Be Man Jaejoongie!
Cats: Yunho&Jaejoong other!
Rated: T
Genre: Romance, School Life, Humor(?), Drama (?)
Don't Like Don't Read
.
.
.
.
Chapter 5
.
.
.
.
.
Siang hari ini sangat terik, para siswa siswi Toho Senior High School ada yang lebih memilih kekantin untuk melepas penat dan dahaganya, ada yang duduk dibawah pohon rindang dan ada juga yang memilih untuk tidak melakukan apapun seperti apa yang dilakukan Jaejoong saat ini. Dirinya terlalu malas untuk melakukan apapun bahkan untuk sekedar berjalan menuju kantin sekalipun.
Entahlah dia malas jika saja tiba-tiba dia berpapasan dengan Yunho, oh mungkin rasa malas bisa digantikan persepsinya dengan rasa malu?
Yah~ Jaejoong masih malu dengan insiden errr Ciuman tersebut! Gzzz ayolah Jaejoongie~ kau seperti gadis polos yang direnggut kesuciannya! Bahkan tadi pagi sewaktu berangkat sekolah pun Jaejoong tidak bersama Yunho lebih tepatnya Jaejoong bersembunyi agar tidak terlihat oleh Yunho.
Jaejoong tidak tau, apa yang harus ia lakukan jika berhadapan dengan Yunho nanti. Apakah dia harus bersikap biasa saja atau malah memilih kabur seperti yang dilakukannya tadi pagi. Dan yah Jaejoong lebih memilih opsi kedua karna nyatanya sekarang ia berada disini untuk menghindari Yunho, sebut saja seperti itu.
Sedang asik-asiknya Jaejoong bermalas-malasan di bangkunya, datanglah sang lumba-lumba air asin /ditabok/ maksud saya Junsu datang dengan wajah ceria seperti biasa menghampiri meja Jaejoong dan dengan tidak berperikegajahan (?) Junsu menarik Jaejoong begitu saja.
"Yah! Suie~ kau mau bawa Joongie kemana?" protes Jaejoong.
"Biasa Joongie~ temani aku melihat dia bermain basket ne~" pinta Junsu dengan mengeluarkan dolphin eyes nya.
Eh apa katanya tadi menami Junsu menonton basket, dia yang dimaksud Junsu adalah Park Yoochun kan? Dan Yoochun selalu bermain basket bersama Yunho… itu… artinya…
Dia
Akan
Bertemu
Dengan
.
.
.
.
.
Yunho?
"Andweee!" teriak Jaejoong tiba-tiba, membuat Junsu berhenti menarik lengannya dan menatap Jaejoong bingung.
"Joongie~ kau kenapa?" ucap Junsu heran.
"Ani… eum.. apakah dia yang kau maksud itu Park Yoochun Chunnie~?" Tanya Jaejoong pelan. Junsu menatap Jaejoong bingung, bukankah Jaejoong sudah tau tentang hal itu? Kenapa harus bertanya lagi?
"Siapa lagi dia yang ku maksud itu selain Park Yoochun! Aigo Kim Jaejoong~ kenapa kau jadi pikun seperti ini?!" ucap Junsu gemas melihat pertanyaan polos dari sahabatnya itu.
"Eum~ apa… apa Chunnie bermain bersama Yun…ho?" ucap Jaejoong pelan, terasa aneh saat tenggorokannya menyebut nama Yunho, dirinya terbiasa memanggil Yunnie~ ya Jaejoong selalu mempunyai panggilan-panggilan manis untuk orang-orang disekitarnya! Termasuk Yunho, yah walaupun mereka sering bertengkar.
"Tentu saja!" jawab Junsu, hahhh Junsu pun jadi bingung melihat tingkah sahabatnya ini, apakah ada sesuatu hal yang terjadi dengan Jaejoong? Ah sekarang bukan masalah aneh nya Jaejoong nanti akan dia tanyakan, sekarang yang lebih penting adalah melihat Chunnie baby nya! Aigo Kim Junsu -_- sahabat macam apa kau?
Junsu kembali menarik lengan Jaejoong sampai mereka kini berada di pinggir lapangan, yang sekarang dihadapan mereka tengah menampilkan (?) pertandingan basket antar kelas, yah sebenarnya ini hanyalah pertandingan biasa. Hanya untuk mengisi waktu istirahat saja, tapi penontonnya akan membuat kalian berfikir kalau ini bukanlah pertandingan biasa melainkan pertandingan MBA (saya mulai lebay)
"Suie~ ku antar sampai sini saja ya? Aku ingin ke kelas lagi~" ucap Jaejoong, Junsu melihat kearah sahabatnya itu dengan heran. Tidak biasanya Jaejoong seperti ini! Walaupun Junsu tau Jaejoong tidak suka diajak panas-panasan hanya untuk melihat pertandingan basket tapi Jaejoong tidak akan pernah menolak ajakannya karna Jaejoong tidak akan pernah ingin membuat sahabatnya itu kecewa.
