.

.

Heart String

.

.

Kim Jong In X Oh Sehun

(Setelah dipikir-pikir, fic ini akan jadi OT12 tapi pair-nya di acak, nggak apa kan? Dan sekali lagi, ini tidak bermaksud nge-bash atau apapun itu. Cuma buat seru-seru an aja oke!)

.

Rate : M (Mature-Mesyum-Mampus!)

.

PLEASE! DON'T LIKE, DON'T READ!

.

Note : Saya tidak mengerti kenapa ini bisa jadi rate M! Bagi yang belum cukup umur saya harap bisa meninggalkan fic nista saya, tapi jika tetep ngotot, DOSA DITANGGUNG PEMBACA! Juga, di fic ini karakter EXO Cuma Sehun ama Jongin aja, nggak apa-apa kan?

.

Hope you like it.

.

.

NO CHILDREN : 21 or more? I don't know. Check it out!

.

Dentuman musik menghentak memenuhi penjuru ruangan. Lampu gemerlap menambah kesan remang-remang. Hiruk pikuk manusia mengisi setiap sudut kosong. Seorang DJ berdiri dengan percaya diri di salah satu sudut panggung. Berdiri dengan tangan memutar perangkat DJ nya. Memindah alunan itu menjadi lebih menghentak yang tentunya memancing seruan takjub untuknya.

Pemuda itu menyeringai sexy dengan tubuh half naked. Membuat para gadis-untuk ungkapan umur, tentu saja- berteriak kegirangan. Tubuhnya yang terbentuk ikut menghentak mengikuti musik yang diciptakannya. Keringatnya mengalir membasahi tubuhnya, membuatnya terlihat mengkilap di tempa cahaya.

"Hot seperti biasa." Komen seorang Bartender membuyarkan lamunan tiga gadis disana.

Seorang gadis dengan hot pants dan tanktop dengan tali spagetti di bahunya mengangguk mengiyakan. Bibirnya yang terpoles lipstick merah mengeluarkan jawaban.

"Yeah, DJ Shad benar benar terasa liar." Ucapnya saat melihat sang DJ memberikan fly kiss. Dia meraih sebotol champagne di gelas berkaki panjangnya dan meneguknya sedikit. Memberikan rasa terbakar di tenggorokannya.

"Aku akan mempertaruhkan ferarri kesayanganku jika aku mendapatkan penisnya dalam vaginaku." Ucap seorang gadis lagi frontal. Tubuhnya terbalut dress merah berbahan syfon yang tipis. Jemarinya yang dibalut kutek merah memainkan bibirnya dan sesekali menjilatnya dengan mata masih terpaku pada DJ Shad.

"Oh God, omonganmu frontal sekali." Komen gadis terakhir yang duduk sana. Gadis ini mengenakan dress hitam ketat yang panjangnya hanya lima centi dari pangkal pahanya. Menungging sedikit, maka terlihatlah semuanya.

"But, sure. DJ Shad is so damn hot and wild." Balas gadis dengan kutek merah. Jari telunjuknya kini telah dia kulum.

"Kau menjijikkan, Sica!" maki Krystal-gadis pertama- pada gadis dengan ucapan frontal tadi.

"Mari kita bertaruh." Jessica mengabaikan makian Krystal. "Satu lingerie victoria secret yang didesain khusus jika salah satu dari kita bisa mendapatkan Penis besar DJ Shad plus video saat kalian bercinta."

"Kau gila, Jess." Krystal masih pada pendiriannya untuk memaki Jessica. Yang benar saja, jika untuk one stand dengan DJ Shad itu masih masuk akal, tapi video nya?

"Yeah, paling tidak jika bukan aku yang mendapatkannya, aku masih bisa ber-mastrubasi dengan itu." Jessica mengedipkan sebelah matanya pada Krystal yang masih menatapnya ngeri.

"Hypersex girl!" hina Sehun –gadis terakhir-

"Oh ayolah~ aku tahu kalian menginginkannya. Bayangkan, lingerie victoria secret girl's! and limited edition!"

"Kenapa tidak kalian coba? Ku rasa kalian bukan gadis baik-baik." Celetuk Bartender bernama Gongchan itu.

"Apa maksudmu?" tanya Sehun dengan alis mengerut tak suka.

