Kembali chanyeol menyeret kaki menuju ruang kelas baekhyun yang sudah berhari hari ditekuninya. Chanyeol menjulurkan leher dari balik pintu, untuk mencari baekhyun, berusaha meyakinkan bahwa itu baekhyun. Kanan, dua bangku dari belakang, terlihat baekhyun tengah sibuk bermain dengan kyungsoo dan teman bersuara cemprengnya. Seperti biasa chanyeol menuju tempat baekhyun dengan langkah lucu, menarik perhatian anak lainnya.

" jangan bertingkah seperti itu...kau konyol" ucap baekhyun sinis, kini teman lainnya lebih tertarik dengan kejenakaan chanyeol.

"tapi dia lucu"kyungsoo tertawa melihat chanyeol.

"aku tidak suka"ucap baekhyun tersinggung, kini sahabatnya lebih membela chanyeol dari dirinya. Dengan cepat baekhyun memasukkan segala barangnya kedalam tas dan juga yang tengah depegang kyungsoo menariknya dengan kasar, membuat kyungsoo berjengit terkejut, melihat perubahan emosi baekhyun begitu cepat.

"jangan kau lagi menjemputku" baekhyun menyeret langkah keluar ruangan, seperti sedang berjalan menuju tiang gantungan.

"appa begitu sibuk, bagaimana sekolah hari ini?"

"heehh"

"heehh?apanya yang heehh? Ucap chanyeol, berusaha menyeimbangi langkah cepat baekhyun.

"tidak ada"

"tidak ada heehh?baiklah, pegang tanganku mari kita pulang bersama" chanyeol berusah meraih tangan baekhyun.

"aku tidak mau berbicara denganmu"

Chanyeol berlutut dihadapan baekhyun, tangan memegangi kedua sisi lengan baekhyun menghentikan langkahnya. " dengar baek, aku tahu kau tidak terlalu menyukaiku.

"AKU MEMBENCIMU NUNNA"

"itu juga tidak apa-apa, itu karena kau belum mengenalku, tapi aku benar benar menyukaimu" suara chanyeol rendah meyakinkan, tangan meremas remas lembut lengan baeikhyun. Baekhyun mulai menendang nendang pasir tak sabar. " baiklah, ayo kita pulang. Pasti lambat laun kau akan menyukaiku"kini chanyeol chanyeol bangkit dari berlutut, melihat baekhyun mulai beraksi.

.

.

.

"ayo makan baek, nunna memasak sup ayam untukmu" celoteh chanyeol menghampiri baekhyun tanpa respon, yang sekarang sedang sibuk menonton tv. memposisikan duduknya disamping baekhyun.

"ayo buka mulutmu baek, aaahhhh" chanyeol juga ikut membukakan mulutnya menirukan yang disuruhnya.

"tidak mau" jawab baekhyun menjauhkan tangan chanyeol.

"sedikit saja, lima sendok oke?" chanyeol berusaha tawar menawar pada baekhyun.

"aku tidak mau nunna" seru baekhyun mencibir, memalingkan muka

"kau tetap harus makan baek, nanti bakal jatuh sakit, mau?" paksa chanyeol dengan sedikit tertunduk, karena sekarang posisi baekhyun terjungking dengan muka tertutup rapat dengan karpet putih berbulu lembut.

Chanyeol melihat gerak gerik baekhyun yang mencuri-curi lirik curiga, segera secepat dia bisa menangkap tubuh baekhyun, tapi tetap saja terlepas dari gengganman chanyeol, tubuh baekhyun benar-benar menggeliat ditangan chanyeol seperti cacing tersiram oli.

Pintu kamar kris terbanting keras tepat di belakang chanyeol. Chanyeol segera bediri, masih memegangi piring makan baekhyun.

"eerrgghhh, sialan" gerutu chanyeol menyusul baekhyun.

" aku dengar kau mengatakan 'sialan', nunna aku mendegar kau mengatakannya, aku dengar, aku dengar" suara baekhyun yang teredam, terdengar dari balik pintu kayu berwarna cokelat tebal mahal.

"ayo buka pintunya baek"chanyeol memantapkan suaranya agar terdengar berwibawa dan tegas.

"tidak mau, aku dapat mengejekmu sesuka hati dan kau tak bisa melarangku, bahkan aku sudah menjulurkan lidahku berulang kali" baekhyun dengan gembira menjulurkan lidahnya.

" oke baek jika kau tidak mau membuka pintu, aku akan memberikanmu dua pilihan" tawar chanyeol.

"pertama, aku akan memanggil tetangga sebelah yang bertubuh gemuk, kau tahu dia benar benar galak baek" chanyeol menuturkan pilihan pertamanya.

"tapi aku tidak pernah melihat tetangga bertubuh gemuk, lalu setelah memanggilnya apakah kita akan memiliki acara minum teh bersama?" baekhyun kembali tertawa gembira mengetahui kebohongan murni chanyeol.

