Walaupun semalaman tenaga chanyeol habis terkuras, karena dampak dari kesibukkan menata ruang kamar barunya, bahkan dia sampai mengikuti kata kata fengshui. Hanya karena tata letak, chanyeol dapat menghabiskan waktu sampai tiga jam. Tapi chanyeol terpaksa menyeret tubuh jangkungnya dan menjejakkan kedua telapak kakinya pada lantai yang terasa dingin dipagi hari ini. dengan tenaga yang belum terkumpul penuh. Sedikit terhuyung, chanyeol menuju dapur dengan mata sedikit tertutup mengantuk. ruangan yang telah dilintasi belum terlihat tanda tanda kehidupan. Isi penghuni mungkin masih sibuk dengan mimpi masing masing dan beberapa menit lagi akan berakhir dengan ending yang belum dapat diprediksi.
Sampai di ruang dapur yang cukup luas bahkan ruangan tersebut dapat diisi dengan empat orang untuk tidur. Chanyeol mengedarkan penglihatannya, penuh dengan segala sesuatu jenis peralatan masak, dari berukuran kecil sampai berukuran besar, dari alat yang sangat dibutuhkan sampai alat yang tidak ada gunanya sama sekali seperti stiker stiker bergambar makanan yang terdampar tak tersentuh di ujung rak piring, isi kulkas yang penuh makanan dari buah, sayur, daging yang belum diolah, sampai bahan rempah rempah yang terkecil, itu cukup untuk persediaan selama semingu. Tetapi dari banyaknya bahan makanan yang tersedia, chanyeol hanya membuat sandwich sederhana.
"oke mari kita memasak" seru chanyeol tengah mengikat rambutnya, dan mengikuti instruksi masakan pada note pink kecil yang tertempel pada dinding pintu kulas." Hhhmmm perfect taste" chanyeol berujar beberapa saat setelah selesai masak dan dengan bangga mengangkat hasil makanannya. dan hampir saja, Makanan nyaris tergelincir dari tangan chanyeol, terkejut mendengar suara kris dari sudut ruangan."Fiuuhh nyaris saja" gumam chanyeol sambil mengelap keringat imajinernya sambil berlalu menuju ruang makan yang telah ditunggu pemilik rumah.
"makanan datang" seru chanyeol semangat,meletakkan makanan didepan masing masing, dan tak sabar melihat reaksi dari keduanya. Dilihat dari pandangan, kris segera mengangkat sandwich menuju mulutnya yang sudah terbuka lebar, setelah merasakan makanan dalam mulutnya, terlihat sudut bibir kris terangkat membentuk senyuman dan sekilas melirik pada chanyeol seolah olah bekata " good job chanyeol", melihatnya chanyeol menjadi tersenyum malu, bukan karena pujian akan makanannya, tapi karena senyum kris yang menggetarkan hati. Dilain sisi, baekhyun tengah sibuk mengamati sandwich dari tiap sudut, mencari cari bagian celah yang dapat diperdebatkan. Tak ada bagian yang dapat diprotes, akhirnya menyerah dan segera menyentuh makanannya dengan sedikit malas.
"cha baekhie ah, pergi mandi nuna akan memandikanmu, dan chanyeol ah, segeralah bersiap siap setelah memandikan baekhyun, kita akan berangkat bersama kesekolah baekkhyun dan kekampusmu, dan satu lagi, aku mungkin akan terlambat pulang jadi kau bisa menjemput baekhyun nanti" perintah kris sehabis makan. Dan chanyeol hanya mengangguk sepakat.
Segera baekhyun berlari menuju kamar mandi dan melucuti pakaiannya satu persatu dan melemparnya kesegala arah jauh chanyeol sedikit bersusah payah akibat kegiatan yang ditimbulkan oleh baekhyun. Tanpa melihat sekitar baekhyun melompat kedalam bathtub membuat chanyeol basah dibagian pinggang, chanyeol hanya bisa menahan kesal.
