Title : You Changed My World
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Others
Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort
Rate : M
Warning : Boys Love, Yaoi, Mpreg, Typo(s)
CHAPTER 3
Sungmin dengan serius meracik bahan makanan untuk tugas kuliahnya. Mata nya tak pernah lepas sedikitpun agar rasa masakannnya tetap enak. Namja mungil itu sedikit mengaduk makanannya dan kemudia mencicipi nya
"Lumayan. Semoga Dosen Kim menyukai nya" Sungmin menaruh masakannya tersebut ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Namja itupun melepaskan apron pink nya dan menuju keran air untuk membasuh tangannya yang sedikit kotor.
Tak lama terdengar bunyi bel di depan rumah nya. Sungmin segera bergegas menuju pintunya yang ternyata adalah Leeteuk, Umma nya.
"Sini biar aku bantu Umma" Sungmin mengambil beberapa barang belanja milik Leeteuk. Namja itu membantu membawa ke dalam rumah dan meletakannya diatas sofa
"Bisakah kau ambilkan Air putih untuk Umma, Min?". Sungmin mengangguk dan segera menuju dapur untuk mengambil segelaa air putih
"Ini Umma, minumlah" Sungmin langsung menyerahkan air putih di hadapan Leeteuk. Sekali teguk Leeteuk langsung menghabiskan Air putih di tangan nya. Yeoja paruh baya yang masih cantik di usianya menatap putra satu-satu nya itu
"Apa yang kau lakukan di rumah Min?"
Sungmin tersenyum "Hanya membuat resep makanan untuk diserahkan pada Dosen Kim Umma" Ujarnya
"Apa sudah selesai?"
"Sebelum Umma datang semua nya sudah selesai" Ucap Sungmin sebelum melihat beberapa tas belanja milik Leeteuk "Sebanyak ini. Untuk siapa Umma?" Tanyanya
"Seperti nya Umma lupa memberitahumu" Leetuk sedikit merubah posisi duduknya "Malam ini Umma dan Appa akan berangkat ke Jepang Min. Apa kau ingat dengan Jung Yunho teman Appa?"
"Tentu saja ingat. Kenapa dengan mereka Umma?" Sungmin sedikit memiringkan kepala nya imut
"Anak mereka menikah dan Jaejoong mengundang Umma untuk datang. Dan juga tidak mungkin kalau Umma tidak menghadiri pernikahan anak mereka bukan"
Sungmin mangut-mangut "Apa yang menikah itu anak mereka yang tubuh nya sepert tiang listrik?"
Leeteuk tertawa "Ah Umma tidak menyangka kalau kau masih ingat dengan Changmin" Ujarnya
"Tentu saja aku mengingat tiang listrik jelek itu. Bahkan aku masih ingat kalau dia mengataiku anak perempuan. Bukankah menjengkelkan Umma. Kukira tidak ada yeoja yang mau dengannya" Ujar Sungmin dengan menggebu-gebu
"Hahaha bahkan kau juga mempunyai Ra-" Leetuk membekap mulutnya yang hampir keceplosan. Dia tidak mungkin mengatakan itu pada anaknya
"Kenapa Umma? Memang nya Umma mau mengatakan apa? Sungmin kebingungan dengan ekspresi Leeteuk
"Tidak ada. Tadi itu Umma cuma mau pergi ke toilet iya ke toilet" Leeteuk berusaha meyakinkan Sungmin dari nada bicaranya
"Aku kira Umma mau mengatakan Apa. Sungmin pergi ke kamar dulu Umma. Mau istirahat" Ujar Sungmin setelah mengecup kedua pipi Leeteuk
"Ya. Beristirahatlah nak".
Selepas kepergian Sungmin, Leeteuk memandang anaknya sendu. Tadi itu dia hampir saja mengucapkan rahasia yang selama ini disimpannya bersama sang Suami.
