Be Man Jaejoongie!

.

.

.

Chapter 4

.

.

.

.

.

Enjoy!

.

.

.

.

Hahhh

Entah sudah berapa kali Kim Jaejoong menghela nafasnya dipagi yang cerah ini, rasa-rasanya seperti Jaejoong memiliki beban yang begitu berat. Tapi… ya! Jaejoong memang mempunyai beban berat! Hanya dalam konteks nya saja tentunya.

"Joongieeeee~" teriakan melengking itu terdengar begitu nyaring bagi siapa saja yang mendengarnya, yah bagaimana dia tidak mau berteriak dan mengeluarkan suara khas lumba-lumba terdampar kalau sahabatnya Kim Jaejoong sedari tadi tidak menghiraukannya berbicara? Aigo.

"Aigo Suie~ kau mau membuat telinga Joongie tuli yah?" Jaejoong membalas dengan wajah sewot.

"Dari tadi aku itu mengajak mu bicara~ tapi kau melamun terus~" Junsu si pria manis tersangka pelaku teriakan melengking itu memberenggut sebal.

"Huh~ memangnya tadi Suie bicara apa? Joongie tidak dengar, Sekarang ini Joongie sedang meratapi nasib buruk yang kini menimpah Joongie!" Junsu menaikkan alisnya tanda ia bingung, ada apa dengan sahabatnya ini? Tumben sekali Jaejoong yang notabene selalu ceria jadi sedih seperti ini.

"Kau kenapa Joongie?" Tanya Junsu.

"Ugh~ sebal, sebal! Aku sebal Suie~ Appa menyiksaku! Appa sepertinya tidak sayang denganku lagi Suie~ hueeeee~ eotthoke Suie? Joongie sedih hiks hiks~" Jaejoong menangis tersedu membuat Junsu gelagapan dibuatnya.

"Joongie~ tenangkan dirimu, memangnya apa yang Ajhussi lakukan? Apa dia memukulimu?" Jaejoong langsung menggelengkan kepalanya cepat. "Ani~" ucap nya pelan.

"Jadi?"

"Molla~ hanya saja Appa selalu membandingkan aku dengan Yunho! Yunho yang tampan, pintar beladiri, dan mandiri. Huh! Memangnya apa yang kurang dariku? Aku juga tak kalah tampan dari dia…" perkataan Jaejoong terhenti karna Junsu memotongnya.

"Tapi kau tidak pandai beladiri dan juga mandiri. Lagipula, wajahmu lebih condong kearah cantik daripada tampan!" Junsu berkata dengan wajah serius sok mengamati.

Jaejoong menatap tajam namja imut didepannya itu dengan mata bulat besarnya, dan yah buat Junsu itu sama sekali tidak berpengaruh apapun untuknya, bukannya takut ditatap tajam seperti itu Junsu malah ingin mencubit pipi Jaejoong sangking gemasnya.

"Berhentilah melotot kearahku Jaejoongie, kau membuat aku ingin mencubit pipimu saja!" Jaejoong membulatkan bibir nya. "Mwo?! Kau seharusnya takut kupelototi Suie~" ucap Jaejoong merajuk.. Hell Jaejoong! Kau nampak sangat menggemaskan kalau seperti itu! -_-

"Bagaimana tidak! Kau malah terlihat seperti seekor kucing yang minta dipungut!" jawab Junsu sekenanya.

"Kau menyebalkan Suie~" Jaejoong mempoutkan bibirnya, tanda bahwa ia sedang kesal atau berada dalam mood yang tidak baik.

"Hmm lagi pula kalau Appamu ingin mempunyai anak seperti Yunho, kenapa Appamu tidak menjodohkanmu dengan Yunho saja yah?" ucap Junsu polos, Jaejoong yang masih belom sadar hanya menganggukkan kepalanya. "Benar juga yah~" ucap Jaejoong mengiyakan.

Eh… wait

Loading

Loading

Loading

Connect

Succes

"ANDWEEEEE!" Jaejoong teriak saat mulai sadar dengan apa yang Junsu katakan.

"Aish! Joongieeee tidak usah berteriak!" ucap Junsu kesal.

