Title : You Changed My World
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Others
Genre : Romance, Drama, Hurt/Comfort
Rate : M
Warning : Boys Love, Yaoi, Mpreg, Typo(s)
CHAPTER 7
Kyuhyun menarik lengan Sungmin menuju taman bermain. Entahlah apa yang ada dipikirannya saat ini hingga mengajak Sungmin menuju tempat yang disukai anak-anak bahkan orang dewasa. Kini keduanya telah sampai di dalam Taman Bermain yang cukup ramai itu.
"Apa kau ingin bermain Sungmin?" Tanya Kyuhyun sesaat setelah mereka berhenti melangkah.
"Untuk apa kau mengajakku kesini, Cho? Apa sikapmu sekarang berubah menjadi anak-anak?" ejek Sungmin. Pria berwajah manis itu berjalan mendahului Kyuhyun yang masih berdiri di belakangnya.
"Hei Tunggu aku Min!" Teriak Kyuhyun.
GREPP
Tangannya berhasil menangkap lengan Sungmin dan menggenggam nya erat. Sungmin sedikit menaikkan alisnya melihat perubahan sikap Kyuhyun sejak awal mereka bertemu.
"Lepas Cho. Aku bisa sendiri"
Kyuhyun menggeleng "Tidak. Nanti kau menghilang dari pandanganku" pria angkuh itu kembali menyeret lengan Sungmin tanpa memperdulikan Sungmin yang terus menatapnya aneh. Tiba-tiba saja mata bulatnya menangkap orang yang sedang menjual permen kapas. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan mengikuti arah pandang Sungmin. Namja tampan itu tersenyum tipis saat tahu Sungmin menginginkan permen kapas.
"Tunggu disini sebentar. Dan jangan kemana-mana"
Kyuhyun sedikit berlari kecil untuk membeli permen kapas yang diinginkan Sungmin. Sebuah permen kapas berwarna pink berhasil di dapatnya. Pria manis itu pun sedikit tertegun akan sikap Kyuhyun yang mau mengantri untuk membeli permen kapas. Kini Kyuhyun tengah berjalan menuju Sungmin yang masih setia menunggunya.
"Permen kapas untuk Lee Sungmin. Ambilah" Sungmin hanya diam saat Kyuhyun menyodorkan Permen kapas yang ada di hadapannya ini.
"Ini gratis untukmu" secara paksa pula, Kyuhyun meletakkan permen tersebut di tangan mungil Sungmin.
"Kau sedang tidak ingin mengambil hatiku bukan?"
Kyuhyun terkekeh "Tentu saja tidak. Aku melihat kau menginginkan ini Sungmin" Ujarnya.
Sungmin mengendikkan bahunya cuek dan mulai membuka bungkus permen kapas ditangannya. Sambil melangkah sesekali tangannya mencomot permen manis itu hingga tidak terasa habis dimakan olehnya.
.
.
.
Sungmin menatap geli Angsa-angsa yang mulai mendekat padanya. Ternyata Taman Bermain ini tidak hanya berisi permainan saja namun disisi lain ada sebuah danau dan terdapat beberapa Angsa yang asyik bermain. Sungmin sedikit memekik saat mulut angsa tersebut mematuk tangan mungil miliknya hingga sedikit terlihat memerah.
"Gwaenchana?" Kyuhyun datang dari arah belakang dan ikut berjongkok mengikuti Sungmin yang juga berjongkok "Biar kulihat tanganmu" pria tampan itu menarik tangan kiri Sungmin dan mengusapnya secara perlahan.
"Apa sakit?" Tanyanya.
Sungmin hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Lain kali berhati-hatilah" Tegur Kyuhyun.
Sungmin mengerucutkan bibirnya. Tanpa sadar mengeluarkan sisi Aegyonya "Mereka tidak sengaja mematuk tanganku, Kyuhyun. Lagipula aku tidak terluka sama sekali" Ujarnya.
Kyuhyun mengendikkan bahu dan menarik Sungmin untuk berdiri.
