Saat Yoongi sudah benar-benar keluar, Jimin merebahkan dirinya dikasur, menatap langit-langit kamarnya yang bewarna putih. "Aku tidak mengerti, semoga appa dan eomma bisa membatalkan perjodohanku, dan membiarkanku menikahi namja ini" Jimin mengambil ponsel di sakunya, memiringkan badanya, dan memandang dua sosok yang sangat dicintainya sebagai wallpaper diponselnya. "Aku juga tidak mengerti jalan pikiran kalian" Jimin terkekeh.

Yah, dia sudah dijodohkan oleh seorang yeoja anak dari teman ayah Jimin. Namun Jimin sangat keberatan dengan itu, Jimin selalu mengatakan akan mencari orang yang ia cintai sendiri. Ibunya percaya bahwa Jimin bisa mencari orang itu, mereka berdua dengan sabar menunggu selama 20 tahun ini.

Namun akhirnya Jimin ditunangkan dengan Yeoja itu, Jimin marah besar kepada kedua orangtuanya kala itu. Dia mengurung diri di dalam ruanganya selama tiga hari dua malam, sampai akhirnya ibunya mengatakan sesuatu di balik pintu itu "Jimin, jika kau bisa menemukan orang itu, aku janji akan membatalkan pertunanganya" Jimin terenyum, membuka pintu dengan keras dan memeluk ibunya dengan erat.

Other side

Yoongi sangat kesusahan saat berjalan, dia merambati tembok dengan hati-hati, giginya terkatup rapat, kakinya gemetar, dan jelas wajahnya memerah.

"Tuan?, aigooo anda imut sekali" Yoongi bertemu dengan salah satu maid di dapur. "Baju pembelian bibi memang menarik" Yoongi hanya mencoba bersikap normal dan tersenyum manis.
"Hehe aku manis ya?" Yoongi berlagak bodoh "Terimakasih atas pujianya" Yoongi membungkuk. "Oh iya aku ingin memasak sesusatu ngh—" Yoongi membungkuk kembali dan mencengkram roknya dengan erat, karna merasa ada hal yang aneh menggelitik perutnya.
"Tuan, anda tidak apa?" maid itu mengelus punggung Yoongi, dan Yoongi hanya tersenyum.
"Tidak apa, biarkan aku memasak untuk tuan Jimin" Maid itu meminta Yoongi untuk menunggu disana.
Kemudian Maid itu memberikan sebuah nampan berisi makanan "Aku sudah memasak untuk Tuan Jimin dan anda, Tolong dimakan ya" Yoongi menerima nampan itu dengan senang hati 'Berati aku tidak usah repot-repot untuk memasak dalam keadaan begini bukan?'. Pikirnya.

Yoongi mengucap terimakasih dan segera pergi dari dapur dengan sangat kepayahan. Saat hendak memasuki kamar langkahnya terhenti, dia melihat Yeoja bersurai pirang, mata yang indah dan tubuh yang bagus.

"Hai, siapa kau?" Tanya Yeoja itu "Hihi kau imut sekali"
"Min Yoongi" Jawab Yoongi dingin.
"Owh, jadi memang benar, jangan melihat sesuatu dari sampulnya saja"

Yoongi menyiritkan keningnya "Yah dari luar kau sangat manis, namun saat kau berbicara, dinginya sampai kedalam tulangku" Yeoja itu tertawa dan memasuki kamar Jimin tanpa mengetuk. Yoongi hanya terdiam di depan pintu itu, menunggu yeoja itu keluar.

Yup, selang berapa menit dia keluar sambil membawa tas, sepertinya itu berisi baju. Yeoja itu menoleh kearah Yoongi. "Aku ini jalangnya, aku hanya mengambil berapa barangku yang tertinggal, aku tidak akan mengambil tuanmu itu hihi" Dan yeoja itu pergi.

Yoongi hanya mengangkat bahunya dan...

"Unghh!"

Badanya terasa panas kembali, ada banyak rasa yang menggelikan di sekujur tubuhnya, nampanya bergetar karna getaran dari tubuhnya. Yoongi sudah tidak kuat lagi. Dia tahu apa yang ia butuhkan, karna dia pernah membaca majalah dewasa yang diberikan tuanya yang lama.

"Shh Ah! Tuannh!"

Back to Jimin

Jari jimin masih asik membalasi pesan di ponselnya sambil sesekali terkikik. Taehyung menyeritakan semua kejadian di kamar ini, mulai dari dia bercanda dengan mereka, hampir menerkam jalang itu jika Jungkook tidak menelfon dan menyadarkanya, dia menjadi ketakutan dan akhirnya mengusir semua jalang itu lalu memasukan obat perangsang didalam wine terebut. 'Jungkook marah besar padaku tadi, karena dia mendengar suara jalang itu di telfon, huh' salahsatu pesan dari Tae yang membuat Jimin tertawa keras.

tiba-tiba ada sebuah pesan singkat masuk dari eommanya, jelas Jimin langsung membuka pesan itu.

'ChimChim, kami sudah membatalkan pertunanganmu dengan Seulgi pagi ini, nah nanti bawa Yoongi kesini ya, jangan lupa kau harus menandainya terlebih dahulu!, Jungkook sedang kencan dengan Taehyung tadi' Jimin bersorak senang.

"Secepat dan semudah itu pembatalanya?, mereka memang gila hihihi" Jimin memposisikan dirinya menjadi terduduk. "Appa, eomma. Aku sangat menyayangi kalian"Jimin tercengir sendiri.