"Tidak dalam bathtub baekie, ayo keluar nuna akan menyabunimu" seru chanyeol, tangan kiri menyambar sabun yang terletak diwastafel.
"tidak mau, sini berikan sabunnya padaku" balas baekhyun berusaha merampas sabun dari tangan chanyeol.
"Tidak bisa, kita tidak akan bermain, kau akan terlambat sekolah baek, jika tidak kau dan aku akan kena marah appa"ancam chanyeol yang berbuah hasil, akhirnya baekhyun keluar dari bathtub dengan sedikit bantuan chanyeol. Chanyeol yang sibuk menyabuni baekhyun, dan baekhyun sibuk memukul mukul air bathtub dan chanyeol berakhir basah kuyup akibat percikan air. Dengan pengorbanan basah kuyup akhirnya baek selesai mandi juga.
Sebelum tangan chanyeol sampai menyentuh handuk, baekhyun sudah melarikan diiri keluar, meninggalkan genangan air dimana mana. Membuat pekerjaan chanyeol menambah.
"nunaaa...ayo tangkap aku kalau bisa" tantang baekhyun sambil tertawa
Bukan hal mudah bagi chanyeol mengejar baekhyun yang bertubuh mungil, chanyeol tidak memiliki tubuh gemuk tapi memiki tubuh yang tinggi, setidaknya tulangnya mengambil bagian pada berat tubuhnya, yang pasti membuatnya memikili bobot diatas 50kg.
"Baekkie ah.. HosH...HOSH...berhenti...nuna capek"bujuk chanyeol ngos ngosan, kedua tangan memegang kedua lutut setengah berjongkok menahan capek, handuk yang tertempel pada bahu hampir terjatuh.
Kris yang keluar dari kamarnya, berdecak kesal melihat tingkah onar baekhyun dipagi hari. " baek, tidak ada berlari lari didalam ruangan dalam keadaan telanjang" tegur kris kesal. "dan kau sudah membuat keributan dipagi hari"
"lalu dimana bisa telanjang?dikamar tidur?"baekhyun terhenti menjawab pernyataan kris dan sepersekian detik baekhyun kembali berlari gembira.
Mendengar ucapan baekhyun, ingin rasanya kris detik ini juga mencukur kepala baekhyun dan melemparkan baekhyun ke kuil shaolin untuk mengajarkannya bagaimana cara mulutnya bertatakrama yang baik.
Akhirnya dengan bantuan kris, chanyeol berhasil memasangkan seragam sekolah berwarna biru kotak kotak pada baekhyun yang sedari tadi terus tertawa memberontak melihat kedua orang dewasa didepannya kewalahan.
"fiuuuhhh selesai juga" seru kris bersyukur gembira melakukan highfive dengan chanyeol.
Sementara baekhyun masih berguling guling dilantai berkutat berusaha memasang kaos kaki sendiri.
.
.
.
Tak jauh dari rumah kris, kira kira menghabiskan waktu kurang dari 2 menit, bangunan sekolah baekhyun sudah terlihat semakin dekat, memiliki pagar yang cukup tinggi, terlihat dari ruang ruang pagar, sekolah memilki halaman yang luas di fasilitasi permainan anak anak bermain. Bangunan hanya berlantai dua dan tanpa bangunan yang berlapis lapis seperti kebanyakan, tapi masih tampak bergengsi. Akhirnya kris mematikan mesin mobilnya tepat disamping gerbang sekolah. Merasakan mobil tak lagi bergerak, baekhyun segera membuka pintu mobil dan berlari menuju seseorang laki laki dewasa yang sedang sibuk menyapa murid dan orang tua yang sedang mengantar anaknya.
