Akhirnya, chanyeol dapat melepaskankan penatnya pada kamar yang ditunjuk kris untuknya. Kamar yang cukup luas, bahkan kau masih dapat berguling guling dilantai. Tidak seperti kamar apartement chanyeol, hanya dapat di tempati lemari dan kasur, tiga langkah dari kasur kau akan mencium tembok, itu benar benar sempit.

Chanyeol naik keatas kasur, menanggalkan celana jeansnya, ya itu kebiasaan chanyeol tidur hanya memakai celana dalam saja dan melepaskan sepatu lalu menendangnya sembarang.

Selama 90 menit chanyeol mencoba memaksa memejamkan mata, selama itu pula chanyeol berguling guling 60 kali, pikirannya terus terfokus pada baekhyun. Apakah dia sanggup menghadapinya, bahkan chanyeol belum resmi bekerja, baekhyun sudah berani mengerjainya. Dan akhirnya chanyeol berhenti berguling guling yang ke 75 kali. dengan mengambil hapenya, browsing cara cara mengasuh anak, bukannya memberi manfaat bagi chanyeol, justru dia makin stres membaca kasus kasus anak yang dibacanya. Tanpa terasa chanyeol akhirnya jatuh tertidur, hape yang terlepas dari tangannya dan menghantam keningnyapun sampai tak terasa.

.

.

Chanyeol terpaksa menghentikan air liur yang mengalir pada pipinya, akibat mendengar dentuman dentuman keras memekakkan telinga yang berasal dari balik pintu.

Nunna ya nunnaa... bangun.. bagaimana mana bisa aku yang membangunkanmu" terdengar suara anak kecil yang menjengkelkan, siapa lagi kalau bukan dari baekhyun.

Iya bentar baekkie ah"sahut chanyeol serak,dan bergerak menuju pintu dengan sedikit sempoyongan mengingat chanyeol hanya tidur satu setengah jam.

Sesaat chanyeol membukakan pintu, bukan ucapan selamat pagi yang di dapat, justru dihadiahi teriakan 5 oktaf yang memekakkan telinga dari baekhyun. seperti kesurupan baekhyun menarik kasar gagang pintu dan kembali menutupnya.

Aarrrgghhhh...nunnaaaaa... kau mencemari mataku, aku masih berumur lima tahun dan kau sudah menggodaku? apa tidak cukup appa saja?aku masih terlaluu muda" teriak baekhyun sambil menutup kedua matanya.

Mendengar teriakan baekhyun, chanyeol refleks melihat bagian bawah tubuhnya yang hanya memakai celana dalam. dasar chanyeol bodoh"rutuk chanyeol sambil menjedukkan keningnya pada pintu. Dan Secepatnya chanyeol memakai celananya.

Makasih ya baekhyunie bangunin nunna"ucap chanyeol yang sudah keluar kamar, sambil menarik gagang pintu menutup, yang dibelakangnya.

Cih siapa yang mau bangunin, itu karena disuruh appa... TERPAKSA"jawab baekhyun sinis dan menambah penekanan pada kata terakhir.

Nuna apa kau sudah memakai celanamu"tanya baekhyun dengan suara teredam dari telapak tangan yang masih menutup matanya.

Sudah nih" seru chanyeol sambil mebuka kedua telapak baekhyun, seperti mereka baru saja bermain petak umpet. Terkejut dengan tindakan chanyeol, baekhyun refleks menarik tanganya kasar, lalu berlari dan berteriak "jangan berani berani menyentuhku".

Huh dasar, dibaikin malah tereak, hobby kali" batin chanyeol bete sambil berkacak pinggang.

.

.

Eeuumm..."chanyeol bingung harus berkata apa, mengingat dia baru memulai kerja, sudah membuat kesalahan bodoh dengan bangun lebih lama dari tuan rumah. Ditambah lagi kris telah menyiapkan sarapan utuknya dan kris sedang sibuk menyuapi baekhyun,yang seharusnya pekerjaan chanyeol.

Duduk dan makanlah dulu" kris mempersilahkan dengan ramah, sambil menunjuk makanan yang disediakan untuk chanyeol.

Euummm..maaf"chanyeol memberanikan diri berbicara.

Maaf, saya telat bangun dihari pertama, itu karena saya terlalu excited dengan pekerjaan baru saya, membuat saya susah tidur dan akhirnya bangun telat" ucap chanyeol beralasan

Susah apaan, tidur sampai gak pake celana gitu" ucap baekhyun lirih, membuat chanyeol tersedak sakin malunya.

Tidak apa apa" jawab kris terkekeh. aku juga dulu begitu, bahkan aku dihari pertama nyaris dipecat, tapi untung saja hanya terkena potongan gaji" lanjut kris masih terkekeh.