'Mau ku tandai di bagian mana?leher, dada, paha, perut, punggung, atau semua?'

Send...

"Shh Ah! Tuannh!"

Mata Jimin terbelak, telinganya menari-nari mendengarnya, Apa yang ia lakukan disana?, sampai bisa berteriak seperti itu. Jimin melempar ponselnya di kasur, dan langsung berlari membuka pintu itu, takut Yoonginya kenapa-napa.

'Grek' Jimin membuka pintu kamarnya dan mendapati Yoongi yang sedang membawa nampan 'Cepat sekali' pikirnya. Posisi Yoongi sungguh membuat badan Jimin merinding, bagaimana tidak? Yoongi sedang menggigit bibir bawahnya dan menutup kedua matanya, kakinya menyilang, tanganya meremat nampan itu, dan badanya bergetar.

"Tuannh, Kumohon Akhh! Hentikann" Jimin menelan salivanya dengan kasar dan menjilat bibir bawahnya.
"Eh, kau membuat makanan itu sangat cepat" Jimin menggelangkan kepalanya "Pasti bukan kau kan yang memasaknya" Mata Yoongi terbuka, memandangi Jimin dengan mata takut-takut.
"I-iya, bukan aku yang membuatnya" Jawab Yoongi gugup. Jimin langsung menarik nampan dan Juga Yoongi masuk kedalam kamar, meletakan nampan itu diatas meja dan mengunci ruangan itu.
"Aku sudah bilang, aku ingin masakanmu" Jimin mendekatkan dirinya kearah Yoongi.
"Ta-tapi pelayan itu sudah membuatkan makan siang, jadi aku tidak bisa me—" Yoongi menghentikan penjelasanya karena...

'Chu~' Jimin mengecup bibir ranum Yoongi "Kau mau membedakan kesakitan yang kau dapat dari tuanmu sebelumnya denganku?" Yoongi mengangguk pasrah.

Jimin menyeringai "Duduklah disana" Jimin mengarahkan tubuh Yoongi kearah kasur. Yoongi menempelkan bokongnya dikasur itu "Akkh" Benda yang berada didalam hole Yoongi ternyata makin melesak masuk. Dasar Jimin.

"Kenapa Hyung?"Jimin menyusul Yoongi dengan berjongkok di depanya. Yoongi hanya menggelengkan kepalanya. "Tutup matamu" perintah Jimin, dan Yoongi menutup matanya. Jimin mendekatkan wajahnya ke Yoongi, dan menempelkan dua buah benda kenyal miliknya ke milik Yoongi dan melumatnya satu persatu. Yoongi yang masih tidak percaya akhirnya membuka matanya karna kaget.

Jimin melepas ciuman itu, mendorong bahu Yoongi sampai yang didorong jatuh terlentang tepat disebelah ponselnya. Jimin mengambil ponsel itu dan membaca pesan dari eommanya 'Semua' Jimin menyeringai. Lalu Jimin meletakan ponselnya di meja sebelah kasurnya.

"Hyung boleh aku menandaimu?" Tanya Jimin sambil menindih Yoongi, wajah Yoongi sangat memerah karna wajahnya sangat dekat dengan wajah tuanya.
"Me-menandaiku?" Yoongi malah balik bertanya.
"Iya menandaimu—" Jimin meletakan kepalanya di perpotongan leher Yoongi "Seperti ini" Jimin menyesap, menjilat, dan mengigit leher itu.
"Akkh tuanh, apa yang ah kau lakukannh?" Jimin masih bekerja di lehernya.
"Menandaimu, lihat indah bukan?" Jimin menghentikan aksinya dan memamerkan kissmark yang ia buat. Yoongi tidak bisa melihatnya lah dasar pabbo.

Yoongi kembali mengeluarkan airmatanya.

"Tuan, hiks apa kau serius denganku?" Tanya Yoongi. Jimin hanya menghapus airmata itu dengan lembut dan tersenyum.
"Aku sangat serius denganmu, jadi serahkan semua kepercayaanmu padaku, aku akan menjaga kepercayaan mu itu" Lalu dengan segera Jimin mencium kembali bibir Yoongi, melumat bibir atas dan bawahnya secara bergantian. Kini Yoongi menikmatinya, dia memejamkan matanya, membuang semua keraguan yang masih tersimpan di benaknya.

"Nggh" Lenguhan dari Yoongi kala Jimin melepas ekor dan cockring itu, dan benar saja Yoongi langsung memuntahkan cairanya di tangan Jimin. Namun Jimin tetap tidak melepas cumbuan mematikanya, ia malah meminta akses lebih, dan Yoongi memberikanya. Kini lidah Yoongi dan Jimin bertemu, menari dengan indahnya didalam sana, lidah Jimin menyapa semua para penonton didalam yang menikmati acaranya. Mulai dari deretan gigi rapih Yoongi sampai ke langit-langit.

"Tuanhmmm" Nafas Yoongi mulai menipis, Jimin tahu itu. Dia melepas ciumanya itu dan kembali ke ceruk leher Yoongi, menyesapnya sekali lagi. Dan alhasil, dia memberikan tanda baru disana.

"Aku sudah bilang padamu kan, akan ku buat kau lelah lagi didalam kukunganku" Yoongi menyeringai sambil mengalungkan tanganda di leher Jimin.
"Aku tidak yakin itu tuanku" Jimin menaikan satu alisnya.
"Kau meragukanku hmm?"

TBC


TBC lagi gapapa kan ya xD
Kalo ada typo yang berlebih mohon dimaafkan

.

.
NEXT?