Title : You Changed My World
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Others
Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort
Rate : M
Warning : Boys Love, Yaoi, Mpreg, Typo(s)
CHAPTER 6
Kyuhyun mulai menarik tirai jendela apartemen miliknya ketika matahari sudah mulai tenggelam. Pria berwajah tampan itu menyalakan lampunya agar suasana menjadi lebih terang. Sedikit melirik wajah terlelap Sungmin, Kyuhyun kembali melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan tubuhnya yang sudah mulai lengket.
Selang beberapa menit kemudian, Kyuhyun sudah terlihat rapi dan segar dengan kaos bewarna biru laut dan celana training putih miliknya. Bahkan kadar ketampanannya pun bertambah. Pria putih pucat itu mendekati ranjangnya untuk sekedar mencek keadaan Sungmin. Kyuhyun meletakkan tangan kekar nya di dahi mulus pemuda aegyo itu. Kyuhyun pun bangkit dari duduknya untuk pergi ke dapur sekedar membuat bubur hangat buat Sungmin. Meski tinggal bersama orang tuanya, Kyuhyun tetap membeli apartemen ini untuk menghilangkan bosannya apabila malas pulang kerumahnya. Namja itu mulai memasukkan air panas pada sebuah bubur instan yang sudah dibelinya di supermarket. Sedikit mengaduknya, Kyuhyun pun meletakkan bubur tadi di atas nampan beserta dengan air putih dan susu hangat. Kaki jenjang itu berjalan tenang menuju kamar nya. Namja tampan itu membuka pelan pintu kamarnya dan matanya membulat kaget saat Sungmin sudah sadarkan diri. Kyuhyun pun meletakkan nampan tadi diatas nakas dan mendekati Sungmin yang menatap tajam dirinya
"Kau sudah sadar?"
"Kenapa kau membawa ku kesini? Apa kau berniat melakukan hal yang sama seperti kemarin?" Sungmin mengalihkan pertanyaan Kyuhyun dan foxy bening itu terus menatap tajam onyx Kyuhyun
"Kau pingsan Sungmin. Aku akan menjadi orang yang jahat kalau membiarkanmu tidur di jalanan" Jelas Kyuhyun. Namja itu berusaha tenang saat Sungmin masih menatap benci padanya
"Tidak ada untungnya bagimu bukan untuk membawaku kesini? Bukankah kau orang angkuh yang hanya bisa menghancurkan orang kecil sepertiku Cho?"
Kyuhyun menghela nafas "Kau baru sadar Sungmin. Lebih baik kau cepat makan"
"Shireo" Tolak Sungmin "Aku tau selama tidur tadi kau pasti ingin berbuat yang iya-iya padaku bukan" kata Sungmin
"Cih.." Kyuhyun berdecih "Bercinta dengan mayat bukan style ku Sungmin. Akan lebih menyenangkan kalau dia sadar dan mendesah nikmat dibawahku" Ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan.
Sungmin menatap menusuk pada Kyuhyun tapi namja yang ditatap tidak gentar sama sekali. Bahkan Kyuhyun terlihat gemas melihat tatapan itu.
"Jangan menatapku seperti itu Sungmin. Itu membuatku ingin melahapmu bulat-bulat. Atau kau mau dengan sukarela bertelanjang di bawahku hmm" Sungmin berdecak mendengar ucapan Kyuhyun
"Pervert Man!" Sembur Sungmin
"Yes I am" Ujar Kyuhyun tidak mau kalah.
Sungmin pun perlahan bangkit dari acara berbaringnya. Sedikit terkejut saat melihat penampilannya yang berbeda dengan yang tadi. Kyuhyun yang melihat reaksi itu hanya tersenyum tipis
"Bajumu basah Sungmin. Aku tidak ingin mengambil resiko jadilah bajumu kuganti dengan bajuku walau kebesaran ditubuhmu yang kecil" Ujar Kyuhyun. Sungmin menatap berang namja dengan tatapan tidak berdosa itu "Kurang ajar. Siapa yang menyuruhmu hah?"
"Lee Sungmin kau tidak perlu malu padaku baby. Apa kau lupa kalau aku sudah melihat keseluruhan tubuhmu itu. Jangan pura-pura tidak ingat sayang" Kyuhyun membelai pipi gembil Sungmin sambil menyeringai.
