'Heart string'

,

,

,

This is drabble AllxSehun

.

.

Warning : sama seperti warning-warning semestinya. Oh, juga GS di beberapa chapter.

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

Enjoy!

.

.

Chapter 4. –ChanHun.

.

.

Chanyeol itu happy virus. Semua orang tahu itu. apalagi jika dipasangkan dengan Baekhyun, ruangan tidak akan pernah senyap jika keduanya masih berada disana. Sang Leader, Suho, pun sering pusing karena keadaan dorm tidak pernah terjamah keadaan damai.

Tapi beda lagi kali ini.

Chanyeol hanya diam dengan wajah memelas. Dan yang bisa membuat Chanyeol seperti ini selain ibunya adalah sang kekasih. Oh Sehun.

Mereka berdua tengah duduk berhadapan di sebuah kedai es krim langganan mereka. Suasana yang sepi-lah yang membuat tempat ini menjadi tempat favorit mereka, untuk menghindari fans Chanyeol tentu saja.

Sang gadis hanya diam sambil menyendokkan es krim vanila ke mulutnya. Tidak juga bersuara meski sesekali Chanyeol merengek memanggil namanya.

"Sehuuunn. Ayolaah~ maafkan aku." Ucap Chanyeol untuk yang kesekian kalinya. Tapi Sehun terlalu sibuk menandaskan es krim-nya walau hanya untuk menyahuti Chanyeol.

Ketika es krim itu telah habis, Sehun segera memasukkan handphone ke sakunya dan berdiri. Chanyeol dengan sigap ikut berdiri dan menghalangi Sehun.

"Maafkan aku. Aku serius Sehun."

Sehun menghela nafas dan kembali duduk. Chanyeol menghempaskan tubuhnya di kursi dari busa yang cukup di duduki dua orang itu. dia mendekatkan tubuhnya ke Sehun dan menyandarkan kepala ke bahu sempit sang kekasih.

"Aku tidak akan mengulanginya lagi, maafkan aku."

"Aku mengerti kesibukanmu, Park. Aku hanya menginginkan satu atau dua jam dari dua puluh empat jam dalam dua bulanmu yang berarti itu. apa itu terlalu susah untukmu?" ucap Sehun pelan.

Chanyeol menunduk. Tentu saja dia merasa bersalah. Mereka sudah dua bulan tidak bertemu karena kesibukan Chanyeol, bertelepon pun jarang. Dan ketika Chanyeol memiliki waktu senggang, mereka memutuskan untuk bertemu. Tapi ternyata Chanyeol tidak datang.

"Aku tidak akan terlalu marah jika kau memberikan kabar padaku, tapi kau membiarkanku seperti orang bodoh menunggu seseorang yang bahkan tidak akan datang selama lima jam. Terima kasih, chan." Sehun mulai berkaca-kaca. "Apa berpacaran dengan seorang idol begitu melelahkan? Aku lelah, Chan."

Chanyeol sontak mengangkat kepalanya dan menggeleng cepat. "Tidak Sehun, tolong jangan menyerah. Aku yakin kita bisa melewatinya, ku mohon jangan berpikiran seperti itu." ucap Chanyeol was-was.

Hubungan mereka telah berjalan sebelum Chanyeol debut, dan kini telah lima tahun sejak saat itu.

"Ku kira kita sebaiknya-..."

Ucapan Sehun terhenti karena Chanyeol membalik tubuhnya dengan cepat dan membungkam bibirnya dengan ciuman. French kiss.

Chanyeol terlalu bingung dan khawatir hanya dengan menempelkan bibir mereka. Maka dari itu dia melakukan lebih.

Sehun mencengkeram bahu Chanyeol dan mendorong kekasihnya hingga ciuman sepihak mereka terlepas. Bibirnya memerah dan membengkak.

"Maafkan aku, jangan pernah berpikir untuk mengahiri hubungan kita Sehun. aku tidak akan mengulanginya lagi."

Sehun tersenyum kecut. "Mudah untuk mengatakannya, Chanyeol."

Chanyeol masih berkeras menahan Sehun. dia menggenggam tangan Sehun erat. "Sungguh, ak-..."

"Kau telah melakukan hal ini berkali-kali jika kau lupa. Aku selalu percaya padamu, tapi sepertinya tidak kali ini. aku tidak ingin kau mengingkari janjimu lagi padaku suatu saat, dan aku menilaimu sebagai pemuda jahat."

"Sehun."

"Kita perlu memikirkan semua ini sendiri. Jadi lepaskan aku dan ayo bertemu suatu hari dengan keadaan yang lebih baik."

Dengan kata-kata itu, Sehun meninggalkan Chanyeol yang memandang punggungnya sendu.

-ChanHun— -

"Tumben sepi." Ucap Suho pada membernya di ruang TV.

Orang orang yang ada disana hanya mengangguk meng-iyakan. Mereka refleks menoleh kepada Chanyeol yang menutup wajahnya dengan bantal. Pemuda tinggi itu duduk bersender di sofa dengan kaki yang diangkat di atas meja.

"Ssst, Chanyeol kenapa?" bisik Baekhyun pada Kai yang duduk disampingnya. Kai menggeleng masih sambil mengunyah keripik kentang yang dibawakan Sehun untuknya tempo lalu, sebenarnya gadis itu sedang mencari Chanyeol tapi si yoda sedang ada jadwal.

"Kau tahu sesuatu Dyo?" kini giliran D.O yang ditanyai. Tapi pemuda dengan mata lebar itu juga menggeleng dan mengangkat bahunya tanda tak tahu.