"Kau ini kenapa? Tidak biasanya~ biasanya kau selalu mau ku ajak menonton pertandingan basket! Kenpa sekarang menolak? Ada sesuatu yang kau sembunyikan?" Tanya Junsu, mata sipitnya (?) ia picingkan sekedar untuk mengintimidasi Jaejoong. "Ani~ hanya saja… aku sedang lelah~" jawab Jaejoong sekenanya.
"Lelah apanya? Kau kan dari tadi hanya duduk di kelas tidak melakukan apapun! Makanya daripada kau sendirian di kelas aku mengajakmu untuk ikut denganku~ arra!" jelas Junsu panjang lebar, Jaejoong hanya mengangguk patuh. Tidak ada gunanya berdebat dengan sahabatnya itu, Jaejoong pasti kalah!
"Tapi.. Suie~"Jaejoong menatap Junsu dengan puppy eyesnya, Junsu yang tidak memperdulikan tatapan Jaejoong malah langsung menarik tangan Jaejoong sampai ke pinggir lapangan basket. Dan yang dilakukan Jaejoong sekarang adalah pasrah menerima ajakan Junsu.
Suara teriakan siswi-siswi mulai terdengar, entah mengapa mereka selalu berteriak seperti itu. Hahh mungkin karna sang Pangeran sekolah yang bertanding.
"Hahh~ apa mereka tidak lelah berteriak seperti itu?" Tanya Junsu sambil memperhatikan siswi-siswi yang bergerombol di pinggir lapangan jauh dari tempat Junsu melihat, Yah~ Junsu punya tempatnya sendiri untuk memperhatikan sang pujaan hati.
"Jika Suie tidak malu, Joongie rasa Suie akan melakukan hal yang sama~" ucap Jaejoong degan polosnya. "ANI! Aku tidak akan bertindak bodoh seperti gadis-gadis itu Joongie!" ucap Junsu kesal.
"Bilang saja kau taku! Atau Suie tidak tau cara nya bagaimana berteriak ?" ucap Jaejoong polos dan membuat Junsu menatapnya bingung. "Sini biar Joongie ajarkan bagaimana caranya berteriak!" masih dengan bingung Junsu menatap sahabatnya yang mungkin Jaejoong akan melakukan hal yang ajaib!.. yah sebentar lagi.
"PARK YOOCHUN! PARK YOOCHUN! SARANGHAE!" teriak Jaejoong kencang, lalu Yoochun yang mendengar suara yang berbeda, karna teriakannya berbeda dari gadis biasanya. Ya bagaimanapun Jaejoong tetaplah seorang pria, ingat itu!
Yoochun melihat kearah Jaejoong lalu tersenyum dan melambai sambil membuat tanda Love dengan kedua lengannya. Mendapati sang pujaan hati berbuat seperti itu kepada Jaejoong membuat Junsu panas seketika.
"Lihat Suie~ Yoochun membalasku! Aigo Suie harus mencoba nya juga! Ini seru sekali~" Jaejoong antusias sekali, entah karna apa? Padahal dirinya tidak memuja pria berjidat lebar itu.
"Ayo Suie~ coba berteriaklah~" Jaejoong sekarang antusias. Junsu terdiam, dia ragu dan malu. "Aish! Suie~ kenapa diam saja? Cobalah berteriak seperti Joongie! Biar si jidat lebar itu menatap ke arahmu!" Junsu terdiam, benar juga apa yang dikatakan Jaejoong. Yak dia akan mencoba.
"Park Yoochun~ Sa…awww" belum selesai Junsu menyelesaikan kata-katanya Jaejoong suda mencubit lengannya dengan keras.
"Suie~ itu terlalu pelan! Coba dengan yang lebih keras!" ucap Jaejoong menggebu-gebu.