"Hallo mr zhang" sapa kris mendekati lay, diikuti oleh chanyeol
"Hallo mr wu dan hallooo..?"balas lay menggantung, dengan tangan menunjuk chanyeol bingung
"Ahh halo mr zhang, park chanyeol imnida"balas chanyeol ramah sedikit menunduk
"Ahh siapa dia mr wu?"tanya lay ceplas ceplos terkenal dengan kepolosannya."kalian benar benar terlihat serasi, apakah kalian pasangan?". Mendengar penuturan lay keduanya hanya terdiam terkejut dan muka keduanya sudah memerah malu dan baekhyun melihat sinis pada gurunya.
"Mereka bukan pasangan mr zhang dan chanyeol nuna hanyalah pengasuhku" jawab baekhyun kesal dengan bibir bawah sedikit lebih maju cemberut.
"Tapi baek mereka benar benar terlihat baik, lihatlah bahkan mereka sama sama memiliki tubuh yang tinggi,seperti saling melengkapi" tutur lay melihat kedua orang dewasa didepannya, seolah olah lay adalah seorang penggemar lama, yang akhirnya dapat bertemu langsung pada idolanya dengan pandangan kagum.
"tapi tetap saja mereka bukan pasangan"
"tapi baek, sebagai anak yang baik kau harus mengakuinya,meraka terlihat serasi"
"tidak...sama sekali tak terlihat serasi tuh"jawab baekhyun akhirnya memalingkan wajahnya kesal dengan melipat kedua tangannya.
lay yang sudah membuka mulutnya lebar untuk membalas perkataan baekhyun, segara dipotong oleh kris, percakapan yang mulai ngawur "ehm sebaiknya baekhyun masuk kedalam ruangannya mr zhang"
Seperti terbangun dari lamunannya, lay terkejut tersadar apa yang baru saja dilakukannya. "ehehee maafkan saya, ya sebaiknya kau masuk. Ayo beri salam kepada kedua orang tuamu baek" perintah lay yang masih saja nyeleneh.
"Ahjussiiiieee" jawab baekhyun cemberut
"ya ya maaf baek"jawab lay terkekeh
Segera baekhyun memberikan kris pelukan hangat dan juluran lidah menggembirakan pada chanyeol, dan segera berlari menjauh sebelum sang appa marah.
"dasar baekhyun, maafkan dia chanyeol" kata kris dengan pandangan menyesal. "dan mr zhang kami pamit dulu" kris berpamitan
"ya berhati hatilah tall couple"jawab lay semangat sambil melambaikan tangannya
Kris dan chanyeol hanya bisa menghela napas panjang melihat tingkah guru baekhyun yang absurd.
.
.
.
Perjalanan menuju kampus chanyeol terasa hening kikuk bagi keduanya, keduanya tampak bingung untuk memulai percakapan.
"maaf sebelumnya jika aku sedikit lancang,dimana istrimu sekarang?" tanya chanyeol ragu ragu memulai percakapan.
"ahh kita belum sempat bercerita satu sama lain ya, istriku meninggal saat melahirkan baekhyun, disaat itu dia terlalu muda untuk melakukan persalinan, usia yang masih rentan untuk melahirkan, saat itu usia kami masih 16 tahun"akhirnya kris memulai percakapan yang cukup canggung dengan raut muka sedih." Dan sampai saat ini aku masih tetap jatuh cinta padanya,walaupun dia sudah pergi jauh"
Mendengar penuturan kris, chanyeol hanya bisa meminta maaf sedih, betapa beruntungnya wanita tersebut walaupun sudah tiada, kris masih mencintainya.
"tidak apa apa chan, ah ngomong ngomong kau mengambil jurusan apa?" tanya kris mengalihkan pembicaraan.
"aku mengambil jursan musik modern. Dari kecil memang aku bercita cita menjadi seseorang musisi" jawab chanyeol sedikit bangga.
