Disclaimer © Fujimaki Tadatoshi – KnB (I own my story).

Warning : Miss typos, OOCness, sedikit gaje, ide pasaran, Yaoi/Boys love/Gender Bender dan AU/AR (only for this story). Segala sesuatu yang ada dalam cerita ini hanyalah rekayasa belaka. Jika ada kesamaan dalam bentuk dan hal apa pun, hal itu merupakan suatu ketidaksengajaan. Hope you can enjoy it and happy reading~

.

.

.

Rexa Anne presented

.

A KnB Fanfiction

(Akashi Seijuurou X Furihata Kouki)

.

.

.

Hug and Kiss

.

.

.

Keduanya sedang berbaring bersebelahan. Menikmati momen-momen setelah aktivitas intim menggapai puncak. Desah napas yang tadinya memburu berantakan—terengah kini mulai terdengar lebih teratur.

Kouki memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam sebelum mengembuskannya perlahan, meresapi kenikmatan yang baru saja diraih bersama sang suami. Di bibirnya tersungging senyum manis. Seijuurou melirik pasangan hidupnya itu dari samping, perlahan ia bergeser mendekat dan merengkuh kembali tubuh pasangannya untuk didekapnya erat.

Kouki berjengit saat merasakan jemari Seijuurou yang menyentuh sensor perabanya yang masih sangat sensitif, tapi tak menolak sentuhan dan rengkuhan belahan jiwanya itu. Seijuurou merangsekan wajah tampannya ke ceruk leher Kouki. Kouki terkekeh pelan sambil menyamankan diri dalam pelukan suaminya, membiarkan Seijuurou kembali mendominasi dirinya.

"Kau lelah?"

"Hmm … tidak juga, Sei. Kau ingin tidur?"

"Aku ingin memakanmu lagi."

Kouki menggeliat, menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangan. Seijuurou asyik menjelajahi leher Kouki yang telah dihiasi banyak ruam merah keunguan yang mengindikasikan jejak-jejak kepemilikan darinya. Mengecup pelan atau sekedar menggesekan hidung mancungnya di sana.

"Aku bercanda, Kou. Aku tahu kau masih kesakitan. Maaf ya?"

Kouki menggeleng sebelum memutar tubuhnya hingga menghadap Seijuurou. Dipandanginya sepasang mata heterokrom merah-emas yang selalu menawan hatinya. Lagi-lagi bibirnya melengkungkan senyum manis, membuat Seijuurou ikut tersenyum. Kouki mengecup bibir suaminya itu.

"Terima kasih, Sei. Kau selalu pengertian."

"Aku tetap tak menolak kalau kau juga mau melanjutkan, Kouki."

"Hehehe. Bisa tunggu sebentar lagi? Rasanya kakiku kebas."

"Kaki atau sebelah sini?" goda Seijuurou sembari meremas bongkahan montok asset Kouki di bawah sana. Kouki menepis tangan nakal Seijuurou dan mencubitnya gemas.

Bibirnya sedikit mengerucut lucu saat melayangkan protes. "Sei!"

Seijuurou hanya menyeringai, kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda, memeluk posesif sang belahan jiwa dan mengecupi kulit leher Kouki-nya. Seijuurou tak pernah bosan, malah semakin ketagihan untuk menorehkan tanda dan jejak kepimilikan di leher jenjang nan mulus itu. Candu.

"Sei … geli."

Seijuurou malah bergumam di sana membuat, tubuh Kouki kembali menggeliat resah. Seijuurou menghentikan aksinya dan melepaskan pelukannya. Bola mata merah-emas miliknya menatap dalam pada sepasang iris coklat yang menyiratkan kelelahan, tapi masih ada gairah samar di sana. Ide jahil melintas di kepala sang emperor. Ia pun memutus kontak mata.

"Baiklah, kita tidur," putusnya sambil mematikan lampu tidur yang ada di nakas di samping ranjang mereka. Seijuurou membenarkan selimut mereka dan kembali mengecup pipi Kouki sebelum memeluknya lagi. Kedua matanya terpejam.

Entah kenapa, dilepaskan begitu saja oleh Seijuurou, Kouki malah tidak rela. Ia masih ingin ber-cuddle-ria bersama Seijuurou. Aktivitas favorit setelah mendayung kenikmatan bersama-sama. Kecup, cium dan peluk jadi menu utama, tapi bukan untuk membangkitkan hasrat. Hanya sekedar melampiaskan rasa sayang yang tak terucap lewat kata, tapi tersalurkan lewat bahasa tubuh mereka.

Mendengus, Kouki mencolek pipi suaminya dengan telunjuk. Sekali, dua kali … Seijuurou tak bereaksi, bergeming seperti orang mati. Kesal diabaikan, bibir Kouki pun maju.

"Sei …," ujarnya dengan nada merajuk.

Seijuurou masih bergeming.