"Suie sih asal bicara~" ucap Jaejoong kesal. "Tapi kau mengiyakan!" sahut Junsu, Jaejoong yang mendengar itu hanya mendengus sebal. Hening sebentar tidak ada lagi yang memulai pembicaraan, Jaejoong nampak merenung entah apa yang dia pikirkan dan Junsu! Dia lebih tertarik melihat objek didepannya. Kearah lapangan sekolah yang sedang menampilkan (?) siswa dari kelas sebelah (?) bermain basket karna memang hari ini mereka ada jadwal pelajaran olahraga #ribet -_-

Saat ini memang Jaejoong dan Junsu sedang duduk disalah satu bangku yang menghadap lapangan sekolahnya, sebenarnya Jaejoong malas tapi mau bagaimana? Junsu yang menariknya paksa untuk duduk disana dan menemaninya. Hey disana panas! Dan Kim Jaejoong tidak mau kulitnya berubah gelap hanya karna sinar matahari yang galak itu.

Tapi demi nama persahabatannya Jaejoong mau menemani Junsu demi mengamati sang pujaan hati Bebek Dolphin tersebut. Oh apa kalian bertanya padaku siapa pujaan hati si Bebek Dolphin ini? Kukira kalian pasti tau… cari saja seorang pria yang mempunyai jidat luas kearah lapangan sana.

Jaejoong yang sudah bosan pun ingin mengajak Junsu kembali ke kelas, karna memang jam istirahat sebentar lagi akan berakhir. Tapi sahabatnya itu belum menunjukkan tanda-tanda kepuasaannya memandangi pria berjidat lebar dilapangan sana.

"Suie~"

"Hemm.."

"Su~"

"Ne.."

"Junsu!"

"Hmmm.."

"Aish Kim Jun….."

Doeng Gubrak (?)

"JOONGIE!"

.

.

.

.

Setelah hampir setengah jam Jaejoong pingsan (buset -_- lama amat) akhirnya pria manis itupun mulai membuka kedua matanya, mengerjap-ngerjapkan mata bulatnya menyesuaikan dengan cahaya lampu yang langsung menyorot matanya.

Kalian pasti bertanya-tanya kan kenapa pria manis dan cerewet ini bisa berakhir di ruang kesehatan sekolah?

Yah yah saat bunyi gubrak itu Jaejoong terkena lemparan bola dari anak-anak yang bermain basket dilapangan sana. Bertepatan saat Jaejoong akan berdiri bola basket itu melayang dengan indahnya kearah kepala Jaejoong.

Dan sekarang disinilah dia, dengan kepala yang masih pusing Jaejoong mencoba bangun dari tidurnya dibantu oleh Yunho, oh kalian pasti bertanya-tanya kenapa Yunho berada disini bukan? Yah ada dua alasan, pertama karna Junsu yang menyuruhnya untuk menunggu Jaejoong sampai ia sadar karna sudah masuk jam belajar. Dan alasan kedua yang menjadi alasan tekuat Yunho untuk menunggu Jaejoong diruang kesehatan adalah karna dirinya si pelaku pelemparan bola tersebut.

Dan sebagai Seme sejati Yunho harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya itu.

"Kepalaku pusing~" keluh Jaejoong sambil memegangi kepalanya.

"Kau tiduran saja jika masih pusing~" ucap Yunho mengingatkan, Jaejoong menatap kearah Yunho bingung. Apa yang dilakukan pria itu disini?

"Yunnie~ sedang apa kau disini?" Tanya Jaejoong.

"Aku menunggumu, eit jangan geer dulu yah. Aku menunggumu sebagai bentuk pertanggung jawaban karna aku yang melampar bola dan mengenai kepalamu sampai pingsan." Ucap Yunho panjang lebar.

"Oh.. Jadi Yunnie eoh yang membuat Joongie pingsan! Kenapa Yunnie suka sekali membuat Joongie terluka?! Beberapa hari yang lalu juga lutut Joongie terluka karna Yunnie!" Jaejoong mulai nyerocos tidak jelas. Yunho hanya menatapnya malas, aish kenapa ada seorang pria yang sangat cerewet seperti Jaejoong? Batinnya.

"Yah aku minta maaf untuk beberapa hari yang lalu dan untuk hari ini, dan sekarang aku ingin kembali kekelas mengambil tas dan segera pulang, karna kau juga sudah terlihat baikan! Jadi… Annyeong~" Yunho yang sudah berpamitan dan akan meninggalkan ruang kesehatan seketika tangannya langsung digenggam erat oleh Jaejoong.

"Apa lagi?" ucap Yunho kesal.

