My Precious Min Yoongi
.
.
.
.
MinYoon
.
.
.
.
Park Jimin x Min Yoongi
.
.
.
.
Anak keluarga Min terdiri dari tiga orang. Yang pertama adalah Min Hoseok, kedua adalah Min Yoongi dan yang ketiga adalah Min Jihoon. Jika fisik Hoseok adalah duplikat sanag appa, maka Yoongi dan Jihoon adalah duplikat sang eomma. Hoseok bekerja sebagai song writer dan composer lagu di perusahaan keluarganya, begitu juga dengan kedua adiknya. Hoseok adalah orangyang ceria dan sangat menyayangi keluarganya. Beda Hoseok, beda lagi dengan dua maknae keluarga Min. Min Yoongi dan Min Jihoon. Selain memiliki wajah yang mirip, mereka berdua juga memiliki sifat yang sama. Sama sama bermulut pedas dan jutek. Namun, suatu hari ada satu kejadian yang mengubah sifat anak kedua dari keluarga Min itu.
Saat itu, Yoongi sedang kesulitan karena mobilnya yang mogok, dan ada seorang pemuda yang menolongnya namun si pemuda ini malah memperkosa Yoongi dengan kekerasan. Dan dia juga meneror Yoongi. Itu membuat Yoongi stress, sehingga Kim Seokjin, sahabat Yoongi, sekaligus psikiater muda berbakat di Rumah Sakit Seoul, menjalankan pengobatan pada Yoongi. Awalnya, Yoongi ketakutan setiap melihat orang orang. Yoongi mengurung diri di kamar dan berteriak histeris, atau Yoongi akan merengek sepertin anak kecil ketakutan. Seokjin dan dokter Jung –psikiater lainnya yang merupakan senior Seokjin- sudah mencoba berbagai macam cara. Memang ada kemajuan. Yoongi tidak takut lagi bertemu dengan orang orang. Tapi sifat Yoongi berbeda. Bukan lagi Yoongi yang berwajah menggemaskan dengan sifat judesnya, namun menjadi Yoongi yang berwajah menggemaskan dengan sikap yang juga menggemaskan. Nyonya Min senang melihat anaknya sembuh, namun juga sedih melihat anaknya menjadi seperti itu, beliau senang Yoongi menjadi menggemaskan, namun beliay lebih senang lagi Yoongi kembali seperti dulu, namun dia mensyukuri hal itu. Berterima kasih pada dokter Jung dan juga Seokjin. Juga kepada teman teman Yoongi yang membantu Yoongi, Jungkook dan Taehyung juga pada Namjoon, kekasih Seokjin yang mau menghandle semua kontrak kerja Yoongi yang tidak bisa di selesaikan karena masalah ini. Tuan Min, Hoseok dan Namjoon mencari pelaku pemerkosaan Yoongi, namun hingga sekarang pelaku itu belum di temukan, padahal sudah dua tahun sejak kejadian itu, dan polisi juga masih melakukan penyelidikan dan pencarian.
"Eommaaaaa~~" panggil Yoongi sambil berlari menuju nyonya Min. nyonya Min yang sedang membuat kue mengalihkan pandangannya kea rah Yoongi yang berlari padanya dengan senyum manisnya.
"eommaaaa, cookiesnya sudah jadi? Yoongi mauuuu" kata Yoongi. Nyonya Min mengusak kepala Yoongi dan tersenyum melihat putra keduanya itu
"belum Yoongi, tunggu sebentar ya, Yoongi tunggu dulu sambil menonton TV ya, nanti eomma panggil kalau sudah jadi cookiesnya" kata nyonya Min. Yoongi menggeleng
"Shireoo~~ Yoongi mau membantu eomma saja" kata Yoongi lagi sambil naik ke atas bangku di dekat meja dapur. Nyonya Min menghela nafasnya
"baiklah, tapi Yoongi cuci tangan dulu ya" kata Nyonya Min sambil membantu Yoongi mencuci tangannya. Lalu mereka berdua membuat cookies kesukaan Yoongi.
