Be Man Jaejoongie!
.
.
.
.
Genre: Romance, Drama, Humor etc.
Rated: T
Cast: One and Only YunJae
.
.
.
.
Chapter 9
.
.
.
.
.
"Annyeonghaseyo perkenalkan namaku Han Hyojoo, aku baru pindah dari jepang beberapa hari yang lalu. Mohon bantuannya!" Ucap Hyojoo memperkenalkan diri kepada seluruh siswa yang berada dikelas barunya tersebut.
Ya, hari ini adalah hari pertamanya masuk sekolah. Dilihatnya satu persatu teman sekelasnya, semoga saja dari beberapa siswa bisa ada yang dekat dengannya. Sayang sekali dirinya tidak bisa satu kelas dengan Joongie Oppanya karna memang Jaejoong dan Hyojoo berbeda 1 tahun.
"Nah anak-anak! Ada yang ingin kalian tanyakan atau sudah cukup?" Tanya seorang guru matematika bernama Kyuhyun, Cho Kyuhyun.
Changmin mengangkat tangannya, mungkin ia ingin bertanya sesuatu kepada Han Hyojoo?
"Ya… Changmin, ada yang ingin kau tanyakan?" Tanya sang guru. Berharap Changmin tidak bertanya yang aneh-aneh! Oh ayolah Jung Changmin adalah muridnya yang paling-paling palinggg jahil, percayalah! Kyuhyun tidak berbohong.
"Eopseo~" benarkan, muridnya yang satu ini memang senang sekali membuatnya kesal.
"Tapi… Songsaenim kau bertambah manis saja!" Hell! Ini yang selalu membuat darah Kyuhyun naik sampai ubun-ubun, muridnya satu ini selalu dan selalu menggodanya. Seketika kelas pun mulai riuh dengan sorakan bahkan ada yang bersiul karna aksi Changmin menggoda gurunya tersebut.
Kyuhyun memijat kepalanya sebentar, dirinya baru 26 tahun dan sudah mempunyai tekanan batin seperti ini! Dirinya berharap supaya wajahnya tidak cepat mengeriput karna ulah muridnya yang satu ini.
Cho Kyuhyun adalah salah satu dari beberapa guru yang usianya tidak terlalu tua, dan yah entah mengapa muridnya yang memiliki tubuh paling tinggi dikelas ini selalu saja senang sekali membuatnya kesal.
"Tenang! Tenang!" ucap sang Songsaenim dengan mengetukkan penghapus diatas meja, membuat seluruh murid yang berada dikelas itupun menjadi diam. Tidak dengan Changmin! Dirinya malah menyeringai menyebalkan membuat Kyuhyun ingin sekali melemparkan penghapus kekepala Changmin.
"Hyojoo, kau bisa duduk sekarang. Cari tempat duduk yang kosong!" sahut Kyuhyun memberitahu, Hyojoo memngangguk mengerti ia lihat sebentar mencari tempat duduk yang kosong dan ternyata yang tersisa adalah bangku di sebelah Changmin sang pembuat onar.
"Annyeonghaseyo Changmin-ssi, mohon bantuannya!" ucap Hyojoo sopan seraya membungkukkan badannya.
"Ya ya ya, duduklah!" sahut Changmin ogah-ogahan. Hyojoo hanya tersenyum maklum, mungkin memang Changmin tidak suka ada yang duduk disebelahnya, tapi mungkin Hyojoo akan mendekatkan diri kepada Changmin. Jangan salah paham! Bukan karna Hyojoo tertarik kepada Changmin tapi memngingat sekarang mereka duduk bersama dan Hyojoo tahu bahwa Jung Changmin adalah tetangga sebelah rumah yang sekarang ia tinggali, jadi mau tidak mau ya Changmin lah harapan satu-satunya. Ia pun segera duduk disebelah Changmin dan mengeluarkan buku serta alat tulisnya.
"Kau mau permen karet?" Tanya Changmin kepada Hyojoo, Hyojoo pun menengok kearah Changmin dirinya tersenyum cerah. Ini awal yang baik! Pikirnya dalam hati.
Dengan penuh cengiran lebar kearah Changmin, Hyojoo pun dengan senang hati mengambil permen karet yang disodorkan oleh Changmin.