"Yunnie mau pergi begitu saja? Jadi sampai sini saja rasa tanggung jawab Yunnie eoh?! Sama sekali tidak menunjukkan sikap Pria sejati!" Jaejoong berkata dengan wajah seolah-olah sedang dicampakkan oleh seorang kekasih… penuh luka aigo! -_- membuat pria tampan itu menatap tajam kearah pria manis tersebut.

"Apa yang kau katakan? Seenaknya saja! Kalau aku bukan pria sejati lalu kau disebut apa hah?!" ucap Yunho tersulut emosi, Yunho paling tidak suka jika dirinya dianggap bukan pria sejati.

"Aku? Tentu saja aku adalah pria manis, imut dan cantik tipe uke idaman para seme!" dengan gaya imutnya Jaejoong berkata seperti itu, membuat Yunho cengo karna tingkah ajaib tetangganya tersebut.

"Sebenarnya ketika mengidam, Heechul Ajhumma menginginkan apa? Sampai-sampai anaknya sangat ajaib sepertimu! Pasti sesuatu yang aneh!" ucap Yunho dengan sadisnya.

"Enak saja! Eomma saat mengandungku pasti menyukai Pangeran Inggris! (?) terbukti karna wajahku yang tampan dan rupawan. Tidak seperti Yunnie~" ucap Jaejoong sambil mehrong kearah Yunho.

"Aku? Memangnya kenapa denganku?" Tanya Yunho bingung.

"Hmm~ Joongie yakin pasti Kibum Ajhumma ngidam Hulk! Lihatlah Yunnie sekarang~ Besar dan menyeramkan seperti Hulk jika sedang marah!" Yunho melebarkan mata kecil nya ._.

"Kau pulang saja sendiri! Sampai jumpa!" karna kesal Yunhopun langsung berjalan meninggalkan Jaejoong yang tengah berusaha mengejarnya.

Yunho mengakui bahwa Jaejoong memang pria yang manis dan imut! Juga cantik, bahkan mungkin wanita pun tidak ada yang bisa secantik dia… ehh tunggu dulu? Mengapa Yunho jadi memuji Jaejoong? Lupakan Yunho lupakan! 'Apa yang kau pikirkan Jung!" batin Yunho sambil memukul kepala nya sendiri supaya terbebas dari khayalan buruk (?) tentang Jaejoong yang menari-nari diatas kepalanya.

Yunho terus berjalan sampai ia berada dikelasnya yang sudah sepi karna memang jam pulang sekolah sudah berakhir, diambilnya tasnya lalu ia pun beranjak meninggalkan kelas. Masih tak dihiraukannya Jaejoong yang terus berteriak memanggil namanya seakan menulikan pendengarannya.

Terbesit dalam otak Yunho untuk menakuti Jaejoong. Aha pasti seru jika menakuti si penakut itu khukhu~ show time Jung Yunho batin Yunho jahat (?)

Yunho lalu bersembunyi di salah satu tembok sekolah bersiap untuk melancarkan rencananya menakuti Jaejoong! Dilihatnya Jaejoong yang masih melihat kesana-kemari mencari sosok yang sekarang tengah membuat rencana jahat terhadapnya.

Dan sekarang Yunho tengah menghitung aba-aba…

1

2

3

"Hai Jaejoongie!"

Wait… ini bukan suara Yunho!

Well ternyata sebelum Yunho berhasil menakuti Jaejoong sang sunbae menyebalkan muncul tiba-tiba dan mengacaukan semua rencana Yunho, poor Yunho congrats to Jaejoongie.

Yunho yang masih berada dibalik tembok tersebut malah memperhatikan gerak-gerik keduanya, Ck seperti penguntit! Entah apa yang berada didalam otak Yunho saat ini yang jelas tanpa di perintah oleh apapun Yunho berjalan mengikuti Jaejoong dan Seunghyun dengan tetap bersembunyi.

"Joongie~ ada apa dengan bibirmu? Mengapa terlihat kering sekali!" Tanya Seunghyun sambil mencoba memegang bibir plum Jaejoong. Cari kesempatan umpat Yunho dalam hati, aigo Jung! Cemburu eoh?

