Be Man Jaejoongie!
Genre: Romance, Drama, Humor.
Rated: T
Cats: YunhoxJaejoong and other
Warning! BoyxBoy! Gak suka pairingnya? tinggalkan segera fic ini! Haters GO AWAY!
.
.
.
Cekidot~
.
.
Hahh. Akhirnya Yunho sampai dihalaman sekolahnya Toho Senior High School, dengan perlahan Yunho merendahkan tubuhnya hendak menurunkan Jaejoong dari gendongannya.
"Yunnie, kau mau apa?" Tanya Jaejoong yang merasa Yunho berhenti berjalan dan merendahkan tubuhnya.
"Menurunkanmu dari gendonganku tentu saja! Lalu apalagi hah?!" ucap Yunho, sekuat tenaga menahan emosi yang sudah menjalar diubun-ubunnya. Seperti mendapat kesialan double! di kerjai oleh sang adik tercinta yang super duper jahil lalu bertemu dengan iblis berwajah seinnocent malaikat Kim Jaejoong yang akhirnya ia harus rela menggendong Jaejoong sampai sekolah mereka. Dalam hati Yunho berikrar akan ikut Appanya ke gereja minggu ini.
"Ani~ gendong Joongie sampai kelas Yunnie~" ucap Jaejoong merengek.
"Aish, aku lelah kau tau? Kau pikir tubuhmu ringan seperti kapas?" Yunho jengkel dibuatnya. "Joongie ringan kok, ringan seperti kucing kecil yang imut heum?" dengan nada imut plus aegyo Jaejoong mengucapkan kata-kata paling menyebalkan sedunia menurut Yunho.
"Kau itu berat! Seperti seekor gajah betina yang sedang hamil!" ucap Yunho sadis, ups! Yunho menutup mulutnya rapat-rapat. Sunyi tak ada sahutan dari belakang punggungnya, aigo apa yang baru saja ia katakan? Yunho tau bahwa Jaejoong adalah laki-laki manis yang amat sangat sensitive. Dan baru saja Yunho mengejek nya memiliki berat badan seperti gajah yang sedang hamil?
"Jae~" panggil Yunho pelan, Jaejoong masih tidak menghiraukannya. Beberapa detik kemuadian terdengar isakan kecil lolos dari bibir merah mungil milik Jaejoong. Hatinya terluka, selama ini Jaejoong selalu menjaga pola makannya dan rajin berolahraga.
"Hiks~ Yunnie nappeun~ Joongie benci hiks!" tangisan Jaejoong mulai pecah, Yunho gelagapan dibuatnya, matilah kau Jung.
"Mian ne~ bukan maksudku seperti itu. Aku hanya bercanda!" ucap Yunho menjelaskan, dan jujur itu hanyalah bualannya saja, karna tebukti tubuh Jaejoong sangat ringan dalam gendongannya.
"Geotjimal! Turunkan Joongie cepat!" ucap Jaejoong lalu meronta-ronta (?) dalam gendongan Yunho mencoba turun dari punggung tegap Yunho.
"Jae~ jangan banyak bergerak, nanti kau bisa jatuh!" ucap Yunho memperingatkan. "Ani~ biarkan Joongie turun, Joongie berat huwaaaa Joongie berat hik Eomma~" Jaejoong terus bergerak-gerak dalam gendongan Yunho sampai akhirnya Yunho kehilangan keseimbangan lalu Jaejoong pun dengan sangat nistanya jatuh ke aspal (?) halaman sekolah mereka.
Brukk~
Huweeeeeeeee
Bersamaan dengan bunyi gedebuk (?) yang keras suara tangisan itu pun kembali terdengar. "Tuh, apa kubilang? Jangan banyak bergerak, kau bisa terjatuh! Lihat sekarang!" Yunho memarahi Jaejoong, khawatir juga melihat Jaejoong yang jatuh seperti itu.
"Sini kubantu kau sampai kekelas~" tawar Yunho, dirinya tengah menjongkokkan tubuhnya didepan Jaejoong, menunggu Jaejoong menaiki punggungnya.
"Aku tidak mau! Aku tidak butuh bantuanmu!" Jaejoong masih tetap keras kepala.