"Sudah sore, sebaiknya kita pulang. Aku takut orangtuamu mencarimu" dengan cepat Kyuhyun menarik tangan Sungmin untuk mengikuti langkah kakinya. Di belakangnya Sungmin terlihat berusaha menahan detak jantungnya sendiri. Entahlah padahal Kyuhyun sudah berbuat jahat pada dirinya dan sudah seharusnya Sungmin marah tidak ingin mendekati Kyuhyun. Tapi pesona dari Kyuhyun tidak dapat Sungmin tolak hingga ia tidak mampu terlalu marah pada pria yang sudah memperkosanya ini. Lagipula Kyuhyun pernah merawatnya sewaktu ia pingsan pikir Sungmin.
"Cepat masuk ke dalam mobil"
Karena terlalu asyik dengan dunianya, Sungmin jadi tidak sadar dan mengedarkan pandangannya kalau mereka sudah berada diluar arena taman bermain. Pemuda manis itu merutuki cara kerja otaknya sendiri.
"Kau kenapa Sungmin?"
Sungmin menggeleng "Aku baik-baik saja" Namja cantik itu lebih memilih masuk ke dalam mobil sebelum Kyuhyun bertanya lebih banyak padanya.
.
.
.
"Kita sudah sampai" Ujar Kyuhyun.
Sungmin melepas seatbelt yang melilit pinggangnya. Pemuda manis itu menggatung tas nya di bahu dan melirik Kyuhyun yang sedang menatap kedepan dari sudut ekor matanya.
"Terima kasih untuk hari ini" Ucap Sungmin tanpa menoleh kearah Kyuhyun.
"Sama-sama. Kuharap kau senang"
Sungmin beranjak dari duduknya untuk kemudian keluar dari dalam mobil itu.
.
.
.
Ini sudah tiga bulan sejak kedekatan Kyuhyun dan Sungmin. Meski tak dipungkiri memang Sungmin masih bersikap dingin pada Kyuhyun bahkan terkesan cuek. Seperti saat ini Kyuhyun terlihat menunggu Sungmin di depan kampus namja cantik itu sambil memainkan smartphonenya. Tak jarang juga beberapa gadis yang lewat terpesona olehnya.
"Hai" Sungmin hanya menatap datar saat Kyuhyun tengah menyapanya. Ia sudah terbiasa dengan kedatangan Kyuhyun yang tiba-tiba. Bahkan namja tampan itu pernah menjemputnya ke rumah.
"Apa yang kau lakukan disini?"
Kyuhyun terkekeh "Aku ingin menemuimu" Ujarnya.
Sungmin mencibir dan memilih untuk meninggalkan Kyuhyun, namun belum sempat beberapa langkah lengannya tercekal oleh sebuah tangan kekar.
"Kenapa kau pergi. Aku sengaja menemuimu dan membatalkan ajakan makan siang dari sahabatku" Ujar Kyuhyun. Tangannya semakin mencengkram kuat lengan Sungmin saat namja mungil itu berniat melepasnya.
"Aku tidak menyuruhmu untuk membatalkan makan siangmu bersama sahabatmu. Yang aku inginkan kau pergi dari hadapanku karena aku sedang malas melihat wajahmu" Ujar Sungmin.
"Aissh aku hanya ingin makan siang denganmu. Sekarang kau ikut aku" Ujarnya sambil menyeret lengan Sungmin.
"Ya! Lepaskan tanganmu Cho"
"Masuk saja ke dalam Lee Sungmin" tangan kekarnya mendorong tubuh mungil itu ke dalam mobil disusul oleh Kyuhyun yang duduk di samping kemudi.
.
.
.
Sungmin membolak-balikkan majalah yang tengah dibacanya. Merasa bosan, ia melempar majalah tadi dan memilih mendongakkan kepalanya menghadap langit-langit kamarnya. Seharian bersama Kyuhyun membuat tubuhnya sedikit lelah. Sungmin sedikit mengerenyit dengan sikap Kyuhyun. Di awal pertemuan namja itu sangat sombong namun sekarang sikap itu seolah berubah. Sungmin juga tidak dapat membaca jalan pikiran namja itu. Setelah tiga bulan ia baru tahu kalau Kyuhyun adalah seorang pemaksa.