Sedang asyik membuat Yoongi, sebuah suara mengalihkan perhatian ibu dan anak itu
"eomma" panggil suara itu, Yoongi dan nyonya Min menengok dan menemukan Jihoon, Soonyoung –kekasih Jihoon- dan juga Seokjin disana
"Jihooniee~ Soonyoungie~ Seokjinnie hyung~" panggil Yoongi ceria. Mereka yang ada disana tersenyum melihat Yoongi yang belepotan tepung, lalu mereka menghampiri Yoongi dan nyonya Min
"Selamat siang eommoni" kata Soonyoung dan Seokjin
"Selamat siang Soonyoung, Seokjin" kata nyonya Min ramah.
"Yoongi sedang membuat apa?" Tanya Seokjin
"Yoongi lagi membuat Cookies, Seokjinnie hyung" kata Yoongi dengan eyesmilenya. Seokjin dan yanglainnya terkekeh melihat Yoongi
"Ah begitu ya" kata Seokjin
"kalian tumben sekali?" Tanya nyonya Min
"pekerjaanku memang sudah selesai eomma, dan Soonyoung sedang tidak sibuk jadi saat aku pulang dia ikut kesini, tadi kami bertemu dengan Seokjin hyung di depan" kata Jihoon. Nyonya Min mengangguk mendengar penjelasan Jihoon. Lalu Jihoon pamit bersama Soonyoung ke kamarnya
"Eommoni, boleh tidak aku mengajak Yoongi jalan jalan?" Tanya Seokjin. Nyonya Min tersenyum
"memangnya mau kemana Seokjinnie?" Tanya nyonya Min
"Rencananya, Jungkook dan Namjoon mendapat libur bersamaan seminggu kedepan, Taehyung juga akan mengambil cuti karena sedang tidak banyak kasus, rencananya kami akan ke Jeju dan menginap di Villa milik Namjoon, mungkin sekitar tiga atau empat hari" kata Seokjin. Nyonya Min mengangguk.
"Tidak masalah Seokjinie, kapan kalian akan berangkat?" Tanya nyonya Min.
"rencananya lusa eommoni, kalau Yoongi boleh ikut, nanti malam kami akan memesan tiket" kata Seokjin lagi. Nyonya Min mengangguk
"Tentu saja boleh Seokjinnie, akan eommoni persiapkan barang barang Yoongi" kata Nyonya Min
"Yoongi, Yoongi mau ikut jalan jalan dengan Seokjin hyung ke Jeju?" Tanya nyonya Min. Yoongi yang sedang sibuk mencetak adonan cookiesnya mengalihkan pandangannya kearah nyonya Min dan Seokjin dan memandang mereka polos
"jalan jalan?" Tanya Yoongi. Nyonya Min dan Seokjin mengangguk
"Yoongi mauuuu!" kata Yoongi dengan gembira. Nyonya Min dan Seokjin tertawa melihatnya. Yoongi memang menggemaskan sekali.
.
.
.
.
.
.
Pagi ini, Seokjin dan Namjoon menjemput Yoongi di rumah keluarga Min. Saat Seokjin dan Namjoon datang, Yoongi sudah siap dengan kemeja putih yang dimasukkan kedalam celana bahan pendeknya dan suspender yang terpasang di bajunya. Lalu kakinya di alasi dengan sepatu Converse berwarna merah. Yoongi juga membawa tas ransel yang tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil di dalamnya. Seokjin hampir memekik gemas melihat Yoongi yang sangat menggemaskan itu. Namjoon tersenyum melihat Yoongi yang sedang dicubiti oleh Seokjin.
"Sudah sudah, Jinnie ayo kita berangkat" kata Namjoon sambil membawa koper milik Yoongi.
"Eommoni, abeonim, kami berangkat dulu ya" kata Seokjin dan Namjoon. Nyonya dan Tuan Min mengangguk dan tersenyum. Lalu berpesan agar menjaga Yoongi baik baik disana
"Eomma appa Yoongi pergi dulu yaaaa.. dadahhh.." kata Yoongi dengan eyesmilenya. Nyonya dan tuan min hanya terkekeh melihat anaknya itu, lalu Yoongi masuk ke dalam mobil Namjoon dan menuju ke bandara.
