Title : You Changed My World

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Others

Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort

Rate : M

Warning : Boys Love, Yaoi, Mpreg, Typo(s)

CHAPTER 5

"Akhirnya kita kembali ke Seoul lagi Yeobo"

"Apa kau sudah merindukan Sungmin?"

Leeteuk mengangguk "Tentu saja. Beberapa hari di jepang membuat ku merindukan putera kita yang manis itu" Ujarnya

"Sebentar lagi kita juga akan melihatnya Yeobo. Bagaimana kabarnya Sungmin selama kita tinggal?"

"Entahlah. Semoga dia baik-baik saja"

"Semoga saja"

.

.

.

"Min...Lee Sungmin" Panggil Ryeowook

"Ada apa Wook"

Ryeowook melangkah mendekati Sungmin "Itu kemarin Jungmo menitipkan surat padaku. Dan dia memaksa ku agar kau membaca surat ini" Ujarnya sambil menyerahkan sepucuk surat pada Sungmin yang sudah diambilnya dari dalam tas

"Memangnya ada urusan penting apa di dalam surat ini?"

Ryeowook mengendikkan kedua bahunya "Entahlah. Dia hanya ingin kau saja yang membaca surat itu" Ujarnya

Sungmin pun mulai membuka surat beramplop baby blue itu. Dan membaca nya dengan seksama

To : Lee Sungmin

Hai. Aku tahu mungkin kau belum terlalu mengenalku. Aku Kim Jungmo, anak fakultas seni. Kau teman dari Yesung bukan? Hehe. Melalui surat ini sebenarnya aku ingin menyampaikan sesuatu padamu. Aku menyukaimu Sungmin. Aku tahu ini terdengar lancang tapi aku juga tidak ingin memendamnya terlalu lama. Kalau kau mau menjawab surat ini, kau bisa menemui ku diatap Kampus jam satu siang ini. Sekian

From : Kim Jungmo

Sungmin menutup surat yang dibacanya tadi. Dia melihat Ryeowook yang menatapnya dengan tatapan penasaran

"Apa isinya Min?"

"Dia menyukai ku Wook. Dan dia juga ingin bertemu denganku di atap kampus jam satu siang"

Ryeowook membulatkan mata "Menyukai mu?"

"Emm"

Ryeowook langsung memeluk Pemuda Lee itu erat "Huaa Chukae Lee Sungmin. Akhirnya sebentar lagi kau akan mempunyai kekasih"

Sungmin melepas pelukan Ryeowook "Siapa yang bilang kalau aku juga menyukainya?" namja aegyo itu menatap Ryeowook tajam "Aku tidak menyukainya Kim Ryeowook" Sambung Sungmin lagi

"Tapi dia menyukaimu Min"

"Tapi aku tidak"

"Lalu kau menyukai siapa?"

Sungmin mengendikkan bahu nya "Entahlah. Aku juga tidak tahu" ujarnya polos

"Aishh terserahlah. Lalu kau akan menjawab apa padanya?"

"Mungkin aku akan mengatakan kalau aku tidak ingin berpacaran dulu. Karena aku juga tidak ingin menyakiti hati namja sebaik dia"

Ryeowook mengangguk "Yap kau benar. Hwaiting Min"

"Gomawo Ryeowokkie"

.

.

.

Sungmin menarik nafas perlahan ketika rasa gugup mendera dirinya. Namja mungil itu memegang knop pintu dan membukanya perlahan. Mata bulat itu melihat seorang namja yang sedang berdiri membelakanginya. Sambil memberj support untuk dirinya sendiri, Sungmin mulai melangkah mendekati Jungmo

"H-hai" Sapa Sungmin dengan suara bergetar

Jungmo membalikkan badannya "Eoh Sungmin. Kukira kau tidak akan datang"Ujarnya

"Mian. Tadi ada sedikit kesibukan"

"TIdak masalah. Sebaiknya kita duduk disana dulu" Tunjuk Jungmo pada sebuah kursi panjang.

"Emm apa kau sudah menerima suratku?"

"Aku sudah menerima dan membacanya" Jawab Sungmin pelan

Jungmo menatap Sungmin "Lalu apa jawabanmu?"