"Yak! Kau jangan keras kepala! Cepat ku gendong atau kau jalan sendiri ke dalam kelas!" putus Yunho tegas, Jaejoong diam dibuatnya dia bimbang antar memilih tawaran Yunho untuk menggendongnya atau mengikuti egonya dan mempertahankan harga dirinya? (ribet banget si emak -_-)
Sedang Jaejoong berkutat didalam batinnya (?) dan Yunho tengah menunggu peperangan batin Jaejoong selesai, tiba-tiba seseorang dating diantara mereka.
Membawa secercah harapan bagi Jaejoong dan bencana bagi Yunho.
"Annyeong Jaejoongie~" sapa sebuah suara, yang membuyarakan Jaejoong dari perdebatan batin itu.
"Annyeonghaseyo Sunbaenim~" dibalasnya sapaan itu dengan manis oleh Jaejoong.
"Kau sedang apa duduk dibawah? Nanti seragammu bisa kotor~" ucap sang Sunbae yang bernama Choi Seughyun, Seunghyun berkata dengan penuh perhatian. Membuat Yunho yang melihatnya menjadi mual, menjijikan komentarnya dalam hati.
"Sunbae, tadi aku terjatuh~ sekarang aku tidak bisa berjalan karna kakiku sakit. Sunbae mau membantuku?" pinta Jaejoong memelas, wajahnya dibuat sesedih mungkin seperti seekor anak kucing jalanan yang minta dipungut.
Yunho yang melihat wajah memelas Jaejoong hanya memutar bola matanya malas, lihat induk gajah itu! Bahkan tanpa muka memelas pun aku yakin Seunbae sialan itu akan dengan suka rela menolong Jaejoong! Karna itu artinya Sunbae mesum itu akan dengan leluasa memegang tubuh Jaejoong yang ramping itu. Ck! cari kesempatan! Yunho menggerutu dan mengumpat tak hentinya didalam hati. Aigo Jung mengapa jadi kau yang sentimen? =-=
"Baiklah, Sunbae akan membantumu~ kau mau ku gendong?" tawar Seunghyun.
"Tidak, Jaejoong akan kekelas bersamku!" putus sebuah suara yang ternyata berasal dari seorang Jung Yunho itu, Jaejoong? Ah pemuda manis itu hanya menatap kedua namja manly di depannya itu dengan wajah innocent nya.
Yunho dengan cepat menarik lengan Jaejoog untuk berdiri lalu membawa sang pria manis itu pergi dari hadapan Sunbae menyebalkan –menurut Yunho. Seunghyun yang melihat aksi semena-mena Yunho pada Jaejoong hanya dapat menggeram kesal.
"Yunnie~ lepas, tangan Joongie sakit nih ihhh~" rengek Jaejoong, tangannya meronta-ronta dari genggaman Yunho.
Yunho melepaskan genggaman tangannya di tangan Jaejoong dan menimbulkan bekas kemerahan di sekitar pergelangan tangan Jaejoong. "Ihh Yunnie~ lihat! Tangan Joongie merah~ kenapa sih! Yunnie selalu kasar dengan Joongie?" ucap Jaejoong merajuk sambil memegangi pergelangan tangannya yang merah.
"Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan Sunbae yang sering menggodamu itu! Menjijikan!" ucap Yunho, seperti kembali kealam bawah sadarnya Yunho tersentak dengan kata-katanya sendiri. Apa yang dia bicarakan? Apa dia sudah mulai eror seperti Jaejoong? (digaplok emak)
"Apa masalahnya eoh? Aku mau dekat dengan siapapun itu hak Joongie! Memangnya Yunnie pikir Yunnie itu siapanya Joongie hah?!" Jaejoong meluapkan kemarahannya, Yunho hanya diam tidak dapat menjawab apapun. Jaejoong yang melihat Yunho hanya diam pun bergegas berjalan menuju kelas tidak menghiraukan Yunho yang masih dalam posisi tebengongnya.
Yunho bingung, sebenarnya apa yang terjadi padanya pagi ini, sikapnya kepada Jaejoong seperti mengalir dengan sendirirnya. Seperti tercipta dari alam bawah sadarnya (?) dan lagi Yunho tampak seperti orang yang… cemburu?
Ehh.. wait! CEMBURU?