Pluk~
Eh.. ada sesuatu yang hinggap ditangannya! Diarahkan pandangan matanya kearah tangannya, Hyojoo pun terkejut melihat binatang yang menjadi 'Public Enemy' berada ditangannya, Kecoa! Ya binatang itu sekarang berada ditangannya
.
.
.
.
.
"AAAAAAAA~" teriak Hyojoo membuat seisi kelas melihat kearahnya.
"Hyojoo… kenapa berteriak?" Tanya sang Songsaenim.
"Sumimasen!" ucap Hyojoo tanpa sengaja memakai bahasa Jepang. Terkadang Hyojoo selalu kelepasan memakai bahasa Jepang karna memang dirinya yang sejak kecil sudah tinggal dijepang, tapi sesekali ibunya memakai bahasa Korea.
"Anno~ Mianhamnida Songsaenim!" ralatnya kemudian.
"Kenapa kau berteriak Hyojoo-ssi?" Tanya Kyuhyun lagi, Hyojoo terdiam. Apa yang harus dia katakan? Memberitahu Songsaenim bahwa Changmin lah yang membuatnya berteriak atau dia hanya diam saja?
"Itu, tadi ada Kecoa lewat! Aku takut kecoa Songsaenim!" sahut Hyojoo.
"Lain kali jangan diulangi! Kau baru saja mengganggu jam mengajarku!" ucap Kyuhyun tegas.
"Mianhamnida Songsaenim~" sahut Hyojoo penuh penyesalan.
Kembali kelas menjadi tenang hanya ada suara goresan spidol dipapan tulis. Sesekali setelah selesai mencatat hal-hal penting yang harus dicacat para murid Kyuhyun pun sedikit menjelaskan bagian-bagian mana yang tidak dimengerti murid-muridnya tersebut.
"Hyojoo-ya~ maaf… aku salah memberimu permen karet, seharusnya aku tidak memberimu permen karet yang itu!" ucap Changmin tiba-tiba penuh penyesalan disertai raut wajah memelas, nelangsa. Aigo Changmin-ah hentikan sandiwaramu karna aku ingin sekali melayangkan sebuah panci diwajah kekanakanmu itu.
"Iya… Gwenchana Changmin-ah!" sahut Hyojoo tersenyum. Hyojoo memanggap semua itu hanyalah murni ketidaksengajaan, padahal Changmin memang benar-benar ingin mengerjainya.
"Jja~ ambilah permen karet ini!" ucap Changmin sambil menyodorkan bungkusan permen karet. Hyojoo menatap lama kearah bungkusan permen karet tersebut dan tidak segera mengambilnya. Walau Changmin sudah meminta maaf tapi tetap saja rasa trauma itu pasti ada.
"Tenang saja, ini benar permen karet!" sahut Changmin. Dengan masih ragu-ragu perlahan Hyojoo mengambil satu permen karet matanya terpejam takut aka nada binatang aneh lagi yang akan hinggap di tangannya.
Setelah beberapa detik Hyojoo mengambil permen karet tersebut matanya perlahan terbuka, dan benar saja itu benar-benar permen karet! Bukan binatang atau semacamnya.
"Gamsahamnida~" ucap Hyojoo. Sekarang yang ada dipikirannya adalah Changmin memang benar-benar tidak sengaja melakukan hal itu. Aigo Hyojoo-ya~ kau tertipu!
Changmin tidak menyukai Hyojoo, alasannya simple. Hanya karna dia tidak mau calon kakak iparnya Kim Jaejoong direbut oleh gadis berdarah Jepang-Korea ini.
Oh ya perlu kalian tau bahwa semalam baru saja Yunho memberitahu Changmin tentang perasaannya kepada Jaejoong dan menceritakan semua yang terjadi malam itu dan tentang Hyojoo yang mengajaknya bersaing.
Mendengar hal itu Changmin sangat-sangat mendukung, oh ayolah kakaknya menyukai Noona favoritenya! Ingat, Changmin selalu memanggil Jaejoong Noona. Dalam hati ia sangat bersyukur kepada tuhan karna sang kakak telah mendapatkan hidayahnya! Akhirnya Jung Yunho melakukan sesuatu yang berguna(?) pikir Changmin senang, aigo Changmin kau berlebihan -_-
Dan Jung Changmin dengan segenap hatinya akan dengan suka rela membantu sang kakak yang mulai saat ini amat sangat ia cintai. Ya, selama 13 tahun masa hidupnya baru kali ini Changmin bisa mencintai sang kakak dengan ikhlas.