"Maaf Jungmo-ssi aku tidak berniat mengecewakanmu hanya saja aku belum memikirkan hubungan yang terlalu jauh dan aku juga menyukai seseorang" sesal Pemuda Manis itu. Entahlah apakah lontaran ia tengah menyukai seseorang benar atau tidak karena hanya Sungmin yang tau itu semua.

Wajah Jungmo berubah muram "Benarkah?"

"Aku benar-benar minta maaf. Mungkin kau bisa mencari penggantiku yang lebih baik lagi"

"Baiklah. Aku juga tidak bisa memaksamu. Harusnya aku yang minta maaf"

Sungmin tersenyum "Tidak apa-apa"

"Sebenarnya ini sedikit mengecewakan. Tapi mau bagaimana lagi. Aku juga tidak membuat kau kecewa padaku"

Sungmin diam tidak menjawab perkataan Jungmo. Akhirnya perasaan lega datang juga.

"Aku pergi dulu Jungmo-ssi. Kau tidak marah kalau aku tinggal sendiri bukan?"

"Hei aku tidak marah. Lagipula aku juga sedang ingin menenangkan diriku. Kau boleh pergi"

"Gomawo Jungmo-ssi"

Sungmin berlari meninggalkan Jungmo yang masih berdiri disana tanpa berniat berbalik ke belakang

.

.

.

"Chagiya"

Eunhyuk yang saat itu sedang membersihkan Caffenya langsung menghambur ke pelukan Donghae ketika kekasihnya itu datang berkunjung

"Hae-yah. Bogoshippo"

"Nado Chagi"

"Aku sudah disini beberapa hari yang lalu. Kenapa kau baru kemari? Apa kau sudah lupa denganku?"

Donghae mencium pucuk hidung Eunhyuk gemas "Aku kemarin datang kesini Chagi. Apa Onew tidak memberitahumu?"

"Si Ayam itu tidak mengatakan apapun padaku. Pantas saja kemarin itu dia terus-terusan menggodaku. Lalu kenapa tidak kau sendiri saja yang mendatangiku?"

"Kemarin aku bersama sahabatku kesini. Karena dia sibuk jadilah kami pulang"

Eunhyuk menghela nafas "Kau kesini bersama siapa?"

"Sendiri"

"Lalu apa yang kau lakukan disini"

"Aku ingin mengajakmu berkencan. Kau sedang tidak sibuk kan?"

Eunhyuk menggaruk kepalanya "Sebenarnya tidak. Tapi-."

"Nanti aku yang akan minta ijin pada orang tuamu. Kau bersihkan dulu dirimu" Ujar Donghae seraya mendorong tubuh kurus Eunhyuk.

"Tapi Hae-"

"Tidak ada tapi-tapian Lee Hyukjae atau kau kucium disini"

"Dasar Mesum" Semprot Eunhyuk dan Donghae hanya tertawa lebar mendengarnya

.

.

.

"Apa kau sudah mendapatkan calon Sekretaris kita yang baru Lee Taemin?"

Taemin menunduk ketakutan "Belum sajangnim"

"Lalu. Kau tau aku tidak bisa bekerja tanpa sekretaris" ujar Kyuhyun dengan nada suara meninggi. Dia kesal bagaimana bisa karyawannya ini belum mendapatkan sekretaris untuknya

"Tapi yang melamar perempuan semua sajangnim"

"Aku tidak peduli. Yang jelas kau harus mencari laki-laki. Aku tidak mau tau kalau besok masih belum ada, Kau akan kupecat. Mengerti"

"Mengerti Sajangnim"

"Kau keluar sekarang" tanpa diperintah dua kali Taemin langsung keluar dari ruangan yang membuat tubuhnya panas dingin itu. Kyuhyun kembali merutuki cara kerja karyawannya tadi. Apa susahnya mencari sekretaris laki-laki pikirnya.

Memang semenjak Sooyoung mengundurkan diri, Kyuhyun belum mendapatkan sekretaris pengganti jadilah namja itu harus menghandle pekerjaannya sendiri tanpa bantuan orang lain.

