My precious Min Yoongi

.

.

.

.

.

MinYoon

.

.

.

.

.

Park Jimin x Min Yoongi

.

.

.

.

Seorang pria dengan pakaian serba hitam menyeringai melihat foto foto yang ada di dinding ruangan itu. Foto foto seorang pemuda mungil berambut seperti gula kapas yang tercetak dalam foto disana dengan berbagai ekspresi. Pria itu menyeringai semakin lebar melihat foto foto pria mungil itu yang tidak mengenakan pakaian apapun.

"Min Yoongi" lirih pria itu.

"Kau hanya milikku" kata pria itu lagi. Lalu pria itu tertawa seperti orang yang kurang kewarasannya.

.

.

.

.

Yoongi dan Jihoon sedang sibuk bermain di lapangan di dekat rumah keluarga Min untuk bermain basket. Tadi Yoongi merengek ingin bermain di lapangan dan tidak mau bermain di rumah. Jadilah Jihoon menemani Yoongi.

"Yoongi hyung, aku lupa bawa minum, tunggu disini ya, aku akan membeli minum untuk kita" kata Jihoon. Yoongi hanya mengangguk dan duduk di bangku di pinggir lapangan sambil memainkan bole basketnya.

"hallo" kata sebuah suara di belakang Yoongi. Yoongi berbalik dan menatap pria di belakangnya bingung

"Nuguseyo?" kata Yoongi. Pria dibelakangnya tertawa

"Perkenalkan namaku, Lee Seong Hwa" kata pria itu,

"Namaku Min Yoongi" kata Yoongi yang ikut memperkenalkan diri dengan senyum manisnya. Seong Hwa tertawa melihat kelakuan Yoongi

"hallo Yoongi, kau sedang apa disini?" Tanya Seong Hwa

"Yoongi sedang bermain basket bersama Jihoonie tadi, tapi sekarang Jihoonie sedang membeli minum" kata Yoongi dengan gummy smilenya. Seong Hwa tertawa melihatnya.

"Ah, ini, aku punya permen, Yoongi mau?" Tanya SeongHwa sambil mengeluarkan permen dari saku celananya. Yoongi memandang permen itu dengan senang, namun senyumnya hilang mengingat apa kata eomma, Jihoon, Jin dan juga Jimin

"Kata eomma, Jihoonnie, Seokjinnie hyung dan Jimin, Yoongi tidak boleh menerima permen dari orang yang tidak dikenal" kata Yoongi. Sekilas, raut wajah Seonghwa mengeras, namun ditutupi dengan senyumnya

"Tapi kita kan sudah berkenalan, Yoongi tahu namaku dan aku tahu nama Yoongi" kata Seonghwa. Yoongi tersenyum cerah dan mengangguk. Lalu Seonghwa memberi permen pada Yoongi yang diterima dengan senang hati oleh Yoongi. Yoongi membuka permen itu dan memakannya

"enak tidak?" Tanya Seonghwa sambil mengamati Yoongi. Yoongi mengangguk

"enak sekali, rasa jeruk" kata Yoongi dengan gummy smilenya. Tak lama, Yoongi merasa badannya panas

"uhh panas sekali" kata Yoongi. Seonghwa menyeringai melihat geak gerik Yoongi

"ada apa Yoongi?" Tanya Seonghwa

"Uhh, panas sekali disini, Yoongi kepanasan" kata Yoongi.

"mungkin Yoongi gerah habis main basket" kata Seonghwa. Yoongi mengangguk, namun Yoongi malah makin kepanasan dan badannya terasa aneh

"uhh, panas, Yoongi mau pulang, Jihoonie lama sekali" kata Yoongi. Seonghwa menyeringai

"Bagaimana kalau Yoongi mandi di rumahku saja" kata Seonghwa. Yoongi yang memang sudah terpengaruh obat yang ada di dalam permen itu dan juga karena sifatnya yang kembali menjadi anak kecil, hanya mengangguk dan menurut ketika Seonghwa menggendong Yoongi. Yoongi hanya menempel di pelukan Seonghwa yang menggendong Yoongi. Meninggalkan lapangan yang kosong dan hanya tersisa handuk kecil milik Yoongi dan Jihoon yang berada di bangku dan bola basket milik Yoongi

.

