Warning! BoysLove/BL/Yaoi/Gay, Typo Bersembunyi atau Memang Disengaja :v
Rated: T (karena otakku tak mampu :v)
KookV!
Fanfic pertamaku~~~
Enjoy!
Taehyung sedang menunggu Jungkook di depan rumahnya sambil memainkan ujung lengan bajunya. Ia sedang menggunakan sweater berwarna biru tua kebesaran sehingga menunjukkan betapa ramping tubuhnya dengan celana jeans hitam, ransel yang digantung menyamping di bahu kanannya, dan seperti biasa, kacamata tebal.
Beberapa menit kemudian Jungkook keluar dengan menggunakan baju kaos berwarna hitam yang cocok dengan tubuhnya sehingga menunjukkan otot-ototnya dengan celana jeans berwarna biru dan ransel yang digantung di bahu kanannya.
Ketika Jungkook melihat Taehyung yang sedang berdiri di depan pagar rumahnya membelakanginya, dia mendengus.
Taehyung menoleh.
"Selamat pagi, Jungkookie~! Ayo kita berangkat bersama!" Sapa Taehyung ceria.
Jungkook mengabaikannya lalu membuka pagar runahnya dan berjalan mendahului Taehyung.
Taehyung menyusul Jungkook, berusaha mengimbangi kecepatan Jungkook. Ia mencoba menggandeng tangan Jungkook namun Jungkook langsung menepis kasar tangannya saat baru saja menyentuh tangannya.
Taehyung memakluminya, ia sudah tau betapa besar rasa benci Jungkook padanya. Namun ia sangat mencintainya, meskipun dia sudah ditepis kasar, diabaikan, dan didorong menjauh.
Mereka tiba di sekolah, Jungkook sudah pergi meninggalkan Taehyung, berjalan ke arah teman-temannya, Kim Namjoon; Namja berambut abu-abu kehitaman, Min Yoongi; Namja berwajah manis berambut hitam, dan Jung Hoseok; Namja yang menyerupai kuda dan berambut coklat.
Di arah yang berbeda, setelah ditinggalkan oleh Jungkook, Taehyung berjalan ke arah teman-temannya, Kim Seokjin; Namja berwajah manis berambut merah muda, dan Park Jimin; Namja berambut abu-abu.
Jungkook POV
Aku pergi meninggalkan Taehyung dan berjalan ke arah teman-temanku.
"Selamat pagi, Hyung" Sapaku dengan nada sedikit jengkel karena Taehyung, tadi.
"Pagi, Bocah. Mana sopan santunmu ke hyungmu, huh?" Ucap Yoongi Hyung sambil mendengus kesal.
"Ada apa? Taehyung lagi?" Tanya Namjoon Hyung.
"Iya, seperti biasa dia merusak mood ku." Jawabku sambil menghela nafas kasar.
"Kalau kau tidak menginginkannya, berikan saja padaku. Dia cukup menarik." Tawar Hoseok Hyung, hanya bercanda.
"Dia tidak menarik, Hyung. Dia aneh, jelek, nerd, berkacamata tebal, dan membosankan." Ucapku kesal.
"Aku penasaran bagaimana wajahnya jika dia melepas kacamatanya lalu menggunakan lensa kontak saja." Ucap Yoongi Hyung.
"Aku yakin, Hyung. Pasti wajahnya bahkan lebih parah daripada sekarang." Ucapku sambil mencoba membayangkan betapa jeleknya Taehyung saat membuka kacamatanya dan memakai lensa kontak. Tapi aku tidak bisa membayabgkan betapa jeleknya dua ketika ia melepas kacamatanya. Entah mengapa aku malah membayangkan betapa cantiknya dia ketika melepas kacamatanya. Aku menggelengkan kepalaku.
'Bagaimana bisa aku membayangkan hal seperti itu tentang nerd jelek itu. Aku pasti sudah gila.' Batin Jungkook sambil mengusap wajahnya.
"Aku lebih tertarik kepada Kim Seokjin. Dia sangat manis, bibirnya terlihat begitu menggoda." Ucap Namjoon Hyung sambil menyengir, membayangkan bagaimana rasanya ketika ia mencium bibirnya.
"YAK JANGAN BERFANTASI LIAR DISINI." Tegur Yoongi Hyung kepada Namjoon Hyung, mencoba mengecilkan suaranya sedikit sambil memukul kepala Namjoon Hyung dengan buku tebal yang ada di tangannya.
Aku hanya memandangi mereka sambil menggelengkan kepalaku. Tiba-tiba bel berbunyi.
"YAK berhenti berteriak, bel masuk sudah berbunyi. Nanti lagi bicaranya." Tegur Hoseok Hyung dengan suara yang sengaja dia besarkan.
