My Precious Min Yoongi

.

.

.

.

.

MinYoon

.

.

.

.

Park Jimin x Min Yoongi

.

.

.

.

.

Yoongi duduk di lantai dengan seperangkat alat mewarnai dan buku mewarnai di hadapannya. Di sampingnya ada susu cokelat, cookies, dan di pelukannya ada boneka kumamon kesukaannya. Tangan Yoongi sibuk mewarnai gambar gambar pada buku mewarnai di hadapannya sedangkan mulutnya sesekali menguyah cookiesnya dan bernyanyi lagu anak anak yang ia ingat. Saat sedang asik dengan kegiatannya, Yoongi di kagetkan dengan sebuah suara dari sampingnya

"Selamat sore Yoongi" kata suara di sebelahnya, Park Jimin. Yoongi menghentikan kegiatannya dan menoleh

"CHIMCHIM" Kata Yoongi senang lalu memeluk Jimin yang ada di sebelahnya. Jimin terkekeh dan ikut memeluk Yoongi. Jimin mengusak kepala Yoongi pelan

"Chimchim kenapa baru datang" kata Yoongi. Sambil melepaskan pelukannya dan duduk dipangkuan Jimin

"Chimchim sedang sibuk tadi pagi di kantor, jadi chimchim baru bisa datang sekarang" kata Jimin. Yoongi mengangguk mengiyakan

"Chimchim bawa kue untuk Yoongi tidak?" Tanya Yoongi. Jimin terkekeh, mengusak rambut Yoongi dan mengangguk

"Iyaa, chimchim bawa cheesecake kesukaan Yoongi" kata Jimin. Yoongi memekik senang mendengarnya

"Tapi, kuenya baru boleh dimakan setelah makan malam ya" kata Jimin. Yoongimengerucutkan bibirnya kesal

"Ah, waeyo?" Tanya Yoongi

"karena perut Yoongi ini sudah penu dengan cookies, jadi cheesecakenya disimpan buat nanti malam" kata Jimin sambil mengusap perut Yoongi dari baju Yoongi. Yoongi mengangguk.

"Apa chimchim makan malam dengan Yoongi disini?" Tanya Yoongi. Jimin menggeleng

"Hari ini, chimchim mau ajak yoongi pergi makan malam dengan chimchim" kata Jimin.

"Pergi makan malam dengan chimchim? Hanya berdua dengan chimchim?" Tanya Yoongi. Jimin mengangguk

"Yoongi mau!" pekik Yoongi. JImin terkekeh melihat Yoongi.

"Kalau begitu sekarang Yoongi mandi dulu lalu pakai baju yang bagus ya" kata Jimin. Yoongi mengangguk. Lalu merapihkan peralatan mewarnainya dan memeluk boneka kumamonnya.

"Yoongi mandi dulu ya chimchim. Chimchim tunggu disini ya" kata Yoongi. Jimin mengangguk mengiyakan. Lalu merpaihkan bekas makan Yoongi dan meltakkanya ke meja

"sudah lama Jimini" Tanya nyonya Min yang berada di belakangnya. Jimin berbalik danmembungkuk pada nyonya Min

"hallo eommoni" kata Jimin

"aku baru sampai eommoni, hari ini sedang sibuk dikantor dan aku baru sempat kesini sekarang" kata jimin. Nyonya Min mengangguk.

"eommoni aku mau membawa Yoongi pergi makan malam diluar. Apa boleh?" Tanya Jimin. Nyonya Min tersenyum dan mengangguk

"tentu. Kalian mau pergi makan malam kemana?" Tanya nyonya Min

"Sebenarnya aku mau mengajak Yoongi makan malam di restaurant favorit Yoongi" kata Jimin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

"err, itu restaurant pertama kali kami kencan dulu" kata Jimin. Nyonya Min terkekeh mendengar penjelasan Jimin

"Well, silahkan kalau begitu Jimin." Kata nyonya Min. Jimin membungkuk dan mengucapkan terima kasih kepada nyonya Min. Lalu mereka mengobrol di sana sambil menunggu Yoongi.