"Sei …,"

Dengkuran halus terdengar lebih konstan. Kouki mendengus keras, kesal. Yah, mau bagaimana lagi, suaminya juga pasti kelelahan kan? Apalagi setelah membantainya dengan beringas di tiga ronde sebelumnya. Mugkin Seijuurou sudah benar-benar kelelahan. Kouki pun menyerah. Mencoba mencari posisi yang nyaman dalam pelukan suaminya, Kouki bergerak pelan dan mengikuti jejak Seijuurou yang telah terlelap di alam mimpi, memejamkan kedua belah matanya.

Belum juga terlelap, belaian yang tak sengaja menyusuri punggungnya membuat Kouki membuka mata. Dengan waspada mengamati wajah dari sosok pria yang tidur di hadapannya. Tidak ada yang berbeda, Seijuurou masih 'tidur' dengan lelap. Lalu … kenapa—

Kouki menoleh ke bagian bawah tubuhnya. Lagi-lagi sentuhan tak terduga menggoda kulitnya, kali ini di daerah paha. Kouki bingung. Ini sengaja atau bagaimana sih?

"Sei …."

Dengkuran haluslah yang menjawab Kouki. Kouki kembali mencoba untuk tidur, tapi sedetik kemudian sebelah kelopak matanya terbuka untuk mengintip. Wajah tampan suaminya tampak begitu damai saat tidur. Oke, mungkin suaminya memang tak sengaja membelai bagian tubuhnya.

Namun, saat Kouki hendak memejamkan matanya lagi … jemari Seijuurou berulah lagi. Kouki menangkap tangan nakal suaminya dan mendesis.

"Sei…."

"Hmm?"

"Jangan nakal!"

Kelopak mata yang menyembunyikan bola mata heterokrom itu pun terbuka. Kilatan jahil tersirat di dalamnya. Seringai licik pun terlukis.

"Nah, kan! Aku benar, kamu pura-pura tidur!"

"Masalah, Kouki sayang?"

"Sei, jahat!"

"Kok aku yang jahat? Bukannya Kouki bilangnya capek?"

Pipi Kouki menggembung dengan bibir yang kembali mengerucut, tak berani bilang kalau ia masih ingin cuddle bersama suami tercinta.

Seijuurou terkekeh geli, lalu mengecup gemas kedua pipi yang menggembung lucu itu.

"Katakan saja maumu, Kou. Kau ingin aku bagaimana? Memelukmu? Menciummu? Atau itu?"

"Sei, mesum!" Wajah Kouki memerah sempurna, tapi meski dalam keremangan, dengan bantuan cahaya dari luar, Seijuurou bisa melihatnya.

"Aku mesum hanya untukmu, Kou. Karena hanya kamu yang bisa memancing gairahku untuk mendominasi dirimu, kau tak tahu?"

"Bohong…."

Seijuurou memagut bibir kenyal Kouki, menciumnya, menggigit pelan lalu menghisap dalam. Membuat Kouki gelagapan dengan serangan yang tiba-tiba. Pasokan oksigen menipis, tapi Kouki tak mampu berkelit. Pasrah bibirnya dilumat habis oleh suaminya. Hingga di titik kritis, Seijuurou melepaskan bibir yang selalu menjadi candu buatnya itu. Kouki menghirup rakus oksigen begitu kesempatan itu ada.

Di balik seringai Seijuurou berujar, "Masih perlu bukti lainnya, sayangku?"

Kouki menyembunyikan wajahnya di balik bantal, menggerung malu. Seijuurou terkekeh melihat reaksi Kouki-nya. Ia kemudian mencium puncak kepala Kouki, mengusapnya lembut sembari menyingkirkan bantal yang menutupi wajah manis sang belahan jiwa. Wajah merona malu-malu Kouki menyapanya.

"Mau lagi?"

Kouki tak mampu berkata-kata, jadi ia memilih untuk memeluk Seijuurou dan menyembunyikan wajah merahnya di dada bidang sang suami. Seijuurou dengan senang hati menerima pelukan manja sang belahan jiwa. Mendekapnya hangat sembari mengecupi keningnya, memberikan apa yang Kouki inginkan.

Yah, biarkan saja malam penuh cinta mereka berlanjut.

.

.

.

End

A/N:

Halo, minna-san! HK 3 kupersembahkan untuk teman-teman semua dan juga buat Anne Garbo (yang butuh suntikan serum cinta SeiKou), Shin Yuu-tachi (yang lagi berjuang keras menyelesaikan PP untuk besok), teman-teman panitia event LeChi lainnya (Hi Aidi, Nenami Megumi, AnisaJiro, Yuialea Ariane, Erii Shigerou), juga teman-teman yang sudah menunggu kelanjutan drabble ini, Happy Heichou-san dan Yuuki.

balasan review non-login:

Yuuki : thanks sudah R&R, ini lanjutannya, happy reading, Yuuki-san!

Um, aku harap ini ga kelewatan ratingnya. Masih aman sih, sebenarnya, tapi kalau teman-teman keberatan maka chapter ini ratingnya akan naik. Semoga teman-teman terhibur.

Dan terima kasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca fic ini. Buat yang sudah mereview dan memfollow/favorite, terima kasih juga. Sampai jumpa di fic lainnya. Mind to review, please? (^_^)/ Arigatou Gozaimasu!

Rexa, signing out….