Sungmin menyentak tangan Kyuhyun "Aku mau pulang. Lepaskan aku" Sungmin sudah berniat turun dari ranjang namun tangan Kyuhyun menahan tubuhnya
"Kau masih sakit Sungmin dan kau juga belum meminum obatmu. Jangan keras kepala"
"Apa perdulimu? Biarkan aku pulang!" teriak Sungmin. Pemuda mungil itu masih saja berusaha berontak dalam dekapan Kyuhyun
"Diam Sungmin atau kau kuperkosa lagi?" Ancam Kyuhyun. Alhasil itu langsung membuat Sungmin diam. Kyuhyun tersenyum tipis " Menurutlah padaku Sungmin" Kyuhyun mengambil nampan tadi dan menyodorkannya di depan Sungmin "Makanlah. Aku tahu kau pasti lapar" Sungmin masih bergeming di tempatnya
"Sungmin" Panggil Kyuhyun.
"Hikss...hikss" bukan jawaban yang diterima Kyuhyun namun isakan yang keluar dari bibir mungil itu "Kenapa Sungmin? Apa ada yang sakit" Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dan mengelus punggungnya lembut.
"Aku ingin pulang hikss..." Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menangkup pipi gembil itu "Aku akan menelpon orangtuamu. Apa mereka ada dirumah"
Sungmin menggeleng "Entahlah. Beberapa hari yang lalu mereka berada di Jepang. Aku tidak tahu apa mereka sudah pulang atau belum"
Kyuhyun mengelus kepala Sungmin dan mengambil smartphonennya untuk kemudian menyerahkannya pada Sungmin "Tolong kau tekan nomor rumahmu. Biar nanti aku yang bicara" Sungmin menatap ragu Kyuhyun namun setelahnya mengambil ponsel pintar itu. Mendial nomor telepon rumahnya dan menyerahkan kembali pada Kyuhyun. Namja tampan itu menunggu dengan sabar hingga suara seseorang di seberang sana menyahut panggilan teleponnya
'Yeobosseo'
"Yeobosseo apa benar ini kediaman Lee?"
'Benar. Kalau saya boleh tahu anda siapa?'
"Saya Kyuhyun. Apa Tuan Lee ada dirumah"
'Tuan Lee ada dirumah. Biar saya panggilkan sebentar Tuan Kyuhyun' Kyuhyun menatap Sungmin yang duduk diranjangnya sampai sebuah suara berat menyapa panggilannya
"Apa benar anda Tuan Lee?"
'Iya. Ini saya sendiri. Maaf anda siapa?'
"Saya Kyuhyun. Saya hanya ingin memberitahukan kalau anak anda yang bernama Lee Sungmin sedang bersama saya"
'Sungmin bersamamu?' Kyuhyun terkekeh ringan mendengar suara kaget diseberang sana
"Saya teman Sungmin. Maaf baru menelpon anda sekarang'
'Bisa saya berbicara dengan Sungmin'
"Sungmin sedang tidur. Besok pagi akan saya pulangkan kembali. Apa tidak masalah Tuan Lee?"
'Sebenarnya Tidak masalah. Tapi apa putera saya baik-baik saja'
"Dia terlihat baik-baik saja. Kalau begitu selamat malam Tuan Lee"
PIP
Kyuhyun memutuskan secara sepihak sambungan teleponnya membuat Sungmin yang berada di depannya mengerenyitkan dahi
"Waeyo?" Tanya Kyuhyun dengan wajah tenang.
"Kau terlihat sok akrab sekali pada Appaku dengan mengatakan bahwa kau adalah temanku. Lancing sekali" Cibir Sungmin
Kyuhyun meletakkan smartphonennya "Hei Anak manja kalau aku tidak mengatakannya aku sangat yakin pasti Appamu itu akan kalang kabut karena putra kesayangannya hilang" Ujarnya
Sungmin lebih memilih memalingkan wajahnya. Sialan, berdekatan dengan Kyuhyun membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Oh Sungmin andai kau tahu Kyuhyun pun melakukan hal yang sama. Berusaha mengontrol detak jantungnya. Sungmin berdekatan denganmu sungguh-sungguh tidak aman pikir Kyuhyun.
"Jadi Sungmin cepat makananmu sebeluk mendingin dan setelah itu minum obatmu" Ujar Kyuhyun setelah berhasil mengontrol kerja jantungnya.
"Shireo" Tolak Sungmin
Kyuhyun meremas rambutnya frustasi "Kau harus minum obatmu Sungmin" Kata Kyuhyun dengan suara tegasnya.