"Apa yang kau pikirkan, Sayang?" Leeteuk mendekati Sungmin yang berbaring di ranjangnya
Sungmin menggeleng dan lebih memilih beringsut mendekati Leeteuk.
"Lalu, Umma lihat tadi kau melamun"
Sungmin tersenyum "Aku tidak melamun Umma"
Leeteuk mengelus lembut surai hitam putranya "Atau jangan-jangan kau memikirkan seseorang. Apa dia orang yang special"
"Umma, jangan menggodaku" Sungmin mengerucutkan bibirnya imut.
Leeteuk terkekeh "Baiklah" Ujar yeoja itu.
Sungmin menatap Leeteuk yang asyik mengelus rambut hitamnya.
"Umma kalau ada seorang namja yang mendekatiku apa Umma akan marah?" wajahnya mendongak menghadap Leeteuk yang juga tengah menatapnya.
"Tidak sayang. Asalkan dia pria baik-baik dan bisa menjagamu" Leeteuk tersenyum manis memandang wajah manis anaknya "Memangnya namja itu siapa sayang? Apa Umma pernah mengenalnya? Tanya Leeteuk.
"Eumm entahlah Umma aku juga masih belum yakin"
Leeteuk hanya terkekeh dan memeluk putra kesayangannya itu.
"Baiklah karena sudah malam lebih baik kau tidur. tidak baik tidur larut untuk kesehatanmu sayang"
Sungmin mengangguk. Bibirnya mengecup kedua pipi Leeteuk yang dibalas kecupan di dahi oleh yeoja itu. Leeteuk mematikan lampu kamar Sungmin saat sudah memastikan putranya itu sudah terlelap tenang.
.
.
.
Pagi ini Sungmin bangun dengan perasaan mual. Namja cantik itu membuka selimut tebal dan langsung berlari menuju kamar mandi. Alisnya mengerenyit dirasa tidak mengeluarkan apapun. Tangan mungilnya mencoba mengusap perutnya yang seperti diaduk di dalam. Dengan langkah lemah Sungmin mencoba berdiri diatas kakinya namun seperti nya tidak berhasil karena tubuh nya sudah tidak sadarkan diri dan kegelapan mulai menguasainya.
Sungmin terbangun kembali dan mendapati dirinya sudah berada diatas ranjang. Baju piyama tadi pagi pun sudah diganti dengan kaos putih lengan panjang. Sungmin melihat Leeteuk yang sedang berdiri membelakanginya menghadap jendela. Pergerakan halus itu mengundang Leeteuk untuk sekedar membalikkan badannya. Matanya menatap sendu wajah pucat putra kesayangannya itu.
"Apa yang terjadi padaku Umma?"
Bukan nya menjawab Leeteuk malah meneteskan air matanya.
"Umma-"
"Kau hamil nak….kau hamil" Ujar Leeteuk setelah memotong ucapan Sungmin. Tubuhnya memeluk tubuh lemah Sungmin dan menangis disana.
"A—apa? Tapi bagaimana mungkin?" Tanya Sungmin dengan suara bergetar.
Leeteuk semakin terisak. Bibirnya tidak sanggup harus menjelaskan bagaimana rahim yang seharusnya ada pada perempuan kini juga ada pada tubuh anaknya. Anaknya yang seorang laki-laki. Aneh memang, namun itulah keistimewaan dari Sungmin. Sungmin melepas pelukan erat Ibunya dan menangkup kedua pipi tirus itu.
"Kumohon jelaskan pada ku Umma. Aku sungguh tidak mengerti" Perlahan tangan mungil itu menghapus air mata yang membasahi pipi Leeteuk. Sungmin melihat yeoja itu memejamkan mata sambil menghela nafas. Bersiap untuk bercerita.
"Umma bingung bagaimana harus menjelaskannya" Leeteuk menatap pedih wajah Putranya "Kau divonis memiliki rahim sejak kecil nak. Ibu sudah berusaha bertanya pada Dokter bagaimana rahim itu bisa ada, namun mereka pun tidak menjelaskannya pada Umma dan Appa. Mereka bilang kau adalah Pria kecil paling istimewa yang dianugerahkan oleh Tuhan" Jelas Leeteuk.