.

.

.

Kyuhyun membaca dokumen yang menumpuk itu dengan seksama. Sesekali membenarkan letak kacamata nya yang melorot

TOK TOK

Namja itu mengalihkan pandangan dari dokumen ke pintu ketika mendengar ada yang mengetuk. Kyuhyun pun meletakkan dokumennya ke atas meja

"Masuk" Titah Kyuhyun

Taemin melangkah masuk ke dalam ruangan Kyuhyun. Dengan gugup yeoja berkacamata itu berdiri di hadapan Kyuhyun

"Calon sekretaris baru yang anda pinta sudah datang Sajangnim"

Kyuhyun menaikkan alisnya "Cepat sekali. Kau sedang tidak berbohong padaku bukan?" ujarnya sedikit menatap tajam Taemin

"Tidak Tuan. Tadi dari bagian HRD menerima sebuah lamaran pekerjaan. Dan dia juga seorang laki-laki"

"Lalu dimana dia"

Taemin menunjuk arah belakangnya "Sedang menunggu diluar Sajangnim"

"Suruh masuk" Perintah Kyuhyun

Taemin langsung membalikkan badannya sesaat telah menerima perintah Kyuhyun.

Namja berwajah dingin itu mendengar derap langkah seseorang. Dia melihat seorang namja masuk bersamaan dengan Taemin. Dia mengerenyitkan dahinya ketika menatap penampilan sekretaris barunya itu. Baju yang dimasukkan dengan rapi, celana diatas perut, dasi yang terlalu mengikat leher, rambutnya yang licin dan tidak lupa kacamata tebalnya. Benar-benar rapi lah.

"Siapa namamu" Tanya Kyuhyun dengan mata tajam nya

"Choi Minho Sajangnim"

"Sejak kapan kau memasukkan lamaran disini"

"Baru hari ini Sajangnim. Tadi bagian HRD menyuruh saya untuk langsung masuk kesini. Dan kebetulan tadi saya bertemu nona ini" Ujarnya sedikit gugup. Bagaimana tidak gugup, Kyuhyun terlalu menatap nya intens dari atas sampai ke bawah

"Ooo" Kyuhyun hanya mengangukkan kepalanya. Sesekali dia meneliti penampilan Minho dan Taemin. Bagaimana bisa sama seperti itu pikirnya

Yang di pandang hanya tersenyum kikuk "Apa ada yang salah dengan penampilan saya Sajangnim" Tanyanya.

Kyuhyun tersenyum tipis "Tidak ada. Hanya saja penampilanmu tidak lebih dengan yeoja yang sedang berdiri di sebelahmu itu" Minho menoleh menatap Taemin yang juga menatapnya "Dia Lee Taemin. Kepala bagian di perusahaan ini. Jadi dia juga atasanmu Minho" Minho kembali membalikkan badannya ketika Kyuhyun bersuara

"Oh Nde. Jadi kapan saya mulai bekerja Sajangnim"

"Mulai hari ini. Biar Taemin yang akan menunjukkan ruanganmu. Kalian berdua boleh keluar"

"Terima kasih Sajangnim" ujar keduanya setelah sebelum nya membungkukkan badan terlebih dahulu

.

.

.

"Haah...haah" Sungmin terus menarik nafasnya. Sejak dari atap kampus tadi, Ia terus berlari sampai ke bawah hingga ke halaman kampus. Namja itu berniat membolos untuk mata kuliah selanjutnya. Kaki mungil itu terus melangkah gesit keluar dari area Kampus. Sesekali namja itu meniup kedua tangannya ketika rasa dingin menyergap tubuh mungilnya.

"Setelah ini aku harus kemana ya?" Sungmin sedikit berpikir untuk tujuannya hari ini. Tidak lama pemuda berumur 20-an itu menjetikkan jari dirasa ide telah di dapat

"Sepertinya aku tahu harus kemana" gumamnya dan kembali melanjutkan perjalanannya

.

.

.