Sementara nyonya Min dan Jimin sibuk mengobrol, Yoongi yang sudah selesai mandi sedang sibuk memilih baju apa yang akan dia gunakan untuk pergi dengan Jimin. Yoongi mengobrak abrik kamarnya mencari baju apa yang akan dia gunakan untuk pergi dengan Jimin

"aduh bagaimana ini Yoongi harus pakai baju apa" kata Yoongi duduk di antara baju baju yang berhamburan di lantai.

"Hiks Yoongi bingung mau pakai baju apa" kata Yoongi lagi dengan isakkannya. Yoongi mengambil kumamonnya memeluknya erat dan turun ke bawah mencari nyonya Min

"Eomma hiks" tangis Yoongi ketika melihat Nyonya Min. Nyonya Min dan Jimin seketika menengok melihat Yoongi yang memakai handuk dan memeluk Kumamonnya.

"Astaga Yoongi, ada apa sayang" kata nyonya Min menghampiri Yoongi, Jimin juga ikut berdiri menghampiri Yoongi

"Hiks, eomma, hiks hiks Yoongi bingung mau pakai baju apa untuk pergi dengan chimchim" kata Yoongi di pelukan nyonya Min. nyonya Min terkekeh mendengarnya. Jimin hanya tersenyum geli mendengar kata kata Yoongi. Lalu nyonya Min membawa Yoongi kembali ke kamarnya meninggalkan Jimin yang masih menatap kedua ibu dan anak itu.

"Jadi Yoongi bingung mau pakai baju apa untuk pergi dengan chimchim?" Tanya Nyonya Min. Yoongi mengangguk lucu. Sekarang Yoongi sedang duduk di ranjangnya sambil memeluk boneka kumamonnya, membiarkan Nyonya Min memilihkan baju untuknya. Tak lama, nyonya Min membantu Yoongi memakai baju yang sudah dia pilihkan,melihat Jimin yang tadi memakai kemeja dan jas semi formal, maka nyonya Min memilihkan kemeja putih dan blazer hitam yang lengannya hanya se siku Yoongi, juga celana panjang. Nyonya Min mencubit pipi Yoongi setelah Yoongi selesai berpakaian

"eomma sakitttttt! Nanti pipi Yoongi melar bagaimana" kata Yoongi sambil mengerucutkan bibirnya. Nyonya Min terkekeh

"habisnya yoongi menggemaskan sekali. Eomma jadi gemas" kata Nyonya Min.

"eomma, Yoongi sudah keren belum,"kata Yoongi. Nyonya Min mengangguk

"tentu saja sudah, anak eomma sudah pasti keren dan menggemaskan" kata nyonya Min. Yoongi tersipu malu

"Chimchim suka tidak dengan penampilan Yoongi?" Tanya Yoongi dengan semburat merah di pipinya. Nyonya Min terkekeh melihat anaknya malu malu.

"Jimin pasti suka dengan Yoongi" kata nyonya Min sambil merpaihkan rambut Yoongi. Yoongi kembali tersipu mendengarnya

"Yoongi suka ya dengan Chimchim?" Tanya nyonya Min. Pipi Yoongi seketika memerah lalu Yoongi mengangguk kecil

"Aigoooo, anak eomma" kata nyonya Min menggoda Yoongi. Yoongi tersipu malu mendengar ledekan eommanya.

"kajja, Yoongi sudah keren sekarang, ayo turun, nanti Chimchim terlalu lama menunggu Yoongi" kata nyonya Min. Yoongi mengangguk lalu meletakkan Kumamonnya dan melangkah meninggalkan kamarnya mengikuti nyonya Min.

Jimin yang sedang memainkan handphonenya menoleh ketika mendengar suara dari sampingnya dan menemukan nyonya Min berjalan ke arahnya

"Yoongi belum selesai eommoni?" Tanya Jimin. Nyonya min terkekeh dan sedikit menggeser tubuhnya, dan jimin tertawa kecil melihat Yoongi menyembunyikan dirinya di balik punggung nyonya Min.