"Aku tidak bisa! Huaaaa Joongie~ bagaimana ini? Yoochunnie tidak akan pernah menatapku! Huaaaa~" tiba-tiba saja Junsu menangis membuat Jaejoong membulatkan matanya. "Aigo… Suie jangan menangis~ Joongie jadi ikut sedih! Hiks~" kebiasaan seorang Kim Jaejoong selalu menangis bila Junsu pun menangis, simple saja Jaejoongie tidak ingin sahabatnya itu menangis sendirian. Aigo -_-
Tanpa Jaejoong sadari, sedari pernyataan cinta kepada sahabat Jidat lebar nya itu yunho terus saja memperhatikan tingkah laku Jaejoong dengan ekspresi yang sulit diartikan.
.
.
.
Akhirnya jam pulang sekolah pun tiba, para siswa siswi pun mulai membereskan buku-buku mereka dan bersiap pulang kerumah masing-masing.
"Suie~ pulang bersama yah." Ajak Jaejoong.
"Hmm.. biasanya kau selalu pulang bersama Yunnie mu itu, ada apa?" Tanya Junsu .
"Siapa bilang aku sering pulang bersama Yunnie~ dia itu selalu mengikutiku tau!" ucap Jaejoong sambil berpout ria (?)
"Bagaimana bisa dibilang mengikuti? Rumah kalian searah. Bahkan kalian ini tetangga! Jelas saja Yunho akan lewat jalan yang kau lewati Jaejoongie~ aigo." Sahut Junsu panjang lebar.
"Oh astaga! Aku baru ingat. Bahkan tadi pagi pun kalian tidak berangkat bersama? Apa kalian sedang bertengkar?" lanjut Junsu heboh. Jaejoong menatap dengan pandangan iritasi.
"Suie~ kau banyak bicara sekali! Sudah cepat pulang~"
.
.
Dilain tempat Yunho sedang berjalan seorang diri di koridor sekolah, dia sengaja pulang terakhir. Entah Yunho malas berdesak-desakan dengan siswa-siswi lain ._.
"Yo.. Yunho!" ucap seseorang yang dengan tiba-tiba merangkul pundak Yunho dengan sok akrab /ngek
"Yak~ Yoochun! Kau mengagetkanku!" ucap Yunho sebal.
"Yah! Kau tempramen sekali. Oh yah.. rasa-rasanya ada yang kurang darimu hari ini." Ucap Yoochun
"Hmm.. apa yang kurang? Sehari-hari aku memang begini jidat!" ucap Yunho.
"Ya, tapi tetap ada yang kurang dari mu hari ini sobat! Sebentar biar aku ingat-ingat dulu apa yang kurang~" ucap Yoochun sambil memasang pose sok berfikir. Yunho hanya menatap jengah sahabat jidat lebarnya itu.
"Ah~ aku tau sekarang!" Yoochun berkata dengan semangat seperti dia baru memenangkan hadiah lotre.
"Kau ini kenapa Jidat! Aku memang seperti ini.. mungkin hanya bertambah tampan saja setiap harinya!" ucap Yunho kesal, dan narsis di akhir(?)
"Cih! Bukan itu bodoh! Maksudku sedari tadi aku tidak melihat Jaejoong berada disekelilingmu. Apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Yoochun penasaran.
"Tidak ada! Memang nya kenapa kalau tidak ada Jaejoong? Bukankah itu bagus? Dia tidak menggangguku seharian ini! Rasanya tenang sekali~" ucap Yunho santai. "Benarkah?" Tanya Yoochun kepada sahabatnya itu. "Tapi mengapa sedari pagi kau tetap saja terlihat berbeda! Seperti kehilangan sesuatu. Apalagi saat Jaejoong menyatakan cinta padaku di lapangan sepak bola tadi! Ekspresimu seperti seseorang yang sedang cemburu! Aku sampai takut." Yunho terbelalak mendengar perkataan Yoochun. Benarkah dirinya berekspresi seperti itu?
"Kau ini bicara apa Park!" bentak Yunho kearah Yoochun lalu pergi meninggalkan Yoochun yang saat ini masih saja terus meledeknya, ck! Sahabatnya memang sangat menyebalkan.
"Hey… Yunho! Tunggu aku!" Yoochun berteriak saat sadar dirinya telah ditinggal oleh Yunho, aish dirinya terlalu asik menggoda sahabat nya itu.
.
.
.
.
Heechul menatap sang suami dengan mata bulat besar yang ia wariskan kepada Jaejoong itu dengan pandangan nanar. Apa yang baru saja suaminya itu katakan? Ia akan menjodohkan Jaejoong dengan sorang wanita?! Ya Heechul tidak masalah pria atau wanita yang nantinya akan bersanding dengan Jaejoong tapi apakah ini tidak terlalu cepat? Bahkan Joongie imutnya ini belum pernah merasakan apa yang namanya cinta! Joongie kecilnya masih terlalu polos. Bahkan Heechul pun tidak tau bagaimana orientasi seksual Jaejoong.