.
.
.
.
.
"Mwo? Benarkah?" Tanya Jaejoong pelan setengah berbisik kepada Junsu, pasalnya saat ini mereka masih pada jam pelajaran dan didepan sana ada seorang guru yang tengah menjelaskan pelajaran hari ini, sejarah. Ugh~ sangat membosankan!
"Ne~ aku tidak berbohong Joongie! Kami mengobrol, astaga aku tidak penah membayangkan hal ini sebelumnya!" jawab Junsu semangat tapi dengan berbisik mengutarakannya kepada Jaejoong.
"Joongie jadi ikut senang!" sahut Jaejoong sedikit terkekeh pelan.
"Kim Jaejoong! Kim Junsu! Harap tenang!" ucap sang Songsaenim karna dirasa dua muridnya ini sudah semakin radikal (?) menggosip. Kedua nya pun terdiam mendengar teguran dari sang guru. Merekapun kembali memperhatikan penjelasan didepan walaupun sebenarnya malas untuk mendengarkan. Aigo~
.
.
.
Jam istirahat pun tiba kini para siswa dan siswi Toho Senior High School tengah menikmati jam-jam paling berharga bagi mereka. Ada yang menghabiskan waktu dengan bermain permainan olahraga, ada yang meluangkan waktunya untuk bergosip ria dan yang paling penting adalah mengisi waktu dengan mengenyangkan perut.
Seperti yang saat ini dilakukan Jaejoong dan Junsu, mereka tengah menikmati makan siang mereka dikantin sekolah.
"Jadi apa yang terjadi kemaren malam antara kau dan Yunho?" Tanya Junsu tiba-tiba membuat Jaejoong yang tengah meminum susu kotaknya terhenti seketika. Jaejoong menatap Junsu sebentar lalu menjawab.
"Anio~ tidak terjadi apa-apa!" balas Jaejoong singkat, membuat Junsu menggeram gemas.
"Oh ya Suie~ Joongie baru ingat! Ada yang ingin Joongie tanyakan!" sahut Jaejoong. Junsu mengerutkan keningnya bingung.
"Apa?" sahut Junsu.
"Eumm~ bagaimana yah mengatakannya?" ucap Jaejoong malah bertanya kepada Junsu. Junsu memutar bola matanya malas. Aigo! Kalau saja Jaejoong bukan manusia super imut sudah ia pastikan ia akan menendang Kim Jaejoong ke Planet Mars.
"Kau yang ingin bertanya malah balik menanyakanku? Mana aku tahu!" sahut Junsu kesal.
"Eumm~ begini… Suie pernah merasakan jantung Suie berdetak sangat cepat? Bahkan seperti ingin keluar?" ucap Jaejoong.
"Eummm~ ketika aku menatap Chunnie~ rasanya jantung ini seperti ingin keluar! Tubuh pun menjadi lemas, dan aku tidak dapat berfikir sedikitpun!" Junsu berbicara sambil pikirannya melayang kepada sosok Yoochun yang tampan.
Tapi….
Tunggu dulu! Kenapa Kim Jaejoong menanyakan hal seperti ini? Sangat jarang sekali bahkan hampir mustahil! Atau, jangan-jangan…..
Junsu menatap Jaejoong dengan cepat, membuat Jaejoong sedikit terkejut karna Junsu yang tiba-tiba menatapnya.
"Suie~ waeyo?" Tanya Jaejoong pelan. Merasa takut akan tatapan Junsu, apa mungkin dirinya memiliki penyakit seperti apa yang dipikirkannya selama ini? Tatapan Junsu membuat nya berfikir kehal-hal buruk yang mungkin akan terjadi padanya.
"Kau…. Kau merasakan perasaan sepeti itu kepada siapa?" Tanya Junsu sambil terus menatap Jaejoong.
"Eumm~ itu… aku…" ucap Jaejoong terbata.
"Jawab saja Joongie~!" ucap Junsu lagi makin tidak sabar karna sahabat kentalnya ini tak kunjung membuka suara.