"Eunhyukkie" Teriak Sungmin dari luar

Namja itu mengerutkan dahinya saat bukan Eunhyuk lah yang keluar melainkan, Ibu dari pemuda Gummy smile itu

"Eoh Ahjumma. Mana Eunhyukkie"

Junsu tertawa pelan "Dia sedang pergi dengan Donghae. Apa Eunhyuk tidak memberitahumu nak?"

"Tidak" Ucap Sungmin dengan gelengan kepala

"Begitu ya. Lebih baik kau masuk saja. Cuaca diluar sangat dingin. Ahjumma takut kau sakit. Ayo" Junsu menarik tangan mungil itu untuk masuk ke dalam Caffe nya. Seketika rasa hangat menjalar ke tubuh Sungmin dan membuat namja itu sedikit nyaman

"Kau mau apa? Biar Ahjumma buatkan spesial untuk Sungminnie yang manis"

Sungmin tertawa lebar hingga memperlihatkan gigi kelincinya "Hot Chocolate saja Ahjumma" Ujarnya girang

"Oke. Tunggu disini sebentar" sepeninggal Junsu, Sungmin membuka smartphonennya. Memang sejak tadi smartphone itu sengaja dimatikan agar tidak ada yang menghubungi Sungmin. Beberapa pesan masuk Sungmin dapat ketika handphone itu baru menyala. Bahkan ada juga yang darj Ryeowook

"Kau Lee Sungmin kan?" Sungmin menengadahkan kepalanya yang sedari tadi menunduk. Ia membulatkan matanya kala menatap orang di hadapannya ini

"Kibum" Sungmin berdiri dari duduknya dan langsung memeluk namja itu erat "Apa kabarmu Kibummie?"

"Aku baik. Kau sendiri?" Tanya Kibum seraya melepas pelukan Sungmin dan duduk di hadapan pemuda itu.

"Aku juga. Apa yang kau lakukan disini?"

Kibum tersenyum "Perutku lapar. Jadi aku makan disini" ujarnya

"Apa kau sudah memesan. Biar kupanggilkan pelayan" Sungmin berniat bangkit dari duduknya tapi tangan Kibum menahan lengan Sungmin untuk tidak pergi

"Tidak usah. Tadi kebetulan aku sudah memesan. Sebenarnya aku duduk di dekat pintu sana. Namun ketika melihatmu jadilah aku pindah kesini" Jelas Kibum

"Tapi kenapa aku tidak melihatmu" Tanyanya dengan wajah yang polos

Kibum tertawa lebar "Jelas saja kau tidak melihatku bukankah tadi kau sedang berbicara dengan seorang Ahjumma" Ucap Kibum sedikit gemas. Pemuda salju itu bingung bagaimana bisa ada namja semanis dan secantik Sungmin. Pasti Tuhan kehilangan salah satu bidadari pikirnya

"Kau benar Hehehe" Cengir Sungmin

Hening. Sungmin memilih fokus pada smartphone ditangannya, sedangkan Kibum mulai membuka buku tebal yang diambil dari dalam tasnya. Tidak lupa juga namja itu mengeluarkan sebuah kacamata baca. Keduanya masih fokus pada kegiatan masing-masing sampai suara Junsu menyentak mereka.

"Ini pesananmu Min. Hot Chocolate special dari Caffe ini. Cobalah" Sungmin menyesap sedikit cairan berwarna cokelat itu. Seketika rasa hangat dan manis membasahi kerongkongannya. Apalagi udara diluar sangat dingin.

"Bagaimana?" Junsu menunggu dengan sabar komentar yang akan keluar dari bibir mungil itu "Tetap enak seperti biasanya. Ahjumma yang terbaik" Sungmin mengacungkan kedua jempolnya dihadapan yeoja paruh baya yang wajahnya masih terlihat cantik. Junsu tersenyum dan sedikit mengerenyit melihat namja yang duduk di hadapan Sungmin "Nugu Min?" Tanya Junsu

"Dia Kim Kibum. Temanku Ahjumma" Sungmin menjawab pertanyaan Junsu yang dilontarkan padanya "Kibum kenalkan dia Lee Junsu. Umma dari sahabatku sekaligus pemilik caffe ini" Kibum berdiri dan menjabat Wanita cantik itu "Kim Kibum imnida"

