For You

Author : Shin Hyewon

Main cast : Park Chanyeol & Byun Baekhyun

Other cast : find it on story

Genre : romance, drama

Rate : T

Warning : yaoi, boys love, bl, boyxboy, typo(s), dldr

Disclaimer : Exo dan cast lain milik agensi dan ortu mereka, cerita ini terinspirasi dari drama 'Moon Lovers' dan ada beberapa adegan yg mirip, tapi inti dari cerita ini benar berbeda dengan dramanya

Lenght : chaptered

Summary :

Chanyeol sungguh sangat ingin pergi menyusul ayahnya, apalagi disaat dia tak sengaja terjatuh kedalam sungai. Tapi dirinya malah terbawa kembali ke ratusan tahun lalu/CHANBAEK/Yaoi


Chapter 2

What Is This?


"eunghh"

Chanyeol terbangun dari tidurnya karena merasa terganggu dengan sinar matahari pagi ini. Perlahan Chanyeol duduk diatas kasurnya dengan mata yang masih terpejam –karena dia masih mengantuk. Dia mengarahkan tangan kirinya ke nakas sebelahnya tempat dia menaruh ponselnya. Tapi setelah meraba beberapa saat, Chanyeol merasa heran tak menemukan benda pipih itu dan sontak saja Chanyeol membuka matanya.

Kedip

Kedip

Kedip

DEG

Jantung Chanyeol terasa berhenti sedetik dikala dia merasakan sebuah keanehan besar setelah membuka matanya. Mata Chanyeol membulat dikala dia melihat isi kamar ini bergaya kamar tradisional Korea jaman kerajaan dulu. Reflek Chanyeol melihat kebawah –kebajunya dan mata bulat nya semakin membesar karena dirinya mengenakan pakaian tradisional khas kerajaan Korea jaman dulu.

"apakah ini surga dalam bentuk baru?" Chanyeol berguman pelan dan mulai berpikir sambil tetap memperhatikan sekitarnya

"atau ini adalah.. neraka dalam bentuk baru?" "ahh tidak tidak, aku tidak mungkin masuk neraka" Chanyeol menggeleng-geleng sendiri dengan pemikirannya.

Setelah berpikir sesaat, Chanyeol bangkit dari kasurnya dan berdiri. Dia berjalan perlahan untuk menjelajah ruangan ini.

Chanyeol terkejut disaat dia melihat sebuah guci yang terletak diatas rak. Chanyeol tak asing dengan guci itu karena dulu dia pernah mempelajarinya, guci berwarna putih dan biru yang bermotif bambu bercampur plum, dan guci itu berasal dari kerajaan Joseon diabad ke-15. Chanyeol masih kurang percaya dengan apa yang dia lihat dan dengan perlahan dia mendekati guci itu, kemudian menyentuhnya dengan pelan.

"ini..sungguhan?"

Chanyeol menghadapkan kepalanya kearah lain, dan dia melihat sebuah kaca dimeja kecil. Dia mengambilnya, dan melihat kearah kaca itu, Chanyeol kembali terkejut –lagi untuk kesekian kalinya sejak dia bangun tadi, Chanyeol melihat rambut hitam pendeknya dulu berubah menjadi rambut panjang yang diikat keatas khas laki-laki jaman tradisional dulu *aku gatau sebutannya apa:v*.

"astaga"

Chanyeol meraba rambut dan wajanya, kemudian dia baru menyadari jika luka-luka diwajahnya hilang.

"b-bagaimana bisa?" ucap Chanyeol tak percaya dengan mata yang tetap melihat ke kaca

Brak

"Pangeran- KAU SUDAH SADAR?"

"s-siapa kau?"

"MWO? KAU LUPA SIAPA AKU?"


For You


"selamat pagi abeoji!" seru pemuda -mungil dengan semangat kepada ayahnya yang sedang menyesap teh

"selamat pagi Baekhyun-ah" abeojinya terlihat bingung melihat semangat putranya pagi ini

Pemuda itu –Byun Baekhyun namanya, tersenyum kemudian langsung duduk didepan ayahnya dan menuangkan teh kedalam cangkir untuk dirinya.

