Kau membuangku, maka kurampas apa yang menjadi milikmu.

#AnsatsuHalloweenPartII

"Ini putraku, Yuuma." Bayi mungil berpipi chubby itu diperkenalkan. Wanita yang menggendongnya tampak berseri, namun tetap tersenyum sendu kala netra emasnya menatap foto dalam figura berbingkai hitam, "Aku turut berkabung, Gakuhou-san."

"Terimakasih." Balas lelaki paruh baya itu dengan nada sedikit serak. Bayi dalam dekapan wanita berhelai sekelam malam itu mengerjap lucu, seolah ikut meminta maaf sekaligus menenangkannya. Tanpa sadar lisannya berkata, "Bolehkah—aku menggendong anakmu?"

Gakushuu, calon putranya, ikut berpulang bersama wanita yang telah bertahun-tahun menemani hidupnya. Tetapi bayi mungil berpucuk itu terlahir tepat di hari yang sama, di saat yang sama. Padahal sebulan yang lalu, kepala keluarga Isogai juga ikut dimakamkan—berselang tiga hari setelah putra tunggalnya melihat dunia.

Sepuluh detik menimang Yuuma, lidah Gakuhou kembali bicara, "Bolehkah aku menjadi ayahnya?"

Mantan Nyonya Isogai terperanjat sejenak, sebelum tersenyum maklum pada lelaki di hadapannya. "Asalkan kau tidak mengambil Yuuma dariku, tentu saja." Ucap wanita itu.

.

.

.

Sepuluh tahun sudah Yuuma hidup. Sudah sembilan tahun lebih ia merasa diikuti. Terkadang suara aneh menghardiknya, "Kau mengambil ayahku!" itu kalimat yang paling sering didengarnya.

Yuuma kecil hanya bisa menangis, tidak mengerti apa maksudnya.

Tetapi benda-benda di sekitarnya tetap berterbangan, menghujani tubuh kecilnya. Dan suara-suara itu kembali berdengung di telinganya. Dan hanya dekapan serta lullaby Gakuhou yang mampu menenangkannya hingga dijemput mimpi.

.

.

Tiga tahun kemudian, banyak luka cakaran di tubuh Yuuma setiap ia terbangun di pagi hari. Terkadang darahnya masih menetes, atau lukanya merah menyala. Lullaby tak lagi bisa meredam ketakutannya. Sebab setelah Yuuma tertidur ia akan terbangun karena didera rasa sakit yang begitu menyiksa.

"Kau serakah, Asano Yuuma!"

.

.

Keesokan harinya, hanya ibu kandung Yuuma yang menghunuskan pisau dapur ke tenggorokannya sendiri setelah menemukan anak dan suaminya tergeletak menjadi mayat.

Kepala dan leher Yuuma terbelah, dan pisau daging berlumurkan darahnya ada di tangan Gakuhou yang tubuhnya tercabik taring anjing peliharaannya.

Hei, siapa bilang anak ambar tidak bisa menyebabkan masalah?

chapter 3

goodbye, dear