.

.

.

.

Jihoon menangis sesenggukan di pelukan Soonyoung dan memaki dirinya sendiri. Dihadapannya, Nyonya Min sudah menangis di dalam pelukan Jin yang juga mulai terisak. Jimin hanya memandang lantai dengan tatapan penuh emosi, disampingnya ada Namjoon yang mencoba menenangkan Jimin. Lalu di samping mereka ada Jungkook yang menangis di pelukan Taehyung. Setelah Yoongi pergi dengan Seonghwa tadi, Jihoon yang panic segera memutari daerah sekitar lapangan namun tidak menemukan kakaknya itu, lalu akhirnya Jihoon mengambil semua barangnya dan melihat bungkus permen yang tadi dimakan oleh Yoongi, lalu Jihoon berlari kembali ke rumahnya. Saat sampai di rumah, disana ada Jimin yang baru datang bersama Jin dan juga Namjoon. Jihoon datang dengan air mata di mata sipitnya dan berkata kata dengan diselingi isakan tentang hilangnya Yoongi. Nyonya Min sempat pingsan mendengarnya. Jimin hampir saja meledak jika tidak di tahan namjoon. Lalu ahirnya Namjoon menghubungi Soonyoung agar menenagkan Jihoon, lalu mengabarkan berita ini pada Taehyung. Seokjin juga mengabarkan hilangnya Yoongi pada Hyosang, kakaknya yang seorang polisi. Namun karena hilangnya Yoongi belum 24jam sehingga polisi tidak bisa mulai mencari.

"Hiks hiks, maafkan Jihoon" kata Jihoon. Soonyoung segera menangakan Jihoon.

"Sudah Jihoon, ini bukan salahmu" kata Namjoon. Jimin dan Jin mengangguk

"Sudahlah Jihoon, kita akan mendapatkan Yoongi lagi, kami kana mencari di sekitar sini" kata Jimin. Namjoon dan Taehyung mengangguk. Taehyung mengambil bungkus permen yang tadi di bawa Jihoon dan mengamati bungkus permen itu

"well, ini obat perangsang dalam bentuk permen" kata Taehyung. Jimin mengusak wajahnya kasar. Di pikirannya sudah membayangkan segala kemungkinan jelek tentang Yoongi

"yoongi" lirihnya.

.

.

.

.

.

Yoongi tertidur di ranjang besar di ruangan yang juga besar dengan banyak lemari dan gantungan gantungan yang berisi berbagai macam sex toys. Pakaian Yoongi sudah terbuka semua sehingga sekarang dia telanjang dengan berbagai macam ikatan di seluruh tubuhnya. Seorang pria, Seonghwa masuk ke dalam ruangan itu dengan bertelanjang dada, dia mendekati Yoongi , berlutut di samping Yoongi dan mengelus pipi tembam Yoongi. Lalu dia menyeringai danmenjambak rambut Yoongi kuat. Yoongi mulai terganggu dengan perlakuan kasar Seonghwa dan terbangun dari lelapnya.

"akkh, sakit hiks jangan jambak rambut Yoongi" kata Yoongi sambil menangis. seonghwa tertawa mendengar rintihan kesakitan Yoongi

"tenang saja Yoongi sayang, nanti kamu akan menikmati semuanya" kata Seonghwa. Lalu Seonghwa melepas jambakannya dan menindih Yoongi yang terbaring tidak berdaya di ranjang itu. Seonghwa menciumi seluruh wajah Yoongi terus hingga turun ke seluruh tubuh mungil yoongi. Yoongi melenguh dan menangis dengan semua perlakuan Seonghwa.