Flashback
"Apa hasil lab itu memang benar Uisannim" Seorang yeoja cantik menatap khawatir Dokter yang hanya diam. Sang Suami di sampingnya memeluk pundak yeoja itu untuk memberi semangat
"Itu memang benar Nyonya Lee. Putra anda memang memiliki Organ yang juga dimiliki oleh perempuan yaitu Rahim"
Air mata nya jatuh dengan deras. Dia tidak menyangka putra satu-satu nya memiliki Rahim. Leeteuk memang tidak akan malu akan keistimewaan Putranya. Tapi apa kata orang kalau putra nya bukan laki-laki tulen. Leeteuk menatap putra kecil nya yang sedang tertidur diatas ranjang pasien
"Sayang jangan menangis. Walau begitu dia putra kita" Kangin mengelus sayang pundak istrinya
"Aku tidak pernah malu Kangin-ah. Hanya saja-" Ucapan Leeteuk terputus kala Kangin memotong ucapannya
"Jangan pernah dengarkan ucapan orang lain. Kita hadapi sama-sama nantinya. Percayalah padaku". Leeteuk tersenyum, itulah yang membuat dirinya sangat menyayangi Kangin. Meski namja itu dua tahun lebih muda darinya, Tapi Kangin dapat bersikap dewasa dalam menghadapi masalah dan itu membuat dirinya tenang.
"Aku selalu percaya padamu Kangin-ah"
"Memang seharusnya. Mari kita menjaga putra kecil kita bersama-sama sampai dia dewasa. Tak usah peduli juga kalau orientasi seksnya berbeda dari namja kebanyakan" Ucap Kangin dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya
"Karena dia adalah putra kecil kita" sepasang suami istri itu berpelukan erat sebelum Kangin melepas pelukannya dan menatap Dokter laki-laki di depannya
"Terima kasih Uisannim. Saya akan membawa pulang putra kami berdua"
"Tak perlu takut dengan pembicaraan orang Tuan Lee. Walau bagaimanapun dia adalah malaikat kalian"
"Saya memang tidak pernah malu Uisannim. Kalau begitu kami permisi"
Flashback End
Dan setelah kejadian itupun Kangin dan Leeteuk membesarkan Sungmin bersama-sama sampai namja itu dewasa. Bahkan di usianya yang ke 20 pun Leeteuk belum memberitahukan rahasia besar itu. Karena dia takut sang putra akan malu terhadap dirinya sendiri.
Lelah dengan pemikirannya sendiri, Leeteuk bangkit dari sofa dan melangkah menuju kamar nya bersama
.
.
.
Sungmin memeluk erat kedua orangtua nya yang sebentar lagi akan berangkat menuju Tokyo, Jepang. Kangin mengelus lembut surai hitam milik Sungmin
"Jaga kesehatanmu Sungmin-ah. Jangan buat Umma dan Appa khawatir" Ujar Kangin
Sungmin tersenyum tipis "Appa tak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diri sendiri. Lagipula yang harus menjaga kesehatan itu Umma dan Appa. Aku takut terjadi apa-apa dengan kalian berdua" Ujarnya dengan nada tersirat khawatir
"Tidak. Yang harus menjaga kesehatan itu dirimu Lee Sungmin. Baik-baiklah disini dan jangan sampai berbuat nakal. Ingat itu" Peringat Kangin pada putra kesayangannya
Sungmin tersenyum lebar dan membuat gesture seolah-olah seperti sedang hormat di hadapan kedua orangtua nya yang membuat Kangin tertawa lepas
"Hah, sebenarnya Appa tidak rela meninggalkan dirimu sendiri disini. Tapi mau bagaimana lagi, Si Beruang itu memaksa Appa untuk hadir di pernikahan anaknya" Ucap Kangin dengan penuh penyesalan
"Tida apa-apa Appa. Lagipula aku sudah besar dan kalau ditinggal sendiri pun tidak akan menangis seperti anak berumur lima tahun" Ucapan Sungmin barusan membuat gelak tawa dari Leeteuk dan Kangin
"Kau selalu bisa membuat Umma tertawa dengan candaanmu Sungmin-ah" Puji Leeteuk
"Itulah Lee Sungmin". Mereka bertiga pun kembali tertawa sebelum Kangin melihat arloji nya yang terpasang di lengan kanannya
"Sepertinya kita harus segera masuk kedalam Sayang. Karena penerbangannya tinggal dua puluh menit lagi"
"Baiklah". Leeteuk dan Kangin sedikit berbenah dan kembali memeluk erat putra satu-satunya
"Jaga dirimu baik-baik Min-ah" Ucap Kangin dan Leeteuk
"Kalian juga. Semoga Umma dan Appa selamat sampai tujuan"
Kangin tersenyum dan mengecup manis dahi Sungmin dengan diikuti oleh Leeteuk juga. Sepasang suami istri itu pun mulai masuk ke dalam Bandara Incheon. Namun sebelum pintu tertutup Leeteuk menoleh sekali kearah putra nya. Insting nya sebagai Ibu muncul. Leeteuk seperti merasa akan ada hal yang buruk pada putra nya
"Kau kenapa sayang. Apa kau baik-baik saja?"