Gongchan hanya mengangkat bahunya cuek. "Tidak ada gadis baik-baik yang terdampar di tempat ini, girls! Lihatlah sekeliling, ruangan ini penuh dengan aroma sperma, sexs dan nafsu." Ucapnya tak peduli. Tata krama tidak berlaku di tempat ini. Dalam hati ketiga gadis itu mengiyakan.

"Lagipula, ini malam sabtu." Lanjutnya.

"Ada apa dengan malam sabtu?" tanya Krystal. Dia sudah hampir dua minggu tidak berkunjung di Lightz bar, jadi tidak tahu menahu tentang perkembangan bar ini.

"Setiap sabtu malam, kau dibebaskan memilih partner one stand, asalkan partnermu juga menerimanya tentu saja. Tapi belum pernah ada yang meminta DJ Shad ataupun DJ lainnya." Jelas Gongchan. Tangannya mengelap gelas-gelas berkaki panjang dan menggantungnya di rak.

"Aku baru tahu ada peraturan yang seperti itu." Ucap Sehun. Matanya sedari tadi tidak lepas dari gerakan menggoda DJ Shad.

"Well, itu baru ditetapkan beberapa hari yang lalu."

Jessica menyodorkan gelasnya yang telah kosong pada Gongchan. Meminta tambahan champagn-nya, dan begitu Bartender itu menuangkan cairan emas itu, Jessica langsung meminumnya hingga tandas. Membiarkan tenggorokkannya terasa panas terbakar.

"Ku dengar, DJ Eri pernah menerima tawaran itu." Celetuk Jessica.

"DJ Eri seorang gay." Jawab Gongchan santai. Seolah-olah mengatakan bahwa batu itu keras dan bahwa kambing itu hewan. Berbanding terbalik dengan ketiganya.

"What the hell?!" pekik Krystal.

"Yeah, pemuda Hot biasanya gay." Tambah Sehun. Dia menyingkap rambutnya yang digerai kebelakang.

Jessica yang meminum minumannya tersedak seketika. "Shit!" umpatnya sembari terbatuk-batuk.

"So, bagaimana dengan tawaran Ssica?" tanya Gongchan mengingatkan. "Tak perlu berpura-pura menjadi gadis baik-baik. Aku cukup tahu bahwa kalian lebih binal dari yang terlihat." Lanjut pemuda itu saat melihat keraguan.

"You're bastard, Gongchan!" umpat Krystal. Berteman dengan Gongchan dalam kurun waktu dua tahun membuat mereka tidak menutupi pribadinya.

"Oh, c'mon~ apa hanya ak- hey! Sehun, kau mau kemana?" ucapan Jessica terhenti saat melihat Sehun berjalan meninggalkan mereka.

"Mungkin Sehun akan turun. Musiknya semakin Hot." Kata Krystal.

Sedangkan Sehun berjalan menuju tempat yang paling dekat dengan panggung. Dari awal dia selalu terpesona oleh sang DJ yang kini masih bermain dengan alatnya. Tubuh tan-nya basah oleh keringat, membuat Sehun tanpa sadar menjilat bibirnya.

Tanpa sadar, tubuhnya menghentak sesuai irama. Menari tanpa sedikitpun berhenti menatap DJ Shad. Dia tidak menampik ucapan Gongchan yang mengatakan bahwa mereka binal. Sehun bahkan bisa klimaks hanya dengan menatap DJ Shad. Oh, betapa dia ingin menyentuh tonjolan tonjolan di perut DJ Shad-nya.

Shad yang merasa ditatap terus menerus mengalihkan perhatiannya dari alat Dj-nya ke gadis cantik yang menatapnya penuh nafsu. Dalam hati, Shad menyeringai. Itu adalah salah satu gadis yang tadi duduk di kursi bar. Jujur, Shad tertarik pada gadis ini. Shad pun telah berulang kali melihat ketiga gadis itu keluar-masuk Lightz bar. Dan tanpa perlu penjabaran dari seorang pakar, dia sendiri bisa menyimpulkan bahwa mereka bukan gadis baik-baik. Bahkan Shad sudah tahu nama mereka. Jessica, Krystal dan Sehun.

Sebenarnya, bukan hanya gadis itu yang menarik perhatiannya. Jujur, Shad selalu tertarik pada para gadis tertentu. Namun, sudah lebih dari satu tahun, Shad tidak pernah sekalipun tertarik pada lawan jenisnya. Bukan, bukan maksudnya Shad gay seperti DJ Eri, DJ senior yang tampil dua kali dalam seminggu.

