Gongchan : Hari ini aku akan kebagian untuk bercerita, jadi simak baik-baik ok?
Other members: Andwae!
Gongchan: *pundung dipojok*
Warning: Garing, tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan berbagai kekurangan lainnya, jadi saya minta maaf sebelumnya *deep bow*
Dorm sweet dorm,
Tempat yang memang tidak bisa kami katakan sebagai rumah, tapi….
Entah kenapa, setiap pulang dari berbagai aktivitas aku selalu merindukan suasana dorm ku, dan ranjangnya..
Rasanya tinggal di dorm itu betah. Bukan, bukan karena hampir tiap hari melihat Shinwoo hyung half naked(?) atau melihat Sandeul hyung yang hobi menggoyangkan badannya setiap musik dinyalakan.
Ini karena.. setiap aku ingin kembali ke kampung halamanku, sebut saja aku sedang homesick, para hyung selalu ada disana menghibur dengan cara mereka sendiri.. Setiap member membuat suasana di dorm hangat seperti di saat kau di tengah sebuah keluarga..
Ayo, aku ceritakan bagaimana keadaanku sebagai coretbalitacoret maknae disini!
Hoahemm,
Setengah sadar, setengah tidak aku berjalan terhuyung kearah ruang kumpul. Ternyata aku paling akhir bangun pagi ini, pasti lelah karena latihan semalam. Disana sudah ada Baro dan Sandeul hyung yang sepertinya baru cuci muka.. lihat saja mukanya yang baru agak basah.
"Hey sarapan sudah siap!"
Seperti biasa, ada Shinwoo hyung dan Jinyoung hyung keluar dari arah dapur dengan bawa piring.
"Bibimbap sama tteobokki lagi, umma.. mana bulgoginya?" Aku memasang wajah dengan puppy eyes minta dikasihani-
Pletak!
Tapi sepertinya itu tidak berhasil -_-
"Gongchan, kita tidak sempat belanja bulanan, maklumi tidak ada sapi segar kesukaanmu. Aku tahu, daging sehat buat badanmu, tapi kebanyakan daging juga gak baik kok, membuat tubuh berlemak.. eh tapi kau kan kurus begitu, Jinyoung juga.. Ah, nanti saat beli daging sapi aku akan belikan banyak untuk kalian, tapi tidak untuk Sandeul, dia banyak makan nanti. Kalau Baro hmm boleh sih tapi sedikit, aku lihat beberapa bajunya tidak bisa dikancingkan." Ujar Shinwoo hyung sambil nge rap(?)
Semua member menatap Shinwoo hyung seolah dia adalah mangsa(?)
Sandeul cemberut dan menatap perutnya yang agak membesar, (karena makanan ya)
Baro berusaha untuk mengepaskan bajunya
Jinyoung mengukur lingkar lengannya sendiri.
Dan aku? Hanya bisa mengusap perut dimana abs sedang berkembang biak.
"Bercanda kok, anak-anakku dan suam- yah lupakan yang terakhir. Aku gak bermaksud menghina, aku hanya ingin kalian sehat kok.."
Hening
"Mianhae…" ujarnya sambil menunduk
Kami saling berpandangan, minus Shinwoo hyung. Aku pun mengangguk dan semua pun mengangguk.
"Hana, dul, set…"
"Berpelukan…"
10 detik, 15 detik…
"Hey, kau menekan punggungku Sandeul."
"Kau yang menghalangiku Baro!"
"Hey aku terjepit.. hyung hyung ku." Ujarku sambil menahan sesak karena menahan beban.
"Boleh kita lepas sekarang?" Ujarku lagi yang kini hampir kehabisan nafas
"Ne.." jawab mereka berbarengan
Lihat kan? Kami sudah seperti keluarga…
Jam 11.40 pm
Di waktu seperti ini, kami selalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Masih berada dalam dorm sih, hanya saja kami memiliki 'me time'
Aku sedang membaca komentar-komentar di media sosialku, banyak sekali komen yang lucu dan kadang aku tersenyum dan tertawa sambil menatap layer monitor. Aku ingin sekali membalasnya.. tapi aku takut beberapa orang terlewat dan itu menimbulkan masalah nantinya.. Aku takut mereka akan pikir aku pilih-pilih kan, itu bisa gawat. Jadi, mianhae.. tentunya aku ingin sekali berkomunikasi dengan kalian, tapi membalas banyak pesan tanpa terlewat? Aku tidak bisa :(.
Setelah mengecek media sosial, aku lalu pergi tiduran dan menatap langit-langit.
Baru saja mau menutup mata, tiba-tiba…
"Ssst, jangan terlalu keras, nanti ia bisa mendengarnya."
"Ah iya Baro, mianhae."
Itu kan suara Sandeul dan Baro, mereka ada di kamar sebelah. Jadi, aku sedang mendapat bagian sekamar dengan Jnyoung dan Shinwoo hyung. Sementara itu, aku berusaha menguping pembicaraan mereka.
"Ya, aku rasa kita harus melakukannya."
"Demi kebaikannya."
"Hmm, aku tak sabar untuk besok."
"Sutt, suara kalian jangan terlalu keras, mengerti?"
"Iya, iyaa arraseo."
Ternyata ada suara Jinyoung hyung dan Shinwoo hyung di dalamnya. Apa yang mereka lakukan.. apa mereka melakukan suatu proyek tanpaku? Apa mereka akan meninggalkanku? Aish, lupakan pikiran negatifmu Channie, fokuslah pada latihan nanti! Tapi jujur saja, apa yang mereka bahas membuatku penasaran..