"kedua, aku akan mendobrak pintunya" chanyeol berusaha tak goyah dari sanggahan baekhyun

"nuna berbohonglah lebih baik, bahkan appa mungkin tak sanggup mendobraknya" balas baekhyun dengan nada mengejek geli.

Tangan kecil baekhyun muncul dari balik pintu yang terhubung rantai kunci. "nunna, ayo coba tangkap tanganku, ayo, ayo, ayo, ayo" baekhyun menjulur dari balik pintu. Chanyeol berusaha berkonsentrasi menangkap tangan baekhyun tanpa menyakitinya.

"kau tidak ingin bermain? Baiklah aku akan tidur"suara baekhun terdengar menjauh dari balik pintu.

"BAEKHYUNNN..." chanyeol menjerit panik.

Pilihan terakhir yang tak terucap, chanyeol berusaha meraba-raba rantai kunci yang tercantol pada balik dinding pintu kamar. Dengan usaha yang nyaris putus asa, akhirnya kunci rantai terlepas. Baekhyun yang terlalu bersemangat berusaha menutup pintu kembali, segera chanyeol menghalang pintu dengan sedikit menghentak yang justru membuat baekhyun terhuyung kedepan dan mejepit jari-jarinya.

"AAHHHH-NUNNA MEMATAHKAN JARI-JARIKU. Tanganku pataahhh...pergi dari sini...PERGIIIIEEEE" baekhyun menggelesot dilantai kesakitan, menangis tersedu sedu.

Chanyeol yang mulai panik hanya terdiam takut bahkan chanyeol tak sadar piring yang berisi makanan baekhyun terlepas dari tangannya. Perlahan–lahan chanyeol memposisikan diri menggapai tubuh baekhyun yang menggeliat-geliat dilantai.

"jangan menyentuhku, kau tidak dengar perkataanku? Aku bilang PERGIIEE"baekhyun melolong, melemparkan sendok makan pada wajah chanyeol yang berada dilantai.

" ba..baekhie ah..maafkan nunna. Nunna benar-benar tidak sengaja" mohon chanyeol yang kini malah ikut menangis. Kini chanyeol berusaha membujuk baekhyun dengan menggendonggnya kearah sofa.

"sudah kubilang jangan menyentuhku, appaku bilang kau di pecat,, PERGGIIee, JANGAN KEMBALI LAGI"baekhyun kembali melolong dan menghentak-hentakkan tubuhnya dari gendongan. Chanyeol tak berusaha membalas perkataan baekhyun sedikitpun, yang dilakukannya hanya mengucapkan kata maaf terus-menerus dan menyirami wajah baekhyun dengan ciuman disetiap sudut. Chanyeol mendudukkan baekhyun di tepi sofa yang mulai berangsur diam.

"baekhyun ah... maafkan nunna,,..nunna benar benar menyesal" bujuk chanyeol mensejajarkan tubuhnya dihadapan baekhyun sambil menghapus jejak-jejak air mata yang keluar dari mata baekhyun yang mulai sembab.

"pergi, pergi, menjauhlah dariku,.. dasar penyihir jahat" baekhyun berusaha mendorong tubuh chanyeol yang tak bergeming.

"baek ahh.." chanyeol memanyunkan bibirnya sedih. " apa kau benar benar tidak menyukaiku?nunna benar benar menyayangimu, makanya nunna tidak rela kau jatuh sakit hanya karena tidak makan" tutur chanyeol sedih.

"Hhhmmm...bagaimana sebagai permintaan maaf, sehabis makan nunna akan membelikanmu es krim?tawar chanyeol geli melihat baekhyun berjengit tergoda mendengar tawaran chanyeol.

"TA tapii..appa tidak mengijinkan jika bukan hari minggu" jawab baekhyun lemas, menepukkan kedua tangannya, takut jika dia tak jadi mendapatkan es krim.

"HEEiii...nunna masih memiliki dua kelingking"chanyeol menggoyang-goyangkan alisnya, kembali menawarkan suatu perjanian rahasia antara dia dan baekhyun terhadap kris. Mendengar perkataan chanyeol, membuat mata baekhyun berbinar bahagia. baekhyun melompat dari sofa, menubrukkan dirinya pada chanyeol yang nyaris terjengkang kebelakang, dan segara menautkan kelingkingya pada kelingking chanyeol dengan seringai penuh kebahagiaan. Chanyeol yang melihatnya hanya terkekeh geli.

.

.

.

Detik ke detik, menit ke menit, hari ke hari terus berlalu, tapi tidak ada perubahan yang signifikan yang ditunjukkan baekhyun terhadap chanyeol. Justru kini kloningan baekhyun tengah berdiri diambang pintu dengan tas ransel yang berukuran lebih besar dari tubuh si anak, tertengger merosot dipundaknya. Sang ibu hanya meninggalkan secarik kertas berisi. "kris, titip luhan, aku benar benar sibuk, aku akan menjemputnya besok atau lusa, jangan lupa memberinya makan, dari kakakmu termanis" chanyeol membaca tulisan yang dibawa anak kecil. "bukan kris yang akan repot,justru akulah yang akan memiliki pekerjaan ganda" gumam chanyeol lemas.