Mendengar perkataan baekhyun saja, chanyeol sudah tercekat apalagi ditaambah pernyataan kris, serasa makanan yang ditenggorokan chanyeol berubah menjadi duri. Benar benar keluarga berlidah tajam.

Melihat reaksi shock chanyeol, kris segera berkata "tenang chanyeol, aku bukan orang seperti itu" yang masih terkekeh geli melihat reaksi lucu chanyeol

Dentingan dentingan suara peralatan makanan yang berasal dari meja makan, terdengar seperti backsound pengiring sarapan pada keluarga kecil, ayah, anak dan ibu...emm lebih tepatnya ibu pengasuh. Keheningan tak berlangsung lama ketika kris memulai percakapan.

Apakah rumahmu jauh dari sini? Kalau tidak keberatan kami ingin mengantarmu, lagipula aku dan baekhyun tidak memiliki rencana hari ini, setelah itu mampir sebentar ke toko mainan, iyakan sayang?"tanya kris sambil melirik chanyeol dan baekhyun bergantian.

Tidak mau, aku mau nonton tv aja" jawab baekhyun malas

Iya tidak apa apa, lebih baik saya pergi sendiri " sambut chanyeol

Hhmmm...baiklah, berarti tidak ada mainan baru hari ini dan juga chanyeol shi,bukankah kau sudah kehabisan uang?bahkan kemarin kantong sakumu terbalik keatas?"ucap kris seperti terdengar mengancam pada kedua lawan bicaranya.

Perkataan yang dilontarkan kris seperti menghipnotis keduanya, membuat keduanya berseru bersamaan" AYO KITA BERANGKAT"

.

.

Dengan setelan sewarna biru dengan appanya, baekhyun dan kris terlihat seperti pasangan lucu, benar benar membuat chanyeol seperti pengasuh, hanya menggunakan pakaian kemarin yang tak terlihat rapi lagi.

Ayo kita berangkaatt..." seru baekhyun penuh semangat dengan tangan kanan terangkat keatas, seolah olah seperti bukan dialah yang menolak ajakan tadi.

Lets gooooo..." sahut kris mengikuti baekhyun bertingkal lucu, membuat chanyeol senyum senyum sendiri melihatnya.

Belum sampai chanyeol menggerakan pantatnya untuk duduk di bangku belakang, baekhyun sudah memotongnya dan menghempas pintu, tepat didepan wajah chanyeol. Kepala baekhyun menyembull dari balik jendela mobil, tertawa mengejek chanyeol. Akhirnya chanyeol duduk dibangku penumpang disebelah pengemudi, hasil dari instruksi kris.

.

.

Perjalanan begitu tenang, baekhyun terdiam sibuk melihat pemandangan sekitar dari balik jendela, muka nyaris tertempel pada jendela, meninggalkan bercak embum pada jendela. Kris yang fokus pada jalanan, sesekali ikut bernyanyi dari suara radio, walaupun terkadang kris bernyanyi lari dari musiknya, tapi itu membuat chanyeol nyaman dan tenang. Sedangkan chanyeol sibuk bergulat dengan pikirannya, mau berbicara atau hanya diam saja sepanjang jalan, mengingat chanyeol yang hobby ngomong membuatnya terasa kikuk.

Mata chanyeol yang mulai tertutup mengantuk, kembali terbuka karena merasakan beban dipahanya. ternyata baekhyun merangkak naik di pangkuan chanyeol tanpa izin.

Dibelakang aku tidak bisa melihat jalanan di depan"jelas baekhyun dengan muka menengadah ke atas menatap wajah chanyeol, seolah olah tatapan chanyeol seperti meminta penjelasan.

Its okey baek"seru chanyeol memposisikan baekhyun dengan tepat dipangkunnya dan memelukknya dari belakang.

Mungkin baekhyun akhirnya sedikit demi sedikit akan menerima chanyeol, tapi chanyeol salah, beberapa saat kemudian baekhyun menghentak hentakkan tubuhnya pada pangkuan chanyeol, entah itu disengaja atau itu berasal dari guncangan mobil. Walaupun chanyeol memiliki paha yang cukup berisi, tapi tetap saja itu terasa sakit. Baekhyun hanya cengengesan melihat chanyeol meringis. Jika yang disampingnya bukan kris, mungkin chanyeol sudah melempar baekhyun dari balik jendela dengan senang hati..

.

.

.

.

Sebenarnya aku gak mau nulis ch 2 nya.. klo cuma mau nulis sesuatu jadinya aneh,... jadi tak tulis dikit.

Reviewnya dong, seperti kata mbak kim sohyun, tanda bacanya masih kacau, ini yang ch 2 sudah diperbaiki, tapi mungkin masih kacau, soalnya benar2 newbie nulis cerita, jadi mohon masukannya, lagi tergila gila nulis cerita niihh...

Trus, klo di liat2 ceritanya kurang seru gitu jadi agak males,,... jadi mohon masukannya