Title: High School Love Story

Disclaimer: Gintama Hideaki Sorachi

Pair: HijiGin, SakaZura, TakaMui slight TakaGin, YamaZura

Rate : T-M

Genre: Drama, Romance.

Warning: Yaoi BxB, OOC, Typo dimana-mana

DLDR

Disini HIJIKATA itu SEME, buat yang suka HIJIKATA jadi UKE mending KELUAR

.

.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore saat Gintoki, Zura dan Sakamoto sampai dikediaman Takasugi. Belum juga mereka masuk kedalam, sebuah lemparan pedang kayu sudah menyambut mereka –menyambut Gintoki tepatnya-. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Kamui.

"Ne, ne. Gintoki, ayo sparing denganku." Dan tanpa caggung sama sekali Kamui bergelayut manja dipundak Gintoki.

"Hahhh, aku kesini bukan untuk sparing, tapi untuk mencari makanan." Dan dengan sama cueknya, Gintoki melangkahkan kakinya memasuki kediaman Takasugi.

"Aaaaaa Gintoki, kau sudah lama tidak kesini, ayolah. Dan ngomong-ngomong boleh aku tahu. Siapa itu yang bersama kalian?" Sambil menolehkan kepalanya kearah belakang, Kamui menanyakan perihal kahadiran tidak biasa dikediaman Taka-gumi tersebut.

"Ohhh, itu iblis nyasar. Tak perlu kau perdulikan dia." Gintoki mengucapkannya tanpa menoleh sedikitpun kebelakang.

Takasugi tampak menyambut mereka begitu mendengar teman-temannya sudah datang. Dia tampak menaikkan sebelah alisnya keheranan saat melihat tambahan yang tak biasa diformasi kedatangan teman-temannya.

"Hooo, aku tak ingat mengundang wakil ketua iblis ke kediamanku." Dengan seringai sinis, Takasugi menolehkan wajahnya kepada Hijikata.

"Ahahahaha ahahahaha ahahahaha, kami yang mengajaknya, ahahahaha ahahahaha ahahahaha, habisnya dia terlihat ingin mengikuti Kintoki begitu." Dan Sakamoto menjawab dengan tanpa dosa –abaikan sepatu yang tiba-tiba nemplok ke wajahnya-.

"Aku ingin menantangmu kendo, bukannya mengikuti Gintoki atau apapun itu yang dikatakan Sakamoto." Sambil memalingkan wajahnya, Hijikata menyahuti.

"Hmmmm, kau mau jadi matenya Gintoki yah. Apa kau bisa mengalahkanku? Kalau kau tidak bisa mengalahkanku, berarti kau lebih lemah dari Gintoki. Jika kau lebih lemah dari Gintoki, kau tidak pantas jadi matenya." Dan kompor Kamui dinyalakan.

"Haaaa, sudah kubilang aku kemari untuk menantang Takasugi kendo, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan Gintoki." Dengan wajah yang ngeblush tanpa halangan dan keringat dingin yang bercucuran, Hijikata kembali menjawab.

"Heh, kuterima tantanganmu. Tapi tak akan sopan jika aku tidak mempersilahkan tamu untuk masuk dan menjamunya bukan? Lagi pula Gintoki tak akan mau latihan tanpa sogokan perfait dan susu strawberry." Dan dengan dipimpin oleh Takasugi, mereka semua masuk kedalam ruangan.

.

.

.

Entah bagaimana awalnya, mereka semua sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing. Gintoki yang memakan parfaitnya sambil sesekali menanggapi Kamui –percayalah, jika orang yang tidak mengenal mereka dengan baik, mereka pasti sudah diaggap pasangan saking mesranya-. Takasugi, Sakamoto dan Zura yang mendiskusikan entah apa. Dan Hijikata yang memperhatikan semuanya sambil menghisap nikotin bermerk mayoboro yang selalu dibawanya –oh, orang disiplinpun punya kekurangan, dan jangan tanya bagaimana Hijikata menyelundupkan rokok tanpa ketahuan sama sekali-.

Sambil melihat semuanya, Hijikata dapat menyimpulkan bahwa, sekalipun Gintoki adalah orang yang disukai oleh Takasugi, Kamui tampak tak keberatan dengan kehadirannya ataupun membencinya. Interaksi antara Zura dan Sakamoto yang tampak sedikit aneh –kadang dia bingung sendiri bagaimana kompleksnya kelompok Joui4 yang ada di jadapannya saat ini-, dan Takasugi yang sesekali menatap lembut Gintoki. Bosan dengan yang dilihatnya didalam ruangan, Hijikata menolehkan pandangannya keluar, saat itulah dia sadar kalau tak ada satupun anak buah Takasugi yang tampak terganggu dengan kedatangan anggota Joui4 ke kediaman terebut, dan itu sudah jadi lebih dari cukup untuk bukti bahwa mereka semua bukan satu atau dua kali menghabiskan waktu disini. Anak buah Takasugi yang berkeliaran itu tampak agak heran dengan kehadirannya pada awalnya, namun kemudian mereka semua mengabaikannya.

