Masih ingatkah kau tentang kesenyapan malam dan bintang-bintang?

Pertama-tama hanya ada derit dan anak tangga yang membawaku menuju tempat pertemuan itu.

Dan kau, seperti galaksi yang berputar, cahaya bintang yang menimpa rambut putihmu...

kau sangat mempesona.

Aku akan berbohong

jika berkata bahwa kau tidak cantik saat itu.

Dari dulu

sejak dulu

kau memang selalu memikat

ah

bagaimanakah caranya agar aku bisa meraihmu

Atropa Malfoy?

.

.

.

JAMES POTTER's LITTLE MUSING

Rozen91

Harry Potter © J. K. Rowling

ATROPA MALFOY © Rozen91

a/n: hanya coretan-coretan gak jelas author tentang perasaan James,,

.

.

.

Kenapa kau tidak mau melihatku? Rasanya ingin berputus asa. Aku tidak tahu apa yang bisa menarik perhatianmu. Kudengar kau sangat menyayangi adikmu. Apa aku harus berkata bahwa aku dan Scorpius Malfoy adalah teman dekat?

Kau sangat memikat. Orang-orang melihatmu, namun kau tidak melihat ke arah siapapun. Rasanya ingin berkata bahwa kau adalah milik semua orang. Rasanya ingin berkata seharusnya kau menjadi milikku saja. Tapi, kau adalah Atropa Malfoy.

Dan kau milik semua orang.

Ah, haruskah aku mengatakan semua isi pikiranku. Bisakah satu gulungan perkamen menampung seluruh perasaan tidak menentu yang membuatku gila jika melihatmu?

Atropa Malfoy yang disayangi ayahku,

bisakah aku menggunakan satu alasan saja untuk bisa dekat denganmu?

"Kau sudah diperingatkan, kiddo!" Uncle Ron memarahiku habis-habisan. "Jangan lagi mengatakan hal-hal seperti itu padanya!"

Teddy memandangku kecewa. "Aku sudah sering menasehatimu, James."

"James," wajah masam Victoire menunjukkan ketegangannya sendiri, "kami sudah sering bilang untuk tidak mengatakan hal-hal yang tidak perlu. Apapun yang Atropa lakukan, kau tidak berhak mengatainya pembohong."

Aku memegang satu rahasiamu. Dasar pembohong. Liar. Kau pikir bisa menyembunyikan wajah aslimu dari mataku, huh? Jangan seperti itu, Atropa Malfoy. Kau sangat menarik. Dan aku semakin terpikat. Apakah aku bisa membuat satu alasan saja untuk dekat denganmu?

Ah, kau sangat mempesona.

Lihatlah kemari.

Mata kelabu yang tidak memandang siapapun.

Lihatlah kemari.

Aku...mungkin aku sebenarnya mencintaimu.

Ini menyebalkan. Kau sangat menyebalkan. Aku tidak mengerti perasaanku sendiri. Tapi, yang pasti, aku hanya ingin memilikimu. Perasaan sinting ini menambahkan bumbu terakhir ke dalam masakan. Jika aku menyajikannya dengan menarik, apakah kau akan memotong sedikit dan menyicipinya?

Kalau kau melakukannya,

mungkin saja kita bisa menjadi sinting berdua.

Ahahaha!

Tidak akan ada yang percaya jika aku berkata bahwa aku menyukaimu. Teman-temanku berkata, "hapus ekspresi tidak waras itu dari wajahmu." Aku tidak mengerti apa yang salah. Mungkin aku sangat tidak tulus saat mengatakannya. Bagaimana kau akan membedakan cinta anak kecil ini? Rerimbunan daun-daun hijau di atas pohon yang bergoyang. Angin membawaku untuk melihat ke arahmu. Aku ingin...menggenggam helaian-helaian berwarna putih itu di tanganku. Menyisirnya dengan jari-jariku. Menyentuh wajahmu. Aku ingin melihat diriku di matamu.

Tapi, Atropa Malfoy milik semua orang.

Karenanya, kau tidak melihat siapapun.

Kau berpikir bahwa kau tidak memihak.

Tapi, kau hanya menabur bibit duka. Seharusnya kau tidak seperti itu. Kau membuatku sedih.

Aku ingin melihat cahaya di matamu. Jangan pergi. Kenapa kau meninggalkan bola angkasa ini padaku. Terlalu rapuh. Bodoh. Aku tidak membutuhkannya.

Aku membutuhkanmu.

...walaupun aku tidak akan pernah mengatakannya.

Aku ingin mengulurkan tanganku kepadamu, dan kau tinggal menaruh tanganmu di atasnya.

Aku hanya bisa tertawa kecil.

"Aku mencintaimu."


Selalu ingat apa yang tidak ingin kau lihat di mataku. Aku tahu kalau aku begitu transparan terhadapmu. Kau bisa melihat bahwa aku sebenarnya tidak menyembunyikan apa yang kurasakan. Kau dengan lantang mengabaikan perasaanku. Jikapun nantinya kau membahasnya, aku hanya bisa terbata-bata. Aku ingin tertawa seperti biasa. Menganggapnya sebagai sesuatu yang normal. Sangat sulit untuk memecahkan kecanggungan. Aku tidak terbiasa canggung. Aku ingin tertawa dan menegaskan isi hatiku.