" Wah kau benar benar tinggi, bahkan lebih tinggi dari omma, tapi lebih cantik omma sih"akhirnya luhan mengeluarkan suaranya juga. Tanpa menunggu balasan dari chanyeol, luhan langsung menerobos masuk rumah tanpa izin.

"BAEKHYYUUUUNNNN..."luhan berteriak sekencang-kencangnya. Tak mendapatkan jawaban, luhan kembali mengeluarkan teriakan baru yang jauh lebih keras, benar benar membuat telinga berdengung sakit. Dengan wajah terganggu, baekhyun muncul dari dapur membawa piring kaca kecil, berisi sepotong cake strobery, yang tersisa tak lebih dari setengahnya.

"HAANNIIEE..." baekhyun berlari gembira memeluk luhan sedikit kasar, meninggalkan jejak krim pada baju putih luhan dari tangan baekhyun.

"baekkiieee..."luhan cemberut melihat bajunya kotor akibat ulah baekhyun.

"hehee.." bukan minta maaf baekhyun malah cengengesan. "luhan mau?" tawar baekhyun, dan luhan memberi anggukan lucu.

"nunna, luhan mau cakenya" pinta baekhyun melirik chanyeol.

"tapi itu potongan terakhir baek" jawab chanyeol. Mendengar jawaban chanyeol baekhyun melirik bimbang pada cake yang tengah dipegangnya.

"lebih baik hanie jangan memakannya, cake ini sudah dua hari di lemari es" jawab baekhyun beralasan tak rela dengan mimik luhan yang benar benar terlihat kecewa. Chanyeol memutar matanya malas Mendengar ucapan baekhyun.

"siapa mau susu, ayo angkat tangan" tawar chanyeol mengacungkan tangannya sendiri, Melihat wajah luhan yang kian suram, akhirnya chanyeol menawarkan sekotak susu berukuran sedang. Tentu saja dibalas antusias dari keduanya.

"oke mari kita minum susu rasaaaa..."

"STROBERI"

"PISANG"

" siap bos bos kecil" chanyeol berseru riang membuat gerakan hormat, dan mendapatkan cekikikan lucu dari keduanya.

.

.

.

"jadi nunna ibu tiri atau pengasuh?" tanya luhan tengah meminum susu yang telah habis menimbulkan suara berisik, menggeserkan tubuhnya merapat pada chanyeol. Yang kini sudah berganti pakaian menjadi kaus biru bergambar karakter kartun pahlawan yang tidak diketahui chanyeol namanya.

"nunna pengasuhku" jawab baekhyun dari seberang sofa yang sibuk dengan susunya. Chanyeol hanya menarik nafas bersyukur baekhyun menjawabnya, entah sudah keberapa kali chanyeol ditanya hal yang sama, otak chanyeol kini terjebak dengan pertanyaan yang sama perharinya, mungkin akibat kata kata yang terus berulang membuat otak chanyeol sedikit bergeser dari tempatnya, bahkan anak berumur 7 tahun ikut bertanya.

"hmm"luhan mengangguk setuju. "permainan apa saja yang sudah kalian lakukan"

" tidak terlalu banyak,sepertii..."sebelum chanyeol dapat membalasnya,luhan sudah memotongnya.

"petak umpet?"

"tidak"

"perang perangan?"

"tidak"

"lompat tali?"

"tidak"

"masak masakan?"

"HEII..aku bukan anak CEWEK"

"kejar kejaran?"

"rutinitas sehari hari"

"Apakah kau membacakan dongeng?"

"itu bagian appanya"

"apa kau mengajarkan aritmatika?"

"dia terlalu muda"

"eh?"

"heii"

"oke oke"

"EMMM.. nunna?"

"Hhmm.."

"Kau tau?"

"Hhmm.."

"kau benar benar membosankan"

"..."

.

.

.

Chanyeol dan kedua bocah laki laki yang tengah sibuk berkutat dengan makanan masing masing tak menyadari kehadiran kris yang sedari tadi mengamati mereka. Kris bersandar pada kusen pintu sangat hikmat melihat pemandangan yang membuat dirinya menyunggingkan senyumnya tanpa sadar, melihat kasih sayang yang diberikan chanyeol kepada anaknya begitu tulus, anaknya yang rewel tapi chanyeol masih tetap bertahan, dengan aura keibuan, periang benar benar hal yang diinginkan kris selama ini, persis seperti istrinya. Segera kris menangkup kedua sisi pipinya yang mulai menjalar kehangatan. "apa yang kau pikirkan kris"ucap kris dalam hati, menepuk-nekuk kedua sisi pipinya, menyadarkan diri, bergegas mendekati ketiganya.

