari celah untuk menemukan saraf nya dan membuatnya tidur sementara tidak mungkin monster ini tidak memiliki kelemahan' Sakura kini menambah dua kali kecepatannya, peluhnya berjatuhan sekilas terlihat seperti tetesan hujan rintik yang jatuh dari dahi putih wanita itu dia menghunus dan menendang perut serigala itu hingga dia terlempar bermetermeter jauhnya lalu saat srigala itu pingsan sakura menusukan jarum cakra pada titik-titik sarafnya sehingga dia tidak bisa bergerak dan bangun hingga Sakura mencabut titik itu kembali.

" Yoshida,seorang ilmuan berbahaya yang menculik orang-orang penting dan membuat mereka sebagai bahan percobaan—juga mencuri 100 milyar jennie dengan wujud yang menyerupai serigala pada malam bulan purnama" sakura membaca profile orang didepannya yang kini berubah menjadi bentuk manusia.

"kau tidak apa-apa, kan? Dengan luka begini orang biasa pasti akan mati" Sakura mengobati robekan diperut pemuda itu , dengan sigap sakura mengalirkan cakra yang tersisa dikegelapan hutan terlihat pendaran berwarna hijau dan kehangatan yang tiba-tiba menyusup di jaringan kulit hingga memperbaiki sel yang telah dirusak makhluk itu, kurang dari satu menit luka itu tertutup digantikan dengan warna merah yang kini menjadi biru bening dimata pemuda yang kurang lebih seumuran dengan Sakura "terima kasih,dan kau hebat bisa mengalahkan dia" ucapnya menghela napas lega "aku baru akan menyerahkan dia pada komunitas" sambungnya lagi dibalas senyuman tipis Sakura "kalau begitu kau kalah cepat dariku, aku yang akan menyerahkannya,maaf .. hei bangunlah masih ada beberapa pekerjaan untukku, jika ka uterus tidur aku akan kesulitan !"ucap Sakura membawa laki-laki serigala itu dan menghilang, "rambut permen kapas dan mata secair danau giok dimusim semi, kita pasti akan bertemu dilain hari dan aku akan membalas semua budimu,nona …" gumam laki-laki itu tersenyum mengelus perutnya yang kini sembuh total.

A/n : hallo maaf aku telat meng update cerita ini, sejujurnya aku dari jauh-jauh hari ingin sekali menulis namun akrena tugas dan praktek ini dan itu aku baru bisa menyempatkan untuk mngupdate cerita ini. Mudah-mudahan pembaca sekalian menyukai ini ya, aku akan mengusahakan untuk melanjutkannya hingga akhir … aku hanya berpesan jaga kesehatan semuanya jangan melupakan kesehatan jika membaca fanfic usahakan untuk beristirahat dan kedipkan mata kalian beberapa kali ya … terima kasih

Review jika berkenan

05042014 (Noeru F)