Warning! BoysLove/BL/Yaoi/Gay, Typo Bersembunyi atau Memang Disengaja :v

Rated: T (karena otakku masih terlalu polos :v)

KookV!

Fanfic pertamaku~~~

Enjoy!

"KIM TAEHYUNG! KELUAR DARI KELASKU!" Teriak Yoon Saem dengan muka merah seperti cabai.

Puk

Taehyung sadar dari lamunannya ketika ia merasakan sesuatu mendarat di kepalanya; spidol. Ia meringis kesakitan sambil berlari keluar dari kelas sebelum Yoon Saem melempar spidolnya lagi.

.

.

.

Taehyung sedang bersandar di pinggiran besi yang berada di atap sekolah. Ia kembali mengingat Jungkook.

"*Hiks*Kapankah kau bisa kembali menjadi dirimu yang dulu? *Hiks* Aku sangat merindukanmu... *Hiks* Aku sangat mencintaimu... *Hiks*" Ucap Taehyung pelan sambil menangis. Kemudian dia mengusap airmatanya lalu membenarkan kacamatanya. Ia berusaha menghibur dirinya.

'Dia pasti akan membalas perasaanku.' Hiburnya dalam hati.

.

.

.

Taehyung POV

Bel berbunyi menandakan bahwa sudah jam istirahat. Aku berjalan ke kelas Jimin.

"Jiminie~~~" Sapaku ceria sambil melambaikan tanganku ke Jimin.

"Taehyungie~~~" Sapa Jimin dengan ekspresi imutnya yang aneh.

"Yak kau itu tampan bukannya imut. Kau membuatku merinding melihat wajah sok imutmu itu." Ucapku sambil memegang badanku yang benar-benar merinding.

"YAK Baiklah, ini yang terakhir kali aku menunjukkan wajah imutku di hadapanmu" Ucap Jimin malu sambil mengalihkan pandangannya dariku karena kesal.

"Jiminie~ Tolong jangan marah." Rengekku dengan wajah memohon sambil mengerucutkan bibirku.

"Aish. Baiklah, aku memaafkanmu tapi tolong berhentilah menggoda imanku." Ucap Jimin berusaha keras menahan diri.

"Baiklah, omong-omong ayo kita ke kelas Seokjin Hyung, dia pasti sudah lama menunggu." Ucapku.

"Baiklah, ayo." Ucap Jimin lalu menggenggam tanganku sambil berjalan ke kelas Seokjin Hyung.

.

.

.

Kami sudah sampai di kelas Seokjin Hyung.

"Seokjin Hyungie~~~" Sapaku sambil melebarkan tanganku, minta peluk.

"Awww, ada dongsaeng kesayanganku. Sini peluk." Ucap Seokjin Hyung sambil memelukku gemas.

"S-Seokjin H-hyung ak-u ti-dak b-bisa ber-nafas." Ucapku terbata-bata karena Seokjin Hyung memelukku terlalu erat.

"Ah, mianhae. Kau terlalu menggemaskan, sih." Ucap Seokjin Hyung melepaskan pelukannya dan mencubit pipiku.

"Hyung, aku juga minta peluk." Ucap Jimin sambil menunjukkan puppy eyesnya dan melebarkan tangannya.

"Aku hanya memeluk namja manis. Kau itu ganteng, nanti kita diduga pacaran. Hush hush." Ucap Seokjin Hyung sambil menggerakkan tangan seperti sedang mengusir seseorang.

"Yak Hyung. Kau pilih kasih sekali. Tidakkah kau kasihan dengan anjing yang satu ini?" Ucap Jimin sambil menunjukkan puppy eyesnya.

Tiba-tiba tubuhku merinding lalu aku menyilangkan tanganku dan mengusap bahuku sambil menggetarkan tubuhku.

"Yak Jiminie. Berhenti bersikap seperti itu, kau membuatku merinding. Kau itu tampan bukannya imut." Ucapku bercanda.

"YAK KALIAN BERDUA JAHAT SEKALI." Teriak Jimin kesal lalu berjalan ke arah kantin.

"YAK TUNGGU KAMI." Teriak Seokjin Hyung. Kemudian kami menyusul Jimin.

Taehyung POV End

Taehyung, Jimin, dan Seokjin sedang mencari meja. Satu-satunya meja tidak penuh yang cukup untuk mereka adalah meja yang ditempati oleh Jungkook.

"Tae—" Ucapan Seokjin terpotong saat Taehyung berlari ke meja Jungkook.

"Jungkookie~" Sapa Taehyung ceria lalu mendudukkan dirinya di kursi kosong di dekat Jungkook kemudian disusul oleh Seokjin dan Jimin.

Jungkook mendengus saat mendengar suara Taehyung lalu keningnya mengerut tak suka. Namjoon terkejut ketika melihat Seokjin duduk di dekatnya, jantungnya berdegup kencang. Jimin dan Yoongi saling bertatapan. Sementara itu, Hoseok biasa-biasa saja.

"Kenapa kalian ada disini?" Tanya Jungkook dingin dengan wajah kesal yang membuat hati Taehyung terasa perih.