"Ehm.. ada yang merindukanku disini? Tampaknya aku diabaikan"kris berseru dengan muka berpura pura sedih. Tak menunggu jawaban kedua bocah tersebut, keduanya berteriak gembira dan bergelayutan di kedua sisi tangan kris. Chanyeol hanya bisa tersenyum bahagia melihatnya, tidak mungkin dia ikut menirukan kedua bocah tersebut dengan berteriak gembira dan bergelayutan ditubuh kris, lebih baik chanyeol minggat dari bumi. Tapi mugkin chanyeol akan melakukannya jika sudah menjadi istri nanti, huff chanyeol mulai menghayal.

"apa kau mau mandi?aku akan membuatkan air hangat"usul chanyeol kasihan, melihat kris terlihat sangat letih.

"boleh" terima kris dengan senyum letih. Segera chanyeol berlari kecil menuju kamar kris.

Sesaat setelah selesai menyediakan air panas chanyeol kembali keruang makan."kris airnya sudah siap"

"oke" kris berdiri dari tempat duduknya mebawa piring kotor, dengan cekatan chanyeol mengambil alih piring yang dipegang kris.

"biar aku saja yang membersihkannya, ntar airnya keburu dingin " balas chanyeol, mendorong kris keluar dapur dengan tangannya yang bebas.

"hmm...baiklah"ucap kris tanpa balas, mengacak-acak rambut chanyeol sambil berlalu. Chanyeol hanya termangu memegang rambutnya yang baru saja disentuh oleh kris. Suasana hati chanyeol begitu cerah, menyuci piring dengan bernyanyi-nyanyi lagu tema khasmaran, sampai kicauan-kicauan protes dari sekitarpun tak dapat menghentikan kegembiraannya.

.

Kris yang telah selesai membersihkan diri, memilih ikut bergabung dengan yang lainnya duduk diatas karpet putih ruang istirahat. Dengan wajah sudah terlihat lebih segar dari sebelumnya, dikombinasikan dengan pemilihan pakaian santai, kaus putih polos dan celana pendek hitam, terlihat nyaman dan segar.

"apa kau sangat lelah?" tanya chanyeol melihat kris sibuk merenggangkan tubuhnya. " Aku dapat memberikan pijatan jika kau mau"chanyeol menawarkan jasanya, menggerak gerakkan jarinya seperti gerakan memijat, yang justru lebih terlihat seperti ubur ubur.

Melihat kuku chanyeol super mengkilat tanpa cacat, jari-jari kurus, bahkan hanya menoel tubuh kris saja mungkin akan terkilir, akhirnya kris mengurungkan niatnya untuk menerima jasa pijat chanyeol.

"Heii...jangan meremehkanku, aku benar-benar kuat, kau tidak percaya?"oceh chanyeol sedikit tersinggung, memamerkan otot-otot transparanya, bahkan dia memukul lengannya meyakinkan kris, yang justru meninggalkan bekas merah pada lengannya, membuatnya sedikit meringis kesakitan.

Melihat tingkah laku chanyeol yang lucu, membuat kris terkekeh geli, kris benar-benar menyukai tampilan chanyeol yang benar-benar polos.

"oke baiklah, tapi jika terjadi sesuatu pada tanganmu, aku tidak mau bertanggung jawab" sahut kris bercanda merebahkan tubuhnya, dan berakhir kesakitan, karena chanyeol mencubit tubuh kris kesal mendengar ocehan kris.

Tak seperti pikiran kris. Chanyeol cukup handal memijat tubuhnya. Kini tubuhnya terasa lebih rileks dan ringan. chanyeol mengibaskan lengannya yang mulai terasa pegal, tapi tak sepenuhnya hilang. Akhirnya chanyeol mengajak baekhyun dan luhan memijat kris sekaligus bermain.

"siapa yang mau memijat?"ajak chanyeol kepada keduanya yang sibuk dengan mainan masing masing. Keduanya hanya melirik tanpa minat kepada chanyeol.

"Ayolah, kalian dapat melakukan apapun disini, PANG PPANG PPAANGG.."bujuk chanyeol tak mau kalah, membuat gerakan tangan memotong-motong pada punggung kris. Keduanya tergiur akan bujukan chanyeol akhirnya ikut bergabung memijat tubuh kris.

Awalnya pijatan yang diberikan ketiganya terasa nikmat, pijatan chanyeol yang segar dipadu pijatan pijatan lembut dari tangan mungil luhan dan baekhyun yang terasa hangat, tapi perlahan-lahan pijatan tersebut membuahkan rengekan dari kris. Tangan luhan mulai menjalar kearah rambut kris dan menarik nariknya gembira. Tangan baekhyun yang tadinya sibuk memijat tubuh kris, berganti dengan cubitan cubitan kecil yang cukup menyakitkan, tak lupa dia menempelkan giginya pada bahu kris. Bahkan saat ini, luhan mulai merangkak menaiki tubuh kris.