Hanya saja ada sesuatu yang lain saat mata hitamnya menatap gadis bernama Sehun ini, sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang membuat organ jantungnya bekerja dua kali lebih cepat. Dan dia ingin gadis itu dalam dekapannya malam ini dan seterusnya. Hanya miliknya.

"Gotcha." Gumam Shad saat mata gadis itu semakin menggelap karena nafsu. Dia mengarahkan pandangan menggoda dan dagu yang diangkat. Isyarat menantang lawan jenisnya itu.

Sehun yang benar-benar dalam mode bernafsu, segera naik ke panggung dan menari di samping DJ Shad. Kedua sahabatnya melotot kaget dengan pendekatan exstrem yang dilakukan Sehun.

Shad mengisyaratkan kepada pengatur lighting untuk lebih menemaramkan tempat itu. Hingga hanya terlihat siluet dari orang-orang disana. Meski begitu, lampu disco yang menggantung di atas sana cukup membantu penerangan.

Kemelut orang disana memekik saat lampu di temaramkan. Membuat mereka lebih leluasa menjalankan berbagai 'kegiatan' rutin mereka.

Sehun menghadap DJ Shad yang masih mengatur musik. Dia mengalungkan tangannya dari samping ke leher Shad, masih terus dengan menggoyangkan setiap tubuhnya. Gadis cantik ini mendekatkan tubuhnya ke sang DJ. Sengaja menggesekkan dengkulnya ke penis Shad yang terbalut celana jeans. Membuat si empu menggeram.

Shad memberi sentuhan terakhir pada musiknya sebelum meladeni si gadis nakal ini. Tangannya mengelus pipi si gadis yang dia tahu bernama Sehun. Melanjutkan gerakan telunjuknya pada kedua belah bibir Sehun. Sehun berjinjit untuk meraih bibir Shad sebelum Shad menahan bibir Sehun.

"Not here, baby." Gumamnya. Tangan Shad turun menuju leher Sehun, membuat sang gadis meremang karena geli. Sedangkan tangan satunya membelai belahan pantat sintal Sehun. Desahan keluar dari celah bibir Sehun.

"Eemmh, more~"

Dengan tangan kanan, Shad mengambil sebuah vibrator yang ada di saku celananya. Tak sia-sia DJ Eri tadi menitipkan 'mainan'nya sore tadi, sedangkan dia sendiri malah pergi ke apartement untuk menjemput kekasih gay-nya. Sehun menikmati sentuhan jemari Shad di selangkangannya. Hatinya memekik girang saat merasa Shad mulai menyingkap celana dalamnya.

'Plop'

Vibrator telah bersarang indah dalam vagina Sehun. Sedangkan sang gadis masih belum menyadari karena elusan Shad di pinggangnya. Baru saat Shad mengaktifkan vibratornya dan mengatur dalam kecepatan rendah membuatnya tersadar.

"Ah." Pekiknya kaget.

"Biarkan aku menyelesaikan tugasku dulu, baby." Kini Shad telah berpusat pada peralatannya lagi. Mengabaikan Sehun yang bergerak gelisah karena getaran vibrator yang sangat pelan.

Lighting kembali seperti semula setelah Shad memberikan komando. Sehun semakin tersiksa, dia tidak bisa klimaks secepatnya jika begini caranya.

"Menarilah." Ucap Shad.

Dengan gerakan ragu, Sehun kembali menari menyesuaikan hentakan. Kakinya menutup rapat, meredam gerakan yang sangat menyiksa. Lima menit terasa bagai lima jam baginya.

"Oh God! Hhh~ Shad, pleasee." Rintih Sehun.

Akhirnya Shad mengatur kecepatan vibrator menjadi tinggi, membuat erangan lolos dari Sehun.

"MY LAST MUSIC! LET'S PARTY EVERYBODY!" Teriak Shad.

_O.N.S_

"Ennghh~"

Kini keduanya berada dalam perjalanan menuju salah satu kamar yang disediakan di Lightz bar. Sehun melingkarkan kakinya pada sekitar pinggang Shad, kedua tangan Shad menahan punggung Sehun dan sesekali mengelusnya. Tak hanya mengelusnya, dia bahkan meremas bongkahan pantat Sehun.

Sehun menaik turunkan badannya dan mendesah karena ulahnya sendiri. Kepalanya menengadah, memberikan ruang untuk Shad menjelajahi lehernya.

