Be Man Jaejoongie!
Cats: YunJae and other
Genre: Romance, Drama, Humor
Rated: T
Disclaim: YunJae punya tuhan, ceritanya punya saya! udah gitu aja ._.
WARNING! BoyxBoy! Gak suka? Jangan dibaca!
.
.
.
.
Cekidot~ Si Changmin ngemil codot (?)
.
.
.
Jaejoong menghentakkan kakinya kesal, dilihatnya lagi tampilan didepan cermin yang menampilkan dirinya yang tampak mengenakan seragam khas seorang pelayan. Oh tidak! Ini mimpi buruk! Ritih Jaejoong dalam hati.
Jaejoong ingin menangis melihat penampilannya yang sangat buruk menurut dirinya, walaupun dalam tampilan apapun Jaejoong akan tetap mempesona.
"Yak! Cepatlah, kau mau lebih lama bercermin pun bajumu akan tetap sama seperti itu. Tidak akan berubah!"
"Yunnie~ Joongie tidak mau pakai baju seperti ini! Warnanya tidak menarik! Joongie tidak suka~" mulailah aksi merengek jaejoong. Dalam hatinya Jaejoong berfikir suatu saat bila sang Appa sudah memindahkan hak waris cafe ke tangannya maka Jaejoong akan membuat desain baju pelayan yang imut dan menarik.
"Katakan itu pada ayahmu, karna aku tidak bisa berbuat apapun!"
Jaejoong cemberut mendengar perkataan Yunho. "Sekarang ikut aku keluar! Kita akan mulai bekerja!" Jaejoong hanya memanyunkan bibirnya lalu mengikuti Yunho dengan ogah-ogahan.
"Nah sekarang, kau lihat meja kosong disana." Jaejoong melihat kearah meja yang ditunjuk Yunho. "Nah, sekarang kau ambil lap ini. Bersihkan dan bawa piring kotor itu kedapur!"
Jaejoong membelalakkan matanya "Apa?! Andwe! Yunnie kejam sekali menyuruh Joongie bekerja sekeras itu~ nanti kalau tangan Joongie kasar seperti Yunnie bagaimana? Joongie kemarin baru saja habis perawatan Yunnie~"
"Tidak peduli dengan segala perawatanmu, aku hanya menjalankan perintah Appamu itu saja~ jadi… cepat kemeja itu dan bersihkan!"
"Sekarang!" Jaejoong yang hendak membuka mulutnya untuk protes kembali mengatupkan mulutnya karna medengar kata-kata penegasan dari Yunho. Dengan menghentak-hentak Jaejoong menghampiri meja yang tadi ditunjuk Yunho dan mulai membereskan mejanya, dipenuhi dengan gerutuan tentu saja.
"Kau terlalu keras kepadanya sobat~" ucap sang pria cassanova yang adalah Park Yoochun, yah Yoochun bekerja Part Time juga di café ini entahlah walaupun Yoochun berasal dari keluarga yang berkecukupan tapi dia bilang dia ingin sesuatu hal yang baru, ok abaikan saja. /dijitak babang uchun/
"Biarkan saja, lagipula Appanya yang memberi amanat ini padaku~" lalu Yunho pun pergi kearah dapur.
.
.
.
Keadaan café sudah sepi karna memang café JHolic sebentar lagi akan segera tutup, ya tepat lima menit lagi. Karna sekarang Jaejoong tengah memandang antusias kepada benda bulat yang menempel didinding tersebut.
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
"Yeayyyy, waktunya pulang!" teriak Jaejoong semangat, lalu ia pun segera berlari menuju ruang ganti pegawai, tapi tiba-tiba seseorang menarik kerah belakang kemejanya. Siapa lagi kalau bukan Yunho yang melakukannya.
"Yunnie~ lepaskan, Joongie mau ganti baju dan pulang~ ini kan sudah waktunya pulang~ ishh Yunnie~"
"Ya kau benar~ tapi kita harus membereskan meja dahulu baru kau bisa pulang, arra?"
"Yunnie~ " Jaejoong mengeluarkan jurus puppyeyesnya didepan Yunho, seketika Yunho memalingkan wajahnya.
"Ani~ cepat bereskan meja itu, taruh bangkunya diatas meja~" instruksi Yunho tanpa menoleh kearah Jaejoong yang sedang memasang tampang anak kucing minta dipungut itu.
"Yunnie menyebalkan huh! Tangan Joongie sudah tidak kuat mengangkat beban sebanyak ini, lihat tangan Joongie sudah terkulai lemas~" ucap Jaejoong lesu disertai dengan kedua tangannya yang terkulai disisi tubuhnya.
"Joongie cape~ " ucap Jaejoong, dia lelah dan memang benar-benar lelah. Jaejoong belum pernah sekalipun melakukan pekerjaan berat seperti ini, dan Jaejoong tak sanggup.
Yunho menghembuskan nafasnya, "Baiklah! kalau begitu kau segera ganti baju mu dan pulang~ biar aku yang membereskan meja ini~" ucap Yunho kesal, yah mau bagaimana lagi? Dirinya selalu lemah dengan tatapan anak kucing Jaejoong yang minta dipungut itu.
