#3 - Choromatsu & Jyushimatsu [Pilot!Jyushi, AU dari episode 4, di mana orangtua mereka jadi bercerai, Karamatsu, Choromatsu, dan Jyushimatsu tinggal serumah.]

(Hujan)


Hujan membuat Choromatsu mengingat banyak hal.

Misalnya suara petir yang ditakuti Todomatsu. Atau hujan yang membuatnya tak perlu menyirami tanaman lagi.

Hujan mengingatkannya pada Jyushimatsu, adik keduanya yang selalu tersenyum kapan saja dan di mana saja. Jyushimatsu, yang tidak bisa diam dan selalu bicara keras-keras.

Jyushimatsu, pilot yang meninggal dua tahun lalu saat bertugas.

Hari itu sebenarnya hari biasa, Choromatsu mengantar si adik ke bandara sebelum ia sendiri pergi ke kantornya. Jyushimatsu bercerita banyak hal sepanjang perjalanan dari rumah hingga sampai ke tempat ia bekerja. Choromatsu hanya mendengarkan, tidak bisa protes karena sifat si adik yang membuatnya tak tega untuk menghentikan cerita.

Sesampainya di bandara, Jyushimatsu tersenyum, memeluknya erat dan membisikkan kata terima kasih karena sudah mengantarnya. Sempat Choromatsu ragu, firasat buruk membuatnya berpikir mungkin harusnya Jyushimatsu tidak pergi. Ramalan cuaca tadi pagi mengatakan siang ini akan terjadi badai.

Tapi Jyushimatsu keras kepala—mereka semua sama-sama keras kepala, omong-omong—tetap ingin pergi, ingin mengantar orang-orang pada tujuannya, ingin terbang dan menikmati pemandangan di atas langit. Choromatsu tidak rela, tapi mendengar perkataan adiknya yang polos itu membuatnya tidak tega.

Mereka melambaikan tangan. Jyushimatsu tersenyum lebar, berteriak tidak sabar ingin cepat makan malam bersama si kakak. Choromatsu mendengus, sedikit malu ketika beberapa orang di sana melirik mereka, lalu membalas perkataan adiknya dengan mengatakan dia akan membuat menu kesukaan si Matsuno kuning untuk nanti malam.

"Katakan juga pada Karamatsu-niisan, aku pamit," kata Jyushimatsu sebelum ia menghilang ke pintu ruangan.

Choromatsu ingin bertanya apa maksud perkataan si adik, namun kemudian ia pikir itu hanya salah satu hal aneh tipikal Jyushimatsu.

[Siang itu, pesawat yang dibawa Jyushimatsu jatuh. Ada badai besar di tengah perjalanan, petir menyambar sana-sini, dan hujan membuat pemandangan tidak jelas.

Tidak ada yang selamat dari kecelakaan itu.]