Leeteuk menatap Kangin "Entahlah perasaanku mengatakan kalau akan terjadi hal buruk pada Sungmin Kangin-ah" Ujarnya
Kangin memeluk Leeteuk erat "Hanya perasaanmu bukan? Kita doakan saja semoga Sungmin baik-baik saja disini. Oke"
"Semoga begitu"
Kangin tersenyum lebar dan kembali melanjutkan perjalanan mereka memasuki ruangan Bandara
.
.
.
Sungmin menyetir mobil milknya dengan pelan. Jalanan Seoul saat ini tidak terlalu ramai jadi Sungmin tidak perlu ngebut untuk menuju rumahnya. Tanpa dia ketahui sebuah Van berwarna hitam mengikutinya sejak kepulangannya mengantar kedua orang tua nya ke Bandara. Dan tiba-tiba saja dari depan sebuah Van lainnya yang berwarna putih menyelip mobil Sungmin yang membuat namja itu menghentikan mobilnya mendadak
Sungmin melihat dari dalam Van itu keluar dua orang namja kekar sedang menuju mobilnya. Dengan takut Sungmin melepas sealblet nya dan berniat keluar. Tapi niat tinggal niat, kaca Mobilnya keburu dipecahkan yang membuat namja itu tak bisa keluar. Sungmin ditarik paksa dari dalam Mobilnya
"Yah! Siapa kalian. Lepaskan aku" Teriak Sungmin. Seolah tuli kedua namja itu tetap menarik tubuh yang lebih kecil dari nya itu. Salah satu dari mereka mengambil sapu tangan di kantong celananya dan tidak lupa membasahi nya dengan Obat Bius
"Lepas kan ak- eungghh" dengan lunglai Sungmin jatuh kedekapan salah satu namja tadi. Dengan sigap salah satu diantaranya tadi mengangkat tubuh mungil Sungmin untuk dibawa ke dalam Van miliknya
.
.
.
"Eunghh" Lenguhan samar terdengar dari bibir mungil seorang namja. Sungmin menggeliatkan tubuhnya pelan. Namja itu mengerjap-ngerjapkan matanya karena bias lampu merangsak masuk ke dalam retina matanya.