"kenapa kau terlihat begitu semangat hari ini?" tanya abeoji Baekhyun

"sore nanti pesta pengangkatan itu jadi kan, abeoji?" bukannya menjawab, Baekhyun malah bertanya balik kepada ayahnya. Abeojinya mengernyit(?) bingung melihat tingkah Baekhyun ini yang biasanya tidak terlalu menyukai pesta kerajaan –Baekhyun bilang membosankan, tapi sejak pesta lampion bulan lalu, Baekhyun selalu bertanya kapan akan ada pesta kerajaan lagi, dan disaat seminggu yang lalu abeojinya berkata akan ada pesta pengangkatan di kerajaan, Baekhyun terlihat sangat senang. Seperti sekarang

"tentu saja" Baekhyun kembali tersenyum lebar

"sekarang, jawab pertanyaan abeoji tadi, kenapa kau terlihat semangat untuk pesta kerajaan seperti ini?" nyali Baekhyun –sangat sedikit menciut mendengar pertanyaan abeojinya yang terdengar mengintimidasi(?)

"aku ingin bertemu seseorang disana" jawab Baekhyun cepat dengan –sedikit malu dan dia langsung pura-pura meminum tehnya supaya tidak melihat tatapan tajam dari abeojinya

"siapa itu? Kau tahu bukan kau adalah anak dari seorang penasehat raja, dan kau tentunya masih mengingat nasehat abeoji mu ini, kan?" Baekhyun menelan ludahnya saat mendengar ucapan bertanda peringatan –yang berbahaya dari abeoji nya itu

"tentu aku mengingatnya abeoji"

"dia adalah Kim Yerim"

Dan sekarang abeojinya terlihat sedang berpikir, dan saat abeojinya hendak mengatakan sesuatu, Baekhyun memotongnya

"dia adalah putri perdana mentri dari Goryeo" abeojinya diam beberapa saat

"oh, baiklah, terserah kau saja" ucap abeojinya dengan tenang sambil meminum tehnya dan Baekhyun kembali tersenyum lebar

"tapi kau harus tetap mengingat nasehat ku, arrachi?" dan dijawab dengan anggukan semangat oleh putra nya itu

"arrachi!"


For You


Aku hanya diam sedari tadi karena dia masih belum mampu mencerna apa yang sedang terjadi pada diriku ini, ditambah lagi tadi masuknya seorang namja berpipi gembil yang sedari tadi mengatakan jika aku sedang menipunya.

"astaga pangeran! Rencana apalagi yang sedang kau jalankan untuk mengelabuiku huh?" nada bicara laki-laki itu terdengar frustasi sekali, padahal aku saja tak mengenal dia sama sekali

"yak, kenapa kau hanya diam saja daritadi pangeran?"

Ah dan satu lagi yang kubingungkan, dia memanggilku 'pangeran'. Astaga bahkan aku hampir menjadi gelandangan jika tidak bekerja dan sekarang ada orang yang memanggilku dengan sebutan 'pangeran', ada apa ini sebenarnya?

"YAK!"

Dia berteriak dan aku tersentak dari lamunanku. Reflek aku melihat kearahnya.

"kenapa kau hanya diam saja pangeranku,hm?" aku bisa melihat ekspresi jengkel diwajahnya yang menunggu(?) keterdiamanku. Aku benar-benar bingung harus berbicara apa dikeadaan yang sangat aneh seperti ini.

"sebenarnya ada apa denganmu?" dia kembali bertanya dengan wajah yang dimajukan hingga tepat berada didepanku, seketika aku menunduk tak berani memandang dia.

"a-aku tidak tahu" akhirnya kuberanikan untuk menjawab dan aku melirik sedikit dari ujung mataku, dia menunjukkan ekspresi tak percaya

"berhenti bermain-main Yang Mulai Pangeran PARK CHANYEOL calon Putra Mahkota!" aku terkejut saat dia menyebut namaku dengan lengkap, darimana dia tahu namaku bahkan daritadi aku hanya diam, dan apa maksud dari 'yang mulia pangeran calon putra mahkota' itu?

"aku benar tidak tahu apa-apa! sekarang ku tanya, siapa namamu?" aku kembali dengan berani menjawab dia dan dia terlihat terkejut

"MWO? Kau bertanya nama seorang pengawal pribadimu dari kecil ini?" dia berucap dengan ekspresi tak pecaya -lagi. Aku sedikit ragu menjawabnya, takut menyinggung perasaannya. Tapi kuputuskan untuk berkata jujur.

"hm.. yaa" aku menjawab dengan pelan dan hati-hati

"namaku, Kim.."

"Kim?"

"Kim!"

"K..Kim?"