"Aku… itu… Eottokhe~" sahut Jaejoong, dirinya menjadi gelisah.
"Jung Yunho!" satu nama yang disebut Junsu dan langsung membuat Jaejoong membeku ditempatnya duduk sekarang. Junsu menganggukkan kepalanya baiklah dirinya sudah mengerti dengan apa yang terjadi kepada sahabatnya tersebut.
"Arraseo~ Arraseo~" ucap Junsu. Jaejoong mendongakkan kepalanya menatap Junsu yang masing mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Suie tau sesuatu? Katakan pada Joongie~" sahut Jaejoong dengan puppy eyes andalannya.
"Kau…. Menyukai Yunho!" ucap Junsu jelas. Jaejoong masih menatap Junsu mencerna setiap kata per kata yang Junsu sampaikan padanya. Menyukai Jung Yunho? Maksudnya seperti…
"Ani ani… bukan seperti itu! Tapi seperti aku menyukai Yoochun!" sambar Junsu sebelum Jaejoong memberikan pertanyaan yang membuat kepalanya pusing, Junsu tahu betul apa yang berada didalam kepala cantik sahabatnya. Sebuah pertanyaan yang membuat Junsu ingin sekali membenturkan kepalanya ke tembok terdekat.
"Kau mengerti Joongie?" Tanya Junsu karena Jaejoong sama sekali tidak meresponnya, Jaejoong hanya terdiam.
"Coba kau lihat kearah belakangmu!" sahut Junsu kepada Jaejoong. Jaejoong dengan cepat menggelengkan kepalanya. Jaejoong tau apa lebih tepatnya siapa yang berada dibelakangnya itu, siapa lagi kalau bukan Jung Yunho yang tengah dikerubungi gadis-gadis yang tengah dengan semangat menawarkan berbagai macam bekal makan siang. Dan Jaejoong terlalu malas untuk melihat aksi-aksi yang memuakkan yang dilakukan gadis-gadis idiot itu.
"Tidak usah dilihat Joongie sudah tau kok, Joongie malas ah Suie~" sahut Jaejoong.
"Kau cemburu!" ini bukan pertanyaan melainkan sebuah pernyataan mutlak dari bibir Junsu, Jaejoong mendelikkan mata bulatnya.
"Suie asal bicara! Itu tidak mungkin Suie~" sahut Jaejoong masih menyangkal.
"Kalau begitu coba kau lihat kesana!" perintah Junsu lagi. Jaejoong mau tidak mau segera menatap kearah belakang yang tentunya Jung Yunho berada disana.
Mata besar berwarna hitam legam itu seketika membelalak melihat apa yang terjadi didepannya. Seorang gadis entah berasal dari kelas apa dengan beraninya mencium pipi Yunho, entah apa yang berada di otak gadis yang diketahui bernama Sunghee itu yang jelas entah mengapa hati Jaejoong gelisah dan terasa panas tiba-tiba. Seperti ada api yang tengah membakar hatinya. Dan kekesalan itu bertambah karna Yunho hanya tersenyum menanggapinya, aigo menyebalkan!
Jaejoong mengepalkan tangannya lalu segera memalingkan wajahnya, Junsu terkikik geli melihat reaksi Jaejoong. Aigo sahabatnya ini benar-benar keras kepala! Tinggal bilang cemburu saja apa susahnya eoh?
"So~ kau masih tetap menyangkal bahwa kau tidak cemburu eoh?" sahut Junsu sarkastik.
"Aku…. Tidak…"
"Kalau tidak, kenapa tanganmu terkepal dibawah meja? Kenapa wajahmu berubah ditekuk ketika melihat Sunghee mencium Yunho?" cecar Junsu kepada Jaejoong, dan Jaejoong sama sekali tidak dapat menjawab semua pertanyaan Junsu yang seakan memojokkannya.
"Kenapa kau diam saja? Kenapa wajahmu tertunduk?" Junsu masih memberondong pertanyaan kepada Jaejoong.
"Ish.. Ne! Ne! Joongie cemburu! Suie sudah puas eoh?!" sahut Jaejoong kesal. Junsu yang melihat Jaejoong meledak karna kesal itupun tidak kuasa menahan tawanya.