"Sekali tidak tetap tidak. Aku sedang tidak ingin makan bubur Cho Pabbo" Sungmin sedikit memajukan bibirnya membuat Kyuhyun tersentak melihat aksi aegyo itu.
"Jangan minta yang aneh-aneh Sungmin. Cepat makan"
Sungmin menatap Kyuhyun tajam "Kau saja yang makan. Aku tetap tidak mau makan. Titik" Sungmin tetap kukuh pada pendiriannya yang membuat Kyuhyun menghela nafas "Sebenarnya kau menginginkan apa Sungmin. Biar aku belikan untukmu?"
Mata Sungmin langsung berbinar cerah. Tanpa sepengetahuan Kyuhyun ia menyeringai
'Menjahili nya sedikit tidak apa-apa kan. Toh dia juga yang memaksa' Batin Sungmin
Sungmin sedikit berdehem dan membuat pose berpikirnya "Eum aku menginginkan Jajangmyeon, dua cup Es krim Strawberry dan Bulgogi. Bagaimana?" Kyuhyun sedikit terkejut mendengar permintaan Sungmin. Bukannya ia tidak sanggup membeli hanya saja apa perut Sungmin muat memakan makanan sebanyak itu.
"Kau Yakin Sungmin?"
Sungmin mengangguk cepat "Tentu saja. Atau kau tidak mau membelikannya untukku?"
"Bukan begitu hanya saja-" Kyuhyun mengacak rambutnya "Aisshh lupakanlah. Tunggu aku disini dan jangan kemana-mana" perintah Kyuhyun. Namja itu pun bangkit dari duduknya untuk kemudian menyambar jaket hitamnya beserta dengan kunci mobil yang diambilnya diatas nakas. Tidak lupa namja itu mengunci pintu kamarnya agar Sungmin tidak kabur kemana-mana.
"Aisshh dasar Cho Pabbo. Mau saja diperalat oleh kelinci gendut itu" gumamnya. Pria tampan itu mulai melangkah setelah menutup rapat pintu apartemen miliknnya.
.
.
.
Sungmin terlihat melahap es krim yang dibelikan oleh Kyuhyun. Jajangmyeon dan Bulgogi nya telah habis dilahap olehnya hingga tersisa satu cup es krim lagi. Kyuhyun hanya menatap kegiatan pemuda itu dalam diam. Sungmin melirik Kyuhyun dari sudut ekor matanya.
"Kau tidak makan?" Tanya Sungmin
Kyuhyun menggeleng "Aku hanya tertarik memakan yang lain" Jawab Kyuhyun asal
Sungmin mengerutkan dahinya saat mendengar perkataan ambigu Kyuhyun. Sungmin pun kembali menikmati es krim nya yang tinggal sedikit lagi.
"Kau Cantik Sungmin" gumam Kyuhyun
"UHUK..UHUK" Sungmin menepuk dadanya sendiri. Kyuhyun dengan sigap membantu Sungmin dengan mengelus punggung itu lembut. Tidak lupa juga pria tampan itu memberikan segelas air putih yang memang sudah tersedia disana. Dengan rakus Sungmin meminum air putih itu hingga tidak bersisa
"Kau berniat membunuhku eoh" Sembur Sungmin cepat. Wajah pemuda itu memerah sempurna. Tangannya masih mengelus dadanya sendiri.
"Tidak"
"Huh" Sungmin menaikkan alisnya "Dasar pria aneh" gumamnya. Kyuhyun mendekati Sungmin perlahan "Apa yang kau katakan barusan?" tanyanya
Sungmin memekik saat tubuh Kyuhyun terlalu dekat padanya "Tidak ada. Dan menjauhlah dariku kalau tidak ingin kucincang" Sungmin mendorong dada Kyuhyun namun tangan mungilnya langsung ditangkap oleh tangan kekar milik Kyuhyun
"Menjauh?" Kyuhyun semakin mendekatkan tubuhnya "Kau yakin Sungmin?" Goda Kyuhyun
Foxy itu sudah hampir berkaca-kaca sebelum tawa Kyuhyun memekakkan telinganya "Hahaha Lee Sungmin. Astaga, bahkan aku sudah menyentuh dirimu. Kenapa kau masih malu padaku" Kyuhyun masih saja tertawa tanpa tahu Sungmin mengepalkan tangannya erat
"Jangan pernah mengatakan tentang 'Malam itu' lagi" Ujarnya dingin
Kyuhyun menghentikan tawanya dan mendapati Sungmin yang menunduk dengan tangan terkepal. Kyuhyun tahu Sungmin pasti sedih apabila mengingat malam itu. Entahlah dadanya tiba-tiba nyeri melihat wajah sedih itu padahal baru saja ia berhasil menggoda Sungmin.
