Title : You Changed My World
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Others
Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort
Rate : M
Warning : Boys Love, Yaoi, Mpreg, Typo(s)
CHAPTER 4
Sungmin memasuki sebuah supermarket. Setelah pulang dari Mall tadi, namja itu berpisah dengan sahabatnya karena harus membeli beberapa kebutuhan yang diperlukannya di Supermarket.
Seorang penjaga laki-laki tersenyum saat Sungmin memasuki supermarket berukuran sedang itu. Pemuda Aegyo itu terlihat memilih-milih beberapa Sayuran yang ada dihadapannya. Setelah mendapatkannya Sungmin segera memasukkan sayuran itu kedalam keranjang. Tidak sengaja Sungmin mendengar sebuah benda jatuh di belakangnya
Pemuda Lee itu mengerenyitkan dahinya kala matanya melihat seorang namja yang sedang kesusahan mengambil beberapa kaleng yang sedang mengelindir. Ada juga yang jatuh tepat di kaki Sungmin. Namja manis itupun langsung mengambil kaleng yang jatuh tadi
"Ini kalengnya" Sungmin menyerahkan kaleng ditangannya tadi pada namja di hadapannya
"Gomawo" namja tadi langsung mengambil kaleng yang ada di tangan Sungmin
"Apa yang terjadi hingga kaleng-kaleng ini berjatuhan?"
"Tadi saya tidak sengaja menjatuhkannya"
Sungmin mengangguk sebentar "Boleh saya bantu. Sepertinya anda kesusahan untuk menyusunnya"
"Apa tidak merepotkan?" Sungmin hanya tersenyum, meletakkan keranjang di tangannya ke lantai dan langsung merebut kaleng di tangan namja tadi. Dengan hati-hati Sungmin menyusunnya agar tidak jatuh
"Terima kasih kembali. Eumm Kim Kibum Imnida" namja yang ternyata bernama Kibum itu mengulurkan tangannya dan langsung disambut hangat oleh Sungmin
"Lee Sungmin imnida. Senang mengenalmu Kibum-ssi"
"Ah tidak usah terlalu formal padaku"
Kedua namja tadi terdiam sebentar sebelum dering handphone Kibum memecah kesunyian. Kibum pun mengambil handphone di sakunya
"Yeobosseo"
'Yeobosseo. Kau ada dimana Chagi'
"Aku sedang di supermarket. Kau sendiri ada dimana"
'Aku dalam perjalanan pulang. Kau ada di Supermarket mana. Biar kujemput'
"Aku akan sms dimana alamatnya. Sudah dulu ya Chagi, aku mau ke kasir sebentar. Annyeong Wonnie"
'Annyeong Kibummie'
PIP
"Maaf kalau membuatmu menunggu lama Sungmin-ah"
"Tidak masalah. Tadi itu orangtua mu yang menelpon"
"Bukan. Dia namjachinguku" Ujar Kibum dengan wajah yang memerah
"Namjachingu? Kau seorang…"
"Yap. Aku Gay Lee Sungmin" Sungmin terkejut bukan main kalau orang di hadapannya ini adalah Gay. Itu tidak masalah memang karena sahabatnya sendiri pun juga Gay.
"Jangan terkejut pada hal yang seperti itu. Aku tahu hal seperti ini memang tabu. Tapi kalau sudah cinta mau bagaimana lagi" kibum melirik arloji hitam di tangannya
"Sepertinya aku duluan Sungmin. Karena sebentar lagi Namjachingu ku menjemput. See You" Kibum melambaikan tangannya kearah Sungmin
"See you too" Sungmin tersenyum pada orang unik seperti kibum. Meski wajah itu terlihat datar ternyata Kibum asyik juga pikirnya
.
.
.
