#8 - Osomatsu/Choromatsu
[Selamanya]
Mereka sempat berjanji akan selalu bersama. Osomatsu yang akan menjaga Choromatsu, dan Choromatsu yang akan ada di sisi Osomatsu.
Osomatsu sempat berpikir cerita mereka akan berakhir seperti dongeng-dongeng—hidup bahagia selamanya. Ia kira kisah mereka tidak akan berakhir seperti drama televisi.
Pernah Choromatsu mengatakan mereka sebaiknya berhenti. Bahwa semuanya sudah melewati batas, bahwa seharusnya tidak seperti ini, bahwa mereka tidak boleh bersama.
Pernah ada cincin yang melingkar di jari manis masing-masing. Dibeli oleh mereka berdua, hasil menang pachinko pada suatu sore. Cincin itu sederhana. Hanya lingkaran perak tanpa mata yang harganya paling murah.
(Cincin ini dibeli setelah keduanya melewati puluhan pertengkaran. Yang lain sampai harus pura-pura ada urusan untuk pergi menghindari mereka yang adu mulut.)
Pernah juga keduanya mengucap janji. Seperti janji yang diucapkan ketika dua orang menikah, hanya saja tanpa pendeta dan tidak dilakukan di gereja. Janji yang mengikat, dan seharusnya tidak diingkari.
[Tapi kini semuanya hilang. Janji itu tidak ditepati.
Choromatsu pergi, mendapat pekerjaan, meninggalkan rumah untuk tinggal di apartemen sendiri.
Untuk yang terbaik, katanya. Semuanya akan berakhir, niisan. Begitu juga hubungan kita. Maaf.]