"Ahjussi,.enakkan? appaku sering menyuruhku menaiki tubuhnya saat pulang kerja" teriak luhan gembira diatas tubuh kris. Itu mungkin enak jika hanya luhan yang menaiki tubuhnya, tapi baekhyun dan bahkan chanyeol tergoda, dan ikut menaikinya.

"YAAKK...apa yang kalian lakukan, habislah kalian" teriak kris berpura pura marah dan membalikkan tubuhnya membuat ketiganya terjungkal.

"kalian telah membuat monster marah, raaeerrr..."kris memeluk luhan dan baekhyun menirukan mimik monster sambil menggigit kedua pipi mereka membuat keduanya tertawa geli.

"Hosh..hosh..tapi nunna juga ikut menaiki ahjushi"protes luhan masih teersengal-sengal, kenapa hanya dia dan baekhyun yang dihukum.

"tapi aku teman kalian, aku bukan monster jahat"ucap chanyeol memanyunkan bibirnya. Dan akhirnya sang monsterlah yang kalah, terkulai lemas dari serangan klitikan maut dari ketiganya.

.

"oke anak anak bermain selesai, waktunya untuk tidur"perintah kris dengan napas yang masih terputus putus akibat terlalu banyak tertawa. Tanpa protes keduanya langsung memberikan pelukan selamat malam pada kris dan chanyeol. Walaupun awalnya baekhyun enggan melakukannya pada chanyeol. dan keduanya segera berlari menuju kamar kris, jangan tanya bagaimana bisa luhan ikut bergabung tidur pada kris dan baekhyun, ranjang kris bukan ukuran biasa seperti ukuran raja atau ratu melainkan ukuran monster, kau bisa melakukan salto diatasnya.

.

"chanyeol shi"

"ya?"kini chanyeol berbalik melihat kris yang tengah berdiri dibelakangya, menghentikan aktivitasnya dari membereskan mainan luhan dan baekhyun.

"gomawo"

"Eh?"

"makasih, membuat suasana rumah ini terasa hidup kembali" tutur kris membungkukkan tubuhnya mendekati chanyeol, tangan besar kris menangkup pipi chanyeol dan perlahan tapi pasti kris mendaratkan bibirnya dikening chanyeol.

Tanpa sepatah katapun kris berbalik meninggalkan chanyeol tercengang bodoh.

"ya tuhaaann..apa yang baru saja ku lakukan" gumam kris lirih, membenturkan kepalanya pada pintu kamar yang baru saja tak bekerja sempurna. Disisi lain, chanyeol masih terduduk diam memegangi dadanya yang berdegup kencang.

.

.

.

.

"apa kita tidak akan melakukan sesuatu? Aku mulai bosan" akhirnya luhan memulai percakapan sambil berguling guling disofa, sesekali tubuh luhan menubruk tubuh baekhyun dan chanyeol disamping kiri dan kanannya. Setelah makan ketiganya memilih berada diruang istirahat, dan baekhyun sedari tadi sibuk mengganti channel tv, menunggu kepulangan kris yang akan pergi ketaman hiburan siang ini

"bagaimana kalau kita membuat bekal makan untuk ketaman hiburan?" ajak chanyeol bangkit dari sofa. "jika kalian dapat menyelesaikannya, aku akan memberi hadiah" tawar chanyeol, tangan terbuka membuat gerakan kotak.

"apakah itu hal yang seru?" tanya luhan sedikit ragu.

"kau tidak akan mengetahuinya jika kau belum mencobanya"chanyeol membungkuk berbisik pada keduanya dengan suara menggoda.

.

"lalu apa yang akan kita lakukan?" baekhyun bertanya bingung. Kini berada di ruang dapur.

"Oke, mari kita mulai dari membuat roti, tapi sebelumnya nunna pakaikan celemek dulu" chanyeol meraih celemek yang tergantung dibalik pintu dapur dan mulai memasangkannya pada tubuh luhan dan baekhyun.

Kini ketiganya sibuk membuat adonan roti yang di instruksikan chanyeol dengan suka cita. Sesekali luhan dan baekhyun mencuri-curi luang melempar tepung pada satu sama lain, saat chanyeol berpaling, walau kenyataannya chanyeol tersenyum berpura pura tidak tahu.

"oke roti sudah selesai, sekarang kita akan buat bekal nasinya" perintah chanyeol, kedua tangan memegang cetakan nasi berkatakter kupu- kupu dan ikan yang terbuat dari plastik.

" aku mau kupu-kupu"pekik baekhyun, berjinjit meraih cetakan dari tangan chanyeol.

"tapi aku juga mau itu" rampas luhan dari tangan baekhyun.

"ITU MILIKKU" teriak baekhyun mulai kesal, tangan baekhyun mulai menggerayangi mendorong luhan nyaris terjatuh.

"JANGAN MENDORONGKU" kini luhan ikut menaikkan suaranya, membalas mendorong tubuh baekhyun yang lebih kecil darinya, tentu menguntungkan untuknya membuat tubuh baekhyun tersungkur kebelakang.