"Suh-..."

"Aku juga tidak tahu, Baek." Potong Suho. Sang leader sedang berpikir keras. Biasanya dia menyukai ketenangan yang menjalar di dorm. Tapi tidak jika salah satu membernya tampak mempunyai masalah, itu ketenangan yang tidak benar-benar tenang.

"Chanyeol-ah, kau baik-baik saja?" Suho bertanya. Terdengar suara dengungan dari balik bantal.

"Kami tidak bisa mendengarmu jika kau menutup wajahmu seperti itu." Suho menarik bantal dari wajah Chanyeol dan melemparnya pada Baekhyun yang sontak menjerit aneh.

Suho mengabaikan jeritan Baekhyun dan kembali menatap Chanyeol yang terpejam.

"Jadi ada apa?" Chanyeol tidak juga bersuara hingga muncul keributan dari Baekhyun dan Kai yang duduk di bawah.

"Yaa! Bagilah sedikit." Seru Baekhyun sambil merebut setoples keripik kentang dari tangan Kai.

"Tidak, hyung! Sehun memberikan keripik ini padaku!" ucap Kai mempertahankan hartanya.

Suho menghela nafas jengah dan mulai menengahi karena Kyungsoo hanya diam sambil mengganti chanel TV tanpa mempermasalahkan dua member yang mungkin akan berakhir dengan saling membenamkan di toilet.

"Kalian berdua jangan ribut! Dan Baekhyun! Berhenti mengganggu dongsaengmu!" sentaknya.

Baekhyun menoleh pada Suho dan membela diri. "Tapi Kai pelit, hyung!"

"Enak saja. Hyung, ini kan hadiah dari Sehun untukku, bukan untuk Baekhyun hyung." yang muda juga ikut membela diri.

"Ya Tuhan! Kita bisa meminta Sehun membawakannya lagi. Jadi berhenti bertengkar." Ucap Suho final. Kai dan Baekhyun saling berpandangan sengit kemudian saling membuang muka.

"Chan, bisa tidak kau minta Sehun untuk kemari dan membawakan keripik supaya dua orang itu tidak saling mencekik?" ucap Suho sambil melirik dua orang yang bersangkutan yang kini saling menggeram.

Namun Chanyeol hanya diam tak menyahuti. "Chan?" ulang Suho.

Kai dan Baekhyun sudah berhenti menggeram dan fokus pada Chanyeol yang tak bereaksi ketika nama Sehun disebut. D.O telah pergi ke kamarnya untuk tidur saat Kai dan Baekhyun menggeram bak bison tadi.

"Kau kenapa sih? bukankah tadi kau dan Sehun bertemu? Biasanya kau akan menjadi seperti orang gila setelah bertemu dengannya?" buru Baekhyun tidak sabar.

Chanyeol berdecak kemudian membuka mata. "Bisa tidak kalian tinggalkan aku sebentar agar aku bisa berpikir lebih tenang?" ucapnya.

"Ada apa dengan Sehun?" tanya Kai. Baekhyun memukul kepala Kai hingga si empu berteriak.

"Yang sedang aneh disini adalah Chanyeol, dan kau malah bertanya tentang Sehun?!" sembur Baekhyun.

Suho menggeleng lelah melihat member absurdnya itu. "Jadi bisa kau ceritakan pada kami? Mungkin kami-Suho menoleh lagi pada Kai dan Baekhyun yang saling jambak- maksudku, mungkin aku bisa membantu."

Chanyeol menggeleng lemas, "Mungkin ini akan sulit, hyung."

"Kami bahkan belum mencoba." Ujar Suho. Kini dua orang lain telah kembali rukun dan memandangnya penuh perhatian.

"Benar, kami akan membantumu Chan." Kata Baekhyun.

Kai pun menambahkan, "Hyung sudah seperti saudara kami sendiri, jadi pasti kami bantu."

Chanyeol tersenyum sedikit namun kembali murung setelahnya. Dia mengacak rambutnya kesal.

"Sehun memutuskanku."

"YATTA!" –Kai.

"BENARKAH? BENARKAH KALIAN PUTUS? YA TUHAN, TERIMA KASIH!" –Suho.

"AKHIRNYA SAAT YANG KUTUNGGU TUNGGU DATANG!" –Baekhyun.

Chanyeol menganga. Oh, dia lupa jika setan setan di dorm ini sedikitnya juga menyukai Sehun. mengingat Sehun dulunya adalah salah satu staff SM yang pasti akan sering dijumpai trainee macam mereka dulu.

Oh, jadi siapa yang akan membantumu Park?

-ChanHun—

"Jadi bisa kau jelaskan kenapa kalian ber- ah maksudku kenapa kau bisa berakhir menyedihkan seperti ini?"

Yang bertanya bukan Suho, apalagi Kai dan Baekhyun, tentu saja bukan. Karena mereka bertiga tidak akan bertanya seperti itu pada Chanyeol di keadaan yang membahagiakan ini menurut mereka.

Kali ini yang bertanya adalah D.O. pemuda bermata lebar ini sedikitnya merasa kasihan pada Chanyeol yang seharian penuh dikelilingi oleh member lain yang sibuk merencanakan pendekatan pada Sehun tanpa sedikitpun membantu. Member yang dimaksud bukannya tidak prihatin, tapi mereka juga harus memanfaatkan kesempatan yang ada, kan?

Tapi dengan paksaan member termuda kedua yang memiliki aura menyeramkan saat marah, mereka berhasil di tangani dan positif akan membantu Chanyeol dalam usaha memperbaiki hubungannya dengan Sehun.