Shad menendang salah satu bilik dan menutupnya dengan kakinya. Pemuda itu menghempaskan tubuh Sehun ke atas kasur, membuat memantul karenanya. Dia bergerak menindih tubuh sintal Sehun.

Kini, dia meraup bibir merah muda Sehun dengan bibirnya. Kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari posisi untuknya lebih leluasa menjelajahi bibir Sehun. Sehun yang dalam keadaan 'hard' membuka mulutnya dan membiarkan lidah Shad menjelajahi rongga mulutnya.

Mengabsen setiap hal yang berada di dalam dan saling membelit. Membiarkan saliva yang mengalir dari sudut bibir Sehun. Tak hanya disitu, tangan Shad dengan lihai mengelus tonjolan di dada Sehun yang terbalut dress ketat.

"Aaahh~" ciuman mereka terlepas karena desahan Sehun. Shad memperhatikan wajah Sehun yang memerah, dengan bibir terbuka mengeluarkan desahan.

"Kau yakin akan melakukan one stand denganku?" tanya Shad. Tangannya tidak berhenti melakukan kegiatan selanjutnya.

"Y-yyeaahh, sure."

"Kau terlihat tidak sadar dengan jawabanmu." Kini kegiatannya sepenuhnya terhenti. Sehun menatap Shad dengan nafas terengah.

"Jelaskan padaku." Ucapnya menuntut. Walau bagaimanapun dia harus mendengarkan penjelasan gadis cantik ini. Meski miliknya telah berteriak minta dipuaskan.

"Sebenarnya ini adalah taruhan dari sahabatku. Salah satu dari kami harus bisa mendapatkan one stand denganmu dan mem-videokannya. Tapi sungguh, aku sudah tertarik padamu sejak pertama kali." Jelas Sehun panjang lebar dengan cepat. Dia benar-benar bernafsu pada orang ini.

"Oh ya?" respon Shad ragu. Taruhan ya? Shad benar-benar harus menghukum gadis ini.

"Trust me." Ucapnya frustasi. Tubuhnya benar-benar terasa panas.

Shad sendiri menahan dirinya untuk tidak menerkam Sehun. Dia benar-benar terlihat tidak berdaya.

"Mem-videokannya? Kenapa kau harus men-videokannya jika kau bisa menunjukkannya secara langsung?"

Sehun memekik girang dalam hati saat Shad mulai menindihnya.

"I don't believe with the world, I don't believe with my family, I don't believe with that people's. Don't judge me crazy, but, I believe with you. My partner one night stand. So, can you take me to your heaven?"

"Just enjoy, baby. And scream my name." Shad mulai memagut bibir Sehun lagi. Kali ini lebih panas dari pada sebelumnya. Tangannya meloloskan tali spagetti di bahunya.

Kali ini, Shad benar-benar akan serius.

"Your name?" tanya Sehun di sela-sela ciuman panas tadi.

"Jongin, Sehun."

"Bagaimana ka- Agghh~"

Ucapan Sehun terhenti karena payudaranya diremas kasar oleh DJ yang mengaku bernama Jongin.

Jongin menjalankan rencana hukumannya. Tangannya meremas payudara kanan Sehun, sesekali memelintir putingnya yang telah menegak. Bibirnya menggigit leher putih Sehun, memberikan kissmark yang membiru.

"Arrhh~" Sehun berteriak saat lehernya digigit keras oleh Jongin. Tapi kemudian sakit itu berubah menjadi geli saat lidah Jongin menjilati bekas gigitannya sekaligus menghisapnya.

Kini sasaran Jongin beralih pada payudara Sehun yang masih terbalut kain. Dia menjilatinya dari luar, membuat kulit Sehun bersentuhan dengan kain yang kasar dan lidahnya yang basah.

"Mmm, Jongin~ mmoree."

Tangan kiri Jongin turun membelai paha dalam Sehun. Kemudian, meremas vagina Sehun, membuat si empu mendesah tak karuan.

Jempolnya menggesek benda sebesar biji kacang tempat syaraf syaraf berkumpul. Membelai klistoris itu dengan gerakan sensual. Dan tanpa menunggu lama, Sehun yang memang telah 'panas' itu segera mendapat klimaks pertamanya. Jongin membelai vagina Sehun yang masih terbalut underware, menyusuri garis lurus itu dan menarik tangannya untuk dibawa ke mulutnya. Jongin menghisap jempolnya dengan sangat cool.

"Gadis nakal, eh? Klimaks terlebih dahulu?"