Dentuman music di sebuah Club terbesar yang terletak di Pusat kota Seoul itu terdengar nyaring. Banyak mobil mewah yang berjejer rapi disana. Tak terkecuali juga sebuah Mobil Audi berwarna Silver mewah juga ikut terlihat disana. Dari dalam itu keluar seorang namja bertubuh tinggi seorang diri. Namja itu menunjukkan kartu identitasnya pada seorang penjaga dan langsung dipersilahkan masuk
Seketika itu juga gemerlap lampu menembus retina matanya. Namja tadi memilih duduk di pojok Club dan memesan sebotol Wine untuk menemani dirinya
"Hai" namja tadi mendongak kala gendang telinganya menangkap suara seorang yeoja
"Kau sendiri"
"Hmm"
"Boleh aku menemanimu. Kurasa kau butuh teman"
"Hmm"
Yeoja tadi langsung duduk di sebelah namja itu. Gaun merah diatas lutut nya sedikit tersingkap hingga memperlihatkan paha putih mulus miliknya
"Seo JooHyun Imnida. Kau bisa memanggilku Seohyun. Siapa nama mu Tampan"
"Cho Kyuhyun" Namja yang ternyata Kyuhyun itu hanya menatap Seohyun datar
Dan dengan kurang ajarnya tangan Seohyun membelai sensual dada bidang Kyuhyun
"Kau tampan. Mengapa pergi sendiri"
"Hanya sedang ingin sendiri"
"Aku bisa menemanimu malam ini tanpa dibayar. Sampai pagi pun akan aku temani" Kyuhyun hanya mendengar ocehan yeoja disampingnya. Tanpa dia sadari Seohyun perlahan menipiskan jarak diantara mereka berdua dan
CHUP
Kyuhyun masih terpaku karena yeoja ini dengan beraninya mencium bibirnya. Sedangkan Seohyun, yeoja itu terlihat menikmati Ciumannya walau Kyuhyun tidak membalasnya. Seohyun melumat bibir Kyuhyun penuh nafsu dan mendesah akibat perlakuannya sendiri
"Eungghh Kyuuhh..."
Tangan yeoja tinggi itu mulai mengarahkan tangan Kyuhyun untuk menuju dadanya dan meremas nya sendiri meski menggunakan tangan Kyuhyun
"Eunghh Kyuuhh Ahh"
Tiba-tiba saja Kyuhyun tercengang saat wajah Seohyun berubah menjadi Sungmin. Namja itu memejamkan matanya tapi tetap saja. Wajah Sungminlah terbayang. Kyuhyun pun melepas kasar Ciuman tadi untuk kemudian menggelengkan kepalanya. Entahlah, sejak kejadian tadi malam Kyuhyun merasa otak nya sedikit bergeser. Apalagi ketika terbayang bibir ranum Sungmin
"Kau baik-baik saja?"
Kyuhyun menepis kasar lengan Seohyun "Maaf sepertinya aku harus pulang. Terima kasih telah menemaniku" Kyuhyun mengeluarkan dompet cokelat kulit miliknya dan mengambil beberapa uang Won untuk diberikan pada Seohyun. Tidak lupa juga meletakkan beberapa lembar uang tadi diatas meja untuk membayar pesanannya. Tanpa menghiraukan Seohyun, Kyuhyun langsung melesat keluar dari Club tadi
.
.
.
"Arrgghhh" Teriaknya frustasi. Jalanan yang sepi membuat Kyuhyun bisa berteriak sepuasnya. Sepulangnya dari Club, Namja kelahiran Februari itu menepikan mobil miliknya di pinggir jalan. Kyuhyun sedikit menyandarkan kepalanya yang lelah. Seharian ini pikirannya dipenuhi oleh namja mungil itu
"Kenapa harus namja itu. Aisshh aku masih normal tidak mungkin karena hanya menyetubuhinya Orientasi ku harus berubah" gumamnya
.
.
.