" ITU KARENA KAU MERAMPAS MILIKKU" teriak baekhyun kembali, menyambar sisa tepung yang terletak di meja dapur dan melemparnya tepat diwajah luhan. Kini wajah dan baju luhan berubah warna putih mencolok. Luhan berusaha membersihkan tumpukan tepung diwajahnya dengan sedikit kasar, dan sedetik kemudian luhan berusaha meraih tumpukan tepung dimeja, tapi digagalkan oleh chanyeol yang telah menyambar terlebih dahulu.

"ANAK ANAK" ujar chanyeol keras keras, menyerah dari rasa frustasi. Mereka berbalik menghadap chanyeol, tangan masih mencengkraam kerah masing-masing, terlihat tak satupun ada niat untuk melepaskan genggaman masing masing.

" Aku bukan ahjussi atau appa kris disini, tapi AKU MASIH MEMLIKI TERITORI DISINI, bukan berati aku tidak bisa menghukum kalian" ancam chanyeol memberi penekanan diakhir. Perlahan-lahan genggaman mengendur di kerah masing-masing.

"oke sekarang mari kita selesaikan ini dan membersihkannya" perintah chanyeol tanpa memberi ruang protes. Sedikit teguran dari chanyeol akhirnya bekal piknik seselai juga, dengan kesepakatan bekal nasi menjadi bentuk kupu kupu untuk keduanya.

.

"nunna, nunna dimana hadiaku? HADIAHKU" baekhyun mulai menuntut hadiahnya tangan menadah meminta kearah chanyeol.

"iya dimana hadiah kami?" kini luhan mengikuti baekhyun.

" Oke sebentar sayang" ucap chanyeol, mengambil hadiah dari laci dvd.

"ini diaaa.." chanyeol berseru gembira memberi hadiah ketangan masing masing. Keduanya bersuka cita menerima hadiah pemberian chanyeol. Luhan mendaptakan boneka rusa biru dan baekhyun mendapatkan boneka rilakuma cokelat lucu dengan mata yang yang tidak simetris hasil karya chanyeol, senada dengan baju yang dikenakannya untuk ketaman. Tak butuh waktu lebih dari 10 menit menunggu, terdengar suara mesin mobil kris semakin mendekat.

.

.

.

Setibanya di taman hiburan, cuaca cukup terik, tapi angin masih berhembus meniup- niup rok chanyeol yang cukup pendek, mengungkapkan paha porselennya. Liburan yang menyenangkan sedikit terusik oleh pemilihan kostum yang salah, tangan terus memegangi ujung rok yang kapanpun bisa mengungkapkan isi roknya, celana dalam putih polkadot pink dipadukan pita mini yang disematkan diujung pinggir garis celana.

"Sebaiknya kita makan terlebih dahulu, ini cukup siang" tuntun kris menuju pohon rindang yang ada disudut taman.

Baekhyun dan luhan kini tengah sibuk mengeluarkan bekal makanan, kris sibuk menata dan menggelar karpet. Sedangkan chanyeol sibuk berkutat dengan pikirannya, apakah dia memilih makan dengan cara duduk mengungkapkan isi roknya, atau berjongkok membuat imagenya runtuh menjijikkan dihadapan kris, atau mungkin dia akan makan berdiri dengan beralasan pantatnya terkena benjolan menyerupai bisul.

"duduklah disini" ucap kris menepuk jaket supreme miliknya yang telah dilepas untuk chanyeol, yang terus saja menjaga isi roknya sepanjang perjalanan.

"Go..gomawo kris" chanyeol mengikat jaket kris pada pingganya, dan duduk disamping kris malu malu.

"its okey, chan" balas kris terkekeh geli, melihat pipi chanyeol semburat merah, membuatnya terlihat menggemaskan.

.

"aku ingin menaiki komedi putar pertama" baekhyun berseru gembira, setelah semua menyelesaikan makannya. Ketiga kecuali kris, naik mengikuti keinginan baekhyun, chanyeol yang mengawasi mereka dari jarak dekat, sementara kris dari seberang terus melambaikan tangan, saat komedi putar melintasi tempat kris berdiri, dan sesekali terlihat dia mengambil gambar dari ponselnya.

Setelah menyelesaikan komedi putar, dua termuda tampak bingung menentukan pilihan tujuan berikutnya. baekhyun tampak tergiur oleh wahana yang meluncur begitu kencang menyerupai kereta api, itu sangat berisik penuh teriakan saat melintas diatas pandangan.

"bisakah kita menaiki itu?" telunjuk kecil baekhyun terarah pada rollercoaster yang baru saja melintas.

"itu untuk dewasa baek, anak anak tidak dapat menaikinya" ucap kris menengadah pada wahana yang di tunjuk baekhyun, dengan raut muka kecewa, baekhyun hanya bisa mengangguk setuju. Sementara dibelakang mereka, chanyeol yang beberapa detik lalu pucat melihat wahana rollercoaster kembali terlihat merona tak jadi menaikinya, tangan menangkup dada, dengan ucapan seribu sukur.