.
.
.
Yoongi, Jungkook, Taehyung, Namjoon dan Seokjin sedang menunggu pesawat mereka di ruang tunggu. Namjoon dan Taehyung sedang asik mengobrol sedangkan Seokjin sedang sibuk dengan handphonenya dan Yoongi juga Jungkook sedang menonton di ponsel Jungkook
"Jadi Jimin akan menyusul langsung ke Jeju?" Tanya Namjoon. Taehyung mengangguk
"nanti malam dia akan sampai di Jeju" kata Taehyung. Namjoon mengangguk
"Kau sudah memberitahukan keadaan Yoongi hyung pada Jimin?" Tanya Namjoon. Taehyung menggeleng
"Mereka putus dengan bertengkar saat itu. Mereka juga sama sama tidak mau membahas satu sama lain saat itu,dan itu sudah cukup lama. Jimin tahu kalau Yoongi hyung ikut tapi dia tidak tahu jika Yoongi hyung begitu. Kita tahu bahwa mereka masih saling mencintai kan hyung, dan aku yakin dengan kejadian ini, Jimin akan kembali pada Yoongi" kata Taehyung sambil memandang Yoongi yang duduk di samping Jungkook dengan pakaian yang sama. Namjoon mengangguk mendengar pendapat Taehyung.
.
.
.
.
Seorang pria berambut merah, terdiam memandang hamparan awan lewat kaca jendela di samping tempat duduknya. Saat ini dia sedang dalam perjalanan kembali ke kampung halamannya, Korea Selatan. Sebelum kembali ke rumahnya, dia sudah janjian dengan sahabat sahabatnya untuk liburan bersama di pulau Jeju, maka disinilah dia menuju pulau Jeju. Pria itu, Park Jimin, membuka kunci handphonenya dan memandangi wallpaper handphonenya, fotonya bersama seorang pria imut berambut sewarna permen kapas.
"Min Yoongi, apa kabar" katanya lirih
"Bogoshipeo" katanya lagi. Lalu memejamkan matanya.
.
.
.
.
Setelah sampai di Jeju dan makan siang, Jungkook dan Yoongi malah tertidur di dalam kamar mereka. Jadilah Taehyung, Jin dan juga Namjoon ikutan beristirahat
"Kalian berdua akan menjemput Jimin?" Tanya Seokjin. Namjoon dan Taehyung mengangguk
"memangnya pukul berapa pesawatnya sampai?" Tanya Jin
"pesawatnya sampai jam setengah tujuh" kata Taehyung. Seokjin mengangguk
"Kita pergi bersama saja. Pulangnya kita bisa pergi makan malam bersama" kata Seokjin. Namjoon mengangguk
"apa tidak apa apa dengan Yoongi hyung dan Jimin?" Tanya Taehyung.
"Aku pikir mungkin Jimin bisa membantu penyembuhan Yoongi" kata Seokjin
"masalahnya adalah apakah Jimin mau" kata Namjoon
"Aku yakin dia mau" kata Taehyung
"melihat penyebab Yoongi begitu, Jimin pasti mau." Kata Taehyung lagi. Mereka mengangguk menyetujui kata kata Taehyung.
.
.
.
.
"Seokjinnie hyung, Yoongi mau makan jeruk hallabong" kata Yoongi. Seokjin tersenyum,
"Iya Yoongi, bagaimana kalau nanti saja dari bandara kita membeli jeruknya hm? Kita menjemput Jimin dulu" kata Seokjin
"jimin?" Tanya Yoongi bingung. Seokjin mengangguk
"ne, Jimin. Namanya Park Jimin. Nanti Yoongi bisa kenalan dengan Jimin" kata Seokjin. Yoongi hanya mengangguk mengiyakan.
