Be Man Jaejoongie!

.

.

.

.

.

Chapter 7

.

.

.

.

Jaejoong pun sampai dirumahnya, setelah sepanjang ia pulang sekolah tadi bersama Yunho dan setelah obrolan mereka berdua, mereka melanjutkan perjalanan pulang dengan berdiam diri entah apa yang dipikirkan oleh mereka.

"Joongie pulang~" seperti biasa Jaejoong selalu menyempatkan diri memberi salam dengan nada yang sangat riang, walau tidak seriang seperti biasanya.

"Sudah pulang eoh? Bagaimana harimu disekolah tadi sayang?" Heechul sang Eomma bertanya kepada sang anak yang tengah sibuk membuka sepatunya dan menaruh sepatu itu dirak sepatu yang berada didekat pintu masuk.

"Membosankan!" sahut Jaejoong pendek lalu merebahkan dirinya diatas sofa yang berada diruang tengah. Seketika hidung mungil nan mancung nya mencium sebuah bau yang sangat menggugah selara, bau yang sangat lezat.

Jaejoong hafal betul dengan bau seperti ini, ya Ibu tercintanya pasti sedang membuat kue. Dengan semangat Jaejoong melangkahkan kaki rampingnya kearah dapur, Jaejoong selalu antusias bila sang ibu sedang membuat kue! Entahlah menurut Jaejoong membuat kue itu adalah hal yang sangat menyenangkan.

Bagaimana tepung terigu mentega dan telor serta bahan lainnya diaduk menjadi satu lalu menaruh adonan didalam oven, dan Jaejoong sangat antusias melihat adonan dalam oven, menunggu sampai adonan itu mengembang dan membuat Jaejoong bersorak sangking senangnya karna adonan yang ia buat bersama ibunya berhasil mengembang.

Setelah sampai didepan pintu dapur Jaejoong terpaku melihat seseorang yang berada dihadapannya, bukan! Bukan ibunya yang ia maksud! Tapi seorang gadis yang lebih kecil dari ibunya dan mempunyai rambut pendek sebahu, jika dilihat mungkin gadis ini berada satu tahun dibawah Jaejoong.

"Eomma~ nuguseyo?" tanya Jaejoong pada sang Ibu. Sang Ibu yang sedang mengaduk sesuatu dipancinya -mungkin itu saus untuk kue yang dibuatnya- mengalihkan pandangannya dari panci tersebut kearah anak laki-laki semata wayangnya itu.

"Eoh… Aigo! Eomma lupa sayang memberitahumu. Kenalkan dia Han Hyo Joo anaknya teman Appa!" Heechul pun menjelaskan. Hyojoo pun tersenyum tipis kearah Jaejoong lalu mengulurkan tangannya bermaksud untuk berkenalan.

"Han Hyojoo Imnida~" ucap Hyojoo sopan, dan tersenyum manis tentu saja.

"Kim Jaejoong Imnida, kau bisa memanggil ku Joongie seperti Eomma memanggilku." Balas Jaejoong ramah.

"Oppa! Kau imut sekali." Ucap Hyojoo spontan, entah mengapa melihat tingkah Jaejoong sangat menggemaskan dimatanya sehingga membuat dia spontan mengatakan bahwa Jaejoong imut. Jaejoong berbinar mendengar ucapan Hyojoo, Jaejoong senang sekali! Oh ayolah Kim Jaejoong adalah seseorang yang mempunyai tingkat kenarsisan yang sangat tinggi! Bisa dipastikan kalau ada orang yang memujinya dia akan bereaksi seperti apa?

"Benarkah? Gomawo ne.. semua orang juga menganggapku imut!" ucap jaejoong percaya diri, matanya berbinar senang. Aigo menggemaskan.

"Joongie~ Eomma lupa memberitahu! Sebenarnya Hyojoo akan tinggal disini bersama kita… dan dia akan bersekolah di tempatmu." Jaejoong menatap Eomma nya sebentar lalu berpaling kearah Hyojoo, Heechul yang melihat itupun langsung kebingungan. Apa yang terjadi? Apa Jaejoong tidak menyukainya?

"Joongie~ kenapa sayang?" Tanya Heechul pelan.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAA~ Joongie punya teman!" teriak Jaejoong tiba-tiba membuat sanga Eomma dan gadis bernama Hyojoo itu terlonjak kaget.