"Sebenarnya ini salahku, aku-..."

"Tentu saja ini salahmu! Jika tidak Sehun tidak mungkin memutuskanmu."-Baekhyun.

"Tidak tahu diuntung."-Suho.

"Kalau sudah tahu ini salahmu, seharusnya terima saja kalau kalian putus."-Kai.

Ucapan Kai disambut sorakan meriah dari dua member lain. Ya meskipun mereka telah sepakat membantu, hal hal seperti ini tidak bisa di hindari. Yah, terima sebagai resiko untuk pasukan tambahan lah.

Tengg~ Tengg~

"Bisakah kita dengarkan penjelasan Chanyeol, guys!"

Suasana lantas hening karena D.O telah siap dengan panci dan spatula di tangan.

"Kalian pasti tahu, kita sibuk dua bulan terakhir ini. kami hampir tidak berkomunikasi selama itu-..."

"Kau yang hitam disana! Tolong jangan menyela." Ucap D.O pada Kai yang sudah siap membuka mulut. Tangannya juga mengacungkan spatula tepat ke kepala Kai. "Lanjutkan, Chan."

"...-Ya, lalu kami memutuskan untuk bertemu, tapi aku lupa tidak datang. Dan begitulah." Ucap Chanyeol dengan lemas.

Suho membuka mulutnya dengan cepat, mengantisipasi jikalau D.O akan menahannya dengan spatula busuk itu. "Itu salahmu, Chan. Maksudku, bukan aku melibatkan kebahagiaan kami. Tapi kurasa, kau tahu sendiri jika itu memang salahmu."

Kyungsoo yang hendak melempar panci mengurungkan niat. Sepertinya para member sudah bisa diajak kompromi.

"Benar, aku bukannya mau memojokkanmu. Terlepas dari ini berkah atau bencana bagi kita, tapi kalau aku ada di posisi Sehun, demi apapun aku tidak akan memutuskan kembali padamu." Tambah Baekhyun yang membuat Chanyeol semakin sadar.

"Aku pun akan memilih itu, kurasa, Sehun hanya tidak ingin dikecewakan lagi. Yah, kurasa." tambah Kai.

D.O menatap Chanyeol dengan kasihan. Ya, ucapan para member memang benar sih. seharusnya Chanyeol tidak melupakan janjinya pada Sehun begitu mudah. Chanyeol itu orangnya terlalu santai. Kelewat santai malah. Dia sering mengingkari janji dengan Sehun, para member tahu fakta itu. Mungkin Chanyeol pikir, kejadian kali ini akan berakhir seperti sebelum-sebelumnya. Yaitu dengan Sehun yang akan kembali ke Chanyeol. Tapi Chanyeol tidak sadar, jika Sehun juga bisa lelah dan mengeluh tentang itu.

"Apa yang harus kulakukan? Demi Tuhan, aku tidak ingin berpisah dengan Sehun!" ucap Chanyeol frustasi. Rambutnya tidak berbentuk lagi saking seringnya dia jambaki.

"Kau sudah minta maaf?" tanya Kyungsoo. Chanyeol mengangguk. "Bagaimana responnya?" kini Chanyeol menggeleng sebagai respon.

"Baiklah, guys. Member kita sedang mengalami masalah, dan kita harus membantunya." Tekanan yang diberikan Kyungsoo di kalimat terakhir membuat yang dimaksud merinding.

"Ada saran?" tanya Kyungsoo.

Kai yang pertama mengangkat tangan.

"Iya, saudara Kai. Bagaimana saran saudara?" ucap Kyungsoo bak moderator.

"Menurutku, hyung harus memberikan waktu sebentar untuk Sehun berpikir. Lalu setelah itu, baru hyung minta maaf lagi." Ucap Kai.

"Tidak bisa!" Suho menyela keras. "Dalam beberapa jam saja, Chanyeol sudah seperti pasien rumah sakit jiwa. Bagaimana untuk lusa dan seterusnya? Kita harus cepat menyelesaikan masalah ini."

Baekhyun mengangkat tangannya dan bersuara, "Benar, setidaknya kita harus bergerak besok untuk mencegah hal yang tidak diinginkan."

Kyungsoo mengangguk puas, membernya tidak lagi mengutamakan insting(?)

"Oke, oke. Bagaimana pendapatmu, Chanyeol?" tanya Kyungsoo.

Chanyeol memandang mereka semua bahagia, walau bagaimanapun bentuk dan rupanya. Empat orang ini adalah keluarganya juga.

"Terimakasih, guys. Lebih cepat lebih baik." Jawabnya.

"Yatta, kita akan melakukannya besok." Putus Kyungsoo selaku koordinator acara.

Baekhyun bangkit dari duduknya dan berorasi. "Besok kita akan berangkat pagi dan mengikuti Sehun lalu merencanakan hal hal romantis yang tidak pernah si bodoh ini lakukan. Semangaatt!"

"SEMANGAAAT!"

-ChanHun-

Beruntung sekali member EXO kali ini. berkat rengekan mereka yang tidak bisa dibilang menggemaskan, manager hyung dengan sangat terpaksa mengiyakan permintaan agar mereka libur. Lagipula keadaan Chanyeol sudah sangat mengenaskan dalam beberapa jam setelah penggabungan kekuatan mereka, bagaimana mungkin Chanyeol bisa melakukan perform dengan baik? Dengan segala pertimbangan termasuk rengekan tidak penting yang di berikan, manager hyung memberikan izin.

Berterima kasihlah pada muka tembok mereka.