Kini dia telah melucuti pakaian Sehun. Mengusap sisi payudara Sehun yang putih. Mulutnya memanja dua benda yang menggantung di dada Sehun. Tangannya sendiri telah bergerilya. Jari tengahnya telah masuk ke vagina Sehun.

Jari tengahnya yang panjang membuat gerakan memutar di depan vagina si gadis. Membuat Sehun mendesah frustasi. Kepala Jongin semakin tenggelam di belahan dada Sehun karena si empu menekannya keras untuk menyalurkan gairah. Tiga jemari Jongin telah mengobrak-abrik lubang vaginanya yang banjir.

"Oohh~ Jongin~ please, fuck me!" teriaknya.

Tanpa kata, Jongin melepas kaitan celana jeansnya, dan menurunkan resletingnya.

"Your so big, honey." ucap Sehun di sela desahannya saat penis Jongin berada di depan lubangnya. Tanpa menunggu lama, Jongin memasukkan 'milik'nya yang besar sekaligus. Desahan tak dapat ditahan begitu saja. Terlalu nikmat untuk sekedar menutup mulut.

"Nnnggh~ aah~ fuck me, Jongin~ harder! Yeahhh." Kedua celah bibir Sehun terus mengeluarkan desahan. Mengundang Jongin untuk sekedar melumatnya hingga membengkak dan kehabisan nafas.

"Hmmmpphh~" desahan Sehun terbungkam oleh ciuman panas Jongin. Bahkan semakin mengeras saat kedua payudaranya ikut di manja oleh tangan panjang Jongin. Mendapat serangan combo sekaligus membuatnya melayang.

Dia mendapat klimaksnya yang kedua. Sedangkan hujaman penis Jongin di liang vaginanya belum berhenti. Bahkan Sehun dapat merasakan sensasi saat kulit penis Jongin yang berotot diremas oleh dinding vaginanya. Hanya dengan membayangkan hal itu, Sehun mendapat klimaksnya lagi untuk yang ketiga.

Jongin sendiri tidak memberikan kesempatan Sehun untuk beristirahat. Siapa yang menyuruh menantangnya? Sekarang biar gadis ini mendapat hukumannya.

Ranjang yang mereka gunakan bermain telah berdecit sedari tadi. Erangan menggaung saat Jongin berhasil menumbuk sweet post milik Sehun. Kaki jenjang Sehun telah melingkar di pinggang Jongin untuk mendapat hujaman yang dalam.

Dan mereka baru berhenti saat Sehun klimaks yang ke tujuh kalinya. Dan di malam ini, Sehun telah membuktikan. Betapa Hot-nya DJ yang satu ini.

Dengan nafas terengah keduanya saling menatap.

"Ronde selanjutnya?" tawar Jongin.

Sehun langsung meraup bibir Jongin tanpa berkata apapun. Dan begitulah malam itu bergulir.

-ooo-xxx-

"Jadilah milikku." Ucap Jongin setelah dia mengeluarkan spermanya di dalam Sehun.

"Apa?" Sehun yang masih belum pulih pasca klimaksnya membeo bingung.

"Aku menyukaimu." Jelas Jongin. bibirnya yang tebal mengecup bibir Sehun sekilas sebelum menatapnya dalam. Jemarinya menarik selimut putih sebatas bahu Sehun.

"Aku juga menyukaimu tapi- ku kira ini hanya one night stand atau semacamnya, yang kumaksud itu, ku kira one night stand tidak memakai hati."

Setelah mengatakan itu, keadaan menjadi hening. Jongin memilih bangkit dan memakai kembali pakaiannya. Pergi tanpa mengucapkan apapun, meninggalkan Sehun yang menatapnya bimbang.

-oooo-xxx-

"Keluarlah Oh Sehun! Sampai kapan kau akan bertingkah seperti anak kecil?!"

Sehun menatap kosong cerminan wajahnya yang berantakan. Kupingnya pengang oleh teriakan-teriakan ibu-nya. Itu ibu tiri Sehun, sebenarnya. Ibu kandungnya telah lama pergi ke nirwana karena sebuah kecelakaan.

"Turunlah sekarang!" teriakan itu berlanjut kemudian. "Sehun, Ibumu su-..."

"Aku akan turun!" balas Sehun keras. Ibu tiri itu ya, selalu membawa-bawa ibu kandungnya jika Sehun berkelit tentang sesuatu. Dan itu membuatnya jengah lama-lama.