Sungmin menundukkan kepalanya pelan. Mengingat kembali kejadian tiga bulan yang lalu hingga menyebabkannya hamil. Tangannya sedikit meragu untuk mengelus perut yang berisi sebuah nyawa yang masih belum terbentuk.
"Dia berusia 3 Minggu nak" Leeteuk tersenyum seraya menatap perut datar anaknya "Umma dan Appa juga tidak akan memaksamu memberitahu siapa ayah kandung nya"
Sungmin hanya diam. Ia pun bingung bagaimana harus memberitahu Sang Ayah Kandung dari bayi yang tengah di kandungnya ini.
"Apa Appa mengetahui semuanya?"
Leeteuk mengangguk "Awalnya Appa mu sedikit shock. Namun ia mencoba untuk menerima"
Sungmin tersenyum pedih "Sebenarnya aku tahu siapa ayahnya Umma. Hanya saja-"
"Ssstt jangan dilanjutkan nak. Kami tidak akan memaksamu hingga kau siap memberitahu Umma dan Appa"
Sungmin langsung memeluk tubuh Leeteuk. Merasakan kehangatan yang membuatnya sedikit menenang. Tanpa sadar tangan itu kembali mengelus perut datarnya.
.
.
.
Seharian ini Kyuhyun kepikiran tentang Sungmin. Pekerjaan yang seharusnya selesai pun masih belum dapat dilanjutkan karena Sungmin tengah menguasai pikirannya. Matanya sudah hampir terpejam namun ketukan pelan yang berasal dari arah pintu menyadarkannya.
"Masuk" Perintah Kyuhyun.
Minho masuk keruangan Kyuhyun sesuai perintah namja itu. Tangannya sedikit membetulkan letak kacamata yang sempat turun dari hidung mancungnya. Wajahnya sedikit gugup kala Kyuhyun menatapnya terlalu tajam dan intens.
"Ada apa?"
Minho mengangkat kepalanya "Hari ini ada jadwal rapat perusahaan setelah jam makan siang, Sajangnim" Ujarnya.
Kyuhyun mengangguk "Baiklah. persiapkan dokumen yang kita butuhkan. Kau boleh keluar sekarang"
"Terima kasih Sajangnim" Minho membungkukkan badannya sebelum keluar dari ruangan Pria berwajah dingin itu.
Kyuhyun menghela nafasnya sepeninggal Minho. Tangannya merogoh saku celana dan mengambil smartphone miliknya. Jarinya menggeser ikon kunci, mengutak-atik ponselnya sendiri. Kyuhyun sedikit menimang apakah menghubungi Sungmin atau tidak. Setelah berpikir ratusan kali, Kyuhyun mencoba mengirim SMS kepada namja mungil tersebut.
To : Bunny Min
Annyeong. Bagaimana kabarmu?
Dengan ragu-ragu Kyuhyun menekan Send untuk mengirimkan SMS nya. Sambil menunggu Sungmin membalas Messagenya, Kyuhyun keluar dari ruangannya sendiri.
.
.
.
Sungmin yang saat itu sedang membaca blog tentang kehamilan sedikit terkejut kala Handphonenya bergetar. Alisnya sedikit terangkat mengingat tidak mengenal sang pengirim Message.
To : 08xxxxxxxxx
Anda siapa?
Sungmin kembali meletakkan handphonenya dan kembali melanjutkan kegiatannya yang tertunda.
Sedangkan ditempat lain, Kyuhyun tersenyum karena namja mungil tersebut sudah membalas SMS nya. Kyuhyun terkekeh pelan karena Sungmin tidak mengetahui nomornya. Mudah memang bagi Kyuhyun untuk mendapatkan nomor Sungmin. Apalagi ia mendapatkannya dari handphone namja cantik itu saat Sungmin tidak sengaja meninggalkan handphonenya ketika ia pergi ke toilet. Dan saat itulah tangan jahil Kyuhyun beraksi untuk mengambil nomor ponsel namja manis tersebut. Dengan percaya diri Kyuhyun mulai mengetikkan pesannya.