Pagi ini Kyuhyun bangun dengan kondisi berantakan. Kantong hitam samar menghiasi matanya akibat tidur yang tidak terlalu nyenyak. Kyuhyun menatap ngeri wajahnya sendiri karena tidur kurang dari dua jam. Namja tinggi itupun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Selang 30 menit Kyuhyun keluar dengan keadaan fresh. Pria bermarga Cho itu mendekati ranjang yang telah terhampar baju kantor miliknya. Setelahnya Kyuhyun keluar dari kamar mewahnya dan menuruni tangga mansion besar itu
"Kyu, sarapan dulu nak" Kyuhyun menoleh ketika Heechul memanggilnya. Dia melihat Sang Appa yanh sedang membaca koran paginya dan Hyungnya yang sedang memainkan smartphonenya
"Tadi malam kau pulang jam berapa Kyu" Tanya sang Appa setelah meletakkan koran yang tadi dibaca pria berwajah oriental itu
"Seperti biasa Appa"
"Hentikan kebiasaanmu itu Kyu. Kau dan Siwon adalah penerus Cho Corporation" Yap, Hankyung dan Heechul memang sudah mengetahui kebiasaan sang putra bungsunya itu. Meski sudah diperingati berkali-kali tapi Kyuhyun tetap melakukannya.
"Aku pasti akan menghentikannya Appa"
"Tapi kapan Nak. Kau sudah mengucapkan itu beratus kali" Hankyung sudah jengah akan sikap cuek milik Kyuhyun. Anak keduanya itu terlalu keras tidak seperti Siwon
"Appa jangan terlalu khawatir. Apa Appa tidak bosan berbicara ini setiap hari?" Hankyung sudah bersiap menyela sebelum suara sang istri mendahuluinya
"Jangan bahas ini di ruang makan. Lebih baik kalian nikmati sarapan paginya" Ketiga namja diruangan itu langsung melahap sarapan yang dibuat oleh Heechul tanpa bantahan sama sekali
"Bagaimana hubunganmu dengan Kibum, Siwon" Tanya Heechul sesaat setelah wanita cantik itu menghabiskan sarapannya
"Baik Umma"
"Ajakalah dia kemari. Appa dan Umma sudah rindu dengannya" ujar Hankyung
"Aku pasti akan mengajaknya kesini Appa. Tapi untuk sekarang tidak bisa karena dia sibuk dengan skripsi nya"
"Tidak masalah nak" Heechul menepuk pundak Siwon dan menatap Kyuhyun yang masih menikmati sarapannya "Kau sendiri, apa sudah menemukan calonmu Kyu?"
Kyuhyun hanya menggeleng sembari mengunyah makanannya
"Kau sudah dewasa nak. Sudah saatnya mencari pendamping. Appa dan Umma juga membutuhkan cucu" nasehat Hankyung
"Jangan sekarang dulu Appa. Biarkan Siwon hyung menikah terlebih dahulu"
Kyuhyun menghentikan acara sarapannya dan meletakkan alat makannya tadi. Namja itu beranjak dari duduknya. Kyuhyun mengecup kedua pipi Heechul dan Hankyung dan bergegas menuju kantornya
"Hahh" Hankyung memijit pelipisnya "Kapan anak itu akan berubah. Aku sudah pusing karena harus menegurnya berkali-kali"
"Biarkan saja dulu Appa. Aku yakin Kyuhyun pasti berubah. Kita hanya perlu berdoa"
Hankyung mengangguk "Kau benar nak. Terima kasih"
Siwon menatap arloji hitam miliknya "Sepertinya aku harus berangkat ke kantor karena hari ini ada Meeting. Annyeong Umma, Appa" Siwon juga mencium kedua pipi Heechul dan Hankyung dan melangkahkan kaki panjangnya untuk segera bergegas pergi ke kantor
.
.
.
"Wonnie" Siwon hampir terjungkal saat Kibum langsung memeluknya. Tidak biasanya kekasih dinginnya ini bersikap manja padanya
"Ada apa chagi? Sepertinya kau senang sekali?" Siwon mengelus lembut kepala Kibum ketika sudah membalikkan badan
"Aku baru saja lulus ujian skripsi. Dan tinggal menunggu wisuda Wonnie"
Siwon tersenyum senang "Chukkae Chagi. Lalu apa rencanamu selanjutnya"
"Aku akan menggantikan posisi Appa menjadi Dokter di rumah sakit" Ujar Kibum tersenyum sumringah "Kau tahu Won menjadi dokter adalah impian ku sejak dulu. Karena mengobati orang yang sakit adalah pekerjaan mulia. Dan aku juga ingin mengurus kedua orangtua ku sendiri apabila mereka sakit"
"Kalau aku yang sakit bagaimana?"