"Maafkan aku Sungmin. Aku tidak bermaksud-"
"Lupakan saja" Potong Sungmin. Pemuda mungil itu membereskan peralatan makan yang dipakainya tadi untuk dicuci. Dan setelahnya Sungmin pun melangkahkan kakinya menuju balkon yang terdapat di Apartemen itu.
Kyuhyun ikut menyusul Sungmin yang sudah terlebih dahulu berdiri disana. Namja tampan itu hanya menatap punggung sempit Sungmin dalam diam. Ingin memeluknya tapi rasanya Kyuhyun tidak berhak melakukan itu. Tanpa Ia ketahui Sungmin meneteskan air matanya dalam diam. Tangan kanannya mencoba meredam isakan yang hampir keluar. Sungmin tidak ingin Kyuhyun tahu kalau dia tengah menangis sekarang.
Kedua namja itu masih dalam aktivitasnya masing-masing. Kyuhyun yang masih menatap punggung Sungmin tanpa berniat lebih. Pria berwajah tampan itu tidak habis pikir mengapa dirinya harus bersusah payah menyusul Sungmin hingga kesini. Hati kecilnya menyuruhnya untuk memeluk punggung yang terlihat rapuh itu meski Sungmin terlihat kuat diluar. Sedikit mengalahkan egonya, Kyuhyun mendekati Sungmin dan langsung memeluk tubuh Sungmin. Kyuhyun bisa merasakan tubuh Sungmin menegang dalam pelukannya.
"Kyuhyun-"
"Ssstt. Tetaplah seperti ini" Sungmin pun langsung diam. Kyuhyun mencoba meresapi aroma tubuh Sungmin yang menguar dari leher namja itu.
"Kenapa kau melakukan hal ini padaku Kyuhyun setelah kau menyakiti ku pada malam itu?" Kyuhyun diam. Mencoba mengacuhkan pertanyaan Sungmin walau dirinya sendiri pun bingung kenapa bisa melakukan seperti ini.
"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku Kyuhyun. Apa maksudmu melakukan ini. Apa kau berniat menyakitiku lagi?" setetes air mata meluncur dari foxy indah itu dan jatuh diatas tangan Kyuhyun "Aku tidak mengerti dirimu Kyuhyun" Ucapnya lagi.
"Lepaskan aku Kyuhyun hikss.." Sungmin terisak dan berusaha keras untuk melepas pelukan erat itu "Kumohon Kyuhyun" Kyuhyun sedikit melonggarkan pelukannya dan membiarkan Sungmin berlari ke dalam. Meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri disana. Pria itu menepuk dahinya sendiri
"Apa yang terjadi pada diriku sebenarnya" Gumam Kyuhyun.
.
.
.
Keesokan paginya, Kyuhyun menepati janjinya untuk mengantar Sungmin kembali pulang kerumahnya. Awalnya Sungmin menolak namun Kyuhyun terus memaksa dengan alasan Sungmin yang masih sakit. Jalanan Seoul terlihat tenang pagi ini. Kyuhyun terlihat fokus dengan kemudinya, sesekali sudut matanya menatap Sungmin yang terus diam dari Apartemennya tadi.
Kyuhyun melajukan mobilnya dengan pelan saat kediaman Sungmin sudah terlihat. Di depannya satu orang penjaga terlihat membuka pagar agar mobil Kyuhyun dapat masuk. Namja itu kembali melajukannya dengan pelan dan berhenti tepat di depan rumah Sungmin.
"Biar kuantar kau ke dalam" Kyuhyun sudah berniat keluar sebelum suara Sungmin menyentaknya "Tidak usah. Aku bisa sendiri" Ujar Sungmin tanpa menatap Kyuhyun
"Aku tidak menerima penolakan Sungmin" Kyuhyun keluar dari dalam mobilnya dan membuka pintu samping agar Sungmin dapat keluar. Namja itu berjalan terlebih dahulu disusul dengan Sungmin yang berjalan di belakangnya
"Selamat pagi. Omo, Sungmin-ah" Leeteuk menerjang Sungmin dengan pelukan eratnya. Yeoja cantik itu meneteskan air matanya saat mendapati putranya baik-baik saja.