Aku mengenyit(?) bingung kenapa dia hanya menyebut Kim, dan dia terlihat jengkel –lagi dan kemudian menghela napas

"Kim Min.."

"Kim Min?"

"astaga, sebenarnya kau benaran lupa atau sedang pura-pura untuk menghindari pengangkatan sore ini huh?" dia menjambak rambutnya dan terlihat frustasi –lagi. Aku merasa ada yang aneh dengan pangeran 'ini' dalam kehidupan sehari-hari nya, dan aku mencoba menghibur orang yang didepan ku ini dengan mengucapkan kata yang dia sebut tadi

"Kim Min.." aku berpikir keras kata apa yang cocok dengan nama nya itu

"akhh" tapi tiba-tiba saja kepala ku terasa pusing dan berdenyut. Sontak namja itu langsung terlihat panik dan berteriak

"YAK PANGERAN! PENGAWAL! PANGGIL TABIB SEKARANG JUGA!"

.

.

"sepertinya yang mulia terkena benturan benda disaat dia terjatuh kedalam sungai sehingga dia mengalami lupa ingatan seperti ini"

"kenapa dia bisa tahu aku jatuh ke sungai?"

"tapi, aku tidak melihat ada bekas luka dikepala yang mulia sama sekali" sang tabib terlihat sedang keheranan dan namja bakpao –aku menyebutnya seperti itu karena aku tidak tahu nama aslinya- itu memicingkan matanya kearahku, dan aku hanya membalasnya dengan tatapan polos

"aihs kau sungguh.. ughh pangeran" ucap namja bakpao itu 'gemas' dan kemudian dia menghela napasnya

"baiklah tabib, terima kasih" tabib mengangguk dan membungkuk kearahku dan namja itu, kemudian keluar dari ruangan

"apa.. aku sedang syuting drama kolosal?" tiba-tiba pikiran seperti datang ke otak ku

"tapi tidak ada kamera ataupun sutradara" aku menggeleng kecil dengan pikiran bodoh ini –lagi-

Puk

Namja itu duduk ditepi kasur dan menatapku dengan serius.

"kau.. benar-benar tidak ingat apa-apa pangeran?" tanyanya yang membuatku mengernyit bingung. Hey, aku bahkan tidak lupa ingatan sama sekali, aku masih sangat ingat siapa namaku –ini pasti-, darimana aku berasal, siapa orang tuaku, siapa orang yang memukulku kemarin, aku juga..blablabla, intinya aku masih 'sehat! Tapi kenapa dia berkata seolah-olah aku melupakan semuanya? Tuhan, bantu aku!

"yak! Kau melamun lagi pangeran"

"eh? Maaf"

Dia terdiam dan memperhatikanku dengan tajam. Aku menunduk –lagi karena tidak nyaman dengan tatapannya itu.

"kau benar tidak ingat apapun?" dia bertanya dengan nada yang terdengar hati-hati

Aku bingung. Apa yang harus kujawab? Aku mengingat semua tentang hidupku dari kecil sampai sekarang, aku seharusnya menjawab tidak. Tapi, keadaannya berbeda dan sangat sangat aneh sekarang, aku yang terbangun diruangan khas kerajaan jaman dulu, pakaian hanbok yang kupakai, namja berpipi gembil yang memanggilku pangeran, dan yang terparah dia berkata jika aku tidak ingat apapun.

"apa...mungkin.. aku sedang bermimpi?" tiba-tiba saja aku berpikir itu. Ah iya benar, kenapa aku baru teringat tentang ini? Aku pasti sedang bermimpi. Ya bermimpi. Saat ini aku sedang bermimpi kembali kemasa lalu, dan aku sepertinya adalah seorang pangeran dalam mimpi ini. Mimpi yang indah.

"ya" jawabku dengan ragu

".." dia terdiam

"sungguh?" dia bertanya lagi

"ya, aku tidak ingat apapun" dan setelah itu dia menghela napasnya

"baiklah terserah pangeran saja. Namaku Kim Minseok, pengawal pribadimu, dan sekarang kau pergilah mandi pangeran" ucap nya, setelah itu dia keluar dari ruangan dan kemudian masuklah beberapa wanita yang mungkin pelayan itu yang menuntunku ketempat mandi.


For You


Chanyeol dibawa kesalah satu permandian khusus para anak-anak lelaki dari petinggi dalam kerajaan yang Chanyeol tidak ketahui apa sebutannya. Chanyeol dibuat terkejut setengah mati disaat para dayang hendak membuka pakaiannya dan reflek berteriak

"YAK! Apa yang kalian lakukan?"