Tapi kelegaan chanyeol tak berlangsung lama, tubuhnya termangu,kini diseret paksa oleh luhan mendekati wahana bianglala, bukan hanya takut kecepatannya, atau jungkir baliknya, tapi chanyeol juga takut ketinggian.

"bi..bisakah aku ti..tidak ikut" ucap chanyeol terbata-bata gugup. " aku sedikit lelah"

"kita bisa istirahat didalam sana, kita hanya duduk saja. Pemandangan dari atas sangat menakjubkan" kini kris menyeret chanyeol memasuki bianglala.

Itu karena wahana atau genggaman tangan kris, detak jantung chanyeol berjalan tak karuan, sampai suara dentuman menjalar ketelinga.

Mendesah "tapi ji..jika aku ii..kut akan terasa se..sempit" chanyeol begitu lemas yang telah menaiki wahana.

"ini tidak sempit chan,lihat bahkan baekhyun masih dapat berdiri diatas bangku" ucap kris meyakinkan, tapi perlahan suara kris mengecil curiga melihat tingkah chanyeol yang terus saja gelisah. "apa kau takut chan?"

"TIDAK" teriak chanyeol tanpa sadar mengejutkan lainnya, walaupun raut muka chanyeol mengatakan sebaliknya. "maafkan aku, i..itu karena.. eeghh sudahlah lupakan" chanyeol mendesah lemas, memalingkan wajah mengalihkan perhatian.

Detak jantung dan adrenalin chanyeol mulai bergemuruh, suara sekitar semakin menjauh digantingan deguban jantung yang menjalar ketelinga,seiring bianglala bergerak, lubang-lubang hitam tercipta dari penglihatan chanyeol, yang beberapa saat lagi mungkin akan menelannya, bau mesin wahana menjalar memasuki paru-paru menggantikan oksigen yang menyesakkan.

" a..aku takut" kini chanyeol histeris, tak dapat menutupi ketakutan yang bersarang dikepala, air mata akhirnya merebak deras, tubuh merosot lemas kelantai dengan muka tertangkup gemetar.

"oh god, kenapa kau tidak mengatakan sebelumnya, kalau takut ketinggian?" kris ikut panik melihat chanyeol mulai menangis histeris. Ikut duduk dilantai bersam chanyeol. "tenanglah aku disini, tidak akan terjadi apa apa chan" kris menarik tubuh chanyeol yang bergetar hebat kedalam pelukannya, mengelus-elus punggung chanyeol lembut menenangkan. Pelukan kris memang menenangkan, tapi degub jantung chanyeol semakin mengglia, kini kris tengah memeluknya, membuat mukanya menjadi semerah tomat, antara takut dan bahagia.

"nunna apa kau benar-benar takut?" tanya luhan dengan raut muka sedih, tadinya tertawa dengan baekhyun kini terdiam melihat chanyeol. "sini aku akan memelukmu juga" luhan turun kelantai juga mengikuti keduanya.

" jangan menangis kau terlihat jelek" walaupun sedikit kasar, terlihat dari nada bicaranya, baekhyun benar benar khawatir pada chanyeol, dan justru memeluk chanyeol yang paling erat sedih.

.

"berhentilah menangis, mata bulatmu akan semakin besar karena bengkak" kris bercanda agar chanyeol berhenti dari tangisnya. Kini mereka sudah berada area taman tempat mereka makan siang tadi. Baekhyun dan luhan tak jauh dari keduanya tengah bermain di gundukan pasir. Sementara kris dan chanyeol memilih duduk dibangku di sudut taman.

Mendengar ucapan kris, membuat chanyeol sedikit kesal, dan memukul dada kris cukup keras. Dan kembali menyandarkan kepalanya di bahu kris yang bidang.

"hei berhentilah, jika tidak aku akan menciummu" ancam kris gemas melihat chanyeol cemberut menggemaskan dimata kris. " jika kau tidak diam dalam dua detik, aku akan benar-benar menciummu" ucap kris, menangkup kedua pipi chanyeol, mendekatkan bibirnya pada milik chanyeol mengancam.

"coba saja kalau berani" jawab chanyeol, memasang muka galak yang jatuhnya lucu dimata kris, justru membuat kris kini benar-benar menempelkan bibirnya pada bibir pink chanyeol yang bena-benar kissable.

Ciuman hanya berlangsung dua detik, tapi keduanya terlihat menikmatinya. Tangan kris masih tetap menangkup pipi chanyeol. Sedangkan chanyeol hanya terdiam yang bisa dilakukannya hanyalah menarik cairan yang terjebak diantara lubang hidungnya,yang muncul dari tangisan chanyeol. Seakan mendapat restu kembali, kris kembali menautkan bibirnya pada bibir menggoda chanyeol. Keduanya terjebak menikmati ciuman tanpa menghiraukan sekitar yang mungkin melihat mereka. Tangan kiri kris perlahan merangkak ke tengkuk chanyeol dan satunya menjalar kepinggang chanyeol, menarik tubuh chanyeol mendekat pada tubuhnya. Sedangkan chanyeol, kini memegang dada kris menguatkan pegangannya, keduanya benar benar hanyut dalam ciuman yang dipimpin kris. Sampai ciuman itu terputus paksa dari interupsi baekhyun.