"wah, terdengar keren. Jika kau membutuhkan seorang penyanyi,aku siap membantu, walau fals disana sini." Tutur kris membuat keduanya tertawa geli."tapi jika kau benar benar mebutuhkan seorang rap, aku benar benar cukp handal"
"benarkah?aku juga menyukai rap, apakah kau menyukai dinamic duo?atau big bang?aku benar benar suka rap mereka...terlebih pada TOP"tanya chanyeol terkejut gembira, kris dan dia memiliki hobby yang sama.
"dilain hari kita harus berduet chan, pasti akan menjadi duet yang panas" ajak kris, semantara chanyeol sudah menghayalkan apa yang akan terjadi jika mereka berduet, dan hatinya sedikit bergetar dengan nama panggilan yang dilontarkan kris.
perjalanan awalnya canggung dan menjadi menyenangkan, membuat perjalanan tak terasa sampai pada tujuan.
"terimakasi tumpanganya kris" ucap chanyeol malu malu yang telah keluar dari mobil. "hati hati dijalan"
" sama sama chan" jawab kris tersenyum sambil melambai lambaikan tanganya, dibalas chanyeol dengan tangan kanannya, dan tangan satunya meremas tali tas yang terselempang ditubuh chanyeol sambil menggoyang goyangkan tubuhnya, terlihat seperti remaja yang habis berkencan.
.
.
.
Sepanjang kuliah dimulai chanyeol hanya melamun betopang dagu tampak tak berminat mendengarkan dosen menjelaskan materi, sampai seseorang menepuk pundaknya.
"Melamum mulu, ada apa sih?"sapa seorang wanita mungil disebelahnya.
"ah eh..tidak apa apa minseok ah..hanya melamun pekerjaanku baru baru ini"jawab chanyeol asal
"ouhh.." balas minseok menangguk."semangat chanyeol ah" minseok menyemangati
Chanyeol yang tadinya melamun, malah beralih sibuk mengamati wajah minseok yang bulat chubby. Minseok yang di usia dini juga sudah memiliki anak pasti memiliki jurus handal menaklukkan anak kecil, yah walaupun bayinya masih berusia 6 bulan, setidaknya ada secuil informasi yang berguna bagi chanyeol. Akhirnya chanyeol mengajak minseok berbicara, membuat minseok ikut ikutan tak memperhatikan ocehan dosen yang didepan mereka.
Chanyeol yang terbawa obrolan nyaris sampai melupakan baekhyun, akhirnya tersentak berdiri,segera berlari meninggalkan minseok melongo terkaget."maafkan aku minseok ah, aku memiliki urusan yang nyaris kulupakan, lain kali akan ku traktir minum"
.
.
.
Sebenarnya jarak antara sekolah baekhyun dan chanyeol tidak terlalu jauh, tetapi rute bus berbeda jalur dari kris dan chanyeol yang lewati tadi pagi, membuat chanyeol sedikit panik pasti baekhyun akan mengamuk.
Chanyeol segera berlari keluar bus yang telah tiba, sedikit napas yang tersengal sengal akhirnya chanyeol telah berada di halaman sekolah baekhyun. Chanyeol memakasan mengedarkan penglihatannya walaupun kepalanya mulai pusing berlari lari dipanas hari yang benar ber menyengat. Disudut kiri halaman tempat gundukan pasir, terlihat segerombolan anak anak mengelili sesuatu. seperti firasat buruk, chanyeol segera mendekati tempat kejadian. Tepat berdiri dipinggiran kurumunan anak anak, chanyeol shock bukan main, saat ini ini baekhyun tengah bergumul dipasir dengan anak bertubuh lebih besar berkulit lebih gelap, hanya seorang anak perempuan bermata bulat yang berusaha melerai, sisanya hanya berteriak ketakutan, bersorak, memberi semangat, bahkan ada yang melakukan taruhan.
"HENTIKAAANN...JANGAN MENARIK RAMBUTKU...AKU TIDAK SUKA" baekhyun menjerit, wajahnya tertempel rata pada pasir, tangan kecilnya berusaha menggapai wajah lawannya.
