"Kau meragukanku hmm?" Jimin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Yoongi dan menyesapnya kembali, Yoongi terkekeh.
"Aku hanya bilang, aku tidak yakin itu" Jimin mengangkat wajahnya, Yoongi mengelus pipi Jimin dengan lembut sambil tersenyum.
"Kau ingin bukti?" Jimin menggengam tangan Yoongi di pipinya, Yoongi tersenyum, dan Jimin langsung menerjang bibir ranum Yoongi.
Melumat satu bersatu bongkahan kenyal itu, meminta akses lebih untuk mengajak bermain lidah indah didalamnya, dan Yoongi memberikan itu. Lidah Jimin melesat masuk dan langsung bertemu dengan benda tak bertulang itu, mata Yoongi terpejam saat lawan mainya mengajak berdansa bersama, sesekali menyapa para penonton satu persatu yang berada di dalam mulut itu.
"Nggh" Yoongi melenguh dan menepuk pudak Jimin pelan, Jimin tau itu. Dia langsung melepas cumbuanya dengan menjilat bibir Yoongi sekali lagi. Mereka berdua terengah, saling pandang dan tak lama kemudian tertawa kecil.
"Aku sudah membuktikanya kan" Jimin menyeringai.
"Sudah? Padahal aku tidak merasakan apa-apa" Jawab Yoongi polos. Jimin menyerigai dan langsung menerjang leher Yoongi kembali, menyesapnya lebih dalam dan lebih kasar.
"Nghh tuaanh" Jimin bermain dengan nipple Yoongi, mencubitnya sekaligus mengelusnya. Tangan yang satunya mencoba membuka kain yang menutupi dada Yoongi, dan... 'Pluk' Kain itu terlepas. Jimin kembali ke bibir Yoongi, melumatnya dengan kasar, dan menggesekan bagian selatanya di rok Yoongi. Tangan yang menganggur, ia gunakan untuk mengelusi perut Yoongi, sehingga menyebabkan lenguhan dari pemiliknya.
"Tuaannh, boleh aku membasahinya?" Jimin menyiritkan alisnya, kali ini dia benar-benar tidak tahu.
"Membasahi apa?" Yoongi bangkit dari kukungan Jimin dan mendorong Jimin ke kasur. Memundurkan badanya dengan sensual sampai ke selangkangan Jimin.
"Aku ingin membasahi ini, boleh kan tuan?" Yoongi menggesekan wajahnya di atas kejantanan Jimin yang masih terbungkus celana. Jimin menyeringai.
"Jika kau bisa, silahkan saja, itu milikmu. Belum pernah ada yang menyicipinya" Yoongi tersenyum dan langsung menggesekan kejantanan Yoongi dengan mulutnya dari luar celana, menyesapnya, membasahinya, dan menjilatnya. Jimin mengerang karnanya, sekarang dia sudah turn on sepenuhnya.
Yoongi membuka celana boxer Jimin dengan giginya menariknya bersamaan dengan dalamanya. 'Pluk' Kejantanan Jimin menampar pipi kiri Yoongi dengan sedikit basah. Dengan segera Yoongi memasukan kejantanan Jimin di mulutnya, menjilat ujungnya, dan memainkan lubang itu. Yoongi semakin memperdalam masuknya kejantanan Jimin kedalam mulutnya kala mendengar tuanya mengerang, dan kembali menyesapnya.
"C-Chukupph" Jimin sudah merasakan cairanya akan keluar, namunn Yoongi malah memasukan kejantanan jimin dengan lebih dalam, sampai ke pangkalnya. "Hyuung sudah, cuh-Cukupph" Yoongi semakin cepat menggerakan kepalanya, dan menyesap kejantanan itu dengan kuat. "Hyuungggghh!" Yak Jimin memuntahkan semua di dalam mulut Yoongi, sebagian cairanya keluar dari sudut bibirnya.
"Dasar setan licik" Yoongi terkekeh mendengarnya.
'Glup' Yoongi menelan semua yang ia bisa, dan Jimin menarik keluar kejantananya, lalu membanting Yoongi dikasur. Meraba paha dalamnya dan menemukan sesuatu yang sangat ingin Jimin lihat.
"Yak Hyung, kau tidak menggunakan dalaman rupanya" Jimin mengelus kejantanan Yoongi dengan sesekali merematnya.
"Akhh, Tuanh aku ingin kau cepat melakukanya, aku ingin segera bertemu keluargamu" Jimin menengok kearah jam dan menepuk dahinya.
"Baiklah, akan kuselesaikan dengan cepat" Jimin membalikan tubuh Yoongi, melepas baju yang ia kenakan dan juga rok mekar Yoongi. Jimin terkagum saat melihat bongkahan besar yang sangat halus itu, dia merabanya, menyalurkan semua kekagumanya disana dan membuat yang dibawah mendesis. "Hyung ambilkan lube didalam laci itu" Yoongi merangkak untuk mengambil lube di laci meja sebelah kasur. Yoongi menyerahkan lube itu.
"Menungging, aku ingin lihat semuanya" Yoongi dengan sedikit kepayan berusaha menungging.
'Plak' satu tamparan mendarat di bokong indah Yoongi. Yoongi mengatupkan mulutnya, seluruh tubuhnya bergetar.
"Tuan, kenapa kau memukulku?" Tanya Yoongi takut-takut. Jimin menyeringai.
"Aku belum sempat menghukumu bukan? Nah ini dia" Jimin menampar lagi bokong itu, sehingga memberikan bekas kemerahan disana. Badan Yoongi semakin bergetar karna ada rasa dingin di luar lubang analnya, yak itu lube. Jimin membasahi jarinya dengan lube dan langsung memasukan kedua jarinya kedalam lubang Yoongi.