"Ne ne, divisi khusus yang ada dibawah pimpinanmu itu mau kau apakan Takasugi. Kiheitai berada dibawah pimpinanmu sebelum kau menjadi ketua saat ini, tapi kini kau adalah ketua. Mau kau apakan divisimu itu?" Dan suara Gintoki memecah konsentrasinya.

"Kiheitai akan tetap menjadi kiheitai dan akan tetap dibawah pimpinanku. Akan sulit untukku melepaskan atau membubarkan begitu saja divisi khusus yang mendirikannya saja membuatku harus dirawat di rumah sakit selama satu minggu." Jawaban Takasugi tak lama kemudian terdengar.

"Dan karena sepertinya istirahat kita sudah cukup bagaimana kalau kita berangkat ke ruang kendo?" Dengan keluarnya suara lanjutan dari sang tuan rumah semua orang yang ada diruanganpun berdiri. Bahkan Gintoki yang Hijikata kira akan tetap berada disana pun berdiri. Dan mereka semua bergerak menuju tempat yang sepertinya sudah mereka kenal baik arahnya.

.

.

.

Jika kita beralih sejenak dari kediaman Takasugi menuju ke sekolah mereka, kita akan menemukan Gorilla stalker –sudah dibuktikan oleh Otae yang sekelas dengan Gintoki dan yang lainnya- bernama Kondo Isao –alpha- yang sedang kelabakan –tidak, dia sedang tidak senggang jadi stalkingnya ditunda dulu-. Penyebab dari kebingungannya sang ketua Osis –dimana wakilnya adalah Hijikata- adalah hilangnya sang wakil, padahal ada hal penting yang harus didiskusikan.

Pada saat itulah, dua bocah kelas 1 yang bekerja bersama Gintoki –bukan, bukan di tempat Otose- lewat. Dua bocah itu adalah Shinpachi dan Kagura. Shinpachi –beta- adalah adik dari Otae sedangkan Kagura –omega- adalah adik dari Kamui –lupakan fakta kalau mereka itu sedikit kurang akur. Bersama dengan Gintoki mereka mendirikan usaha serabutan, Yorozuya Gin-chan namanya. Kondo sendiri tak membuang waktu untuk berfikir dan langsung memanggil mereka.

"Ne, Shinpachi-kun, Kagura, tolong kemari sebentar." Panggil Gorilla jejadian tersebut.

"Hmmm, ada apa Kondo-senpai." Shinpachi adalah yang pertama menjawabnya.

"Bisa kusewa kalian sehari ini. Aku seharusnya bekerja bersama Hijikata, tapi dia menghilang." Terang sang Gorilla.

"Hmm, tapi Gin-chan sedang tidah ada, aru. Kami jadi tidak yakin, aru." Kali ini giliran Kagura yang menjawab.

"Ahahahaha, tidak apa-apa. Hanya membersihkan ruang OSIS dan merapikan dokumen. Lalu mencatat daftar pelanggaran bulan ini untuk dilaporkan." Sambil tertawa, Kondo mulai melangkahkan kakinya menuju ruang OSIS.

"Baiklah." Dan mereka bertiga melangkahkan kaki bersama-sama menuju ruang OSIS.

.

.

.

Jika ada ketua dan wakil, tentu ada bendahara dan sekretaris. Bendaharanya adalah manusia irit bicara, dia selalu membawa buku catatan kemana-mana dan berbicara menggunakan buku tersebut –tidak, tidak, dia tidak bisu, hanya terlalu pemalu-. Dengan rambut afro berwarna orange nyentrik, Saitou Shimaru namanya –alpha-. Biasanya dipanggil Shimaru-nii oleh sekretaris OSIS.

Dan inilah sekretaris OSIS –Okita Shougo namanya, beta- yang sedang tidur dengan nyenyaknya dibawah pohon dihalaman belakang sekolah. Rambutnya yang berwarna coklat pasir tertiup lembut oleh angin. Matanya yang berwarna kemerahan tampak tertutup dengan eyeband berwarna merah bergambar mata. Sang sekretaris tampak tak berdosa tidur disitu sementara sang ketua kebingungan mencari bantuan merapikan arsip.

Sedang nyenyak tidur, ponsel miliknya berbunyi nyaring, tanda panggilan masuk. Dengan setengah ogah-ogahan Shougo mengangkat panggilan masuk tersebut setelah melihat nama sang Ketua Osis terpampang dilayarnya.

"Hai', moshi-moshi." Ujarnya dengan suara yang masih mengantuk.

"Naa, Shougo, bisakah kau ke ruang OSIS sekarang?" Tanya suara diseberang sana.

"Hmmm, oke. Aku kesana." Dan tanpa protes –kalau saja itu Hijikata bisa dipastikan sambungan terputus tanpa perlu satu kata keluar-, Shougo bangkit dari tempatnya berbaring.

Menatap langit yang cerah, Shougo meregangkan tubuhnya yang terasa agak kaku setelah berbaring terlalu lama. Tampa menoleh kebelakang, Shougo terus melangkah dengan pasti kedepan. Tanpa menyadari kehadiran seseorang yang mengawasinya disana.