"Hmm~ ini semua karna Appa Sunbae~ semua lipgloss ku disita olehnya, aku tidak boleh lagi memakai benda-benda seperti itu lagi!" ucap Jaejoong sendu, dirinya sangat sedih karna sang Appa menyita semua peralatan makeup yang Jaejoong punya. Bedak, Eyeleaner, lipgloss etc etc. entahlah saya pun bingung menyebutnya -_-

"Kalau begitu ku harap hadiah dariku ini bisa membuatmu senang!" ucap Seunghyun sambil memberi kotak kecil yang sudah terbungkus rapi itu kepada Jaejoong. Mata bulat nya berbinar, Jaejoong sangat suka hadiah! Tanpa ragu Jaejoong mengambil kotak tersebut dari tangan Seunghyun.

"Apa ini Sunbae?" Tanya Jaejoong sambil membolak-balikkan bungkusan tersebut, menerka-nerka apa sekiranya yang ada dalam kotak kecil itu.

"Kau buka saja, Jaejoongie~" ucap Seunghyun tersenyum manis membuat Yunho yang masih dengan setia mengintip kegiatan mereka mual seketika.

Lalu dibukanya bungkusan tersebut dengan tergesa-gesa, setelah bungkusan itu terlepas dan terlihatlah benda kecil mungil itu membuat Jaejoong berbinar-binar melihat hadiahnya.

"Lipgloss~" ucap Jaejoong penuh haru (?) Jaejoong pun langsung mencoba lipgloss tersebut dibibirnya, ah betapa senangnya dia.

"Wah rasa strawberry~" ucapnya lagi dengan antusias.

"Kau suka?" Tanya Seunghyun.

Jaejoong menganggukkan kepalanya antusias "Ne~" ucap Jaejoong girang.

"Hmm.. aku juga ingin mencobanya~" ucap Seunghyun pelan.

"Sunbae ingin mencobanya? Sini biar aku pakaikan!" ucap Jaejoong, saat Jaejoong akan memakaikan lipgloss tersebut kepada Seunghyun, tiba-tiba tangannya ditahan oleh sang Sunbae.

"Bukan begitu caranya, aku mau cara yang lain." Ucap Seunghyun pelan dan berat. Jaejoong memiringkan kepalanya bingung "Lalu… bagaimana?" tanyanya polos.

"Seperti ini…" saat itu pula Seunghyun mendekatkan wajahnya kearah wajah Jaejoong, Jaejoong yang belum mengerti masih menatap Seunghyun. Dia bingung, apa yang akan dilakukan Seunghyun.

.

.

Dan mari kita lihat kearah tuan Jung kita yang masih bersembunyi, Yunho yang sedari tadi sudah menangkap sinyal-sinyal bahaya pun mulai memutar otaknya mencari cara untuk menggagalkan rencana bejat (?) Sunbae tengilnya itu –menurut Yunho aja- dan dengan kecepatan cahaya (?) Yunho berlari kearah Jaejoong dan Seunghyun yang hanya berjarak 5 centi lagi akan bertemu.

Bruk

Seketika Seunghyun jatuh dan menatap kesal kearah Yunho.

"Yak!" Teriak Seunghyun kesal. Sedikit lagi! Sedikit lagi ia sudah akan mencicipi betapa manisnya bibir Jaejoong yang ia idam-idamkan.

"Sunbae! Mianhae, aku tidak sengaja! Kukira tidak ada orang." Ucap Yunho memasang wajah innocent yang dibuat-buat. Lalu Yunho melihat kearah Jaejoong yang masih syok karna Seunghyun yang tiba-tiba terjatuh karna tabrakan tubuh Yunho.

"Jaejoongie~ kau disini? Aku mencarimu dari tadi! Kau bilang ingin pulang bersama ku? Kajja!" ucap Yunho, membuat Jaejoong mengernyitkan keningnya. Apa Yunho tadi terbentur tembok kepalanya? Kenapa dia sangat aneh! Pikir Jaejoong. Melihat Jaejoong yang masih terbengong Yunho dengan cepat menarik tangan Jaejoong, meninggalkan Seunghyun yang masih terkapar (?) dari jatuhnya tersebut. Poor Seunghyun.

.

.

.

"Yunnie Chakkaman!" ucap Jaejoong saat Yunho terus saja berjalan menarik tangannya dengan keras.

"Yunnie~ lepaskan tanganku! Sakit!" ucap Jaejoong lagi memelas, mendengar Jaejoong yang memelas itu Yunho dengan perlahan melepaskan tangan Jaejoong.

"Mianhae, aku menyakitimu lagi~" ucap Yunho pelan. Jaejoong mendengus pelan mendengar jawaban Yunho.