"nghh jangan ugh hiks jangan cium cium Yoongi hiks gelii hiks, lepasin Yoongi sakit hiks hiks eomma" kata Yoongi. Seonghwa semakin bersemangat menciptakan tanda di seluruh tubuh putih Yoongi.

"jangan hiks hiks lepasin Yoongi hiks nghh hiks eomma hiks, Jihoonie hiks tolong Yoongi hiks enghhh ngghh lepas hiks Seokjinnie hyung hiks" Yoongi terus terisak, dan melenguh. Hal itu membuat Seonghwa semakin bersemangat menggerayangi Yoongi

"Hiks, berhentiii hiks hiks nghh aahh, J-Jimin hiks chimchim hiks hiks tolong Yoongi hiks hiks" isak Yoongi. Seonghwa yang mendengar nama Jimin, menghentikan kegiatannya dan kembali menjambak rambut Yoongi

"AAAKKHH Lepas sakittt hiks hiks " isak Yoongi.

"dengar Min Yoongi, jangan pernah sebut nama pria itu lagi!" kata Seonghwa, Yoongi masih terus terisak

"Kau mengerti! JANGAN PERNAH SEBUT NAMA PARK JIMIN LAGI!" teriak Seonghwa di hadapan Yoongi

"hiks hiks sakittt sakitt" isak Yoongi. Soenghwa tertawa seperti psikopat

"Dengar Min Yoongi, kau itu milikku, milik Lee Seong Hwa! Camkan itu pada kepala cantimu Min Yoongi! Kau hanya milik Lee Seong Hwa. Bukan milik Park Jimin! KAU MENGERTI" Kata Seonghwa sambil menjambak kuat rambut Yoongi

"AAKKHH SAKIT SAKIT EOMMAAAA HIKS HIKS" Jerit Yoongi. Seonghwa tertawa melihatnya. Lalu dia menampar pipi kanan Yoongi dan melempar begitu saja kepala Yoongi dari jambakannya.

"Sakit hiks ampunin Yoongi hiks hiks" Isak Yoongi. Seonghwa tertawa

"Kau mau aku berhenti Yoongi?" Tanya Seonghwa, Yoongi mengangguk. Seonghwa tertawa melihatnya.

"Aku akan berhenti jika kau berhenti mengucapkan nama Jimin dan hanya mengingat namaku. Ingat baik baik Min Yoongi" kata Seonghwa sambil menepuk kedua pipi Yoongi

"Kau adalah milikku! Lee Seong Hwa! Bukan milik Park Jimin! Kau hanya harus mengingat namaku, menjadi kekasihku, masa depanku dan menjadi pemuas nafsuku" kata Seonghwa. Yoongi menangis keras walaupun dia tidak begitu mengerti apa yang di ucapkan Seonghwa tapi yang Yoongi tahu itu jahat. Seonghwa melepas tepukannya dan menampar Yoongi kuat kuat hingga sudut bibir Yoongi berdarah dan pingsan. Seonghwa menyeringai lalu menjilati darah yang mengalir dari sudut bibir Yoongi.

.

.

.

.

.

Ini sudah dua hari sejak hilangnya Yoongi, polisi sudah melacak cctv di dekat taman dan bungkus permen yang dibawa Jihoon. Namun polisi belum menemukan hasil dari pencariannya. Tuan Min dan Hoseok segera kembali dari China, malam disaat Yoongi hilang, mereka juga ikut membantu begitu juga Jimin, Namjoon, Seokjin, Taehyung dan Jungkook.