To : Bunny Min
Ini aku, Cho Kyuhyun. Kau pasti ingat padaku bukan?
Kyuhyun kembali meletakkan ponselnya keatas meja. Tidak berapa lama ponselnya kembali bergetar tanda Sungmin sudah membalas SMS nya.
From : Bunny Min
Darimana kau mendapatkan nomor ponselku brengsek?
To : Bunny Min
Apakah aku harus mengatakannya padamu Haha
From : Bunny Min
Kurang ajar!
To : Bunny Min
Hei jangan berkata kasar, Sayang. Atau aku akan melumat bibirmu hingga bengkak. Apa kau mau mencicipinya?
From : Bunny Min
Hentikan ucapan mesummu Cho!
To : Bunny Min
Uhh Sungmin kau membuat 'Adikku' bangun sayang
Sungmin mendelik horror membaca pesan yang berasal dari ponselnya. Seketika wajahnya memerah karena ucapan frontal itu meski hanya lewat pesan singkat.
To : Cho Evil
Aku akan menghajarmu kalau kau tidak menghentikan ucapan mesummu
From : Cho Evil
Coba saja kalau kau berani
Kyuhyun menyeringai. Pria itu kembali terkekeh tidak bisa membayangkan bagaimana merahnya wajah Sungmin karena ucapan frontalnya.
From : Bunny Min
Baiklah kalau itu maumu. Tongkat baseball segera melayang ke wajahmu
To : Bunny Min
Kenapa tidak menggunakan cambuk saja. Kedengarannya menarik
From : Bunny Min
Apa kau ingin aku melakukan BDSM?
To : Bunny Min
BDSM? Apa kau benar-benar ingin melakukannya padaku. Haruskah aku menjadi slavemu dan memohon untuk minta dimasuki. In your dream Baby, hanya aku yang boleh menjadi Master mu disini.
From : Bunny Min
Hentikan Cho. Dasar mesum!
Kyuhyun terbahak-bahak. Ingin rasanya ia mencubit pipi yang pasti memerah tersebut kalau saja Sungmin berada disini. Entahlah Kyuhyun sendiri tidak mengerti dengan perasaan yang mulai datang ini. Apakah ia harus mengikuti jejak sang Hyung menjadi seorang Gay hanya karena Lee Sungmin atau Kyuhyun memang berubah orientasi karena mencintai Lee Sungmin. Mungkin hanya Kyuhyun yang tahu jawabannya. Obsidian tajamnya melirik arloji nya yang bertengger di tangan kanan. Pria tampan itu mulai bangkit dari duduknya, sedikit merapikan pakaiannya dan mulai melangkah keluar dari ruangannya.
.
.
.
Kibum memilih-milih buku yang hendak ia beli. Namun disaat yang tidak tepat ia memundurkan tubuhnya dan menabrak seseorang yang berjalan di belakang tubuhnya.
"Astaga Maafkan saya" Kibum mengulurkan tangannya untuk membantu sosok yang terjatuh tadi.
"Tidak apa-apa. Lagipula saya tahu pasti anda tidak sengaja karena tadi anda sibuk dengan buku-buku yang ada di tangan anda" Sosok tadi tersenyum manis yang membuat Kibum ikut melengkungan senyumnya.
"Kim Kibum imnida. Kau?"
"Kim Ryeowook"
"Senang berkenalan denganmu Ryeowook-ssi"
Ryeowook terkekeh "Jangan terlalu formal padaku. Kau bisa memanggil Ryeowook atau Wookie saja" Ujarnya.
Pria berwajah dingin itu tersenyum. Tangannya meletakkan satu ke atas rak dan kembali menatap Ryeowook.
"Apa kau juga ingin membeli buku Wookie"
Ryeowook menangguk "Huum. Tapi aku ingin membeli Komik. Apa kau tau dimana letaknya? Karena aku baru pertama kali mengunjungi tempat ini"
"Baiklah. Mari ikut aku" Ajak Kibum
.