ANDWEEEEEEE
"Yah Jung kenapa kau? Apa kau kemasukan hantu penunggu sekolah ini?" ucap sebuah suara dari arah belakang Yunho, entah sejak kapan pria cassanova bernama Park Yoochun itu datang. Sangat ajaib.
"Yoochun-ah, ini tidak mungkin! Aku tidak mungkin cemburu dengan induk gajah itu tidak mungkin! Andwe!" Yunho tiba-tiba meracau histeris membuat pemuda cassanova berjdat lebar itu mengerutkan keningnya bingung. Otaknya mencerna kalau mungkin Yunho memang kerasukan hantu penunggu sekolahnya.
Dengan asal Yoochun mengambil botol air minum dari temannya yang tidak sengaja lewat didepan mereka, ck! Tidak sopan Park! Dan dengan entengnya Yoochun menyiram air mineral dalam botol itu tepat ke atas kepala Yunho mengalir membasahi kepala Yunho.
"Yah! Park! Apa yang kau lakukan?!" ucap Yunho, kilat marah pun terlihat dari sorot mata musangnya yang tajam.
"Aku? Aku menyadarkanmu.. karna tadi kau seperti orang kemasukan hantu! Makanya aku menyirammu." Yoochun menanggapi kemarahan Yunho dengan santai.
"Tapi bukan begini caranya! Aish kau ini.. aku benar-benar menjadi gila dikelilingi makhluk-makhluk langka seperti kalian!" setelah itu Yunho pun pergi meninggalkan Yoochun yang tengah terheran-heran dengan sikap sahabatnya itu.
Yoochun mengendikkan bahu nya tak peduli lalu mengikuti langkah Yunho menuju kelas. Kelas mereka memang sama Yunho Jaejoong dan Yoochun satu kelas.
.
.
Tak terasa hari sudah siang dan sekarang waktunya bagi para murid Toho Senior High School untuk segera pulang kerumah masing-masing, semua siswa berhamburan keluar dari kelas dengan wajah yang cerah gembira seperti lonceng tanda kelas berakhir adalah sebuah nyanyian surga bagi mereka.
"Suie lihat… Seunghyun Sunbae tadi memberiku gantungan Hello Kitty ini, imut ne?" ucap Jaejoong senang, pemuda manis ini memang sangat menyukai karakter kucing animasi berpita dari Jepang itu.
"Kurasa Seunghyun Sunbae itu menyukaimu Joongie~" sahut seorang laki-laki berwajah imut yang dipanggil 'Suie' oleh Jaejoong.
"Hmm suka~" Jaejoong memiringkan kepalanya berfikir, dan tampak sangat imut dengan tingkahnya itu. "Joongie juga suka Seunghyun Sunbae karna dia selalu memberi hadiah Hello Kitty dan Gajah~" ucap Jaejoong. Junsu memandang kearah Jaejoong sambil mengernyitkan dahinya, aigo Jaejoong itu kelewat polos atau bodoh ? Junsu membatin.
"Aniya~ bukan seperti itu Jaejoongie~ tapi lebih tepatnya seperti rasa cinta!" Junsu mencoba menjelaskan kepada Jaejoong dengan perlahan agar Jaejoong mampu menanggap apa yang Junsu sampaikan.
"Hmm… cinta?" Jaejoong bingung, cinta? Apaitu? Orang tuanya tidak pernah membahas tentang cinta, bahkan disekolahpun tidak diajarkan tentang cinta!
"Ne~ cinta, perasaan yang tumbuh didalam hatimu untuk seseorang yang special~" sambil tersenyum Junsu menjelaskan kepada Jaejoong, aigo temannya sangat polos dan imut. Bahkan diumurnya yang sudah beranjak remaja dia belum mengenal tentang cinta? Manis sekali.
"Special? Appa dan Umma ne?" ucap Jaejoong tersenyum senang, seakan dia mendapat jawaban dari sebuah soal ulangan (apaan dah -_-)
"Yah~ itu pun termasuk, tapi ada satu lagi, seseorang yang dapat membuatmu selalu teringat padanya, memikirnya setiap malam. Membuat jatungmu berdetak nyaris keluar seakan ingin merobek dadamu ketika kalian saling bertatap~"
"Mengapa sangat mengerikan?" sahut Jaejoong.