Sungmin bangun dari rebahannya dan sedikit memijit pelipis nya yang pening. Namja itu tidak menyadari sedikitpun yang terjadi dengan dirinya. Tak lama suara pintu terbuka terdengar. Derap langkah kaki seseorang mulai mendekat membuat Sungmin sedikit awas dengan keadaan
"Bagaimana kabarmu Lee Sungmin?" Sungmin membulatkan matanya kala menatap seseorang yang sangat dikenalnya
"Kau…" Tunjuknya
"Kukira kau melupanku Lee Sungminnie" Ejek seseorang yang ternyata adalah Cho Kyuhyun
"Mau apa kau!" Teriak namja mungil itu
Kyuhyun mencondongkan tubuhnya ke hadapan Sungmin dan menjilat sensual telinga namja itu "Tentu saja ingin bermain denganmu" Bisik Kyuhyun
Tubuh Sungmin menegang seketika. Tiba-tiba saja alarm tanda bahaya berbunyi. Sungmin beringsut ke belakang dan meringkukkan tubuhnya
"Apa maumu brengsek! Lepaskan aku sekarang juga!" Teriaknya lagi
Kyuhyun hanya menyeringai melihat mangsa nya ketakutan. Namja itu memang mengikuti Sungmin ketika namja itu mengantar kepergian orang tua nya
"Hei simpan suaramu untuk mendesah dibawahku sayang. Jangan lupa untuk menyebut namaku 'Cho Kyuhyun' ketika kau orgasme dan saat aku menumbuk titik nikmatmu" Ujar Kyuhyun berucap sensual
Sungmin menggelengkan kepalanya. Dia sungguh takut dengan situasi ini. Apalagi dia masih dalam keadaan lemah akibat obat Bius tadi
"Kumohon jangan lakukan ini. Kau boleh minta apapun dariku asalkan kau membiarkan ku pergi" Ucapnya mencoba bernegosiasi dengan namja itu
"Tidak akan. Kau telah masuk ke dalam kandangku sekarang. Lagipula ini sebagai ajang balas dendam karena kau mempermalukanku waktu itu"
"Tapi bukan begini caranya. Biarkan aku pergi" Kata Sungmin
"Tidak akan pernah" Cibir Kyuhyun
Setelahnya Kyuhyun naik ke atas ranjang dan langsung menghempas tubuh Sungmin dengan kasar. Tak lupa namja itu melepas kain yang melekat di tubuh Sungmin dengan kasar. Sekarang namja mungil itu naked total di bawah kuasa seorang Cho Kyuhyun
"Waw sepertinya kau nikmat Chagi. Lihatlah, bahkan tubuhmu seperti yeoja. Apa nanti nya kau bisa hamil anakku?" Tanyanya. Tentu saja Sungmin tak dapat menjawab karena Kyuhyun membekap mulutnya menggunakan sapu tangan tak lupa juga tangannya yang diikat ke atas kepala ranjang
"Bolehkah aku menikmati milikku malam ini?". Sungmin hanya bisa menggelengkan kepalanya. Matanya sudah basah karena air mata.
Tanpa aba-aba Kyuhyun mencium bibir leher Sungmin brutal. Namja itu tak hanya mengecup, bahkan menjilat juga sesekali menggigit leher putih Sungmin.
"Eummphh" Sungmin hanya bisa bergumam dari bekapan sapu tangan itu. Tubuh nya selalu bergerak gelisah agar namja di atas nya menghentikan kegiatan panasnya
"Sepertinya ke lepaskan ini dulu" Kyuhyun melepaskan sapu tangan yang tadi nya membekap mulut Sungmin "Karena aku ingin mendengar desahan nikmatmu" Ujarnya kemudia menjilat bibir bawah Sungmin
"Ku…mohon..le..paskan aku hikss" Kyuhyun semakin gencar mengerjai tubuh mulus itu. Tak nya terus bergeliya dengan menyentuh beberapa titik sensitive milik Sungmin
"Sepertinya kita langsung ke inti saja. Karena aku sudah tak tahan" Kyuhyun mulai memposisikan junior nya di bibir rectum Sungmin. Entahlah sejak kapan namja itu mulai melepaskan pakaian yang melekat dalam tubuhnya
JLEB
"Arrgghh…." Sungmin berteriak keras karena junior itu masuk tanpa penetrasi apapun. Setetes darah juga mengalir dari Hole Sungmin.
"Ughh kau sempithh…"Lenguh Kyuhyun.
"Lepp…paskan…aku..brengsekk!"
PLAK
"Diam! Kau hanya perlu menikmati nya dan mendesah di bawahku"
"Hikss….lepp…pas…sa..kitt ahhh" Rintih Sungmin
"Uhh…..geumanhae…eeungghh"
"Kaauhh…..Nikmaaathh….babyy….uh…aahh"
"Ohh…..Henti…..kaanhh…..ngghh"
"Ahh…Eungghh….Ahhh…Ohhh" Desah Namja tinggi yang sedang menggagahi Sungmin itu.