"Akkh!" Yoongi memekik seketika, rasanya sangat sakit dan asing. Seumur-umur dia belum perna merasakan sait yang nikmat. Jimin kembali mengecupi punggung Yoongi dan memasukan satu jarinya lagi, sekarang mejadi tiga jari yey. Menggerakannya dengan gerakan memutar, menggunting, dan memaju mundurkan jari itu. Setiap gerakan itu terdengar lenguhan dari Yoongi. Tak lama kemudian Jimin melepas jarinya.
"Hyung, aku masuk" Jiimin mengoleskan lube di kejantananya dan dengan hati-hati memasukanya.
"Akhh Tuannh s-sakiith" Yoongi menggeliat kesakitan.
"Sssh tahan, Tunguu sebentar" Jimin mengecupi punggung Yoongi dan 'Jleb!' Jimin mendorong semuanya masuk dengan sekali hentak 'Darah wow' Ternyata ini pertama kalinya Yoongi melakukan ini.
"Arrg! S-saakiitmmnnnh!" Jimin langsung melumat bibir Yoongi untuk menenangkan Yoongi dan memberi arti ini akan baik-baik saja. Yoongi menggerakan bokongnya, dan Jimin langsung meggenjot miliknya. Mencari titik nikmat milik Hyungnya yang sudah tidak perjaka lagi. "Nggh-Ah" Yoongi mendesah. 'Jackpot' Jimin menemukan titik nikmat Yoongi.
'Kringg,kringg' Ponsel Jimin berbunyi, dan jelas Jimin mengambilnya.
"Eomma!" Mata Jimin terbelak melihatnya "Hyung tahan dulu posisi ini, jangan bergerak oke" Yoongi hanya mengangguk sambil menggigit bantal yang ia pakai, sesekali melenguh karna Jimin sudah menyentuh Sweetspotnya dan menanam kejantananya disana. Ini gila.
"Ada apa?" Tanya Jimin, mencoba menetralkan suaranya.
"Kapan kau kesini? Tae dan Kookie sudah pulang" Jawab eommanya tanpa ada rasa bersalah. 'Jangan melefonku sekarang huh' gumam Jimin kesal.
"S-sebentar lagi, aku sedang men—ngh" Yoongi tanpa sengaja menggerakan bokongnya dan meremas kejantanan Jimin. "Aku sedang mengerjakan urusanku, sebentar lagi selesai"
"Jangan lupa tandai Yoongi ya~" Jimin merasa kesal
"Aku sedang menandainya, eomma mengganggu saja huh!" Eommanya tertawa sekaligus terkejut.
"Ah benarkah? Aku ingin medengar suara Yoongi sekarang" Jimin mendecih kesal dan mendekatkan ponselnya di pipi Yoongi. Yoongi bernafas tak beraturan "Aah ini pasti Yoongi" Mata Yoongi terbelak, dia menatap Jimin sambil menggelengkan kepalanya. Jimin hanya menyeringai sambil mengangkat bahunya. "Yoongi bagaimana karya anakku? bagus bukan, aku ingin segera melihatnya" Yoongi dengan sekuat tenaga mengangkat suara.
"Nyonya Park, iya, ini sangat bagus aku suka" Jimin tersenyum sambil beraegyo.
"Dia sangat serius denganmu, tolong jaga Jimin ya, dia anak nakal" Ibunya terkekeh, dan Jimin mempoutkan bibirnya.
"Hihih bai Akkhh—lahh" Jimin menggerakan kejantananya kembali. Kemudian menarik ponselnya "eomma, biarkan aku bekerja dulu oke" Jimin langsung mematikan sambungan itu dan melempar ponselnya ke kasur.
Bibir nakalnya bermain di punggung pucat itu, tangann kananya bekerja di junior Yoongi, mengocoknya seirama dengan hujamanya, tangan kirinya memilin nipple Yoongi. Jimin semakin mempercepat hujamanya "Hah hah ah argghh" kedua mendesah keenakan. Yoongi mendesah setiap dorongan yang jimin berikan, lidahnya terjulur dengan dua jarinya yang ia masukan kedalam mulutnya itu, tangan satunya menopang tubuhnya agar tidak terjatuh.
Jimin membalikan tubuh Yoongi, kaki jenjang Yoongi langsung menghapit di pinggul Jimin. Jimin semakin cepat dengan hujamanya, mengyingkirkan jari yang Yoongi masukan kedalam mulutnya dan menggantinya dengan bibirnya mengganti jari itu dengan cumbuanya yang lebih nikmat.
"Nggh ah Tuannh" Yoongi hampir sampai.
"Jiminh, panggil aku Jimin" sahutnya sambil mempercepat tempo kocokan di bawah sana.
"Ahh! Jiminnh akuh ah ah!" Jimin mengangguk "Aku juga" sambung Jimin. Dengan satu hentakan yang diberikan Jimin di sweetspotnya, Yoongi langsung mengeluarkan semua cairan itu. Cairan itu menyembur ke tangan Jimin, perut, serta wajah Yoongi. Tak lama kemudia Jimin menekan dalam kejantananya dan mengeluarkan cumnya di lubang Yoongi. Jimin langsung ambruk di atas Yoongi, menetralkan nafas mereka berdua.
'Chuu~' Jimin mengecup kilas bibir Yoongi dan mencabut kejantananya "Ayo kita mandi dan bersiap, lalu berangkat" Yoongi hanya mengangguk pasrah. Jimin menggendong tubuh Yoongi dengan Bridal Style dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa yang tidak digunakan lagi.
TBC
HAH Akhirnya bisa selesai juga part ini
ini part paling susah kalo boleh jujur xD
Mian, kalo kalian belum/tidak puas
.
.
NEXT?
