Jinyoung: Annyeong! Apa kalian siap mendengarkan ceritaku?

*krik-krik*

Jinyoung: Ayolah, nanti yang mendengarkan aku kasih fanservice deh..

BANA: *ngejar Jinyoung*

Jinyoung: *kabur*


Haa, hari ini adalah hari kesekian kalinya aku pulang sendiri setelah menghadiri suatu acara. Aku lalu membuka pintu dorm dengan pelan.

Keadaan dorm sepi sekali, ruangan pun gelap karena lampu yang dimatikan. 10.25 pm, pantas saja keadaan begitu sepi, mereka pasti sudah tidur. Aku pun memutuskan untuk berkunjung ke ruang latihanku.

Setelah menyalakan tombol lampu, lalu aku mulai menghampiri meja kerja. Well, sejak trainee aku memang sudah memikirkan tentang mengkomposisi lagu sendiri, untungnya pihak management dan para member setuju akan ide tersebut. Rasanya senang sekali mengetahui idemu didukung oleh orang-orang sekitarmu, ya rasanya seperti dilemparkan ke atas awan dan kau melayang diatasnya.. kekeke membayangkannya saja membuatmu senang kan?

Tetapi tentu saja, para member akan memberi masukan-masukan, kami biasanya berdiskusi bersama di ruang tengah, atau di ruang kerjaku ini. Kadang, muncul ide-ide yang lucu untuk dijadikan suatu lirik lagu. Dari pengalaman masa lalu, dari kegiatan bersama kami, ataupun dari ide-ide yang muncul setelah kami menonton sebuah film atau membaca cerita, misalnya.

Setelah selesai menulis beberapa bait, aku lalu memutuskan untuk tidur di ruang kerja.

Tiba-tiba lampu mati, aku pun menoleh ke arah pintu dan melihat ke arah saklar lampu. Posisinya berubah! Yang artinya adalah, bukan pemadaman listrik tapi.. seseorang telah mematikannya.

Oke, tenang Jinyoung.. kau hanya harus tenang dan jangan berteriak..

Sial, aku ingin ke kamar mandi. Apa yang harus kulakukan? Tiba-tiba teringat ucapan manager, dia pernah bercerita tentang penunggu di ruang kerja ini, katanya sih munculnya memang jarang, tapi sekalinya datang membuat bulu kuduk merinding. Memikirkan hal itu membuatku ingin loncat ke rawa-rawa sekarang juga. Aku ingin kabur tapi, rasanya susah sekali untuk melangkah. Ah iya! Aku kirim pesan ke member saja!

Aku pun membuka pesan lewat suatu aplikasi sosial yang sedang digandrungi masyarakat saat ini.

Message to B1A4 grup

Jinyoung : Hey kalian, siapa saja tolong ke ruang kerja alias ruang komposisi sekarang juga..

Tolong bukakan pintu, ne?

Lalu jangan lupa nyalakan saklar lampunya.

Yang kesini pertama mendapat hadiah dariku.

Kumohon cepat ya!

Kemudian aku menunggu beberapa menit dengan gelisah, hawa dingin pun sudah terasa. Hahh kenapa mereka lama sekali? Dan angin serasa bertiup lewat pundakku, huwaa rasanya ingin segera pergi.

Message to B1A4 grup

Jinyoung:

Ayolah.. kalian cepat read

Hey

Hey

Hey!

Dasar tukang tidur -_-

Namun hasilnya sama, pasti mereka sudah tidur. Apa aku memberanikan sendiri ya, untuk membuka pintu? Baiklah.. aku bisa! Aku bisa(?)

Aku pun segera melangkahkan kakiku ke arah pintu, rasanya seperti berjalan 1 km saja. Akhirnya aku sudah sampai di depan pintu! Ah syukurlah, aku pun segera memegang gagang pintu dan membukanya perlahan, dan..