.

.

.

Jauh dari Edo, di tempat yang tak seorangpun menyadarinya seorang bocah terus tumbuh hingga remaja. Dibesarkan oleh gurunya, tanpa orang tua disekitarnya. Terpisah dengan seorang paling berharga dihidupnya, dia tumbuh agar dapat mengambil apa yang seharusnya jadi miliknya. Dan bersamaan dengan semakin bertambahnya usia sang bocah, semakin bertambah pula keinginannya untuk mengambil miliknya jauh disana. Dan semakin dekat pula badai yang menuju kearah mereka semua.

.

.

.

Entah apa yang akan terjadi

Entah apa yang menanti

Entah apa yang akan dihadapi

Mereka semua harus mempersiapkan diri

TBC

.

.

AN:/ anooo, MOHON MAAPKEUN SAYAHHHH

aaaaa gw nggak nyangka ternyata kuliah dijurusan murni itu susyahnya setengah mati. Ya matkulnya, ya laporan ama jurnalnya. Pernah gw rasanya nggak bisa buka leppie tersayang sama sekali –sekalinya buka malah nonton mas-mas ganteng tonjok-tonjokan #ditimpuk- jadi maapkeun karena ketelatan –banget- jadwal ini. Itu jadwal gw bikin tepat sebelum jadwal gw diduta dipenuhi laporan dan jurnal.

Alasan laen adalah, soalnya otak gw ntuh rada-rada geser –iya geser, efek kebanyakan ngepens ama yang gila kayak Gintama ama Golden Bomber-. Gw bukan tipe orang yang mikir diawal, tapi belakangan. Gw baru sadar kalo gw nggak punya gambaran lengkap soal cerita gw sendiri waktu gw ngetik. Kok bisa? Iya bisa, gw bikin ini cerita cuma mikir awal, konflik, sama ending, sama sekali nggak mikir gimana 3 faktor utama itu bisa nyambung. Dengan kata lain gw cuma mikir gimana ini cerita diawali, dikasih masalah, dan kemudian apa yang terjadi ketika masalahnya udah selesai, gw sama sekali buta soal jalan cerita dari cerita gw sendiri. Itu bikin gw ngetik sambil mikir –abis ini gimana, gimana biar chara yang laen bisa keluar, dan teman-temannya-, bahkan kadang gw ngerasa tangan gw jalan sendiri dengan perintah imajiasi gw tanpa komando otak gw, jadi tau-tau udah jadi aja satu kalimat apa 1 paragraf gitu, dan abis itu gw histeris karena imajinasinya mogok dan kalimatnya nggak lanjut, akhirnya pilih tutup windows buka pelem #digampar.

Mari berdo'a biar gw nggak molor-molor lagi yeeee #sungkem. Ditunggu apresiasi dalam bentuk kritik, saran, bahkan flame juga gpp.

Ahhh ini dia balasan review dari prolog ampek sekarang:

Prolog:

ichigoStrawberry-nyan : hooh, ini HijiGin dengan bumbu A/B/O senpai, minta krisar boleh nihhh. review dan baca terus yaaaa

yuanchan48 : udah lanjut ampek ch 3 nih, krisarnya sekalian yaaaa. review dan baca terus yaaaa

yin : makasih loh udah mau nunggu cerita abal-abal dengan tata bahasa ancur ini #terhura, krisarnya sekalian yaaaa. Review dan baca terus yaaaa

guest : iyes, bener, siapa yang bilang hiji itu uke, hiji itu seme sejati, krisarnya sekalian yaaaa. Review dan baca terus yaaaa

whiters402 : udah diupdate kok, do'ain aja nggak tiba-tiba otaknya mogok, krisarnya sekalian yaaaa. Review dan baca terus yaaaa

kazeshi rei : makasih dukungannya, padahal gw sendiri bertanya-tanya apa cerita gw ada yang mau baca #terhura, krisarnya sekalian yaaaa. Review dan baca terus yaaaa

.

Ch1

Guest : otp kita sama taman T.T, tolong do'akan imajinasi gw kagak ngambek biar bisa sesuai jadwal yaaaahhhh, krisarnya sekalian yaaaa. Review dan baca terus yaaaa

Yyy : salam kenal juga, etooo, ini bacanya gimana yaa? Ini udah diupdate, krisarnya sekalian yaaaa. Review dan baca terus yaaaa

.

Ch2

ichigogoStrawberry-nyan : hijigin kok senpai, senpai mah reviewnya 2 kata doang #ditendang, krisarnya ya senpai. Review dan baca terus yaaaa

Yyy : haloooo, tolong jangan panggil manusia dengan kemampuan penulisan abal-abal ini senpai yaaa, saya khan maluuuu #dihajar, krisarnya sekalian yaaaa. Review dan baca terus yaaaa

Akasuna yuri chan : maapkeun, tapi thanks ama reviewnya senpai, soalnya ini otak langsung nyadar kalo ada cerita yang jadi tanggungan abis baca review senpai, kokoro ini jleb rasanya dibilang ngePHP anak orang, krisarnya ya senpai. Review dan baca terus yaaaa

See you next chap