Kini ke lima member EXO sedang malakukan kegiatan yang sungguh tidak patut di tiru. Pagi pagi sekali, Kyungsoo telah sibuk dengan genderang dari panci dan spatulanya. Bagaikan panggilan perang, member yang lain segera kalang kabut mempersiapkan diri untuk misi hari ini. dan berakhirlah mereka di semak semak depan apartement Sehun.

"Aduh, aku lapar sekali hyung." Adu yang paling muda.

Pukkk.

"ADAWW." Pekik Kai.

"Berhentilah mengeluh, kau pikir kau saja yang lapar? Aku juga." Gerutu Kyungsoo. Yang lainnya segera membungkam mulut saat akan protes, karena nyatanya Kyungsoo masih membawa spatula kebanggaannya itu.

"Apa kau yakin Sehun akan ke agency?" tanya Baekhyun. Sesungguhnya dia mengantuk, tapi spatula Kyungsoo terlalu menyenangkan untuk dilewatkan, mengerti maksud Baekhyun?

"Tentu saja." Jawab Chanyeol percaya diri.

"Kau yakin tidak ada pergantian jadwal atau sejenisnya?" kini giliran sang Leader yang memastikan.

"Tidak ada, hyung. Aku yakin, Sehun tidak pernah berganti jadwal."

"Tapi sepertinya ada yang salah." Gumam Baekhyun yang di setujui semua anggota.

Setelah beberapa detik hening, aura tidak menyenangkan menguar dari tubuh Kyungsoo.

"Guys, siapa yang mengusulkan untuk menunggu Sehun disini?" ucap Kyungsoo.

"A-Aku." Jawab Chanyeol.

"Lalu, jam berapa Sehun akan pergi ke agency?" tanya Kyungsoo masih dengan suara horor.

"Em em, ja-jam sembilan." Entah kenapa perasaan Chanyeol tidak enak saat semua member memandanginya.

"Bukankah akan lebih baik jika kita menunggu di agency saja, eh Park Chanyeol-ssi?" tanya Kyungsoo sekali lagi.

"O-ooh iiya." Chanyeol meringis takut.

Dan selanjutnya yang dapat dilihat adalah seorang pemuda tinggi yang di aniaya oleh sekelompok kurcaci dan bocah hitam.

"Jam berapa sekarang?" tanya Suho setelah meneguk minumannya.

"Jam sembilan." Jawab Baekhyun sambil membenarkan letak kacamata hitamnya.

"Seharusnya sebentar lagi target datang." Ucap Suho.

Aura hitam kembali terasa, empat member lainnya sontak menoleh cepat kepada D.O. mereka menggeser kursinya menjauh sebagai antisipasi atas serangan spatula busuk yang berada di dalam tas D.O.

"Ada apa lagi, Dyo-ya?" tanya Suho pelan. Sebenarnya Suho juga tidak ingin bertanya pada D.O di keadaan seperti ini, tapi tatapan persengkongkolan para member lain yang memutuskan untuk mengorbankan dirinya pada sang monster.

"Apa kita harus berpakaian aneh seperti ini, guys?" nada suaranya datar. Sedatar detak jantung member lain yang mulai menciut ketakutan.

"Y-ya kurasa harus, kita sedang dalam penyamaran sih." jawab Chanyeol. Dia sebagai terdakwa juga harus dikorbankan untuk persembahan!

Wajar juga sih D.O marah. dandanan mereka terlihat seperti penculik bayaran kelas teri.

Dimulai dari Suho, meskipun dirinya adalah seorang leader, penampilannya kali ini sangatlah katrok. Dia memakai kemeja panjang bergaris biru dan putih dengan topi pantai dan masker hijau khas orang sakit. Dengan kacamata berbingkai hijau nyentrik dan lensa coklat. Bawahannya Suho memakai celana bahan yang senada dengan atasannya, bergaris biru dan putih. Oh juga wig pirangnya.

Yang kedua Baekhyun. Dia memakai kacamata hitam keren dan kemeja hitam yang lebih keren. Sayangnya Baekhyun tidak sekeren itu. dia memakai topi santaclause, kalung manik manik berwarna kuning yang panjang hingga pusar. Baekhyun mengenakan celana berwarna kuning yang katanya akan matching dengan kalung noraknya.

Kemudian, Kai. Pakaian Kai serba putih, D.O menyindir kalau Kai tidak sadar warna kulit. Dia terlihat tenggelam dan gelap di pakaian putihnya. Untuk lebih jelas biar saya perinci. Kai mengenakan kaus panjang dan sarung tangan putih. Kacamata bingkai putih yang anehnya memiliki lensa berwarna merah, celana panjang dengan bagian bawah yang melebar juga berwarna putih.

D.O menggeram mengingat penampilannya sendiri. Sebenarnya para member bersekongkol dengan menyembunyikan kunci lemari pakaiannya dan mereka memberikan satu set pakaian yang sangat bukan D.O sekali. Kaus biru pendek, celana kuning pendek, sepatu kets, masker anna dan elsa, tas bercorak teletubis juga topi bergambar boboi boy. Lebih menjengkelkan dia dipaksa membawa lolipop warna warni yang besar. Hell, dimana kerennya kaus biru dan celana kuning?!

Mungkin hanya Chanyeol yang normal, mengingat jika dia didandani abnormal seperti mereka, Sehun akan menjauh dan berlari ketakutan.

"Jika ini semua tidak berhasil, aku bersumpah akan membakar semua kolor kalian."