.
.
kyuhyun terlihat bersalaman kepada orang-orang yang sudah menghadiri rapatnya dengan Siwon yang berdiri di samping tubuhnya. Kedua kakak-beradik itu tersenyum karena berhasil menawarkan kerja sama kepada perusahaan lain. Namun senyum Kyuhyun memudar kala matanya menatap sosok pria yang sangat dibencinya. Pria yang sudah merenggut kebahagiaannya.
"Hai Cho. Lama tidak berjumpa" Sapa sosok namja tadi.
"Masih berani menunjukkan wajahmu Choi Seunghyun-ssi"
Pria bernama Seunghyun itu hanya terkekeh singkat mendengar suara sarat akan kebencian itu.
"Aku merindukanmu Cho. Apakah kau tidak ingin memeluk teman lamamu ini"
Kyuhyun mengepalkan tangannya "Brengsek! Setelah apa yang kau lakukan pada Chengmin aku tidak akan pernah menganggapmu temanku" Kyuhyun sedikit menekan emosinya agar tidak terlalu mencolok.
"Kukira kau sudah melupakan kejadian itu Cho" Ucapan Seunghyun tersebut semakin menyulutkan iblis yang bersembunyi dalam tubuh Kyuhyun. Tangannya sudah berniat menghajar wajah Seunghyun namun Siwon menahannya dan menggelengkan kepalanya.
"Jangan Kyu. kau masih di Kantor. Lebih baik kita pergi" dengan sedikit paksaan Siwon menyeret tubuh tinggi sang adik. Hingga menghilang dari pandangan Seunghyun.
.
.
.
"Kenapa Hyung melarangku untuk menghajar wajahnya!" Bentak Kyuhyun.
"Menghajar wajahnya tidak akan menyelesaikan masalah Kyu" Siwon melembutkan suaranya untuk meluruhkan emosi Kyuhyun "Kau tau sendiri bukan Seunghyun bukanlah lawan yang main-main untuk kita. Jadi untuk ini mohon bersabarlah"
"Tapi dia sudah merebut Chengmin dariku Hyung. Dia juga yang telah membunuh Chengmin dengan kejam"
Siwon mengerti dengan perasaan Kyuhyun. Ditinggal kekasih yang dicintainya sempat membuat Kyuhyun terpuruk hingga adiknya itu tidak percaya lagi akan cinta dan sering tidur dengan yeoja-yeoja diluar sana. Matanya berubah sendu melihat ekspresi adiknya.
"Ini sudah tahun Keempat sejak Chengmin meninggal Kyu. Kau harus bangkit"
Kyuhyun hanya mengangguk "Ne Hyung" Ujarnya
Siwon tersenyum dan menepuk pundak adiknya tersebut. Pemuda berlesung pipit itu berpamitan pada Kyuhyun untuk pergi yang langsung dibalas anggukan oleh pria tampan itu.
.
.
.
Sungmin menatap taman belakang rumahnya dalam diam. Angin berhembus mengibaskan poni nya yang sedikit memanjang. Namja cantik itu sedikit menikmati angin sore yang terasa segar. Di belakangnya, seorang maid berlari menghampiri Sungmin yang sedang duduk diatas ayunan tersebut.
"Tuan" Panggilnya.
Sungmin bergeming tidak menjawab panggilan maid nya
"Tuan" Sang maid menyentuh pelan pundak Sungmin.
"Ada apa MinYoung-ah?" Tanya Sungmin
"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan Tuan. Dia seorang laki-laki"
Sungmin mengangguk dan bangkit dari atas ayunan. Kakinya menapak pelan memasuki rumahnya. Dahinya sedikit mengerenyit melihat seorang pria yang terlihat membelakangi tubuhnya. Pria dengan postur tubuh tinggi yang sedang mengamati foto keluarganya.
"Nugu?" Tanya Sungmin.
Sosok itu berbalik "Hai" Sapanya.