"Kau punya tangan dan kaki kan. Berobat saja sendiri" Ujar Kibum dengan cueknya
"Yah mana bisa begitu. Kau juga harus mengobatiku Chagi"
Kibum tertawa melihat wajah memelas di hadapannya ini. Seandainya ada Karyawan Siwon yang melihat wajah ini mungkin mereka tidak percaya kalau direktur mereka yang biasa menampilkan wajah tegas bisa juga memperlihatkan wajahnya yang memelas
"Hei aku bercanda. Dan jangan perlihatkan wajah mu seperti itu. Aku jadi sakit perut"Canda Kibum
"Aku akan menghukummu Kim Kibum"
"Dan aku menghajarmu Tuan Cho Siwon"
Mereka berdua tertawa bersama akibat kekonyolan yang mereka perbuat
"Sebagai tanda keberhasilanmu bagaimana kalau kita nanti makan siang bersama"
"Tapi aku ingin makan bulgogi"
"Permintaan dikabulkan. Ayo"
Sepasang kekasih itu keluar bersama dari ruangan kerja Namja bertubuh tinggi itu. Memperlihatkan kemesraan mereka membuat decak iri diantara para Karyawan yang tidak sengaja melihat kemesraan keduanya
.
.
.
Sungmin mengerucutkan bibirnya melihat kemesraan pasangan yang ada di hadapannya ini. Sudah tahu dirinya sendiri dan yang di hadapannya ini malah mesra-mesraan. Sungmin merasa seperti nyamuk kalau begini
"Yah bisakah kalian berdua hentikan tingkah konyol kalian berdua?"
Kedua pasangan tadi menatap wajah Sungmin yang memerah. Wajah itu seperti anak kecil yang kehilangan ibunya dan itu sungguh menggemaskan
"Cari Pacar sana dengan begitu kau tidak akan cemburu melihat kemesraan kami Lee Sungmin" suruh Ryeowook
Pemuda Lee itu ingin sekali menggeplak kepala namja kelahiran bulan Juni itu. Dengan tampang tidak berdosa dia mengatakan hal seperti itu
"Aku tidak mau. Nanti saja"
"Hei Lee Sungmin apa kau tahu Kim Jungmo?" Sungmin hanya mengangguk saat Yesung menanyakan orang yang bernama 'Jungmo' Tadi "Dia anak fakultas seni jurusan Seni musik. Yang kudengar dia menyukaimu Min. Kenapa kau tidak mencoba berkenalan dengannya saja. Barangkali dia mau"
"Aku tidak suka padanya Hyung. Dia terlalu urakan"
"Lalu tipe seperti apa yang kau cari Lee Sungmin"
Sungmin tersenyum cerah tidak lupa menopangkan dagunya di tangan "Aku suka lelaki yang dewasa, memakai Jas,berwibawa dan tidal lupa sayang padaku" Ujarnya
"Dalam mimpimu Sungmin"
"Semoga badanmu bertambah pendek Kim Ryeowook"
Yesung menggelengkan kepalanya. Kedua namja ini meski bersahabat terkadang ada percecokan. Kalau bukan Sungmin yang memulai bisa juga Ryeowook
"Bisakah kalian berdua berhenti. Apa kalian tidak malu dilihat oleh mereka" Tunjuk Yesung pada beberapa mahasiswa yang menatap kearah meja mereka
"Dia yang duluan Hyung" Adu Sungmin
"Dia Hyung" Ryeowook mencoba membela diri
"Aisshh. Lee Sungmin, Kim Ryeowook. Kalian berdua sudah dewasa jangan bertingkah kekanakkan. Lama-lama kepala ku bisa pecah" Ujar namja kepala besar itu frustasi
Sungmin dan Ryeowook terdiam. Suasana hening menyergap mereka. Sungmin yang sibuk dengan pikirannya dan YeWook yang juga sibuk dengan pikiran mereka sampai suara seorang namja mengintrupsi kegiatan mereka
"Permisi apa aku boleh duduk disini karena semua bangku sudah penuh" Sungmin dan Yewook mendongakkan kepala mereka untuk kemudian mengedarkan pandangan mereka ke sekeliling kantin yang memang telah penuh semua
"Ohh maafkan kami Jungmo-ssi. Kau boleh duduk di sebelah Sungmin" Yesung menunjuk bangku kosong di sebelah Sungmin "Tidak apa-apa kan Min kalau Jungmo duduk di sebelahmu" Ujar Yesung dengan ragu.
