Hmmm.. tes tes,

Halo BANAdeul! Akhirnya tiba juga saat aku bercerita!

Baro: Sudah cepat ceritakan saja -_-

Sandeul: Hey! Jangan memotongku dulu -_-

Baro: Habis kau lama sih..

Sandeul: Apa kau bilang? Kau iri kan karena aku yang terpilih duluan?

Baro: Iri?! Yang benar saja!

Sandeul: Iya kan?!

*Baro dan Sandeul debat* *Other member masang wajah datar -_- *

-Wait a moment-

Akhirnya si tupai itu berhasil aku singkirkan.. Baiklah tanpa basa-basi lagi ini dia ceritanya!


Sabtu, 08.00 AM

Suatu hari dimana burung bercicit(?) dengan indahnya. Ya, saat itu aku masih di tempat tidur meringkuk di dalam selimut bermotif bebek berwarna kuning yang tengah tersenyum riang (anggap saja begitu, meskipun aku tidak tahu apakah bebek itu benar-benar tersenyum atau hanya membuka paruhnya saja). Kemudian terasa tepukan dikakiku

"Hmm.. 5 menit lagi."

Tepukan lagi

"Hmm.. 1 menit lagi deh aigoo"

Tepukan terus dan terus, kemudian rasa geli menghampiri telapak kakiku. Dia menggelitikinya!

"Tupai jelek! " Aku menendang tangannya pelan, tentu saja karena masih keadaan setengah sadar dan masih lemas.

Dia tertawa lalu mengacak rambutku.

"Bangun my sweetie duck" Ia mengacak acak rambutku kemudian ia melangkahkan kakinya keluar kamar.

"Hey!"

Tuhkan benar si tupai itu yang menggangguku.

"Cepat nanti kau kehabisan sarapan." Ujarnya dari luar kamar

"Ne, nanti aku kesana Baroya." Ucapku masih mengumpulkan kesadaran.

Ini sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi. Dia bilang apa tadi? Haah.. my sweetie duck katanya. Eh tunggu? Aku berusaha mencerna arti 'my sweetie duck' tersebut. Duk! Kepalaku terbentur tiang kasur karena terlalu kaget atas pernyataannya tadi. Dasar tupai itu.


Aku mengucek ngucek mataku sambil berjalan menuju ruang makan.

"Annyeong.."

"Sandeul hyung lama sih.. jadi tinggal sedikit deh makanannya.." Gongchan dengan santainya menghabiskan suapan itu tepat di depan mataku! Bocah ini..

"Hya! Kenapa kau melakukan itu? Lihatlah kelakukannya ini.." Aku merengek sebal sementara Gongchan hanya menjulurkan lidahnya padaku.

"Kurasa aku akan memasak saja deh.." Ujarku

Saat aku hendak ke dapur, tiba-tiba Baro sudah mengisi mangkuk nasi ku dengan nasi dan lauk pauknya.

"Sengaja tadi aku mengambil banyak, agar kau tidak kehabisan." Ujarnya tenang lalu melanjutkan makannya.

Aku hanya menatapnya heran lalu berterimakasih padanya. Kulihat Shinwoo hyung seperti tersenyum penuh arti. Hmm.. kenapa lagi dengan dia itu?


11.00 AM

Sesudah latihan koreo, kami beristirahat sejenak.

"Haa pegalnya." Jinyoung terlihat memijat-mijat bahunya.

"Ayo kita buat kereta pijat!" Ucap Jinyoung.

Yah, dia memainkan permainan itu lagi. Ini biasanya kami mainkan jika merasa lelah dan pegal-pegal. Siapapun yang meneriakan 'Ayo kita buat kereta pijat' menjadi yang paling depan, yang kedua memijatnya, kemudian yang ketiga juga memijatnya, begitu seterusnya sampai yang terakhir.

Aku pun buru-buru berbaris.

"Hey, aku yang paling akhir!" ujarku

Member yang lain hanya tertawa.

"Nanti juga berbalik arah kok tenang saja." Ucap Jinyoung hyung sambil terkekeh.

Urutan 'gerbong kereta' pun seperti ini:

Jinyoung hyung, Gongchan, Shinwoo hyung, Baro, dan aku.

"Ayo keluarkan tenagamu Sandeul.." Ucap Baro.

Aku kerjai saja dengan memijatnya keras-keras.

"Hey.."

"Ahahaha"

Dan semua pun tertawa. Oke, oke ini memang cukup mengasyikan di sela latihan yang padat, apalagi mengerjai Baro kapan lagi aku menang mengerjainya? Yah walaupun aku juga dikerjainya juga sih pada ujungnya. Saat-saat bersamanya, maksudku saat-saat bersama para member memang menyenangkan.


Hari sudah agak menjelang sore. Kami melakukan aktivitas masing-masing.

Sambil melipat baju, aku pun bersenandung kecil.

"Yo, Sandeulie!"

Terdengar suara berat yang sudah familiar di telingaku.

"Temani aku bermain soccer game, bagaimana?"

Aku menatapnya dan kembali menatap pakaian yang masih belum beres.

"Tapi aku masih belum membereskan pakaianku.."

"Biasanya juga kita jarang merapikan pakaian, ayolah Sandeul! Yang menang boleh mendapat traktir, bagaimana?"

Tawaran yang menggiurkan sih, mengingat aku kebanyakan menang melawannya dalam main game.

"Ayo!" Ucapku.

Kemudian ia segera menarik tanganku ke ruang tengah, meninggalkan pakaian yang teronggok di kasur.


"Yeah! 2-2!" Ucap Baro kali ini ia terlihat sangat senang. Hmm, pertarungan makin sengit nih.