"Ahh sudahlah, nanti kau juga akan tau betapa indahnya perasaan cinta jika sudah waktunya~" ucap Junsu dengan gaya sok bijak seolah-olah dirinya adalah seorang motivator (?)
"NOONAAAAAA~" teriakan melengking dating begitu saja menyapa indra pendengaran Jaejoong dan Junsu yang sedang asik-asiknya berbincang-bincang.
"Noona tolong aku dari serangan beruang lapar!" ucap suara melengking itu lagi dan sekarang bocah tinggi pemilik suara melengking itu bersembunyi dibalik tubuh mungil Jaejoong, aish tidak kontras dengan tubuh tingginya yang seperti tiang listrik.
"Min min! kan sudah Joongie bilang, panggil Hyung bukan Noona! Joongie namja!" ucap Jaejoong kesal karna Min min atau Jung Changmin lebih tepatnya sangat tidak mau dan anti memanggil Jaejoong dengan panggilan Hyung. Changmin bilang 'Wajahmu terlalu cantik untuk ku panggil Hyung Noona~' dan itu sangat membuat Jaejoong kesal dengan bocah tinggi bak tiang listrik itu. "Aish Noona, berapa kali harus kujelaskan kalau kau…"
"Aish iya iya terserah Minmin saja, huh!" Jaejoong memotong perkataan Changmin karna dia sudah tau apa yang akan dikatakan oleh bocah tinggi itu.
"Yak! Jung Changmin! Kemari kau!" sebuah suara ancaman terdengar dari mulut seorang Jung Yunho, Yunho tengah berjalan atau lebih tepatnya setengah berlari kearah Jaejoong untuk menarik Changmin dan menyiksanya. Mata musangnya berkilat penuh amarah.
Hap
Ditangkapnya tas ransel Changmin yang akan pergi dari balik tubuh Jaejoong, namun dirinya kalah cepat oleh sang kakak, entah mungkin Yunho punya kekuatan super hingga bisa secepat itu, pikir Changmin.
"Nah~ kena kau!" Yunho tersenyum senang karna berhasil mengambil tas ransel Changmin, baginya tas nya adalah segalanya separuh hidup nya dan belahan jiwanya, karna didalam tas tersebut tersembunyi kekasih-kekasih Changmin –Read: Food.
"Hyung! Andweee, kekasihku~" Changmin merana dalam rengekannya (?). Dan tidak ada sahutan dari Yunho, seakan dia tak perduli dengan Changmin.
Dengan sangat sadis nya Yunho membuang semua isi dari dalam tas Changmin yang hampir 80% berisi makanan kedalam tong sampah yang berada dekat mereka, Changmin menatap pemandangan nista itu dengan horror, 'Oh tidak! Kekasih cantik ku~' Changmin meraung didalam hatinya.
"Yunnie~ kok buang-buang makanan! Sayang tau, nanti bagaimana kalo makanannya nangis karna dibuang bukan dimakan?" Jaejoong mulai mengomeli Yunho, Changmin tersenyum karna merasa dibela oleh Noona cantik favoritnya.
"Hey, induk gajah! Ini makanan bukan manusia! Jadi tidak mungkin mereka menangis, kau pikir aku sudah gila menganggap mereka bisa menangis?" ah Yunho tak habis pikir mengapa orang-orang yang berada disekelilingnya tidak memiliki kewarasan yang wajar?
"Ihh terserah lah, Yunnie kalo dibilangin ngeyel! Sebel deh Joongie~" lalu Jaejoong pergi dan dengan seenak dadabesarnya ia menarik pantat Junsu untuk mengikutinya, aigo.
Yunho hanya dapat menggelengkan kepalanya, lalu tangan panjangnya dengan cepat menarik kerah kemeja sekolah Changmin karna ia melihat sang adik tercinta yang akan melarikan diri dari nya. "Kau mau lari kemana adik manis? Sekarang dengarkan aku! Jika kau sekali lagi mengerjaiku, aku tidak akan segan-segan membuang kulkas yang ada dikamar mu beserta isinya! Kau mengerti?!" ucap Yunho berbahaya, Changmin menelan ludahnya dengan susah payah lalu ia menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan, mencoba bersikap tenang. Changmin harus mencari cara agar lepas dari ancaman sang Hyung, sepertinya…. Aha Changmin tau apa yang harus ia lakukan.