"Eu Kyang Kyang~" tawa Junsu membahana keseluruh penjuru kantin #sayalebay. Jaejoong merengut imut mendengar Junsu yang kini sedang menertawakannya.
"Suie berisik!" ucap Jaejoong kesal, mukanya memerah kesal karna Junsu yang mengerjainya dan malu karna sekarang Junsu tau bahwa dirinya cemburu kepada gadis-gadis yang mendekati yunho itu. Uri Joongie manis sekali.
"Aigo~ Aigo lihat Joongie, wajahmu memerah! Aigo manisnya~" sahut Junsu semakin menggoda Jaejoong.
"Ish~ Suie hentikan! Jangan menggoda Joongie seperti itu, Joongie malu~" sahut Jaejoong lalu menutup mata dengan kedua tangannya. Junsu kembali terkikik melihat Jaejoong yang salah tingkah.
Bruk~
Tawa Junsu terhenti seketika ketika dirinya kini melihat Jung Yunho yang sedari tadi menjadi objek pembicaraannya dengan Jaejoong tengah duduk dihadapannya dan berada disamping Jaejoong.
"Kenapa kau kemari?"Tanya Junsu kepada Yunho.
"Kalian berisik sekali dari tadi, makanya aku kesini!" sahut Yunho.
"Jadi… siapa yang membuatmu cemburu Jaejoongie~?" Tanya Yunho sambil menatap Jaejoong dengan lekat, dilihat seperti itu membuat jantungnya kembali berpacu dengan cepat. Apa yang harus Jaejoong katakan? Haruskah ia jujur? Ani ani! Itu tidak mungkin, dirinya belum siap.
"Yunnie~ wajahmu terlalu dekat!" ucap Jaejoong sambil mendorong wajah kecil Yunho dengan telapak tangannya dengan sangat tidak berkeprimanusiaan.
"Jadi.. siapa eoh?" tuntut Yunho lagi.
"Bukan siapa-siapa, dan bukan urusan Yunnie! Lagipula bukankah Yunnie sedari tadi sibuk dengan gadis-gadis genit itu eoh? Kenapa Yunnie kemari? Sudah sanah pergi!" cerocos Jaejoong, Yunho terkikik mendengarnya. Jaejoong yang tengah kesal seperti sekarang ini terlihat menggemaskan! Walaupun setiap saat dimata Yunho, Jaejoong selalu terlihat menggemaskan.
"Kau cemburu dengan gadis-gadis itu? Kau mencemburuiku?" sahut Yunho penuh percaya diri. Jaejoong membeku ditempatnya wajahnya bertambah merah seperti kepiting rebus yang siap diangkat.
"Ish~ Molla! Joongie ke kelas duluan saja, disini panas sekali!" sahut Jaejoong tanpa menghiraukan perkataan Yunho tadi. Dengan mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahnya Jaejoong berjalan keluar kantin menuju kelasnya.
"Sepertinya aku harus berterima kasih padamu." Ucap Yunho kepada Junsu. Junsu yang mengerti apa yang dimaksud Yunho tidak lain dan tidak bukan mengenai sahabat cantiknya itu.
"Tidak masalah, tapi kuperingatkan padamu Jung! Jangan menyakiti Jaejoong bahkan hanya seujung kukupun, aku orang pertama yang akan memukulmu! Kau harus ingat itu." Ujar Junsu yakin.
"Aku Jung Yunho berjanji tidak akan menyakiti Kim Jaejoong bahkan tidak seujung kukupun!" Yunho berujar dengan konyol sambil menaruh kepalan tangan kanannya kedada sebelah kirinya.
"Aku baru tau bila jatuh cinta Jung Yunho bisa terlihat seperti seorang idiot!" sahut Junsu sarkastik.
Yunho hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Aigo Jung Yunho salah tingkah eoh?
.
.
.
.
.
Taman
Bermain
yooChun
Saya datang lagi... bagaimana hari kalian? semoga sangat indah (?)
untuk chapter ini saya tidak mau banyak komentar
saya tau ff ini kepanjangan bertele-tele alur lambat.. ya pokoknya gitu deh. tapi memang saya mau nya seperti ini... aduh ya gitu deh (?)
terima kasih yah kalian yang udah mau baca FF ini.
Sampai Jumpa di Episode (?) selanjutnya.
Jakarta, 04/05/2015 20:30 PM