"Tuan, nyonya, ada paket kiriman untuk Nyonya, tuan, tuan Hoseok, tuan Jihoon dan juga teman teman tuan Yoongi" kata Bibi Ahn yang datang dengan membawa sebuah kotak yang cukup besar. Hoseok menerima paket itu dan membukanya, tak lama Hoseok mengumpat dan menatap marah paket itu. Jimin segera mengambil paket itu dan melihat isinya, disana, ada foto foto Yoongi yang tidak sadarkan diri, lalu Yoongi yang menangis, dan disana da berbagai macam foto bagaimana Yoongi diikat, di jambak, dan holenya di beri dildo juga vibrator. Jimin memandang marah foto foto itu, di dalam kardus itu juga ada sex toys seperti dildo dan juga vibrator setra cockring. Taehyung, Namjoon dan yang lainnya segera melihatnya. Jungkook, dan Jihoon menangis melihatnya. Taehyung dan Soonyoung segera menenangkan kekasih mereka yang mulai menangis.

"Brengsek, dia psikopat atau apa" kata Jimin marah. Setelah Jimin berkata begitu, telepon rumah keluarga Min berbunyi, Hoseok segera mengangkatnya

"hallo" kata Hoseok

"Hobbie hiks hyung hiks hiks" kata suara dari telepon

"YOONGI!" Kata Hoseok. Namjoon memberikan kode untuk memasang mode speaker dan Hoseok segera melakukannya.

"Hobbie hyung hiks hiks Yoongi takut hiks" kata Yoongi

"Yoongi, Yoongi ada dimana? Bilang sama hyung Yoongi ada dimana? Hyung akan segera jemput Yoongi" kata Hoseok. Nyonya Min sudah menangis mendengar suara anak keduanya itu. Tuan Min segera menjauhkan nyonya Min dari pembicaraan disana.

"Hiks Yoongi tidak tahu hiks hiks, Hobbie hyung hiks hiks Yoongi hiks mau pulang hiks hiks hyunggg" Isak Yoongi

"Yoongi, sayang dengar hyung akan segera menemukan Yoongi, Yoongi tunggu ya sayang" kata Hoseok

"Wah, wah, pembicaraan yang mengahrukan sekali hahaha" kata suara lain dari sambungan telepon Yoongi. Jimin dan Jin terbelalak mendengar suara itu. Jimin segera mendekati speaker telepon yang ada di dekat Hoseok

" . " kata Jimin dengan penekanan disana.

"Wah, ada Park bodoh Jimin disana? Hahaha" kata Seonghwa

"Lepaskan Yoongi brengsek" kata Jimin marah

"Haha, ya, akan aku lepaskan Min Yoongi yang menggemaskan ini, ketika dia hanya akan menginat namaku, sebentar lagi. Dan sudah melupakanmu"kata Seonghwa.

"BRENGSEK KAU! BAJINGAN!" Marah Jimin.

"HAHAHAHA! Kau yang brengsek Park Jimin. Kau merebut Min Yoongi dariku. Harusnya kau pergi dan tak usah kembali, jadi aku akan lebih mudah membuat Min Yoongi mengingatku" kata Seonghwa

"Brengsek kau!Yoongi tidak pernah mau denganmu brengsek! Yoongi hanya mencintaiku." Kata Jimin. Muka Jimin memerah karena marahnya

"Hahaha.. itu dulu, sebentar lagi kau yang akan merasakan bagaimana jika orang yang kau cintai memilih orang lain" kata Soenghwa

"Brengsek kau! Yoongi tidak pernah mencintaimu. Kau hanya terobsesi dengan Yoongi bukan mencintainya" kata Jimin

"Hah, berani sekali kau Park. Cintaku untuk Yoongi sangat besar. Kau tidak tahu apa apa " kata Seonghwa. Lalu Soenghwa segera mematikan sambungannya

"Sialan!" umpat Jimin

"ini hal bagus karena Yoongi berhasil menelepon darisana. Entah itu disengaja atau tidak. Polisi dapat melacak keberadaannya" kata Taehyung

"Aku akan menghubungi Hyosang hyung" kata Seokjin lalu menghubungi Hyosang agar segera melacak keberadaan yoongi