Junsu menyambut tangan Kibum "Lee Junsu imnida. Senang bertemu denganmu nak" Ujar Junsu ramah

"Saya juga senang bertemu denganmu Ahjumma" Kibum tersenyum lebar dengan menatap Junsu di depannya

Junsu menatap Sungmin "Baiklah, Ahjumma tinggal ke belakang dulu. Masih ada yang harus Ahjumma kerjakan" kedua pemuda manis itu menatap Junsu yang sudah melangkah meninggalkan mereka. Sampai Sungmin melihat kearah pintu Caffe. Mata bulat itu membulat penuh kala retinya nya menangkap sosok yang sangat dikenalnya. Foxy bening itu menatap sosok yang tengah berjalan sendiri itu sedang duduk di pojok Caffe yang menghadap Jendela.

"Siapa yang kau lihat Min?" Sungmin tersentak dari lamunannya "A—ku tidak melihat siapa-siapa Kibum"

Kibum hanya menangguk dan kembali duduk tanpa tahu Sungmin tengah mengepalkan kedua tangannya erat sembari menatap sosok itu. Sosok yang sangat dibencinya. Sosok yang telah merengut harga dirinya di malam nista itu. Malam yang tidak akan pernah Sungmin lupa, sungmin mengusap wajahnya kasar dan menatap Kibum yang masih sibuk dengan bukunya

"Kibum aku permisi pergi ke toilet"

"Mau kuantar?" Tawar Kibum

"Tidak perlu. Aku bisa pergi sendiri" Ujar Sungmin

"Baiklah"

.

.

.

Kyuhyun sebenarnya sudah tahu kalau Sungmin sedari tadi terus menatapnya. Hanya saja namja itu berusaha cuek ketika Sungmin menatap benci kearahnya. Bahkan saat Sungmin meninggalkan kursinya, Kyuhyun juga terus menatap gerak-gerik pemuda manis itu hingga menghilang dari balik tembok Caffe. Kyuhyun pun beranjak dari duduknya dan berjalan perlahan mengikuti langkah Sungmin. Obsidian tajamnya menangkap Sungmin tengah memasuki toilet.

"Bahkan untuk pergi ke toilet yeoja pun dia masih bisa karena wajahnya memang seperti yeoja" gumam Kyuhyun tanpa menghentikan langkahnya.

Sungmin berdiri lama di depan wastafel toilet. Sesekali menghembuskan nafasnya. Pemuda itupun mengambil air di tangannya dan mengusap ke seluruh wajahnya. Mengingat sosok Kyuhyun yang dilihatnya tadi membuat emosinya kembali naik apalagi setelah malam nista yang tidak pernah terlupakan tersebut. Sungmin pun bangkit dari acara menunduk nya berniat untuk ke luar dari toilet. Tapi niat tersebut harus dikuburnya dalam-dalam kala matanya menemukan sosok yang tidak ingin ditemuinya itu.

"Hai" Sapa Kyuhyun

Sungmin menatap Kyuhyun tajam. Pria manis itu melangkah secepat yang ia bisa menghiraukan Kyuhyun yang berdiri di depannya

GREEP

Sungmin menoleh saat dengan lancangnya Kyuhyun mencekal lengannya. Tidak lupa seringaian milik namja itu juga.

"Lepaskan tanganmu itu Cho" Delik Sungmin.

Kyuhyun menyeringai "Kukira kau sudah melupakan namaku. Apa saat malam itu kau justru malah menikmati nya Manis?" Kyuhyun mengusap sensual pipi putih milik Sungmin.

"Jangan berbuat kurang ajar padaku atau aku akan berteriak" Ancam Sungmin. Pemuda berwajah manis itu terus berusaha menyingkirkan tangan Kyuhyun.

Disaat Sungmin masih lengah dengan kesibukannya, Kyuhyun menarik pinggang namja itu dan mendekapnya erat.