Kyuhyun terus menggerakkan tubuh bagian bawahnya tanpa peduli Sungmin sudah meronta kesakitan karena permainan kasarnya. Tak lama setelah itu, Sungmin melepaskan cairannya yang tumpah sebagian di perut Kyuhyun.
"Kau lebih dulu datang. Munafik sekali" Ejek Kyuhyun. Mata itu menusuk ke dalam foxy bening milik namja berkulit putih itu. Tidak lama setelah itu, Kyuhyun datang dan melesakkan begitu dalam penisnya agar cairan tersebut tidak keluar. Namja itu menarik nafasnya sebentar dan bangkit dari tubuh Sungmin untuk mengambil baju nya yang berserakan.
"Terima kasih. Harusnya aku menghukummu lebih dari ini. Tapi karena besok aku sibuk di kantor, jadilah permainan kita sampai disini" Kyuhyun menepuk kepala Sungmin yang sedari tadi hanya menatap kosong. Sebelum dia meninggalkan Sungmin, namja itu sempat menyeringai karena telah berhasil melaksanakan rencananya
.
.
.
Guyuran air shower terus membasahi tubuh telanjang Sungmin. Tak henti nya namja itu menangis terisak meratapi nasibnya
"Hikss...hikss...Kenapa ini semua harus terjadi padaku hikss..". Sungmin terus-terusan memukul dada nya keras. Tak peduli dada nya sudah memerah akibat pukulannya sendiri
"hikss...aku jijik pada diriku sendiri..hikss"
Sungmin mulai menelungkupkan wajahnya pada lutut sambil terus menangis.
"Apa yang harus aku katakan pada Umma dan Appa" Gumamnya lagi
.
.
.
Kyuhyun tertawa senang dalam ruangan di kantor nya. Akhirnya rencana untuk menghancurkan Sungmin berhasil. Kyuhyun benar-benar tidak membayangkan akan melakukan hal ini pada Sungmin. Padahal dirinya sendiri adalah namja straight
"Ya Tuhan aku tak habis pikir kenapa dia bisa punya tubuh senikmat yeoja. Bahkan kulit nya yang lembut bisa kurasakan sampai sekarang" Kyuhyun menggelengkan kepalanya keras ketika Sungmin mulai bergentayangan di pikiran nya
"Untuk apa memikirkan namja yang jelas-jelas telah mempermalukanku. Rasakan kau Lee Sungmin" Ucapnya sebelum kembali melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda
.
.
.
Sungmin terus menatap kososng kearah depan. Tak dipungkiri air matanya kembali mengalir. Seolah dirinya tak lelah menangis. Padahal foxy bening itu sudah membengkak sempurna bahkan terlihat menyipit
Drrtt drrtt drrtt
Sungmin tersentak kala mendengar getaran suara di sampingnya. Sungmin menoleh dan mendapati handphonenya bergetar pelan. Namja itu mengambil handphonennya dan mendapati Eunhyuk lah yang menelponnya. Pemuda Lee itu menghapus air matanya dan mendehemkan suara nya agar Eunhyuk tak curiga
"Yeobosseo"
'Yeobosseo Min-ah. Kenapa lama sekali mengangkat teleponku'
"Tadi aku ada di kamar mandi. Maaf"
Di balik telepon terdengar suara Eunhyuk mendengus 'Itu memang kebiasanmu sejak dulu Sungminnie'
Sungmin tertawa "Harap maklum. Memang nya ada apa kau menelponku" sejenak Sungmin melupakan masalah nya
'Tidak ada. Hanya saja si Cerewet Ryeowook itu mengajak kita berkumpul di Caffe ku hari ini'
Mata Sungmin membulat penuh. Apa jadinya kalau dia bertemu dengan Ryeowook dan Eunhyuk. Pasti kedua temannya itu menanyakan apa yang terjadi padanya
'Min..Lee Sungmin' Suara Eunhyuk terdengar kembali
"Y—ye"
'Bagaimana apa kau bisa?'