"hyungdeul, nanti kita makan malam dengan apa?" Tanya Jungkook setelah sibuk dengan ipod di tangannya
"kookie mau makan apa?" Tanya Seokjin
"kookie mau makan Gogi Guksu" kata Jungkook dengan bunny smilenya
"yoongi juga mau" kata Yoongi dengan eyesmilenya. Jungkook dan Yoongi mengangguk lucu dan sibuk membicarakan makanan apa yang mau mereka makan nanti sementara tiga orang lainnya tersneyum melihat tingkah mereka.
Setelah beberapa lama di jalan, akhirnya mereka sampai di bandara pukul setengah tujuh, dan saat sampai, terdengar pemberitahuan jika pesawat yang di tumpagi Jimin telah sampai. Mereka menunggu sekitar 30 menit, lalu taehyung memanggil Jimin yang sedang menyeret kopernya. Lalu mereka saling berpelukkan. Yoongi yang bingung menyembunyikan tubuh mungilnya dibalik tubuh Namjoon dan juga Seokjin. Jimin terdiam melihat Yoongi yang tidak menyambutnya. Jimin pikir Yoongi masi marah dengannya
"Yoongi, ayo kenalan dengan Jimin" kata seokjin, Jimin memandang teman temannya bingung. Yoongi menggenggam sweeter yang di kenakan Seokjin erat erat.
"yoongi, tidak boleh begitu, itu tidak sopan" kata Seokjin. Yoongi lalu maju sedikit dan membungkuk menyapa Jimin
"annyeonghaseyo Min yoongi imnida" kata yoongi. Jimin memandang Yoongi intens dan membuat Yoongi takut sehingga mengumpat di balik punggung Seokjin.
"nanti akan kami jelaskan" kata taehyung. Lalu mereka berjalan menuju ke parkiran. Yoongi tetap saja menjaga jarak dengan Jimin dan menempeli Seokjin, tadinya Yoongi ingin emnempeli Jungkook tapi Jungkook terlihat sedang bercanda dengan Jimin jadilah Yoongi menempeli Seokjin. Di dalam mobil juga Yoongi merengek ingin duduk dengan Seokjin, jadilah Jimin duduk di depan dengan Namjoon. Yoongi memeluk lengan Seokjin erat dan menyenderkan kepalanya pada lengan Seokjin. Seokjin mengusap kepala Yoongi menenangkan Yoongi.
Tidak lama mereka pergi dari Bandara, mereka sampai di restaurant Gogi Guksu yang cukup terkenal di Jeju. Mereka duduk dengan posisi, Yoongi, Namjoon, Seokjin, Taehyung, Jungkook dan Jimin. Yoongi duduk berhadapan dengan Jimin. Sedaritadi Yoongi menempeli Seokjin karena takut dengan Jimin. Seokjin hanya memelototi Jimin, jadilah dia bertukar tempat dengan Jungkook.
Mereka memesan cukup banyak makanan, ada Gogi Guksu, Kimchi Lobak, Heukdwaeji, seonggae miyeok-guk, dan beberapa makanna pendamping lainnya. Seokjin dan Namjoon yang memang biasnaya berperan sebagai eomma dan appa bagi mereka, dengan rajin memanggangkan Heukdwaeji mereka. Jimin juga ikut membantu, lalu mengambil piring kecil dan memberikan pertama tama, dagingnya pada Yoongi. Yoongi terdiam melihat Jimin dan piring kecil di hadapannya bingung
"yoongi suka daging kan" kata Jimin dengan senyum berusaha membuat Yoongi tidak takut. Yoongi tersenyum dan mengangguk, lalu mengambil piring kecil yamg di berikan oleh Jimin
"Gomawo chimchim" kata Yoongi.
"chimchim?" Tanya Jimin. Yoongi mengangguk
"Boleh kan Yoongi panggil jimin, chimchim?" Tanya Yoongi lagi dengan polosnya. Jimin tersenyum dan mengangguk. Yoongi juga ikut tersenyum dan memakan makannanya. Yang lain tersenyum senang melihat interaksi Jimin dan juga Yoongi.