Sungmin membulatkan mata. Pria bertubuh tinggi yang baru beberapa jam lalu berkirim pesan dengannya. Pria mesum yang selalu sukses membuat pipi nya memerah. Dan sekarang pria itu berdiri di hadapannya. Menghadapinya saja membuat Sungmin gugup setengah mata apalagi obsidian tajam itu menatapnya intens.
"Apa kau amnesia hingga tidak menghiraukan panggilanku?"
Sungmin tersentak "Mau apa kau kemari?" Tanyanya ketus.
"Aku ingin bertemu denganmu Sungmin. Entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu merindukanmu" Ujarnya.
Sungmin menatap Kyuhyun dalam diam. Kepalanya tiba-tiba saja berubah pening. Kyuhyun yang melihat perubahan wajah Sungmin mendekati namja itu perlahan. Tangan nya mengelus wajah yang sedikit memucat itu.
"Kau sakit Min?" Tanya Kyuhyun.
Sungmin menggeleng "Ani" Jawabnya.
Kyuhyun menangkup pipi gembil itu. Menatap kedua foxy bening yang selalu membuatnya terpesona akan keindahannya.
"Kau yakin? Tapi kenapa wajahmu pucat?"
"Mu—mungkin ini hanya penglihatan mu saja. Aku baik-baik saja. Sungguh" Sungmin merubah nada suaranya menjadi serius ketika melihat Kyuhyun yang tidak percaya akan ucapannya.
Tangan kekarnya mengelus lembut kepala Sungmin. Ia juga tidak tahu apa yang membawanya hingga ke rumah Sungmin. Yang jelas sejak dari kantor tadi pikirannya selalu terfokus akan namja cantik yang sudah pernah ditidurinya ini.
"Min" Panggil Kyuhyun.
"Apa"
Kyuhyun menggiring Sungmin untuk duduk diatas sofa. Sungmin menatap tangannya yang di genggam erat oleh Kyuhyun.
"Ada apa Kyuhyun?"
Kyuhyun menatap Sungmin dalam "Tadi malam aku bermimpi bertemu seorang bocah laki-laki. Wajahnya sangat mirip denganmu Min. Bocah itu mengatakan padaku kalau ia anakku dan anakmu. Kami sama-sama memakai pakaian putih saat itu" Kyuhyun mengadahkan kepalanya menghadap langit-langit rumah Sungmin "Tiba-tiba saja bocah itu menarik tanganku. Aku sedikit kebingungan awalnya namun pada saat ia berteriak 'Mommy' aku melihat kau tersenyum padaku dan bocah itu. Aku…entahlah kenapa ia membawaku kepadamu. Ia tersenyum manis saat menatapmu Min. Bocah itu menyatukan tangan kita dan tanpa kata ia menghilang begitu saja dari pandangan kita" Sambung Kyuhyun.
"Kau yakin dengan mimpimu Kyuhyun?" Tanya Sungmin.
"Aku sangat yakin. Bahkan aku masih bisa merasakan bocah itu"
Sungmin kembali menatap tangannya yang digenggam erat. Ingin sekali ia menggiring tangan Kyuhyun untuk mengelus perutnya dan mengatakan kalau ada nyawa yang belum terbentuk dalam tubuhnya. Namun Sungmin maasih belum sanggup karena takut Kyuhyun akan marah padanya.
"Kalau suatu saat mimpimu benar terwujud apa kau akan bahagia, Kyu?" Kyuhyun sedikit tersentak dengan pertanyaan yang terlontar dari bibir Sungmin. Kyuhyun mengarahkan kepalanya menghadap Sungmin.
"Maksudmu?"
"Aku bertanya kalau mimpi itu benar kenyataan dan bocah itu memang benar adanya apa kau menerima nya?" Tanya Sungmin dengan kepala ditundukkan.
Kyuhyun memejamkan mata. Melepas genggaman nya ditangan Sungmin. Ia gunakan tangannya untuk menutup wajah nya. Pertanyaan Sungmin sedikit banyak menganggu pikiran namja itu. Apalagi beberapa bulan yang lalu ia memperkosa namja cantik tersebut. Dan apa benar kalau Sungmin Hamil? Bukankah ia seorang laki-laki. Mana bisa Hamil?