"Umma"
"Kangin-ah. Yeobo, Uri Sungminnie sudah datang" Leeteuk menggiring Sungmin untuk masuk ke dalam. Dari arah dapur, Kangin berlari tergopoh-gopoh untuk memeluk Sungmin
"Ya Tuhan anakku. Akhirnya kau pulang nak. Appa merindukanmu Min" Kangin mendekap erat tubuh Sungmin. Sesekali tangan kekarnya mengelus surai legam sang putra
"Aku juga merindukan kalian" Kata Sungmin
Kangin melepaskan pelukannya "Kau kesini bersama siapa nak?"
Sungmin sudah hendak berucap namun Kyuhyun sudah memotongnya terlebih dahulu "Saya yang mengantar Sungmin pulang Tuan Lee" Ujar namja itu yang sudah berdiri dihadapan Kangin.
Kangin dan Leeteuk menatap seorang namja tinggi yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya "Nuguseyo?" Tanya Leeteuk
Kyuhyun mendekat "Saya Cho Kyuhyun. Teman dari Sungmin yang menelpon suami anda tadi malam" Kyuhyun menyodorkan tangannya yang langsung di terima oleh Leeteuk
"Jadi kau Kyuhyun yang menghubungiku tadi malam?" Tanya Kangin
"Iya Tuan Lee" jawab Kyuhyun tenang. Obsidian tajamnya menatap foxy Sungmin intens "Kalau begitu saya permisi pulang. Maaf kalau saya baru bisa memulangkan Sungmin pagi ini" Ujar Kyuhyun
"Tidak masalah Kyuhyun-ssi. Yang penting uri Sungminnie sudah kembali dengan selamat"
Kyuhyun lagi-lagi tersenyum "Terima kasih Tuan dan Nyonya Lee. Saya pamit pulang. Annyeong Sungmin" Kyuhyun sedikit menatap Sungmin sebelum membalikkan badannya sampai punggung namja itu tidak terlihat lagi dibalik pintu.
.
.
.
Siwon melangkah tenang menuju ruangan sag adik. Beberapa dari karyawan Kyuhyun menyapa namja tampan dengan setelan jas abu-abu yang terlihat pas di tubuhnya. Tangan kekar itu mendorong pelan pintu cokelat itu dan mendapati sang adik yang sedang melamun
"Kyu!" Sentak Siwon
Kyuhyun sedikit terkejut dan menaikkan alisnya melihat Siwon berdiri di depannya "Ada apa Hyung. Tumben kau kesini"
"Ck" Siwon berdecak "Kemana saja kau tadi malam? Kenapa tidak pulang? Apa meniduri yeoja lagi?"
"Aku ada urusan"
"Urusan? Dengan siapa? Dengar Cho Kyuhyun, Appa mengkhawatirkanmu tadi malam. Dan Umma hampir tidak bisa tidur. Bisakah kau tidak berulah lagi. Kau sudah besar" Peringat Siwon
"Aku hanya tidur di Apartemenku Hyung"
"Tidur?" Ulang Siwon "Tidur sendiri atau tidur bersama yeoja?"
BRAKK
Kyuhyun menggebrak mejanya dan menatap Siwon dengan penuh emosi. Pria tampan itu mendekati kakak nya yang masih berdiri dengan tenang.
"Aku memang Pria kurang ajar. Tapi bisakah kau berpikir positif padaku" Obsidian itu berkilat tajam. Kentara sekali namja itu dikuasai emosi.
"Lalu? Hyung sudah berusaha menghubungimu. Tapi kau tidak mengangkatnya sama sekali. Bagaimana kami tidak Khawatir"
Namja tampan itu menunduk dan berusaha meredam emosinya "Aku sama sekali tidak kemana-mana tadi malam Hyung. Percayalah padaku" Kata Kyuhyun.
Siwon menepuk bahu Kyuhyun "Hyung percaya padamu Kyu. Hanya saja bisakah kau hentikan perilakumu itu. Apa kau tidak kasihan pada Umma dan Appa. Mereka tidak hanya ingin kau kenapa-napa" Nasihat Siwon.
"Aku tahu Hyung. Tapi bisakah berikan aku sedikit waktu. Aku pasti akan berubah" Ujar Kyuhyun. Matanya berusaha meyakinkan Siwon agar percaya padanya.