"Ah iya, aku punya ide bagaimana kalau yang menang, selain di traktir ia bisa menjadi 'raja sehari' bagaimana?"

Aku berpikir sebentar. Menarik, tapi jangan-jangan dia sudah menyiapkan taktik! Hmm, aku setuju atau tidak ya?

"Kau yakin tidak akan menyesal?" Ucapku tersenyum jahil.

"Aku yakin seratus persen, sepertinya dewi fortuna sedang memihakku hari ini." Ucapnya tersenyum percaya diri.

"Baiklah, deal!" Aku juga percaya diri. Lihat saja aku akan-

20 menit kemudian

"Yeah, skor 2-4!" Baro meloncat kegirangan.

Aku hanya bisa menghela nafas pasrah.

"Ingat ya, mulai besok aku akan di traktir dan jadi raja sehari!" Ucapnya dengan cengiran lebarnya.

"Iya, iya tapi jangan minta traktir yang aneh-aneh ya." Ujarku sambil tertawa. Yah tidak apa lah lain kali aku pasti akan menang!

Sementara itu dari belakang kami muncul suara tawa yang menggelegar dari Gongchan.

"Aku menang hyung!" Terlihat Gongchan tersenyum sumringah disana.

Aku dan Baro menatapnya bingung.

"Ehh, maksudnya?"

"Menang taruhan." Ujar Gongchan sambil tersenyum coretpoloscoret.

Sementara itu kedua hyung hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

"Uang tabunganku.." ucap Shinwoo hyung sambil mengeluarkan uang dari celengan beruangnya.


Pukul 10.00 pm

semua berkumpul di ruang tengah. Kami sedang mengadakan sesi diskusi, ya semacam sesi curhat sih, tapi tidak hanya itu saja, kami bisa mengeluarkan pendapat, masukan-masukan untuk grup dan member lain, misalnya.

"Nah, mungkin kita akan sering olahraga pagi di hari Sabtu atau Minggu. Bagaimana menurut kalian?" Ucap Jinyoung hyung.

Kami menyetujuinya, lumayan ada kegiatan refreshing tiap akhir pekan.

"Baiklah kalau begitu. Mungkin ada yang mau membicarakan hal lain?"

Aku mengangkat tanganku dan Jinyoung hyung mempersilahkan.

"Ini.. um, ada yang aku ingin tanyakan kepada Baro." Ujarku.

"Jangan-jangan kau belum bayar hutang, hyung?!" Perkataan Gongchan itu menyambut gelak tawa dari para member.

"Hahaha ya ampun, bukan itu.." Ujarku masih tertawa

Kemudian semua berhenti tertawa. Oke, serius time.

"Pertanyaannya adalah.. kenapa kau selalu membangunkanku dengan cara menyebalkan?" Ujarku sambil pura-pura merengut.

Baro yang wajahnya tegang kini mulai mencair.

"Yah itu sih tidak usah ditanya lagi, itu agar kau cepat bangun. Aku benar kan hyung? Lagipula masa aku harus membangunkanmu seperti putri tidur yang menunggu sang pangeran membangunkannya dengan-"

Oke, perkataannya tergantung begitu saja. Atmosfirnya terasa aneh disini. Wajahku merona.

"Putri.. pangeran? Haruskah perumpamaannya seperti itu?" Ucapku pelan

Jinyoung hanya berdehem saja, Shinwoo tersenyum penuh arti lagi, dan Gongchan menimpali

"Ah, apakah pangerannya itu akan berbicara seperti ini?"

Gongchan kemudian berdehem sebentar lalu terlihat menirukan suara,

"Bangun my sweetie duck"

Aku dan Baro terkejut. Jadi selama ini…

"Hey, kau mengupingnya?" Baro berkata dengan wajah merona. Oke, baru kali ini aku melihatnya merona sehebat itu.

"Lebih tepatnya sih mengintip kalian." Ujarnya dengan muka tak berdosa lagi.

"Sudah kuduga.." Shinwoo hyung memasang pose yang entah darimana ia terinspirasi seperti itu.

Jinyoung hyung tertawa puas mendengarnya

Aku pun melemparkan bantal yang ada di sofa kearah Gongchan.

"Dasar Gongchansaurus!" Ucapku

Dan malam ini pun berakhir penuh tawa(?)


End

Sandeul: Yosh! Ini ceritaku..

Jinyoung: Ah ya, aku mengerti jadi intinya kau ingin menceritakan keseharian Badeul couple kan?

Sandeul: *blush* Bukan itu hyung.. A-aku,

Shinwoo: Sudah kuduga *pasangpose*

Sandeul: Berhentilah memasang pose itu hyung, demi apa aku geli melihatnya *nahan tawa*

Baro: …

Sandeul: Kenapa kau diam Baro?

Baro: Kau kurang menceritakan keromantisan kita, padahal kan masih banyak momen momen—

Sandeul: Stop it *blush* *blush*


A/N : Nah akhirnya saya bisa apdet fanfic! Yey!

Terimakasih untuk Binny Bunny Sweety :) , ini kelanjutannya. Requestmu, Sandeul oppa! ^^ Maaf yaa, kalau ini banyak kekurangan..

Dan rencananya ini mau di update tanggal 21 Maret. Tapi ga yakin bisa update tanggal segitu, dan lagi ada waktu nulis sekarang-sekarang ini.. jadi yah updatenya sekarang deh. Lho memang ada apa tanggal 21 Maret? Apa hayoo xD

Terimakasih juga untuk para readers sekalian.. mohon krisarnya supaya Hirana bisa menulis lebih baik lagi!

Okee dan request masih terbuka menyisakan dua anggota, yaitu Baro dan CNU. Pilih yok dipilih..

Gomawo! ^^