Be Man Jaejoongie!

.

.

.

Chapter 6

.

.

.

.

Sepanjang Yunho berjalan menuju rumahnya, sepanjang itu pula Yunho selalu terngiang akan kata-kata Yoochun. Entahlah, dirinya merasa kalau perkataan Yoochun ada benarnya.

Ya Ya Ya

Katakanlah kalau Yunho sudah terbiasa dengan kebisingan yang selalu dibuat oleh Jaejoong, dia merasa harinya begitu hampa karna Jaejoong dengan tiba-tiba menjauh darinya. Apakah ini karna ciumannya tempo hari? Oh apakah Jaejoong membencinya?

Tidak! Yunho tidak bisa membiarkan semua ini terjadi. Oh yah apakah sekarang Yunho sudah mulai peduli kepada Jaejoong? entahlah. Yang jelas sehabis malam ketika dirinya mencium Kim Jaejoong dan dengan sangat tiba-tiba Jaejoong pun berubah lebih tenang jika berada disekitarnya karna jika Yunho akan mendekat pun dengan sejuta alasan Jaejoong akan menghindar.

Yunho jadi pusing sendiri memikirkannya, apakah dia telah berbuat kesalahan dengan mencium Jaejoong? Oh Hell! Ada apa dengan dirinya? Kenapa dirinya sangat uring-uringan seperti ini? Apa pengaruh Kim Jaejoong dalam hidupnya?

Semenjak insiden ciuman itu Yunho jadi sering memikirkan Jaejoong, memikirkan akan tindakannya dan selalu teringat akan rasa bibir yang lembut dan manis itu. Oh tidak! Kalau begini Yunho bisa gila.

Yunho berjalan sambil terus menggerutu sendiri hingga dia pun tak melihat jika ada seseorang yang berjalan didepannya. Hingga tanpa sengaja Yunho menabrak seseorang didepannya.

Seseorang yang ditabrak Yunho pun memalingkan wajahnya kearah belakang melihat siapa yang sudah menabraknya itu, dan ketika dia sudah menghadap kearah Yunho seketika wajahnya berpaling lagi menghadap kedepan dan dengan wajah takut dia meneruskan jalannya.

"Yah! Kim Jaejoong!" panggil Yunho, ya seseorang yang ditabrak itu adalaah Kim Jaejoong. Jaejoong yang mendengar namanya dipanggil itu bukannya berhenti malah menambah kecepatan langkahnya. Yunho yang sudah muak dengan sikap Jaejoong yang seperti itu pun sedikit berlari mengejar Jaejoong.

Grep!

Digenggamnya tangan Jaejoong dengan erat. "Yunho, lepaskan tanganku!" ucap Jaejoong.

"Panggil aku Yunnie." Sahut Yunho tanpa memperdulikan protesan Jaejoong. Jaejoong mengerutkan alisnya, bingung. Bukankah Yunho selalu marah jika ia memanggilnya dengan sebutan 'Yunnie'? tapi kenapa sekarang…

"Aniyo~ bukankah kau lebih senang jika aku memanggilmu dengan Yunho?" ucap Jaejoong menolak.

"Mulai sekarang dan seterusnya, panggil aku Yunnie saja!" tegas Yunho kepada Jaejoong. Jaejoong makin mengerutkan keningnya, apa tadi Yunho sempat terbentur kepalanya?

"Kepalamu habis terbentur sesuatu? Kau aneh sekali!" sahut Jaejoong polos dan tidak mengindahkan perkataan Yunho.

"Terserah kau mau bilang apa! Yang jelas aku mau kau tetap bersikap seperti biasanya kepadaku! Tidak menjauh dariku." Ucap Yunho panjang lebar. Jaejoong mengedipkan mata bulatnya berkali-kali.

"Memangnya aku berubah kenapa?" sahut Jaejoong polos membuat Yunho ingin menabrakan dirinya kearah mobil yang sedang berlalu-lalang.

"Kau menghindariku! Kau membuat aku merasa… entahlah aku hanya tidak terbiasa tidak ada kau yang cerewet dan sering mengomel berada disekelilingku, aku seperti ehm kesepian mungkin." Jaejoong tidak berkata apa-apa hanya mengrjapkan matanya polos dan terkesan imut.

"Aku…. Aku tidak mau dekat-dekat denganmu lagi Yunho!" ucap Jaejoong lirih.

"Kenapa? Apa karna waktu itu aku menciummu?" Tanya Yunho hati-hati. Seketika saja pipi Jaejoong langsung bersemu merah, aigo Yunho mengatakan hal itu secara gamblang dan itu membuat Jaejoong malu.

"Ya! Dan sejak saat itu jika aku melihatmu atau berada disekitarmu aku merasa jatungku akan copot, aku tidak mau jika aku berlama-lama berada disekitarmu maka aku akan mati dalam beberapa detik. Aku tidak mau mati muda Yunho! Aku belum memiliki seekor gajah!" racau Jaejoong tak jelas. Yunho yang mendengar hal itu pun bersweetdrop ria karna penuturan ajaib dari si namja cantik tetangga sebelah rumahnya itu.