"Nde, Pak Kuda." Ejek Namjoon Hyung dan segera kabur sebelum Hoseok Hyung sempat meneriakinya.
"AHAHAHAHAH PAK KUDA AHAHAHAHAHAH ADUH PERUTKU" Ejek Yoongi Hyung sambil tertawa terbahak-bahak sampai jatuh berlutut di tanah, lalu lari secepatnya sebelum Hoseok Hyung mengamuk.
"YAK KALIAN, AISHH." Teriak Hoseok Hyung kesal sambil mengacak-acak rambutnya.
Lagi-lagi aku hanya bisa menggelengkan kepalaku dan ikut tertawa kecil setelah melihat kekonyolan mereka. Lalu aku berjalan masuk ke kelasku.
Jungkook POV End
Taehyung POV
Aku memperhatikan Jungkook yang sedang berjalan menjauh. Aku menghela napas lalu tersenyum maklum dengan sikap dingin Jungkook kepadaku. Kemudian aku berjalan ke arah teman-temanku.
"Selamat pagi, Hyung~~~" Sapaku dengan nada ceria dan senyuman lebar seperti biasanya.
"Selamat pagi, Dongsaeng kesayanganku~~~" Sapa Seokjin Hyung sambil mencubit pipi kananku sampai merah.
"YAK, Hyung. Sakit..." Ucapku sambil mengelus pipi kananku yang mulai memerah dan mengerucutkan bibirku kesal.
"Astaga, hentikan. Kau membuatku ingin mencuri first kissmu." Ucap Jimin gemas dengan kelakuanku dan juga mencubit pipi kiriku.
"YAK, BANTET JANGAN COBA-COBA. FIRST KISSKU HANYA UNTUK JUNGKOOK DAN YAK KEDUA PIPIKU SAKIT." Teriakku kesal sambil semakin mengerucutkan bibirku.
"Kekeke~ Kau imut sekali" Ucap Jimin berusaha menahan diri untuk tidak menyubitku lagi.
"Ah iya, omong-omong, bagaimana dengan Jungkook? Dia masih memperlakukanmu dengan buruk?" Tanya Seokjin Hyung.
Pertanyaan itu membuatku terpaku.
"I-Iya, Hyung. Tapi tidak apa, pasti suatu hari nanti dia bisa membuka hatinya padaku." Ucapku berusaha menyemangati diri sendiri.
"Seharusnya kau menyerah saja, dia sudah menyakitimu berulang kali, namun kau masih bisa bangkit. Bagaimana kalau dia menyakitimu lebih dalam? Bagaimana kalau kau tak bisa bangkit lagi?" Tanya Jimin khawatir dengan keadaanku.
"Meskipun dia telah menyakitiku berulang kali, aku harus tetap bertahan. Aku yakin dia pasti akan membalas perasaanku." Ucapku sambil tersenyum tipis, meskipun jauh di dalam hatiku aku merasa sangat tersakiti namun aku menguburnya dengan rasa cintaku kepadanya.
"Baiklah, kalau itulah yang kau inginkan. Aku akan mendukungmu, tapi kalau dia menyakitimu sampai kau tidak bisa bangkit lagi, dia akan menyesal seumur hidupnya." Ucap Jimin dengan tatapan mengerikan yang membuatku merinding.
Tiba-tiba bel berbunyi. Kami jalan bersama, lalu berpisah di lorong dan masuk ke kelas masing-masing.
Taehyung POV End
.
.
.
Taehyung POV
Sekarang adalah jam pelajaran sejarah. Yoon Saem sedang menjelaskan tentang sejarah korea di Zaman Joseon.
Aku hanya menguap dan mengucek mataku, kemudian aku mengalihkan pandanganku ke luar jendela. Aku menatap betapa indahnya langit dan betapa sejuknya angin yang memerpa wajahku.
Tiba-tiba aku mengingat Jungkook. Aku mengingat betapa akrabnya kami dulu, sebelum dia memutuskan hubungan persahabatan kami karena ucapan orang lain terhadap kami. Aku merindukannya, senyum tampannya, dan sentuhan lembutnya ketika ia memegang tanganku. Aku merindukan semua tentang dirinya yang dulu.
Taehyung POV End
TBC
Halo... Uhh... Ff ini kayaknya akan update sesuai dengan mood saya... Saya tidak bisa memastikan kapan updatenya. Tapi minimal 1 bulan sekali kalau tugas menumpuk... Maaf yah kalau terlalu pendek ? ゚リヨ? Rencananya sih mau buat 1.5k words, tapi takut kelamaan, jadi langsung publish deh ? ゚リナ? Maaf...? ゚ルマ? Supaya nyemangatin, (Mulai memberanikan diri begini ? ゚リト?)
RnR Juseyo~~~