"Jika Seonghwa sadar, dia akan berpindah saat ini juga, mungkin nanti malam atau sore karena dia juga pasti akan menyusun rencana lebih dulu, kita harus cepat melacaknya dan menuju kesana sebelum dia selesai menyusn rencana dan pergi darisana" kata Taehyung

"Kita tunggu satu jam dari sekarang" kata Namjoon, semua memandang Namjoon. Seokjin yang sudah selesai menemepon juga ikutan memandang kekasihnya itu

"Aku akan melacak sendiri jika dalam setengah jam atau satu jam polisi juga belum mengabari" kata Namjoon. Hoseok mengangguk mengerti

"Kita bisa memakai PC di ruanganku" kata Hoseok. Namjoon mengangguk lalu mereka berdua pergi ke ruangan Hoseok

"well Seokjin hyung, your sexy brain monster memang menyeramkan terkadang" kata Taehyung. Seokjin terkekeh mendengarny. Seokjin dan Taehyung menepuk bahu Jimin menenangkan, Jungkook juga ikutan memeluk Jimin menenangkan.

"Kita akan menemukannya Jimin" kata Taehyung

"Aku punya kabar buruk dari hasil kesimpulanku dengan rencana Seonghwa sebenarnya" kata Seokjin. Mereka semua menatap Seokjin

"Niat seonghwa hanyalah menjadikan Yoongi miliknya. Namun dengan cara yang salah. Awlanya kau rasa dia ingin membuat Yoongi sedikit tertekan dan muncul dengan menjadi teman lama yang berprihatin dengan Yoongi lalu membuat Yoong yang seperti itu jatuh cinta padanya. Namun dia terllau mengulur waktu dan Jimin keburu kembali. Selama ini, dia mengikuti Yoongi dan mengamati Yoongi" kata Seokjin. Jimin menggeram.

"sudahlah yang penting sekarang kita harus segera mengetahui dimana keberadaan mereka" kata Soonyoung. Yang lain mengangguk menyetujui

.

.

.

.

.

Yoongi memeki ketika rambut sewarna permen kapasnya di jambak kuat

"Berani kau menelepon hah? Terlebih kau menelepon Jimin! Kau sengaja kan!" kata Seonghwa sambil menjambak Yoongi dan menyeret Yoongi. Dia mengikat Yoongi yang memberontak, lalu memasukan sebuah vibrator dan memasangkan cock ring pada penis Yoongi

"AAKKHHHH" Jerit Yoongi kesakitan. Hole nya berdarah, dan terasa perih

"Lepas hiks lepaskan Yoongi hiks. Ampuni Yoongi" isak Yoongi. Seonghwa menjambak kuat rambut Yoongi dan menciumi Yoongi dengan kasar. Dia menggigit bibir Yoongi kuat hingga berdarah, mengisap darahnya, menjelajahi isi mulut Yoongi dengan kasar dan brutal. Tangannya bergerak menggerayangi seluruh tubuh Yoongi. Berhenti pada penis Yoongi, mengegnggamnya erat meremas remasnya dengan tempo yang tidak beraturan membuat Yoongi melenguh tertahan dengan air mata yang mengalir dari kedua mata sipit Yoongi.

.

.

.

Namjoon bekerja cepat di depan PC di ruangan Hoseok. Sudah satu jam berlalu dan belum juga ada kabar dari polisi, maka Namjoon dengan cepat menggunakan otak cerdasnya, melacak keberadaan Yoongi. Disampingnya Hoseok menjadi co workernya membantu Namjoon jika memerlukan applikasi pembantu. Namun sejauh ini, Namjoon masih dapat bekerja sendiri. Seokjin juga duduk di sampingnya mengamati berbagai macam jenis kode kode yang berada di layar PC.