Yang lainnya memucat. Bagi mereka, kolor adalah benda primer yang sulit tergantikan. Apalagi bagi Baekhyun, dia sering membanggakan kolor kolornya karena kaler(colour)-nya yang telah lengkap, mejikuhibiniu lah.

Lain halnya dengan Kai, meskipun dia hanya memiliki satu jenis warna kolor, tapi baginya kolor hitam miliknya adalah segala-galanya, bahkan Kai sudah memberi nama kolornya sendiri. Mulai dari Jason, Michael, Amara, Amir, bahkan Sukri.

Suho tengah dalam persimpangan galau. Jika D.O sampai membakar kolor mereka, dipastikan Baekhyun tidak bisa menyombongkan diri lagi, dan kolor miliknya juga akan menjadi pemenang dalam hal kelengkapan warna, tapi tentu D.O tidak akan membiarkan kolor miliknya lolos dari amukannya.

Chanyeol mah santai, yang penting baginya dia bisa mendapatkan hati Sehun kembali. Tapi yang membuatnya was was adalah para member yang tengah ketakutan itu memiliki obsesi aneh pada kolor mereka sendiri. Dan jika misalnya D.O serius membakar semua kolor itu, bisa dipastikan dirinya juga akan dibakar dan diarak keliling dorm oleh anak bar-bar pecinta kolor itu.

Intinya, EXO –selain D.O- berharap misi kali ini sukses atau kolor kesayangan mereka terpanggang dengan balutan saus barbeque!

-CHANHUN-

"Target arah jam dua belas, arah jam duabelas." Suho merunduk di meja mereka dan berbisik.

"Aku tidak membawa jam!" Kai menggumam kalut.

"Dimengerti, target mulai mendekat." Kini giliran Baekhyun yang bersuara.

"Aduh dimana sih jamku!" suara Kai terdengar lagi.

"Aku gugup hyung." Adu Chanyeol.

"Seharusnya aku membawa jamku!" Kai kembali berucap.

D.O hanya menatap mereka datar. Mereka tampak lebih aneh dengan merunduk di meja seperti anak SMA sedang ujian.

"Bisakah kalian bersikap normal, guys?" ucap D.O.

"Sssst, kau bisa membuat Sehun menoleh Dyo-ya." Baekhyun memperingatkan. Dan D.O hanya menghela nafas kesal.

"Baiklah rencana pertama. Agen satu kau harus hati hati, semoga berhasil." Baekhyun melepas kepergian agen pertama dengan haru.

Suho-sang agen pertama juga memulai dramanya dengan Baekhyun. "Terima kasih, ketua."

"Kau jaga dirilah disana."

Duaggh!

"ADOOH!"

Itu pukulan dari D.O kepada pelaku drama ketua-bawahan itu.

"Ah, baiklah. Pergilah agen pertama."

Skenario 1.

Ngomong ngomong, Baekhyun yang menggarap semua skenario ini.

Disini agen pertama alias Suho berperan sebagai turis asing yang minta ditunjukkan jalan ke tempat yang telah direncanakan. Dan ditempat sepi yang juga telah direncanakan, Suho akan menggeret Sehun dan Chanyeol akan datang menyelamatkannya.

Kemudian, Sehun akan jatuh kepesona Chanyeol.

"Excusme, Excusme." Panggil Suho.

Baekhyun bersorak gembira. "Kau memulai dengan baik, agen satu."

"Ya?" Sehun berhenti melangkah menuju lift dan menghadap turis jadi jadian itu.

"Can you, can you, err.. this road to.. road to..." Suho mulai kesulitan menghafal naskah yang disusun Baekhyun.

"Road to? Sahur on the road?" Sehun sama sesatnya.

"Namsan! Namsan!" Suho frustasi karena tidak bisa menghafal dialognya.

"Ah, jalan ke namsan?" Sehun akhirnya menangkap maksud si turis. Suho mengangguk.

"Eh, kau mengerti bahasaku?"

Suho gelagapan, dari sudut matanya dia melihat Baekhyun dan yang lainnya yang tengah bersembunyi di balik tembok menatapnya seolah sadako.

"No, No, what do you say?"

"Ah kau tidak mengerti." Gumam Sehun. Suho ingin berteriak bahagia karena improvisasinya benar. "Okey, mister. Just follow me."

Sehun berjalan mendahului Suho, dan si turis hampir melonjak kegirangan.

"Where do you come from?" Sehun memulai percakapan seraya masih berjalan.

"Lodon." Ucap Suho mantap.

"London?" Sehun berucap aneh.

"Yeah, London." Jawab Suho pelan. Duh, bisa terancam dibakar kolornya!

Sehun sendiri merasa curiga. Bagaimana mungkin turis itu salah mengucapkan asalnya sendiri. Tapi Sehun tidak ambil pusing, mungkin saja dia kelelahan setelah berpergian? Ya mungkin saja.

Ketika sampai di jalan yang telah di siapkan. Suho berbicara, "Stop, please stop."

Sehun berhenti dan berbalik. Suho menyeringai dan hendak melangkah meraih lengan Sehun, tapi kakinya tidak dapat diajak berkompromi hingga kedua kakinya entah bagaimana saling membelit dan dia jatuh tengkurap, wignya sampai tersingkap.

Gerombolan yang menyebut dirinya detektif itu menjerit tertahan. Bagaimana mungkin Suho bisa tergelincir kakinya sendiri!

"Lihat, kau yang melatihnya." Sindir Dyo.

"Yaah, agen satu hanya berlatih sebentar. Dia kurang pemanasan." Baekhyun beralasan.