Sungmin sendiri menundukkan kepalanya. Merutuki mulutnya yang bertanya dengan pertanyaan yang bodoh. Ia tentu mengerti laki-laki macam Kyuhyun pasti masih ingin bebas. Tidak ingin menikah di usianya yang masih muda.
Hening masih menyelimuti mereka. Tidak ada yang mau berbicara satu sama lain. Mereka juga masih sibuk dengan pikiran masing-masing walau senja sudah mulai datang dan matahari akan segera kembali ke peraduannya.
"Sebaiknya aku pulang"
Sungmin mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk.
"Appa dan Umma pasti mencariku. Terima kasih untuk hari ini Sungmin"
Tanpa menatap Sungmin, Kyuhyun melengos pergi meninggalkan namja cantik itu. Sungmin menatap kepergian Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca. Tanpa sadar setetes air mata membasahi pipinya. Kakinya melangkah menuju pintu rumah. Menatap halaman rumahnya. Sungmin memegang erat knop pintu mengira mobil Kyuhyun masih ada walau nyatanya halaman rumahnya sudah terlihat sepi
"Aku membutuhkanmu Kyuhyun" Ucapnya tanpa sadar.
.
.
.
Kyuhyun melajukan mobilnya dan menepikan di pinggir jalan. pikirannya kembali ke 3 bulan yang lalu saat ia meniduri Sungmin secara paksa dan menyambungkannya dengan ucapan Sungmin tadi. Otak jenius nya mulai berpikir dan mengambil smartphone nya yang terletak di samping kursi kemudi. Tangannya menjelajah lincah mencari sesuatu yang langsung membuatnya membulatkan mata seketika. Kyuhyun membaca dengan seksama artikel tadi dengan perasaan gugup.
Merasa telah mendapatkan sesuatu, ia langsung memutar kunci kontak mobil dan kembali melajukannya menuju rumah Sungmin.
.
.
.
Kyuhyun masih setia berdiri di depan halaman rumah Sungmin yang sunyi meski belum larut malam. Helaan nafas keluar dari bibir tebal itu. Pada akhirnya Kyuhyun pun melangkah dan mengetuk pintu cokelat di depannya.
"Mencari siapa?" seorang yeoja paruh baya membuka pintu yang di ketuk tadi dan mendapati seorang namja tampan seperti sedang menunggu seseorang.
"Saya mencari Sungmin" Ujar Kyuhyun dengan nada datar.
"Silahkan masuk. Mohon tunggu sebentar Tuan"
Yeoja paruh baya tadi meninggalkan Kyuhyun yang sudah berada di dalam rumah Sungmin. Tidak berapa lama Nampak namja cantik dengan kaos pinknya yang semakin membuatnya bertambah manis.
"Kyuhyun" Guman Sungmin.
Kyuhyun mendekati Sungmin untuk kemudian memeluk tubuh mungil itu erat.
"Katakan yang sebenarnya padaku Sungmin. Jangan sembunyikan apapun dariku"
"Aku tidak menyembunyikan apapun Kyuhyun" Kilah Sungmin.
Kyuhyun melepas pelukannya "Tidak. Kau berbohong padaku" Matanya menatap tajam foxy Sungmin "Apa benar kau hamil?" sedikit melirihkan kata-katanya saat menyebut hamil.
Sungmin terdiam dan menundukkan kepalanya. Perasaan nya berubah takut kalau-kalau Kyuhyun tidak menerima anak yang tengah di kandungnya ini.
"Jawab pertanyaanku Sungmin!" Dengan gemas Kyuhyun menggoyangkan tubuh itu. Tangannya semakin mencengkram kuat pundak mungil Sungmin.
"Sungmin-"
"Aku hamil Kyuhyun"
DEG
TBC
Mumpung masih libur kuliah jadi aku sempatkan buat update. Terima kasih untuk Komentar positif juga kritik dan saran nya. Saya senang karena kalian yang masih menunggu ff ini hingga end. Semoga saya bisa menyelesaikan nya tepat waktu ya.
Kamsahamnida
sign,
elfkyumin137