"Harusnya kau tidak menolak menjadi hacker NIS, atau CIA, atau FBI saat mereka menawarimu" kata Seokjin pada kekasihnya itu ketika semua tulisan tulisan tadi berubah menjadi gambar peta hanya dalam wkatu 15 menit, ya walau didukung dengan internet yang cepat juga sih. Namjoon terkekeh mendengarnya

"kau seperti tidak tahu Namjoon saja Seokjin hyung" kata Hoseok. Lalu terdengar bunyi dari PC Namjoon dan Namjoon menyeringai melihatnya.

"BINGO" kata Namjoon. Seokjin segera menghubungi Hyosang dan mereka bersiap siap pergi ke tempat Yoongi.

.

.

.

.

Seonghwa sedang sibuk merapihkan baju baju yang akan dia bawa untuk pergi dari rumahnya. Membawa baju seadanya dan beberapa 'mainannya' lalu segera pergi dari rumahnya sebelum polisi polisi dan juga teman teman Yoongi datang. Sudah hampir dua jam berlalu dan dia harus segera pergi, dia perkirakan, dalam 30 menit polisi akan menggerebek kediamannya saat ini. Namun semua rencana Seonghwa hanya menjadi angan angan ketika dia membuka pintu kamarnya, sudah ada polisi yang tepat berada di depannya dan segera mengangkapnya dan menggiringnya pergi. Dia menatap marah pada Namjoon dan yang lainnya terlebih pada Jimin yang sedang berjalan kesana kemari mencari Yoongi. Jihoon yang kesal menghampiri nya dan menamparnya. Soonyoung segera menarik kekasih mungilnya itu.

"Brengsek kau! Kau apakan Yoongi hyung! Dasar Gila!" kata Jihoon. Seonghwa hanya tertawa melihat Jihoon yang marah marah, lalu polisi segera membawanya pergi.

Jimin menggeram melihat Yoongi hanya tertutupi selimut dengan bercak darah, dan ada vibrator yang menyala di dalam lubangnya. Jimin segera menghampiri Yoongi dan mencabut pelan vibrator juga cockring dari tubuh Yoongi. Yoongi melenguh, lalu terbangun dan histeris

"TIDAKKK HIKS MAAFKAN YOONGI HIKS" Katanya Histeris. Jimin segera memeluk Yoongi, melepas tali tali yang mengikat Yoongi lalu memeluk Yoongi menenangkan Yoongi, mengusap kepalanya, mengelap hole Yoongi yang mengalirkan darah

"ssststttt.. tenang Yoongi sssttt.. ini aku, Chimchim. Sssttt" kata Jimin lirih. Yoongi masih menangis dan histeris.

"Ssstt.. sayang sssttt uljima hm.. ini aku chimchim. Sudah aman sekarang" kata Jimin. Kali ini, air mata Jimin ikut jatuh dengan eratnya pelukannya pada tubuh Yoongi.

"ssstt sayang sudah ya jangan menangis, aku disini," kata Jimin mengusap kepala Yoongi halus, menenangkan Yoongi.

"hiks, chimchim" lirih Yoongi

"iya sayang, ini chimchim ssttt, chimchim disini, jangan menangis lagi ya" kata Jimin, sambil mengusap kepala Yoongi, mengecupi pucuk kepala Yoongi pelan. Tangan Jimin mengambil selimut dan membungkus tubuh Yoongi, menggendong Yoongi bridal style ketika Yoongi mulai tenang.

"Hyung" lirih Jihoon melihat kakanya yang kelihatan mengenaskan. Seokjin segera memandu Jimin keluar dari sana dan membuka pintu mobil agar Yoongi bisa segera dibawa ke rumah sakit, melihat penyiksaan yang dilakukan padanya dan darah yang masuk sedikit mengalir dari lubangnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Seokjin memasuki ruangannya yang penuh dengan teman temannya juga nyonya dan Tuan Min.