"Sayang jangan berteriak! Kau mebuat Eomma kaget!" Jaejoong yang ditegurpun hanya mengeluarkan cengirannya. Heechul menggelengkan kepalanya.

"Joongie hanya terlalu senang Eomma~ itu berarti Joongie akan punya teman ne dirumah ini, dan juga Joongie akan punya teman berangkat dan pulang sekolah! Joongie tidak sendiri lagi~"

"Bukankah kau setiap hari selalu berangkat dan pulang bersama Yunho?" Tanya Heechul heran, memang benar Jaejoong selalu berangkat dan pulang bersama Yunho. Entah disengaja atau tidak Yunho dan Jaejoong selalu berangkat dan pulang bersama. Padahal bila bertemu mereka berdua akan berakhir dengan pertengkaran sepele.

Tapi terkadang Heechul melihat mereka berdua –Yunho dan Jaejoong- seperti pasangan muda yang imut.

"Anio~ aku tidak pernah berangkat atau pun pulang bersama Yunho! Dia yang mengikutiku!" sahut Jaejoong kesal dan bibirnya pun dikerucutkan seperti biasa(?)

"Aigo kenapa kau marah-marah Joongie? Lagipula memang benar kan apa yang Eomma katakan. Lagipula kalian bertetangga jelas kalian pasti akan bertemu! Kau ini aneh sekali." Sahut sang Eomma menggelengkan kepala nya.

"Ish.. pokoknya jangan sebut nama Yunho lagi! Joongie tidak mau dengan." Sahut Jaejoong sambil menutup kedua telinganya.

"Joongie bertengkar dengan Yunho?" Tanya sang Eomma lembut.

"Tidak tau! Tidak tau! Aku mau ganti baju dan langsung ergi ke Café Appa!" dengan masih tetap memegangi kedua telinganya Jaejoong berlari menuju kamarnya yang berada dilantai dua.

Heechul menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak laki-laki semata wayangnya, lalu melihat kearah Hyojoo yang sedari tadi melihat tingkah Jaejoong lalu Heechul memberikan senyum canggung kepada Hyojoo.

"Joongie~ terkadang sedikit aneh, mian ne?" ucap Heechul sambil memaksakan senyumnya. Aigo! Bagaimana jika nanti Hyojoo malah jadi ilfeel karna sifat Jaejoongienya?

"Gwenchanayo Ajhumma~ Jaejoong Oppa imut sekali, aku suka hehe~" sahut Hyojoo pipinya memerah, aigo seperti gadis imut ini tertarik kepada Jaejoong imut kita (?)

.

.

.

.

.

Dikamar Jaejoong tengah menstabilkan detak jantung, aigoya! Kenapa jadi seperti ini? Kenapa hanya dengan mendengar nama Yunho disebut oleh ibunya jantung kembali berdetak tak karuan?

Sebenarnya apa yang Jaejoong rasakan? Jika ini memang bukan penyakit, lalu apa?

Sepertinya Jaejoong akan menanyakan hal ini kepada Junsu saja, jika ini menyangkut perasaan maka Junsu sudah punya banyak pengalaman.

Setelah mengganti bajunya Jaejoong segera keluar kamarnya dan bersiap menuju Café, sedikit demi sedikit Jaejoong mulai bisa menerima keputusan ayahnya menyuruhnya bekerja di Café. Itung-itung untuk menambah uang jajan nya, untuk membeli lipgloss baru. #bagianterakhircoretsaja

"Kau ajak Hyojoo saja, sekalian kau mengenalkan daerah ini!" ucap Heechul, membuat Jaejoong yang hampir membuka pintu menghentikan langkahnya.

"Baiklah~ Hyojoo-ya palli~" ajak Jaejoong penuh semangat.

Jaejoong dan Hyojoo pun berjalan beriringan menuju Café yang bernama JHolic tersebut, tidak perlu menggunakan kendaraan karna memang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Jaejoong.

"Oppa!" panggil Hyojoo pelan.

"Ne~" jawab Jaejoong.

"Oppa sudah punya kekasih?" Tanya Hyojoo. Jaejoong mengerutkan keningnya, kekasih?

"Ani… Anio~" mendengar jawaban Jaejoong membuat Hyojoo mengeluarkan senyumnya. Ahh ada harapan, batin Hyojoo.

.

.