Walaupun ia tahu Jaejoong memang tipe uke(?) tapi tidak menutup kemungkinan bukan kalau Jaejoong bisa menyukai seorang wanita.
"Hannie~ apa kau serius akan menjodohkan Jaejoong dengan anak gadis sahabatmu?" Tanya Heechul sekali lagi memastikan dengan rencana Kim Hankyung sang suami.
"Iya, tentu saja!" ucap Hankyung mantap. "Kau tenang saja Chulie-ya~ aku sudah memilih gadis yang tepat untuk Joongie! Dia adalah gadis yang manis dan baik. Kau pasti menyukainya." Ucap Hankyung, memberi pengertian pada sang istri. Hankyung mengerti bahwa istrinya sangat protektif kepada Jaejoong! Jadi tentu saja kalau Istrinya ini ingin yang terbaik untuk Joongie kecilnya itu.
"Tapi… aku tidak yakin Joongie akan menerima perjodohan ini!" Heechul mulai khawatir lagi. "Dan lebih buruknya, Joongie tidak tau maksud dari sebuah perjodohan. Joongie kita bahkan tidak pernah terlibat dalam hal-hal semacam percintaan!"
Hankyung menatap istrinya dengan lembut tersenyum pelan menanggapi kegundahan sang istri dengan kalem dan tenang.
"Aku sudah tau bagaimana caranya mendekatkan Joongie kita dengan gadis yang akan kujodohkan dengannya." Ucap Hankyung tenang, Heechul menatap sang suami dengan pandangan penuh tanya.
"Maksudmu? Cara seperti apa?" tanya Heechul penasaran.
"Mulai besok anak sahabatku itu akan tinggal disini, yah hitung-hitung untuk mendekatkan mereka."
"Apa kau yakin?" ucap Heechul masih ragu dengan ucapan sang suami. "Maksudku, kalau Jaejoongie emm.. seperti kita?" ucap Heechul hati-hati dengan ucapannya.
"Maka dari itu karna kita belum tau bagaimana orientasi sex Joongie, kita harus bisa mengarahkannya. Bukan begitu?" ucap Hankyung menjelaskan, dan Heechul hanya dapat menganggukkan kepalanya mengerti.
"Namanya Han Hyo Joo, besok dia akan tiba dari Jepang. Hyojoo juga sudah terdaftar di Toho Senior High School!"
"Mmmm~ Hannie~ apa… apakah jika Jaejoongie tidak suka dengan gadis itu. Apa kau akan memaksanya menerima mmm Hyojoo?" tanya Heechul pelan.
"Tentu saja aku tidak akan memaksa Joongie menyukai Hyojoo! Aku akan membebaskan dia untuk memilih!" ucap Hankyung tegas.
Heechul menghela nafasnya lega. bukan! Bukan nya Heechul tidak suka! Hanya saja Heechul masih khawatir dengan Jaejoongienya. Karna sudah Heechul katakan di awal bahwa Jaejoongie nya tidak pernah terlibat dengan hal-hal semacam percintaan walau di umurnya saat ini Jaejoong seharusnya sudah mengenal akan hal itu.
Lagipula Jaejoong belum pernah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia sudah merasakan yang namanya cinta. Mungkin arti cinta itu sendiri dia belum paham.
Sebenarnya Heechul maupun Hankyung tidak pernah melarang Jaejoong untuk urusan asmara, tapi mau bagaimana lagi? Jaejoongie nya adalah seorang yang amat sangat-sangat polos.
Yasudah lah kalau suaminya berkata seperti itu Heechul bisa berbuat apa? Sebagai seorang istri yang patuh (?) Heechul hanya dapat berkata Ya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tipok
Bang
Changmin
Bacotan saya(?)
Halooooo lama tidak berjumpa ya teman-teman /digampar/
maaf banget kalo chap lima ini lamaaaaa sekali updatenya.. saya benar-benar sibuk dari pagi sampai pagi lagi -_-
Alhamdulillah sekarang saya sudah kuliah yeay *dance* jadinya pulang kerja lanjut kuliah.. nulis ff ini pun saya sempetin di jam jam ngampus /di gaplok dosen/
jadi maaf banget kalo updatenya sangat-sangat lama dan kalau isinya tidak berkenan di hati kalian semua saya mohon maaf lagi ;_;
segitu saja
Salam Rindu /?
Rihyun Park
Jakarta, 23/10/2014 3:18 PM