"Selalu saja seperti itu, tadi meninggalkanku… lalu tiba-tiba datang dan menarik ku paksa!" ucap Jaejoong kesal. Yunho pun tidak terlalu menanggapi apa yang dikatakan Jaejoong karna sedari tadi pun Pria manis itu tidak memberi kesempatan dia buat bicara. Aigo! Jaejoong cerewet sekali!

"Kau lihat ini Yunnie~ tanganku merah~ Hiks! Yunnie menyebalkan! Joongie sebal! huhuhu~" Jaejoong mulai terisak seperti anak kecil membuat Yunho bingung harus menenangkannya dengan cara apa.

"Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu. Sungguh!" ucap Yunho, berharap Jaejoong mau berhenti dengan tangisannya.

"Yunnie selalu saja minta maaf dan nanti akan mengulang lagi kesalahan Yunnie~ Joongie tidak percaya Yunnie! Joongie benci Yunnie! Benci! Benci!"

CHUP

Omelan Jaejoong terhenti karna sebuah kecupan pelan mendarat dengan manis diatas bibir plum nya. Jaejoong shock mata bulatnya mengedip perlahan melihat kearah si pelaku pengecupan singkat itu, Jung Yunho.

"Hahh~ apa harus dengan menciummu dulu baru kau mau berhenti mengomel eoh? Kim Jaejoong!" ucap Yunho sambil menyentuh bibir Jaejoong pelan, ingin sekali rasanya ia mencicipi kembali bibir kenyal nan manis itu.

DOENG~

Seperti tamparan keras baginya! apa yang baru saja ia lakukan? dirinya mencium Kim Jaejoong?

Oh Hell! Apa yang ia pikirkan sekarang?! Baru saja ia mencium si gajah cerewet itu! Ciuman itu diluar nalar Yunho. Entahlah mungkin sebuah gerakan alam (?) Yunho mencium Jaejoong dengan reflek.

"Yunnie~ kau mencuri ciuman pertamaku." Ucap Jaejoong, tatapan matanya terlihat kosong dan menerawang kearah aspal dihadapan matanya, karna sekarang Jaejoong tengah tertunduk.

"Hehe.. maaf aku… emh~ itu... aku, seperti terbawa suasana~ Eh!" ucap Yunho ngelantur, dan mulai panic ketika melihat kearah kedua manik Jaejoong berkaca-kaca siap menumpahkan cairan bening yang akan menganak sungai mengaliri pipi putihnya.

.

.

.

.

.

"Hueeee Yunnie~ nappeun! Kembalikan… kembalikan ciuman pertamaku Yunnie~ Hueeee." Tangis Jaejoong pecah lalu memukul tubuh Yunho dengan kedua tangannya, tentu saja pukulan itu tidak berarti apa-apa oleh Yunho.

"Jae diamlah~ kumohon!" Yunho memohon dengan muka memelas, tapi Jaejoong tetap tak berhenti menangis tetap bersikukuh ingin Yunho mengembalikan ciuman pertamannya yang tidak mungkin bisa.

Yunho melihat kesekelilingnya, untung saja jalanan yang tengah menjadi tempat mereka berdiri cukup sepi! Apa boleh buat, mungkin Yunho harus menggunakan cara ini. Ya! cara ini, anggap saja Yunho gila tapi mau bagaimana lagi? ini salah satu cara mengelabui si polos Jaejoong.

"Baiklah-baiklah, aku akan mengembalikan ciuman pertamamu!" ucap Yunho akhirnya di sertai seringai tipis dibibir hatinya. Tangisan Jaejoong pun mulai mereda. "Bagaimana caranya Yunnie?" tanya Jaejoong dengan suara seraknya dan diiringi dengan sesegukan pula.

"Caranya seperti ini…" setelah itu kedua tangan Yunho menangkup kedua pipi Jaejoong, perlahan namun pasti bibir hati itu pun bertemu dengan bibir cherry milik Jaejoong.

Jaejoong yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya diam dibuatnya, otakanya sama sekali tidak dapat berkerja karna ciuman lembut yang diberikan oleh Yunho, ingin melepaskan diri tapi tubuhnya seperti diberi lem perekat sampai-sampai ia hanya dapat diam.