Hoahemm, aku terbangun dengan keadaan pagi yang sepi, iya sepi tanpa ada suara gaduh seperti piring dan alat makan ataupun obrolan kecil. Jam berapakah ini?
10.15 AM
Mwo? Sial.. aku telat bangun! Seharusnya aku sudah ada di ruang latihan.. ottokhae?
Aku pun langsung menuju ruang latihan hanya dengan cuci muka, kebetulan ruang latihan ada berada satu lantai jadi tidak usah repot-repot tapi tetap saja..
"Mianhae, aku telat bangun!" Ujarku sambil membungkukkan badan
Semuanya menatap kearahku dengan tajam, Sepertinya para hyung sedang tidak seperti biasanya. Bahkan mereka sudah latihan duluan tanpa membangunkanku.
Shinwoo hyung berjalan kearahku dan dengan nada suaranya yang dingin.
"Kukira kau sudah belajar apa arti tepat waktu kan, mengingat kita bukan trainee lagi?" ujarnya lalu berlalu.
"Cepat isi posisimu Gongchan!" Kali ini Sandeul juga tidak ada senyum atau pun cengiran khas di wajahnya.
Aku tetap harus berpikir positif, wajar mereka marah.. seharusnya aku sudah mandiri dan tidak melakukan hal yang mungkin diangap sepele, tapi sebenarnya pengaruhnya cukup besar, ya mehargai waktu. Aku kan sudah belajar tentang hal itu.. Ya ampun, apa yang terjadi denganku.
"You and I you and I love you.."
"Gongchan, kenapa kau ada disitu? Itu kan posisiku!" Kali ini Baro hyung membentak padaku. Ya ampun, bukannya memang benar kan posisinya disini.
"Kau yang salah hyung, sungguh aku sudah mempelajarinya kan."
"Kau yang salah Gongchan, sekarang lebih baik kita berlatih gerakan masing-masing dulu, 10 menit lagi kita kumpul. Dan pelajari yang baik, Gongchan." Ujar Jinyoung hyung.
Aku hanya mengangguk sambil mencoba sedikit tersenyum yang sama sekali tidak ditanggapi olehnya.
Aku mulai sedikit frustasi, bukannya baru kemarin kita berkumpul bersama, lalu berpelukan kan? Oke yang terakhir itu membuatku jadi ingin tertawa mengingatnya.
"Apa kami menyuruhmu hanya untuk tertawa?"
"Ne, hyung aku tadi hanya teringat sesuatu kok."
Baiklah mulai fokus Gongchan!
Setelah selesai latihan, aku beristirahat. Tetapi sebelumnya aku harus mandi, mengingat tadi aku tidak mandi saat pergi latihan.
SET!
"Aku dulu, kau bisa menyusul nanti." Tiba-tiba Shinwoo hyung sudah ada di depan ku dan sudah masuk kedalam kamar mandi.
"Hyung.."
Dan saaat berbalik badan, aku menubruk Jinyoung hyung, ia lalu hanya mendelik padaku.
Aku pun hanya bisa menghela pasrah dan memutuskan untuk duduk di sofa.
Disana sudah ada Baro hyung dan Sandeul hyung.
"Hai, hyung, acara apa yang sedang kalian tonton?" Kataku berusaha menyapa mereka.
Hening, tidak ada jawaban… Mereka fokus pada acara yang mereka tonton dan hanya berbicara satu sama lain. Aku mencoba untuk ikut masuk dalam pembicaraan mereka.. tapi mereka tetap menganggapku tidak ada.
Sebenarnya apa yang terjadi…
Apa ada kesalahan? Baro hyung, yang selalu mengobrol dan dekat denganku kini menjauh.. yang lain juga seperti itu. Seolah aku ini tidak diharapkan.
Hyung,
Sudah berapa tahun kita bersama?
4?
5?
Atau 6 tahun?
Dan selama ini apa kita sudah benar-benar seperti keluarga?
Kita memang seperti itu kan?
Iya kan hyung?
.
.
.
.
.
.
.
Dan aku terbangun dan samar-samar melihat keadaan dorm yang sangat sepi, dan gelap.
"Hyung? Kalian ada dimana?"
Hening.
Merasakan lagi Déjà vu. Kenapa harus seperti ini? Akhirnya aku pun lalu pergi untuk mandi, mengingat ini sudah jam 5.15 sore, dan kau bisa bayangkan keadaanku sekarang kan? Dengan rambut acak-acakan dan badan yang lengket.
10 menit kemudian.
Trek,
Seperti ada suara dari ruang tengah, ada langkah kaki.. dan suara bisikan rendah disana.
"Hyung?" Aku pun sambil mengeringkan rambut, (tentunya sudah memakai baju ya, karena aku sudah menyiapkan baju sebelum mandi. Jangan mesum kalian -_-) berjalan menuju ruang tengah.
Tidak ada siapa-siapa,
Aku hanya melihat secarik kertas ditaruh di meja, dan aku pun membacanya.
"Gongchan, kami perlu untuk berbicara denganmu. Temui kami di ruang latihan, pastikan setelah kau melihat surat ini kau langsung menuju ruang latihan. Arraseo?"
Gongchan: Cerita bersambung… kalian akan menunggunya kan? *wink*
(A/N: Sebelumnya mianhae untuk yang sudah request, aku sebagai author sudah lalai :'( Gongchan dipilih karena 'banada' yang komen duluan, so this one is for you, I give you all new one~ *halakh kok jadi nyayiin partnya si cinu sih XD. Dan buat Reika, sesudah partnya Gongchan, baru partnya Jinyoung yaa..
Gomawo sudah me review!)