"Apa aku harus kembali mengambil jamku ya?" Kai masih sibuk dengan jamnya.

"Ah! Are you okay?" Sehun menghampiri Suho dan membantu Suho berdiri.

Suho merasa pusing, dan semakin pusing ketika melihat Sehun menatapnya kaget.

"Suho?"

"No no no." Ucap Suho panik. Dia segera berlari menuju semak semak tempat teman temannya bersembunyi.

Sehun menganga aneh. Mengangkat bahu dan pergi kembali ke agency.

"Aku kecewa padamu, agen satu." Baekhyun ber-drama ketika Suho masuk ke persembunyian.

"Maafkan aku, ketua." Suho menunduk sedih.

"Padahal aku sudah banyak berharap padamu, tapi-"

Chanyeol menyenggol Baekhyun dan berbisik. "Baek, itu-"

"Apasih Chanyeol, aku sedang kecewa." Ucap Baekhyun kesal karena Chanyeol menyenggolnya dengan keras hingga Baekhyun tersungkur dan tangannya tergores ranting. Meskipun kecil tapi bagi Baekhyun itu sakit, man.

"Dyo Baek, Dyo." Chanyeol berbisik.

Baekhyun menatap D.O dengan kaku, D.O terlihat membuka ranselnya dan mengeluarkan sebagian senjata kebanggaannya.

"Baiklah agen dua adalah aku sendiri." Baekhyun melanjutkan cepat, ketika melirik D.O yang telah memakai ranselnya kembali, diam-diam Baekhyun menghembuskan nafas lega.

"Peranku adalah seorang preman-" Dyo mencibir, prema norak, batinnya. "-aku akan me-malak(?) Sehun dan Chanyeol akan pura pura menghajarku, Chanyeol kau keluarlah ketika aku memberi kode."

"Oke, aku siap." Chanyeol berseru.

"Selamat jalan, ketua." Suho menyemangati.

"Terima kasih agen satu, meskipun kau telah mengecewakanku aku-"

"Jika kita gagal ingatkan aku membakar kolor kalian." Baekhyun langsung membisu.

"Baiklah aku pergi." Pamit Baekhyun.

"Hyung," Kai memanggilnya dengan nelangsa. Baekhyun tersentuh, ternyata dongsaeng kurang ajar itu mengkhawa-.

"Cepat kembali supaya aku bisa mengambil jamku didorm."

"Persetan denganmu pesek!"

Dengan itu Baekhyun meloncat bak superman melewati semak semak, dan para agen yang tersisa mengikuti dengan membungkuk bungkuk.

-CHANHUN-

Sehun merasa ada yang mengikutinya. Dia berhenti dan menoleh kebelakang. Dan dibelakangnya ada sosok, em, bagaimana menjelaskannya ya.

"Hai manis." Baekhyun mulai menggoda.

"Kau ini apa ya?"

Baekhyun mengernyit dengan pertanyaan Sehun, sepertinya ada kata tanya yang tidak pas untuk ditanyakan, tapi Baekhyun sedang malas berpikir.

"Aku adalah seorang preman! Hoho!" seru Baekhyun bangga.

Sehun menatapnya aneh. Apa benar sesuatu didepannya ini preman?

"Oh hai, mas preman."

"Serahkan harta bendamu atau kau mati!" Baekhyun menodongkan gunting alis ke arah Sehun.

Sehun berteriak.

Kelompok belalang semak sedang semangat karena mengira ketua mereka berhasil. Baekhyun tertawa sinterclause ketika melihat mata Sehun berkaca-kaca.

"Tanganmu berdarah!" pekik Sehun.

"Ya! Karena aku telah menghajar preman lain sekampiun sepak bola!" mulai lagi budaya sombong Baekhyun.

Ketika Sehun menggeledah tasnya sendiri, yang lain mengira Sehun akan menyerahkan dompetnya, tapi ternyata Sehun malah menyerahkan plaster luka pada Baekhyun.

Kelompok belalang semak menganga, Baekhyun malah berkaca-kaca.

"Meskipun luka kecil, tapi harus diobati." Sehun membuka plaster luka itu dan menempelkannya ke punggung tangan Baekhyun.

"Kau- kau baik sekali." Baekhyun sudah kehilangan jati diri sebagai preman.

"Terima kasih, lain kali hati hati ya."

Baekhyun mengangguk semangat, sambil menatap plaster luka yang menempel ditangannya penuh haru. Sehun sudah melangkah menjauh ketika Baekhyun kembali menuju kelompoknya.

"Kau ini bagaimana sih!" sembur Suho.

"Habisnya Sehun baik sekali." Baekhyun masih terpesona oleh plaster luka itu.

"Kapan aku bisa keluar menyelamatkan Sehun." ucap Chanyeol nelangsa.

"Kalau begini kapan kita pulang dan mengambil jamku?" Kai tidak kalah nelangsa.

"Satu langkah lagi kalian salah, aku pastikan kalian tidak akan melihat kolor kalian lagi." D.O kembali mengancam.

Baekhyun tersadar dari lovey-dovey-nya. Yang lain tersadar tinggal satu langkah lagi menuju kolor saus barbeque.

"La-langkah ketiga. Kai." Ucap Baekhyun gugup. D.O masih menatapnya membunuh dari tadi. Mood D.O dari pagi sudah jelek, apalagi ditambah penampilannya kali ini. mereka menyesal menyuruh D.O berpenampilan seperti itu. tapi mereka tidak tahu, bahwa yang membuat mood D.O turun adalah lolipop besarnya yang habis dimakan semut ketika mereka melakukan pengintaian.