Sedetik kemudian Yunho tersenyum, apakah Jaejoong merasakan hal sama seperti dirinya? Jantungnya pun berdetak saat dia berada dekat dengan Jaejoong! Bahkan saat ini pun jatungnya tengah memompa dengan cepat.

Yunho dengan lembut menggenggam tangan Jaejoong lalu ia arahkan tangan Jaejoong kearah dada sebelah kirinya, tepat dijantung Yunho. Jaejoong bingung dengan apa yang Yunho lakukan, dia pun sungguh malu dengan perlakuan Yunho.

Sungguh! Jaejoong sendiri tidak tahu mengapa dirinya sangat malu. Dan sialnya jantungnya mulai berdetak dengan cepat lagi, dan oh astaga! Detakan itupun terasa oleh tangannya yang sekarang masih berada tepat didada kiri Yunho. Apa ini? Apakah dia dan Yunho punya penyakit jantung? Atau Yunho tertular penyakitnya?

Aish~ paboya! Penyakit jantung tidak menular Kim Jaejoong!

"Yunho-yah~ kau berdebar… apa… apa kita punya penyakit yang sama?" ucap Jaejoong amat sangat polos -_- rasanya Yunho saat ini benar-benar ingin membenturkan kepalanya di tiang listrik yang berada tidak jauh dari tempatnya dan Jaejoong berdiri. Jaejoong mengerjapkan mata besarnya beberapa kali.

"Jatungmu berdebar cepat sekali, sama seperti punyaku! Seperti ini, Kkung~ Kkung~" sahut Jaejoong imut dengan tangan sebelah kirinya yang bebas membuat gerakan seperti jantung berdetak.

"Itu bukan penyakit Jaejoongie! Bisa dibilang itu mungkin sebuah bentuk perasaan."ucap Yunho menjelaskan dengan sabar si cantik nan polos ini.

"Perasaan…? Seperti apa?" Jaejoong memiringkan kepalanya bingung.

"Seperti…. Emm aku menyukaimu!" ucap Yunho blak-blakan. Jaejoong kembali mengerjapkan bola matanya yang besar.

"Aku juga menyukaimu…" senyum terkembang dibibir hati Yunho, aigo apa perasaannya terbalas.

"Sama seperti aku menyukai Suie, Appa, Eomma dan teman-teman! Aku menyukai kalian semua!" lanjut Jaejoong, sekarang ia tengah tersenyum senang karna banyak orang yang dia sukai. Hahhh, mari kita lihat ekspresi Yunho yang tengah menganga lebar. Mulutnya seakan mau jatuh!

Ya tuhan….. ambil nyawaku! Batin Yunho nelangsa.

"Aigo Jae… Bukan itu maksudku! Aku menyukaimu, hanya menyukaimu tidak dengan yang lain!" kali ini Yunho mulai emosi, harus sabar sebenarnya jika membicarakan tentang hal cinta kepada Jaejoong! Pria cantik ini begitu polos dan lugu sampai-sampai dia sendiri tidak tahu apa yang sedang ia rasakan.

"Eung~ hanya menyukaiku? Kenapa tidak dengan yang lain? Nanti kau tidak punya teman!" balas Jaejoong lagi, Yunho menghela nafasnya berat.

Tarik nafas…. Hembuskan. Ingat Yunho sabar! Itu kunci menghadapi sipolos Jaejoong.

Yunho menganggukkan kepalanya pelan "Karna kau special!" Jaejoong terpaku, seketika wajahnya memanas dan terlihat merah seperti kepiting rebus. Aigo kenapa ini? Apa yang terjadi?

"Aigo~ kenapa tiba-tiba panas sekali!" sahut Jaejoong sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah nya yang kini tampak memerah. Yunho terkekeh melihat tingkah Jaejoong yang menurutnya sangat cute itu, hahh Jaejoongnya memang selalu terlihat cute setiap saat.

Eh apa yang dia pikirkan? Jaejoongnya? Lucu sekali Jung Yunho.

T

B

C

Annyeong~ #ditimpuk

OK saya sangat tau bahwa ff ini sangat sangat lama sekali diupdate nya... hampir berapa bulan saya mengabaikan ff ini.. beribu maaf bagi kalian yang menunggu (emang ada, PD banget-_-) ff ini... saya gak mau banyak berbicara tentang mengapa saya Lamaaaaaaa banget update nya biarlah itu menjadi rahasia saya sama tuhan (?)

BTW H-2 sebelum mamih kita tercinta terkasih dan teralay (?) pergi wamil.. semoga Jaejoongie Eomma cepet-cepet balik /pergiajabelom/

ok terimakasih buat kalian mau baca FF ini.. mau review lebih menyenangkan buat saya (maunya) okelah Bye~

Salam rindu :* (?)

Jakarta, 29/03/2015 10:26 am