Sungmin hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bukannya tidak mau hanya saja dia malas sekali kalau harus berdekatan dengan Gitaris band di kampusnya ini
"Si—silahkan" Ucap Sungmin tergagap
Jungmo tersenyum dan langsung duduk di sebelah Sungmin. Ternyata menyenangkan juga duduk di sebelah pujaan hati apalagi Sungmin. Karena Jungmo memang menyukai Sungmin sejak dulu. Sewaktu mereka masih ospek
"Eumm Wook aku duluan Ya. Tadi aku ada janji untuk keruangan Han Songsaenim sekarang"
Ryeowook mengerutkan dahinya. Menatap wajah Sungmin yang sedang memelas. Ryeowook tahu kalau Sungmin tidak suka dengan namja yang sedang duduk di sebelahnya ini
"Baiklah. Hati-hati ya Min" Sungmin langsung beranjak dari duduknya dan membungkuk minta maaf karena tidak bisa lebih lama. Setelahnya namja bertubuh mungil itu berlari keluar dari kantin kampus
"Haah….haah" Sungmin menarik nafas nya dalam-dalam. Berlari cepat membuat tenaganya terkuras. Janji dengan Han Songsaenim sebenarnya hanya akal-akalannya dan Sungmin sangat senang saat tahu Ryeowook paham dengan kodenya
"Daripada bersembunyi terus lebih baik aku Caffe Eunhyuk saja" Gumamnya
.
.
.
Kyuhyun menghempas dokumen diatas meja itu kasar. Pikirannya saat ini sangat kalut sekali. Dan kalian pasti tahu siapa yang telah memenuhi pikiran namja tampan itu. Siapa lagi kalau bukan Sungmin. Rupanya Namja Lee itu sudah memenuhi sebagian otak Cho Kyuhyun ini.
"Kenapa aku jadi malah menginginkannya lagi. Astaga apa yang terjadi pada diriku" Kyuhyun menepuk-nepuk kepalanya sendiri tanpa tahu pintu pintu ruangannya terbuka menampakkan seorang Namja berwajah mirip ikan menatap heran padanya
"Yah Kyu apa kau gila dengan menepuk-nepuk kepalamu sendiri"
Kyuhyun tersentak saat perilaku konyolnya ketahuan namja di hadapannya ini "Apa yang kau lakukan disini. Dan tadi kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu"
Donghae duduk dengan cueknya "Yang kulakukan disini karena ingin mengajakmu makan siang di Caffe kekasihku" Ujarnya tanpa menghiraukan Kyuhyun yang sedang menatapnya tajam
"Aku sedang sibuk Hyung"
"Jangan sibuk berkencan dengan Dokumen Kyu. Ayolah sesekali kita makan siang bersama"
Kyuhyun menghela nafas sebelum memperbaiki penampilannya "Baiklah. Ayo"
"Yeay. Terima kasih Cho Kyuhyun" sorak Donghae
.
.
.
Kyuhyun menepikan mobil nya di pinggir jalan. Namja itu keluar bersamaan dengan namja yanh duduk disebelah bangku kemudi
"Aku seperti pernah kesini. Tapi kapan ya?"