"Baiklah. Tapi kalau kau sampai berbohong, Hyung tidak akan segan-segan untuk menghajarmu. Ingat itu Kyu" Ancam Siwon
Kyuhyun terkekeh "Siap Hyung" Siwon tersenyum lebar pada Sang adik dan melirik arlojinya "Oke, sepertinya Hyung harus pulang karena ada janji dengan Kibum" Ujarnya
"Hmmm" Angguk Kyuhyun. Siwon kembali menepuk bahu Kyuhyun sebentar dan berjalan keluar dari ruangan adiknya itu.
.
.
.
Ryeowook mengunyah ramennya dengan semangat tanpa memperdulikan kekasihnya yang menatapnya aneh.
"Ryeowookkie jangan makan seperti itu. Apa kau tidak malu dilihat oleh mereka?" Ryeowook mengikuti arah pandang Yesung untuk menatap sekeliling kantin yang cukup ramai itu.
"Tidak" Ujarnya cuek "Lagipula apa mereka tidak lihat kalau aku sedang lapar, Hyung. Mereka saja yang aneh" Cibirnya.
Yesung menggelengkan kepalanya. Namja berkepala besar itu mengalihkan pandangannya dan tersenyum saat mata sipitnya melihat siluet tubuh Sungmin yang sedang berjalan kearah mereka.
"Yah! Sungmin-ah kemari" Yesung melambaikan tangannya kearah Sungmin. Tidak lama setelah itu, pemuda manis itu duduk diantara mereka berdua.
"Ya Tuhan, Sungmin kemarin orang tuamu menelponku. Ayahmu bilang kau belum pulang dan tidak bisa dihubungi sama sekali. Kemana saja kau kemarin? Dan kenapa menghilang begitu saja?" Cerocos Ryeowook. Yesung hanya bisa mengusap dadanya melihat sikap posesif kekasihnya itu.
"Eumm kemarin itu aku menginap dirumah temanku Wookkie. Dia teman lama ku saat masih Taman kanak-kanak. Dan kami sudah lama tidak bertemu" Sungmin tidak ingin menceritakan yang sebenarnya pada sahabatnya ini. Sudah dipastikan Ryeowook akan marah besar.
"Benarkah? Lalu kenapa kau tidak bisa dihubungi?"
"Handphone ku kemarin tiba-tiba mati. Aku juga sudah menghubungi Appa"
Yesung menepuk pundak Ryeowook "Sudahlah baby. Kasihan Sungmin, dia baru saja datang. Lebih baik kau lanjutkan makanan mu" Sungmin mendesah lega. Beruntung ada Yesung disini. Kalau tidak, bisa-bisa ia diinterograsi habis-habisan oleh Ryeowook.
.
.
.
Sungmin dan Ryeowook berjalan beriringan setelah menyelesaikan mata kuliah terakhirnya hari ini. Kedua namja manis tersenyum saat berpapasan dengan beberapa teman-temannya.
"Min setelah ini kau pulang?" Tanya Ryeowook.
"Huum. Wae?"
Ryeowook hanya menggeleng dan mereka kembali melanjutkan langkah. Di tengah perjalanan, Ryeowook bertemu dengan Yesung dan langsung menyambar tubuh kekasihnya itu.
"Aigoo, padahal kita tidak bertemu beberapa jam yang lalu. Kenapa Uri Ryeowook sudah semanja ini, eoh?" Sungmin menjulurkan lidahnya melihat lovey dovey pasangan Yewook.
"Bisakah kalian hentikan itu? Kita masih berada di area kampus, Pabbo" Sembur Sungmin.
Yesung dan Ryeowook tertawa bersama "Uri Minnie cemburu? Apa mau kupeluk juga" Yesung sudah merentangkan kedua tangannya bersiap memeluk Sungmin, namun bukannya pelukan yang didapat melainkan pukulan dikepalanya.
"Aku tidak siap mati muda Yesung Hyung" Sungmin menunjuk Ryeowook yang berdiri di samping Yesung.
"Jangan berbicara seolah-olah aku menghajarmu karena mendekati Yesung Hyung, Min"
Sungmin langsung terkekeh "Hanya bercanda Ryeowookkie. Kalau begitu aku pulang terlebih dahulu. Annyeong Chingudeul" Sungmin meninggalkan pasangan Yewook sesaat setelah memeluk tubuh Ryeowook. Tubuh mungilnya mulai hilang di balik tembok.