Ya! inilah caranya. mengembalikan ciuman dengan mencium nya kembali. pemikiran naif atau bisa kusebut bodoh? -,-

Dan entah apa yang ada didalam otak Yunho sampai-sampai melakukan hal seperti itu! 'Kupikir aku sudah gila!' umpat Yunho dalam hati, dirinya sama sekali tidak bisa melepaskan tautan diantara mereka! Bibir cherry Jaejoong terlalu manis dan memabukkan untuk dilewatkan begitu saja. rasa-rasa setelah ia mengecup pelan bibir Jaejoong tadi ia selalu ingin dan ingin merasakan kembali kelembutan dan manisnya bibir Cherry Jaejoong.

Setelah beberapa menit ciuman dengan lumatan-lumatan sederhanan(?) itu berlangsung akhirnya Jaejoong dengan seluruh kesadaran yang dia kumpulkan itu mendorong pelan bahu Yunho sehingga tautan itu pun terputus.

Nafas keduanya saling memburu mungkin karna ciuman singkat saling melumat dan jantung keduanya yang sama-sama berpacu dengan cepat! Seperti jantung mereka berontak ingin keluar dari dada keduanya.

Kini keduanya terdiam, Jaejoong terus menunduk sedari tautan bibir mereka terlepas menyembunyikan wajahnya yang kini tengah memerah bak kepiting rebus. Dan Yunho.. oh dia tengah salah tingkah saat ini, dan berulang kali mengutuk dirinya karna melakukan hal memalukan kepada Jaejoong.

"Jae… aku," ucap Yunho mencoba memulai pembicaraan diantara kecanggungan mereka, hati Jaejoong berdesir halus ya tuhan mengapa suara Yunho terdengar begitu manly dan err sexy pikir Jaejoong histeris. Jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba membuang pikiran-pikiran aneh yang memutari otaknya.

"Jae~" panggil Yunho lagi, seakan tersadar dari lamunannya Jaejoong pun menoleh kearah Yunho.

"Sebaiknya kita segera pulang, sepertinya akan turun hujan. Aku tidak bawa payung!" Jaejoong cepat-cepat memotong perkataan Yunho karna dilihatnya Yunho seperti ingin membicarakan sesuatu, mungkin tentang… ciuman? Hhmmm saat ini ia masih belum mampu mendengar kata per kata yang akan keluar dari bibir hati itu. Sungguh ia benar-benar tidak sanggup!

Setelah berbicara seperti itupun Jaejoong mulai jalan dengan cepat mendahului Yunho, wajahnya terus saja memerah jika berada didekat lelaki tampan tersebut! Apa mungkin ini efek dari ciuman pertamanya itu? Entahlah.

Yunho yang melihat Jaejoong pergi begitu saja hanya mengendikkan bahunya, mungkin Jaejoong butuh waktu sendiri pikirnya.

"Kau pasti sudah gila Yunho~" ucap Yunho pelan, lalu ia pun tersenyum geli mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Yunho pun mulai berjalan menyusul Jaejoong yang sudah berada jauh didepannya.

.

.

.

.

.

.

Tipok

Bang

Changmin

Jeng~ Jeng~ Jeng~ YunJae Kissu~ Lalala Happiness

Gimana dengan Chapter ini? semoga gak mengecewakan yah~ :) semoga juga udah cukup panjangnya kkk~ aku sadar banget kok yang Chap kemaren itu emang pendek pake banget /digaplak/

Saya sih sebenarnya pengen banget update cepet-cepet trus tamat deh /plok/ tapi terkadang banyak hal-hal yang harus saya lakukan di dunia nyata saya, tapi saya usahakan tidak mengabaikan FF ini, amin.

Oh ya sebener nya sih disini saya gak mau sih bikin Hankyung Appa jadi sosok yang kejam, sebenernya Hankyung tuh sayang banget ama Jeje karna anak satu-satunya kan. Pokoknya sedikit-sedikit bakal ketauan lah kenapa Hankyung Appa gak mau Jeje nya kemayu kkk~

TERIMAKASIH BUAT KALIAN YANG UDAH SETIA NGIKUTIN FF INI, YANG BESEDIA RIVIEW, FAV, FOLLOW! 3

Special Thank's To:

HyuieYunnie

misschokyulate2

zuzydelya

Guest

JonginDO

Jiji Joongie

roostafaelf

hyejinpark

1234

nabratz

noon

narayejea

jema agassi

rikurijung

Dor4

Terima kasih karna kalian mau menyempatkan diri untuk memberikan riview kepada saya yang amatiran ini /terharu/digaplak karna lebay/

Sampai Jumpa di Chapter selanjutnya :*

Salama Merdeka(?) Riehyun~

Jakarta, 2/9/14 21:34 PM