"Yoongi, sudah siap? Jalan sekarang?" kata Jimin. Yoongi mengintip dari balik lengan nyonya Min

"Chimchim suka tidak dengan penampilan Yoongi?" Tanya Yoongi. Jimin terkekh dan berjalan menghampiri Yoongi juga nyonya Min, mengambil jarak yang tidak terlalu jauh lalu memiringkan badannya mengintip Yoongi. Jimin mengangguk

"Suka kok, Yoongi menggemaskan sekali" kata Jimin. Yoongi mengerucutkan bibirnya

"Yoongi keren chimchim, bukan menggemaskan" kata Yoongi. Jimin dan nyonya Min terkekeh,

"Iyaa, iyaa, yoongi keren sekali dengan baju itu" kata Jimin. Yoongi tersenyum senang sesudahnya. Jimin mengulurkan tangannya pada Yoongi. Yoongi menatap tangan Jimin malu malu lalu menerima uluran tangan Jimin dengan malu malu. Jimin tersneyum geli melihatnya lalu menggenggam tangan Yoongi

"Kami pergi dulu ya eommoni" kata Jimin pamit. Nyonya Min mengangguk sambil tersenyum

"eomma, Yoongi pergi dulu ya dengan chimchim" kata Yoongi. Nyonya Min kembali mengangguk

"hati hati Yoongi, Jimin" kata nyonya Min.

Nyonya Min menangis terharu melihat Jimin dengan Yoongi. Nyonya Min tidak menyangka jika Jimin mau membantu mengobati putra keduanya itu. Padahal yang nyonya Min tahu, mereka sudah putus cukup lama. Nyonya Min tahu jika Yoongi masih mencintai Jimin, awlanya nyonya Min tidak tahu jika Jimin juga masih mencintai anak keduanya itu, namun setelah kembali dari Jeju, Jimin datang ke rumahnya, memohon izin dan restu darinya dan suaminya, untuk membantu menyembuhkan Yoongi dan menikah dengan Yoongi jika keadaan yoongi sudah lebih baik. Nyonya Min sangat terharu, Jimin masih mau menerima Yoongi yang 'sakit' seperti itu.

.

.

.

.

.

Yoongi dan Jimin berada di restaurant favorit Yoongi. Restaurant ini tidak terlalu besar dan tidak terllau mewah, namun ada panggung kecil yang berisi seperangkat alat band dan grand piano berwarna hitam disana. Yoongi memandangi sekelilingnya. Lalu menatap menu yang di berikan oleh salah satu pelayan

"Yoongi mau pesan apa?" Tanya Jimin. Yoongi memandang menu disana bingung. Lalu menatap Jimin bingung.

"yoongi bingung" kata Yoongi. Jimin tersenyum.

"kalau gitu biar aku yang pesan bagaimana?" Tanya Jimin. Yoongi mengangguk. Jimin tersenyum dan memesankan makanan juga minuman untunya dan Yoongi. Yoongi memperhatikan sekelilingnya lalu memperhatikan grand piano di atas sana.

"yoongi mau memainkan itu?"Tanya Jimin. Yoongi mengalihkan pandangannya pada Jimin lalu mengangguk imut.

"memangnya Yoongi bisa memainkan grand piano?" Tanya Jimin.

"Yoongi pernah ikut hobbie hyung main piano di studio" kata Yoongi. Jimin tersenyum mendengarnya.

"Bagaimana kalau kita mampir ke studio Hobbie hyung untuk bermain piano?" Tanya Jimin. Yoongi mengangguk senang

"Mauuuuu" kata Yoongi. Jimin tersenyum melihat Yoongi sedang. Tanpa mereka sadar, ada sepasang mata yang mengamati mereka dari jauh dengan seringainya.

.

.

.

TBC

.

.

.

A/N: halloooo, ini chap duanyaaa, Jiminnya udah pdkt sama Yoongi hehe, maaf kalo alurnya cepet. Next chap juga mungkin alurnya agak cepet. Dan nextchap bakal di ungkap siapa yang merkosa Yoongi.