"Ten—tu. Tapi tolong katakan pada Ryeowook untuk pergi duluan saja. Nanti aku akan menyusul"
'Memangnya apa yang kau kerjakan'
"Eumm tidak ada sebenarnya. Hanya saja orang tuaku pergi ke Jepang jadi sebelum pergi aku harus memeriksa keadaan rumahku" Sungmin berusaha meyakinkah Eunhyuk dari nada suaranya
'Baiklah. Nanti akan aku sampaikan pada Ryeowook. Tapi jangan lama-lama. Oke'
"Oke. Sampai bertemu disana"
PIP
Sungmin memutuskan sambungan panggilannya secara sepihak. Namja itupun bergegas keluar dari kamar menuju dapur mengambil Es untuk mengompres matanya yang bengkak.
.
.
.
Sungmin sedikit terengah dan membuka pintu Caffe Eunhyuk. Sedikit tersenyum ketika matanya mendapati siluet tubuh kedua temannya
"Maaf terlambat hampir setengah jam" Ujarnya seraya mendudukkan dirinya
"Kau terlalu lama Min. Apa yang kau kerjakan hingga selama ini dan itu…." Ryeowook menunjuk kearah mata Sungmin "Kenapa bisa membengkak seperti itu?" Tanya nya dengan mata menyelidik
"Ini…." Sungmin menunjuk matanya sendiri "Ini karena aku habis menangis tadi malam. Kau tau bukan kalau kedua orang tua ku pergi ke Jepang"
Ryeowook menganggukkan kepalanya "Tidak ada sesuatu yang terjadi bukan?"
"Eoh. Tentu saja tidak ada"
Eunhyuk menghela nafas "Sudahlah Wook. Sungmin baik-baik saja. Jangan kau introgasi dirinya terus-menerus. Memangnya kau polisi" Ejeknya
"Aku hanya tidak ingin sesuatu terjadi dengan sahabatku" Ucapnya terdengar sedikit ketus
Eunhyuk memutar bola matanya malas "Susah sekali kalau harus bicara denganmu Wook" Eunhyuk menghadapkan tubuhnya kearah Sungmin "Memangnya apa yang orang tuamu lakukan di Jepang Min"
"Umma dan Appa menghadiri pernikahan anak sahabat mereka. Dan aku malas sekali ikut kesana. Padahal Appa mengajakku ikut serta kesana"
"Kenapa tidak ikut saja Min. Mungkin kau bisa membawa oleh-oleh dari Jepang untukku" Ucap Ryeowook
Eunhyuk menyentil dahi namja mungil itu"Heh harusnya kau berharap Sungmin tak ikut pergi. Aku baru saja bertemu dengan nya. Dan kau dengan teganya menyuruh dia pergi. Apa perlu ke lempar kau ke Danau belakang Wook?" Ancam Eunhyuk
"Aku hanya bercanda. Kau ini seperti yeoja yang sedang PMS saja. Benarkan Min?"
Sungmin hanya bisa tersenyum kikuk. Beruntunglah hari ini sahabat nya mengajak berkumpul bersama. Sehingga dirinya bisa melupakan sejenak masalahnya tadi malam
"Min kau melamun" Ryeowook melambaikan tangan nya di depan wajah Sungmin
"Aku" Tunjuk Sungmin pada dirinya sendiri "Tidak. Aku sedang tidak melamun"
"Lalu kenapa pandanganmu terlihat kosong tadi. Apa itu artinya bukan melamun Min?"
Eunhyuk yang duduk disebelah Ryeowook hanya bisa menggelengkan kepala nya. Kenapa sahabat mungil nya yang satu ini bisa secerewet ini
"Aku baik-baik saja Ryeowookkie. Kau bisa lihat sendiri"
"Sungmin benar Wook. Dia baik-baik saja"
Sungmin tersenyum "Daripada kita membicarakan hal yang tidak jelas bagaimana kalau kita pergi ke Mall. Aku suntuk sekali"
"Aku setuju. Aku juga sama suntuknya denganmu Min" ucap Ryeowook semangat
"Aku juga" Ujar Eunhyuk
"Karena kalian berdua setuju lebih baik kita pergi sekarang. Bagaimana?"