"Ehem~" Changmin berdehem sebentar, membuat Yunho menatapnya dan menunggu apa yang akan dikatakan oleh sang adik.
"Baiklah, tapi apa kau lupa Hyung? Aku punya fotomu yang hanya memakai boxer bambi yang kuambil tadi pagi. Hmm kira-kira apa yang terjadi jika aku menyebarkan foto ini yah?" Changmin memasang tampang polos paling menyebalkan didunia dan membuat Yunho ingin memukulinya saat ini juga.
"Yah~ jangan coba-coba Changmin~" Yunho cemas dibuatnya, membuat Changmin menyeringai penuh rasa kemenangan.
"Jadi? Kau bagaimana kesepakatannya?" Tanya Changmin kepada Yunho. "Aish, aku bisa gila~" lirih Yunho, salah apa Yunho dimasa lalu hingga ia mendapat kutukan seorang adik yang menyebalkan. "Jadi bagaimana?" desak Changmin.
"Aish~ baiklah baiklah kau menag! Puas?!" ucap Yunho kesal.
"Sangat puas~" sahut Changmin penuh dengan senyuman kemenangan. "Sekarang tolong Hyung bawa tas ku ne~ punggungku pegal!" lanjut Changmin sambil menyodorkan tasnya kearah Yunho. Yunho membulatkan mata sipitnya "Yah! Aku tidak…." Ucapan Yunho terhenti karna Changmin memperlihatkan fotonya yang tadi pagi hanya memakai boxer bambi yang imut itu. Dengan kesal Yunho mengambil tas Changmin.
"Aku benar-benar gila mempunyai adik sialan seperti dirimu!" gerutu Yunho.
"Aku sangat tersanjung Hyung~" tanggap Changmin, dirinya tengah dengan ringannya melangkah keluar gerbang sekolah bak seorang raja.
'Jangan main-main dengan Lord Voldamin' tanamnya dalam hati.
.
.
.
"Annyeonghaseyo Eomma~ Appa~ Jooongie pulang dengan selamat sentosa~" teriak riang Jaejoong memecahkan keheningan rumah nya di siang hari itu.
"Eomma dibelakan sayang, sedang menyiram bunga~" teriak sang Eomma berasal dari halaman belakang.
"Menyiram bunga~ wahh Joongie suka menyiram bunga~" Jaejoong girang sendiri, lalu bergegas pergi menemui sang ibu.
"Eomma sini, biar Joongie yang menyiramnya~" ucap Jaejoong menawarkan pada ibunya tersebut. Dengan senyum lembut khas seorang ibu Heechul memberikan alat penyiram bunga kepada Jaejoong.
Jaejoong melihat Eommanya yang sedang duduk memperhatikan sang anak menyiram bunga. "Eomma~ jika lulus nanti, apa Joongie boleh memanjangkan rambut seperti Eomma?" Tanya Jaejoong, yah Jaejoong sangat ingin mempunyai rambut panjang seperti Eommanya. Menurutnya akan sangat indah, apalagi melihat sang Eomma yang sangat cantik dan mempesona dengan rambut panjangnya.
"Tidak boleh Joongie, kau kan laki-laki! Lagipula, Eomma tidak yakin Appamu mengijinkan~" tanggap sang Eomma, Heechul melihat anaknya dengan sendu. Heechul fikir Hankyung Appanya terlalu memaksakan kehendak. Mereka tau kalau Jaejoong itu berbeda, tapi Hankyung seakan tidak peduli.
"Tapi Eomma juga laki-laki kan? Kenapa Appa memperbolehkan Eomma sedang aku tidak?!" Jaejoong meninggikan suaranya, eh apa aku belum memberi tahu kalian tentang Heechul? Yah Kim Heechul adalah seorang laki-laki. Yah mereka gay, lalu apa masalahnya? Yang penting mereka saling mencintai bukan?
Lalu.. kalian mempertanyakan Jaejoong?
Entah sebuah keajaiban atau apa ternyata seorang Kim Heechul mempunya keistimewaan seperti wanita yaitu memiliki rahim, tapi rahimnya sangatlah lemah. Dokter pun tidak menganjurkannya untuk hamil karna membahayakan dirinya yang memang seorang pria.