Setelah beberapa menit mereka berjalan akhirnya sampai juga ditempat tujuan, sepanjang perjalanan Jaejoong dan Hyojoo tak berhenti bercerita, entah apa semua hal mereka perbincangkan. Membuat mereka menjad lebih akrab sekarang.

Jaejoong mengerutkan keningnya saat tiba didalam Café dirinya melihat sahabat patat bebeknya berada disana, sedang berbicara dengan Yunho. Karna tidak mau penasaran Jaejoong pun segera menghampiri Junsu dan Yunho.

"Suie~ sedang apa kau disini?" Tanya Jaejoong.

"Joongie~ aku kesini ingin bertemu Yunho! Aku mendapat kabar kalau Yoochun sekarang berada dirumah sakit, dia kecelakaan jatuh dari sepeda motornya!" sahut Junsu sedih. Jaejoong menatap sendu sahabatnya itu.

"Lalu kau akan menjenguknya ?" Tanya Jaejoong lagi. Junsu menggelengkan kepalanya lemah. Melihat itu Jaejoong pun langsung menarik tangan Junsu dengan paksa menuju pitu keluar.

"Yak! Joongie, kenapa kau menarikku?" Tanya Junsu, tangannya berusaha melepas cengkraman tangan Jaejoong yang entah mengapa menjadi sangat kuat! Aigo.

"Kita.. oh tidak lebih tepatnya kau harus kerumah sakit! Kau harus menjenguk Yoochun, Junsuie~" Junsu menggelengkan kepalanya.

"Anio~"

Grep~

Tiba-tiba langkah Jaejoong terhenti, sebuah tangan yang lebih besar menghalanginya untuk berjalan lebih jauh lagi. Dan Jaejoong yakin lengan besar itu bukan milik Junsu.

Jadi…

Perlahan Jaejoong melihat kearah lengannya dan mengikuti arah lengan itu menuju kewajah sang pelaku (?) Jaejoong menahan nafasnya melihat siapa sang pelaku tersebut, dia orang yang sedari tadi Jaejoong hindari untuk menatapnya! Siapa lagi kalau bukan Jung Yunho?

"Lepas Yunho~ kau menghalangiku!" ucap Jaejoong sambil berusaha melepas cengkraman tangan Yunho.

"Kau lupa? Tujuanmu datang kesini?" sahut Yunho tenang, tangannya masih kuat memegang lengan Jaejoong.

"Aku ingat! Tapi Junsu harus kerumah sakit!" balas Jaejoong sengit.

"Lagipula kau kan sahabatnya. Apa kau tidak mau ikut menjenguk?" lanjut Jaejoong lagi.

"Aku akan menjenguk nya besok!" sahut Yunho cepat.

"Kenapa harus besok? Lebih cepat lebih baik Yunho~ kalau begitu kau juga harus ikut ne?" tanpa mendengar omongan Yunho lagi Jaejoong dengan cepat menarik lengan Junsu dan Yunho bersmaaan.

"Hyojoo-ya~ kau ikut juga ne~" ajak Jaejoong, membuat kedua orang yang sedang menerima aksi penarikan Jaejoong mengerutkan keningnya bingung. Aigo! Mereka tidak sadar bahwa sedari tadi Jaejoong dating bersama seorang gadis.

.

.

.

Sesampainya mereka di Seoul Hospital, mereka berempat pun langsung mencari dimana ruang rawat Yoochun berada. Setelahnya mereka bertiga pun masuk ke ruang rawat Yoochun, Hyojoo? dia bilang akan menunggu diluar saja karna dirinya tidak mengenal Yoochun. Sebenarnya Jaejoong sudah mengajaknya untuk ikut masuk, tapi Hyojoo tetap menolak! Mau bagaimana lagi.

"Yunho~ kau bilang besok akan kemari, kenapa hari ini sudah datang?" tanya Yoochun heran, pasalnya memang Yunho sudah bilang akan menjenguk Yoochun besok karna hari ini dia bekerja.

"Kau... Bersama Jaejoong juga? dan... Junsu?" ucap Yoochun lagi karna melihat Yunho datang tidak sendiri.

"Ya... Aku ditarik paksa kemari olehnya!" sahut Yunho melirikkan mata musangnya kearah Jaejoong, dari nada bicaranya dia masih belum menerima dengan aksi penarikan paksa Kim Jaejoong. Jaejoong tidak menghiraukan lirikan tajam Yunho, hanya menanggapinya dengan cuek.