"aku tidak mau, kau telah mendorongku sampai terjatuh" balas kai, yang masih menjepit tubuh baekhyun dengan mendudukinya.
" kaiiii... berhenti berkelahi" teriak anak perempuan kecil bernama kyungsoo,sambil terus berusaha menarik lengan kai menjauh percuma, karena tubuhnya lebih kecil dari keduanya.
Segera tanpa mengucapkan sepatah katapun, chanyeol mengangkat tebuh kai, tapi tubuh baekhyun justru ikut terangkat dalam pelukan kai, terlihat seperti mereka memang benar benar menempel satu sama lain yang tak bisa dipisahkan jiwa dan raga. Akhirnya chanyeol berjongkok dan berbisik di telinga lawan baekhyun."kai, kalau kau tidak menjauh dari tubuh baekhyun kurang dari satu detik, aku akan menggantungmu ditiang bendera". Dengan sangat terkejut kai melepaskan tubuh baekhyun sedikit terjungkal dan berpaling melihat wajah chanyeol yang tersenyum manis. Dengan wajah merah ketakukan, kai mundur beberapa langkah dan berlari meninggalkan yang lainnya. Sementara wajah baek tercetak merah berbintik bintik kecil akibat himpitan pasir dengan lutut sedikit tergores kecil.
"ada apa ini baek?" ucap chanyeol tegas berusaha memperoleh penjelesan.
"nuna, baekhyun berkelahi karena pacarnya direbut kai" jawab seorang anak mendekati baekhyun dengan suara nyaring, bahkan jauh lebih nyaring dari baekhyun.
"tidak, kami berkelehai karena kai terus menerus mengolok olokku chen" jawab baekhyun teriak, membela diri sambil melirik kearah kyungso.
"tapi tadi kau bilang benci kai karena terus mendekati kyungsoo" chen masih saja ngotot dengan alibinya.
"KAU TEMAN APA BUKAN SEEHH, sana sama kai"teriak baekhyun mulai kembali kesal berjalan menjauh." Nuna, ayo aku mau pulang"
"baiklah, tapi kau masih hutang penjelasan padaku dirumah nanti baek" ucap chanyeol menghela nafasnya dan menggandeng tangan baekhyun.
"ini untukmu baek" kyungsoo tersenyum malu menyodorkan 1 kotak kecil susu rasa pisang, menghentikan langkah chanyeol dan baekhyun keluar gerbang."semoga luka lukamu cepat sembuh"
Tidak ada tanda tanda tangan baekhyun berniat untuk mengambilnya, akhirnya sedikit membungkuk chanyeol mengambil susu dari tangan kyungsoo." Makasih kyungie ya susunya, pasti baekhyun akan meminumnya".
"ayo ucapkan terimakasih" bisik chanyeol ketelinga baekhyun.
"Goo...go..gomawo kyungie ah" baekhyun berterimakasih gugup dan akhirnya menerima susu dari kyungsoo yang ada di tangan chanyeol.
"oke kami pulang dulu kyungie, sampai jumpa" ucap chanyeol menirukan suara anak anak, dan berlalu meninggalkan kyungsoo.
Dengan keadaan baekhyun seperti ini,tidak mungkin chanyeol mengajak pulang baekhyun dengan berjalan kaki, akhirnya chanyeol memilih naik bus walaupun perjalanan menjadi tiga kali lipat lebih jauh. Baekhyun sedari tadi hampir meledak menahan tangis, akhirnya benar benar kembali tenang, teralihkan melihat orang orang yang beralu lalang berganti menaiki bus, sesekali dia akan berdiri disamping jendela jika bus berhenti, dan dia tetap akan berdiri walau bus berhenti karena lampu merah, dengan raut wajah bingung menoleh pada chanyeol."KENAPA TIDAK ADA YANG NAIK?"
.
.
REVIEWNYA LAGI YA DAN MAKIN BAGUS ATAU TIDAK CERITANYA
mungkin masih banyak salah sini