Donghae menengok Kyuhyun yang hanya berdiam diri "Yah Cho Kyuhyun sampai kapan kau akan berdiri dengan tampang bodohmu disana. Cepat masuk" Perintah Donghae
Kyuhyun menatap pemuda di depannya tajam. Berani sekali memerintah dirinya
"Siapa kau hingga berani memerintahku"
Donghae menggaruk kepalanya "Yaissh sudah lupakan saja. Ppalli Kyu" Dengan perasaan kesal campur aduk Kyuhyun mengikuti Donghae yang sudah berjalan terlebih dahulu di depannya
"Kau mau pesan apa Kyu?" Tanya Donghae
Kyuhyun membuka menu yang tersedia "Kimchi dengan Air putih saja. Aku sedang malas makan hari ini" Ucapnya seraya menyandarkan tubuh di bangku
Donghae mencebikkan bibirnya "Malas makan? Tumben sekali" gumamnya
"Apa yang kau bicarakan barusan Tuan Lee Donghae" rupanya Kyuhyun mendengar gumaman tidak jelas itu hingga menegur Donghae
"Tidak ada" Donghae mengedarkan pandangannya ke sekeliling Caffe dan menemukan seorang pelayan yang dikenalnya
"Yah Jinki-ah kemari"
Namja bernama Jinki itu menghampiri bangku Donghae dan Kyuhyun
"Eoh Donghae Hyung. Tumben sekali berkunjung kemari"
"Hanya ingin makan siang sekaligus menemui Eunhyuk tentunya" Donghae tertawa pelan membuat namja yang sedang duduk di depannya itu membuat ekspresi serasa ingin muntah
"Hentikan wajah mesummu itu Lee Donghae"
"Kau lebih mesum dariku Cho" Sembur Donghae
Donghae menepuk kepalanya sendiri seakan teringat mengapa dia memanggil namja bernama Jinki ini
"Tolong kau serahkan pesanan ini ke dapur"
"Oke. Mohon ditunggu sebentar Hyung"
Kyuhyun menatap Donghae seakan ingin tahu mengapa Donghae bisa akrab dengan namja tadi
"Hyung kau kenal dengan namja tadi?"
Donghae mengangguk "Tentu saja. Dia sepupu jauh Eunhyuk, kekasihku yang mempunyai Caffe ini. Dia bernama Lee Jinki atau biasa dipanggil Onew" Kyuhyun hanya ber-oh ria mendengarnya
"Lalu apa yang dilakukannya disini"
"Dia bekerja paruh waktu sambil mengisi waktu kuliahnya. Daripada punya waktu kosong lebih baik digunakan untuk bekerja dan bisa mendapat Uang"
"Dia disini bersama siapa Hyung"
"Sendiri. Kedua orangtua nya di Busan. Tapi yang kudengar dia pindah dari Apartemen kecilnya ke rumah Eunhyuk" sekali lagi Kyuhyun hanya mengangguk mendengarnya. Namja itu melihat ke sekeliling Caffe. Sedikit terkejut saat retina matanya menangkap siluet tubuh seseorang yang sangat dikenalnya
"Lee Sungmin" Donghae mengerenyitkan dahinya saat Kyuhyun menyebut nama Sungmin
"Kau kenal dengan Sungmin, Kyu?" Tanya Donghae dengan ekspresi penasaran
"Ti-tidak. Aku tidak mengenalnya"
"Tapi aku mendengar kau menyebut nama nya Kyu"
"Mungkin Hyung salah dengar"
Donghae menggeleng. Dia tidak mungkin salah dengar dan dia juga yakin kalau Kyuhyun menyebut nama Lee Sungmin. Tapi mengapa Kyuhyun tidak mau mengaku pikirnya.
"Ehemm pesanannya sudah datang. Silahkan dinikmati Hyung" Donghae tersentak saat Jinki sudah meletakkan pesanan mereka
"Gomawo Jinki-ah"
"Saya permisi kebelakang Hyung"
"Ne"
Kyuhyun hanya menatap datar makanan dihadapannya. Berbeda dengan Donghae yang sudah menikmati makanannya. Kyuhyun sudah tidak bergairah menyantap makanannya dia lebih tertarik untuk menyantap hidangan yang lebih menantang. Kalian pun pasti tahu apa maksudku?