"Aku mau duduk di dekatmu, dan semua meja tidak ada yang cukup untuk kami bertiga selain meja yang kau tempati." Ucap Taehyung.

"Kenapa tidak makan di atap saja daripada datang menggangguku." Ucap Jungkook ketus.

"Ah ne, mian. Tapi aku hanya mau menghabiskan waktu istirahatku dengan bersenang-senang denganmu." Ucap Taehyung berusaha menahan rasa sakit di hatinya.

"Aku mau menghabiskan waktu istirahatku satu kali saja tanpa gangguanmu." Ucap Jungkook ketus lalu mengabaikan Taehyung yang mulai bungkam.

"Yak Jungkook, jangan bersikap ketus kepadanya." Ucap Namjoon Hyung menegur Jungkook.

"Nde..." Ucap Jungkook malas.

Kemudian mereka menghabiskan waktu istirahat dengan tenang tanpa suara.

.

.

.

Bel masuk telah berbunyi. Mereka berjalan ke kelas masing-masing tanpa mengucapkan apapun. Terutama Taehyung yang menundukkan kepalanya. Seokjin dan Jimin berusaha menahan emosi mereka ketika melihat Jungkook berucap ketus kepada Taehyung sampai Taehyung bungkam dan tak berani menatap ke depan.

Namjoon masih saja memperhatikan Seokjin. Hoseok berjalan dengan malas. Yoongi sesekali melirik ke Jimin.

Jungkook POV

Aku mengabaikan tatapan dingin teman-teman Taehyung. Menurutku mereka sangat mengganggu, terutama Taehyung yang sudah menjadi parasit di hidupku.

Aku tidak menyesal telah berucap ketus kepadanya, lagipula itu adalah salahnya. Kenapa dia terus menggangguku? Aku berjalan masuk ke kelasku. Sekarang adalah jam pelajaran Biologi

Setelah beberapa menit kemudian aku merasa bosan dengan guru Biologiku yaitu Han Saem. Kemudian aku meminta izin untuk pergi ke toilet.

Saat aku tiba di toilet, aku terkejut dengan pemandangan di depanku. Taehyung, dia sedang melepas kacamatanya lalu membersihkannya. Aku kagum dengan wajah cantiknya. Hatiku berdegup kencang. Aku yakin wajahnya adalah wajah yang paling cantik yang pernah kulihat, bahkan mengalahkan Jieun Sunbae. Setelah sadar dengan apa yang kupikirkan, aku menggelengkan kepalaku.

'Astaga apa yang sudah kupikirkan.' Ucapku dalam hati.

Kemudian aku berjalan masuk ke dalam toilat sambil memasang muka datarku lalu tidak mempedulikan Taehyung. Aku melihat Taehyung yang terkejut kemudian memakai kembali kacamatanya dengan tergesa-gesa.

Aku masuk ke dalam salah satu bilik toilet. Setelah menyelesaikan kegiatanku, aku keluar dan mendapati Taehyung yang baru saja memasang kacamatanya.

Jungkook POV End

Taehyung terkejut ketika melihat Jungkook didepan pintu salah satu bilik toilet.

'Astaga, apakah dia melihatku tanpa kacamata tadi? Apa yang harus kulakukan...' batin Taehyung.

Kemudian ia memberanikan diri untuk berbicara kepada Jungkook.

"H-halo Jungkook-ah, kau sedang apa disini? Bukankah jam pelajaran sudah dimulai?" Tanya Taehyung gugup.

"Tentu saja aku sedang buang air, aku sudah meminta izin dengan guru. Aku tidak mungkin membolos. Apakah kau bodoh?" Ucap Jungkook ketus, namun ia merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya.

Taehyung lagi-lagi hanya dapat tersenyum maklum menghadapi sikap Jungkook yang ketus dan dingin kepadanya. Namun ia masih berusaha mendapatkannya, meskipun ia tahu ada resiko besar bahwa ia takkan bisa bangkit lagi. Tetapi dia sangat mencintai Jungkook. Ia telah dibutakan terhadap cintanya kepada Jungkook.

"Hehehe... Maaf." Ucap Taehyung sambil menunjukkan senyum kotaknya. Ia berusaha menahan rasa perih di hatinya, seperti tertusuk jarum-jarum kecil. Ia masih berusaha untuk tersenyum, ia mengabaikan tatapan dingin Jungkook.

Kemudian Jungkook berjalan keluar dari toilet, meninggalkan Taehyung yang diam lalu meremas dadanya ketika Jungkook sudah pergi.

'Kenapa sakit sekali...?' Ucapnya dalam hati sambil meneteskan air matanya yang mengenai kacamatanya. Kemudian dia melepas kacamatanya lalu kembali menangis.

Tbc

Halo... Maaf yah kalau tambah lama tambah membosankan dan masih pendek, takutnya updatenya kelamaan... Sekali lagi, maaf kalau membosankan dan terlalu pendek... Tolong vommentnya dan sarannya supaya bisa lebih bagus...

RnR Juseyo