"Apa yang kau lakukan!" Teriak Sungmin

Kyuhyun mengendikkan bahu "Entahlah. Melanjutkan yang kemarin mungkin" bisik Kyuhyun. Lidah namja itu perlahan keluar dan menjilat pelan telinga Sungmin. Membuat Sungmin bergerak resah dalam dekapan erat Kyuhyun.

"Eungh…lepp…ashhh" Sungmin semakin meronta. Namun tentu saja akan semakin sia-sia karena Kyuhyun terlalu mendekap erat seluruh tubuhnya.

"Tidak akan sayangku"

BRUK

Kyuhyun menghempaskan tubuh Sungmin ke tembok terdekat. Tidak lupa namja itu mengangkat kedua tangan Sungmin ke atas kepala dan mengunci erat tubuh mungil itu hingga terkunci sepenuhnya.

"Kau tahu sejak malam itu aku jadi semakin menginginkan dirimu. Menginginkan kau mendesah nikmat di bawahku. Dan aku pun tahu ini memang aneh, kurasa kau candu bagiku Baby"

CHUP

Kyuhyun mengecup lama bibir Sungmin sedangkan pemuda itu membulatkan mata menerima perlakuan itu. Sungmin semakin menggerakkan tubuhnya saat dengan berani Kyuhyun melumat bibir mungilnya.

"Hikss…lepp..assh….hiksss" Butiran bening jatuh dari foxy bening itu. Sungmin memejamkan matanya erat kala ingatannya kembali ke malam itu. Tubuh namja itu bergetar ketakutan di bawah kuasa Kyuhyun.

Pemuda bertubuh tinggi itu menghiraukan Sungmin yang meronta padanya. Namja Tampan tersebut semakin memperdalam ciuman sepihak diantara mereka. Dengan berani pula Kyuhyun menghisap bibir itu hingga bengkak sepenuhnya. Tidak diperdulikan Sungmin yang sudah menangis hebat karenanya. Entah karena terlalu fokus pada ciumannya membuat Kyuhyun sedikit melonggarkan pegangannya pada kedua tangan Sungmin.

"Brengsek Kau. Aku membencimu Cho Hikss" Sungmin mendorong tubuh tinggi Kyuhyun setelah berhasil meloloskan diri. Pemuda Aegyo itu lekas berlari keluar dari toilet meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di tempat

"Astaga, apa yang kulakukan. Arghh sial" Kyuhyun mengusap wajah nya kasar dan menyusul Sungmin yang sudah lebih dulu keluar dari toilet.

.

.

.

Kibum sesekali melirik arlojinya. Sudah setengah jam yang lalu Sungmin meninggalkannya disini. Pemuda berwajah dingin itu sudah berniat menyusul Sungmin tapi siluet matanya menangkap tubuh seseorang yang sangat dikenalnya.

"Sungmin. Lee Sungmin" Sungmin terus berlari menghiraukan Kibum yang berteriak memanggilnya. Namja mungil itu ingin segera pergi dari sini, menghindari Kyuhyun yang juga sedang menyusulnya.

Kaki mungil tersebut terus berlari di cuaca yang semakin dingin. Tidak memperdulikan tubuhnya yang hanya berbalut kemeja karena jaket tebalnya tidak sengaja tertinggal di dalam Caffe. Air matanya pun tidak berhenti mengalir seolah menertawakan nasibnya.

BRUKK

Sungmin terjatuh. Namja itu menangis tergugu di jalan raya. Beberapa orang yang berlalu lalang menatap prihatin pada Namja pecinta pink tersebut.

"Hikss..kenapa aku harus bertemu dengannya lagi…hikss aku membencinya" Ujar Sungmin. Pria mungil itu bangkit dan kembali berlari. Wajahnya sudah pucat pasi menahan dingin. Tanpa ia ketahui sebuah mobil terus mengikuti kepergiannya di belakang.

Kyuhyun, namja itu terus mengejar Sungmin menggunakan mobilnya. Sembari mengutuk kejadian tadi. Padahal Kyuhyun tidak berniat membuat Sungmin menangis. Entahlah ia pun juga tidak tahu. Obsidian tajamnya mengikuti arah lari nya Sungmin.