"No no no~" Jaejoong menggelengkan kepalanya dan menggoyangkan telunjukkan kekanan dan kekiri. "Joongie akan menunggu Yunnie sampai selesai dan kita pulang bersama ne?"
"Aku tidak mau, kau bilang kau lelah.. jadi cepatlah pulang!" ucap Yunho gemas Jaejoong hanya mengerjapkan matanya dengan imut.
"Ish ish ish~ apa Yunnie tidak kasihan melihat pria manis dan imut seperti Joongie ini pulang sendiri di malam yang sepi ini? Nanti kalau ada penjahat yang menculik Joongie bagaimana? Yunnie tidak kasihan eoh?" ucap Jaejoong panjang lebar, disertai mata berkaca-kaca nya yang hanya sandiwara -_-
"Heh! Kau ini percaya diri sekali, kau itu cerewet dan menyebalkan! Mereka akan rugi bila menculikmu!"
"Jahat sekali~" cibir Jaejoong pelan, bahkan Yunho pun tak mendengarnya. "Pokoknya Joongie tetap akan pulang bersama Yunnie~" ucap Jaejoong mutlak. Yunho hanya diam, yah diam mau membalas? Sudahlah itu hanya membuang tenaga saja.
.
.
Di lain tempat seorang namja cantik paru baya tengah mundar-mandir di teras rumahnya, Kim Heechul tengah gelisah menunggu kedatangan anak semata wayangnya. Pasalnya sekarang sudah hamper jam 11 dan Jaejoong belum juga pulang? Heechul takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti Jaejoong yang diganggu preman, diculik dibunuh dan mayatnya di potong kecil-kecil dan.. cukup! Ini bukan ff tragedy jadi abaikan /snap/
"Chullie-ya jangan mundar-mandir seperti itu, aku pusing melihatmu~" ucap Hankyung sanga kepala rumah tangga.
"Anakku belum pulang kerumah, dan aku tidak tau apa yang terjadi diluar sana~ Jaejoongie tidak pernah pulang semalam ini Hannie~ aku takut terjadi sesuatu kepada Jaejoongie~" ucap Heechul lirih. "Lagipula mengapa kau menyuruhnya bekerja? Kalau dia kelehan bagaimana? Aigo anakku~" ratap Heechul makin mendramatisir.
"Dia sudah besar! Dan tenanglah~ aku sudah menitipkannya dengan Yunho! Jadi kurasa anak kita akan aman~"
"Kenapa kau sangat mempercayai Yunho?" Tanya Heechul heran.
"Entahlah, aku hanya menyukainya saja. Ketika melihat matanya aku yakin bahwa dia adalah laki-laki yang bisa di percaya!" ucap Hankyung. "Andai saja kita mempunyai anak perempuan~ pasti aku akan menjodohkannya dengan Yunho~" Lanjut Hankyung berandai-andai.
"Kenapa tidak dijodohkan dengan Jaejoongie saja?" Tanya Heechul cepat.
"Tidak! Kau tau alasanku Chullie-ya~" Hankyung mencoba lembut berbicara dengan sang istri.
"Arraseo~"
hening sesaat.
.
"Annyeonghaseyo eomma~" ucap nyaring sebuah suara yang mengagetkan Hankyung dan Heechul.
"Joongie kau sudah pulang nak~ kau baik-baik saja kan?" Tanya Heechul cemas.
"Joongie tidak apa-apa Eomma~ hanya saja tangan dan kaki Joongie lemas sekali~" Jaejoong mulai merengek manja.
"Baiklah, ayo kita masuk dank au segera istirahat ne?"
"Ne Eomma~"
Heechul pun mengiring (?) Jaejoong masuk kedalam rumahnya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Yunho yang telah mengantar anak semata wayang nya itu.
"Ajhussi, aku pamit pulang ne?" ucap Yunho sopan.
"Ya~ hati-hati Yunho!" lalu Yunho pun pergi setela membungkukkan badan sedikit kearah Hankyung.
Hankyung menghela nafas dan memijit keningnya yang terasa pusing. Dalam aiti mungkin strees atau banyak pikiran. "Semoga yang kulakukan kepada Joongie adalah hal yang paling benar~" lirihnya.
"Maaf atas keegoisan Appa nak~"
.
.
.
.
.
Lalala Happiness~
Tralala
Blablabla
Ciecie
TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG UDAH SETIA (?) NUNGGUIN FF INI, TERIMAKSIH ATAS SEMUA RIVIEW, FAV, FOLLOW NYA /TERHARU/
Bacotan author:
Chap ini pendek banget yak? /ngesot/ yah kekumpulnya cuma segini mau gimana lagi :") semoga kalian senang semuanya yah :*
Special Thank's To:
rikurijung
Jiji Joongie
Guest
MaxMin
misschokyulate2
zhoeuniquee
noon
hyejinpark
nabratz
zuzydelya
jema agassi
JonginDO
dan terimakasih juga buat kalian yang udah ngebaca, tapi gak riview it's ok.. mungkin pas mau riview inet eror, kebelit pipis, atau terlanjur tidur (?) pokoknya Terima Kasih buat kalian semua yang udah mau mampir di FF ini kkk~
Salam Cinta (?) Rieyun~
Jakarta, 29/08/2014 19:21 PM