"Oke. Tapi tunggu disini sebentar. Aku harus meminta ijin pada Umma dan Appaku terlebih dahulu" Ujar Eunhyuk
"Kami tunggu diluar Hyuk-ah" teriak Sungmin
.
.
.
Kyuhyun terlihat tidak fokus membaca dokumen ditangannya. Pikirannya terus melayang pada kejadian tadi malam. Tubuh Sungmin seakan candu baginya. Padahal namja bertubuh tinggi itu baru merasakan nya pertama kali. Apalagi ketika mengingat bibir itu. Sensasi lembut dan manis membuat Kyuhyun ingin mencicipinya kembali
"Padahal dia namja. Tapi kenapa wajahnya terlihat manis dan cantik. Bahkan mengalahkan yeoja tulen sekalipun" gumamnya
TOK TOK
Kyuhyun terkesiap saat ada yang mengetuk pintu ruang kerja nya dari luar. Namja itu sedikit berdehem sebentar
"Masuk"
Orang yang tadi mengetuk pintu Kyuhyun menyembulkan sedikit kepalanya. Kyuhyun tidak heran pada orang itu karena dia memang mengenalnya
"Chagi"
Kyuhyun menegakkan posisi tubuhnya "Ada apa Sooyoung-ah"
"Isshh tidak asyik sekali"
"Jangan kekanakkan Sooyoung-ah. Cepat katakan apa maumu datang kesini" Kyuhyun sedikit geram pada yeoja didepannya ini. Setelah mengenal cukup lama, Kyuhyun sudah tahu sifat asli yeoja ini
"Kenapa kau jadi berubah seperti ini Kyuhyun-ah. Apa ada yang lain. Apa kau mencoba selingkuh dariku"
BRAAK
Kyuhyun menggebrak meja nya cukup kuat. Namja dingin itu menatap tajam mata Yeoja Choi itu. Berani sekali yeoja ini mengatakan dirinya selingkuh
"Memangnya kau siapa Sooyoung-ah. Bukankah sudah kukatakan kalau kita tidak ada hubungan"
"Aku ini yeojachingumu. Dan jangan lupa kau juga sudah merengut keperawanan ku" Ujar Sooyoung tak mau kalah
"Kau butuh uang berapa untuk bisa mengembalikkan keperawananmu Choi Sooyoung"
PLAAK
Pipi kanan Kyuhyun memanas akibat tamparan kuat dari tangan Sooyoung. Yeoja itu menangis karena ucapan kurang ajar Kyuhyun
"Dasar brengsek. Biadab kau Cho Kyuhyun!" Teriak Sooyoung di depan wajah Kyuhyun meski ada sedikit ketakutan juga
Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat. Ternyata yeoja ini berani juga menyumpahi dirinya tanpa takut. Dengan kasar Kyuhyun menjambak rambut Sooyoung
"Keparat! Berani sekali kau mengatakan hal itu. Harusnya kau ingat kalau dirimu hanyalah orang-orang yang bisa kutendang sekarang. Bahkan aku juga bisa memecat mu hari ini Nona Choi" Kyuhyun semakin menarik rambut cokelat itu kasar
"Aww…a—appo"
"Mana keberanianmu tadi Nona. Bahkan tadi kulihat kau sempat menatapku dengan tatapan menusuk. Ayo tunjukkan lagi, biar kutahu seberapa beraninya dirimu padaku" Sooyoung menatap Kyuhyun dengan tatapan terluka. Tidak menyangka kalau pria di hadapannya ini bisa berbuat hal kasar padanya
"Lepaskan. Kumohon lepaskan Kyuhyun"
"Kuperingatkan padamu untuk tidak menggangguku lagi. Dan aku akan memberikan uangku agar kau bisa bersenang-senang diluar sana" Kyuhyun menghempas rambut itu kasar. Sooyoung berdiri dari simpuhnya
"Aku membencimu Cho Kyuhyun. Kupastikan surat pengunduran diriku akan segera kau dapatkan"
"Aku akan menunggunya. Kuharap kau tidak lupa pintu keluar" tanpa diperintah Sooyoung langsung keluar dari ruangan itu dan menutup pintunya dengan keras
"Arrrghh. Brengsek!" Teriak Kyuhyun frustasi"
.