Jaejoong? Jaejoong memang anak yang lahir dari rahim Heechul, karna kekeraskepalaan Heechul Jaejoong dapat lahir dengan sehat dan selamat, walau setelah itu Heechul harus merelakan rahimnya diangkat.
"Dengar Jaejoongie baby~ Appa menginginkanmu menjadi layaknya seorang laki-laki, jadi~ mau kah kau menuruti permintaan Appamu?" ucap Heechul pelan.
"Eomma~ aku tidak bisa! Lagipula siapa yang menginginkan aku seperti ini? Tidak ada!" mata Jaejoong mulai berkaca-kaca, lalu mulai menghadap membelakangi Eommanya kembali menyiram bunga di kebun kecil yang dibuatnya bersama sang Eomma.
"Wah~ ternyata kalian sedang berada disini rupanya~ aku mencari kalian kesekeliling rumah sedari tadi." Ucap suara berat Kim Hankyung membuat Heechul dan Jaejoong tersadar lalu menghapus air mata mereka yang entah sejak kapan sudah mengalir.
"Joongie kemari, Appa hari ini kan sudah berjanji mengjakmu kesuatu temapat ani?" ucap sang Appa, Jaejoong yang mendengar ucapan sang Appa pun langsung merubah raut wajahnya menjadi ceria, mudah sekali berubah mood.
"Wahh iya, ternyata Appa tidak berbohong, Kajja kajja kita berangkat!" sahut Jaejoong semangat.
"Ganti baju dulu Jaejoongie~" ucap sang Appa mengingatkan.
"Aish, ne baiklah~"
.
.
.
Setelah berganti baju yang membutuhkan hampir satu jam, Jaejoong dan sang Appa telah sampai di tempat tujuan. Yaitu JHolic Café, Jaejoong mengernyitkan dahinya bingung. Kenapa Appanya membawanya kemari. Café itu milik keluarga mereka, Cafe ini hanyalah cafe sedernaha. Yah cukup nyaman untuk didatangi para pengunjung remaja.
"Appa, kenapa kau membawaku kemari?" Tanya Jaejoong bingung.
"Sudah kau ikut Appa saja ne~" Jaejoong tidak bertanya lagi dan mengikuti langkah Appanya memasuki Café tersebut.
"Ehem, perhatian semua! Kumohon untuk berkumpul sebentar disini!" ucap Hankyung lantang. Tanpa diperintah dua kali pun para pegawai JHolic berkumpul. Café ini belum terlalu ramai karna memang jam bukanya sekitar jam 3 sore (ngarang banget).
"Perkenalkan ini Kim Jaejoong, dia mulai hari ini akan bekerja disini!" pengumuman selesai, dan Jaejoong menatap Appanya dengan mata bulatnya.
"Appa!" protes Jaejoong tapi Hankyung tidak menghiraukannya, "Dan Yunho, tolong kau bimbing dia bekerja disini ne?" Yunho hanya menunduk patuh mendapat amanah dari sang boss.
.
.
.
Hening
.
.
"Mwo? ANDWEEEEE!"
Lalala~ Happiness (?)
.
.
.
Tipok
Bang
Changmin
TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG UDAH RIVIEW, FOLLOW DAN FAV ff SAYA /CIPOKIN(?)/
Halo lagi :3
saya balik karna kemaren saya udah janji kan mau update /siapa yang nunggu juga/ ya sudah lah, makasih yang udah mau nyempetin baca dan riview. baik Riview yang enak dan gak enak tak kasih kucing aja /digaplak/
Balas Riview:
1234: iya kok gak saya pedulikan, anggap aja dia penyemangat saya (?) :3 makasih yah, ini sudah lanjut :D
noon: ini dia lanjutannya~ :D
Dor4: iya nih si Jaejoongie nya unyu banget yah /bawa pulang(?)/ ini sudah lanjut :D
jema agassi: ayo bantu Jaejoong jadi manly! :D ini sudah lanjut :3
Guest: sudaah lanjut :D
yang make Account FFn saya bales lewat PM yak :D
Riview lagi yah yang berminat sampai jumpa :D
Salam Kangen (?) Rieyun~
Jakarta, 27/08/2014 21:43