"Jadi Yoochunnie~ bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Jaejoong.

"Aku baik-baik saja, kata dokter tidak terjadi hal yang serius. Dan aku mungkin hanya 2-3 hari saja!" jelas Yoochun.

Jaejoong perlahan menyenggol pelan lengan Junsu. Junsu melihat kearah Jaejoong seakan bertanya 'Ada apa?'

"Kenapa kau diam saja? bicaralah!" Jaejoong dibuat gemas sendiri oleh sikap Junsu yang malu-malu, aneh biasanyadia tak tau malu /digamparbebek/ Junsu menggelengkan kepalanya pelan tanda iya tidak mau. Jaejoong memutar bola matanya malas.

"Ah~ aku haus sekali, aku ingin membeli minuman. Yunnie~ temani Joongie ne? cepat cepat!" ucap jaejoong tiba-tiba dan tanpa sadar Jaejoong kembali memanggil nama Yunho dengan sebutan Yunnie. Jaejoong lalu menarik tangan Yunho yang masih Ling-lung dengan tindakan Jaejoong yang tiba-tiba. "Joongie~ denganku saja ne?" ucap Junsu menawarkan diri dengan suka rela, yang benar saja dirinya ditinggal disini berdua dengan Park Yoochun?

"Anio.. Anio!" Jaejoong menggelengkan kepalanya imut, lalu tanpa mau mendengar protesan Junsu ia langsung menarik Yunho kelua bersamanya tanpa menghiraukan Junsu, wajahnya tampak nelangsa (?)

.

.

Dan disini lah mereka Yunho dan Jaejoong sedang berjalan beriringan disekitar taman yang terdapat di Seoul Hospital. Keduanya saling terdiam, entah seperti tidak ada bahan pembicaraan yang pas untuk mereka berdua saat ini. Bingung untuk memulai, mereka menjadi sangat canggung.

Seketika Yunho berdehem pelan membuat Jaejoong menengok kearahnya. "Sebaiknya kita duduk disana saja!" ucap Yunho menunjuk salah satu bangku panjang kosong yang tersedia disana. Jaejoong menganggukkan kepalanya lalu mengikuti Yunho untuk duduk dibangku tersebut, dan keadaan kembali hening diantara keduanya.

Hahh~ kenapa suasananya menjadi seperti ini? Jaejoong tidak tau bagamana cara supaya keadaan tidak secanggung sekarang, jujur dia benci keadaan yang seperti ini! membuatnya gelisah.

Yunho menghembuskan nafasnya kasar. "Aku... Aku tidak mengerti dirimu, apa yang kau rasakan, bagaimana perasaanmu dan apa yang ada didalam pikiranmu saat ini! aku tidak mengerti! Kau bahkan tidak bisa memahami dirimu sendiri dengan baik!" akhirnya apa yang Yunho pikirkan sedari tadi pun keluar begitu saja. Jaejoong tidak membalas perkataan Yunho, dia hanya diam sambil menundukkan kepalanya.

"Tapi aku heran! kenapa kau bisa memahami perasaan Junsu dengan sangat baik!" Jaejoong mengangkat wajahnya dan menatap kearah Yunho.

"Karna Suie... sahabatku!" ucap Jaejoong, matanya mengerjap lucu. Yunho menghela nafas lagi untuk yang kesekian kalinya.

"Lalu... Bagaimana denganmu?" tanya Yunho, Jaejoong tampak berfikir sambil mengetuk-ngetukkan jarinya didepan bibirnya cherrynya itu.

"Mungkin... Joongie akan bertanya pada Suie nanti!" Yunho menghela nafas lagi. Baiklah, lupakan tentang perasaan Yunho ada satu hal penting yang harus kau tanyakan kepada Jaejoong. Ya! tentang gadis yang datang Ke Cafe bersama Jaejoong.

"Jae~ gadis yang besamamu itu... Dia siapa?" tanya Yunho.