.
.
Siwon memasuki kantor milik adiknya. Dia juga tersenyum saat beberapa dari karyawan Kyuhyun menyapanya. Semua orang disana mengenal baik dengan namja berdimple itu. Saat Siwon melangkahkan kakinya menuju ruangan Kyuhyun, tak sengaja dia melihat Sooyoung keluar dari ruangan kerja adiknya dengan mata yang sembab. Tak lupa penampilannya yang juga berantakan
"Sooyoung-ssi apa yang terjadi" Siwon mencekal lengan Sooyoung saat yeoja itu melewati dirinya. Siwon juga mengenal baik Sooyoung karena yeoja Choi itu merupakan sekretaris adiknya
"Tidak ada. Tolong lepaskan tangan anda Siwon-ssi"
"Tapi kau tidak terlihat sedang baik-baik saja. Apa ada yang bisa kubantu untukmu"
Sooyoung menatap Siwon "Adikmu yang brengsek itu telah melukai harga diriku. Dia memang namja biadab yang pernah kukenal" Ucapnya dingin
"Memangnya apa yang telah Kyuhyun lakukan padamu"
"Kau bisa tanyakan sendiri padanya" Sooyoung menghempas kasar cekalan siwon tadi dan langsung berlari meninggalkan Siwon yang masih berdiri disana.
Karena penasaran Siwon langsung melangkah cepat menemui sang adik
"Kyuhyun" Siwon langsung melenggang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
"Tidak biasa hyung datang kesini"
Siwon menghela nafasnya "Siapa yeoja yang baru saja keluar dari ruanganmu Kyuhyun-ah" Siwon berusaha bersikap lembut agar adiknya ini tidak emosi
"Dia sekretarisku. Tadi dia baru saja mengundurkan diri dari perusahaan ini"
"Tidak Mungkin. Kudengar cara kerjanya bagus"
Kyuhyun mendongak "Hyung tahu darimana kalau cara kerjanya bagus. Buktinya saat Hyung belum datang dia baru saja menyumpahi diriku"
"Tadi Hyung baru berpapasan dengannya. Dan dia bilang kau baru saja melakukan hal yang telah melukai harga dirinya. Apa itu benar"
"Itu hanya dusta nya Hyung. Yang ada dia yang menyumpahi diriku. Bukan aku yang melukai dirinya"
"Tapi dia menangis Kyuhyun" Siwon tetap mempertahankan argumennya pada adik nya yang keras kepala ini
"Mungkin itu hanya akal-akalannya saja. Wanita sekarang mempunyai hal yang picik Hyung. Sudahlah kenapa hyung harus memikirkan dia"
"Tapi Kyu…"
"Hyung Please" Mohon Kyuhyun dengan wajah memelas
Siwon mengangguk "Baiklah". Kyuhyun tersenyum senang. Akhirnya bisa juga mengelabui kakak nya ini. Kyuhyun tidak ingin Siwon mengetahui kejadian sebenarnya bisa habis diceramahi dirinya
TBC
Finally Chapter 3 update. Maaf kalau NC nya ga hot. Insya allah kalau ada NC lagi saya buat yang hot. Terima kasih untuk review chapter kemarin. Untuk chapter ini maaf kalau saya sedikit terlambat, karena saya seorang mahasiswi dan banyak tugas dari dosen dan saya juga baru saja menyelesaikan midtest. Dan saya juga tidak berjanji untuk update kilat nantinya. Sekian dulu cuap2 dari saya. Jangan Lupa Review ne. KyuMin is Real
Kamsahamnida
Sign,
Elfkyumin137