"apa yang kalian lakukan?" rahang baekhyun jatuh terbuka tak percaya apa yang baru saja dilihatnya. "uuhh... aku sesak pipis" ucap baekhyun tak dapat mendebatkan yang baru dilihatnya, pipisnya benar benar genting.

" aku akan mengantarmu baek" chanyeol segera berdiri menjauh dari kris, mungkin sedikit berpisah akan menghilangkan suasanya kikuk nantinya. "ayo cepat baek appa menunggu kita diparkiran"

"saat ini aku sedang sesak pipis, tapi nanti aku tetap menuntut jawaban" ucap baekhyun terseret-seret ditarik chanyeol, sementara tangan lainnya memegang bagian tengah celana menahan kencing.

.

.

Itu cukup malam ketika mereka sampai rumah dari taman hiburan. Chanyeol segera melepas pakaiannya meninggalkan pakaian dalam yang masih melekat pada tubuhnya tanpa mengambil mandi, itu cukup lelah. merangkak naik pada ranjang mengistirahatkan tubuhnya, sudah sekitar 20 menit berusaha tidur. Tapi disaat terlelap kejadian ditaman hiburan melintas dipikiranya membuatnya kembali terjaga resah. Sampai dia benar-benar akan terlelap, muncul suara nyaring membuatnya kini benar-benar terjaga.

KRIN KRING KRING

"oh god, apa lagi ini"

"arrgghh.. itu ponselku, ponsel sialanku" desis chanyeol kesal. Chanyeol merangkak turun dari ranjang, tapi tak menemukan sumber suara. Kepala berdenyut hebat akibat chanyeol menangis ditaman.

DI KOLONG DIKOLONG, chanyeol menyuruk ke kolong menggapai-gapai hapenya yang terbaring di atas baju kotor.

"sial" ucap chanyeol mengelus pucuk kepalanya yang terbentur pinggir kasur. Tapi perasaan kesal kini berganti dengan penasaran, saat ini kris tengah mengSMS padanya.

Dengan perasaan was-was, jantung mulai berdetak lebih cepat, chanyeol memberanikan diri membuka pesan.

From: kris to: chanyeol

Apa kau sudah tidur?

.

From : chanyeol to: kris

Aku belum tidur

.

From: kris to: chanyeol

Kejadian tadi, maafkan aku. Aku sedikit kurang ajar

" itu bukan sedikit, tapi banyak" gumam chanyeol terkekeh membaca pesan kris.

.

From : chanyeol to: kris

Tidak apa apa

.

From: kris to: chanyeol

Jadi kau menyukainya?kekekee...tak kunsangka

.

From : chanyeol to: kris

Heii..apa maksudmu?

.

From: kris to: chanyeol

Hahaa,.. iya iya maaf, jangan ngambek dong

.

From: kris to: chanyeol

Chan?

.

From : chanyeol to: kris

Hhmmm..

.

From: kris to: chanyeol

Bagaimana sebagai permintaan maaf, aku ingin mengajakmu jalan

.

From : chanyeol to: kris

Seperti berkencan?

.

From: kris to: chanyeol

Bisa dibilang seperti itu

.

From: kris to: chanyeol

Chan?

.

From: kris to: chanyeol

Chanyeol?

.

From: kris to: chanyeol

Heiii kau masih disana?

.

From: kris to: chanyeol

Jika kau tidak mau, tak apa, anngap saja aku tidak pernah mengatakannya

.

Kini kris benar-benar ingin mengubur dirinya, chanyeol tak membalas ajakannya. Tapi beberapa saat kemudian senyum kris kembali mengembang, akhirnya chanyeol kembali membalasnya.

.

From : chanyeol to: kris

AKU MAU, AKU MAU

.

From: kris to: chanyeol

YAAYYY...oke, sampai ketemu besok chanlie

.

From : chanyeol to: kris

Ehh?chanlie?

.

From: kris to: chanyeol

Itu namamu dalam bahasa cina

.

From : chanyeol to: kris

Aku menyukainya..hehee..

.

From: kris to: chanyeol

Kekekee...good night chanlie, muaahh

.

From : chanyeol to: kris

YEEeKK, apa itu

.

From: kris to: chanyeo,l

CUP CUP,.. MUAH MUAH o

.

From : chanyeol to: kris

YAAAKKS...iuhh

.

SEPERTI SEBELUMNYA JANGAN LUPA REVIEWNYA..UNTUK MEMBUATKU MAKIN SEMANGAT NULIS..ITU SALAH SATU ENERGI PENULIS.

MAAF MALAH KEBANYAKAN BAEKYEOL, KEASIKAN NULIS BAEKYEOL HEHEEE...