Setelah mereka makan, mereka kembali ke Villa milik Namjoon. Jungkook dan Yoongi tertidur di perjalanan. Saat sampai, Jimin dan Taehyung menggendong Yoongi dan Jungkook lalu meletakkannya dikamar mereka –Yoongi dan Jungkook satu kamar- lalu mereka berkumpul di ruang TV.
"Jadi ada apa dengan Yoongi" Tanya Jimin to do point. Seokjin, Namjoon dan Taehyung saling berpandangan. Lalu Seokjin menghela nafas
"Dua tahun lalu, saat Yoongi sedang dalam perjalanan pulang sehabis lembur, mobil Yoongi mogok, lalu seorang pemuda membantu Yoongi, kebetulan pemuda itu lewat dan jalanan juga sudah sepi. Lalu dia membantu Yoongi. Mobil Yoongi memang bisa jalan lagi setelah itu, tapi orang itu memperkosa Yoongi." Kata Seokjin dengan pelan di kalimat terakhirnya, sambil melihat reaksi Jimin
"diperkosa?" kata Jimin kaget. Seokjin mengangguk
"Dia memperkosa Yoongi dengan kekerasan. Kau tahu kan sejenis BDSM?" kata Seokjin lagi. Jimin terlihat menahan amarahnya
"Lalu dia meneror Yoongi. Yoongi terpukul dan tidak memberitahu siapa siapa jika dia di terror. Tapi Jihoon dan Namjoon menemukan paket untuk Yoongi berisi sex toys dan surat yang isinya melecehkan Yoongi, disitu mereka langsung menanyakan pada Yoongi dan melaporkannya kekantor polisi. Tapi, saat Yoongi sendirian, dia datang lagi dan mengancam Yoongi dan hampir melecehkan yoongi jika saja supermarket 24jam di dekat sana tiba tiba ramai dengan anak anak training salah satu agency disana. Darisana, Yoongi mulai tertekan dan semakin banyak terror. Dan dia juga mengirimi foto foto saat Yoongi diperkosa olehnya. Kau tahu dengan diikat ikat seperti itu, dengan ancamannya. Darisana Yoong tertekan, awalnya Yoongi mengurung diri dan tidak mau keluar kamar bahkan histeris jika ada yang mendekatinya. Akhirnya aku dan dokter Jung mencoba mengobati Yoongi, cukup lama sampai Yoongi mau menerima kehadiran orang orang disekitarnya. Tapi anehnya, saat itu saat Yoongi terjatuh di depan kamar mandi di kamarnya, setelah Yoongi sadar, Yoongi malah berubah menjadi seperti anak kecil. Dokter jung bilang, dia takut jika Yoongi akan membelah kepribadiannya" Kata Seokjin,
"Kami sudah melaporkannya pada polisi, namun belum ada hasil yang bagus. Sampai sekarang dia belum tertangkap." Kata Namjoon
"tapi anehnya, dia berhenti mengirimkan ancaman dan terror terror pada Yoongi" kata Taehyung
"ya, sejak yoongi mulai depresi dan mengurung diri di kamar. Sudah tidak ada terror terror lagi" kata Seokjin
"tidak ada orang yang mencurigakan di sekitar Yoongi?" Tanya Jimin
"Soonyoung bilang, saat dia akan menjemput Jihoon, ada seorang pria yang mengantarkan paket untuk Yoongi dan jika tidak salah, itu paket terakhir. Dan dia bertanya pada petugas keamanan disana, mengapa Yoongi tidak pernah kelihatan. Lalu petugas itu bilang Yoongi sedang sakit. Lalu Soonyoung bilang, beberapa hari saat dia main ke rumah Jihoon, pria itu berada di sekitar rumah. Aku sudah melapor polisi tapi setelah itu orang itu tidak pernah kelihatan lagi" kata Namjoon. Jimin menggeram. Taehyung menepuk pundak Jimin
"Jimin, aku harap kau mau membantu proses penyembuhan Yoongi" kata Seokjin penuh harap. Jimin terdiam.
"aku akan membantu hyung, aku akan membuat Yoongi kembali seperti dulu." Kata Jimin. Yang lain tersenyum senang mendengar kata kata Jimin.