Sungmin semakin berlari. Ia merasa tubuhnya sudah lemah karena berlari jauh dan juga cuaca yang sudah semakin dingin. Pemuda itu merasa kepalanya berkunang-kunang dan penglihatannya perlahan mulai mengabur. Sungmin sedikit memijit keningnya namun rasa pusing nya semakin menjadi. Merasa sudah tidak kuat, tubuh mungil itu terhuyung kebelakang tapi-

GREEP

"Lee sungmin" sosok bayangan dalam penglihatan Sungmin itu menepuk pelan pipinya dan berusaha memanggilnya. Sungmin terus memfokuskan penglihatannya tapi apadaya matanya semakin berkunang hingga perlahan berubah menjadi gelap.

.

.

.

Kangin dan Leeteuk menatap senang rumah mewahnya. Rumah yang sudah ditinggalkannya selama beberapa hari ini. Pasangan suami istri itu melangkah ke depan dan langsung di sambut oleh beberapa maid yang bekerja di rumah mereka

"Selamat datang Tuan, Nyonya" Kata Jung Ahjumma sang kepala maid

Leeteuk tersenyum "Terima kasih" Ujar wanita berdimple itu. Matanya mengedarkan pandangan ke sekeliling rumah "Mana Sungmin? Biasanya anak itu ada di rumah?" Tanyanya

"Tuan muda belum pulang nyonya" Ucap wanita paruh baya itu "Kalau begitu saya permisi ke belakang Tuan, Nyonya" Jung Ahjumma pun mengundurkan diri dan melangkah ke dapur

"Aku sudah merindukan Sungmin tapi anak itu malah tidak ada" Keluh Leeteuk "Padahal aku ingin memeluknya yeobo" ujarnya

Kangin menepuk pundak Leeteuk "Biar aku hubungi dia. Kau tidak usah cemas sayang". Kangin mengambil smartphone di saku celana kanan nya. Mengutak-atik ponsel pintar itu untuk kemudian menempelkannya di telinga. Kangin sedikit mengerutkan dahi saat putranya tidak mengangkat telepon sama sekali. Pria tambun itu mematikan sambungannya dan kembali menghubungi Sungmin. Untuk yang kesekian kalinya Sungmin tidak mengangkat teleponnya

"Aneh sekali. Tidak biasanya anak itu tidak mengangkat teleponnya" Ujar Kangin. Leeteuk langsung menoleh cepat "Benarkah? Aku takut terjadi apa-apa dengannya Kangin-ah. Bagaimana ini" Kata Leeteuk dengan nada tersirat kekhawatiran

"Tenanglah. Aku akan menghubungi Ryeowook. Bisa jadi Sungmin bersama dengannya" Kangin kembali mengutak ponsel pintarnya dan kembali menempelkan di telinganya. Selang beberapa menit terdengar suara seseorang diseberang sana

'Yeobosseo'

"Yeobosseo Ryeowook-ah"

'Ah Kangin Ahjussi. Tumben sekali menelponku. Ada apa Ahjussi'

"Apa Sungmin sedang bersamamu?"

'Tidak. Saat di kampus tadi Sungmin pamit pulang denganku Ahjussi. Sampai sekarang pun dia tidak menghubungiku lagi'

Kangin mengerenyitkan dahinya "Benarkah?"

'Iya Ahjussi. Kenapa Ahjussi tidak mencoba menghubunginya saja'

"Ahjussi sudah berulang kali menghubunginya Ryeowook-ah. Tapi dia tidak mengangkatnya"

'Begitukah.? Tidak biasanya Sungmin tidak mengangkat teleponnya'

"Ahjussi juga tidak tahu. Kalau begitu terima kasih Wokkie-ah. Maaf sudah merepotkanmu"

'Tidak sama sekali Ahjussi'

PIP

"Bagaimana Kangin-ah?" Tanya Leetuk yang tadi sudah menunggu dengan sabar

Kangin menggelengkan kepala "Ryeowook juga tidak tahu dimana keberadaan Sungmin" ucapnya

"Ya Tuhan bagaimana ini. Apa Sungmin baik-baik saja diluar. Aku takut terjadi apa-apa dengannya"