Sosok itu terlihat nyata! Dengan tangannya yang terangkat.. Aku pun terjatuh kebelakang. "Hyaaa! Pergi kau siluman!"

Ctak!

Tangan sosok itu menyalakan saklar lampu. Semua terlihat jelas sekarang.

"Shinwoo? Eh kukira kau siluman.."

"Sembarangan! Siluman beruang sih iya." Ucapnya setengah mengantuk.

"Yasudah cepat tidur, lain kali saja ceritanya." Ucapnya mendahuluiku.

Aku pun mengekorinya masuk ke dorm.

11.45 pm

Saat kami memasuki pintu dorm, terlihat member lain sudah bangun dengan mata setengah terpejam.

"Wah, kalian rela bangun demi aku ya?" Ujarku berbinar-binar.

"Menunggu apa hyung, gara-gara kau, aku dan Baro susah tidur." Ucap Sandeul.

"Apa maksudmu?"

"Kau bolak-balik ke kamar mandi kan? Pintunya kau buka tutup terus, dan kau menutupnya tidak pelan, malah seperti sengaja agar kami bangun." Ucap Baro.

Gongchan hanya terantuk antuk.

"Kalau aku sih terbangun karena suara Shinwoo hyung yang juga bangun." Ucap Gongchan.

"Ah mianhae, semuanya itu gara-gara masalah kecil. Besok aku ceritakan deh! Dan untuk Shinwoo, kau ingin hadiah seperti apa?" Ujar ku dengan seringai jahil untuk menggodanya.

"Ah itu.. su sudahlah.. I itu tidak seperti yang kau pikirkan!" wajahnya pun merona kali ini.

"Ahaha, baiklah.. ayo semuanya.. kita tidur!" Ucapku menghampiri Baro dan Sandeul karena aku sekamar dengan mereka. Sedangkan Gongchan sekamar dengan Shinwoo.

Saat semuanya hampir beranjak.. Aku tersadar sesuatu..

"Hey! Tunggu dulu, aku baru saja sampai disini karena daritadi aku ada di ruang kerja. Jadi aku tidak pernah bolak-balik membuka pintu kamar mandi..."

Semua member sepertinya langsung tersadar sesuatu.

"Jadi.." Perkataan Sandeul terpotong.

"Ayo mengungsi ke ruang tengah sekarang juga!" Ucap Gongchan berlari kea rah ruang tengah. Kami pun sama, mengikutinya.

Well, aku kira tidur berlima untuk malam ini tidak buruk juga.. Sepertinya kami harus memanggil ghost buster lain kali..

End.


A/N:

Hai readers! Terimakasih sudah mau menyempatkan diri membacanya ya.. Ah iya, pengaruh baca komik horror akhir-akhir ini jadinya buat yang kayak gini, deh.. Jinyoung, yang menjadi korban wkwkw. Nah siapa lagi yang akan bercerita selanjutnya? Yok silahkan dipilih dipilih…

Btw, saengil chukka hamnida Jinyoung oppa! *telatwoi *maafkan *barubukaffn *mianhae :(

Bonus:

Jinyoung : "Seram kan? Hii merinding sekali."

CNU: "Bagaimana kalau kau bukan Jinyoung yang sebenarnya?"

Jinyoung: "Apa 'Jinyoung yang palsu' tau kapan first date kita?"

CNU: "Kalau begitu sebutkan"

Jinyoung: "Di minimarket, jam 07 malam lewat 15 menit, saat itu kita belum debut kan."

CNU: *smile* "Ne, kau memang Jinyoung. Kalau begitu aku minta hadiahnya ne?"

Jinyoung: "Kau ingin apa?"

CNU: "Traktir aku makan. Au ingin sekali jjangmyeon, bulgogi, ah iya! Tteoboki juga dan kimchi!"

Jinyoung: "Ah sepertinya lain kali saja ya, tiba-tiba aku lelah.. Mianhae!" *kabur*

CNU: …..