"Hyung bagaimana" tanya Jihoon. Seokjin tersenyum

"Dokter Song bilang, dia menemukan tindak kekerasan seksual dalam tubuh Yoongi, lalu benturan di kepala Yoongi. Yoongi juga kekurangan darah dan bersyukur rumah sakit memiliki persediaan darah yang cukup untuk Yoongi." Kata Seokjin. Semua yang ada disana menghela nafas lega mendengarnya

"Tapi, dokter Jung dan dokter Choi bilang, ada beberapa kemugkinan yang akan terjadi pada Yoongi. Antara, Yoongi mengalami trauma berat. Atau Yoongi akan kembali seperti dulu, atau dia kembali tapi dia masih trauma. Dan yang ditakutkan adalah, penyimpangan seksual pada Yoongi" kata Seokjin. Semua yang ada disana menegang mendengar kata kata Seokjin.

"aku tahu Namjoon apa yang ada dipikiranmu, tapi, saat ini kondisi Yoongi ketika ia diculik adalahh kondisi dimana pikirannya seperti anak kecil. Dan itu berbahaya dengan semua hal hal yang terjadi disekitarnya. Jika Yoongi tidak kuat menghadapinya, maka hal itu akan terjadi" kata Seokjin melihat Namjoon yang akan mengutarakan pendapat dari sexy brainnya. Namjoon mengangguk.

"dan sekarang menurut dokter Song, Yoongi koma." Kata Seokjin lirih. Nyonya Min tumbang mendengar vonis pada anak keduanya. Hoseok dan Tuan Min segera membaringkan nyonya Min pada ranjang pasien di ruangan Seokjin. Seokjin segera memeriksa nyonya Min. Walau dia psikolog namun dia juga belajar mengenai dokter umum. Jihoon dan Jungkook sesenggukkan di pelukan kekasih mereka. Jimin hanya diam dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.

.

.

.

.

.

.

2 minggu kemudian

Jimin memasuki ruangan Yoongi, berjalan perlahan mendekati Yoongi yang berbaring dengan alat alat kedokteran di sampingnya dan dinyatakan koma. Jimin mengelus surai cotton candy Yoongi lembut. Merapihkan anak rambut Yoongi dan poni yang menutupi Yoongi. Jimin menggenggam tangan Yoongi lembut, mengusapnya dengan lembut seolah jika dia sedikit saja berbuat kasar, Yoongi akan rapuh dan hancur. Ini sudah dua minggu sejak kejadian Yoong di temukan dari penculikannya. Seonghwa juga sudah di penjara. Taehyung menuntut penjara seumur hidup untuk Seonghwa. Dan hakim mengabulkannya karena bagaimanapun juga , jika Yoongi tidak kuat, maka Yoongi bisa saja meninggal ketika Seonghwa menyiksanya. Hoseok juga mengundur pernikahannya dengan Seolhyun yang harusnya berlangsung 10 hari lagi.

Jimin mengambil tangan Yoongi dan mengecupya pelan

"Yoongi, kapan kamu akan sadar sayang" lirih Jimin

"aku merindukanmu" kata Jimin lagi.

"Aku tahu kamu sangat suka tidur sayang, tapi kamu sudah terlalu lama tidur saat ini" kata Jimin lagi.

"aku berjanji, kalau kamu sadar, kita akan pergi main basket kalau kamu sudah sehat, membeli gula gula dan cheesecake kesukaanmu, lalu jelly jelly yang seperti dimakan Jungkook, lalu kita akan membeli earphone baru untukmu membuat lagu. Kita pergi jalan jalan kemanapun yang kamu mau. Kita juga bisa makan lamb kesukaanmu kamu bersama Kookie. Ayo kita beli Kumamon yang besar supaya bisa kamu peluk ketika tidur" kata Jimin dengan air mata di ujung mata sipitnya.