"Kyu kenapa tidak dimakan" Tanya Donghae ketika dia melihat Kyuhyun hanya menatap makanan itu "Entahlah Hyung tiba-tiba selera makanku hilang"
"Hei kau sudah memesan lebih baik cepat dimakan"
"Aku lebih berselera memakan hidangan lain Hyung"
Donghae mengerutkan dahinya "Kenapa tidak memesan saja"
"Haisshh Hyung tidak mengerti"
Donghae memang tidak mengerti akan ucapan ambigu Kyuhyun.
"Lalu makanan itu akan kau biarkan saja" Omel Donghae
"Kalau mau Hyung bisa memakannya"
Donghae mendelik "Yah aku sedang dalam proses diet. Jangan kau tawari makan yang banyak"
Kyuhyun hanya menatap namja Lee itu datar tanpa berniat menyahutnya. Tanpa Donghae ketahui , mata Kyuhyun sedikit mengarah ke Sungmin. Gairah nya meledak begitu melihat namja itu tersenyum. Meski duduk di pojok Kyuhyun masih dapat menatap namja itu
"Kyu menurutmu hadiah apa yang pantas untuk kuberikan pada Eunhyuk" Kyuhyun mengalihkan pandangan nya pada Donghae ketika namja itu bertanya padanya
"Terserahmu Hyung"
"Yaish aku minta saranmu karena sebentar lagi dia Ulang Tahun"
"Kau bisa memberikan jam tangan, mobil atau kau juga bisa melamarnya mungkin"
"Melamar? Orang tuaku sedang di London. Dan kau menyuruhku melamar Eunhyuk. Apa kau gila? Seru Donghae
"Astaga. Kau sudah besar dan kau juga bisa melamar pacarmu itu sendiri tanpa harus datang dengan orang tua"
"Tapi rasanya kurang kalau orang tua tidak datang"
"Lalu kau mau apa. Kenapa kau hari ini cerewet sekali Lee Donghae. Meminta saran padaku tapi kau sendiri malah tidak setuju"
"Saranmu yang tadi memang bagus Kyu. Tapi alangkah baiknya kalau orang tuaku juga datang Hehe.." Cengir Donghae. Dan Kyuhyun hanya mendecih
"Kalau begitu kau menyewa orang suruhan untuk menjadi orang tua mu agar bisa melamar kekasihmu itu selama orang tua mu tidak ada" Jawab Kyuhyun asal
"Kau masih waras bukan Cho Kyuhyun"
"Aku masih waras Lee Donghae"
"Dan kenapa saranmu tidak berguna sama sekali"
"Kalau begitu tidak usah minta saran padaku"
Donghae menopangkan tangannya di meja "Lalu apa yang harus kuberikan padanya. Aku ingin memberikan kenangan berkesan di hari ulang tahunnya"
Kyuhyun sedikit kasihan melihat wajah frustasi namja yang sering dijuluki Fishy itu. Namja tinggi itu menjentikkan jarinya saat ide terbaik sudah di dapatnya
"Aku ada ide Hyung"
"Pasti tidak bermutu lagi" Gerutu Donghae
"Aishh dengarkan dulu" Kyuhyun mendongakkan kepala Donghae agar menatapnya
"Kau bisa memberikannya Suprise. Misalnya mengajaknya berkencan di Outdoor dengan Musik Waltz. Pasti dia akan senang"
Donghae sedikit berpikir sebelum menerjang Kyuhyun "Ah Terima Kasih Cho Kyuhyun. Kukira otakmu hanya menyarankan ide yang Konyol- konyol saja"
"Aku tidak sepertimu Hyung" delik Kyuhyun. Namja itu menatap arloji nya "Sepertinya aku harus balik ke kantor lagi Hyung. Setengah jam lagi aku ada Meeting"
"Oke. Tunggu disini sebentar"
Kyuhyun menatap Donghar yang berjalan meninggalkannya. Tidak lupa namja berwajah datar itu menatap Sungmin yang masih duduk disana. Perasaan berdebar itu Kyuhyun rasakan. Menggelengkan kepalanya sedikit berpikir apakah dirinya sudah waras atau tidak
"Kyu kau baik-baik saja" Tanya Donghae karena melihat Kyuhyun yang menggelengkan kepalanya
"Aku baik-baik saja. Lebih baik kita pulang"
"Baiklah"
.