"Tenanglah Sayang. Sungmin sudah besar. Naluri ku sebagai Ayah menyebutkan kalau dia baik-baik saja diluar. Jadi kau tidak usah khawatir" Pria berumur setengah abad itu mengelus lembut pundak sang Istri. Sedikit menenangkan Leeteuk"

"Tapi-"

"Ssstt. Percayalah padaku. Sungmin pasti pulang. Karena aku yakin anak itu tidak akan kemana-mana"

"Tapi kalau dia tidak pulang bagaimana?" Ujar Leeteuk dengan memalingkan wajahnya

Kangin menangkup kedua pipi istrinya "Aku yang akan mencarinya. Aku juga mengkhawatirkannya tidak hanya kau saja. Lebih baik sekarang kau istirahat karena aku tau kau pasti lelah" Kangin menarik tangan istrinya untuk menuju kamar mereka tapi Leeteuk masih bergeming di tempatnya

"Teuki-ah" Panggil Kangin "Kau percaya padaku bukan?" Leeteuk menatap kangin dan menganggukkan kepalanya "Tentu saja" Ujarnya. Kangin pun memeluk istrinya erat "Aku hanya ingin kau istirahat sayang. Aku tidak ingin Sungmin sedih melihat ibunya sakit. Ayo kita ke kamar. Nanti aku akan menyuruh Pak Kang untuk mencari Sungmin" Leeteuk sedikit menenang mendengar ucapan Sungmin. Pria tampan itu pun tersenyum dan kembali mengiring Leeteuk menuju kamar mereka.

.

.

.

Kyuhyun menatap serius seorang namja berjas putih yang terlihat sedang memeriksa seseorang. Sesekali obsidiannya meneliti kegiatan Pria tersebut

"Bagaimana keadaannya Jonghyun-ah?" Tanya Kyuhyun dengan nada khawatir

Pria bernama Jonghyun itu membalikkan tubuhnya sesaat setelah memeriksa sosok yang terbaring lemah diatas kasur "Dia baik-baik saja. Hanya saja Anemia nya kembali kambuh" Jelasnya. Pria tampan bermarga Lee itu mulai membereskan peralatan dokternya dan memasukkan ke dalam tas

"Syukurlah" Ujar Kyuhyun. Jonghyun tersenyum tipis dan menyodorkan sebuah kertas berisi resep obat yang langsung disambut oleh Kyuhyun.

"Kau harus menebusnya Cho. Dan jangan biarkan dia tidak meminum obatnya. Kalau masih ada apa-apa tinggal hubungiku saja"

"Gomawo Jonghyun-ah" Ucap Kyuhyun

"Tidak masalah Kyu. Sudah sepantasnya sebagai dokter aku harus memeriksa pasiennya. Aku permisi kembali ke rumah sakit masih ada urusan yang harus kukerjakan"

"Mau kuantar sampai ke depan?" tawar Kyuhyun

"Tidak usah. Kau cukup jaga dia saja. Annyeong Kyuhyun-ah"

"Annyeong Jonghyun-ah"

Sepeninggal Jonghyun, Kyuhyun kembali menatap sosok yang masih terbaring tak berdaya itu. Sedikit menganggumi paras manisnya. Pria berwajah tampan itu menggelengkan kepalanya. Entahlah dada nya tiba-tiba saja berdesir hangat.

"Apakah kau berniat mengubah duniaku? Dan mengapa aku tidak bisa berpaling dari mu sama sekali? Apa yang telah kau lakukan padaku Sungmin?" gumamnya

TBC

pleasee, jangan tabok saya karena cerita ngawur ini. Saya memang tidak pernah bisa memisahkan KyuMin karena saya cinta mereka terlalu dalam. Menghilang selama berbulan-bulan, mohon maafkan saya. Naik semester 3 membuat saya sibuk dengan banyaknya tugas apalagi saya ngambil jurusan IT yang mengharuskan saya fokus. Semoga chapter ini bisa memuaskan kalian semua dan jangan lupa review. Karena review kalian sangat dibutuhkan. KyuMin is Real

kamsahamnida

sign,

elfkyumin137