"yoongi hiks. Sadarlah sayang" katanya. Jimin terus terisak, tanpa menyadari jika mata Yoongi mulai bergerak gerak, dan Jimin tersadar begitu mendapat pergeakan dari tangan Yoongi. Jimin segera memencet bel disamping ranjang Yoongi

"yoongi, sayang" kata Jimin memperhatikan Yoongi yang mulai sadar. Dokter Song segera datang dengan beberapa suster. Jimin menyingkir, namun tangan Yoongi yang ada di tangannya menggenggam tangannya erat. Dokter Song yang melihatnya mengangguk mempersilahkan Jimin menemani Yoongi, lalu segera memeriksa Yoongi

"jimin" lirih Yoongi. Jimin segera menggenggam tangan Yoongi, mendekat dan mengusap kepala Yoongi

"iya sayang, aku disini" kata Jimin. Dokter Song tersenyum.

"Bagaimana perasaanmu Yoongi?" tanya dokter Song. Yoongi menatap dokter Song dan tersenyum kecil.

"Kepalaku sedikit pusing" kata Yoongi. Dokter Song tersenyum

"Tidak apa. Karena kamu baru sadar dan kebanyakan tidur" kata dokter Song sambil tersenyum. Yoongi tersenyum

"Baiklah, beristirahatlah sebentar" kata dokter Song. Lalu dokter Song pamit keluar. Jimin masih menatap Yoongi intens. Yoongi setelah melihat dokter Song pergi juga menatap Jimin. Yoongi tersenyum kecil. Jimin juga tersenyum melihat Yoongi tersenyum.

"Terima kasih" kata Yoongi. Jimin terkekeh, mengusak rambut Yoongi pelan.

"Tidak perlu berterima kasih" kata Jimin.

"Kau hanya perlu, kembali kepadaku dan menjadi pendamping hidupku selamanya" kata Jimin. Yoongi bersemu. Jimin tersenyum.

"Aku mencintaimu Min Yoongi" kata Jimin.

"nado" kata Yoongi.

.

.

.

.

.

.

2 Bulan kemudian.

Yoongi terlihat menggemaskan dan tampan dengan setelan tuxedo hitam, dasi kupu kupu dan bunga berwarna merah di kantung dada sebelah kanan. Yoongi berdiri di ujung ruangan dengan segelas cola di tangannya. Mata sipitnya memandangi semua yang ada di ruangan itu. Mulai dari kakaknya yng menjadi raja sehari dan kakak iparnya yang menjadi ratu sehari. Lalu kedua orang tuanya yang sedang sibukberbicara dengan besannya dan tamu yang lainnya. Lalu Jihoon dan Soonyung yang sedang sibuk dengan makanan manis kesukaan Jihoon, Jungkook dan Taehyung yang juga sedang sibuk dengan makanan mereka di sisi lain. Lalu ada Seokjin dan Namjoon yang sedang mengobrol dengan beberapa orang. Yoongi juga memandangi yang lainnya sampai sebuah tangan hangat menggenggam tangan mungilnya. Yoongi menoleh dan mendongak, lalu tersenyum melihat siapa yang menggenggam tangannya. Itu Jimin. Park Jimin. Tunangannya.

"Jimin" panggil Yoongi. Jimin menoleh lalu tersenyum melihat wajah polos Yoongi

"terima kasih atas semuanya." Kata Yoongi, Jimin terkekeh dan membawa Yoongi ke dalam pelukannya

"jangan berterima kasih sayang. Karena kamu adalah prioritasku. Kamu adalah kesayangnku, sekaligus setengah hidupku. And because you're my precious" kata Jimin. Yoongi tersenyum senang mendengarnya.

Ya biarkanlah mereka bahagia dengan kisah mereka.

END

A/n: Hallooooooooooo,, akhirnya ceritanya selesai hehe. Buat yang udah review, aku ucapin terima kasih banyakkkkkk.. hehe kau seneng deh kalian mau review ff aneh ini. Dan maaf kalau buat yang udah review cerita cerita aku, aku ga bisa balesin review kalian, soalnya wi-fi di rumahku lagi mati, jadi aku curi curi tethering T.T nanti kalau udah bener next ff aku akan balesin kayak biasa ^^ gomawo ^^