.
.
Kyuhyun menghempaskan badannya ke kasur empuk miliknya. Berkutat terlalu lama pada dokumen membuatnya lelah juga. Namja itu bangkit dari berbaringnya, melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri
Tidak beberapa lama Kyuhyun keluar dari kamar mandi. Namja itu membuka lemari untuk mengambil satu stel Piyama. Piyama baby blue menjadi pilihanya. Setelahnya Kyuhyun berbaring kembali untuk bersiap menuju alam Mimpi
.
.
.
"Aahh...ahhh...ohh..Faasteerhh" Desahan seorang namja mengalun keras di sebuah kamar luas
"Kkauu semptiihh sayanggghh"
"Oohh Ku..mohonnnh le...biihh cepaatthh"
"AHH" namja yang berada diatasnya menyeringai senang saat sudah menemukan prostat namja di bawahnya.
"Uuhh...aahh...ohhh..ohh"
"Kkau yangh terbaikhh Chagii"
"Kau juga Kyu Ohh"
Merasa bosan dengan posisi tadi. Kyuhyun memerintahkan namja dibawah nya untuk berganti posisi
"On Top Min. Aku ingin kau berada diatasku" Kyuhyun menjilat sensual telinga namja bernama Sungmin itu.
"Ahh...ahh...ohh kkau memenuhii Ku Kyuu" Sungmin merasa posisi on top membuat kejantanan Kyuhyun semakin masuk dalam hole sempit miliknya
"Kau mencoba Dirty talk baby"
"Ahh tidaakhh...aku..ohh..mengatakan yang sejujurnya..Ahh" untuk yang kesekian kalinya prostat Sungmin ditumbuk kejantanan Kyuhyun
"Uhh…..ahh…ohh..aahhhh"
Kyuhyun menatap Sungmin yang terlihat seksi apalagi dengan peluh yang menghiasi tubuhnya. Tidak lupa bibir shape M itu mengeluarkan desahan yang mengalun indah
"Ahh….Jangaanhh…kkauu…ketatkanhh…hole mu Minhh….ohhh"
Sungmin terus mempercepat gerakannya agar klimaks cepat sampai karena dirinya sudah terlalu lelah
"Aakuu…hampirrhh…Kyuhh"
"Bersama..chagiihh"
"Ahh"
Desahan panjang tadi menutup kegiatan panas yang sudah dilakukan selama berjam-jam itu
"That's a great sex. Thank you Min"
"You're Welcome" Sungmin mengecup singkat bibir tebal Kyuhyun
.
.
.
"Kau memang indah Min" gumamnya
Kyuhyun mengerutkan dahinya saat tidak mendapati jawaban dari orang yang dipanggil nya 'Min' itu.
"Min" panggilnya
"Min" Kyuhyun meraba tempat tidur sampingnya hingga
BUKK
"Aww"Ringis Kyuhyun dan secara tidak sengaja pula tadi Kyuhyun berguling ke samping tempat tidur hingga membuatnya terjatuh
"Hah ternyata yang tadi itu hanya mimpi. Tapi berasa nyata sekali. Dan ini…." Kyuhyun menatap bagian selatannya yang sedikit mengembung "Kenapa harus ereksi lagi?"
"Sepertinya aku memang harus bermain solo" gumamnya
TBC
Hai saya kembali setelah hampir dua bulan menghilang. Maaf karena kemarin itu saya sibuk dengan tugas dan baru saja selesai Final test. Sebenarnya saya sedih pas baca review dari readers untuk saya supaya
Jadi hari ini permintaan dari Readers sekalian saya kabulkan dengan update ff ini. Mari kita sama-sama ucapkan #HappyKyuMinDay #HappyJOYDay. Terlambat sehari namun Insya Allah masih barokah. Kita doakan semoga Papa Kyu bisa menjemput kebahagiaannya dengan menikahi Mama Min dan Mama segera menulis surat cerai buat Istri bunglon-Nya.
Sekian dari saya. Jangan lupa review ne
Kamsahamnida
Sign,
Elfkyumin137