"Tapi hyung, aku belum mengambil jamku." Rengek Kai. Tolong jangan biarkan saya mengetikkan kata menjijikkan. Karena rengekannya ditambah penampilan Kai yang aneh membuatnya super menyebalkan.

"Jika kau bisa menyelesaikannya dengan baik, kau bisa mengambil jammu." Ucap Baekhyun pada Kai. Sedangkan yang lain menatap Suho tajam, mengingat yang membawa-bawa kata jam di paragraf atas adalah Suho.

"Baiklah." Kai keluar dari semak semak dan berlari menuju Sehun yang sedang duduk disebuah bangku.

"Hei, kau." Panggil Kai.

Sehun menoleh dan menghela nafas, berapa kali lagi dia harus berhadapan dengan orang aneh. Kai disini sebagai seorang peramal ngomong-ngomong.

"Aku bisa meramalmu." Ucap Kai to the point. Dia dengan tidak sopan duduk disebelah Sehun.

"Ooh, oke?" Sehun bingung menanggapi apa.

"Berikan tanganmu."

Sehun dengan ragu mengulurkan tangan kanannya kepada Kai. Yang Sehun tahu, peramal memang berpakaian nyentrik, tapi mungkin tidak seperti yang ini.

"Wah tanganmu lembut sekali." Yang Kai lakukan malah mengusap telapak tangan Sehun. itu membuat seseorang di antara kelompok belalang semak dibelakang mereka geram, akhirnya orang yang diketahui bernama Chanyeol itu melempar kerikil ke arah Kai.

Kai tidak menanggapi kerikil kerikil itu, dengan kesal Chanyeol melempar sandal jepit yang ditemukannya saat menyusuri semak tadi ke arah kai. Kai menjerit dan membuat Sehun kaget. Sebenarnya tadi Sehun hampir tertidur karena Kai tidak juga mengatakan apa-apa.

"ADUH!"

"Kau tidak apa-apa?"

Meskipun kesal Kai tetap berimprovisasi. "Aku mendapatkan inspirasi!"

"Inspirasi?"

"Ya, disini tertulis kau harusnya memikirkan lagi apa yang akan kau pilih. Kau harus benar benar hati hati dalam memilih. Karena itu mungkin akan menghancurkanmu dan menghancurkan orang yang kau cintai."

Sehun merenung. Apa yang dimaksud peramal aneh ini adalah mengenai hubungannya dengan Chanyeol.

"Pokoknya kata hyungdeul aku harus mengatakan itu." lanjut Kai.

Pasukan belalang semak sedang menggeram bak bison.

"Pesek bodoh!" –Suho.

"Dia salah menafsirkan ajaranku semalam!" –Baekhyun.

"Ajaranmu memang sesat, Baek!" –Chanyeol.

"Kolornya lah yang akan kubakar pertama kali." –D.O.

"Hyungdeul?" ulang Sehun bingung.

"Ya, sudah ya aku harus pulang dan mengambil jamku. Dah."

Kai pamit dan menghilang di rimbunnya semak semak.

.

.

.

"Oke, sekarang D.O." Baekhyun berucap nyeri. Belakang kepalanya berdenyut. Sudahkah aku bilang kalau mereka berempat kena damprat oleh mak D.O dengan spatulanya yang perkasa?

"Aku mohon, Dyo. Kau harapan terakhirku."

D.O sebenarnya ingin tidak menjalankan trik aneh ini. tapi melihat Chanyeol yang memohon dengan nelangsa membuah hati kecil mungil lucu imut nya tergugah.

"Akan aku jelaskan, guys." Baekhyun mulai berorasi lagi. "Dyo kita akan mendekati Sehun dan mengaku jika dia anak yang terpisah dari ibunya. Lalu Dyo meminta Sehun membelikan susu, setelah sebelu, Sehun kembali Chanyeol akan masuk frame hingga mengejutkan Sehun. Dyo akan mengatakan kalau Chanyeol telah membelikannya susu dan memuji muji Chanyeol hingga Sehun terpesona. Kemudian bumm! Kalian kembali berpacaran lagi." Baekhyun mulai bangga kepada rencana cemerlangnya sendiri.

Tanpa mengindahkan Baekhyun, D.O berjalan menuju Sehun yang telah berada di depan gedung SM.

"Sehun!"

Sehun menoleh, "Eh, adik kecil kau mengenalku?" tanya Sehun.

Dyo sedikit tersinggung sebenarnya. "Aku Kyungsoo."

"Kyungsoo?" tanya Sehun tak percaya.

"Ya."

Sehun sedikit geli, "Kau kenapa berpakaian aneh seperti ini?"

"Sebenarnya ini karenamu." Sehun mengernyit heran. "Karena kau memutuskan hubunganmu dengan Chanyeol, dia menjadi gila dan membuat Baekhyun kesurupan hingga membuatku berpakaian seperti ini."

"Tunggu, berarti turis, preman dan peramal tadi itu?"

"Ya, mereka Suho, Baekhyun dan Kai." D.O mengajak Sehun sedikit menjauh dari semak tempat kelompok belalang semak menguping.

"Seharusnya sudah kuduga." Sehun menggaruk pipinya canggung.

"Aku minta tolong padamu, kau berpikirlah dengan masak. Hubungan kalian menurutku masih bisa dipertahankan. Chanyeol pasti akan berubah setelah ini. aku jamin itu, kau tidak tahu seberapa gilanya dia di dorm. Chanyeol bahkan menggoreng telur tanpa memecah cangkangnya!" D.O sebal di hal yang terakhir sebenarnya. Chanyeol benar benar merusak dapurnya.