Para dayang langsung menunduk ketakutan karena suara teriakan pangerannya itu

"maafkan kami yang mulia, biasanya yang mulia lah yang menyuruh kami membukakan pakaian yang mulia"

Chanyeol membulatkan matanya dan wajah nya terlihat memerah mendengar pernyataan dari salah satu dayang itu. Sontak dia merapatkan kembali tali dipinggangnya yang sempat terbuka tadi.

"astaga kenapa mimpi ini memalukan sekali eoh?"

"m-mulai sekarang aku akan membuka pakaian ku sendiri" pinta Chanyeol sedikit terbata karena masih malu dengan kata-kata dayang itu.

"sekarang kalian keluarlah" perintah Chanyeol yang langsung diangguki oleh para dayang itu, dan mereka berjalan mundur kemudian membungkuk dan keluar dari area permandian.

Sebenarnya Chanyeol merasa aneh dengan perintah pertamanya tadi –menyuruh para dayang keluar- karena biasanya dia tidak pernah memerintah orang lain.

"ah tapi ini kan mimpi bukan? Jadi tak apa memerintah orang lain sesekali" Chanyeol terkekeh dengan pikirannya itu.

Chanyeol mulai melepaskan satu persatu lapisan pakaian piyama kerajaannya itu. Chanyeol pun topless dan hanya menyisakan celana untuk menutupi area pribadinya. *ngetik sambil ngiler xD*

Chanyeol berjalan perlahan sambil mengamati isi ruangan permandian ini. Ruangan mandi ini cukup mewah dimata Chanyeol, disana ada 2kolam, yaitu kolam utama dan kolam biasa. Tempat ini memanjang menghadap ke kolam utama. Dan juga ada beberapa pajangan langka yang pernah dia lihat dimuseum.

Saat Chanyeol sampai dikolam utama, mata Chanyeol menangkap setumpuk baju dipinggir kolam.

"baju siapa itu?" "ah mungkin ada orang yang tidak sengaja meninggalkannya disini setelah mandi"

Chanyeol tidak terlalu memperdulikannya dan kemudian mulai masuk kedalam kolam. Kolam utama langsung menghadap kearah luar langit tanpa atap dan dibatasi oleh batu-batu besar. Dan beruntungnya pagi ini cuacanya sangat bagus dan hangat jadi Chanyeol merasa tubuhnya sangat rileks setelah memasuki kolam itu.

"ahh~ aku jadi ingin tidak bangun dari tidurku karena mimpi menyenangkan ini"

Chanyeol duduk dipinggir kolam dangkal itu. Dia memejamkan matanya meresapi kehangatan yang menenangkan dari air kolam ini. Sejak dia remaja dia sudah sangat jarang bisa berendam dengan air hangat seperti ini. Chanyeol benar-benar sangat senang saat ini. Semua ini terasa begitu nyata tapi bagi Chanyeol ini tetaplah hanya sebuah mimpi indah. Ahh, kau hanya belum sadar pangeran Park~

Glup

Glup

Glup

Glup

Telinga peri Chanyeol menangkap sebuah suara aneh. Sontak saja dia langsung membuka matanya dan berwaspada melihat sekelilingnya. Dia menajamkan pendengarannya.

Glup

Glup

Glup

Suara itu berasal dari tengah kolam!

"sial, apa itu?"

Dengan takut-takut Chanyeol berjalan sangat pelan kearah suara itu berasal, tengah kolam. Saat sudah lumayan dekat dengan suara itu, dia melihat ada gelembung-gelembung muncul ke permukaan kolam dari asal suara itu.

DEG

DEG

"sehabis ini aku pasti akan langsung terbangun dari mimpi indah ini"

Chanyeol dengan perlahan mengulurkan tangannya kearah gelembung-gelembung itu. Dan ..

BYAARRRR

"HWAAAAAAAAA"

"KYAAAAAAAAAAAA"


For You


Setelah berbicara dengan abeoji, aku segera pergi kepermandian. Aku ingin tampil tampan dan wangi dihadapan pujaan hatiku nanti, jadi aku akan mempersiapkannya dari pagi sekarang. Setelah aku sampai dipermandian, disana tidak ada orang sama sekali, langsung saja kulepas semua pakaianku dan menyisakan dalaman(?) hitam tipis dan celanaku. Dengan riang aku memasuki kolam karena pagi ini terasa sangat cerah dan hangat.