"Bagus! Cepat turun dan temui calon suamimu!"

Sehun menghela nafas. Inilah yang membuatnya geram. Sehun itu bukan lagi anak kecil, dia sudah tahu bagaimana menggunakan hati, tidak perlu dijodohkan seperti ini. Dan sialnya, Sehun jatuh hati pada seorang DJ kurang ajar yang tiga hari lalu melakukan one stand dengannya.

Dengan cepat, Sehun merapikan rambutnya dan segera turun ke bawah, menghindari pekikan tidak mengenakan yang pastinya akan terdengar lagi jika dalam waktu lima belas menit dia tidak juga keluar.

"Bagus, sekarang temui calon suamimu, dia ada di dapur."

Dengan malas Sehun melangkahkan kaki dari ruang keluarga menuju dapur, sepanjang jalan dia menggerutu tidak jelas. Andai saja ayahnya tidak sibuk di luar kota, nasibnya tidak akan seperti Cinderella seperti ini!

Begitu melihat punggung tegap calon suaminya yang terbalut kemeja berwarna biru tua, bibirnya tanpa bisa ditahan mengucapkan sederetan protes.

"Aku tidak ingin menikah denganmu tuan, dan ku harap kau bisa bekerja sama denganku untuk membatalkan pernikahan ini."

"Tidak." Ucap pemuda itu. Sehun menyipitkan mata, seperti pernah mendengar suara ini.

"Aku sudah menyukai orang lain, tuan. Bisakah kau membahagiakanku sekali saja?" ucap Sehun sengit.

Sesaat, Sehun dapat melihat punggung orang itu menegang sebelum kembali rileks seperti biasa. "Siapa?" ucapnya, terdengar tajam dan padat.

"Ku beri tahu kau! Aku bukan gadis baik-baik, aku menyukai-ah tidak, aku mencintai seorang DJ di klub malam. Jadi pergilah dari rumahku dan katakan pada orang tuamu kalau kau menolak perjodohan ini karena aku tidak sopan atau binal atau semacamnya aku tidak peduli! Yang jelas, aku tidak mau menikah denganmu."

Hening sejenak.

"Aku juga mencintaimu." Ucap orang itu. Dia membalikkan badannya ke arah Sehun.

"J-jongin?"

"Iya calon istriku?"

-End for this chapter-

.

Saya tidak tahu! Yang nggak suka jangan baca.

Saya Cuma coba-coba, eh entahlah, saya sempet ragu mau post ini atau nggak, tapi setelah saya konsultasi ke temen saya, saya di suruh post aja, katanya 'kamu nggak akan tau respon readers-mu kalau kamu nggak nge-post ni ff' padahal saya yakin maksudnya adalah 'Post aja, biar nambah-nambahin daftar bacaan ber-rate M ku'

Dan kenapa ini GS? Saya belum begitu bisa membuat rate M untuk boyslove, so, bisa ditolerir kah? Ntar saya akan belajar tentang 'Rate M boyslove' Dan kenapa lagi ini KaiHun? Soalnya kemarin ada yang pesen. Jadi kalau mau pair fav-nya dibikin rate M pesen dong #apaapaanini!

Saya putusin buat ngacak pairingnya, supaya rada suprise gitu ceritanya. Dan jangan bash saya, ini pertama kalinya saya post yang beginian. Kata temen saya ini NC-21 tapi saya juga tidak mengerti. Mohon pengertiannya.

Thanks buat yang nge-review chap 2 kemarin. Thanks to : auliavp, yehet94, ChieyHanHun, ohhhrika, izzsweetcity, MunnieWW, SpringBee, ohhanniehunnie, Guest, sehunskai, Nagisa Kitagawa, HilmaExotics, Kimoh1413, exolweareone9400, YunYuliHun, seli kim, titis. Alviyah AND FOR ALL SILENT READERS.

Kemarin ada yang nge-pm tentang nama facebook saya, sorry nggak bisa bales. PM lagi eror. Namanya z tha, iya Cuma z tha aja, yg dalem kurungnya 'okki' okki itu nama boneka saya lho#nggakadayangtanya.

Ff ini ceritanya buat jalan buat 'ngerubah image' saya gitu –itu kata temen saya, saya sebenernya juga nggak ngerti maksudnya apa tapi yaudah deh saya tulis aja.

Maaf kalau nge-cewain, soalnya nulisnya ngebut, lagi sibuk banget.

Ok.

Akhir kata.

Mind to review?

.