"Tapi Kyungsoo, aku-"

"Aku tahu kau masih mencintainya, menurutku kau harus bertahan hingga rasa cintamu itu hilang. Itu lebih baik daripada kau berpisah tapi masih saling mencintai."

Setelah itu D.O kembali ke semak.

.

.

.—CHANHUN-.

Chanyeol berbaring di sofa dalam diam. Pengintaian mereka sudah berakhir dari tadi. Kini tiga member sedang bersembunyi bersama kunci lemari masing masing, mencegah D.O melakukan ancamannya.

Chanyeol mengenang masa masa ketika dia masih bersama Sehun. benar memang ungkapan, 'jika sudah pergi baru merasa kehilangan'.

Chanyeol bersungguh sungguh. Dia benar benar mencintai Sehun. hubungan mereka bukanlah main main, kedua orang tua mereka bahkan sudah saling mengenal. Tapi karena keegoisannya, semuanya hancur.

Bunyi bel membuat lamunan Chanyeol berhenti. Dia menghela nafas kasar dan berjalan menuju pintu kemudian membukanya.

Chanyeol tidak bisa memproses keadaan ketika melihat Sehun didepan pintu dan menciumnya dengan tiba tiba. Gadis itu melingkarkan lengannya ke leher Chanyeol dan memiringkan kepalanya. Bahkan setelah ciuman itu berakhir, Chanyeol masih belum bisa berucap.

"Tidak ada yang ingin kau ucapkan padaku?" sehun bertanya dengan geli melihat wajah Chanyeol.

"Sehun, Ya Tuhan!" setelah sadar, Chanyeol segera memeluk Sehun dengan erat. Membawa Sehun masuk dan duduk di sofa.

"Kau tidak ingin sedikit bergeser, Chan?"

Bagaimana tidak. Chanyeol memeluk Sehun dan menempel padanya seperti lem.

"Tidak, aku tidak mau kau pergi."

Sehun dengan kekuatannya mencoba melepaskan diri, tapi Chanyeol terlalu kuat, dia hanya bisa menghela nafas pasrah pada pelukan pemuda tinggi itu.

"Baiklah, ada yang ingin kau sampaikan padaku?"

Chanyeol menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Sehun. "Aku minta maaf. Aku egois, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku mencintaimu Sehun."

Sehun tertawa. "Iya aku memaafkanmu."

Chanyeol menghirup aroma khas Sehunnya, mendengar alunan tawa Sehun benar benar membuatnya tenang. Bahkan lelahnya ketika menjadi kelompok belalang semak seakan menguap.

Dengan sadar dia melepaskan pelukannya, menatap Sehun dalam.

Mereka saling mendekatkan kepala masing masing, bibir Sehun begitu terasa pas dalam kungkungan bibir Chanyeol.

Chanyeol menyesap bagian bawah bibir Sehun dengan lembut, lidahnya akan masuk ke rongga mulut Sehun untuk memulai french kiss mereka sebelum teriakan Baekhyun terdengar menggema hingga membuat Sehun dan Chanyeol melepaskan diri.

"DYO! MAAFKAN AKU! AKU BENAR BENAR MENYESAL!"

"SERAHKAN KOLORMU ITUUU!"

"TIDAAKK"

Kemudian suara Baekhyun mulai mengecil dan hilang.

"Sampai dimana kita?" Chanyeol bertanya pada Sehun dengan nada menggoda.

"Sepertinya kamarmu kosong, Chan."

Smirk mulai tercipta di sudut bibir Chanyeol.

"Kau yang meminta, nyonya Park Sehun."

Chanyeol menggendong Sehun Bridal Style, memasuki kamarnya dan menguncinya dari dalam.

"AAA! DYOOO! BERHENTI MENYERETKUUU!"

"DYOO, TOLONG JANGAN BAKAR KOLOR MEJIKUHIBINIU MILIKKU!"

"Dyo, kau melihat jamku tidak?"

"KALIAN HARUS MEMBAYAR SEMUA PENGHINAAN YANG KUTERIMA TADI!"

"Tapi Dyo, lebih baik kau mencarikan jamku dulu."

END.

Helloo... from the other side #eakk

Terima kasih yang sudah nunggu-kalau ada hiks.

Terima kasih atas dukungan para readers sekalian.

Maaf ya baru bisa update, maaf juga kalau ceritanya garing dan nyeleneh. Maaf lagi kalau adegan ChanHunnya dikit (talk less do more, lah)

Ini belum lebaran, saya udah bingung minta maaf ^_^'

Maaf atas keterlambatan update, beberapa minggu saya merasa marah. bukan pada seseorang. Tapi pada laptop saya. Demi apa, waktu itu saya ngetik ini ff sampai malam, eh tinggal ngetik cuap cuap author, malah laptop tiba tiba mati. Dan ketika saya nyalain lagi, dokumennya nggak kesimpen. Dan akhirnya...

Saya marah _

Dan yang bisa membuat saya ngetik ini lagi karena rasa pengangguran yang menggebu gebu, setelah saya lulus SMK dan nunggu pengumuman universitas, saya merasa seperti pengangguran. Ngga ada kerjaan selain nungguin abang tukang bakso yang lewat didepan rumah.

Saran deh buat author lain, makan bakso pas lagi ngetik ff kaya gini bikin semangat, apalagi kalo pedes, banyak baksonya, nggak pake saos, nggak pake kol, lima ratus perak lagi. Eh?

Akhir kata.

Mind to review?