"uhhh, airnya hangat sekali"

Aku tersenyum senang setelah kaki ku berdiri diatas kolam dangkal itu. Aku berjalan ketengah-tengah kolam dan mendongakan kepalaku kearah matahari dengan mata terpejam. Sangat hangat. Dari kecil aku memang sangat menyukai matahari pagi yang hangat, tapi untuk pagi hari ini entah kenapa aku merasa berkali lipat sangat menyukai kehangatannya. Mungkinkah ini efek akan bertemu pujaan hati?

Setelah beberapa saat aku merasakan hangatnya sang surya pagi ini, aku langsung menceburkan diriku kedalam kolam. Ini adalah kebiasaanku sejak dulu. Aku sangat pandai mengatur nafasku lama dalam air sehingga aku bisa terbaring didasar kolam dangkal seperti ini.

Glup

Glup

"-lian lakukan?"

Aku bangun dari dalam air setelah mendengar samar-samar suara orang dari arah pintu masuk. Mungkin ada yang akan datang? Aku diam sejenak menunggu kehadiran orang itu, tapi setelah beberapa saat aku tidak mendengar suara apapun.

"mungkin tidak jadi"

Aku kembali masuk kedalam air. Cahaya diatas langit begitu terang. Para peramal memang sangat hebat dalam menentukan hari-hari penting seperti hari ini, hari pengangkatan calon putra mahkota. Hari ini dipilih karena kata peramal akan sangat cerah, hangat, dan terang, hal itu kelak mungkin akan menjadikan sikap calon putra mahkota menjadi raja yang baik, bijaksana, dan adil dimasa depan nanti.

Sebenarnya aku penasaran seperti apa wajah calon putra mahkota itu. Aku hanya pernah bertemu dengannya 3 kali, disaat umur 7tahun dua kali dan umur 10tahun sekali. Tahun lahirku sama dengan calon putra mahkota, hanya berbeda bulan saja, yang berarti sekarang dia juga berumur 19tahun. Itu tandanya aku sudah 9tahun tidak melihat wajahnya sama sekali. Kudengar dari para dayang-dayang yang pernah melayaninya, dia itu sangat tampan, tapi dia juga sangat nakal dan susah diatur. Aku semakin penasaran dengan calon putra mahkota –yang katanya- tampan tapi nakal itu. Aku jadi sedikit ragu dengan masa depan kerajaan ini jika hal itu benar.

Glup

Glup

Glup

Glup

Ngomong-ngomong aku tidak sabar untuk nanti sore. Aku ingin cepat-cepat bertemu dengan perempuan yang membuat jantungku berdebar. Tanpa sadar aku tersenyum memikirkannya.

Tapi tiba-tiba saja aku merasakan ada pergerakan air disekitarku.

"mungkin daun jatuh"

Aku mencoba tidak perduli dan kembali memikirkan dia.

Glup

Glup

Glup

Tapi, pergerakan itu terasa semakin kuat. Aku membuka mataku dan langsung bangun dari dalam kolam.

BYAARRRR

"HWAAAAAAAAA"

"KYAAAAAAAAAAAA"

Orang itu berteriak dan reflek aku juga terkejut dan berteriak. Tapi sialnya, aku terkejut hingga tergelincir.

"YAAAKKK"

Grep


For You


"YAAAKKK"

Grep

Tangan Chanyeol memeluk badan –ramping- Baekhyun yang sedikit lagi akan terjatuh. Baekhyun pun reflek memeluk leher Chanyeol dengan erat saking terkejutnya. Akhirnya pun, mereka berdua saling beradu pandang dalam jarak yang sangat dekat dan posisi yang intim seperti ini.

DEG

DEG

DEG

"mata yang sangat indah" –Park Chanyeol

"tubuhnya hangat sekali" –Byun Baekhyun

.

.


TO BE CONTINUE


Hayyy :D maap kelamaan update nya hehehe smoga masih pada nungguin :'v

Cuman mau blg, makasih buat yang udah kasih review di chp kmrin 3 hehehe

Next chp, diusahain bisa update 2minggu sekali *aminnn* ngomong" chp ini mirip yah sama Moon Lovers? *peaceout*

Last, bolehkan nulis review kalian di kotak review yang kosong itu? :D

See you next chp~

x.o.x.o

Hyewon