.
.
.
Kyuhyun masih setia berdiri di depan mobil miliknya. Tak jarang ia mendapat tatapan dari para gadis yang berlalu-lalang keluar dari Kampus. Mungkin ini yang pertama kalinya baginya Kyuhyun tidak menggoda para gadis. Ia masih menunggu seseorang yang sedari tadi belum menampakkan batang hidungnya. Senyum nya langsung terkembang saat orang yang ditunggunya sudah menampakkan diri.
"Hai Manis" Sapa Kyuhyun.
Sungmin berpura-pura tidak mendengar sapaan Kyuhyun dan berusaha melanjutkan langkahnya sebelum Kyuhyun semakin berniat menggodanya.
"Apa Lee Sungmin berubah menjadi orang Tuli, hmm?"
Sungmin langsung memalingkan wajahnya dan mendapati wajah Kyuhyun yang tak beberapa meter dari hadapannya
"Mau apa kau Cho. Masih berani bertamu denganku. Atau kau ingin kuhajar" Ancam Sungmin.
Bukannya takut Kyuhyun malah mengembangkan seringaiannya "Aku tidak ingin dihajar. Tapiā¦" Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Sungmin "Dicum" Lanjutnya. Lidah lihainya menjilat samar telinga pemuda manis itu.
"Apa yang kau lakukan!" Sentak Sungmin.
Kyuhyun hanya memasang wajah polosnya yang semakin membuat Sungmin geram melihatnya.
"Aku semakin membencimu Cho. Apa kau juga ingin mempermainkan ku juga. Brengsek" Kyuhyun hanya diam mendengar umpatan demi umpatan yang keluar dari bibir mungil itu. Ekspresi tak terbaca terlihat dari wajahnya.
"Jangan pernah sentu aku lag-"
CHUP
Kyuhyun mengecup lembut bibir mungil itu. Tangannya tergerak menekan tengkuk Sungmin untuk memperdalam ciumannya. Sungmin sendiri gelagapan. Ini masih di depan Kampus, dan Kyuhyun dengan beraninya menciumnya di depan umum. Namja tampan itu melepas ciuman lembutnya dan menatap Foxy bening milik pemuda manis di hadapannya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku setelah malam itu, Sungmin. Tiba-tiba gairahku meningkat ketika membayangkanmu. Apa yang sebenarnya kau lakukan padaku. Apa kau berniat mengubah duniaku?" Kyuhyun menangkup lembut pipi Chubby itu sesekali mengelusnya.
"Yang harus kau tahu, aku mimpi bercinta denganmu, Sungmin. Kau begitu panas dibawahku" Ucapan vulgar itu sontak membuat pipi Sungmin memerah. Kyuhyun tersenyum tipis dan mencium lama pipi itu untuk merasakan sensasi lembutnya.
"Ikut denganku" dengan patuh pula Sungmin mengikuti langkah panjang Kyuhyun menuju mobil namja tampan yang masih terpakir disana.
.
.
.
"Siwonnie"
"Hmm?"
Kibum mengerucutkan bibirnya. Merebut smartphone di tangan kekasihnya itu.
"Jangan diambil Kibummie dan jangan buat pose seperti itu kalau tidak ingin kumakan" Ancam Siwon.
"Silahkan saja. Aku tidak takut" Tantang Kibum.
"Benarkah? Baiklah kalau begitu"
CHUP
Siwon mengecup kilat bibir kekasihnya dan menatap geli wajah terkejut Kibum.
"Aku tidak mungkin merusakmu sebelum kita menikah, Sayang. Karena aku menyayangimu" tubuh tegap itu memeluk Kibum erat. Sesekali bibirnya mengecup pucuk kepala kekasihnya itu.
"Kapan kau melamarku Wonnie. Ini sudah tahun ke 5 kita pacaran. Bahkan umurmu sudah seperempat abad. Aku yakin Umma dan Appamu menginginkan cucu"
Siwon terkekeh mendengar ucapan Kibum. Pria berusia 25 tahun itu semakin memeluk tubuh mungil kekasihnya.
"Aku pasti melamarmu Chagi. Kau jangan takut"
Kibum mengangguk dalam pelukan Siwon tanpa ia tahu kekasihnya itu tengah menyeringai hebat. Apa yang kau rencanakan Siwon?
TBC