Ah, kenapa jatuh cinta itu sangat rumit?

Cinta anak kecil ini hanya menumbuhkan obsesi yang tidak sehat.

Seandainya saja aku bisa memilikimu...

Kau seperti bintang yang berkerlap-kerlip di langit malam.

Kau seperti galaksi yang berputar...

kenapa jadi seperti ini...aku selalu bertanya. Bola kaca pemberianmu berguling dari tanganku. Menggelinding di atas selimut yang menggembung.

Di suatu malam di menara astronomi

aku teringat padamu.

Sedikit menolehkan wajah hingga aku bisa melihat bibirmu bergerak.

Berkata-kata.

Akan tetapi, aku terlalu terpana untuk bisa mendengarnya.

Cahaya bintang yang menimpa rambut perakmu...

Ah, kau sangat mempesona.

Memori yang berwarna biru di dalam kegelapan. Tak tahan tapi aku ingin terus mengenangnya. Uluran tanganku yang tak mau kau terima, kini aku harus menjatuhkannya di sisi tubuhku. Di balik tirai yang digoyang angin musim gugur, aku berpikir bisa melihatmu suatu hari nanti. Di bawah sinar biru di dalam kegelapan malam. Kau bangkit dari dudukmu dan melangkah pergi.

Bisakah aku memberikan salam perpisahan sebelum langkahmu terlalu jauh?

Aku ingin egois.

"Jangan pergi."

Aku ingin...kau mendengar sebuah rahasia.

Aku ingin tertawa agar kegugupan itu tidak membuatku salah tingkah.

Kau tahu,

kau bahkan bisa menganggapnya sebagai lelucon.

Atropa Malfoy yang disayangi ayahku, asal kau tahu saja,

sejak pertama kali melihatmu,

"...aku selalu menyukaimu."


Apakah kau mendengarnya?

Suara yang terlalu pelan. Semoga angin di padang dandelion bisa membawanya padamu. Bagaikan kelopak kuning bunga dandelion yang berterbangan di sisimu ketika kau berlari ke suatu tempat yang tidak bisa ditemukan. Kau mungkin tidak akan pernah meliriknya.

"Aku menyukaimu."

Lihatlah kemari.

Aku iri padamu. Pada adikmu. Pada ayahku. Pada temanmu. Pada Teddy.

Aku ingin menjadi seseorang yang ada di matamu.

"Aku selalu menyukaimu."

Lihatlah kemari.

Jika satu alasan ini bisa membuatmu melihatku,

aku tidak akan segan untuk mengambilnya. Mencengkeramnya di tanganku.

Lihatlah kemari.

Cinta anak kecil ini kugenggam dekat di dadaku.

Aku selalu ingin mengatakannya...

Seharusnya aku mengatakannya lebih cepat...

Ah... Atropa Malfoy yang disayangi ayahku...


"Aku mencintaimu."


_the end of James' little musing_

author corner

hahaha, , pasti banyak yang bertanya apakah corat-coret ini berhubungan dengan fic utama atau tidak,,,, entahlah,, mungkin sebagian termasuk, dan sebagiannya lagi adalah untuk cerita yang lain,,, saya hanya tiba-tiba pengen nulis bagaimana perasaan James terhadap Atropa,,

terus, berhubung (mungkin sebagian) readers sudah tahu apa yang terjadi di ATROPA MALFOY, dan mungkin mulai bertanya-tanya apakah perasaan James itu benar-benar tulus

atau hanya karena pengaruh amortentia saja?

Jujur saja, saya nggak tahu. =w=

Perasaan James terhadap Atropa adalah rasa iri. Begitu pula Atropa pada James.

Tapi di sini digambarkan seolah-olah ada cinta.

Ah, bagaimana kalau kita anggap saja semua ini sebagai

perasaan James Potter

sebagai orang yang terkena pengaruh amortentia,,

=w=

Lho? Jadi perasaan James gak tulus dong? heeeee...entahlah. Saya gak bisa bilang tulus, karena di sini James obsesif banget dan ini mungkin pengaruh amortentia. Tapi, disebutkan lagi kalau James masih galau padahal doi sudah pergi,,, yaah, mungkin aja tulus,,, =w=

terakhir, kalau akhir Atropa Malfoy gak kayak di plot utama,, apakah nanti mereka bakal jadian? well, yes. =w= ,, di dalam kehidupan Atropa Malfoy, James Potter bukan hanya sebagai teman yang membagi perasaan yang sama (yakni, rasa iri),,, tapi juga, jika ending-nya berbeda, sebagai love interest. =w=

After all, saya hanya ingin nulis perasaan yang bisa saja ada pada James Potter dari sudut pandang orang pertama,, ya dah gitu aja,, thanks for reading! =w=

teruntuk beberapa readers yang mempertanyakan perasaan James : asqueenbee, dan Naomi Hime,, udah lama terpikir pengen buat POV James,, tapi yang jadi malah yang begini,, ahaha~ #plak!# maaf, ya~ =w=

stay awesome~

(=w=)