"Hmm~ dia anak teman Appaku! Namanya Han Hyojoo aku sudah punya nama panggilan untuknya Joojoo, terdengar imut ne? Oh iya Joojoo juga akan tinggal dirumahku, dan kita akan satu sekolah!" Yunho tertawa geli mendengar cerocosan Jaejoong yang amat sangat panjang itu, Yunho hanya bertanya satu pertanyaan dan dijawab dengan sangat jelas olehnya. Tapi sedetik kemudian Yunho tersadar! gadis itu akan tinggal bersama Jaejoong itu artinya mereka akan bertemu setiap hari dan akan menjadi akrab dan jika sudah seperti itu mereka akan. Ah sudahlah kau terlalu keras berfikir Jung Yunho!

"Jae~"

"Hmm~"

"Panggil aku Yunnie lagi seperti tadi?" ucap Yunho tiba-tiba, jujur saja ketika Jaejoong kembali memanggilnya dengan panggilan 'sayang' tersebut Yunho merasa senang!

"Eoh? tadi itu Joongie tidak sengaja!" sahut Jaejoong mengelak.

"Ayolah, panggil aku Yunnie lagi ne? kau tau aku merindukan panggilan itu dari bibirmu, terdengar sangat imut dan menggemaskan!" pipi Jaejoong bersemu mendengar ucapan Yunho.

Yunho yang melihat Jaejoong malu-malu seperti itu pun hanya bisa menatap Jaejoong dengan gemas, kalau bisa ingin rasanya Yunho mencubit pipi Jaejoong yang tengah bersemu merah itu. tapi sayang nya Yunho tidak bisa melakukan hal itu!

"Oh ya ampun, kenapa pipi Joongie menghangat!" ucap Jaejoong sambil menangkup kedua pipinya. "Yunho! jangan melihat Joongie seperti itu! Joongie jadi malu!" sahut Jaejoong lagi, Yunho tak menghiraukan Jaejoong dan malah asik memandangi wajah Jaejoong yang tengah malu. Aigo pipinya sudah merah bahkan sampai telinga.

"Anio~ sebelum kau memanggilku seperti biasa lagi! panggil aku Yunnie!" Jaejoong mencebilkan bibirnya, menyebalkan gerutunya dalam hati.

"Ne.. Ne Yunnie-ya~" Yunho tersenyum senang mendengarnya.

"Aigo~ menggemaskan sekali!" sahut Yunho.

"Ish Yunnie~ jangan meledekku seperti itu!"

"Wae? aku suka meledekmu karna kau akan sangan lucu jika aku meledekmu!" senyum jahil terpatri dibibir hatinya itu, membuat Jaejoong memberenggutkan wajahnya.

"Menyebalkan!" ucap Jaejoong kesal lalu dengan teganya memukul lengan Yunho berulang-ulang (?)

"Ya! Jaejoongie~ Appoyo!" Jaejoong tidak mendengarkan rintihan kesakitan Yunho dirinya dengan genjar terus memukuli lengan Yunho sambil terus merapalkan kata 'Menyebalkan' berulang-ulang.

Dan yah biarkan saja dua pasang sejoli (?) ini tengah memadu kasih (?) tanpa tahu sedari tadi gadis bernama Han Hyojoo itu menyaksikan adegan demi peradegan yang disuguhkan oleh pasangan YunJae. Entah apa yang sekarang ia pikirkan dalam kepalanya! Hanya Tuhan dia (dan saya) yang tahu.

.

.

.

.

.

Taman

Bermain

yooChun

Apa ini ? ini apa? /ngumpetdikolongmeja/

duh ini Chapter asli panjang banget /lebay/ dan untuk adegan si Yoochun kecelakaan itu karna kemaren kan ada berita yang dia kecelakaan pas Syuting yaudah deh saya masukin aja ke fic ini GWS ya abang kesayangan :*

Gak tau deh ini jadinya gini.. yahh otak saya nya cuma bisa kayak gini yaudahlah yah #Apaan

orang ketiga udah muncul.. saya disini gak mau buat orang ketiga ini tampak menyebalkan dan seakan menjadi enemy yang harus dimusnahkan (?) mungkin saya akan menjadikan Han Hyojoo Eonni sebagai cute Enemy (?)

buat kalian yang udah sempet baca Chap kemaren, apalagi komen fav follow.. aduh saya mah terima kasih banget deh pokoknya! kalo saya ketemu kalian langsung mah bisa saya ciumin kalian satu-satu #digaplok

maaf gak bisa bales komen nya soalnya udah malem #bilangajamales #digebok

Oke See ya~

Selamat Bobo semuanya~

Jakarta, 05-04-2015 23:27